Anda di halaman 1dari 4

Nama : Laras Subekti

NIM : 1710814320008
Tugas ke-2 Teknik Produk

1.1 Latar Belakang


Superfood (pangan super) adalah pangan yang memiliki konsentrasi tinggi
terhadap kadar gizi dan phytochemicals yang sangat menguntungkan bagi kesehatan
manusia. Superfood biasanya telah diuji secara ilmiah dan punya track records yang jelas
terhadap nilai ilmiahnya. beberapa pakar menyebutkan sebagai pangan fungsional. tidak
semua pangan fungsional adalah superfood, tetapi setiap superfood adalah pangan
fungsional. Pangan yang termasuk superfood mampu meningkatkan kesehatan dan
kebugaran tubuh. laboratorium yang independen dan terpercaya, hanya sekitar belasan
bahan pangan yang dinyatakan termasuk golongan superfood, bahkan beberapa di
antaranya belum dapat dipertanggung jawabkan menjadi bahan superfood secara utuh dan
resmi. hingga saat ini telah ditetapkan delapan bahan pangan yang boleh dianggap mega
superfood. dari delapan superfood, daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu
bahan pangan yang telah dinobatkan dunia sebagai superfood (Winarno, 2018).
Pengolahan makanan semakin berkembang sehingga menghasilkan beragam
produk olahan yang beredar di pasaran. Selain itu, pola konsumsi masyarakat telah
mengalami perubahan. Hal ini terlihat dari kecenderungan mereka dalam memilih makanan
yang praktis, ekonomis dan cepat tersedia untuk dikonsumsi.

1.2 Specialty Product


Specialty product (Super Food) berupa powdered solid dengan spesifikasi :
Product Type : Particulate Solids (powders, tablets, granules)
Dispersed Phase : Solid
Example and Composition :
Active compounds
Lactose (filler)
Cellulose (filler), etc.

1.3 Product Design Procedur


 Needs (Kebutuhan)
1. Diinginkan kondisi tetap sehat dan fit setelah melakukan banyak aktivitas
2. Praktis dalam penggunaan
3. Dapat memanfaatkan SDA dan SDM Indonesia
 Idea
1. Dibuat suplemen dari bahan-bahan superfood
2. Dibuat dalam bentuk bubuk yang berisi ekstrak superfood
3. Menggunakan tanaman yang mudah dibudidayakan di Indonesia serta tenaga
kerja (petani, karyawan) dari penduduk sekitar/Indonesia.
 Less Objective Criteria
Weighting Calculator Patent
Criteria
Factor Application Application
Powder durability 0,35 7 3
Production Cost 0,35 8 3
Difficulty of Application 0,05 8 7
Powder productivity 0,25 7 3
Total 1 7,5 4

Tanpa Kalkulator
Criteria Probability Sequence Risk Level
Regulation acceptability 0,2 0,5 0,1
Operator ability 0,2 0,6 0,1
Chemical Hazard 0,2 0,7 0,1
Powder failure 0,4 0,8 0,3

Dengan Kalkulator
Criteria Probability Sequence Risk Level
Regulation acceptability 0,1 0,5 0,1
Operator ability 0,2 0,3 0,2
Chemical Hazard 0,1 0,5 0,05
Powder failure 0,2 0,6 0,1

 Selection

 ebanyak 1250 kali


dan
 dibaca volume serbuk
(B). Apabila se
1. Rendemen ekstrak diperoleh dengan perhitungan menurut Sudarmadji et al.
(1989). Rendemen ekstrak dihitung dengan cara berat ekstrak dibagi dengan
berat bahan kering dikalikan dengan 100%, sehingga didapatkan rendemen (%).

2. Uji Waktu Alir


Waktu alir dapat dihitung dengan cara ditimbang 25 g bubuk, tempatkan
pada corong alat uji waktu alir dalam keadaan tertutup. Buka penutupnya
biarkan bubuk mengalir, catat waktunya, lakukan tiga kali. Persyaratan: bubuk
mempunyai sifat alir bagus bila mempunyai waktu alir tidak lebih dari 10
detik(7). Campuran bubuk dikatakan memiliki sifat alir yang baik jika
kecepatan alirnya tidak kurang dari 10 g/detik(8).

3. Uji Densitas Massa


Densitas massa diperoleh dari pembagian massa bubuk dengan volume
totalnya. Densitas massa akan berpengaruh terhadap sifat alir bubuk, dimana
semakin besar densitas massa akan meningkatkan sifat alir dan demikian
sebaliknya. Evaluasi densitas massa dilakukan dengan cara ditimbang gelas ukur
kosong volume 100 ml, kemudian catat beratnya. Ditimbang gelas ukur berisi
granul kering, catat berat dan volume gelas ukur yang berisi bubuk. Dihitung
densitas massa bubuk dengan rumus:
( berat gelas ukur+ bubuk )−berat gelasukur
Densitas massa bubuk =
volume

4. Uji Sudut Diam


Sudut diam yaitu sudut tetap yang terjadi antara timbunan partikel bentuk
kerucut dengan bidang horizontal. Sudut diam dihitung dengan cara 25 g
bubuk, kemudian dialirkan melalui corong uji sifat alir. Hitung sudut yang
terbentuk antara timbunan serbuk dengan bidang horizontal. Sudut diam
dihitung dengan persamaan berikut:

h
Tan α =
r

Keterangan: Tan = Sudut diam


H = Tinggi kerucut (cm) r = Jari-jari bidang dasar kerucut (cm)
Persyaratan: Serbuk dapat mengalir dengan baik jika mempunyai sudut diam
25-450 (10)

5. Uji Pengetapan Pengukuran sifat alir dengan metode pengetapan terhadap


sejumlah serbuk (granul) dengan menggunakan alat volumeter (mechanical
tapping device). Pengetapan dilakukan dengan mengamati perubahan volume
sebelum pengetapan (V0) dan volume setelah konstan (Vt).
v 0−vt
I 0= (100 % )
vo

Indeks pengetapan dilakukan dengan cara sebanyak 50 g serbuk,


dimasukkan ke dalam gelas ukur, kemudian dicatat volume awalnya. Gelas ukur
kemudian diketuk-ketuk sebanyak 100 ketukan secara manual hingga volume
granul konstan. Catat perubahan volume akhir serbuk. Persyaratan: serbuk
dengan indeks pengetapan kurang dari 20% menunjukkan sifat alir yang baik.