Anda di halaman 1dari 92

ASKEP Gangguan Sistem Reproduksi (GSR)

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Maternitas II yang diampuh oleh
Ns. Rini Wahyuni Mohammad S.kep

Disusun Oleh:

RAYHAN BINTI HASAN (841418025)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat,
taufik dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Askep ini. Makalah Askep
ini terwujud berkat partisispasi berbagai pihak.Oleh Karena itu, kami menyampaikan terima
kasih yang sebesar-besarnya.
Tak ada gading yang tak retak begitu juga kami menyadari bahwa makalah Askep ini
masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami mohon kritik dan saran yang bersifat
membangun agar kami menjadi lebih baik lagi. Adapun harapan kami semoga makalah ini dapat
diterima dengan semestinya dan bermanfaat bagi kita semua dan semoga Allah SWT meridhai
kami.Aamiin.

Gorontalo , April 2020

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Menstruasi adalah proses alamiah yang terjadi pada perempuan.
Menstruasi merupakan perdarahan yang teratur dari uterus sebagai tanda
bahwa organ kandungan telah berfungsi matang. Umumnya, remaja yang
mengalami menarche adalah pada usia 12 sampai dengan 16 tahun.
Menstruasi yang terjadi pada perempuan biasanya mengalami gangguan.
Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah perubahan
kadar hormon akibat stres atau dalam keadaan emosi yang kurang stabil.
Menjelang menstruasi pertama kali, remaja putri perlu dibekali dengan
informasi yang memadai.Menstruasi merupakan peristiwa penting dalam
kehidupan seorang remaja putri. Untuk itu, para remaja putri perlu
mengenali tubuhnya, apa yang akan terjadi, sehingga ia tidak terkejut atau
ketakutan pada saat haid pertamanya tiba. Informasi yang diberikan pun
perlu dipertimbangkan tahapan dan kedalamannya, sehingga
menentramkan, membuat mereka nyaman, dan sesuai dengan tingkat
kedewasaan mereka.Aspek kesehatan menstruasi merupakan bagian
penting kesehatan reproduksi seorang perempuan, yang tidak hanya
meliputi aspek kesehatan fisik, tetapi juga aspek kesehatan mental, spiritual
maupun sosial.Seorang perempuan perlu mengetahui pola dan jarak dari
menstruasi masing-masing, sehingga dapat menilai apabila terjadi hal di luar
kebiasaan.
Angka kejadian dismenorea di Indonesia sebesar 64,25% yang terdiri dari 54,89%
dismenorea primer, dan 9,36% adalah dismenore sekunder (Lestari, 2012). Selama ini
pemerintah Indonesia memberikan perhatian yang cukup besar pada masalah kewanitaan baik
bagi pelajar (mahasiswi) maupun masyarakatyang diwujudkan melalui Usaha Kesehatan Sekolah
(UKS), yaitu dengan adanya program KKR (Kesehatan Reproduksi Remaja) yang bertujuan agar
seluruh remaja dan keluarganya memiliki pengetahuan, kesadaran sikap dan perilaku kesehatan
reproduksi sehingga menjadi remaja yang siap sebagai keluarga berkualitas tahun 2015 BKKBN
(Dito, 2011).
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana Konsep Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Reproduksi?

1.3 Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui Konsep Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Reproduksi
BAB II
PEMBAHASAN
Pengkajian Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Reproduksi Pada Nn.F
Dengan DISMENOREA Di Desa Soginti

PENGKAJIAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI (GSR)

Nama Mahasiswa :Rayhan binti Hasan Tanggal pengkajian :24 April 2020
NIM :841418025 Ruangan/RS : Dirumah
No. Reg :- Tanggal Masuk Rumah Sakit :-
Diagnosa Medis :Dismenorea

I. Data umum klien


1. Inisial klien :Nn. F Inisial suami :tidak ada
2. Usia :21 tahun Usia : Tidak ada
3. Status perkawinan :Belum menikah Suku :Tidak ada
4. Pekerjaan :Mahasiswa Pekerjaan :Tidak ada
5. Pendidikan terakhir : SMA Pendidikan terakhir: Tidak ada
6. Suku : Gorontalo Agama : Tidak ada
7. Agama : Islam
8. Alamat : Desa Soginti kec. paguat

II. Masalah utama


Keluhan utama : Nyeri Perut bagian bawah hingga ke pinggang
Mulai timbulnya : Saat menstruasi hari pertama sampai hari ke 2
Sifat keluhan : Nyeri
Lokasi keluhan : Abdomen bawah hingga ke pinggang
Faktor pencetus : Menstruasi
Keluhan lain : Klien juga mengeluh pusing dan mual
Pengaruh keluhan terhadap aktivitas/fungsi tubuh : klien tidak dapat beraktivitas seperti
biasanya
Usaha klien untuk mengatasinya : Klien mengatakan sering mengonsumsi obat analgetik
yaitu Mafenamic acid 500 mg
Pengkajian Fisik
Seksualitas
Subyektif :
Usia menarche : 11 tahun
Siklus haid : 21-27 hari
Durasi haid : 9 hari
( Ya)Dismenorea () Polimenorea ( ) Oligomenorea
( ) Menometroragie ( ) Amenorea

Rabas pervagina : Tidak terdapat rabas pervagina


warna : Tidak terdapat rabas pervagina
Jumlah : Tidak terdapat rabas pervagina
Berapa lama : Tidak terdapat rabas pervagina
Metode kontrasepsi terakhir : klien Belum memakai Alat Kontrasepsi
Status obstetri : P: 0 A: 0
Riwayat persalinan : Belum memiliki riwayat persalinan
Aterm : belum pernah prematur : belum pernah
Multiple : belum pernah
Riwayat persalinan terakhir :
Tahun : belum pernah. tempat : belum pernah
Lama gestasi: belum pernah lama persalinan : belum pernah
Jenis persalinan : belum pernah
Berat badan bayi : belum pernah
Komplikasi maternal/bayi : belum pernah
Obyektif :
PAP smear terakhir (tgl dan hasil) : Klien belum pernah melakukan PAP smear
Tes serologi (tgl dan hasil) : Klien belum pernah melakukan pemeriksaan
Makanan dan cairan
Subyektif :
Masukan oral 4 jam terakhir : Klien mengonsumsi makanan tapi tidak habis, dan
setengah gelas teh
Mual/muntah ( Ya ) hilang nafsu makan ( Ya ) masalah mengunyah (tidak)
Pola makan :
Frekuensi : 2-3 x/hari
Konsumsi cairan : 8 gelas /hari
Obyektif :
BB : 49kg
TB :.158 cm
Turgor kulit : Turgor kulit bagus, Kulit terlihat bersih, Terdapat rambut halus
Membran mukosa mulut : Mukosa bibir kering, bibir tampak pucat
Kebutuhan cairan : belum terpenuhi karena klien kurang mengonsumsi cairan
Pemeriksaan Hb. Ht (tgl dan hasil) : klien Belum memeriksakan
Eliminasi
Subyektif :
Frekuensi dafekasi : 1 x/hari
Penggunaan laksatif : Klien tidak pernah menggunakan laksatif
Waktu defekasi terakhir : pada pukul 05.30 WITA
Frekuensi berkemih : 4-5 x/hari
Karakter urine : urin berwarna jernih, sedikit berbau
Nyeri/rasa terbakar/kesulitan berkemih : Tidak mengalami/memiliki kesulitan
Riwayat penyakit ginjal : Tidak memiliki riwayat
Penyakit kandung kemih : Tidak memiliki riwayat
Penggunaan diuretik : Tidak memiliki riwayat
Obyektif :
Pemasangan kateter : klien tidak menggunakan kateter
Bising usus : tidak terdengar bising usus
Karakter urine : klien tidak menggunakan kateter
Konsistensi feces : padat
Warna feces : feses berwarna kecoklatan
Hemorrhoid : tidak terdapat hemoroid
Palpasi kandung kemih (teraba/tidak teraba) : tidak teraba
Hygiene
Subyektif :
Kebersihan rambut (frekuensi ) : warna rambut hitam, jumlah rambut banyak dan merata
Kebersihan badan : badan klien nampak bersih, badan tidak berbau
Kebersihan gigi/mulut : gigi tampak rapi, terdapat sedikit caries gigi, tidak terdapat
stomatitis ataupun leukoplakia
Kebersihan kuku tangan dan kaki : kuku pendek dan tidak terdapat kotoran.
Obyektif :
Cara berpakaian : cara berpakaian terlihat rapi dan sesuai
Kondisi kulit kepala : terdapat pityriasis capitis
Sirkulasi
Subyektif :
Riwayat penyakit jantung : Klien tidak memiliki riwayat
Riwayat demam reumatik : Klien tidak memiliki riwayat
Obyektif :
Tekanan darah : 110/80 mmHg
Nadi : 74 x/menit
Distensi vena jugularis (ada/tidak ada) : tidak ada
Bunyi jantung : terdengar dan berirama teratur
Frekuensi : 74 x/menit
Irama (teratur/tidak teratur) : teratur
Kualitas (kuat/lemah/Rub/Murmur) : kuat
Ekstremitas :
Suhu (hangat/akral dingin) : .akral dingin
CRT : 2 detik
Varises (ada/tidak ada) : tidak ada
Nyeri/ketidaknyamanan
Subyektif :
Lokasi : Abdomen bagian bawah hingga ke pinggang
Intensitas (skala 0 -10) : 8
Frekuensi : 2-3x/hari
Durasi : 30-45 menit
Faktor pencetus : Menstruasi
Cara mengatasi : minum obat analgetik
Faktor yang berhubungan : tidak diketahui
Obyektif :
( ya ) Wajah meringis
( ya ) Melindungi area yang sakit
(ya) Fokus menyempit
Pernapasan
Subyektif :
(Tidak)Dispnea (Tidak) Batuk/sputum (Tidak) Riwayat Bronkitis
(Tidak) Asma (Tidak)Tuberkulosis (Tidak) Emfisema
(Tidak) Pneumonia berulang (Tidak) Perokok, lamanya : 0 tahun
(Tidak Menggunakan) Penggunaan alat bantu pernapasan (02) : 0 L/mnt
Obyektif :
Frekuensi :20 x/mnt
Irama : (Ya) Eupnoe (Tidak) Tachipnoe (Tidak) Bradipnoe
(Tidak) Apnoe (Tidak) Hiperventilasi (Tidak) Cheynestokes
(tidak) Kusmaul (Tidak) Biots

Karakteristik Sputum : tidak terdapat sputum


Hasil Roentgen : tidak memiliki

Interaksi sosial
Subyektif :
Status pernikahan : belum menikah
Lama pernikahan : belum menikah
Tinggal serumah dengan : orangtua dan 2 saudara kandung
Obyektif :
Komunikasi verbal/nonverbal dengan orang terdekat : komunikasi berjalan lancar, tidak
ada hambatan baik verbal maupun non verbal

Integritas Ego
Subyektif :
Perencanaan kehamilan : klien belum memiliki rencana
Perasaan klien/keluarga tentang penyakit : klien dan keluarga merasa cemas
Status hubungan : anak kandung
Cara mengatasi stress : bercerita padaa orang tua dan keluar rumah mencari hiburan
Obyektif :
Status emosional (cemas, apatis, dll) : cemas
Respon fisiologis yang teramati : akral dingin
Agama : klien hanya kadang melakukan ibadah (Sholat)
Muncul perasaaan (tidak berdaya, putus asa, tidak mampu) :klien mengatakan tidak
mampu menahan nyerinya

Neurosensori
Subyektif :
Pusing (ada/tidak ada) : Ada
Kesemutan/kebas/kelembaban (lokasi) : klien tidak mengalami

Keamanan :
Subyetif :
Alergi/sensitivitas : klien Tidak memiliki Alergi
Penyakit masa kanak-kanak : klien tidak memiliki riwayat penyakit pada masa anak-anak
Riwayat imunisasi : imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan
Infeksi virus terakhir : klien mengatakan 3 hari lalu sempat terkena Influenza
Binatang peliharaan dirumah : klien tidak memiliki binatang peliharaan
Masalah obstetrik sebelumnya : Klien Tidak memiliki
Jarak waktu kehamilan terakhir : klien belum pernah hamil
Riwayat kecelakaan : klien Tidak memiliki riwayat kecelakaan
Fraktur dislokasi : Klien Tidak pernah mengalami
Pembesaran kelenjar : klien tidak mengalami pembesaran kelenjar
Obyektif :
Integritas kulit : terdapat bekas luka di bagian patella
Cara berjalan : cara berjalan klien Nampak baik, klien memilik bentuk kaki O

Penyuluhan/pembelajaran
Subyektif :
Bahasa dominan : Bahasa Indonesia
Pendidikan terakhir : SMA
Pekerjaan suami : klien belum memiliki suami
Faktor penyakit dari keluarga : keluarga hanya memiliki penyakit Diabetes Melitus
Sumber pendidikan tentang penyakit : Media Elektronik
Pertimbangan rencana pulang
Tanggal informasi diambil : 24 April 2020
Pertimbangan rencana pulang : tidak terdapat karena klien sedang tidak dirawat
Tanggal perkiraan pulang : klien sedang tidak dirawat
Ketersediaan sumber kesehatan terdekat : Puskesmas

Pemeriksaan diagnostik : Dismenorea

Terapi dan pengobatan : Klien mengatakan sering mengonsumsi obat analgetik yaitu
Mafenamic acid 500 mg
Pathwey
ovulasi

Penurunan hormone progesteron,


peningkatan hormone prostaglandin, Endometrium tipis
proliferasi endometrium dan meluruh
pada siklus haid Kontraksi rahim yang
kuat

Dismenore
Hiperkontriksi pada
gastrointestinal

Dismenore sekunder Mual muntah


Dismenore primer

Posisi rahim tidak Nausea


Nyeri haid normal, tumor,
endometriosis, kista
ovarium

Kurang terpapar Cemas / bingung


informasi Nyeri didaerah perut
Aktivitas terhambat
hingga ke pinggang

Intoleransi Aktivitas
Defisit Ansietas Nyeri akut
pengetahuan
Intervensi dan Luaran
No SDKI SLKI SIKI Rasional
.
1. Nyeri Akut (D. 0077) Tingkat nyeri 1. Manajemen nyeri (I.08238) Manajemen Nyeri
(L.08066) Definisi :
Kategori : psikologis Observasi
Definisi :
Mengidentifikasi dan mengelola pengalaman
Subkategori: nyeri dan 1. Mengetahui lokasi
pengalman
sensori atau emosional yang berkaitan dengan
kenyamanan nyeri, karakteristik
sensori atau
kerusakan jaringan atau fungsional dengan
Definisi : pengalaman sensorik nyeri, berapa lama
emosional yang
onset mendadak atau lambat dan berintensitas
atau emosional yang berkaitan nyeri dirasakan serta
berkaitan
ringan hingga berat dan konstan
dengan kerusasakan jaringan kualitas dan intensitas
dengan
Tindakan
aktual atau fungsional, dengan nyeri yang dirasakan
kerusakan
Observasi
onset mendadak atau lambat pasien untuk
jaringan aktual
1. identifikasi lokasi, karakteristik,
dan berintensitas ringan hingga mengetahui
atau fungsional
durasi, frekuensi, kualitas, intensitas
berat yang berlangsung kurang penanganan apa yang
dengan onset
nyeri.
dari 3 bulan. akan diberikan.
mendadak atau
Terapeutik
Penyebab : Terapeutik.
lambat dan
1. Berikan tehnik non farmakologis
1. Agen pencedera 1. Agar pasien tidak akan
berintesitas
untuk mengurangi rasa nyeri( mis,
fisiologis(mis, inflamasi, ketergantungan pada
ringan hingga
TENS, hipnosis, akupresure, terapi
iskemia,neoplasma) obat.
berat dan
musik, biofeedback, terapi pijat,
2. Agen pencedera 2. Memastikan pasien
konstan.
aroma terapi, tehnik imajinasi
kimiawi(mis, terbakar, merasakan nyaman
Kriteria hasil :
terbimbing, kompres hangat/dingin,
bahan kimia iritan) sehingga nyeri yang
1. keluhan
terapi bermain)
3. Agen pencedera fisik(mis. pasien rasakan tidak
Abses, amputasi, terbakar, nyeri 2. Kontrol lingkungan yang semakin parah.
terpotong, mengangkat menurun memperberat rasa nyeri (mis. Suhu Edukasi
berat, prosedur operasi, 2. meringis ruangan, pencahayaan , kebisingan) 1. Dengan mengetahui
trauma, latihan fisik menurun Edukasi penyebab, periode, dan
berlebihan) 1. Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri maka
Gejala dan tanda mayor pemicu nyeri pasien dapat mengatasi
Subjektif : 2. Jelaskan strategi meredakan nyeri nyerinya sendiri.
1. Mengeluh nyeri 3. Ajarkan tehnik non farmakologis 2. Agar pasein dapat
Objektif : untuk mengurangi rasa nyeri memilih strategi untuk
1. Tampak meringis Kolaborasi meredeakan nyeri yang
2. Bersikap protektif Kolaborasi pemberian analgesik,jika perlu ia rasakan sendiri
(misalnya . waspada, sesuai keinginan dan
posisi menghindari 2. Pemberian Analgesik(I.08243) kenyamanannya.
Definisi : menyiapkan dan memberikan agen
nyeri) 3. Agar pasein dapat
farmakologis untuk mengurangi atau
3. Gelisah mengetahui terapi
menghilangkan rasa sakit.
4. Frekuensi nadi farmakologi (obat-
Tindakan
meningkat obatan) yang dapat
Observasi
5. Sulit tidur digunakan selain non
- Identifikasi riwayat alergi obat
Gejala dan tanda minor farmakologi jika terapi
Terapeutik
Subjektif (tidak tersedia) non farmakologi tidak
- Diskusikan jenis analgesik yang
Objektif : berhasil.
disukai untuk mencapai analgesik
1. Tekanan darah Kolaborasi
yang optimal.
meningkat Edukasi Memastikan Terapi
analgetik yang diberikan
2. Pola nafas berubah - Jelaskan efek samping obat
efektif dengan melakukan
3. Nafsu makan berubah Kolaborasi kolaborasi.
4. Proses berfikir - Kolaborasi pemberian dosis dan jenis
terganggu analgesik, seusia indikasi
Pemberian Analgesik
5. Menarik diri
Tindakan
6. Berfokus pada diri 3.Pemantauan Nyeri (I.08242)
Observasi
sendiri Definisi : mengumpulkan dan menganalisa
- Alergi obat adalah
7. Diaforesis data nyeri
reaksi berlebihan
Kondisi klinis terkait Tindakan:
sistem kekebalah
1. Kondisi pembedahan Observasi
tubuh terhadap
2. Cedera traumatis - Monitor durasi dan frekuensi nyeri
obat-obatan
3. Infeksi Terapeutik
tertentu.
4. Syndrom koroner akut - Atur interval waktu pemantauan
Terapeutik
5. glaukoma sesuai dengan kondisi pasien
- Memastikan
Edukasi
analgesik yang
- Jelaskan tujuan dan prosedur
diberikan dapat
pemantauan.
mengatasi
Kolaborasi
masalah/keluhan
- Tidak tersedia
yang dirasakan.
Edukasi
4.Terapi Murattal (I.08249)
- Efek samping obat
Definisi: menggunakan media Al-Qur`an adalahkondisi yang
(baik dengan mendengar atau membaca) muncul diluar efek
untuk membantu meningkatkan perubahan dari pengobatn
yang speaifik dalam tubuh baik secara yangdiharapkan.
fisiologis maupun psikologis. Kolaborasi
Tindakan : - Memperhatikan
Observasi langkah-langkah
- Identifikasi lama dan durasi benar dalam
pemberian sesuai dengan kondisi pemberian obat dan
pasien keseuaian target.
Terapeutik
- Posisikan dalam posisi lingkunga
yang nyaman
Edukasi
- Jelaskan tujuan dan manfaat terapi
Kolaborasi
- Tidak tersedia

2. Intoleransi Aktivitas (D.0056) Toleransi 1.Manajemen Energi (I.05178) Tindakan:


Aktivitas Observasi :
Definisi : (L.05047) Defnisi : 1. Untuk menjaga
Ketidakcukupan energi untuk pola dan jam tidur
Mengidentifikasi dan mengelola penggunaan
melakukan aktifitas sehari-hari. Definisi : 2. Untuk mengethaui
respon biologis energi untuk mengatasi atau mencegah lokasi dan
Penyebab: terhadap kelelahan dan mengoptimalkan proses ketidaknyamanan
1. Ketidakseimbangan aktivitas yang dalam melakukan
pemulihan.
antara suplai dan membutuhkan aktivitas
tenaga.
kebutuhan oksigen Tindakan : Terpeutik :
Kriteria hasil:
2. Tirah baring 1. Kemudahan 1. Untuk menjaga
3. Kelemahan melakukan kenyamanan pasien
Observasi :
4. Mobilitas aktivitas 2. Untuk dapat
5. Gaya hidup monoton sehar-hari 1. Monitor pola dan jam tidur menangkan pasien
meningkat 2. Monitor lokasi dan ketidaknyamanan Edukasi :
Gejala dan Tanda Mayor 1. Untuk menghindari
selama melakukan aktivitas
Subjektif : pasien agar tidak
1. Mengeluh lelah Terapeutik : kelelahan
Objektif : 1. Sediakan lingkungan nyaman dan 2. Agar pasien dapat
1. Frekuensi jantung melakukan aktivitas
rendah stimulus (mis. Cahaya, suara,
meningkat >20% dari secara bertahap
kondisi istirahat kunjungan)
3. Untuk mengurangi
2. Berikan aktivitas distraksi yang kelelahan
Gejala dan Tanda Minor
menenagkan Kolaborasi :
Subjektif :
Untuk memenuhi
1. Dispnea saat /setelah Edukasi : kebutuhan energi bagi
aktivitas 1. Anjurkan tirah baring tubuh
2. Merasa tidak nyaman
2. Anjurkan melakukan aktivitas secara
setelah beraktivitas
3. Merasa lelah terhadap
Objektif : 3. Ajarkan streategi koping untuk
1. Tekanan berubah >20%
mengurangi kelelahan
dari kondisi istirahat
2. Gambaran EKG Kolaborasi :
menunjukkan aritmia - Kolaborasi dengan ahli gizi tentang cara
saat/setelah aktivitas
3. Gambaran EKG meningkatkan asupan makanan
menunjukkan iskemia
4. Sianosis
2.Dukungan tidur (I.05174)
Kondisi Klinis terkait
1. Anemia Definisi : memfasilitasi siklus tidur dan
2. Gagal jantung
terjaga yang teratur
kongwstif
3. Penyakit jantung Tindakan
koroner
Observasi
4. Penyakit katup jantung
5. Aritmia - Identifikasi faktor pengganggu tidur
6. Penyakit paru obstruktif
(fisik dan/atau psikologis)
(PPOK)
7. Gangguan metabolik Teraputik
8. Gangguan metabolik
- Modifikasi lingkungan (mis.
9. Gangguan
muskuloskeletal Pencahayaan, kebisingan, suhu,
matras, dan tempat tidur)
Edukasi
- Jelaskan pentingnya tidur cukup
selama sakit
Kolaborasi
- Tidak tersedia
3.Terapi Aktivitas (I.05186)
Definisi
Menggunakan Aktivitas fisik, kognitif, sosial,
dan spiritual tertentu untuk memulihkan
keterlibatan, frekuensi, atau durasi aktivitas
individu atau kelompok
Observasi
- Identifikasi defisit tingkat aktivitas
- Monitor respon emosional,fisik,
sosial, dan spiritual, bterhadap
aktivitas
Terapeutik
- Fasilitasi fokus pada kemampuan,
bukan defisit yang dialami,
- Fasilitasi memilih aktivitas dan
tetapkan tujuan aktivitas yang
konsisten, sesuai kemampuan fisik,
psikologi dan sosial
- Fasilitasi aktivitas motorik untuk
merelaksasi otot
Edukasi
- Jelaskan metode aktivitas fisik sehari-
hari, jika perlu
- Anjurkan melakukan aktivitas fisik,
sosial, spiritual, dan kognitif dalam
menjaga fungsi dan kesehatan
Kolaborasi
Kolaborasi dengan terapis okupasi dalam
merencanakan dan memonitor progran
aktivitas, jika sesuai
4.Edukasi latihan fisik
Definisi
Mengajarkan aktivitas fisik reguler untuk
mempertahankan atau meningkatkan
kebugaran dan kesehatan
Observasi
- Identifikasi kesiapan dan kemampuan
menerima informasi
Terapeutik
- Sediakan materi dan media
pendidikan
- Jadwalkan pendidikan kesehatan
sesuai kesepakatan
- Berikan kesempatan untuk bertanya
Edukasi
- Jelaskan jenis latihan yang sesuai
kondisi kesehatan
- Jelaskan frekuensi, durasi, dan
intensitas, program latihan yang
diinginkan
- Ajarkan teknik pernapasanyang tepat
untuk memaksimalkan penyerapan
oksigen selama latihan fisik
Kolaborasi
Tidak tersedia

3. Neusea (D.0076) Tingkat 1.Manajemen mual (I.03117) 1. Menejemenmual :


Nausea
Kategori : psikologis
(L.08065) Definisi : dan Observasi :
Mengidentifikasi
Subkategori : nyeri dan Definisi : - Mual psikologis
mengelolaperasaan tidak nyaman pada bagian
perasaan tidak terjadi sebelum
kenyaman
nyaman pada belakang tenggork atau lambung yang
Definisi : bagian belakang kemoterapi
mengakibatkan muntah.
tenggork atau mulaisecara umum
Perasaan tidak nyaman pada
lambung yang Observasi :
bagian belakang tenggorokan mengakibatkan - Identifikasi pengalaman mual tidak berespon
muntah. terhadap anti
atau lambung yang dapat Terapeutik :
Kriteria hasil:
- Berikan makanan dalam jumlah kecil emetik.
mengakibatkan muntah. 1. Perasaan
ingin dan menarik Terapeutik :
Penyebab
muntah - Pasien dapat
Edukasi :
1. Ganguan biokimiawi menurun.
- Anjurkan istrahat dan tidur yang cukup menerima makanan
(mis. Uremia,
Kolaborasi : yang diberikan ahli
ketoasidosis diabetik - pembrian anti emetik, jika perlu
gizi meskipun
2. Gangguan pada 2.Manajmen Muntah (I.03118)
makanan sedikit
esofagus
3. Distensi lambung Definisi : Mengidentifikasi, mencegah dan akan tetapi bergizi
4. Iritasi lambung mengelola refleks pengeluaran isi lambung serta menarik
5. Gangguan pankreas Observasi : ketika dilihat.
- Periksa volume muntah
6. Pereganggan kapsul Edukasi :
Teraputik - Istirahat adalah
limpa
- Kurangi atau hilangkan keadaan aktivitas dan bukan
7. Tumor terlokalisasi
penyebab muntah (mis. Kecemasan dan keadaan tidak
(mis. Neuroma akustik,
ketakutan) melakukan apa-apa.
tumor otak primer atau
Edukasi Sedangkan tidur
sekunder,
- Anjurkan memperbaiki istirahat proses dimana
metastasistulang di
Kolaborasi : mengembalikan
dasar tengkorak)
kolaborasi pemberian anti emetik jika perlu
energi yang hilang.
8. Peningkatan tekanan
3.Edukasi Teknik Napas (I.012452) Kolaborasi :
intraabdominal (mis.
- Pemberian anti
Keganasan Definisi
emetik merupakan
Mengajarkan teknik pernapasan untuk
intraabdomen)
meningkatkan teknik relaksasi, meredakan pemberianobat
9. Peningkatan tekanan nyeridan ketidak nyamanan
yang diberikan
intrakranial
Observasi untuk
10. Peningkatan tekanan - Identifikasi kesiapan dan
menghilangkan
kemampuan menerima informasi
intraorbital
Terapeutik terjadinya mual.
(mis.glaukoma) - Sediakan materi dan media
2. Menejemen muntah
11. Mabuk perjalanan pendidikan
Observasi :
12. Kehamilan - Jadwalkan pendidikan kesehatan - Untuk mengetahui
sesuai kesepakatan jumlah, kadar, dari
13. Aroma tidak sedap
- Berikan kesempatan untuk bertanya muntah
14. Rasa
Edukasi Kolaborasi :
makanan/minuman - Jelaskan tujuan dan manfaat teknik - Untuk
yang tidak enak napas
meminimalisirr
- Jelaskan prosedur teknik napas
15. Stimulus penglihatan - Anjurkan memposisikan tubuh terjadinya refluks
tidak menyenangkan senyaman mungkin (mis. Duduk atau
berbaring)
16. Faktor psikologis (mis. - Anjurkan menutup mata dan
Kecemasan,ketakutan berkonsentrasi penuh
- Ajarkan melakukan inspirasi dengan
,stres) menghirup udara melalui hidung
17. Efek agen farmakologis secara perlahan
- Ajarkan melakukan ekspirasi dengan
18. Efek toksin menghembuskan udara mulut
Gejala dan tanda mayor - Demonstrasikan menarik napas
selama 4 detik, menahan napas selama
Subjectif : 2 detik dan menghembuskan napas
1. Mengeluh mual selama 8 detik
4.Pemberian obat oral (I.03128)
2. Merasa ingin munta
3. Tidak berniat makan Definisi
Menyiapkan dan memberikan agen
Objectif : farmakologis melalui mulut untuk
(tidak tersedia) mendapatkan efek lokal dan sistemik
Observasi
- Identifikasi kemungkinan alergi,
Gejala dan Tanda Minor interaksi dan kontraindikasi obat
(mis.gangguan menelan,
Subjektif : nausea/muntah, inflamasi usus,
peristaltik menurun, kesadaran
1. Merasa asam di mulut
2. Sensasi panas/dingin menurun, program puasa)
- Monitor efek terapeutik obat
3. Sering menelan
- Monitor efek lokal, efek sistemik dan
Objektif : efek samping obat
Terapeutik
1. Salifa meningkat
- Lakukan prinsip 6benar
2. Pucat (pasien,obat,dosis,waktu,rute,dokume
ntasi
3. Diaforesis
- Berikan obat oral sebelum makan atau
4. Takikardia setelah makan, sesuai kebutuhan
Edukasi
5. Pupil dilatasi
- Jelaskan jenis obat, alasan pemberian,
tindakan yang diharapkan, dan efek
samping sebelum pemberian
- Ajarkan pasien dan keluarga tentang
cara pemberian obat secara mandiri
Kolaborasi
Tidak tersedia
4. Dfisit Pengetahuan (D. 0111) Tingkat 1.Edukasi kesehatan (I.1283) Observasi
Kategori: perilaku pengetahuan Definisi: 1. Faktor-faktor yang
Subkategori : penyuluhan dan (L.12111) Mengajarkan pengelolaan faktor resiko dapat
pembelajaran Defiisi penyakit dan perilaku hidup bersih serta sehat mempengaruhi
Definisi : ketiadaan atau Kecukupan Tindakan hidup bersih dan
kurangnya informasi kognitif informasi Observasi sehat antara lain
yang berkaitan dengan topik kognitif yang 1. Identifikasi kesiapan dan kemampuan umur; tingkat
tertentu berkaitan menerima informasi pengetahuan
Penyebab : dengan topic 2. Identifikasi faktor faktor yang dapat masyarakat; tingkat
1. Keteratasan kognitif tertentu. meningkatkan dan menurunkan pendidikan;
2. Gangguan fungsi Kriteria Hasil motivasi perilaku hidup bersih dan fasilitas dan sarana;
kognitif 1. Perilaku sehat serta perilaku
sesuai
3. Kekeliruan mengikuti Terapeutik petusa kesehatan.
anjuran
anjuran meningkat 1. Sediakan materi dan media Jika hal ini berjalan
2. Perilaku
4. Kurang terpapar pendidikan kesehatan dan berfunsi
sesuai
informasi dengan 2. Jadwalkan pendidikan kesehatan sebagaimana
pengetahuan
5. Kurang minat dalam sesuai kesepakatan mestinya maka
meningkat
belajar 3. Berikan kesempatan untuk bertanya perilaku hidup
6. Kurang mampu Edukasi bersih dan sehat
mengingat 1. Jelaskan faktor resiko yang dapat akan terlaksanakan.
7. Ketidaktahuan mempengaruhi kesehatan Terapeutik
menemukan sumber 2. Ajarkan perilaku hidup bersih dan
1. Pendidikan kesehatan
informasi sehat adalah proses
Gejala dan tanda mayor\ 2.Edukasi Manajemen Nyeri (I.12391) meningkatkan control dan
Subjektif Definisi memperbaiki kesehatan
1. Menanyakan masalah Mengajarkan pengelolaan suhu tubuh yang individu. Hal ini perlu
yang dihadapi lebih dari normal dilakukan oleh perawat
Objektif Observasi dan atau tenaga kesehatan
1. Menunjukan perilaku - Identifikasi kesiapan dan kemampuan lainnya agar pasien dan
tidak sesuai anjuran menerima informasi atau masyarakat tahu dan
2. Menun jukan presepsi Terapeutik paham tentang hal-hal
yang keliru terhadap - Sediakan materi dan media yang dapan menjadi
masalah pendidikan kesehatan sumber penyakit
Gejala dan tanda minor - Jadwalkan pendidikan kesehatan
2. Edukasi
Subektif : tidak tersedia sesuai kesepakatan 1. Menjelaskan faktor
Objektif: - Berikan kesempatan untuk bertanya resiko yang dapat
1. Menjalani pemeriksaan Edukasi mempengaruhi
yang tidak tepat - Jelaskan penyebab, periode, dan kesehatan pada
2. Menu jukan perilaku strategi meredakan nyeri pasien bertujuan
berlebihan (mis. Apatis, - Anjurkan memonitor nyeri secara untuk memberikan
bermusughan, adikasi mandiri pengetahuan lebih
dan histerria) - Anjurkan menggunakan analgetik agar pasien dapat
Kondisi klinis terkait secara tepat menghindari
1. Kondisi klinis yang - Ajarkan tekniknonfarmakologis untuk faktor-faktor
baru dihadapi oleh klien mengurangi rasanyeri tersebut dan
2. Penyakit akut 3.Edukasi manajemen Stres (I.12392) mampu menjaga
3. Penyakit kronis Definisi kesehatan.
Mengajarkan pasien untuk mengidentifikasi
dan mengelola stres akibat perubahan hidup
sehari-hari
Observasi
- Identifikasi kesiapan dan kemampuan
menerima informasi
Terapeutik
- Sediakan materi dan media
pendidikan kesehatan
- Jadwalkan pendidikan kesehatan
sesuai kesepakatan
- Berikan kesempatan untuk bertanya
Edukasi
- Ajarkan teknik relaksasi
- Ajarkan latihan asertif
- Ajarkan membuat jadwal
olahragateratur
- Anjurkan tidur dengan baik setiap
malam (7-9 jam)
4.Edukasi terapi cairan (I.12454)
Definisi
Memberikan informasi pada pasien untuk
mencapai keseimbangan cairan tubuh
Observasi
- Identifikasi kesiapan dan kemampuan
menerima informasi
Terapeutik
- Sediakan materi dan media
pendidikan kesehatan
- Jadwalkan pendidikan kesehatan
sesuai kesepakatan
- Berikan kesempatan untuk bertanya
Edukasi
- Jelaskan pentingnya cairan bagi tubuh
- Jelaskan jenis dan fungsi cairan dalam
tubuh
- Jelaskan komposisi dan distribusi
cairan tubuh
- Jelaskan masalah yang timbul jika
tubuh kekurangan atau kelebihan
cairan
- Ajarkan mengatasi masalah
kekurangan cairan secara mandiri

5. Ansietas (D.0080) Tingkat 1.Reduksi ansietas (I.09314) Tindakan


Ansietas Observasi :
Definisi : (L.09093) Definisi : 1. Untuk mencegah
Kondisi emosi dan pengalaman Meminimalkan kondisi individu dan ansietas memburuk
subjektif individu terhadap Definisi : pengalaman subyektif terhadap objek yang 2. Untuk mengetahui
objek yang tidak jelas dan kondisi tidak jelas dan spesifik akibat antisipasi terjadinya ansietas
spesifik akibat antisipasi emosional dan bahaya yang memungkingkan individu
pengalaman Terapeutik :
bahaya yang memungkinkan melakukan tindakan untuk menghadapi 1. Untuk
subjektif
individu lakukan tindakan terhadap objek ancaman. menumbuhkan rasa
yang tidak jelas percaya pasien
untuk mengahadapi ancaman. dan spesifik Tindakan : kepada perawat
akibat Observasi : 2. Untuk mengetahui
Penyebab : antisispasi 1. Identifikasi sangat singkat ansietas situasi yang
1. Krisis situasional bahaya yang
berubah (mis. Kondisi, waktu, stresor) menyebabkan
2. Kebutuhan tidak memungkinkan
individu 2. Monitor tanda-tanda ansietas (verbal ansietas
terpenuhi dan nonverbal) Edukasi :
melakukan
3. Krisis maturasional tindakan untuk Terapeutik : 1. Untuk menghindari
4. Ancaman terhadap menghadai 1. Ciptakan suasana terapeutik utuk kecemasan pada
konsep diri ancaman. menumbuhkan kepercayaan pasien
5. Ancaman terhadap Kriteria hasil : 2. Pahami situasi yang membuat ansietas 2. Untuk mengurangi
kematian 1. Verbalisasi
Edukasi : beban yang
6. Kekhawatiran kebingunga
n 1. Jelaskan prosedur, termasuk sensasi dirasakan pasien
mengalami kegagalan yang mungkin dialami 3. Untuk dapat tetap
menunurun
7. Disfungsi sistem 2. Verbalisasi 2. Anjurkan mengungkapkan perasaan tenang saat terjadi
keluarga khawatir dan persepsi ansietas
8. Hubungan orang tua- akibat 3. Latih teknik relaksasi Kolaborasi :
anak tidak memuaskan kondisi Kolaborasi : Untuk mengurangi ansietas
9. Faktor keturunan yang
- Kolaborasi pemberian obat
(temperamen mudah dihadapi
menurun. antiansietas, jika perlu
teragitasi sejal lahir)
10. Penyalahgunaan zat 2.Terapi relaksasi (I.09326)
11. Terpapar bahaya Definisi : menggunakan teknik peregangan
lingkungan (mis. untuk mengurangi tanda dan gejala
toksin,volutan, dan ketidaknyamanan seperti nyeri, ketegangan
otot, atau kecemasan.
lain-lain) Terapi relaksasi
Tindakan :
12. Kurang terpapar Tindakan :
Observasi
informasi Observasi
- Monitor respon terhadap relaksasi
- Relaksasi bertujuan
Teraputik
Gejala dan Tanda Mayor untuk mengurangi
- Gunakan pakaian longgar
Subjektif : ketidaknyamanan
Edukasi
1. Merasa bingung - Jelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan yang dirasakan,
2. Merasa khawatir dengan jenis relaksasi yang tersedia (Mis. sehingga perlu
akibat dari kondisi yang Musik, meditasi, napas dalam, diperhatikan
relaksasi otot progresif) apakah efeknya
dihadapi
Kolaborasi berhasil atau tidak.
3. Sulit berkonsentrasi Tidak tersedia Terapeutik
Objektif - Pakaian longgar
1. Tampak gelisah 3.Teknik Distraksi (I.08247) mempermudah
Objektif : Definisi sirkulasi udara dan
1. Tampak gelisah Mengalihkan perhatian atau mengurangi mempermudah
2. Tampak tegang emosi dan pikiran negatif terhadap sensasi pergerakan tubuh
yang tidak diinginkan dan otot.
3. Sulit tidur
Edukasi
Observasi - Membuat pasien
Gejala dan Tanda Minor
- Identifikasi pilihan teknik distraksi mengerti dan sadar
Subjektif : yang diinginkan akan pentingnya
1. Mengeluh pusing Terapeutik tindakan relaksasi.
2. Anoreksia - Gunakan teknik distraksi (mis.
3. Palpitasi Membaca buku, menonton televise,
4. Merasa tidak berdaya bermain, aktivitas terapi,
Objektif : membacacerita, bernyayi)
Edukasi
1. Frekuensi napas
- Jelaskan manfaat dan jenis distraksi
meningkat bagi panca indera (mis. Music,
2. Frekuensi nadi perhitungan, televise, baca,
meningkat video/permainan genggam)
3. Tekanan darah - Anjurkan menggunakan teknik sesuai
meningkat dengan tingkat energy, kemampuan,
usia, tingkat perkembangan
4. Diaphoresis
- Anjurkan berlatih teknik distraksi
5. Tremor
6. Muka tampak pucat 4.Terapi Akupresur (I.06209)
7. Suara bergetar Definisi
8. Kontak mata buruk Menggunakan teknik penekanan pada titik
9. Sering berkemih tertentu untuk mengurangi nyeri,
10. Berorientasi pada masa meningkatkan relaksasi, mencegah atau
mengurangi mual
lalu
Observasi
- Periksa tingkat kenyamanan
Kondisi klinis terkait psikologis dengan sentuhan
1. Penyakit kronis - Periksa tempat yang sensitive untuk
progresif dilakukan penekanan dengan jari
2. Penyakit akut Terapeutik
3. Hospitalisasi - Tentukan titik akupuntur, sesuai
4. Rencana operasi dengan hasil yang dicapai
5. Kondisi diagnosis - Rangsang titik akupresur dengan jari
penyakit belum jelas atau ibu jari dengan kekuatan tekanan
6. Penyakit neurologis yang memadai
7. Tahap tumbuh kembang - tekan jari atau pergelangan tangan
untuk mengurangi mual
- tekanan bagian otot yang tegang
hingga rileks atau nyeri menurun,
sekitar 15-20 detik
Edukasi
- anjurkan untuk rileks
- ajarkan keluarga atau orang terdekat
melakukan akupresur secara mandiri
Kolaborasi
- kolaborasi dengan terapis yang
tersertifikasi

Implementasi dan Evaluasi


Hari/Tanggal Diagnosis Implementasi Evaluasi
Sabtu-senin, Nyeri akut 1. Manajemen nyeri (I.08238) Subjektif :pasien menyatakan rasa
25-27 april 2020
- mengidentifikasi lokasi, karakteristik, nyerinya berkurang.
durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri. Objektif :Meringis dan sikap
- memberikan tehnik non farmakologis protektif oleh pasien nampak
untuk mengurangi rasa nyeri( mis, TENS, berkurang, pasien memahami dan
hipnosis, akupresure, terapi musik, dapat melakukan cara memanajemen
biofeedback, terapi pijat, aroma terapi, nyeri dan memantau nyeri, serta
tehnik imajinasi terbimbing, kompres pasien nampak tenang saat
hangat/dingin, terapi bermain) mendengarkan murottal alquran
- mengontrol lingkungan yang memperberat Assesment : Nyeri belum teratasi
rasa nyeri (mis. Suhu ruangan, Planning :Pertahankan intervensi
pencahayaan , kebisingan) - Manajemen Nyeri
- menjelaskan penyebab, periode, dan - Pemantauan Nyeri
pemicu nyeri - Terapi Murattal
- menjelaskan strategi meredakan nyeri Hentikan intervensi
- mengajarkan tehnik non farmakologis - Pemberian analgesik
untuk mengurangi rasa nyeri
- Berkolaborasi pemberian analgesik,jika
perlu
2. Pemberian Analgesik (I.08243)
- mengidentifikasi riwayat alergi obat
- Mendiskusikan jenis analgesik yang
disukai untuk mencapai analgesik yang
optimal.
- Menjelaskan efek samping obat
- Berkolaborasi pemberian dosis dan jenis
analgesik, seusia indikasi
3.Pemantauan Nyeri (I.08242)
- Memonitor durasi dan frekuensi nyeri
- Mengatur interval waktu pemantauan
sesuai dengan kondisi pasien
- Menjelaskan tujuan dan prosedur
pemantauan.
Terapi Murattal (I.08249)
- Mengidentifikasi lama dan durasi
pemberian sesuai dengan kondisi pasien
- Memposisikan dalam posisi lingkunga
yang nyaman
- Menjelaskan tujuan dan manfaat terapi

Sabtu-senin, Intolerasi Aktivitas 1.Manajemen Energi (I.05178) Subjektif :Pasien mengatakan dapat
25-27 april 2020
beraktivitas meski yang ringa-ringan
- Memonitor pola dan jam tidur
seperti berjalan
- Memonitor lokasi dan ketidaknyamanan
Objektif :pasien nampak dapat
selama melakukan aktivitas
berjalan meski dalam jarak dekat,
- Menyediakan lingkungan nyaman dan
pasien nampak dapat tidur dengan
rendah stimulus (mis. Cahaya, suara,
mudah,
kunjungan)
- Memberikan aktivitas distraksi yang Assesment : Intoleransi aktivitas
menenagkan teratatasi
- Menganjurkan tirah baring Planning :Hentikan intervensi :
- Menganjurkan melakukan aktivitas secara - Manajemen energi
terhadap - Dukungan tidur
- Mengajarkan streategi koping untuk - Terapi aktivitas
mengurangi kelelahan - Edukasi latihan fisik
- Berkolaborasi dengan ahli gizi tentang cara
meningkatkan asupan makanan

2.Dukungan tidur (I.05174)


- Mengidentifikasi faktor pengganggu tidur
(fisik dan/atau psikologis)
- Memodifikasi lingkungan (mis.
Pencahayaan, kebisingan, suhu, matras,
dan tempat tidur)
- Menjelaskan pentingnya tidur cukup
selama sakit
3.Terapi Aktivitas (I.05186)
- mengidentifikasi defisit tingkat aktivitas
- Memonitor respon emosional,fisik, sosial,
dan spiritual, bterhadap aktivitas
- memfasilitasi memilih aktivitas dan
tetapkan tujuan aktivitas yang konsisten,
sesuai kemampuan fisik, psikologi dan
sosial
- memfasilitasi aktivitas motorik untuk
merelaksasi otot
- menjelaskan metode aktivitas fisik sehari-
hari, jika perlu
- menganjurkan melakukan aktivitas fisik,
sosial, spiritual, dan kognitif dalam
menjaga fungsi dan kesehatan
- mengkolaborasi dengan terapis okupasi
dalam merencanakan dan memonitor
progran aktivitas, jika sesuai
4.Edukasi latihan fisik (I.12389)
- mengidentifikasi kesiapan dan
kemampuan menerima informasi
- menyediakan materi dan media pendidikan
- menjelaskan jenis latihan yang sesuai
kondisi kesehatan
- Menjelaskan frekuensi, durasi, dan
intensitas, program latihan yang
diinginkan
- mengajarkan teknik pernapasan yang tepat
untuk memaksimalkan penyerapan
oksigen selama latihan fisik
Sabtu-senin, Nausea 1.Menejemen mual (I.03117) Subjektif :Pasien menganyatakan
25-27 april 2020
rasa mual dan ingin muntah
- Mengidentifikasi pengalaman mual
berkurang
- Memberikan makanan dalam jumlah
Objektif : rasa mual dan muntah
kecil dan menarik
pasien Nampak berkurang
- Menganjurkan istrahat dan tidur yang cukup
sertapasien nampak memahami
- Melakukan pemberian anti emetik, jikaperlu
bagaimana cara mengatasinya
Assesment : Mual muntah belum
2.Menejmen Muntah (I.03118)
- Memeriksa volume muntah teratasi
- Mengurangi atau hilangkan keadaan Planning :pertahankan intervensi
penyebab muntah (mis. Kecemasan dan - Manajemen mual
ketakutan) - Manajemen muntah
- Menganjurkan memperbaiki istirahat Hentikan intervensi :
- Berkolaborasi pemberian anti emetic jika - Edukasi teknik napas
perlu - Pemberian obat oral
3.Edukasi Teknik Napas (I.012452)
- mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan
menerima informasi
- menyediakan materi dan media pendidikan
- menjelaskan tujuan dan manfaat teknik
napas
- menganjurkan memposisikan tubuh
senyaman mungkin (mis. Duduk atau
berbaring)
- mengajarkan melakukan inspirasi dengan
menghirup udara melalui hidung secara
perlahan
- mengajarkan melakukan ekspirasi dengan
menghembuskan udara mulut
- mendemonstrasikan menarik napas selama
4 detik, menahan napas selama 2 detik dan
menghembuskan napas selama 8 detik
4.Pemberian obat oral (I.03128)

- mengidentifikasi kemungkinan alergi,


interaksi dan kontraindikasi obat
(mis.gangguan menelan, nausea/muntah,
inflamasi usus, peristaltik menurun,
kesadaran menurun, program puasa)
- Memonitor efek lokal, efek sistemik dan
efek samping obat
- melakukan prinsip 6benar
(pasien,obat,dosis,waktu,rute,dokumentasi
- meberikan obat oral sebelum makan atau
setelah makan, sesuai kebutuhan
- menjelaskan jenis obat, alasan pemberian,
tindakan yang diharapkan, dan efek
samping sebelum pemberian
- mengajarkan pasien dan keluarga tentang
cara pemberian obat secara mandiri

Sabtu-senin, Defisit Pengetahuan 1. Edukasi kesehatan (I.12383) Subjektif :pasien menyatakan mau
25-27 april 2020
- Mengidentifikasi kesiapan dan menerima informasi tentang cara
kemampuan menerima informasi menangani masalah kesehatannya
- Mengidentifikasi faktor faktor yang dapat baik itu terkait nyeri, stress dan
meningkatkan dan menurunkan motivasi cairan yang dibutuhkan
perilaku hidup bersih dan sehat Objektif :pasien nampak serius
- Menyediakan materi dan media dalam memperoleh informasi dan
pendidikan kesehatan nampak memhami informasi yang
- Memberikan kesempatan untuk bertanya dibuktikan dengan tindakan
- Menjelaskan faktor resiko yang dapat perubahan dan praktek intervensi.
mempengaruhi kesehatan Assesment : Defisit pengetahuan
- Mengajarkan perilaku hidup bersih dan teratasi
sehat Planning : Hentikan intervensi :
2.Edukasi Manajemen Nyeri (I.12391) - Edukasi kesehatan
- Mengidentifikasi kesiapan dan - Edukasi manajemen nyeri
kemampuan menerima informasi - Edukasi manajemen stress
- menyediakan materi dan media pendidikan - Edukasi terapi cairan
kesehatan
- memberikan kesempatan untuk bertanya
- menjelaskan penyebab, periode, dan
strategi meredakan nyeri
- menganjurkan menggunakan analgetik
secara tepat
- mengajarkan teknik nonfarmakologis
untuk mengurangi rasanyeri
3.Edukasi manajemen Stres (I.12392)
- mengidentifikasi kesiapan dan
kemampuan menerima informasi
- menyediakan materi dan media pendidikan
kesehatan
- memberikan kesempatan untuk bertanya
- mengajarkan teknik relaksasi
- mengajarkan latihan asertif
4.Edukasi terapi cairan (I.12454)
- mengidentifikasi kesiapan dan
kemampuan menerima informasi
- menyediakan materi dan media pendidikan
kesehatan
- memberikan kesempatan untuk bertanya
- menjelaskan pentingnya cairan bagi tubuh
- menjelaskan jenis dan fungsi cairan dalam
tubuh
- menjelaskan komposisi dan distribusi
cairan tubuh
- mengajarkan mengatasi masalah
kekurangan cairan secara mandiri
Sabtu-senin, Ansietas 1.Reduksi ansietas (I.09314) Subjektif :Pasien menyatakan tidak
25-27 april 2020
merasa cemas lagi terhadap
- Mengidentifikasi sangat singkat ansietas
berubah (mis. Kondisi, waktu, stresor) keadaannya dan sudah memahami
- Memonitor tanda-tanda ansietas (verbal cara menanganinya
dan nonverbal)
Objektif :Pasien nampak tenang
- Menciptakan suasana terapeutik utuk
menumbuhkan kepercayaan saat kondisi yang dikeluhkan timbul
- Memahami situasi yang membuat ansietas dan dapat mengatasinya dengan cara
- Menjelaskan prosedur, termasuk sensasi
distraksi ataupun akupresur
yang mungkin dialami
- Menganjurkan mengungkapkan perasaan Assesment : Ansietas teratasi
dan persepsi Planning :Hentikan Intervensi:
- Melatih teknik relaksasi - Reduksi ansietas
- Berkolaborasi pemberian obat antiansietas,
- Terapi distraksi
jika perlu
- Terapi relaksasi
2.Terapi relaksasi (I.09326) - Terapi akupresur
- Memonitor respon terhadap relaksasi
- Menggunakan pakaian longgar
- Menjelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan
jenis relaksasi yang tersedia (Mis. Musik,
meditasi, napas dalam, relaksasi otot
progresif)
3.Teknik Distraksi (I.08247)
- mengidentifikasi pilihan teknik distraksi
yang diinginkan
- menggunakan teknik distraksi (mis.
Membaca buku, menonton televise,
bermain, aktivitas terapi, membacacerita,
bernyayi)
- menjelaskan manfaat dan jenis distraksi
bagi panca indera (mis. Music,
perhitungan, televise, baca,
video/permainan genggam)
- menganjurkan menggunakan teknik sesuai
dengan tingkat energy, kemampuan, usia,
tingkat perkembangan
- menganjurkan berlatih teknik distraksi

4.Terapi Akupresur (I.06209)


- memeriksa tingkat kenyamanan psikologis
dengan sentuhan
- memeriksa tempat yang sensitive untuk
dilakukan penekanan dengan jari
- menentukan titik akupuntur, sesuai dengan
hasil yang dicapai
- merangsang titik akupresur dengan jari
atau ibu jari dengan kekuatan tekanan
yang memadai
- menekan jari atau pergelangan tangan
untuk mengurangi mual
- menekanan bagian otot yang tegang
hingga rileks atau nyeri menurun, sekitar
15-20 detik
- mengajarkan keluarga atau orang terdekat
melakukan akupresur secara mandiri
- mengkolaborasi dengan terapis yang
tersertifikasi
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Menstruasi adalah proses alamiah yang terjadi pada perempuan.
Menstruasi merupakan perdarahan yang teratur dari uterus sebagai tanda
bahwa organ kandungan telah berfungsi matang. Umumnya, remaja yang
mengalami menarche adalah pada usia 12 sampai dengan 16 tahun.
Menstruasi yang terjadi pada perempuan biasanya mengalami gangguan.
Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah perubahan
kadar hormon akibat stres atau dalam keadaan emosi yang kurang stabil.
Dalam Sari (2018) disebutkan Dysmenorhoe adalah Menstruasi yang
sangat menyakitkan, terutama terjadi pada perut bagian bawah dan
punggung serta biasanya terasa seperti kram (Varney, 2006).Dismenore
adalah gangguan fisik pada wanita yang sedang menstruasi berupa
gangguan nyeri/ kram perut.Kram tersebut terutama dirasakan di daerah
perut bagian bawah menjalar ke punggung atau permukaan dalam paha
(Marlinda, dkk. 2016).

3.2 Saran
Dengan adanya Makalah “ASKEP Gangguan sistem reproduksi” yang penulis buat ini
dapat meningkatkan pengetahuan dari pembaca tetntang Gangguan Sistem Reproduksi dan
memahami cara menanganinya. Jagalah kesehatan Sistem Reproduksi kita agar terhindar dari
penyakit yang tidak kita inginkan.
DAFTAR PUSTAKA
Janita Sari,Sugiarti. 2018. GAMBARAN IMT DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI
(DYSMENORHOE, AMENORE,OLIGOMENORE) PADA MAHASISWA TINGKAT 1

PPNI (2018).Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik,


Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
PPNI (2018).Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan,
Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
PPNI (2018).Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan,
Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
ASKEP Keluarga Berencana (KB)
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Maternitas II yang diampuh oleh
Ns. Rini Wahyuni Mohammad S.kep

Disusun Oleh:

RAYHAN BINTI HASAN (841418025)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat,
taufik dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Askep ini. Makalah Askep
ini terwujud berkat partisispasi berbagai pihak.Oleh Karena itu, kami menyampaikan terima
kasih yang sebesar-besarnya.
Tak ada gading yang tak retak begitu juga kami menyadari bahwa makalah Askep ini
masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami mohon kritik dan saran yang bersifat
membangun agar kami menjadi lebih baik lagi. Adapun harapan kami semoga makalah ini dapat
diterima dengan semestinya dan bermanfaat bagi kita semua dan semoga Allah SWT meridhai
kami.Aamiin.

Gorontalo , April 2020

Penulis
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Keluarga Berencana (KB) merupakan tindakan yang membantu individu atau pasangan

suami istri untuk mendapatkan objektif tertentu, menghindari kelahiran yang tidak di

inginkan, mengatur interval di antara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam

hubungan suami istri dan menentukan jumlah anak dalam keluarga. Program KB tidak

hanya bertujuan untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, melainkan juga untuk

memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi (KR) yang

berkualitas, menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) serta

penanggulangan masalah kesehatan reproduksi untuk membentuk keluarga kecil

berkualitas. Intenational Conference on Population and Development (ICPD) di Kairo

tahun 1994, menempatkan setiap individu mempunyai hak dalam mencapai tujuan

reproduksinya. Indonesia mempunyai kebijakan untuk mengendalikan pertumbuhan

penduduk diantara nya melalui program KB, akan tetapi beberapa tahun terakhir program

yang dilakukan melalui KB stagnan. (Yuhedi dan Kurniawati,2013)

Hasil prevalensi KB di Indonesia berdasarkan Survei Pemantauan Pasangan Usia Subur

tahun 2013 mencapai angka 65,4% dengan metode KB yang didominasi oleh peserta KB

suntikan (36%), pil KB (15,1%), Implant (5,2%), IUD (4,7%), dan MOW (2,2%). Hasil

tersebut sedikit menurun jika dibandingkan dengan hasil survey tahun 2009-2011 prevalensi

KB cenderung tetap pada kisaran angka 67,5% (BKKBN, 2013). Secara nasional sampai

bulan Juli 2014 sebanyak 4.309.830 peserta KB baru di dominasi oleh peserta Non MKJP

yaitusebesar 69,99%, sedangkan untuk peserta MKJP hanyasebesar 30,01% (BKKBN,

2014).
Sejalan dengan hasil Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) menunjukkan bahwa pada

tahun 2013 wanita usia 15-49 tahun dengan status kawin sebesar 59,3% PUS menggunakan

KB modern (Implan, MOW, MOP, IUD, Kondom, Suntik dan pil), dan 0,4% menggunakan

KB tradisional (MAL, Kalender dan Senggama terputus). Selainitusebanyak 24,7% PUS

pernah melakukan KB dan 15,5 tidakmelakukan KB. Metode kontrasepsi yang paling

banyak digunakan oleh peserta KB baru ialah suntik sebanyak 48,56% (Kemeskes RI,2014).

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana Konsep Keperawatan Keluarga Berencana
1.3 Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui Konsep Keperawatan Keluarga Berencana
BAB II
PEMBAHASAN

Pengkajian Asuhan Keperawatan Keluarga Berencana


Di Desa Sipayo

PENGKAJIAN KELUARGA BERENCANA


Nama Mahasiswa:Rayhan binti Hasan Tanggal pengkajian :25 April 2020
NIM :841418025 Ruangan/RS :-
Tanggal Masuk Rumah Sakit: -

I. Data umum klien :


1. Inisial klien : Ny. I.I Inisial suami : Tn. I.S
2. Usia : 30 tahun Usia : 39 tahun
3. Status perkawinan :Menikah Suku : Gorontalo
4. Pekerjaan :IRT Pekerjaan : Sopir
5. Pendidikan terakhir :SD Pendidikan terakhir : SD
6. Suku :Gorontalo Agama : Islam
7. Agama : Islam
8. Alamat : Desa Sipayo kec.Paguat

II. Data umum kesehatan saat ini


TB/BB : 175 cm / 59 kg
Keadaan umum : Komposmentis
Tanda-tanda vital : TD: 130/70 mmHg, N : 84 x/mnt, P :24 x/mnt, S: 36,8oC
Kepala dan rambut :
Bentuk kepala : mesochepal, tidak terdapat benjolan, klien mengatakan saat pertama
menggunakan alat Kontrasepsi ia sering sakit kepala dan pusing
Keadaan rambut : warna rambut hitam, rambut sedikit ikal, rambut tidak rontok
Kebersihan rambut : tidak terdapat pityriasis capitis
Wajah/muka : bentuk wajah simetris, tidak terdapat edema
Mata : bentuk mata simetris, bersih
Konjungtiva : Konjungtiva anemis
Sclera : putih,tidak ikterik
Gangguan penglihatan : klien tidak memiliki gangguan penglihatan
Hidung : tidak ada secret, tidak ada polip, tidak terdapat kelainan cuping hidung
Mulut : simetris, mukosa lembab, tidak terdapat stomatitis, tidak terdapat caries gigi
Telinga : simetris, pendengaran baik, tidak terdapat serumen
Leher : tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid, tidak terdapat pembesaran vena jugularis
Dada : simetris, tdak ada retraksi dinding dada, tidak terdapat suara wheezing dan ronchi
payudara : simetris, putting menonjol, pemberian ASI lancar, tidak terdapat benjolan
abnormal, tidak terdapat nyeri tekan
Abdomen : terdapat luka bekas operasi
Genitalia : tidak ada varises,tidak terdapat edema, tidak terdapat keputihan
Tungkai bawah : Tidak terdapat varises, tidak ada edema, ada reflex patella
III. Data umum kebidanan
Status obstetrik : P 3 A 0
Jumlah anak di rumah :
No Jenis Cara
Umur BB Lahir Keadaan Sekarang
. Kelamin Persalinan
1 15 tahun Laki-laki Spontan 3200 gram Hidup
2 12 tahun perempuan spontan 2800 gram Hidup
3 14 bulan perempuan SC 2800 gram Hidup
Alasan datang ke klinik : klien pergi ke klinik untuk memasang KB implan
Lama perkawinan : 16 tahun
Masalah untuk hamil : Klien mengatakan tidak terdapat masalah untuk hamil
Masalah selama kehamilan : Klien mengatakan tidak terdapat masalah selama
Masalah setelah melahirkan : Klien mengatakan tidak terdapat masalah setelah melahirkan
Riwayat penggunaaan metode kontrasepsi (hormonal/non hormonal) : Hormonal
No Jenis Tahun s/d Masalah Alasan Penghentian
. Kontrasepsi Tahun Pemakaian Pemakaian
1 Suntik 3 bulan 2006-2007 Tidak terdpapat Ingin hamil lagi
masalah
2 IUD 2010-2018 Tidak terdapat Ingin hamil lagi
masalah
3 Implan 2019-sekarang Klien mengeluh Belum berhenti
sakit kepala,
merasa mual
dan tidak
kunjung
menstruasi,
awal pemakaian
klien merasakan
sakit dan
bengkak selama
5 hari

Cara KB yang diminati saat ini : Implan


Riwayat sosial : Ny.I tinggal bersama suami dan ketiga anaknya, Ny.I berinteraksi dengan
baik terhadap tetangga sekitar, menghadiri undangan tetangga, serta menjenguk jika ada
tetangga yang sakit
Persetujuan/sikap suami terhadap Metode kontrasepsi yang dipilih : suami setuju dan
mendukung Ny.I dalam penggunaan metode kontrasepsi

Pengetahuan tentang berbagi metode kontrasepsi (pengertian, keuntungan, efek samping,


kontra indikasi) : Ny.I tidak mengetahui lebih spesifik mengenai metode kontrasepsi yang
seperti efek samping, kontra indikasi, dan keunggulannya. Ny.I hanya mengetahui bahwa
metode KB yang ia gunakan dapat mencegah kehamilan.
Pathway Keluarga Berencana

Metode Hormonal Benda asing Resiko Infeksi


dibawahkulit
IMPLAN

sirkulasi Progesteron Kurang pengetahuan


terhadap pemasangan
Stimulasi hipotalamus dan efek yang terjadi
Retensi cairan

Menekan LH dan FSH Defisit Pengetahuan


TD

Menghambat Ovulasi terhambat


produksi Menghambat
prostaglandin sirkulasi oksigenasi
Perub. Maturasi endometrium

Peningkatan
proteksi terhadap Nyeri kepala Dinding rahim sulit lepas
mukosa lambung
Amenorhe
Nyeri Akut
Iritasi mukosa
lambung Perubahan siklus haid

Asam lambung Ansietas


meningkat

Merangsang Nausea
muntah
Intervensi dan Luaran
N SDKI SLKI SIKI Rasional
o.
1. Nyeri Akut (D. 0077) Tingkat nyeri (L.08066) 1. Manajemen nyeri (I.08238) Manajemen Nyeri
Definisi : pengalman Definisi :
Kategori : psikologis Observasi
sensori atau emosional Mengidentifikasi dan mengelola
Subkategori: nyeri dan 2. Mengetahui lokasi
yang berkaitan dengan pengalaman sensori atau emosional
kenyamanan nyeri, karakteristik
kerusakan jaringan aktual yang berkaitan dengan kerusakan
Definisi : pengalaman nyeri, berapa lama
atau fungsional dengan jaringan atau fungsional dengan
sensorik atau emosional yang nyeri dirasakan serta
onset mendadak atau onset mendadak atau lambat dan
berkaitan dengan kerusasakan kualitas dan intensitas
lambat dan berintesitas berintensitas ringan hingga berat dan
jaringan aktual atau nyeri yang dirasakan
ringan hingga berat dan konstan
fungsional, dengan onset pasien untuk
konstan. Tindakan
mendadak atau lambat dan mengetahui
Kriteria hasil : Observasi
berintensitas ringan hingga penanganan apa yang
3. keluhan nyeri menurun 2. identifikasi lokasi,
berat yang berlangsung kurang akan diberikan.
4. meringis menurun karakteristik, durasi,
dari 3 bulan. Terapeutik.
frekuensi, kualitas, intensitas
Penyebab : 3. Agar pasien tidak akan
nyeri.
4. Agen pencedera ketergantungan pada
Terapeutik
fisiologis(mis, inflamasi, obat.
3. Berikan tehnik non
iskemia,neoplasma) 4. Memastikan pasien
farmakologis untuk
5. Agen pencedera merasakan nyaman
mengurangi rasa nyeri( mis,
kimiawi(mis, terbakar, sehingga nyeri yang
TENS, hipnosis, akupresure,
bahan kimia iritan) pasien rasakan tidak
6. Agen pencedera fisik(mis. terapi musik, biofeedback, semakin parah.
Abses, amputasi, terbakar, terapi pijat, aroma terapi, Edukasi
terpotong, mengangkat tehnik imajinasi terbimbing, 4. Dengan mengetahui
berat, prosedur operasi, kompres hangat/dingin, terapi penyebab, periode, dan
trauma, latihan fisik bermain) pemicu nyeri maka
berlebihan) 4. Kontrol lingkungan yang pasien dapat mengatasi
Gejala dan tanda mayor memperberat rasa nyeri (mis. nyerinya sendiri.
Subjektif : Suhu ruangan, pencahayaan , 5. Agar pasein dapat
2. Mengeluh nyeri kebisingan) memilih strategi untuk
Objektif : Edukasi meredeakan nyeri yang
6. Tampak meringis 4. Jelaskan penyebab, periode, ia rasakan sendiri
7. Bersikap protektif dan pemicu nyeri sesuai keinginan dan
(misalnya . waspada, 5. Jelaskan strategi meredakan kenyamanannya.
posisi menghindari nyeri 6. Agar pasein dapat
nyeri) 6. Ajarkan tehnik non mengetahui terapi
8. Gelisah farmakologis untuk farmakologi (obat-
9. Frekuensi nadi mengurangi rasa nyeri obatan) yang dapat
meningkat Kolaborasi digunakan selain non
10. Sulit tidur Kolaborasi pemberian analgesik,jika farmakologi jika terapi
Gejala dan tanda minor perlu non farmakologi tidak
Subjektif (tidak tersedia) berhasil.
Objektif : 2. Pemberian Analgesik(I.08243) Kolaborasi
Definisi : menyiapkan dan
8. Tekanan darah memberikan agen farmakologis Memastikan Terapi
analgetik yang diberikan
meningkat untuk mengurangi atau
efektif dengan melakukan
9. Pola nafas berubah menghilangkan rasa sakit. kolaborasi.
10. Nafsu makan berubah Tindakan
11. Proses berfikir Observasi
Pemberian Analgesik
terganggu - Identifikasi riwayat alergi
Tindakan
12. Menarik diri obat
Observasi
13. Berfokus pada diri Terapeutik
- Alergi obat adalah
sendiri - Diskusikan jenis analgesik
reaksi berlebihan
14. Diaforesis yang disukai untuk mencapai
sistem kekebalah
Kondisi klinis terkait analgesik yang optimal.
tubuh terhadap
6. Kondisi pembedahan Edukasi
obat-obatan
7. Cedera traumatis - Jelaskan efek samping obat
tertentu.
8. Infeksi Kolaborasi
Terapeutik
9. Syndrom koroner akut - Kolaborasi pemberian dosis
- Memastikan
10. glaukoma dan jenis analgesik, seusia
analgesik yang
indikasi
diberikan dapat
mengatasi
3.Pemantauan Nyeri (I.08242)
masalah/keluhan
Definisi : mengumpulkan dan
yang dirasakan.
menganalisa data nyeri
Edukasi
Tindakan:
- Efek samping obat
Observasi adalahkondisi yang
- Monitor durasi dan frekuensi muncul diluar efek
nyeri dari pengobatn
Terapeutik yangdiharapkan.
- Atur interval waktu Kolaborasi
pemantauan sesuai dengan - Memperhatikan
kondisi pasien langkah-langkah
Edukasi benar dalam
- Jelaskan tujuan dan prosedur pemberian obat dan
pemantauan. keseuaian target.
Kolaborasi
- Tidak tersedia

4.Aroma Terapi (I.08233)


Definisi:
memberikan minyak esensial melalui
inhalasi, pemijatan, mandi uap atau
kompres untuk meredakan nyeri,
menurunkan tekanan darah,
meningkatkan relaksasi, dan
kenyamanan
Tindakan :
Observasi
- Identifikasi pilihan aroma
yang disukai da tidak disukai
- Identifikasi tingkat nyeri,
stress, kecemasan dan alam
perasaan sebelum dan
sesudah aroma terapi
- Monitor ketidaknyamanan
sebelum dan setelah
pemberian (mis. Mual,
pusing)
Terapeutik
- Pilih minyak esensial yang
tepat sesuai indikasi
- Berikan minyak esensial
dengan metode yang tepat
(mis. Inhalasi, pemijatan,
mandi uap atau kompres)
Edukasi
- Ajarkan cara menyimpan
minyak esensial dengan tepat
- Anjurkan menggunakan
minyak esensial secara
bervariasi
- Anjurkan menghindari
kemasan minyak esensial dari
jangkauan anak-anak
Kolaborasi
- Konsultasikan jenis dan
dosis minyak esensial yang
tepat dan aman
2. Risiko Infeksi (0142) Tingkat Infeksi (L.14137) 1.Pencegahan Infeksi (I.4539) Tindakan
Kategori : lingkungan Observasi :
Definisi
Subkategori : keamanan dan Defnisi : Tanda dan gejala infeksi
proteksi Derajat infeksi
Mengidentifikasi dan menemukan adalah ruamkemerahan,
Definisi
berdasarkan observasi atau demam, rasa sakit, perih,
Berisiko mengalami risiko terserang organisme patogenik
peningkatan terserang sumber informasi pembengkakan, terdapat
organisme patogenik Tindakan : nanah
Kriteria Hasil:
Terpeutik :
Faktor Risiko Setelah dilakukantindakan  Observasi : Teknik aseptic adalah
1. Penyakit kronis (mis. segala upaya yang
keperawatanselama 3x24 j
Diabetes mellitus)
- Monitor tanda dan gejala dilakukan untuk mencegah
2. Efekprosedurinvasif am
3. Malnutrisi masuknya mikroorganisme
masalah RisikoInfeksidiha infeksi local dan sistemik
4. Peningkatan paparan O kedalam tubuh yang
rganisme patogen rapakan menurundan terata kemungkinan besar akan
Terapeutik :
lingkungan mengakibatkan infeksi
si denganindikator:
5. Ketidak adekuatan - Berikan perawatan kulit pada
pertahanan tubuh 1. Kebersihan tangan Edukasi :
area edema
primer:
cukup meningkat. 5 cara memeriksa luka
1) Gangguanperistaltik 2. Kebersihan badan - Perhatikan teknik aseptic akibat infeksi:
2) Kerusakanintegritas cukup meningkat pada pasien berisiko tinggi - Mencuci tangan
terlebih dahulu
kulit 3. Nyeri cukup menurun. Edukasi : - Periksa luka
3) Perubahansekresi 4. Bengkak menurun - Jelaskan tanda dan gejala dengan seksama
- Amati kemerahan
pH . infeksi atau pembengkakan
4) Penurunankerjasiliar - Ajarkan cara memeriksa luka - Waspadalah jika
rasa nyeri semakin
is atau luka operasi meningkat
5) Ketubanpecah lama Kolaborasi : - Jangan oleskan
salep antibiotic
6) Ketubanpecahsebelu - Kolaborasi pemberian kecuali dianjurkan
mwaktunya imunisasi jika perlu oleh dokter

7) Merokok 2.Pemantauan tanda vital


8) Statiscairantubuh (I.02060)
6. Ketidak adekuatan Definisi :
pertahanan tubuh Mengumpulkan dan menganalisis
sekunder data hasil pengukuran fungsi vital
1) Penurunanhemoglobin kardiovaskuler, pernapasan dan suhu
2) Imununosupresi tubuh
3) Leukopenia Tindakan
4) Supresiresponinflamasi Observasi
5) Vaksinasitidakadekuat - Monitor tekanan darah
KondisiKlinisterkait - Monitor nadi (frekuensi,
1. AIDS kekuatan irama)
2. Luka bakar - Monitor pernapasan
3. Penyakit paru obstruktifkr ( frekuensi kedalaman)
onis - Monitor suhu tubuh
4. Diabetes Melitus - Identivikasi penyebab
5. Tindakan invasif perubahan tandavital
6. Kondisipenggunaanterapi Teraputik
steroid - Atur interval pemantauan
7. PenyalahgunanObat sesuai kondisi pasien
8. Ketubanpecahsebelumwak - Dokumentasikan hasil
tunya pemantauan
9. Kanker Edukasi
10. Gagalginjal - Jelaskan tujuan dan prosedur
11. Imunosupresi pemantauan
12. Lymphedema - Informasikan hasil
13. Leukositopenia pemantauan jika perlu
14. Gangguanfungsihati Kolaborasi
- Tidak tersedia
3.Pemantauan Nutrisi (I.03123)
Definisi
Mengumpulkan dan menganalisis
data yang berkaitan dengan asupan
status gizi
Observasi
- Identifikasi factor yang
mempengaruhi asupan gizi
(mis, pengetahuan,
ketersediaan makanan,
budaya,mengunyah tidak
adekuat, gangguan menelan,
penggunaan obat-obatanpasca
operasi)
- Identifikasi perubahan berat
badan
- Identifikasi kelainan pada
kulit (mis. Memar yang
berlebihan, luka yang sulit
sembuh, dan pendarahan)
- Monitor asupan oral
Terapeutik
- Timbang berat badan
- Ukur antropometrik
komposisi tubuh (mis. Indeks
massa tubuhpengukuran
pinggang, dan ukuran lipatan
kulit)
Edukasi
- Jelaskan tujuan dan prosedur
pemantaun
- Informasikan hasil
pemantauan, jika perlu
Kolaborasi
- Tidak tersedia
4.Perawatan Area Insisi (I.14558)
Definisi
Mengidentifikasi dan meningkatkan
penyembuhan luka yang ditutup
dengan jahitan, klip atau staples
Observasi
- Periksa lokasi insisi adanya
kemerahan bengkak, atau
tanda-tanda dehisen atau
eviserasi
- Monitor proses penyembuhan
area insisi
- Monitor tanda dan gejala
infeksi
Terapeutik
- Bersihkan area insisi dengan
pembersih yang tepat
- Usap area insisi dari area
yang bersih menuju area
kurangbersih
- Berikan salep antiseptic, jika
perlu
Edukasi
- Jelaskan prosedur pada
pasien dengan menggunakan
alat bantu
- Ajarkan meminilakan
tekanan pada area insisi
- Ajarkan cara merawat area
insisi
Kolaborasi
- Tidak tersedia
3. Neusea (D.0076) Tingkat Nausea 1.Manajemen mual (I.03117) 3. Menejemenmual :
(L.08065)
Kategori : psikologis
Definisi : perasaan tidak Definisi : Mengidentifikasi dan Observasi :
Subkategori : nyeri dan nyaman pada bagian - Mual psikologis
mengelolaperasaan tidak nyaman
belakang tenggork atau terjadi sebelum
kenyaman
lambung yang pada bagian belakang tenggork atau
Definisi : mengakibatkan muntah. kemoterapi
Perasaan tidak nyaman pada Kriteria hasil: lambung yang mengakibatkan mulaisecara umum
2. Perasaan ingin muntah
bagian belakang tenggorokan muntah. tidak berespon
menurun.
atau lambung yang dapat Observasi : terhadap anti
- Identifikasi pengalaman mual
mengakibatkan muntah. emetik.
Terapeutik :
Penyebab Terapeutik :
- Berikan makanan dalam
- Pasien dapat
19. Ganguan biokimiawi
jumlah kecil dan menarik
menerima makanan
(mis. Uremia,
Edukasi :
yang diberikan ahli
ketoasidosis diabetik - Anjurkan istrahat dan tidur yang
gizi meskipun
20. Gangguan pada cukup
makanan sedikit
esofagus Kolaborasi :
- pembrian anti emetik, jika perlu akan tetapi bergizi
21. Distensi lambung
2.Manajmen Muntah (I.03118) serta menarik
22. Iritasi lambung
ketika dilihat.
23. Gangguan pankreas Definisi : Mengidentifikasi,
Edukasi :
24. Pereganggan kapsul mencegah dan mengelola refleks
- Istirahat adalah
limpa pengeluaran isi lambung
aktivitas dan bukan
25. Tumor terlokalisasi Observasi :
keadaan tidak
- Periksa volume muntah
(mis. Neuroma akustik,
melakukan apa-apa.
Teraputik
tumor otak primer atau
Sedangkan tidur
- Kurangi atau hilangkan keadaan
sekunder,
proses dimana
penyebab muntah (mis.
metastasistulang di
mengembalikan
Kecemasan dan ketakutan)
dasar tengkorak)
energi yang hilang.
Edukasi
26. Peningkatan tekanan
Kolaborasi :
- Anjurkan memperbaiki
intraabdominal (mis. istirahat - Pemberian anti
Keganasan Kolaborasi : emetik merupakan
kolaborasi pemberian anti emetik
intraabdomen) pemberianobat
jika perlu
27. Peningkatan tekanan yang diberikan
3.Edukasi Teknik Napas (I.012452)
intrakranial untuk
28. Peningkatan tekanan Definisi menghilangkan
Mengajarkan teknik pernapasan
intraorbital terjadinya mual.
untuk meningkatkan teknik relaksasi,
(mis.glaukoma) meredakan nyeridan ketidak 4. Menejemen muntah
nyamanan
29. Mabuk perjalanan Observasi :
30. Kehamilan Observasi - Untuk mengetahui
- Identifikasi kesiapan dan jumlah, kadar, dari
31. Aroma tidak sedap
kemampuan menerima
32. Rasa informasi muntah
Terapeutik Kolaborasi :
makanan/minuman
- Sediakan materi dan media - Untuk
yang tidak enak
pendidikan meminimalisirr
33. Stimulus penglihatan
- Jadwalkan pendidikan terjadinya refluks
tidak menyenangkan
kesehatan sesuai kesepakatan
34. Faktor psikologis (mis.
- Berikan kesempatan untuk
Kecemasan,ketakutan ,
bertanya
stres)
Edukasi
35. Efek agen - Jelaskan tujuan dan manfaat
teknik napas
farmakologis
- Jelaskan prosedur teknik
36. Efek toksin napas
- Anjurkan memposisikan
Gejala dan tanda mayor tubuh senyaman mungkin
(mis. Duduk atau berbaring)
Subjectif :
- Anjurkan menutup mata dan
4. Mengeluh mual berkonsentrasi penuh
- Ajarkan melakukan inspirasi
5. Merasa ingin munta
dengan menghirup udara
6. Tidak berniat makan melalui hidung secara
perlahan
Objectif :
- Ajarkan melakukan ekspirasi
(tidak tersedia) dengan menghembuskan
udara mulut
Gejala dan Tanda Minor - Demonstrasikan menarik
napas selama 4 detik,
menahan napas selama 2
Subjektif : detik dan menghembuskan
4. Merasa asam di mulut napas selama 8 detik
4.Pemberian obat oral (I.03128)
5. Sensasi panas/dingin
6. Sering menelan Definisi
Menyiapkan dan memberikan agen
Objektif : farmakologis melalui mulut untuk
6. Salifa meningkat mendapatkan efek lokal dan sistemik
Observasi
7. Pucat - Identifikasi kemungkinan
8. Diaforesis alergi, interaksi dan
kontraindikasi obat
9. Takikardia (mis.gangguan menelan,
10. Pupil dilatasi nausea/muntah, inflamasi
usus, peristaltik menurun,
kesadaran menurun, program
puasa)
- Monitor efek terapeutik obat
- Monitor efek lokal, efek
sistemik dan efek samping
obat
Terapeutik
- Lakukan prinsip 6benar
(pasien,obat,dosis,waktu,rute,
dokumentasi
- Berikan obat oral sebelum
makan atau setelah makan,
sesuai kebutuhan
Edukasi
- Jelaskan jenis obat, alasan
pemberian, tindakan yang
diharapkan, dan efek samping
sebelum pemberian
- Ajarkan pasien dan keluarga
tentang cara pemberian obat
secara mandiri
Kolaborasi
Tidak tersedia
4. Dfisit Pengetahuan (D. 0111) Tingkat pengetahuan 1.Edukasi kesehatan (I.1283) Observasi
Kategori: perilaku (L.12111) Definisi: 2. Faktor-faktor yang
Subkategori : penyuluhan Defiisi Mengajarkan pengelolaan faktor dapat
dan pembelajaran Kecukupan informasi resiko penyakit dan perilaku hidup mempengaruhi
Definisi : ketiadaan atau kognitif yang berkaitan bersih serta sehat hidup bersih dan
kurangnya informasi kognitif dengan topic tertentu. Tindakan sehat antara lain
yang berkaitan dengan topik Kriteria Hasil Observasi umur; tingkat
tertentu 3. Perilaku sesuai anjuran 3. Identifikasi kesiapan dan pengetahuan
meningkat
Penyebab : kemampuan menerima masyarakat; tingkat
4. Perilaku sesuai dengan
8. Keteratasan kognitif pengetahuan informasi pendidikan;
9. Gangguan fungsi meningkat 4. Identifikasi faktor faktor yang fasilitas dan sarana;
kognitif dapat meningkatkan dan serta perilaku
10. Kekeliruan mengikuti menurunkan motivasi petusa kesehatan.
anjuran perilaku hidup bersih dan Jika hal ini berjalan
11. Kurang terpapar sehat dan berfunsi
informasi Terapeutik sebagaimana
12. Kurang minat dalam 4. Sediakan materi dan media mestinya maka
belajar pendidikan kesehatan perilaku hidup
13. Kurang mampu 5. Jadwalkan pendidikan bersih dan sehat
mengingat kesehatan sesuai kesepakatan akan terlaksanakan.
14. Ketidaktahuan 6. Berikan kesempatan untuk Terapeutik
menemukan sumber bertanya 3. Pendidikan kesehatan
informasi Edukasi adalah proses
Gejala dan tanda mayor\ 3. Jelaskan faktor resiko yang meningkatkan control dan
Subjektif dapat mempengaruhi memperbaiki kesehatan
2. Menanyakan masalah kesehatan individu. Hal ini perlu
yang dihadapi 4. Ajarkan perilaku hidup bersih dilakukan oleh perawat dan
Objektif dan sehat atau tenaga kesehatan
3. Menunjukan perilaku 2.Edukasi Keluarga Berencana lainnya agar pasien dan
tidak sesuai anjuran (I.12381) atau masyarakat tahu dan
4. Menun jukan presepsi Definisi paham tentang hal-hal
yang keliru terhadap Memberikan informasi dan yang dapan menjadi
masalah memfasilitasi ibu dan pasangan sumber penyakit
Gejala dan tanda minor dalam penggunaan alat kontrasepsi
4. Edukasi
Subektif : tidak tersedia untuk mengukur jarak kelahiran 2. Menjelaskan faktor
Objektif: Observasi resiko yang dapat
3. Menjalani pemeriksaan - Identifikasi kesiapan dan mempengaruhi
yang tidak tepat kemampuan menerima kesehatan pada
4. Menu jukan perilaku informasi pasien bertujuan
berlebihan (mis. - Identifikasi pengetahuan untuk memberikan
Apatis, bermusughan, tentang alat kontrasepsi pengetahuan lebih
adikasi dan histerria) Terapeutik agar pasien dapat
Kondisi klinis terkait - Sediakan materi dan media menghindari faktor-
4. Kondisi klinis yang pendidikan kesehatan faktor tersebut dan
baru dihadapi oleh - Jadwalkan pendidikan mampu menjaga
klien kesehatan sesuai kesepakatan kesehatan.
5. Penyakit akut - Berikan kesempatan untuk
6. Penyakit kronis bertanya
- Lakukan penapisan pada ibu
dan pasangan untuk
penggunaan alat kontrasepsi
- Lakukan pemeriksaan fisik
- Fasilitasi ibu dan pasangan
dalam mengambil keputusan
menggunakan alat
kontrasepsi
- Diskusikan pertimbangan
agama, budaya
perkembangan, social
ekonomi terhadap pemilihan
alat kontrasepsi
Edukasi
- Jelaskan tentang system
reproduksi
- Jelaskan metode-metode alat
kontrasepsi
- Jelaskan aktivitas seksual
setelah mengikuti program
KB
3.Edukasi manajemen Stres
(I.12392)
Definisi
Mengajarkan pasien untuk
mengidentifikasi dan mengelola stres
akibat perubahan hidup sehari-hari
Observasi
- Identifikasi kesiapan dan
kemampuan menerima
informasi
Terapeutik
- Sediakan materi dan media
pendidikan kesehatan
- Jadwalkan pendidikan
kesehatan sesuai kesepakatan
- Berikan kesempatan untuk
bertanya
Edukasi
- Ajarkan teknik relaksasi
- Ajarkan latihan asertif
- Ajarkan membuat jadwal
olahragateratur
- Anjurkan tidur dengan baik
setiap malam (7-9 jam)
4.Edukasi Seksualitas (I.12447)
Definisi
Memberikan informasi dalam
memahami dimensi fisik dan
psikososial seksualitas
Observasi
- Identifikasi kesiapan dan
kemampuan menerima
informasi
Terapeutik
- Sediakan materi dan media
pendidikan kesehatan
- Jadwalkan pendidikan
kesehatan sesuai kesepakatan
- Berikan kesempatan untuk
bertanya
- Fasilitasi kesadaran keluarga
terhadap anak dan remaja
serta pengaruh media
Edukasi
- Jelaskan anatomi dan
fisiologi system reproduksi
laki-laki dan wanita
- Jelaskan perkembangan
seksualitas sepanjang siklus
kehidupan
- Jelaskan perkembangan
emosi pada anak remaja
- Jelaskan konsekuensi
negative mengasuh anak pada
usia dini (mis. Kemiskinan,
kehilangan, karir dan
pendidikan)
- Jelaskan risiko tertular
penyakit menular seksual dan
AIDS akibat seks bebas
- Anjurkan orangtua menjadi
educator seksualitas bagi
anak-anaknya
5. Ansietas (D.0080) Tingkat Ansietas 1.Reduksi ansietas (I.09314) Tindakan
(L.09093) Observasi :
Definisi : Definisi : 3. Untuk mencegah
Kondisi emosi dan Definisi : kondisi Meminimalkan kondisi individu dan ansietas memburuk
pengalaman subjektif individu emosional dan pengalaman pengalaman subyektif terhadap objek 4. Untuk mengetahui
terhadap objek yang tidak subjektif terhadap objek yang tidak jelas dan spesifik akibat
yang tidak jelas dan terjadinya ansietas
jelas dan spesifik akibat antisipasi bahaya yang Terapeutik :
spesifik akibat antisispasi
antisipasi bahaya yang bahaya yang memungkingkan individu melakukan 3. Untuk
memungkinkan individu memungkinkan individu tindakan untuk menghadapi menumbuhkan rasa
lakukan tindakan untuk melakukan tindakan untuk ancaman. percaya pasien
mengahadapi ancaman. menghadai ancaman. kepada perawat
Kriteria hasil : Tindakan :
4. Untuk mengetahui
Penyebab : 3. Verbalisasi Observasi :
kebingungan situasi yang
13. Krisis situasional 3. Identifikasi sangat singkat
menunurun menyebabkan
14. Kebutuhan tidak 4. Verbalisasi khawatir ansietas berubah (mis. ansietas
terpenuhi akibat kondisi yang Kondisi, waktu, stresor) Edukasi :
15. Krisis maturasional dihadapi menurun. 4. Monitor tanda-tanda ansietas 4. Untuk menghindari
16. Ancaman terhadap (verbal dan nonverbal) kecemasan pada
konsep diri Terapeutik : pasien
17. Ancaman terhadap 3. Ciptakan suasana terapeutik 5. Untuk mengurangi
kematian utuk menumbuhkan beban yang
18. Kekhawatiran kepercayaan dirasakan pasien
mengalami kegagalan 4. Pahami situasi yang membuat 6. Untuk dapat tetap
19. Disfungsi sistem ansietas tenang saat terjadi
keluarga Edukasi : ansietas
20. Hubungan orang tua- 4. Jelaskan prosedur, termasuk Kolaborasi :
anak tidak memuaskan sensasi yang mungkin dialami Untuk mengurangi ansietas
21. Faktor keturunan 5. Anjurkan mengungkapkan
(temperamen mudah perasaan dan persepsi
teragitasi sejal lahir) 6. Latih teknik relaksasi
22. Penyalahgunaan zat Kolaborasi :
23. Terpapar bahaya - Kolaborasi pemberian obat
lingkungan (mis. antiansietas, jika perlu
toksin,volutan, dan
lain-lain) 2.Terapi relaksasi (I.09326) Terapi relaksasi
24. Kurang terpapar Definisi : menggunakan teknik Tindakan :
peregangan untuk mengurangi tanda Observasi
informasi
dan gejala ketidaknyamanan seperti - Relaksasi bertujuan
nyeri, ketegangan otot, atau untuk mengurangi
Gejala dan Tanda Mayor
kecemasan. ketidaknyamanan
Subjektif : Tindakan : yang dirasakan,
4. Merasa bingung Observasi sehingga perlu
5. Merasa khawatir - Monitor respon terhadap diperhatikan
dengan akibat dari relaksasi apakah efeknya
Teraputik berhasil atau tidak.
kondisi yang dihadapi - Gunakan pakaian longgar Terapeutik
6. Sulit berkonsentrasi Edukasi - Pakaian longgar
Objektif - Jelaskan tujuan, manfaat, mempermudah
batasan, dan jenis relaksasi sirkulasi udara dan
2. Tampak gelisah
yang tersedia (Mis. Musik, mempermudah
Objektif : meditasi, napas dalam, pergerakan tubuh
4. Tampak gelisah relaksasi otot progresif) dan otot.
5. Tampak tegang Kolaborasi Edukasi
6. Sulit tidur Tidak tersedia - Membuat pasien
mengerti dan sadar
Gejala dan Tanda Minor 3.Teknik Distraksi (I.08247) akan pentingnya
Subjektif : Definisi tindakan relaksasi.
5. Mengeluh pusing Mengalihkan perhatian atau
mengurangi emosi dan pikiran
6. Anoreksia
negatif terhadap sensasi yang tidak
7. Palpitasi diinginkan
8. Merasa tidak berdaya
Objektif : Observasi
11. Frekuensi napas - Identifikasi pilihan teknik
meningkat distraksi yang diinginkan
12. Frekuensi nadi Terapeutik
- Gunakan teknik distraksi
meningkat
(mis. Membaca buku,
13. Tekanan darah menonton televise, bermain,
meningkat aktivitas terapi,
14. Diaphoresis membacacerita, bernyayi)
15. Tremor Edukasi
16. Muka tampak pucat - Jelaskan manfaat dan jenis
distraksi bagi panca indera
17. Suara bergetar
(mis. Music, perhitungan,
18. Kontak mata buruk televise, baca,
19. Sering berkemih video/permainan genggam)
20. Berorientasi pada masa - Anjurkan menggunakan
lalu teknik sesuai dengan tingkat
Kondisi klinis terkait energy, kemampuan, usia,
8. Penyakit kronis tingkat perkembangan
progresif - Anjurkan berlatih teknik
9. Penyakit akut distraksi
10. Hospitalisasi
11. Rencana operasi 4.Terapi Akupresur (I.06209)
12. Kondisi diagnosis Definisi
penyakit belum jelas Menggunakan teknik penekanan
13. Penyakit neurologis pada titik tertentu untuk mengurangi
14. Tahap tumbuh nyeri, meningkatkan relaksasi,
kembang mencegah atau mengurangi mual
Observasi
- Periksa tingkat kenyamanan
psikologis dengan sentuhan
- Periksa tempat yang sensitive
untuk dilakukan penekanan
dengan jari
Terapeutik
- Tentukan titik akupuntur,
sesuai dengan hasil yang
dicapai
- Rangsang titik akupresur
dengan jari atau ibu jari
dengan kekuatan tekanan
yang memadai
- tekan jari atau pergelangan
tangan untuk mengurangi
mual
- tekanan bagian otot yang
tegang hingga rileks atau
nyeri menurun, sekitar 15-20
detik
Edukasi
- anjurkan untuk rileks
- ajarkan keluarga atau orang
terdekat melakukan
akupresur secara mandiri
Kolaborasi
- kolaborasi dengan terapis
yang tersertifikasi

Implementasi dan Evaluasi


Hari/Tanggal Diagnosis Implementasi Evaluasi
Minggu-selasa, Nyeri akut 1. Manajemen nyeri (I.08238) Subjektif :pasien menyatakan sakit
26-28 april 2020 - mengidentifikasi lokasi, karakteristik, kepala berkurang
durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri. Objektif : wajah Meringis pasien
- memberikan tehnik non farmakologis nampak berkurang, pasien
untuk mengurangi rasa nyeri( mis, TENS, memahami dan dapat melakukan
hipnosis, akupresure, terapi musik, cara memantau nyeri dan
biofeedback, terapi pijat, aroma terapi, memanajemen nyeri dengan
tehnik imajinasi terbimbing, kompres Aromaterpi
hangat/dingin, terapi bermain) Assesment : Nyeri belum teratasi
- mengontrol lingkungan yang memperberat Planning :Pertahankan intervensi
rasa nyeri (mis. Suhu ruangan, - Manajemen Nyeri
pencahayaan , kebisingan) - Pemantauan Nyeri
- menjelaskan penyebab, periode, dan - Aromaterapi
pemicu nyeri Hentikan intervensi
- menjelaskan strategi meredakan nyeri - Pemberian analgesik
- mengajarkan tehnik non farmakologis
untuk mengurangi rasa nyeri
- Berkolaborasi pemberian analgesik,jika
perlu
2. Pemberian Analgesik (I.08243)
- mengidentifikasi riwayat alergi obat
- Mendiskusikan jenis analgesik yang
disukai untuk mencapai analgesik yang
optimal.
- Menjelaskan efek samping obat
- Berkolaborasi pemberian dosis dan jenis
analgesik, seusia indikasi
3.Pemantauan Nyeri (I.08242)
- Memonitor durasi dan frekuensi nyeri
- Mengatur interval waktu pemantauan
sesuai dengan kondisi pasien
- Menjelaskan tujuan dan prosedur
pemantauan.
4.Aroma Terapi (I.08233)
- mengidentifikasi pilihan aroma yang
disukai da tidak disukai
- mengidentifikasi tingkat nyeri, stress,
kecemasan dan alam perasaan sebelum
dan sesudah aroma terapi
- Memonitor ketidaknyamanan sebelum dan
setelah pemberian (mis. Mual, pusing)
- memilih minyak esensial yang tepat sesuai
indikasi
- memberikan minyak esensial dengan
metode yang tepat (mis. Inhalasi,
pemijatan, mandi uap atau kompres)
- menganjurkan menghindari kemasan
minyak esensial dari jangkauan anak-anak
- mengkonsultasikan jenis dan dosis minyak
esensial yang tepat dan aman
Minggu-selasa, Risiko Infeksi 1. Pencegahan Infeksi (I.4539) Subjektif :Pasien mengatakan
26-28 april 2020
bagian kulit tempat pemasangan KB
- Memonitor tanda dan gejala infeksi local
implan sudah tidak bengkak
dan sistemik
Objektif : sudah tidak terlihat tanda
- memberikan perawatan kulit pada area
infeksi pada kulit tempat
edema
pemasangan KB implan
- memperhatikan teknik aseptic pada pasien
Assesment : Risiko Infeksi teratasi
berisiko tinggi
Planning :Hentikan intervensi :
- menJelaskan tanda dan gejala infeksi
- Pencegahan Infeksi
- mengajarkan cara memeriksa luka atau
- Pemantauan tanda vital
luka operasi
- Pemantauan nutrisi
- mengkolaborasi pemberian imunisasi jika
- Perawatan area insisi
perlu
2.Pemantauan tanda vital (I.02060)
- mengidentivikasi penyebab
perubahan tandavital
- mengatur interval pemantauan sesuai
kondisi pasien
- mendokumentasikan hasil pemantauan
- menjelaskan tujuan dan prosedur
pemantauan
- menginformasikan hasil pemantauan jika
perlu
3.Pemantauan Nutrisi (I.03123)
- mengidentifikasi kelainan pada kulit (mis.
Memar yang berlebihan, luka yang sulit
sembuh, dan pendarahan)
- memonitor asupan oral
- mengukur antropometrik komposisi tubuh
(mis. Indeks massa tubuhpengukuran
pinggang, dan ukuran lipatan kulit)
- menjelaskan tujuan dan prosedur
pemantaun
- menginformasikan hasil pemantauan, jika
perlu
4.Perawatan Area Insisi (I.14558)
- memeriksa lokasi insisi adanya kemerahan
bengkak, atau tanda-tanda dehisen atau
eviserasi
- Memonitor proses penyembuhan area
insisi
- Memonitor tanda dan gejala infeksi
- membersihkan area insisi dengan
pembersih yang tepat
- mengusap area insisi dari area yang bersih
menuju area kurangbersih
- memberikan salep antiseptic, jika perlu
- menjelaskan prosedur pada pasien dengan
menggunakan alat bantu
- mengajarkan meminilakan tekanan pada
area insisi
- mengajarkan cara merawat area insisi
Minggu-selasa, Nausea 1.Menejemen mual (I.03117) Subjektif :Pasien menganyatakan
26-28 april 2020
rasa mual dan ingin muntah
- Mengidentifikasi pengalaman mual
berkurang
- Memberikan makanan dalam jumlah
Objektif : rasa mual dan muntah
kecil dan menarik
pasien Nampak berkurang serta
- Menganjurkan istrahat dan tidur yang cukup
pasien nampak memahami
- Melakukan pemberian anti emetik, jikaperlu
bagaimana cara mengatasinya
Assesment : Mual muntah belum
2.Menejmen Muntah (I.03118)
- Memeriksa volume muntah teratasi
- Mengurangi atau hilangkan keadaan Planning :pertahankan intervensi
penyebab muntah (mis. Kecemasan dan - Manajemen mual
ketakutan) - Manajemen muntah
- Menganjurkan memperbaiki istirahat Hentikan intervensi :
- Berkolaborasi pemberian anti emetic jika - Edukasi teknik napas
perlu - Pemberian obat oral
3.Edukasi Teknik Napas (I.012452)
- mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan
menerima informasi
- menyediakan materi dan media pendidikan
- menjelaskan tujuan dan manfaat teknik
napas
- menganjurkan memposisikan tubuh
senyaman mungkin (mis. Duduk atau
berbaring)
- mengajarkan melakukan inspirasi dengan
menghirup udara melalui hidung secara
perlahan
- mengajarkan melakukan ekspirasi dengan
menghembuskan udara mulut
- mendemonstrasikan menarik napas selama
4 detik, menahan napas selama 2 detik dan
menghembuskan napas selama 8 detik
4.Pemberian obat oral (I.03128)

- mengidentifikasi kemungkinan alergi,


interaksi dan kontraindikasi obat
(mis.gangguan menelan, nausea/muntah,
inflamasi usus, peristaltik menurun,
kesadaran menurun, program puasa)
- Memonitor efek lokal, efek sistemik dan
efek samping obat
- melakukan prinsip 6benar
(pasien,obat,dosis,waktu,rute,dokumentasi
- meberikan obat oral sebelum makan atau
setelah makan, sesuai kebutuhan
- menjelaskan jenis obat, alasan pemberian,
tindakan yang diharapkan, dan efek
samping sebelum pemberian
- mengajarkan pasien dan keluarga tentang
cara pemberian obat secara mandiri

Minggu-selasa, Defisit Pengetahuan 1. Edukasi kesehatan (I.12383) Subjektif :pasien menyatakan mau
26-28 april 2020
- Mengidentifikasi kesiapan dan menerima informasi tentang kondisi
kemampuan menerima informasi kesehatannya serta memahami
- Mengidentifikasi faktor faktor yang dapat tentang penggunaan alat kontrasepsi
meningkatkan dan menurunkan motivasi Objektif :pasien nampak serius
perilaku hidup bersih dan sehat dalam memperoleh informasi dan
- Menyediakan materi dan media nampak memhami informasi tentang
pendidikan kesehatan Keluarga berencana yaitu
- Memberikan kesempatan untuk bertanya penggunaan alat kontrasepsi yang
- Menjelaskan faktor resiko yang dapat dibuktikan dengan tindakan
mempengaruhi kesehatan perubahan dan praktek intervensi.
- Mengajarkan perilaku hidup bersih dan Assesment : Defisit pengetahuan
sehat teratasi
2. Edukasi Keluarga Berencana (I.12381) Planning : Hentikan intervensi :
- mengidentifikasi kesiapan dan - Edukasi kesehatan
kemampuan menerima informasi - Edukasi Keluarga berencana
- mengidentifikasi pengetahuan tentang alat - Edukasi manajemen stress
kontrasepsi - Edukasi Seksualitas
- menyediakan materi dan media pendidikan
kesehatan
- Berikan kesempatan untuk bertanya
- melakukan penapisan pada ibu dan
pasangan untuk penggunaan alat
kontrasepsi
- memfasilitasi ibu dan pasangan dalam
mengambil keputusan menggunakan alat
kontrasepsi
- mendiskusikan pertimbangan agama,
budaya perkembangan, social ekonomi
terhadap pemilihan alat kontrasepsi
- menjelaskan metode-metode alat
kontrasepsi
- menjelaskan aktivitas seksual setelah
mengikuti program KB
3.Edukasi manajemen Stres (I.12392)
Definisi
- mengidentifikasi kesiapan dan
kemampuan menerima informasi
- mengidentifikasi pengetahuan tentang alat
kontrasepsi
- menyediakan materi dan media pendidikan
kesehatan
- Berikan kesempatan untuk bertanya
- mengajarkan teknik relaksasi
- mengajarkan latihan asertif
- menganjurkan tidur dengan baik setiap
malam (7-9 jam)
4.Edukasi Seksualitas (I.12447)
- mengidentifikasi kesiapan dan
kemampuan menerima informasi
- menyediakan materi dan media pendidikan
kesehatan
- menjadwalkan pendidikan kesehatan
sesuai kesepakatan
- memberikan kesempatan untuk bertanya
- memfasilitasi kesadaran keluarga terhadap
anak dan remaja serta pengaruh media
- menjelaskan anatomi dan fisiologi system
reproduksi laki-laki dan wanita
- menjelaskan perkembangan seksualitas
sepanjang siklus kehidupan
- menjelaskan perkembangan emosi pada
anak remaja
menjelaskan konsekuensi negative
mengasuh anak pada usia dini (mis.
Kemiskinan, kehilangan, karir dan
pendidikan)
- menjelaskan risiko tertular penyakit
menular seksual dan AIDS akibat seks
bebas
- menganjurkan orangtua menjadi educator
seksualitas bagi anak-anaknya
Minggu-selasa, Ansietas 1.Reduksi ansietas (I.09314) Subjektif :Pasien menyatakan rasa
26-28 april 2020
cemas berkurang terhadap
- Mengidentifikasi sangat singkat ansietas
berubah (mis. Kondisi, waktu, stresor) keadaannya dan sudah memahami
- Memonitor tanda-tanda ansietas (verbal cara menanganinya
dan nonverbal)
Objektif :Pasien nampak cukup
- Menciptakan suasana terapeutik utuk
menumbuhkan kepercayaan tenang saat kondisi yang dikeluhkan
- Memahami situasi yang membuat ansietas timbul dan dapat mengatasinya
- Menjelaskan prosedur, termasuk sensasi
dengan cara distraksi ataupun
yang mungkin dialami
- Menganjurkan mengungkapkan perasaan akupresur
dan persepsi Assesment : Ansietas belum teratasi
- Melatih teknik relaksasi Planning :Pertahankan Intervensi:
- Berkolaborasi pemberian obat antiansietas, - Reduksi ansietas
jika perlu - Terapi distraksi

2.Terapi relaksasi (I.09326) Hentikan intervensi :


- Memonitor respon terhadap relaksasi - Terapi relaksasi
- Menggunakan pakaian longgar
- Menjelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan - Terapi akupresur
jenis relaksasi yang tersedia (Mis. Musik,
meditasi, napas dalam, relaksasi otot
progresif)
3.Teknik Distraksi (I.08247)
- mengidentifikasi pilihan teknik distraksi
yang diinginkan
- menggunakan teknik distraksi (mis.
Membaca buku, menonton televise,
bermain, aktivitas terapi, membacacerita,
bernyayi)
- menjelaskan manfaat dan jenis distraksi
bagi panca indera (mis. Music,
perhitungan, televise, baca,
video/permainan genggam)
- menganjurkan menggunakan teknik sesuai
dengan tingkat energy, kemampuan, usia,
tingkat perkembangan
- menganjurkan berlatih teknik distraksi

4.Terapi Akupresur (I.06209)


- memeriksa tingkat kenyamanan psikologis
dengan sentuhan
- memeriksa tempat yang sensitive untuk
dilakukan penekanan dengan jari
- menentukan titik akupuntur, sesuai dengan
hasil yang dicapai
- merangsang titik akupresur dengan jari
atau ibu jari dengan kekuatan tekanan
yang memadai
- menekan jari atau pergelangan tangan
untuk mengurangi mual
- menekanan bagian otot yang tegang
hingga rileks atau nyeri menurun, sekitar
15-20 detik
- mengajarkan keluarga atau orang terdekat
melakukan akupresur secara mandiri
- mengkolaborasi dengan terapis yang
tersertifikasi
BAB III
PENUTUP
a. Kesimpulan
Keluarga Berencana (KB) merupakan tindakan yang membantu individu atau
pasangan suami istri untuk mendapatkan objektif tertentu, menghindari kelahiran yang
tidak di inginkan, mengatur interval di antara kehamilan, mengontrol waktu saat
kelahiran dalam hubungan suami istri dan menentukan jumlah anak dalam keluarga.
Sedangkan Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan
upaya itu dapat bersifat sementara, dapat pula bersifat permanen. Penggunaan kontra
sepsi merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi fertilitas.
b. Saran
Program Keluarga Berencana sangat besar manfaatnya bagi sebuah keluarga
bahkan negara. Seperti mengurangi kesenjangan ekonomi keluarga, mengurangi resiko
aborsi, menurunkan angka kematian ibu, membantu mencegah HIV/AIDS serta menjaga
kesehatan mental keluarga. Olehnya itu, ada baiknya keluarga sudah sewajarnya
menerapkan anjuran pemerintah untuk memprogram kehamilan. Dan sebagai mahasiswa
keperawatan kita perlu mengetahui dan mepelajari mengenai materi kontrasepsi agar
mampu mengedukasi masyarakat nantinya serta menjadi informasi tambahan pribadi.
DAFTAR PUSTAKA

BKKBN. 2014. Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : BKKBN


Kemenkes RI. 2014. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2013. Jakarta : Kementrian Kesehatan
RI
PPNI (2018).Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik,
Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
PPNI (2018).Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan,
Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
PPNI (2018).Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan,
Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.