Anda di halaman 1dari 7

LKS (LEMBAR KERJA SISWA) KEARIFAN LOKAL UNTUK

MATERI FISIKA KELAS X

Dosen Pengampu: Ira Nofitasari, M.Pd

DISUSUN OLEH

Yani Villa Lestari

221710017

FAKULTAS MIPA DAN TEKNOLOGI


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
PONTIANAK
2020
Judul : Pengaruh Gaya Pada Benda

Mata Pelajaran : Fisika

Semester : Ganjil

Kelas : X (10)

KONSEP GAYA PADA ALAT TENUN IKAT/SONGKET


DAERAH SAMBAS

A. Tenun Ikat / Songket Sambas

Tenun ikat Sambas atau karib disebut Tenun Sambas yang dihasilkan
masyarakat Sambas konon sudah ada sejak Kesultanan Sambas dipimpin Sultan
Sulaiman. Namun, melihat motif-motif tumbuhan yang sangat dominan pada
Tenun Sambas, besar kemungkinan tenunan ini sudah ada sebelum berdirinya
Kesultanan Islam Sambas. Proses menenun pada pembuatan kain tenun ijat ini
yaitu: Membuat pola ukuran panjang lungsi pada alat hani, dengan mengikuti pola
kemudian benang diurai menjadi helaian-helaian.

Membuat benang lungsi sesuai dengan panjang pola ukuran jumlah benang
lungsi, jangan lupa silangan pada benang lungsi. Setiap 10 benang lungsi atau
sesuai keinginan, benang lungsi diikat, untuk memudahkan penghitungan benang
lungsi. Ikatlah benang lungsi sedikit demi sedikit (misal setiap10 benang lungsi
kemudian di ikat) agar jarak antara ikatan satu dengan ikatannya tidak terlalu
longgar Usahakan ketegangannya sama. Kemudian jika semua benang sudah
tersusun di pucuk gun sesuai dengan pola yang diinginkan gerakkan gun atau alat
tenun maju dan kemudian tarik sambil di gerakan ke kanan dan ke kiri sesekali
ukur panjang benang yang sudah terikan agar tetap sama panjang dan tegangan
yang sama. Jika benang tidak menegang dan gerakan tenun tidak seimbang maka
pola kain yang di hasilkan kain akan tidak teratur atau tidak rapi.

B. Konsep Gaya yang terdapat pada alat tenun ikat Sambas

Konsep fisika berdasarkan kearifan lokal dari Tenun ikat sambas adalah
tenun ikat terdapat konsep gaya Gesek, Pengukuran dan memiliki kecepatan .
Hasil dari tenunan Benang menjadi sebuah kain pada Pembuatan Tenun Ikat.
Dengan adanya hasil identifikasi konsep-konsep fisika ukuran alat tenun memiliki
ukuran panjang yang berbeda-beda. Konsep Fisika pada pembuatan kain tenun ini
juga tersmasuk dalam hukum Newton dimana Hukum Newton adalah hukum
yang menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan
gerak yang disebabkannya.

C. Kompetensi

5.1. Mengidentifikasi jenis-jenis gaya, penjumlahan gaya dan pengaruhnya pada


suatu benda yang dikenai gaya

D. Indikator

5.1.2 Menggambarkan gaya-gaya yang bekerja pada suatu benda.

5.1.3 Menganalisis besar gaya gesekan pada berbagai permukaan yang berbeda
kekasarannya, yaitu permukaan yang licin, agak kasar dan kasar
C. Ringkasan Materi

Gaya adalah tarikan atau dorongan yang terjadi terhadap suatu benda.
Gaya bisa menyebabkan perubahan posisi, gerak atau perubahan bentuk pada
benda. Gaya didefinisikan sebagai suatu tarikan atau suatu dorongan
yangdikerahkann sebuah benda terhadap benda lain. Pengaruh gaya pada benda
antara lain sebagai berikut:

1. Menyebabkan perubahan kecepatan gerak benda.


2. Menyebabkan benda diam menjadi bergerak dan sebaliknya.
3. Mengubah arah gerak benda.
4. Mengubah bentuk suatu benda.
( Joko Sumarso: 2009 )

Sifat-Sifat Gaya

Berdasarkan penjelasan diatas, maka bisa disimpulkan bahwa gaya mempunyai


beberapa sifat berikut :
1. Gaya dapat mengubah arah gerak benda
2. Gaya dapat mengubah bentuk benda
3. Gaya dapat mengubah posisi benda dengan cara menggerakkan atau
memindahkannya.

Macam-Macam Gaya

1. Berdasarkan Sentuhannya dengan benda, gaya dibagi menjadi 2, yaitu :

a. Gaya Sentuh

Gaya Sentuh adalah gaya yang bekerja dengan sentuhan. Artinya Suatu
gaya akan menghasilkan efek jika terjadi sentuhan dengan benda yang akan
diberikan gaya tersebut, jika tidak terjadi sentuhan, maka gaya tidak akan bekerja
pada benda. Gaya ini akan muncul ketika benda bersentuhan dengan benda lain
yang menjadi sumber gaya
b. Gaya Tak Sentuh

Gaya Tak Sentuh ialah suatu gaya yang akan bekerja tanpa terjadinya
sentuhan. Artinya Efek dari gaya yang dikeluarkan oleh sumber gaya tetap bisa
dirasakan oleh benda meskipun mereka tidak bersentuhan.

( Sri Handayani Ari Damari : 2006 )

jenis-jenis gaya

a. Gaya Otot

Sesuai dengan namanya Gaya otot adalah jenis gaya yang dilakukan oleh
makhluk hidup yang mempunyai otot. Gaya timbul dari koordinasi dari struktur
otot dengan rangka tubuh. Gaya Otot Termasuk ke dalam kelompok Gaya Sentuh.

b. Gaya Pegas

Gaya Pegas ialah jenis gaya yang dihasilkan oleh sebuah pegas. Gaya
pegas disebut juga gaya lenting pulih yang terjadi karena adanya sifat keelastisan
suatu benda. Gaya Pegas termasuk ke dalam kelompok Gaya Sentuh. Gaya Pegas
muncul karena pegas bisa memapat dan merenggang sehingga bentuknya bisa
kembali seperti semula setelah terjadi gaya tersebut.

c. Gaya Gesek

Gaya Gesek yaitu jenis gaya yang muncul karena terjadinya persentuhan
langsung antara dua permukaan benda. Gaya Gesek adalah gaya yang arahnya
selalu berlawanan dengan arah gerak benda atau arah gaya luar. Gaya gesek
termasuk ke dalam kelompok gaya sentuh. Besar kecilnya gaya gesekan
ditentukan oleh halus atau kasarnya permukaan benda. Semakin halus permukaan,
maka semakin kecil gaya gesekan yang muncul sehingga gaya yang dibutuhkan
untuk membuat benda tersebut bergerak semakin kecil juga.

Gaya Gesek terbagi menjadi 2, yaitu sebagai berikut :

Gaya Gesek Statis, yakni jenis gaya gesek yang terjadi ketika benda diam.

Gaya Gesek Kinetik, yakni jenis gaya gesek yang terjadi ketika benda dalam
keadaan bergerak.

( Karyono Dwi Satya Palupi: 2009 )


DAFTAR PUSTAKA

Joko Sumarso, 2009.Buku Fisika Kelas X SMA.Jakarta: Pusat pembukuan


Nasional

Sri Handayani,Ari Damari,2006.Buku Fisika Kelas 10.Jakarta:Pusat


Pembukuan,Departemen Pendidikan Nasional

Karyono Dwi Satya Palupi,2009.Buku Fisika IPA Kelas X a.Jakarta:Erlangga