Anda di halaman 1dari 1

Hubungan industrial merupakan hubungan antara pelaku proses produksi barang maupun jasa

yaitu pengusaha, pekerja dan pemerintah. Hubungan industrial bertujuan untuk menciptakan
hubungan yang serasi, harmonis dan dinamis antara pelaku proses produksi tersebut. Oleh
karena itu masing-masing pelaku produksi tersebut harus melaksanakan tugas dan fungsinya
masing-masing secara baik. Fungsi pekerja/SP/SB adalah melaksanakan pekerjaan sesuai
kewajibannya, menjaga ketertiban demi kelangsungan produksi, menyalurkan aspirasi secara
demokratis serta ikut memajukan perusahaan dan memperjuangkan kesejahteraan pekerja dan
beserta keluarganya. Fungsi pengusaha dan organisasi pengusaha adalah menciptakan
kemitraan, mengembangkan usaha, memperluas lapangan kerja. Sedangkan fungsi pemerintah
adalah menetapkan kebijakan, memberikan pelayanan, pengawasan dan penindakan terhadap
pelanggarnya. Dengan terciptanya hubungan industrial yang serasi, aman, dan harmonis
diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas kerja, sehingga dengan demikian
perusahaan akan dapat tumbuh dan berkembang sehingga kesejahteraan pekerja dapat
ditingkatkan. Dalam hubungan indutrial yang terlibat langsung dalam proses produksi adalah
pengusaha dan pekerja, sedangkan pemeritah tidak terlibat secara langsung.