Anda di halaman 1dari 64

Asuhan Keperawatan

Keluarga Berencana dan Gangguan Sistem


Reproduksi
Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Keperawatan Maternitas II yang
diampuh Ns. Rini Wahyuni Mohamad S.Kep

Disusun Oleh:
Kelas A
Ririn Hasan (841418003)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2020
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan saya kemudahan
sehingga saya dapat menyelesaikan askep ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-
Nya tentunyasaya tidak akan sanggup untuk menyelesaikan askep ini dengan baik.
Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu
Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Saya mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-
Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga saya mampu untuk
menyelesaikan pembuatan askep sebagai tugas dari mata kuliah Keperawatan
Maternitas II dengan judul “ Asuhan Keperawatan Keluarga Berencana dan
Gangguan sistem reproduksi “

Saya tentu menyadari bahwa askep ini masih jauh dari kata sempurna dan
masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, saya
mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk askep ini, supaya askep ini
nantinya dapat menjadi askep yang lebih baik lagi. Kemudian apabila terdapat banyak
kesalahan pada askep ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Demikian, semoga askep ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Gorontalo, April 2020

Penyusun
Pengkajian Asuhan Keperawatan Keluarga Berencana
Di Desa Bunuyo

PENGKAJIAN KELUARGA BERENCANA


Nama Mahasiswa : Ririn Hasan
NIM : 841418003

I. Data umum klien :


1. Inisial klien : Ny. M I Inisial suami : Tn AD
2. Usia : 39 Usia : 40
3. Status perkawinan : sudah menikah Suku : Indonesia
4. Pekerjaan : URT Pekerjaan : Wiraswasta
5. Pendidikan terakhir : Sd Pendidikan terakhir : Sd
6. Suku : Indonesia Agama : Islam
7. Agama : Islam
8. Alamat : Desa Bunuyo

II. Data umum kesehatan saat ini


TB/BB : 160 cm/ 65 kg
Keadaan umum : Baik
Tanda-tanda vital : TD : 120/80 mmHg, N : 82 x/mnt, P : 24.x/mnt, S : 36,7 oC
Kepala dan rambut :
Bentuk kepala : Mesochepal, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan
Keadaan rambut : Tidak Rontok
Kebersihan rambut : Bersih, Tidak ada ketombe
Wajah/muka : Oval, tidak udem, tidak pucat
Mata : Simetris, tidak ada Rheum
Konjungtiva : Merah mudah, tidak anemis
Sclera : Putih, tidak ikterik
Gangguan penglihatan : tidak ada gangguan penglihatan
Hidung : Tidak ada polip, tidak ada sekret, tidak ada gerak cuping hidung saat
bernafas, tidak ada kelainan
Mulut : simetris, mukosa lembab, tidak stomatitis, tidak ada caries, gusi tidak
berdarah
Telinga : Simetris, pendengaran baik, tidak ada serumen, tidak ada infeksi
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan limfe, tidak ada pembesaran
vena jugularis
Dada : payudara : Klien tidak bersedia dikaji
Abdomen : Tidak ada luka bekas operasi
Genitalia : Klien tidak bersedia dikaji
Tungkai bawah :
III. Data umum kebidanan
Status obstetrik : P : 2 A : 0
Jumlah anak di rumah : 2

No Jenis Cara
Umur BB Lahir Keadaan Sekarang
. Kelamin Persalinan
1. 17 tahun Laki-laki Normal 3,2 kg Hidup
2. 12 tahun Laki-laki Normal 2,7 kg Hidup

Alasan datang ke klinik : untuk memasang Kb


Lama perkawinan : 19 tahun
Masalah untuk hamil : tidak ada masalah
Masalah selama kehamilan : tidak ada masalah
Masalah setelah melahirkan : tidak ada masalah
Riwayat penggunaaan metode kontrasepsi (hormonal/non hormonal) :

No Jenis Tahun s/d Alasan Penghentian


Masalah Pemakaian
. Kontrasepsi Tahun Pemakaian
1. Pil 2008-2010 Merasa mual Sering merasa mual
Suntikan 2011-2015 Tidak adanya Kadang-kadang
menstruasi selama sebulan tidak
ada haid
3. IUD 2016-sekarang Jika berhubungan
seksual pada
awalnya merasakan
benang dari iud
tersebut

Cara KB yang diminati saat ini : IUD


Riwayat sosial : tidak ada
Persetujuan/sikap suami terhadap Metode kontrasepsi yang dipilih : suami setuju
Pengetahuan tentang berbagi metode kontrasepsi (pengertian, keuntungan, efek
samping, kontra indikasi) : klien tidak menjawab
Pathway

Alat kontrasepsi Dipasang didalam


rahim

IUD

Respon tubuh terhadap


Pemasangan IUD Istri mengeluh sakit
benda asing yang masuk Dispareunia
tidak tepat karena benang terlalu
dalam tbuh panjang

Cemas terhadap
Adanya
kondisi yang
Inflamasi perdarahan
dialami
Perubahan pola Ketidaknyamanan
seksual dalam seksual

Resiko infeksi Nyeri akut


Ansietas
Pola seksual Gangguan rasa
tidak efektif nyaman
Diagnosa

1. Nyeri Akut (D. 0077)


Kategori : psikologis
Subkategori: nyeri dan kenyamanan
2. Pola Seksual Tidak Efektif (D.0071)
Kategori : Fisiologis
Subkategori : Reproduksi dan Seksualitas
3. Gangguan Rasa Nyaman (D.0074)
Kategori : Psikologis
Subkategori : Nyeri dan kenyamanan
4. Ansietas (D.0080)
Kategori : Psikologis
Subkategori : Integritas Ego
5. Resiko infeksi (D.0142)
Kategori : Lingkungan
Subkategori : Keamanan dan proteksi
Intervensi dan Luaran

NO SDKI SLKI SIKI


1. Nyeri Akut (D. 0077) Tingkat nyeri (L.08066) 1. Manajemen nyeri (I.08238)
Kategori : psikologis Definisi : pengalman sensori Definisi : Mengidentifikasi dan
Subkategori: nyeri dan kenyamanan atau emosional yang berkaitan mengelola pengalaman sensori atau
Definisi : pengalaman sensorik atau dengan kerusakan jaringan emosional yang berkaitan dengan
emosional yang berkaitan dengan aktual atau fungsional dengan kerusakan jaringan atau fungsional
kerusasakan jaringan aktual atau onset mendadak atau lambat dan dengan onset mendadak atau lambat
fungsional, dengan onset mendadak berintesitas ringan hingga berat dan berintensitas ringan hingga berat
atau lambat dan berintensitas ringan dan konstan. dan konstan
hingga berat yang berlangsung kurang Kriteria hasil : Tindakan
dari 3 bulan. 1. keluhan nyeri menurun Observasi
Penyebab : 2. meringis menurun 1. Identifikasi lokasi, karakteristik,
1. Agen pencedera fisiologis(mis, durasi, frekuensi, kualitas,
inflamasi, iskemia,neoplasma) intensitas nyeri.
2. Agen pencedera kimiawi(mis, Terapeutik
terbakar, bahan kimia iritan) 1. Berikan tehnik non
3. Agen pencedera fisik(mis. Abses, farmakologis untuk mengurangi
amputasi, terbakar, terpotong, rasa nyeri( mis, TENS,
mengangkat berat, prosedur hipnosis, akupresure, terapi
operasi, trauma, latihan fisik musik, biofeedback, terapi pijat,
berlebihan) aroma terapi, tehnik imajinasi
Gejala dan tanda mayor terbimbing, kompres
Subjektif : hangat/dingin, terapi bermain)
1. Mengeluh nyeri 2. Kontrol lingkungan yang
Objektif : memperberat rasa nyeri (mis.
1. Tampak meringis Suhu ruangan, pencahayaan ,
2. Bersikap protektif (misalnya . kebisingan)
waspada, posisi menghindari Edukasi
nyeri) 1. Jelaskan penyebab, periode, dan
3. Gelisah pemicu nyeri
4. Frekuensi nadi meningkat 2. Jelaskan strategi meredakan
5. Sulit tidur nyeri
Gejala dan tanda minor 3. Ajarkan tehnik non
Subjektif (tidak tersedia) farmakologis untuk mengurangi
Objektif : rasa nyeri
1. Tekanan darah meningkat Kolaborasi
2. Pola nafas berubah 1. Kolaborasi pemberian
3. Nafsu makan berubah analgesik,jika perlu
4. Proses berfikir terganggu
5. Menarik diri
6. Berfokus pada diri sendiri 2. Pemantauan Nyeri (I.08242)
7. Diaforesis Definisi : mengumpulkan dan
Kondisi klinis terkait menganalisa data nyeri
1. Kondisi pembedahan Tindakan:
2. Cedera traumatis Observasi
3. Infeksi 1. Monitor durasi dan frekuensi
4. Syndrom koroner akut nyeri
5. glaukoma Terapeutik
1. Atur interval waktu pemantauan
sesuai dengan kondisi pasien
Edukasi
1. Jelaskan tujuan dan prosedur
pemantauan.
Kolaborasi
(Tidak tersedia)

3. Pemberian Analgesik
Definisi : menyiapkan dan memberikan
agen farmakologis untuk mengurangi
atau menghilangkan rasa sakit.
Tindakan
Observasi
1. Identifikasi riwayat alergi obat
Terapeutik
1. Diskusikan jenis analgesik yang
disukai untuk mencapai
analgesik yang optimal.
Edukasi
1. Jelaskan efek samping obat
Kolaborasi
1. Kolaborasi pemberian dosis dan
jenis analgesik, seusia indikasi

4. Terapi Murattal (I.08249)


Definisi: menggunakan media Al-
Qur`an (baik dengan mendengar atau
membaca) untuk membantu
meningkatkan perubahan yang speaifik
dalam tubuh baik secara fisiologis
maupun psikologis.
Tindakan :
Observasi
1. Identifikasi lama dan durasi
pemberian sesuai dengan
kondisi pasien
Terapeutik
1. Posisikan dalam posisi
lingkunga yang nyaman
Edukasi
1. Jelaskan tujuan dan manfaat
terapi
Kolaborasi
(Tidak tersedia)

2. Pola Seksual Tidak Efektif Identitas seksual (L.07056) 1. Konseling seksualitas (I.07214)
Kategori : Fisiologis Definisi : pengenalan dan Definisi : memberikan bimbingan
Subkategori : Reproduksi dan penerimaan diri terhadap aspek seksual pada pasangan sehingga mempu
Seksualitas seksual menjalankan fungsinya secara optimal.
Definisi Kriteria Hasil : Tindakan
Kekhawatiran individu melakukan 1. Integrasi orientasi seksual Observasi
hubungan seksual yang beresiko kedalam kehidupan sehari- 1. Identifikasi tingkat
menyebabkan perubahan kesehatan hari meningkat pengetahuan, masalah sistem
Penyebab reproduksi, masalah seksualitas
1. Kurang privasi dan penyakit menular seksual
2. Ketiadaan pasangan Terapeutik
3. Konflik orientasi seksual 1. Fasilitasi komunikasi antara
4. Ketakutan hamil pasien dan pasangan
5. Ketakitan terinfeksi penyakit Edukasi
menullar seksual 1. Jelaskan efek pengobatan,
6. Hambatan hubungan dengan kesehatan dan penyakit
pasangan terhadap disfungsi seksual
7. Kurang terpapar informasi Kolaborasi
tentang seksualitas 1. Kolaborasi dengan spesialis
Gejala dan dan Tanda Mayor seksologi, jika perlu
Subjektif 2. Edukasi penggunaan alat
1. Mengeluh sulit melakukan kontrasepsi (I.12411)
aktivitas seksual Definisi : mengajarkan ibu dan
2. Mengungkapkan aktivitas pasangan tentang metode atau alat yang
seksual berubah digunakan untuk mencegah kehamilan
3. Mengungkapkan perilaku Tindakan
seksual berubah Observasi
4. Orientasi seksual berubah 1. Identifikasi pengetahuan,
Objektif keadaan umum, penggunaan
(tidak tersedia) alat kontrasepsi sebelumnya,
Gejala dan Tanda Minor riwayat obsterti dan ginekologi
Subjektif ibu.
1. Mengungkapkan hubungan Terapeutik
adengan pasangan berubah 1. Sediakan materi dan media
Objektif pendidikan kesehatan
1. Konflik nilai 2. Fasilitasi ibu memilih
Kondisi klinis terkait kontrasepsi yang tepat
1. Mastektomi Edukasi
2. Histerektomi 1. Jelaskan kepada ibu dan
3. Kanker pasangan tentang tujuan,
4. Kondisi yang menyebabkan manfaat, dan efek samping
paralisis penggunaan alat kontrasepsi
5. Penyakit menular seksual (mis. 2. Jelaskan ibu dan pasangan
Sifilis, gonore, AIDS) tentang jenis-jenis alat
kontrasepsi
3. Anjurkan ibu dan pasangan
untuk merencanakan jumlah
anak
4. Anjurkan ibu berkonsultasi
dengan dokter atau tenaga
medis lainnya sebagai
pertimbangan
Kolaborasi
(tidak tersedia)

3. Perawatan kenyamanan (I.08245)


Definisi : mengidentifikasi dan
merawat pasien untuk meningkatkan
rasa nyaman
Tindakan
Observasi
1. Identifikasi pemahaman tentang
kondisi, situasi dan perasaannya
Terapeutik
1. Berikan posisi yang nyaman
Edukasi
1. Jelaskan mengenai kondisi dan
pilihan terapi/pengobatan
Kolaborasi
1. Kolaborasi pemberian
analgetik, antipruritus,
antihistamin, jika perlu

4. Pemberian obat vaginal (I.07222)


Definisi : Menyiapkan dan
memberikan agen farmakologis via
vagina
Tindakan
Observasi
1. Identifikasi kemungkinan alergi,
interaksi, dan kontraindikasi obat
2. Monitor efek samping, toksisitas,
dan interaksi obat
Terapeutik
1. Lakukan prinsip enam benar
(pasien, obat, dosis, waktu, rute,
dokumentasi)
2. Jaga privasi pasien
Edukasi
1. Jelaskan jenis obat, alasan
pemberian, tindakan yang
diharapkan, dan efek samping
sebelum pemberian
Kolaborasi
(tidak tersedia)
3. Gangguan Rasa Nyaman Status kenyamanan (L.08064) 1. Terapi Relaksasi (I.09326)
Kategori: Psikologi Definisi : keseluruhan rasa Definisi : Menggunakan teknik
Subkategori: Nyeri dan kenyamanan nyaman dan aman secara fisik, peregangan untuk mengurangi tanda
Definisi psikologis, spritual, sosial dan gejala ketidaknyamanan seperti
Perasaan kurang senang, lega dan budaya dan lingkungan nyeri, ketegangan otot, atau kecemasan
sempurna dalam dimensi fisik, Kriteria Hasil : Observasi
psikospiritual, lingkungan dan social. 1. Rileks meningkat 1. Identifikasi teknik relaksasi
Penyebab yang pernah efektif digunakan
1. Gejala penyakit Terapeutik
2. Kurang pengendalian 1. Ciptakan lingkungan tenang
situasional/lingkungan dan tanpa gangguan dengan
3. Ketidakadekuatan sumber daya pencahayaan dan suhu ruang
(mis. dukungan financial, nyaman, jika memungkinakan
sosial,dan pengetahuan) Edukasi
4. Kurangnya privasi 1. Jelaskan tujuan, manfaat,
5. Gangguan stimulus lingkungan batasan, dan jenis relakasi yang
6. Efek samping terapi tersedia (mis. music, meditasi,
7. Gangguan adaptasi kehamilan napas dalam, relaksasi otot
Gejala dan Tanda Mayor progresif.
Subjektif Kolaborasi
1. Mengeluh tidak nyaman (tidak tersedia)
Objektif
1. Gelisah 2. Manajemen stres (I.09293)
Gejala dan Tanda Minor Definisi : mengidentifikasi dan
Subjektif mengelola tingkat stres dengan tujuan
1. Mengeluh sulit tidur meningkatkan fungsi individu.
2. Tidak mampu rileks Tindakan
3. Mengeluh Observasi
kedinginan/kepanasan 1. Identifikasi tingkat stres
4. Merasa gatal Terapeutik
5. Mengeluh mual 1. Pastikan asupan nutrisi yang
6. Mengeluh lelah adekuat untuk meningkatkan
Objektif resistensi tubuh terhadap stres
1. Menunjukkan gejala distress 2. Hindari makanan yang
2. Tampak merintih/menangis mengandung kafein, garam dan
3. Pola eliminasi berubah lemak
4. Postur tubuh berubah Edukasi
5. Iritabilitas 1. Anjurkan mengendalikan
Kondisi klinis terkait tuntutan orang lain dengan
1. Penyakit kronis negosiasi atau mengatakan
2. Keganasan “tidak”
3. Distres psikologis 2. Anjurkan teknik menurunkan
4. Kehamilan stres (mis. Latihan pernapasan,
masase, relaksasi progresif,
imajinasi terbimbing,
biofeedback, terapi sentuhan,
terapi murattal, terapi musik,
terapi humor, terapi tertawa,
meditasi)
Kolaborasi
(tidak tersedia)

3. Manajemen efek samping obat


Definisi : Mengidentifikasi dan
mengelola efek yang tidak diharapkan
dari pemberian agen farmakologi
Tindakan
Observasi
1. Periksa tanda dan gejala
terjadinya efek samping obat
Terapeutik
1. Berikan pertolongan pertama
untuk meminimalkan efek
samping, sesuai kebutuhan
Edukasi
1. Jelaskan proses terjadinya efek
samping obat
Kolaborasi
1. Konsultasikan pemberian
medikasi untuk penanganan
efek samping

4. Edukasi kesehatan (I.12383)


Definisi : mengajarkan pengelolaan
faktor risiko penyakit dan perilaku
hidup bersih serta sehat
Tindakan
Observasi
1. Identifikasi kesiapan dan
kemampuan menerima
informasi
Terapeutik
1. Sediakan materi dan media
pendidikan kesehatan
Edukasi
1. Jelaskan faktor resiko yang
dapat mempengaruhi kesehatan
Kolaborasi
(tidak tersedia)
4. Ansietas (D.0080) Tingkat Ansietas (L.09093) 1. Reduksi ansietas (I.09314)
Definisi : kondisi emosi dan Definisi : Meminimalkan kondisi
Kategori : Psikologis pengalaman subyektif terhadap individu dan pengalaman subyektif
objek yang tidak jelas dan terhadap objek yang tidak jelas dan
Subkategori : Integritas Ego spesifik akibat antisipasi bahaya spesifik akibat antisipasi bahaya yang
yang memungkinkan individu memungkingkan individu melakukan
Definisi : melakukan tindakan untuk tindakan untuk menghadapi ancaman.
Kondisi emosi dan pengalaman menghadapi ancaman
subjektif individu terhadap objek yang Kriteria Hasil : Tindakan
tidak jelas dan spesifik akibat 1. Verbalisasi khawatir akibat Observasi
antisipasi bahaya yang kondisi yang dihadapi 1. Identifikasi sangat singkat
memungkinkan individu lakukan menurun ansietas berubah (mis. Kondisi,
tindakan untuk mengahadapi 2. Perilaku gelisah menurun waktu, stresor)
ancaman. 2. Monitor tanda-tanda ansietas
(verbal dan nonverbal)
Penyebab : Terapeutik
1. Krisis situasional 1. Ciptakan suasana terapeutik utuk
2. Kebutuhan tidak terpenuhi menumbuhka n kepercayaan
3. Krisis maturasional 2. Pahami situasi yang membuat
4. Ancaman terhadap konsep diri ansietas
5. Ancaman terhadap kematian Edukasi
6. Kekhawatiran mengalami 1. Jelaskan prosedur, termasuk
kegagalan sensasi yang mungkin dialami
7. Disfungsi sistem keluarga 2. Anjurkan mengungkapkan
8. Hubungan orang tua-anak perasaan dan persepsi
tidak memuaskan 3. Latih teknik relaksasi
9. Faktor keturunan (temperamen Kolaborasi
mudah teragitasi sejal lahir) 1. Kolaborasi pemberian obat
10. Penyalahgunaan zat antiansietas, jika perlu
11. Terpapar bahaya lingkungan
(mis. toksin,volutan, dan lain- 2. Teknik dikstraksi (I.08247)
lain) Definisi : mengalihkan perhatian atau
12. Kurang terpapar informasi mengurangi emosi dan pikiran negatif
terhadap sensasi yang tidak diinginkan
Gejala dan Tanda Mayor Tindakan
Subjektif Observasi
1. Merasa bingung 1. Identifikasi teknik disktrasi
2. Merasa khawatir dengan akibat yang diinginkan
dari kondisi yang dihadapi Terapeutik
3. Sulit berkonsentrasi 1. Gunakan teknik distraksi (mis.
Objektif Membaca buku, menonton
1. Tampak gelisah televisi, bermain, aktivitas
2. Tampak tegang tetrapi, membaca cerita,
3. Sulit tidur bernyanyi)
Edukasi
Gejala dan Tanda Minor 1. Jelaskan manfaat dan jenis
Subjektif distraksi bagi panca indera
1. Mengeluh pusing (mis. Musik, penghitungan,
2. Anoreksia televisi, baca, video/permainan
3. Palpitasi genggam)
4. Merasa tidak berdaya 2. Anjurkan menggunakan teknik
Objektif sesuai dengan tingkat energi,
1. Frekuensi napas meningkat kemampuan, usia, tingkat
2. Frekuensi nadi meningkat perkembangan
3. Tekanan darah meningkat Kolaborasi
4. Diaphoresis (tidak tersedia)
5. Tremor
6. Muka tampak pucat 3. Dukungan emosional (I.09256)
7. Suara bergetar Definisi : memfasilitasi penerimaan
8. Kontak mata buruk kondisi emosional selama masa stres
9. Sering berkemih Tindakan
10. Berorientasi pada masa lalu Observasi
Kondisi Klinis Terkait
1. Penyakit kronis progresif (mis. 1. Identifikasi fungsi marah,
Kanker, penyakit autoimun) frustasi, dan amuk bagi pasien
2. Penyakit akut Terapeutik
3. Hospitalisasi 1. Fasilitasi mengungkapkan
4. Rencana operasi perasaan cemas, marah, atau
5. Kondisi diagnosis penyakit sedih
belum jelas Edukasi
6. Penyakit neurologis 1. Anjurkan mengungkapkan
7. Tahap tumbuh kembang perasaan yang dialalami (mis.
Ansietas, marah, sedih)
Kolaborasi
1. Rujuk untuk konseling, jika
perlu

4. Konseling (I.10334)
Definisi : memberikan bimbingan
untuk meningkatkan atau mendukung
penanganan, pemecahan masalah, dan
hubungan interpersonal
Tindakan
Observasi
1. Identifikasi kemampuan dan
beri penguatan
Terapeutik
1. Bina hubungan terapeutik
berdasarkan rasa percaya dan
penghargaan
Edukasi
1. Anjurkan mengekspresikan
perasaan
2. Anjurkan membuat daftar
alternatif penyelesaian masalah
Kolaborasi
(tidak tersedia)
5. Resiko infeksi (D.0142) Tingkat Infeksi (L.14137) 1. Manajemen imunisasi/vaksinasi
Kategori : lingkungan Definisi : derajat infeksi (I.14508)
Subkategori : keamanan dan berdasarkan observasi atau Definisi : Mengidentifikasi dan
proteksi sumber informasi mengelola pemberian kekebalan tubuh
Definisi Kriteria Hasil ; secara aktif dan fasif
Beresiko mengalami peningkatan 1. Demam menurun Tindakan
terserang organism patogenik Observasi
Faktor resiko 1. Identifikasi riwayat kesehatan
3. Penyakit kronis(mis.diabetes dan riwayat alergi
melitus) Terapeutik
4. Efek prosedur invasive 1. Berikan suntikan pada bayi
5. Malnutrisi dibagian paha anterolateral
6. Peningkatan paparan organism Edukasi
pathogen lingkungan 1. Jelaskan tujuan,manfaat,yang
7. Ketidakadekuatan pertahanan terjadi,jadwal,dan efek
tubuh primer: samping
1) Gangguan peristaltic Kolaborasi
2) Kerusakan integritas (tidak tersedia)
kulit
3) Perubahan sekresi Ph 2. Pencegahan infeksi (I.14539)
4) Penurunan kerja Definisi ; mengidentifikasi dan
siliaris menurunkan risikoterserang organisme
5) Ketuban pecah lama patogenik
6) Ketuban pecah Tindakan
sebelum waktunya Observasi
7) Merokok 1 Monitor tanda dan gejala infeksi
8) Statis cairan tubuh lokal dan sistemik
8. Ketidakadekuatan pertahanan Terapeutik
tubuh sekunder: 1. Cuci tangan sebelum dan
1) Penurunan hemoglobin sesudah kontak dengan pasien
2) Imunosupresi dan lingkungan paisen
3) Leucopenia Edukasi
4) Supresi respon inflamasi 1. Jelaskan tanda dan gejala
5) Vaksinisasi tidak adekuat infekis
Kolaborasi
Kondisi klinis terkait 1. Kolaborasi pemberian imunisasi
1. AIDS
2. Luka bakar 3. Edukasi seksualitas (I.12447)
3. Penyakit paru obstruktif kronis Definisi : memberikan informasi dalam
4. Diabetes mellitus memahami dimensi fisik dan
5. Tindakan invasuf psikososial seksualitas
6. Kondisi penggunaan terapi Tindakan
steroid Observasi
7. Penyalahgunaan obat 1. Identifikasi kesiapan dan
8. Ketuban pecah sebelum kemampuan menerima
waktunya informasi
9. Kanker Terapeutik
10. Gagal ginjal 1. Sediakan materi dan media
11. Imunosupresi pendidikan kesehatan
12. Lymphedema Edukasi
13. Leukositopenia 1. Jelaskan anatomi dan fisiologi
14. Gangguan fungsi hati sistem reproduksi laki-laki dan
perempuan
Kolaborasi
(tidak tersedia)

4. Pengaturan posisi (I.01019)


Definisi : menempatkan bagian tubuh
untuk meningkatkan kesehatan
fisiologis dan/atau psikologis
Tindakan
Observasi
1. Monitor status oksigenasi
sebelum dan seduah mengubah
posisi
Terapeutik
1. Tempatkan pada posisi
terapeutik
Edukasi
1. Informasikan saat akan
dilakukan perubahan posisi
Kolaborasi
1. Kolaborasi pemberian
premedikasi sebelum mengubah
posisi
Implementasi dan Evaluasi

Hari/Tanggal Diagnosis Implementasi Evaluasi


Sabtu-selasa, 25-28 Nyeri akut 1. Manajemen nyeri Subjektif :pasien menyatakan nyeri yang
april 2020 Tindakan dirasakan berkurang.
Observasi Objektif : Keluhan nyeri dan meringis
1. Mengidentifikasi lokasi, karakteristik, oleh pasien nampak berkurang, pasien
durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri. memahami cara memantau nyeri dan dapat
Terapeutik melakukannya
1. Memberikan tehnik non farmakologis Assesment : Nyeri teratasi
untuk mengurangi rasa nyeri( mis, TENS, Planning : Pertahankan intervensi
hipnosis, akupresure, terapi musik, - Manajemen Nyeri
biofeedback, terapi pijat, aroma terapi, - Pemantauan Nyeri
tehnik imajinasi terbimbing, kompres Hentikan intervensi
hangat/dingin, terapi bermain) - Pemberian analgesik
Edukasi
1. Menjelaskan penyebab, periode, dan
pemicu nyeri
2. Menjelaskan strategi meredakan nyeri
3. Mengajarkan tehnik non farmakologis
untuk mengurangi rasa nyeri
Kolaborasi
1. Berkolaborasi pemberian analgesik,jika
perlu

2. Pemberian Analgesik
Tindakan
Observasi
1. Mengidentifikasi riwayat alergi obat
Terapeutik
1. Mendiskusikan jenis analgesik yang disukai
untuk mencapai analgesik yang optimal.
Edukasi
1. Menjelaskan efek samping obat
Kolaborasi
1. Berkolaborasi pemberian dosis dan jenis
analgesik, seusia indikasi
3. Pemantauan Nyeri (I.08242)
Tindakan:
Observasi
1. Memonitor durasi dan frekuensi nyeri
Terapeutik
1. Mengatur interval waktu pemantauan
sesuai dengan kondisi pasien
Edukasi
1. Menjelaskan tujuan dan prosedur
pemantauan.
Sabtu-selasa, 25-28 Pola Seksual Tidak 1. Konseling seksualitas (I.07214) Subjektif : Klien mengatakan sudah
april 2020 Efektif Tindakan paham dengan masalah yang dihadapi
Observasi Objektif : Klien paham dengan kondisinya
1. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan, Assesment : Pola seksual tidak efektif
masalah sistem reproduksi, masalah teratasi
seksualitas dan penyakit menular seksual Planning : Hentikan intervensi
Terapeutik
1. Memfasilitasi komunikasi antara pasien dan
pasangan
Edukasi
1. Menjelaskan efek pengobatan, kesehatan
dan penyakit terhadap disfungsi seksual
Kolaborasi
1. Mengkolaborasikan dengan spesialis
seksologi, jika perlu

2. Edukasi penggunaan alat kontrasepsi


(I.12411)
Tindakan
Observasi
1. Mengidentifikasi pengetahuan, keadaan
umum, penggunaan alat kontrasepsi
sebelumnya, riwayat obsterti dan
ginekologi ibu.
Terapeutik
1. Menyediakan materi dan media pendidikan
kesehatan
2. Memfasilitasi ibu memilih kontrasepsi yang
tepat
Edukasi
1. Menjelaskan kepada ibu dan pasangan
tentang tujuan, manfaat, dan efek samping
penggunaan alat kontrasepsi
2. Menjelaskan ibu dan pasangan tentang
jenis-jenis alat kontrasepsi
3. Menganjurkan ibu dan pasangan untuk
merencanakan jumlah anak
4. Menganjurkan ibu berkonsultasi dengan
dokter atau tenaga medis lainnya sebagai
pertimbangan

Sabtu-selasa, 25-28 Gangguan Rasa Nyaman 1. Terapi Relaksasi (I.09326) Subjektif : Klien mengatakan sudah
april 2020 Observasi merasa nyaman dengan kondisinya
1. Mengidentifikasi teknik relaksasi yang Objektif : Klien nampak nyaman
pernah efektif digunakan Assesment : Gangguan rasa nyaman
Terapeutik teratasi
1. Menciptakan lingkungan tenang dan tanpa Planning : Hentikan intervensi
gangguan dengan pencahayaan dan suhu
ruang nyaman, jika memungkinakan
Edukasi
1. Menjelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan
jenis relakasi yang tersedia (mis. music,
meditasi, napas dalam, relaksasi otot
progresif.

2. Manajemen stres (I.09293)


Observasi
1. Mengidentifikasi tingkat stres
Terapeutik
1. Memastikan asupan nutrisi yang adekuat
untuk meningkatkan resistensi tubuh
terhadap stres
2. Menghindari makanan yang mengandung
kafein, garam dan lemak
Edukasi
1. Menganjurkan mengendalikan tuntutan
orang lain dengan negosiasi atau
mengatakan “tidak”
2. Menganjurkan teknik menurunkan stres
(mis. Latihan pernapasan, masase, relaksasi
progresif, imajinasi terbimbing,
biofeedback, terapi sentuhan, terapi
murattal, terapi musik, terapi humor, terapi
tertawa, meditasi)

Sabtu-selasa, 25-28 Ansietas 1. Reduksi ansietas (I.09314) Subjektif : Klien mengatakan sudah tidak
april 2020 cemas dengan kondisi yang dirasakan saat
Tindakan : ini
Objektif : Klien nampak tenang saat
Observasi : kondisi yang dikeluhkan timbul dan dapat
1. Mengidentifikasi sangat singkat ansietas mengatasinya.
berubah (mis. Kondisi, waktu, stresor) Assesment : Ansietas teratasi
2. Memonitor tanda-tanda ansietas (verbal dan Planning :Hentikan Intervensi
nonverbal)
Terapeutik :
1. Menciptakan suasana terapeutik utuk
menumbuhkan kepercayaan
2. Memahami situasi yang membuat ansietas
Edukasi :
1. Menjelaskan prosedur, termasuk sensasi
yang mungkin dialami
2. Menganjurkan mengungkapkan perasaan
dan persepsi
3. Melatih teknik relaksasi
Kolaborasi :
1. Berkolaborasi pemberian obat antiansietas,
jika perlu

2. Teknik dikstraksi (I.08247)


Tindakan
Observasi
1. Mengidentifikasi teknik disktrasi yang
diinginkan
Terapeutik
1. Menggunakan teknik distraksi (mis.
Membaca buku, menonton televisi,
bermain, aktivitas tetrapi, membaca cerita,
bernyanyi)
Edukasi
1. Menjelaskan manfaat dan jenis distraksi
bagi panca indera (mis. Musik,
penghitungan, televisi, baca,
video/permainan genggam)
1. Menganjurkan menggunakan teknik sesuai
dengan tingkat energi, kemampuan, usia,
tingkat perkembangan

Sabtu-selasa, 25-28 Resiko infeksi 1. Pencegahan infeksi (I.14539) Subjektif : Klien mengatakan ketika
april 2020 Tindakan berhubungan dengan pasangan sudah tidak
Observasi merasa sakit lagi
1. Memonitor tanda dan gejala infeksi lokal Objektif : Klien tampak merasa baikan
dan sistemik Assesment : Resiko infeksi teratasi
Terapeutik Planning : Hentikan intervensi
1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah
kontak dengan pasien dan lingkungan
paisen
Edukasi
1. Menjelaskan tanda dan gejala infeksi
Kolaborasi
1. Mengkolaborasikan pemberian imunisasi
Pengkajian Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Reproduksi Pada Nn R

Dengan Dismenore Di Desa Bunuyo

PENGKAJIAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI (GSR)

Nama Mahasiswa : Ririn Hasan

NIM : 841418003

Tanggal pengkajian : 24 april 2020

Ruangan/RS : Rumah

No. Reg :

Diagnosa Medis : Dismenore

I. Data umum klien


1. Inisial klien : Nn R Inisial suami : Tidak ada
2. Usia : 19 Tahun Usia : Tidak ada
3. Status perkawinan : Belum Menikah Suku : Tidak ada
4. Pekerjaan : Mahasiswa Pekerjaan : Tidak ada
5. Pendidikan terakhir : Pendidikan terakhir : Tidak ada
6. Suku : Gorontalo Agama : Tidak ada
7. Agama : Islam
8. Alamat : Desa Bunuyo

II. Masalah utama


Keluhan utama :Nyeri perut
Mulai timbulnya :Setiap akan haid sampai hari ke-3 Haid
Sifat keluhan : Nyeri
Lokasi keluhan :Abdomen
Faktor pencetus : Menstruasi
Keluhan lain : Klien merasa tidak nyaman dalam melakukan aktivitas
Pengaruh keluhan terhadap aktivitas/fungsi tubuh :Menghambat aktivitas klien
Usaha klien untuk mengatasinya : Istirahat

III. Pengkajian Fisik


Seksualitas
Subyektif :
Usia menarche : 5 tahun
Siklus haid : 18-20 hari
Durasi haid : 9 hari

( Ya)Dismenorea ( ) Polimenorea ( ) Oligomenorea

( ) Menometroragie ( ) Amenorea

Rabas pervagina :

Warna : Pasien tidak bersedia dikaji

Jumlah : Pasien tidak bersedia dikaji

Berapa lama : Pasien tidak bersedia dikaji

Metode kontrasepsi terakhir : Tidak Ada

Status obstetri : P : 0 A : 0

Riwayat persalinan :

Aterm : Belum Pernah

prematur : Belum Pernah


Multiple :Belum Pernah

Riwayat persalinan terakhir :

Tahun : Belum Pernah

tempat : Belum Pernah

Lama gestasi : Belum Pernah

Lama persalinan : Belum Pernah

Jenis persalinan : Belum Pernah

Berat badan bayi : Belum Pernah

Komplikasi maternal/bayi : Belum Pernah

Obyektif :

PAP smear terakhir (tgl dan hasil) :Belum Pernah memeriksakan

Tes serologi (tgl dan hasil) :Belum Pernah memeriksakan

Makanan dan Cairan

Subyektif :

Masukan oral 4 jam terakhir : Belum Mengkonsumsi makanan

Mual/muntah (Tidak)

Hilang nafsu makan (Tidak)

Masalah mengunyah (Tidak)

Pola makan : Klien makan teratur

Frekuensi : 2-3 x/hari


Konsumsi cairan : 8 Gelas/hari

Obyektif :

BB :52 kg

TB : 156 cm

Turgor kulit : Kulit terlihat bersih, lembab dan Halus

Membran mukosa mulut :

Kebutuhan cairan : Terpenuhi dengan konsumsi cairan yang cukup

Pemeriksaan Hb. Ht (tgl dan hasil) : Belum Pernah memerikasakan

Eliminasi

Subyektif :

Frekuensi dafekasi : 1 x/hari

Penggunaan laksatif : Tidak menggunakan

Waktu defekasi terakhir : Pukul 08.00 Wita

Frekuensi berkemih : 5-6 x/hari

Karakter urine : Tidak menggunakan

Nyeri/rasa terbakar/kesulitan berkemih : Tidak mengalami/memiliki


kesulitan

Riwayat penyakit ginjal : Tidak memiliki riwayat

Penyakit kandung kemih :Tidak memiliki riwayat

Penggunaan diuretik : Tidak memiliki riwayat

Obyektif :
Pemasangan kateter : Tidak menggunakan

Bising usus : Tidak terdengar suara Bising usus

Karakter urine : Tidak menggunakan

Konsistensi feces : Padat

Warna feces : Kuning kecokelatan

Hemorrhoid : Tidak terdapat

Palpasi kandung kemih (teraba/tidak teraba) : Tidak teraba

Hygiene

Subyektif :

Kebersihan rambut (frekuensi ) : Jumlah rambut tipis dan rontok, tidak


terdapat ketombe dan Pediculus humanus capitis, serta rambut
bergelombang.

Kebersihan badan : Tidak terdapat kotoran dan tidak bau.

Kebersihan gigi/mulut : Tidak terdapat Secret, gigi putih dan lengkap serta
tidak terdapat karang gigi.

Kebersihan kuku tangan dan kaki : kuku pendek dan tidak terdapat kotoran

Obyektif :

Cara berpakaian : Baik, rapi dan sopan. Pakaian tidak terdapat kotoran dan
tidak berbau

Kondisi kulit kepala : Tidak terdapat Ketombe dan tidak terapat Pediculus
humanus capitis.

Sirkulasi
Subyektif :

Riwayat penyakit jantung : Tidak terdapat

Riwayat demam reumatik : Tidak terdapat

Obyektif :

Tekanan darah : 110/80 mmHg

Nadi :82 x/menit

Distensi vena jugularis (ada/tidak ada) : tidak ada

Bunyi jantung : terdengar dan berirama teratur

Frekuensi :82 x/menit

Irama (teratur/tidak teratur) :Teratur

Kualitas (kuat/lemah/Rub/Murmur) ; kuat

Ekstremitas :

Suhu (hangat/akral dingin) :Hangat

CRT :2 detik

Varises (ada/tidak ada) :Tidak Ada

Nyeri/ketidaknyamanan

Subyektif :

Lokasi :Abdomen

Intensitas (skala 0 -10) : 6

Frekuensi : 4-5 x/hari


Durasi : 25-30 menit

Faktor pencetus : Menstruasi

Cara mengatasi : Berbaring

Faktor yang berhubungan :tidak diketahui

Obyektif :

( Ya )Wajah meringis

(Ya) Melindungi area yang sakit

(Tidak) Fokus menyempit

Pernapasan

Subyektif :

(Tidak)Dispnea (Tidak) Batuk/sputum (Tidak) Riwayat Bronkitis

(Tidak) Asma (Tidak)Tuberkulosis (Tidak) Emfisema

(Tidak) Pneumonia berulang (Tidak) Perokok, lamanya : 0 tahun

(Tidak Menggunakan) Penggunaan alat bantu pernapasan (02) : 0 L/mnt

Obyektif :

Frekuensi : 22 x/mnt

Irama : (Tidak) Eupnoe (Tidak) Tachipnoe (Tidak) Bradipnoe

(Tidak) Apnoe (Tidak) Hiperventilasi (Tidak) Cheynestokes (tidak)


Kusmaul (Tidak) Biots

Karakteristik Sputum : Tidak terdapat sputum

Hasil Roentgen : Tidak memiliki


Interaksi sosial

Subyektif :

Status pernikahan :Belum menikah

Lama pernikahan : Belum menikah

Tinggal serumah dengan :Ayah, Ibu, 1 orang kakak dan 1 orang adik

Obyektif :

Komunikasi verbal/nonverbal dengan orang terdekat : Komunikasi terjalin


dengan baik dan Lancar tanpa hambatan serta mudah memahami komunikasi
baik secara verbal maupun non verbal.

Integritas Ego

Subyektif :

Perencanaan kehamilan :Belum memiliki

Perasaan klien/keluarga tentang penyakit : Khawatir/Cemas

Status hubungan :Anak kandung

Cara mengatasi stress : Tidur

Obyektif :

Status emosional (cemas, apatis, dll) :.Cemas

Respon fisiologis yang teramati :

Agama : Islam (Ibadah Kadang-kadang)

Muncul perasaaan (tidak berdaya, putus asa, tidak mampu) : Tidak berdaya

Neurosensori
Subyektif :

Pusing (ada/tidak ada) : Tidak mengalami

Kesemutan/kebas/kelembaban (lokasi) :Tidak mengalami

Keamanan

Subyetif :

Alergi/sensitivitas :Tidak memiliki Alergi

Penyakit masa kanak-kanak :Tidak terdapat penyakit

Riwayat imunisasi :Imunisasi Dasar Lengkap (Hepatitis B, BCG, Polio, DPT


dan Campak) dan imunisasi Lanjutan.

Infeksi virus terakhir : Influenza

Binatang peliharaan dirumah : Kucing

Masalah obstetrik sebelumnya : Tidak memiliki

Jarak waktu kehamilan terakhir :Tidak memiliki

Riwayat kecelakaan :Tidak pernah mengalami

Fraktur dislokasi :Tidak pernah mengalami

Pembesaran kelenjar :Tidak mengalami

Obyektif :

Integritas kulit : Tidak terdapat luka

Cara berjalan : Baik, tidak memiliki bentuk Kaki O atau X

Penyuluhan/pembelajaran

Subyektif :
Bahasa dominan : Bahasa Indonesia tidak baku

Pendidikan terakhir :

Pekerjaan suami : Tidak memiliki suami

Faktor penyakit dari keluarga : Diabetes Melitus

Sumber pendidikan tentang penyakit : Sekolah dan Media elektronik

Pertimbangan rencana pulang : Tidak terdapat

Tanggal informasi diambil : 24 April 2020

Pertimbangan rencana pulang : Tidak terdapat

Tanggal perkiraan pulang : tidak sedang dirawat

Ketersediaan sumber kesehatan terdekat : Puskesmas

Pemeriksaan diagnostik : Dismenore

Terapi dan pengobatan :

Belum pernah melakukan terapi dan pengobatan apapun yang berkaitan


dengan penyakit.
Pathway

Prostaglandin Merangsang Masalah pada


Miometrium organ reproduksi

Cemas terhadap Ketidaktahuan


Menekan
Kontraksi uterus kondisis yang Dismenore Sekunder
tentang apa yang
pembuluh darah
dialami dirasakan

Nyeri akut Nyeri Haid


Menghambat pasokan
oksigen kejaringan otot
rahim Aktivitas
Terhambat
Dismenore Primer

Intoleran
Nyeri Haid Aktivitas Ansietas Defisit
Pengetahuan

Ketidaknyamanan Gangguan rasa


melakukan aktivitas nyaman
Diagnosa

1. Nyeri Akut (D. 0077)


Kategori : Psikologis
Subkategori : nyeri dan kenyamanan
2. Intoleran Aktivitas (D.0056)
Kategori : Fisiologis
Subkategori : Aktivitas dan Istirahat
3. Gangguan Rasa Nyaman (D.0074)
Kategori : Psikologis
Subkategori : Nyeri dan kenyamanan
4. Ansietas (D.0080)
Kategori : Psikologis
Subkategori : Integritas Ego
5. Defisit pengetahuan (D.0111)
Kategori : Perilaku
Subkategori : Penyuluhan dan Pembelajaran
Intervensi dan Luaran
NO SDKI SLKI SIKI
1. Nyeri Akut (D. 0077) Tingkat Nyeri (L.08066) 1. Manajemen Nyeri (I.08238)
Definisi : pengalman sensori
Kategori : psikologis Definisi :
atau emosional yang berkaitan
Subkategori: nyeri dan kenyamanan Mengidentifikasi dan mengelola
dengan kerusakan jaringan
Definisi : pengalaman sensorik atau pengalaman sensori atau emosional
aktual atau fungsional dengan
emosional yang berkaitan dengan yang berkaitan dengan kerusakan
onset mendadak atau lambat dan
kerusasakan jaringan aktual atau jaringan atau fungsional dengan onset
berintesitas ringan hingga berat
fungsional, dengan onset mendadak mendadak atau lambat dan
dan konstan.
atau lambat dan berintensitas ringan berintensitas ringan hingga berat dan
Kriteria hasil :
hingga berat yang berlangsung kurang konstan
1. Keluhan nyeri menurun
dari 3 bulan. Tindakan
2. Meringis menurun
Penyebab : Observasi
1. Agen pencedera fisiologis(mis, 1. Identifikasi lokasi, karakteristik,
inflamasi, iskemia,neoplasma) durasi, frekuensi, kualitas,
2. Agen pencedera kimiawi(mis, intensitas nyeri.
terbakar, bahan kimia iritan) Terapeutik
3. Agen pencedera fisik(mis. 1. Berikan tehnik non
Abses, amputasi, terbakar, farmakologis untuk mengurangi
terpotong, mengangkat berat, rasa nyeri ( mis, TENS,
prosedur operasi, trauma, hipnosis, akupresure, terapi
latihan fisik berlebihan) musik, biofeedback, terapi pijat,
Gejala dan tanda mayor aroma terapi, tehnik imajinasi
Subjektif : terbimbing, kompres
1. Mengeluh nyeri hangat/dingin, terapi bermain)
Objektif : 2. Kontrol lingkungan yang
1. Tampak meringis memperberat rasa nyeri (mis.
2. Bersikap protektif (misalnya . Suhu ruangan, pencahayaan ,
waspada, posisi menghindari kebisingan)
nyeri) Edukasi
3. Gelisah 1. Jelaskan penyebab, periode, dan
4. Frekuensi nadi meningkat pemicu nyeri
5. Sulit tidur 2. Jelaskan strategi meredakan
Gejala dan tanda minor nyeri
Subjektif (tidak tersedia) 3. Ajarkan tehnik non
Objektif : farmakologis untuk mengurangi
1. Tekanan darah meningkat rasa nyeri
2. Pola nafas berubah Kolaborasi
3. Nafsu makan berubah 1. Kolaborasi pemberian
analgesik,jika perlu
4. Proses berfikir terganggu
5. Menarik diri 2. Pemantauan Nyeri (I.08242)
6. Berfokus pada diri sendiri Definisi : mengumpulkan dan
7. Diaforesis menganalisa data nyeri
Kondisi klinis terkait Tindakan:
1. Kondisi pembedahan Observasi
2. Cedera traumatis 1. Monitor durasi dan frekuensi
nyeri
3. Infeksi
Terapeutik
4. Syndrom koroner akut
1. Atur interval waktu pemantauan
5. Glaukoma sesuai dengan kondisi pasien
Edukasi
1. Jelaskan tujuan dan prosedur
pemantauan.
Kolaborasi
(Tidak tersedia)

3. Pemberian Analgesik
Definisi : menyiapkan dan memberikan
agen farmakologis untuk mengurangi
atau menghilangkan rasa sakit.
Tindakan
Observasi
1. Identifikasi riwayat alergi obat
Terapeutik
1. Diskusikan jenis analgesik yang
disukai untuk mencapai
analgesik yang optimal.
Edukasi
1. Jelaskan efek samping obat
Kolaborasi
1. Kolaborasi pemberian dosis dan
jenis analgesik, seusia indikasi

4. Terapi Murattal (I.08249)


Definisi : menggunakan media Al-
Qur`an (baik dengan mendengar atau
membaca) untuk membantu
meningkatkan perubahan yang speaifik
dalam tubuh baik secara fisiologis
maupun psikologis.
Tindakan :
Observasi
1. Identifikasi lama dan durasi
pemberian sesuai dengan
kondisi pasien
Terapeutik
1. Posisikan dalam posisi
lingkunga yang nyaman
Edukasi
1. Jelaskan tujuan dan manfaat
terapi
Kolaborasi
(Tidak tersedia)

2. Intoleransi Aktivitas (D.0056) Toleransi Aktivitas (L.05047) 1. Manajemen Energi (I.05178)


Definisi : respon biologis
Kategori : Fisiologis terhadap aktivitas yang Defnisi : Mengidentifikasi dan
Subkategori : Aktivitas dan Istirahat membutuhkan tenaga. mengelola penggunaan energi untuk
Definisi :
Ketidakcukupan energi untuk Kriteria hasil: mengatasi atau mencegah kelelahan
melakukan aktifitas sehari-hari. 1. Kemudahan melakukan
dan mengoptimalkan proses pemulihan.
aktivitas sehar-hari
Penyebab: meningkat Tindakan
1. Ketidakseimbangan antara
suplai dan kebutuhan oksigen
Observasi
2. Tirah baring
3. Kelemahan 1. Monitor pola dan jam tidur
4. Mobilitas
2. Monitor lokasi dan
5. Gaya hidup monoton
ketidaknyamanan selama
Gejala dan Tanda Mayor
Subjektif : melakukan aktivitas
1. Mengeluh lelah
Terapeutik
Objektif :
1. Frekuensi jantung meningkat 1. Sediakan lingkungan nyaman
>20% dari kondisi istirahat
dan rendah stimulus (mis.
Gejala dan Tanda Minor Cahaya, suara, kunjungan)
Subjektif :
1. Dispnea saat /setelah aktivitas 2. Berikan aktivitas distraksi yang
2. Merasa tidak nyaman setelah menenagkan
beraktivitas
3. Merasa lelah Edukasi
Objektif : 1. Anjurkan tirah baring
1. Tekanan berubah >20% dari
kondisi istirahat 2. Anjurkan melakukan aktivitas
2. Gambaran EKG menunjukkan secara terhadap
aritmia saat/setelah aktivitas
3. Gambaran EKG menunjukkan 3. Ajarkan streategi koping untuk
iskemia mengurangi kelelahan
4. Sianosis
Kondisi Klinis Terkait Kolaborasi
1. Anemia 1. Kolaborasi dengan ahli gizi
2. Gagal jantung kongestif tentang cara meningkatkan
3. Penyakit jantung koroner asupan makanan
4. Penyakit katup jantung
5. Aritmia 2. Terapi aktivitas (I.05186)
6. Penyakit paru obstruktif kronis Definisi : menggunakan aktivitas fisik,
(PPOK) kognitif, sosial, dan spiritual tertentu
7. Gangguan metabolik untuk memulihkan keterlibatan,
8. Gangguan muskuloskeletal
frekuensi, atau durasi aktivitas individu
atau kelompok
Tindakan
Observasi
1. Identifikasi defisit tingkat
aktivitas
2. Identifikasi kemampuan
berpartisipasi dalam aktivitas
tertentu
Terapeutik
1. Fasilitasi fokus pada
kemampuan, bukan defisit yang
dialami
Edukasi
1. Jelaskan metode aktivitas fisik
sehari-hari, jika perlu
2. Anjurkan melakukan aktivitas
yang dipilih
Kolaborasi
1. Kolaborasi dengan terapi
okupasi dalam merencanakan
dan memonitor program
aktivitas, jika sesuai

3. Dukungan tidur (I.05174)


Definisi : memfasilitasi siklus tidur
dan terjaga yang teratur
Tindakan
Observasi
1. Identifikasi faktor pengganggu
tidur (fisik dan/atau psikologis)
Teraputik
1. Modifikasi lingkungan (mis.
Pencahayaan, kebisingan, suhu,
matras, dan tempat tidur)
Edukasi
1. Jelaskan pentingnya tidur cukup
selama sakit
Kolaborasi
(Tidak tersedia)

4. Pemberian obat oral (I.03128)


Definisi : menyiapkan dan memberikan
agen farmakologi melalui mulut untuk
mendapatkan efek lokal atau sistemik
Tindakan
Observasi
1. Identifikasi kemungkinan alergi,
interaksi, dan kontraindikasi
obat (mis. Gangguan menelan,
nausea/muntah, inflamasi usus,
paristaltik menurun, kesadaran
menurun, program puasa)
2. Verifikasi order obat sesuai
dengan indikasi
Terapeutik
1. Lakukan prinsip enam benar
pasien, obat, dosis, waktu, rute,
dokumentasi)
2. Berikan obat oral sebelum
makan atau setelah makan,
sesuai kebutuhan
Edukasi
1. Jelaskan jenis obat, alasan
pemberian, tindakan yang
diharapkan, dan efek samping
sebelum pemberian
Kolaborasi
(Tidak terdapat)
3. Gangguan Rasa Nyaman (D.0074) Status kenyamanan (L.08064) 1. Terapi Relaksasi (I.09326)
Definisi : keseluruhan rasa Definisi : Menggunakan teknik
Kategori: Psikologi
nyaman dan aman secara fisik,
peregangan untuk mengurangi tanda
Subkategori: Nyeri dan kenyamanan psikologis, spritual, sosial
budaya dan lingkungan dan gejala ketidaknyamanan seperti
Definisi
Kriteria Hasil :
nyeri, ketegangan otot, atau kecemasan
Perasaan kurang senang, lega dan 1. Rileks meningkat
Observasi
sempurna dalam dimensi fisik,
1. Identifikasi teknik relaksasi
psikospiritual, lingkungan dan social.
yang pernah efektif digunakan
Penyebab Terapeutik
1. Gejala penyakit 1. Ciptakan lingkungan tenang
2. Kurang pengendalian dan tanpa gangguan dengan
situasional/lingkungan pencahayaan dan suhu ruang
3. Ketidakadekuatan sumber daya nyaman, jika memungkinakan
(mis. dukungan financial, Edukasi
sosial,dan pengetahuan) 1. Jelaskan tujuan, manfaat,
batasan, dan jenis relakasi yang
4. Kurangnya privasi
tersedia (mis. music, meditasi,
5. Gangguan stimulus lingkungan napas dalam, relaksasi otot
progresif.
6. Efek samping terapi
Kolaborasi
7. Gangguan adaptasi kehamilan (tidak tersedia)
Gejala dan Tanda Mayor
2. Manajemen stres (I.09293)
Subjektif Definisi : mengidentifikasi dan
mengelola tingkat stres dengan tujuan
1. Mengeluh tidak nyaman
meningkatkan fungsi individu.
Objektif Tindakan
Observasi
1. Gelisah
1. Identifikasi tingkat stres
Gejala dan Tanda Minor Terapeutik
1. Pastikan asupan nutrisi yang
Subjektif
adekuat untuk meningkatkan
1. Mengeluh sulit tidur resistensi tubuh terhadap stres
2. Hindari makanan yang
2. Tidak mampu rileks
mengandung kafein, garam dan
3. Mengeluh lemak
Edukasi
kedinginan/kepanasan
1. Anjurkan mengendalikan
4. Merasa gatal tuntutan orang lain dengan
5. Mengeluh mual negosiasi atau mengatakan
“tidak”
6. Mengeluh lelah
2. Anjurkan teknik menurunkan
Objektif stres (mis. Latihan pernapasan,
masase, relaksasi progresif,
1. Menunjukkan gejala distress
imajinasi terbimbing,
2. Tampak merintih/menangis biofeedback, terapi sentuhan,
terapi murattal, terapi musik,
3. Pola eliminasi berubah
terapi humor, terapi tertawa,
4. Postur tubuh berubah meditasi)
Kolaborasi
5. Iritabilitas
(tidak tersedia)
Kondisi klinis terkait
3. Manajemen efek samping obat
1. Penyakit kronis
Definisi : Mengidentifikasi dan
2. Keganasan
mengelola efek yang tidak diharapkan
3. Distres psikologis
dari pemberian agen farmakologi
4. Kehamilan
Tindakan
Observasi
1. Periksa tanda dan gejala
terjadinya efek samping obat
Terapeutik
1. Berikan pertolongan pertama
untuk meminimalkan efek
samping, sesuai kebutuhan
Edukasi
1. Jelaskan proses terjadinya efek
samping obat
Kolaborasi
1. Konsultasikan pemberian
medikasi untuk penanganan
efek samping

4. Edukasi kesehatan (I.12383)


Definisi : mengajarkan pengelolaan
faktor risiko penyakit dan perilaku
hidup bersih serta sehat
Tindakan
Observasi
1. Identifikasi kesiapan dan
kemampuan menerima
informasi
Terapeutik
1. Sediakan materi dan media
pendidikan kesehatan
Edukasi
1. Jelaskan faktor resiko yang
dapat mempengaruhi kesehatan
Kolaborasi
(tidak tersedia)
4. Ansietas (D.0080) Tingkat Ansietas (L.09093) 1. Reduksi ansietas (I.09314)
Definisi : kondisi emosi dan Definisi : Meminimalkan kondisi
Kategori : Psikologis pengalaman subyektif terhadap individu dan pengalaman subyektif
objek yang tidak jelas dan terhadap objek yang tidak jelas dan
Subkategori : Integritas Ego spesifik akibat antisipasi bahaya spesifik akibat antisipasi bahaya yang
yang memungkinkan individu memungkingkan individu melakukan
Definisi : melakukan tindakan untuk tindakan untuk menghadapi ancaman.
Kondisi emosi dan pengalaman menghadapi ancaman
subjektif individu terhadap objek yang
tidak jelas dan spesifik akibat Kriteria Hasil : Tindakan
antisipasi bahaya yang 1. Verbalisasi khawatir Observasi
memungkinkan individu lakukan akibat jondisi yang 1. Identifikasi sangat singkat
tindakan untuk mengahadapi dihadapi menurun ansietas berubah (mis. Kondisi,
ancaman. 2. Perilaku gelisah menurun waktu, stresor)
2. Monitor tanda-tanda ansietas
Penyebab : (verbal dan nonverbal)
1. Krisis situasional Terapeutik
2. Kebutuhan tidak terpenuhi 1. Ciptakan suasana terapeutik utuk
3. Krisis maturasional menumbuhka n kepercayaan
4. Ancaman terhadap konsep diri 2. Pahami situasi yang membuat
5. Ancaman terhadap kematian ansietas
6. Kekhawatiran mengalami Edukasi
kegagalan 1. Jelaskan prosedur, termasuk
7. Disfungsi sistem keluarga sensasi yang mungkin dialami
8. Hubungan orang tua-anak 2. Anjurkan mengungkapkan
tidak memuaskan perasaan dan persepsi
9. Faktor keturunan (temperamen 3. Latih teknik relaksasi
mudah teragitasi sejal lahir) Kolaborasi
10. Penyalahgunaan zat 1. Kolaborasi pemberian obat
11. Terpapar bahaya lingkungan antiansietas, jika perlu
(mis. toksin,volutan, dan lain-
lain)
12. Kurang terpapar informasi 2. Teknik dikstraksi (I.08247)
Definisi : mengalihkan perhatian atau
Gejala dan Tanda Mayor mengurangi emosi dan pikiran negatif
Subjektif terhadap sensasi yang tidak diinginkan
1. Merasa bingung Tindakan
2. Merasa khawatir dengan akibat Observasi
dari kondisi yang dihadapi
3. Sulit berkonsentrasi 1. Identifikasi teknik disktrasi
Objektif yang diinginkan
1. Tampak gelisah Terapeutik
2. Tampak tegang 1. Gunakan teknik distraksi (mis.
3. Sulit tidur Membaca buku, menonton
televisi, bermain, aktivitas
Gejala dan Tanda Minor tetrapi, membaca cerita,
Subjektif bernyanyi)
1. Mengeluh pusing Edukasi
2. Anoreksia 1. Jelaskan manfaat dan jenis
3. Palpitasi distraksi bagi panca indera
4. Merasa tidak berdaya (mis. Musik, penghitungan,
Objektif televisi, baca, video/permainan
1. Frekuensi napas meningkat genggam)
2. Frekuensi nadi meningkat 2. Anjurkan menggunakan teknik
3. Tekanan darah meningkat sesuai dengan tingkat energi,
4. Diaphoresis kemampuan, usia, tingkat
5. Tremor perkembangan
6. Muka tampak pucat Kolaborasi
7. Suara bergetar (tidak tersedia)
8. Kontak mata buruk
9. Sering berkemih 3. Dukungan emosional (I.09256)
10. Berorientasi pada masa lalu Definisi : memfasilitasi penerimaan
Kondisi Klinis Terkait kondisi emosional selama masa stres
1. Penyakit kronis progresif (mis. Tindakan
Kanker, penyakit autoimun) Observasi
2. Penyakit akut 1. Identifikasi fungsi marah,
3. Hospitalisasi frustasi, dan amuk bagi pasien
4. Rencana operasi Terapeutik
5. Kondisi diagnosis penyakit
belum jelas 1. Fasilitasi mengungkapkan
6. Penyakit neurologis perasaan cemas, marah, atau
7. Tahap tumbuh kembang sedih
Edukasi
1. Anjurkan mengungkapkan
perasaan yang dialalami (mis.
Ansietas, marah, sedih)
Kolaborasi
1. Rujuk untuk konseling, jika
perlu

4. Konseling (I.10334)
Definisi : memberikan bimbingan
untuk meningkatkan atau mendukung
penanganan, pemecahan masalah, dan
hubungan interpersonal
Tindakan
Observasi
1. Identifikasi kemampuan dan
beri penguatan
Terapeutik
1. Bina hubungan terapeutik
berdasarkan rasa percaya dan
penghargaan
Edukasi
1. Anjurkan mengekspresikan
perasaan
2. Anjurkan membuat daftar
alternatif penyelesaian masalah
Kolaborasi
(tidak tersedia)

5. Dfisit Pengetahuan (D. 0111) Tingkat pengetahuan(L.12111) 1. Bimbingan sistem kesehatan


(I.12360)
Kategori: perilaku Defiisi
Definisi : mengidentifikasi dan
Subkategori : penyuluhan dan Kecukupan informasi kognitif mengembangkan kemampuan untuk
mengatasi masalah.
pembelajaran yang berkaitan dengan topic
Tindakan
Definisi : ketiadaan atau kurangnya tertentu. Observasi
1. Identifikasi masalah kesehatan
informasi kognitif yang berkaitan Kriteria Hasil
individu, keluarga dan
dengan topik tertentu 1. Perilaku sesuai anjuran masyarakat
meningkat Terapeutik
Penyebab :
2. Perilaku sesuai dengan 1. Fasilitasi pemenuhan kebutuhan
1. Keteratasan kognitif pengetahuan meningkat kesehatan
Edukasi
2. Gangguan fungsi kognitif
1. Bimbing untuk bertanggung
3. Kekeliruan mengikuti anjuran jawab mengidentifikasi dan
mengembangkan kemampuan
4. Kurang terpapar informasi
memecahkan masalah kesehatan
5. Kurang minat dalam belajar secara mandiri
Kolaborasi
6. Kurang mampu mengingat
(Tidak tersedia)
7. Ketidaktahuan menemukan
2. Edukasi aktivitas/istirahatan
sumber informasi
(I.12362)
Gejala dan tanda mayor Definisi : mengajarkan pengaturan
Subjektif aktivitas dan istirahat
Tindakan
1. Menanyakan masalah yang
Observasi
dihadapi 1. Identifikasi kesiapan dan
kemampuan menerima
Objektif
informasi
1. Menunjukan perilaku tidak Terapeutik
1. Sediakan materi dan media
sesuai anjuran
pengaturan aktivitas dan
2. Menun jukan presepsi yang istirahat
Edukasi
keliru terhadap masalah
1. Jelaskan pentingnya melakukan
Gejala dan tanda minor aktivitas fisik/olahraga secara
rutin
Subektif : (Tidak tersedia)
Kolaborasi
Objektif: (Tidak tersedia)
1. Menjalani pemeriksaan yang
3. Edukasi proses penyakit
tidak tepat Definisi : memberikan informasi
tentang mekanisme munculnya
2. Menujukan perilaku berlebihan
penyakit dan menimbulkan tanda dan
(mis. Apatis, bermusughan, gejala yang mengganggu kesehatan
tubuh pasien
adikasi dan histerria)
Tindakan
Kondisi klinis terkait Observasi
1. Identifikasi kesiapan dan
1. Kondisi klinis yang baru
kemampuan menerima
dihadapi oleh klien informasi
Terapeutik
2. Penyakit akut
3. Penyakit kronis 1. Sediakan materi dan media
pengaturan aktivitas dan
istirahat
Edukasi
1. Jelaskan penyebab dan faktor
risiko penyakit
2. Jelaskan proses patofisiologi
munculnya penyakit
Kolaborasi
(Tidak tersedia)

4. Edukasi mobilitas (I.12394)


Definisi : mengajarkan perilaku untuk
meningkatkan rentang gerak, kekuatan
otot dan kemampuan bergerak.
Tindakan
Observasi
1. Identifikasi kesiapan dan
kemampuan menerima
informasi
Terapeutik
1. Persiapkan materi, media dan
alat-alat seperti bantal, gait belt
Edukasi
1. Jelaskan prosedur, tujuan,
indikasi dan kontraindikasi
mobilisasi serta dampak
imobilisasi
2. Ajarkan cara mengidentifikasi
sarana dan prasarana yang
mendukung untuk mobilisasi
dirumah
Kolaborasi
(Tidak tersedia)
Implementasi dan Evaluasi

Hari/Tanggal Diagnosis Implementasi Evaluasi


Sabtu-selasa, 25-28 Nyeri akut 1. Manajemen nyeri Subjektif :pasien menyatakan nyeri yang
april 2020 Tindakan dirasakan berkurang.
Observasi Objektif : Keluhan nyeri dan meringis
1. Mengidentifikasi lokasi, karakteristik, oleh pasien nampak berkurang, pasien
durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri. memahami cara memantau nyeri dan dapat
Terapeutik melakukannya
1. Memberikan tehnik non farmakologis Assesment : Nyeri teratasi
untuk mengurangi rasa nyeri( mis, TENS, Planning : Pertahankan intervensi
hipnosis, akupresure, terapi musik, - Manajemen Nyeri
biofeedback, terapi pijat, aroma terapi, - Pemantauan Nyeri
tehnik imajinasi terbimbing, kompres Hentikan intervensi
hangat/dingin, terapi bermain) - Pemberian analgesik
Edukasi
1. Menjelaskan penyebab, periode, dan
pemicu nyeri
2. Menjelaskan strategi meredakan nyeri
3. Mengajarkan tehnik non farmakologis
untuk mengurangi rasa nyeri
Kolaborasi
1. Berkolaborasi pemberian analgesik,jika
perlu

2. Pemberian Analgesik
Tindakan
Observasi
1. Mengidentifikasi riwayat alergi obat
Terapeutik
1. Mendiskusikan jenis analgesik yang disukai
untuk mencapai analgesik yang optimal.
Edukasi
1. Menjelaskan efek samping obat
Kolaborasi
1. Berkolaborasi pemberian dosis dan jenis
analgesik, seusia indikasi
Pemantauan Nyeri (I.08242)
Tindakan:
Observasi
1. Memonitor durasi dan frekuensi nyeri
Terapeutik
1. Mengatur interval waktu pemantauan
sesuai dengan kondisi pasien
Edukasi
1. Menjelaskan tujuan dan prosedur
pemantauan.
Sabtu-selasa, 25-28 Intolerasi Aktivitas Manajemen Energi (I.05178) Subjektif : Klien mengatakan dapat
april 2020
beraktivitas sebagaimana biasa namun
Tindakan :
hanya aktivitas ringan

Observasi Objektif : Klien nampak dapat berjalan

1. Memonitor pola dan jam tidur meski dalam jarak dekat dan klien nampak

2. Memonitor lokasi dan ketidaknyamanan bisa tertidur dengan tenang dan nyenyak

selama melakukan aktivitas Assesment : Intoleransi aktivitas teratatasi

Terapeutik Planning : Hentikan intervensi

1. Menyediakan lingkungan nyaman dan


rendah stimulus (mis. Cahaya, suara,
kunjungan)
2. Memberikan aktivitas distraksi yang
menenagkan
Edukasi
1. Menganjurkan tirah baring
2. Menganjurkan melakukan aktivitas secara
terhadap
3. Mengajarkan streategi koping untuk
mengurangi kelelahan
Kolaborasi
1. Berkolaborasi dengan ahli gizi tentang cara
meningkatkan asupan makanan

Dukungan tidur (I.05174)


Tindakan :
Observasi
1. Mengidentifikasi faktor pengganggu tidur
(fisik dan/atau psikologis)
Teraputik
1. Memodifikasi lingkungan (mis.
Pencahayaan, kebisingan, suhu, matras, dan
tempat tidur)
Edukasi
1. Menjelaskan pentingnya tidur cukup
selama sakit
Sabtu-selasa, 25-28 Gangguan Rasa Nyaman 1. Terapi Relaksasi (I.09326) Subjektif : Klien mengatakan sudah
april 2020 Observasi merasa nyaman dengan kondisinya dan
1. Mengidentifikasi teknik relaksasi yang sudah tidak merasa stres lagi
pernah efektif digunakan Objektif : Klien nampak nyaman
Terapeutik Assesment : Gangguan rasa nyaman
1. Menciptakan lingkungan tenang dan tanpa teratasi
gangguan dengan pencahayaan dan suhu Planning : Hentikan intervensi
ruang nyaman, jika memungkinakan
Edukasi
1. Menjelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan
jenis relakasi yang tersedia (mis. music,
meditasi, napas dalam, relaksasi otot
progresif.
3. Manajemen stres (I.09293)
Observasi
1. Mengidentifikasi tingkat stres
Terapeutik
1. Memastikan asupan nutrisi yang adekuat
untuk meningkatkan resistensi tubuh
terhadap stres
2. Menghindari makanan yang mengandung
kafein, garam dan lemak
Edukasi
1. Menganjurkan mengendalikan tuntutan
orang lain dengan negosiasi atau
mengatakan “tidak”
2. Menganjurkan teknik menurunkan stres
(mis. Latihan pernapasan, masase, relaksasi
progresif, imajinasi terbimbing,
biofeedback, terapi sentuhan, terapi
murattal, terapi musik, terapi humor, terapi
tertawa, meditasi)

Sabtu-selasa, 25-28 Ansietas 1. Reduksi ansietas (I.09314) Subjektif : Klien mengatakan sudah tidak
april 2020 cemas dengan kondisi yang dirasakan saat
Tindakan : ini
Objektif : Klien nampak tenang saat
Observasi kondisi yang dikeluhkan timbul dan dapat
1. Mengidentifikasi sangat singkat ansietas mengatasinya.
berubah (mis. Kondisi, waktu, stresor) Assesment : Ansietas teratasi
2. Memonitor tanda-tanda ansietas (verbal dan Planning :Hentikan Intervensi
nonverbal)
Terapeutik
1. Menciptakan suasana terapeutik utuk
menumbuhkan kepercayaan
2. Memahami situasi yang membuat ansietas
Edukasi
1. Menjelaskan prosedur, termasuk sensasi
yang mungkin dialami
2. Menganjurkan mengungkapkan perasaan
dan persepsi
3. Melatih teknik relaksasi
Kolaborasi
1. Berkolaborasi pemberian obat antiansietas,
jika perlu

2. Teknik dikstraksi (I.08247)


Tindakan
Observasi
1. Mengidentifikasi teknik disktrasi yang
diinginkan
Terapeutik
1. Menggunakan teknik distraksi (mis.
Membaca buku, menonton televisi,
bermain, aktivitas tetrapi, membaca cerita,
bernyanyi)

Edukasi
1. Menjelaskan manfaat dan jenis distraksi
bagi panca indera (mis. Musik,
penghitungan, televisi, baca,
video/permainan genggam)
2. Menganjurkan menggunakan teknik sesuai
dengan tingkat energi, kemampuan, usia,
tingkat perkembangan

Sabtu-selasa, 25-28 Defisit Pengetahuan 1. Bimbingan sistem kesehatan (I.12360) Subjektif : Klien menyatakan mau
april 2020 Tindakan
menerima bimbingan dan informasi tentang
Observasi
1. Mengidentifikasi masalah kesehatan kesehatannya.
individu, keluarga dan masyarakat
Objektif : Klien sudah mampu
Terapeutik
1. Memfasilitasi pemenuhan kebutuhan mengembangakan kemampuan
kesehatan
memecahkan masalah dan nampak serius
Edukasi
1. Membimbing untuk bertanggung jawab dalam memperoleh informasi yang
mengidentifikasi dan mengembangkan
dibuktikan dengan tindakan perubahan dan
kemampuan memecahkan masalah
kesehatan secara mandiri praktek intervensi.
Assesment : Defisit pengetahuan teratasi
2. Edukasi aktivitas/istirahatan (I.12362)
Tindakan Planning : Hentikan intervensi
Observasi
1. Mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan
menerima informasi
Terapeutik
1. Menyediakan materi dan media pengaturan
aktivitas dan istirahat
Edukasi
1. Menjelaskan pentingnya melakukan
aktivitas fisik/olahraga secara rutin