Anda di halaman 1dari 4

Nama : Firda Putri Maulida

Kelas : x ips 4

No. Absen : 12

MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI

Kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia sangat tinggi. Sudah seharusnya selalu


dijaga dan upaya pelestarian juga seharusnya terus dilakukan demi menjaga keberadaannya
untuk generasi berikutnya. Sebab, keanekaragaman hayati yang semakin tinggi memiliki
manfaat yang sangat baik untuk kekayaan dan juga keseimbangan alam di Indonesia. Yuk,
mari kita kenali kekayaan alam kita dengan belajar rangkuman materi keanekaragaman hayati
di Indonesia, disini Anda akan melihat contoh-contoh keanekaragaman hayati Indonesia yang
hanya ada di Indonesia dan tidak dimiliki oleh negara lain.

Dengan begitu kita akan semakin menghargai alam dan kekayaan yang ada di
dalamnya, serta menjaganya demi keberlangsungan hidup umat manusia juga. Ingatlah, di
Indonesia sekarang ini semakin banyak kerusakan lingkungan yang menyebabkan hilangnya
keanekaragaman hayati serta mengancam keberadaan flora maupun fauna yang hampir
punah.

Keanekaragaman Hayati di Indonesia


Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Sebagian
besar jenis tumbuhan yang hidup di Bumi dapat ditemukan di Indonesia. Terdapat sekitar
38.000 jenis tumbuhan, 3.000 jenis lumut, 4.000 jenis paku, dan 20.000 jenis tumbuhan biji
(8% dari dunia) yang telah diselidiki. Dari sekian ribu jenis tumbuhan yang ada, diperkirakan
hanya 10% yang telah dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pangan, tanaman hias, obat-
obatan, bahan bangunan, bahan industri, dan sebagainya.
Indonesia juga terkenal sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman hewan dan
banyak di antaranya merupakan hewan endemik. Dari hasil survei IBSAP pada tahun 2003
diketahui bahwa di Indonesia terdapat 515 jenis mamalia (36% endemik, peringkat pertama
dunia), 35 jenis primate (25% endemik), 511 jenis reptil, 1.531 jenis burung (sebagian jenis
endemik), 270 jenis amfibi, dan 212 jenis kupu-kupu (44% endemik). Contoh hewan
endemik antara lain harimau jawa, jalak bali putih di Bali, badak bercula satu di Ujung Kulon
(Jawa Barat), binturong, monyet, tarsius di Sulawesi Utara, kukang dan maleo hanya di
Sulawesi, komodo di Pulau Komodo dan sekitarnya.

Namun, masyarakat Indonesia sangat rendah kesadarannya untuk menjaga dan melestarikan kekayaan
alam yang ada. Akibatnya banyak spesies hewan Indonesia yang terancam punah, misalnya babirusa,
harimau sumatra, harimau jawa, macan kumbang, harimau tutul, orangutan, badak sumatra, tapir,
gajah, bekantan, komodo, banteng, elang jawa, trulek jawa, cendrawasih, kanguru pohon, maleo,
kakatua raja, rangkong, kasuari, buaya muara, buaya irian, penyu hijau, dan ular sanca.

Faktor Penyebab Indonesia Memiliki Keanekaragaman Hayati yang Tinggi

Kenapa Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi? Inilah faktor-faktor
yang menyebabkan keanekaragaman hayati di Indonesia sangat tinggi.

 Indonesia merupakan negara kepulauan


 Indonesia memiliki unsur flora dan fauna yang berkisar dari wilayah Indomalaya
sampai ke Australia
 Indonesia terbagi menjadi 2 zona biogeografi, yakni wilayah oriental dan wilayah
Australian. Wilayah oriental meliputi Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan,
sedangkan wilayah Australian meliputi seluruh pulau kawasan timur Indonesia
 Indonesia memiliki banyak pulau yang tersebar di Nusantara serta terisolasi beribu-
ribu tahun sehingga tingkat endemisnya tinggi. Oleh karena itu, banyak jenis flora dan
fauna yang hanya terdapat di Indonesia
 Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki laut yang luas, yaitu 3.650.000 km2
dengan panjang garis pantai 81.000 km, 14% dari panjang pantai bumi
 Karena lautnya luas, Indonesia memiliki pantai dengan hutan bakau yang terluas dan
terkaya jenis flora dan faunanya, yaitu 4,25 juta ha;
 Dengan laut yang luas, Indonesia memiliki sumber daya terumbu karang terkaya,
misalnya atol, terumbu karang tepian, terumbu karang perintang (barrier), dan
terumbu karang sebaran.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut di atas, dapat kita simpulkan bahwa keanekaragaman


jenis hayati Indonesia sangat tinggi, karena tiap zona geografi memiliki karakter berbeda-
beda, banyak pulau yang menyimpan hewan dan tumbuhan endemik, dan wilayah laut yang
luas dengan biodiversitas spesifiknya. Dapat kamu bayangkan betapa beragamnya hayati
Indonesia?

Keunikan Persebaran Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Berdasarkan Garis Wallace dan Weber, ada tiga zona yang membagi wilayah Indonesia.
1. Zona Oriental (Wilayah Barat Indonesia)

Zona Oriental meliputi wilayah barat Indonesia, yaitu Kalimantan, Sumatra, Jawa, dan Bali.
Keanekaragaman flora di Indonesia barat, didominasi oleh tumbuhan kanopi (tumbuhan tertinggi di
hutan) sehingga membentuk hutan kanopi. Tumbuhan termasuk famili Dipterocarpaceae, meliputi
kayu kruing (Dipterocarpaceae), kayu meranti (Shorea sp.), kayu kapur (Dryobalanops aromatica),
dan kayu garu (Gonystylus bancanus), juga terdapat mangga (Mangifera indica), pohon durian (Durio
zibethinus) dan pohon sukun (Artocarpus) Keanekaragaman fauna di Indonesia barat, meliputi
berbagai hewan asia seperti primata (kera, monyet, bekantan, orangutan, tarsius, dan sebagainya),
berbagai mamalia besar (gajah, banteng, orangutan, kera, tapir, badak, harimau, rusa, babi hutan), dan
berbagai jenis burung berkicau (jalak, perkutut, kutilang, dan sebagainya).

2. Zona Australia

Zona Australia atau disebut juga Australis atau Australasia, meliputi wilayah timur Indonesia,
yaitu Maluku dan Papua. Keanekaragaman flora di Indonesia Timur, terdapat hutan dengan pohon-
pohon yang rendah dan berada di daerah datar seperti matoa dan Ficus (famili beringin).
Keanekaragaman fauna di Indonesia Timur, meliputi berbagai mamalia kecil, marsupalia atau
mamalia berkantung (kangguru, oposum, wallabi, dan sebagainya), dan berbagai jenis burung yang
warnanya mencolok (cendrawasih, kakatua, dan sebagainya)

3. Zona Peralihan

Zona peralihan merupakan wilayah yang terdapat keanekaragaman hayati berasal dari zona
Oriental dan zona Australis. Zona ini meliputi wilayah tengah Indonesia, yaitu Sulawesi dan Nusa
Tenggara. Keanekaragaman flora di zona peralihan. Pada wilayah ini terdapat pohon eukaliptus dan
hewan oposum yang lebih mirip dengan tumbuhan dan hewan dari zona Australasia. Keanekaragaman
fauna di zona peralihan, meliputi berbagai jenis hewan dari tipe asia dan australia, misalnya tarsius,
anoa, babi, oposum, babirusa, burung hantu, dan burung maleo

Manfaat keanekaragaman hayati

Manfaat keanekaragaman hayati untuk masyarakat:

 Merupakan sumber kehidupan, penghidupan dan kelangsungan hidup bagi umat


manusia, karena potensial sebagai sumber pangan, papan, sandang, obat-obatan serta
kebutuhan hidup yang lain
 Merupakan sumber ilmu pengetahuan dan tehnologi
 Mengembangkan sosial budaya umat manusia. Pemanfaatan keanekaragaman hayati
bagi masyarakat ini harus dilakukan secara berkelanjutan yaitu manfaat yang tidak
hanya untuk generasi sekarang tetapi juga untuk generasi yang akan datang.

Oleh karena itu, mari kita lestarikan keanekaragaman hayati yang ada di sekitar kita agar
dapat dimanfaatkan oleh generasi yang akan datang.