Anda di halaman 1dari 17

KONSEP KEPERAWATAN

A. Pengkajian
1. Identitas
a. Identitas pasien
Nama : Ny. M
Umur : 30 Tahun
Agama : Tidak terkaji
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status Perkawinan : Tidak terkaji
Pendidikan : Tidak terkaji
Pekerjaan : Tidak terkaji
Suku Bangsa : Tidak terkaji
Alamat : Tidak terkaji
Tanggal Masuk : Tidak terkaji
Tanggal Pengkajian : Tidak terkaji
No. Register : Tidak terkaji
Diagnosa Medis : CA Colon
b. Identitas Penanggung Jawab
Nama : Tidak terkaji
Umur : Tidak terkaji
Hub. Dengan Pasien : Tidak terkaji
Pekerjaan : Tidak terkaji
Alamat : Tidak terkaji
2. Status Kesehatan
a. Status Kesehatan Saat Ini
1) Keluhan Utama (Saat MRS dan saat ini):
Tidak terkaji
2) Riwayat kesehatan sekarang:
Tidak terkaji
P (Provokating) : Tidak terkaji
Q (Quality) : Tidak terkaji
R (Region) : Tidak terkaji
S (Severity/Skala) : Tidak terkaji
T (Time) : Tidak terkaji
3) Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya : tidak terkaji
b. Satus Kesehatan Masa Lalu
1)      Penyakit yang pernah dialami : Tidak terkaji
2)      Pernah dirawat : Tidak terkaji
3)      Alergi : Tidak terkaji
4)      Kebiasaan (merokok/kopi/alkohol dll): Tidak terkaji
c. Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak terkaji
3. Pola Kebutuhan Dasar ( Data Bio-psiko-sosio-kultural-spiritual)
a. Pola Persepsi dan Manajemen Kesehatan: Tidak terkaji
b. Pola Nutrisi-Metabolik
1) Sebelum sakit : Tidak terkaji
2) Saat sakit : Tidak terkaji
c.   Pola Eliminasi
1) BAB
- Sebelum sakit : Tidak terkaji
- Sebelum sakit : Tidak terkaji
2) BAK
- Sebelum sakit : Tidak terkaji
- Sebelum sakit : Tidak terkaji
d. Pola aktivitas dan latihan
1) Aktivitas : Tidak terkaji
Kemampuan 0 1 2 3 4
Perawatan Diri
Makan dan
minum
Mandi
Toileting
Berpakaian
Berpindah
0: mandiri, 1: Alat bantu, 2: dibantu orang lain, 3: dibantu orang lain dan alat, 4: tergantung total
2) Latihan
- Sebelum sakit : Tidak terkaji
- Sebelum sakit : Tidak terkaji
e. Pola kognitif dan Persepsi : Tidak terkaji
f. Pola Persepsi-Konsep diri : Tidak terkaji
g. Pola Tidur dan Istirahat
- Sebelum sakit : Tidak terkaji
- Sebelum sakit : Tidak terkaji
h. Pola Peran-Hubungan : Tidak terkaji
i. Pola Seksual-Reproduksi
1. Sebelum sakit : Tidak terkaji
2. Sebelum sakit : Tidak terkaji
j. Pola Toleransi Stress-Koping : Tidak terkaji
k. Pola Nilai-Kepercayaan : Tidak terkaji
4. Pemeriksaan Fisik
a. Tanda-tanda Vital :
TB/BB : tidak terkaji
HR : tidak terkaji
RR : Tidak terkaji
Suhu : Tidak terkaji
N : Tidak terkaji
TD : Tidak terkaji
b. Keadaan fisik
1) Kepala
a) Lingkar kepala : Tidak terkaji
b) Rambut : Tidak terkaji
c) Warna : Tidak terkaji
d) Tekstur : Tidak terkaji
e) Distribusi Rambut : Tidak terkaji
f) Kuat/mudah rontok : Tidak terkaji
2) Mata
a) Sklera : Tidak terkaji
b) Konjungtiva : Tidak terkaji
c) Pupil : Tidak terkaji
3) Telinga : Tidak terkaji
4) Hidung : Tidak terkaji
5) Mulut : Tidak terkaji
a) Kebersihan : Tidak terkaji
b) Warna : Tidak terkaji
c) Kelembapan : Tidak terkaji
d) Lidah : Tidak terkaji
e) Gigi : Tidak terkaji
6) Leher : Tidak terkaji
7) Dada/pernapasan
a) Inspeksi : Tidak terkaji
b) Palpasi : Tidak terkaji
c) Perkusi : Tidak terkaji
d) Auskultasi : Tidak terkaji
8) Jantung
a) Inspeksi : Tidak terkaji
b) Palpasi : Tidak terkaji
c) Perkusi : Tidak terkaji
d) Auskultasi : Tidak terkaji
9) Paru-paru
a) Inspeksi : Tidak terkaji
b) Palpasi : Tidak terkaji
c) Perkusi : Tidak terkaji
d) Auskultasi : Tidak terkaji
10) Abdomen : Tidak terkaji
11) Punggung : Tidak terkaji
12) Ekstermitas : Tidak terkaji
13) Genitalia : Tidak terkaji
14) Integumen : Tidak terkaji
a) Warna : Tidak terkaji
b) Turgor : Tidak terkaji
c) Integrasi : Tidak terkaji
5. Pemeriksaan penunjang
Tidak terkaji
6. Penatalaksanaan
Tidak terkaji

A. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri Akut
2. Intoleransi aktivitas
3. Defisit Nutrisi
4. Konstipasi
5. Gangguan citra tubuh
6. Risiko infeksi
B. INTERVENSI KEPERAWATAN

NO SDKI SLKI SIKI RASIONAL


.
1. Nyeri Akut (D.0077) Tingkat Nyeri (L.08066) Manajemen nyeri Observasi
Kategori: Psikologis Kriteria Hasil : Definisi : 1. Mengetahui lokasi
Subkategori: Nyeri dan Setelah di lakukan tindakan Mengidentifikasi dan mengelola nyeri, karakteristik
kenyamanan keperawatan selama 3x24 jam pengalaman sensori atau nyeri, berapa lama
Definisi masalah Tingkat nyeri dapat emosional yang berkaitan nyeri dirasakan serta
pengalaman sensorik atau teratasi dengan indikator : dengan kerusakan jaringan atau kualitas dan
emosional yang berkaitan dengan 1. Keluhan nyeri  fungsional dengan onset intensitas nyeri
kerusasakan jaringan aktual atau menurun dari skala 1 mendadak atau lambat dan yang dirasakan
fungsional, dengan onset (meningkat) menjadi berintensitas ringan hingga pasien untuk mengetahui
mendadak atau lambat dan skala 4 (cukup menurun) berat dan konstan penanganan apa yang akan
berintensitas ringan hingga berat 2. Meringis menurun dari Tindakan diberikan.
yang berlangsung kurang dari 3 skala 1 (meningkat) Observasi 2. Memastikan tingkat nyeri
bulan. menjadi cukup menurun 1. identifikasi lokasi, yang dirasakan
Penyebab : (skala 4) karakteristik, durasi, pasien dan apakah
1. Agen pencedera fisiologis(mi 3. Sikap protektif yang frekuensi, kualitas, memerlukan penangan
s, inflamasi, tadinya meningkat (skala intensitas nyeri. yang cepat.
iskemia,neoplasma) 1) menjadi cukup 2. Identifikasi skala nyeri 3. Mengetahui dan
2. Agen pencedera menurun (skala 4) 3. Identifikasi respon menghindari faktor yang
kimiawi(mis, terbakar, bahan 4. Gelisah yang tadinya nyeri dan non verbal memperberat nyeri.
kimia iritan) meningkat (skala 1) 4. Identifikasi faktor yang 4. Dapat menyesuaikan
3. Agen pencedera fisik(mis. menjadi cukup menurun memperberat dan pemberian manajemen
Abses, amputasi, terbakar, (skala 4) memperingan nyeri nyeri sesuai dengan
terpotong, mengangkat berat, 5. Kesulitan tidur yang 5. Identifikasi keyakinan pasien sehinnga
prosedur operasi, trauma, tadinya meningkat (skala pengetahuan dan manajemen nyeri
latihan fisik berlebihan) 1) menjadi cukup keyakinan tentang nyeri akan berjalan efektif.
meurun (skala 4) 6. Identifikasi pengaruh 5. Memastikan terapi untuk
Gejala dan tanda mayor
6. Menarik diri yang budaya terhadap respon mengatasi nyeri yang
Subjektif :
tadinya meningkat (skala nyeri diberika efektif atau perlu
1. Mengeluh nyeri
1) menjadi cukup 7. Identifikasi pengaruh ditambahkan.
Objektif : menurun (skala 4) nyeri pada kualitas 6. Mencegah agar tidak akan
1. Tampak meringis 7. Berfokus pada diri hidup timbul masalah lain yang
2. Bersikap protektif sendiri yang tadinya 8. Monitor keberhasilan akan di rasakan oleh
(misalnya waspada, meningkat (skala 1) terapi komplementer pasien sehinnga tindakan
posisi menghindari nyeri) menjadi cukup menurun yang sudah diberikan berfokus pada manajemen
3. Gelisah (skala 4) 9. Monitor efek samping nyeri.
4. Frekuensi nadi meningkat 8. Diaforesis yang tadinya penggunaan analgetik Terapeutik.
5. Sulit tidur meningkat (skala 1) Terapeutik 7. Agar pasien tidak akan
menjadi cukup menurun 10. Berikan tehnik non ketergantungan pada obat.
Gejala dan tanda minor
(skala 4) farmakologis untuk 8. Memastikan pasien
Subjektif
9. Pola nafas yang tadinya mengurangi rasa merasakan nyaman
(tidak tersedia)
memburuk (skala 1) nyeri( mis, TENS, sehingga nyeri yang pasien
Objektif :
menjadi cukup membaik hipnosis, akupresure, rasakan tidak semakin
1. Tekanan darah meningkat
(skala 4) terapi musik, parah.
2. Pola nafas berubah 10. Tekanan darah yang biofeedback, terapi 9. Memastikan kebutuhan
3. Nafsu makan berubah tadinya memburuk (skala pijat, aroma terapi, istrahat dan tidur pasien
4. Proses berfikir terganggu 1) menjadi cukup tehnik imajinasi terpenuhi.
5. Menarik diri membaik (skala 4) terbimbing, kompres 10. Agar tindakan manajemen
6. Berfokus pada diri sendiri 11. Proses berpikir yang hangat/dingin, terapi nyeri yang diberikan tepat
7. Diaforesis tadinya memburuk (skala bermain) dan sesuai saran sehingga
1) menjadi cukup 11. Kontrol lingkungan nyeri yang di rasakan akan
Kondisi klinis terkait
membaik (skala 4) yang memperberat rasa teratasi.
1. Kondisi pembedahan
12. Fokus yang tadinya nyeri (mis. Suhu Edukasi
2. Cedera traumatis
memburuk (skala 1) ruangan, pencahayaan , 11. Dengan mengetahui
3. Infeksi
menjadi sudah cukup kebisingan) penyebab, periode, dan
4. Syndrom koroner akut
membaik (skala 4) 12. Fasilitasi istrahat dan pemicu nyeri maka pasien
5. glaukoma
13. Nafsu makan yang tidur dapat mengatasi nyerinya
tadinya memburuk (skala 13. Pertimbangkan jenis sendiri.
1) menjadi sudah cukup dan sumber nyeri 12. Agar pasein dapat memilih
membaik (skala 4) dalam pemilihan strategi untuk meredeakan
strategi meredakan nyeri yang ia rasakan
nyeri sendiri sesuai keinginan
Edukasi dan kenyamanannya.
14. Jelaskan penyebab, 13. Agar pasein dapat
periode, dan pemicu mengetahui terapi
nyeri farmakologi (obat-obatan)
15. Jelaskan strategi yang dapat digunakan
meredakan nyeri selain non farmakologi
16. Anjurkan memonitor jika terapi non farmakologi
nyeri secara mandiri tidak berhasil.
17. Anjurkan Kolaborasi
mengguanakan 14. Memastikan Terapi
analgetik secara tepat analgetik yang
18. Ajarkan tehnik non diberikan efektif
farmakologis untuk dengan melakukan
mengurangi rasa nyeri kolaborasi.
Kolaborasi
19. Kolaborasi pemberian
analgesik,jika perlu
2. Intoleransi Aktivitas Toleransi Aktivitas Promosi Citra Tubuh Promosi Citra Tubuh
(D.0056) Kriteria Hasil (I.09305) (I.09305)
Kategori : Fisiologis Setelah dilakukan tindakan   Definisi
keperawatan selama 3x24 jam 
Subkategori : Meningkatkan perbaikan Observasi
masalah Nyeri akut 1. Identifikasi harapan
Aktivitas/istirahat perubahan persepsi terhadap
diharapakan menurun dan teratasi  citra tubuh
Definisi fisik pasien.
dengan indikator: berdasarkan tahap
Ketidakcukupan energi untuk Tindakan
1. Frekuensi nadi cukup
perkembangan.
melakukan aktivitas sehari-hari menurun dari skala 2
Observasi
2. Identifikasi budaya,
Penyebab menjadi skala 4 (cukup 1. Identifikasi harapan
agama, jenis
1. Ketidakseimbangan meningkat). citra tubuh
kelamin, dan umur
antara suplai dan 2. Keluhan lelah menurun berdasarkan tahap
dari skala 2 (cukup
terkait citra tubuh.
kebutuhan oksigen perkembangan.
meningkat) menjadi 3. Identifikasi
2. Identifikasi budaya,
2. Tirai baring skala 1 (meningkat) agama, jenis kelamin, perubahan citra
3. Kelemahan dan umur terkait citra tubuh yang
4. Imobilitas tubuh. mengakibatkan
5. Gaya hidup monoton 3. Identifikasi isolasi sosial.
perubahan citra tubuh 4. Monitor frekuensi
Gejala dan Tanda Mayor
yang mengakibatkan pernyataan kritik
Subjektif
isolasi sosial. terhadap diri sendiri
1. Mengeluh lelah
4. Monitor frekuensi 5. Monitor apakah
Objektif pernyataan kritik pasien melihat
2. Frekuensi jantung terhadap diri sendiri bagian tubuh yang
meningkat >20% dari 5. Monitor apakah berubah.
kondi istirahat pasien melihat bagian Terapeutik
6. Diskusikan
Gejala dan Tanda Minor tubuh yang berubah.
perubahan tubuh dan
Subjektif Terapeutik
fungsinya.
1. Dispnea saat/setelah 6. Diskusikan perubahan
7. Diskusikan
aktivitas tubuh dan fungsinya.
perbedaan
2. Merasa tidak nyaman 7. Diskusikan perbedaan
penampilan fisik
setelah beraktivitas penampilan fisik
terhadap harga diri.
3. Merasa lelah terhadap harga diri.
8. Diskusikan
8. Diskusikan perubahan
Objektif perubahan akibat
akibat pubertas,
1. Tekanan darah berubah pubertas, kehamilan,
kehamilan, dan
>20% dari kondisi dan penuaan
istirahat penuaan 9. Diskusikan kondisi
2. Gambaran EKG 9. Diskusikan kondisi stres yang
menunjukan aritmia stres yang mempengaruhi citra
saat/setelah aktivitas mempengaruhi citra tubuh (mis. Luka,
3. Gambaran EKG tubuh (mis. Luka, penyakit,
menunjukan iskemia penyakit, pembedahan).
4. Sianosis pembedahan). 10. Diskusikan cara
10. Diskusikan cara mengembangkan
Kondisi Klinis Terkait
mengembangkan harapan citra tubuh
1. Anemia harapan citra tubuh secara realistis.
2. Gagal jantung kongestif secara realistis. 11. Diskusikan persepsi
3. Penyakit jantung 11. Diskusikan persepsi pasien dan keluarga
koroner pasien dan keluarga tentang perubahan
4. Penyakit katup jantung tentang perubahan citra tubuh.
5. Aritmia citra tubuh. Edukasi
6. Penyakit paru obstruksi 12. Jelaskan kepada
Edukasi
kronis (PPOK) keluarga tentang
12. Jelaskan kepada
7. Gangguan metabolic perawatan
keluarga tentang
8. Gangguan perubahan citra
perawatan perubahan
muskulokeletal tubuh.
citra tubuh.
13. Anjurkan
13. Anjurkan
mengungkapkan
mengungkapkan
gambaran diri
gambaran diri terhadap citra tubuh
terhadap citra tubuh 14. Anjurkan
14. Anjurkan menggunakan alat
menggunakan alat bantu (mis. Pakaian,
bantu (mis. Pakaian, wig, kosmetik).
wig, kosmetik). 15. Anjurkan mengikuti
15. Anjurkan mengikuti kelompok
kelompok pendukung pendukung (mis.
(mis. Kelompok Kelompok sebaya).
sebaya). 16. Latihan peningkatan
16. Latihan peningkatan penampilan diri
penampilan diri (mis. (mis. Berdandan)
Berdandan)
3. Defisit Nutrisi(D.0019) Status Nutrisi (L.03030) Manajemen nutrisi (I.03119) Observasi
Kategori : Fisiologis Definisi 1. Untuk mengetahui
Setelah melakukan pengkajian
Subkategori : Nutrisi dan Mengidentifikasi dan mengelola status nutrisi klien
selama 3 × 24 jam status nutrisi
cairan asupan nutrisi yng seimbang 2. Untuk mengetahui ada
membaik, dengan kriteria hasil :
Definisi atau tidaknya riwayat
Asupan nutrisi tidak cukup untuk 1. Porsi makanan yang Tindakan alergi dan intoleransi
memenuhi kebutuhan dihabiskan cukup Observasi makanan pada klien
metabolisme meningkat 1. Identifikasi status 3. Untuk mengetahui
Penyebab 2. Kekuatan otot nutrisi makanan yang disukai
1. Kurangnya asupan pengunyah cukup 2. Identifikasi alergi dan klien
makanan intoleransi makanan 4. Untuk mengetahui
2. Ketidakmampuan meningkat 3. Identifikasi makanan berapa banyak
menelan makanan 3. Kekuatan otot menelan yang disukai kebutuhan kalori
3. Ketidaakmampuan cukup meningkat 4. Identifikasi kebutuhan 5. Untuk mengetahui
mencerna makanan 4. Serum albumin cukup kalori dan jenis nutrien tindakan yang harus
4. Ketidakmampuan meningkat 5. Identifikasi perlunya dilakukan apabila
mengabsorbsi nutrien 5. Verbalisasi keinginan penggunaan selang klien tidak mampu
5. Peningkatan kebutuhan untuk meningkatkan nasogastrik makan secara normal
metabolisme nutrisis cukup meningkat Terapeutik Terapeutik
6. Faktor ekonomi (mis. 6. Pengetahuan tentang 6. Lakukan oral hygiene 6. Untuk menjaga agar
finansial tidak pilihan makanan yang sebelum makan, jika makanan tidak
mencukupi) sehat cukup meningkat perlu terpapar kuman
7. Faktor psikologis (mis. 7. Pengetahuan tentang 7. Berikan makanan tinggi 7. Untuk memenuhi
stress, keengganan untuk pilihan minuman yang kalori dan tinggi protein kebutuhan energi dan
makan) sehat cukup meningkat Edukasi gizi klien
8. Pengetahuan tentang 8. Ajarkan diet yang Edukasi
Gejala dan Tanda Mayor standar asupan nutrisi diprogramkan 8. Untuk memberikan
Subjektif cukup meningkat Kolaborasi pengetahuan mengenai
(tidak tersedia) 9. Penyiapan dan 9. Kolaborasi pemberian diet yang akan dijalani
Objektif penyimpanan makanan medikasi sebelum kepada klien
1. Berat badan menurun yang aman cukup makan Kolaborasi
minimal 10% dibawah meningkat 9. Untuk mengetahui
rentang ideal 10. Penyiapan dan kerja obat yang
penyimpanan minuman berpengaruh kepada
Gejala dan Tanda Minor yang aman cukup nafsu makan klien
Subjektif meningkat
1. Cepat kenyang setelah 11. Sikap terhadap
makan makanan/minuman
2. Kram/nyeri abdomen sesuai dengan tujuan
3. Nafsu makan menurun kesehatan cukup
Objektif meningkat
1. Bising usus hiperaktif 12. Perasaan cepat kenyang
2. Otot pengunyah lemak cukup menurun
3. Otot menelan lemah 13. Nyeri abdomen cukup
4. Membran mukosa pucat menurun
5. Sariawan 14. Sariawan cukup menurun
6. Serum albumin turun 15. Rambut rontok cukup
7. Rambut rontok berlebihan menurun
8. Diare 16. Diare cukup menurun
Kondisi Klinis Terkait 17. Berat badan cukup
1. Stroke membaik
2. Parkinson 18. Indeks massa tubuh
3. Mobius syndrome (IMT) cukup membaik
4. Cerebral palsy 19. Frekuensi napas cukup
5. Cleft lip membaik
6. Cleft palate 20. Nafsu makan cukup
7. Amyotropic lateral membaik
sclerosis 21. Bising usus cukup
8. Kerusakan neuromuskular membaik
9. Luka bakar 22. Tebal lipatan kulit riset
10. Kanker trisep cukup membaik
11. Infeksi
12. AIDS
13. Penyakit Crohn’s
4.
5.
6. Resiko Infeksi (D.0142) Tingkat Infeksi (L.14137) Manajemen Tindakan
Kategori : Lingkungan Definisi Imunisasi/Vaksinasi (I.14508 Observasi
Subkategori : Keamanan dan Derajat infeksi berdasarkan Definisi 1. Untuk
Proteksi observasi atau sumber informasi Mengidentifikasi dan mengelola
merencanakan
Definisi Kriteria Hasil: pemberian kekebalan tubuh
tindakan
Beresiko mengalami peningkatan Setelah dilakukan secara aktif an pasif
kebutuhan dalam
terserang organisme patogenik tindakan keperawatan Tindakan
pemenuhan nutrisi
Faktor Resiko selama 3x24 jam masalah Risiko Observasi
1. Penyakit kronis (mis. Infeksi diharapakan menurun 1. Identifikasi riwayat
Edukasi

Diabetes melitus) dan teratasi dengan indikator: kesehatan dan riwayat 1. Mempermudah


2. Efek prosedur invasif 1. Kebersihan tangan dari alergi sekaligus
3. Malnutrisi awalnya skala 2 cukup 2. Identifikasi memberikan
4. Peningkatan paparan  menurun menjadi skala 4 kontraindikasi pemahaman pasien
organisme patogen cukup meningkat. pemberian imunisasi dalam hal
lingkungan 2. Kebersihan badan dari (mis. Reaksi penyembuhan
5. Ketidakadekuatan awalnya skala 2 cukup analfilaksis terhadap
Kolaborasi :-
pertahanan tubuh primer: menurun menjadi skala 4 vaksin sebelumnya dan
1) Gangguan peristaltik cukup meningkat atau tanpa demam)
2) Kerusakan integritas 3. Nyeri menurun dari 3. Identifikasi status
kulit awalnya skala 2 cukup imunisasi setiap
3) Perubahan sekresi pH meningkat menjadi skala kunjungan ke pelayanan
4) Penurunan kerja 4 cukup menurun. kesehatan
siliaris 4. Bengkak menurun dari Terapeutik
5) Ketuban pecah lama awalnya skala 2 cukup 4. Berikan suntikan pada
6) Ketuban pecah meningkat menjadi skala bayi di bagian paha
sebelum waktunya 4 cukup menurun anterolateral
7) Merokok 5. Kultur urine dari 5. Dokumentasikan
8) Statis cairan tubuh awalnya skala 2 cukup informasi vaksinasi
6. Ketidakadekuatan memburuk menjadi skala (mis. Nama produsen,
pertahanan tubuh 4 cukup membaik. tanggal kadarluwarsa)
sekunder 6. Jadwalkan imunisasi
1) Penurunan pada interval waktu
hemoglobin yang tepat
2) Imununosupresi Edukasi
3) Leukopenia 7. Jelaskan tujuan,
4) Supresi respon manfaat, reaksi yang
inflamasi terjadi, jadwal dan efek
5) Vaksinasi tidak samping
adekuat 8. Informasikan imunisasi
Kondisi Klinis terkait yang diwajibkan
1. AIDS pemerintah (mis.
2. Luka bakar Hepatitis b. BCG,
3. Penyakit paru obstruktif difteri, tetanus, pertusis,
kronis H. Influenza, polio,
4. Diabetes Melitus campak, measles,
5. Tindakan invasif rubela)
6. Kondisi penggunaan 9. Informasikan imunisasi
terapi steroid yang melindungi
7. Penyalahgunan Obat terhadap penyakit
8. Ketuban pecah sebelum namun saat ini tidak
waktunya diwajibkan pemerintah
9. Kanker (mis. Influenza,
10. Gagal ginjal pneumokokus)
11. Imunosupresi 10. Informasikan vaksinasi
12. Lymphedema untuk kejadian khusus
13. Leukositopenia (mis. Rabies, tetanus)
14. Gangguan fungsi hati 11. Informasikan penundan
pemberian imunisasi
tidak berarti mengulang
jadwal imunisasi
kembali
12. Informasikan penyedia
layanan Pekan
Imunisasi Nasional
yang menyediakan
vaksi gratis