Anda di halaman 1dari 3

Peningkatan Proporsi Produk Dalam Negeri yang Dipasarkan di Pasar Domestik

Identifikasi Produk Unggulan Daerah Inventarisasi produk di tiap daerah untuk mendapatkan
fasilitasi dan pembinaan

Fasilitasi Peningkatan Kapasitas Usaha

- Legalitas Usaha (SIUP, TDP, IUMK)

- Akses Permodalan (Perbankan dan

Non Perbankan)

- Sarana Usaha

Fasilitasi Peningkatan Daya Saing Produk

- Peningkatan Standar dan Mutu Produk

- Kualitas Kemasan

- Akses Pemanfaatan Teknologi Produksi

- Branding Produk (HKI, Halal, barcode)

Pengembangan Kemitraan Usaha

- Akses Pemasaran

- Business Matching (baik antara usaha

besar dengan UMKM maupun antara

sesama UMKM)

Promosi Portal Nasional Etalase Produk Indonesia

One Stop Information Service terkait

pembinaan dan promosi produk dalam

negeri, yang dapat diakses melalui

website.

PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT UNTUK MENGGUNAKAN PRODUK DALAM NEGERI

Kampanye P3DN

Melalui:

- Media Placement

- Media Sosial

- Kegiatan Hari Pakai

Produk Dalam Negeri


- Merchadise

Sosialisasi P3DN

Menanamkan arti penting penggunaan produk dalam negeri kepada masyarakat, terutama anak
sekolah dan generasi muda

Peningkatan Kesadaran Produsen untuk Menggunakan Kandungan Lokal Lebih Tinggi

Identifikasi Bahan Baku dan Bahan Penolong

Identifikasi komoditi di setiap daerah yang dapat dijadikan sebagai bahan baku dan bahan penolong
bagi industri di dalam negeri

Peningkatan akses bahan baku lokal

Kemudahan bagi produsen dalam negeri untuk memperoleh bahan baku dan bahan penolong yang
dihasilkan di dalam negeri dengan kualitas yang baik dan harga yang bersaing

DASAR PELAKSANAAN KEGIATAN PADA DIT P3DN

REGULASI :

1. Undang-Undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan


2. Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2014 tentang Perizinan Untuk Usaha Mikro dan Kecil
3. Permendag No. 70 Tahun 2013 ttg Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional,
Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern
4. Inpres No 2 tahun 2009 ttg Penggunaan Produk Dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah
5. Keputusan Menko Bidang Perekonomian Nomor : Kep-08 /M.Ekon/03/2009 ttg Logo dan
Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Aku Cinta Indonesia
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pemberian IUMK

INDIKATOR KINERJA

1. Peningkatan omzet
2. Kemitraan usaha
3. Pendistribusian bantuan sarana perdagangan
4. Fasilitas akses pasar
5. Persentase produk dalam negeri yang digunakan rumah tangga di provinsi

UPAYA KHUSUS

1. Fasilitas packaging/barcode/Sertifikat halal/Izin edar


2. Pendampingan pelaku usaha di rest area
3. Pameran produk dalam negeri
4. Fasilitas Kemitraan Usaha
5. Kampanye cinta produk Indonesia

UPAYA YANG DILAKUKAN

1. Kampanye dan Sosialisasi

Meningkatkan pemahaman kepada masyarakat terutama generasi muda akan arti penting
penggunaan produk dalam negeri bagi perekonomian Indonesia
2. Promosi dan Pemasaran

Memperkenalkan produk dalam negeri yang berkualitas kepada masyarakat serta memfasilitasi
akses pemasaran melalui kemitraan dengan ritel modern dan market place

3. Fasilitasi peningkatan kapasitas produk dan pelaku usaha

Bimbingan teknis dan pelatihan kepada pelaku usaha produktif dalam negeri terutama bagi UMKM
serta fasilitas akses kepada faktor-faktor pendukung usaha.

4. Penetapan kebijakan

Memberikan kewajiban kepada pihak-pihak tertentu untuk mendorong peningkatan penggunaan


produk dalam negeri.

KEGIATAN PENINGKATAN AKSES PASAR

1. Pameran pangan sehat nusantara


Tujuannya adalah memperkenalkan dan memberikan edukasi pangan sehat di nusantara
2. Partisipasi pameran
Memperluas akses pasar dan jejaring kerja. Memfasilitasi pelaku UKM sehingga dapat
langsung bertemu dengan konsumen
3. Temu Usaha
4. Memfasilitasi pelaku UMKM agar dapat bermitra dengan pelaku usaha ritel modern dan
marketplace

TINDAK LANJUT

1. Sosialisasi berkelanjutan : pemberian pemahaman secara berkelanjutan untuk meningkatkan


kesadaran masyaraka agar lebih bangga menggunakan produk dalam negeri
2. Government procurement : mengutamakan penggunaan produk dalam negeri terutama
UMKM dalam setiap pengadaan barang atau jasa dan pelaksanaan kegiatan pemerintah
3. Fasilitas usaha : mendorong peningkatan kualitas produk dalam negeri terutama produk
pelaku UMKM melalui fasilitas akses terhadap faktor pendukung dan akses pemasaran
4. Regulasi : perlu adanya perpres yang mengatur tugas dari masing-masing

PENENTUAN PRODUK UNGGULAN

Penentuan produk unggulan berdasarkan global value chain, industry 4.0, inpres 6/2016 dan
kesepakatan para narasumber (K/L terkait dan aprindo) :

- Tekstil dan kulit


- Produk mamin
- Kayu dan produk kayu
- Jasa informasi dan communication teknologi
- Produk metal
- Produk herbal