Anda di halaman 1dari 69

ASKEP Gangguan Sistem Reproduksi (Disminorea)

&
ASKEP Keluarga Berencana (Implant)
Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Keperawatan Maternitas II yang diampuh Ns.
Rini Wahyuni Mohamad S.Kep

Disusun Oleh:
Kelas A

Delfiyanti Hasan (841418012)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2020
ASKEP Gangguan Sistem Reproduksi (Disminorea)
Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Keperawatan Maternitas II yang diampuh Ns.
Rini Wahyuni Mohamad S.Kep

Disusun Oleh:
Kelas A

Delfiyanti Hasan (841418012)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2020
A. PENGKAJIAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI (GSR)

Nama Mahasiswa : Delfiyanti Hasan


Tanggal pengkajian : 23 April 2020
NIM : 841418012
Ruangan/RS : Rumah Pasien
No. Reg :-
Tanggal Masuk Rumah Sakit :-
Diagnosa Medis:

I. Data umum klien


1. Inisial klien : Nn D Inisial suami : Tidak Ada
2. Usia : 18 Tahun Usia : Tidak Ada
3. Status perkawinan : Belum Menikah Suku : Tidak Ada
4. Pekerjaan : Siswa Pekerjaan : Tidak Ada
5. Pendidikan terakhir : SMA Pendidikan terakhir : Tidak Ada
6. Suku : Gorontalo Agama : Tidak Ada
7. Agama : Islam
8. Alamat : Desa Bongoime

II. Masalah utama


Keluhan utama : Nyeri Perut
Mulai timbulnya : Pada saat akan ada haid dan saat haid pertama
Sifat keluhan : Nyeri
Lokasi keluhan : Abdomen
Faktor pencetus : Mesntruasi
Keluhan lain : Klien hanya merasakan nyeri pada bagian abdomen
Pengaruh keluhan terhadap aktivitas/fungsi tubuh : Menghambat Aktivitas
Usaha klien untuk mengatasinya : Istrahat
Pengkajian Fisik
Seksualitas
Subyektif :
Usia menarche : 5 tahun
Siklus haid : 18 - 20 hari
Durasi haid : 8 hari
(Ya) Dismenorea () Polimenorea () Oligomenorea

() Menometroragie () Amenorea
Rabas pervagina : warna : Pasien tidak bersedia dikaji
Jumlah : Pasien tidak bersedia dikaji
Berapa lama : Pasien tidak bersedia dikaji
Metode kontrasepsi terakhir : Pasien belum memakai alat kontrasepsdi
Status obstetri : P: 0 A : 0

Riwayat persalinan :
Aterm : Belum pernah
Prematur : Belum Pernah
Multiple : Belum Pernah
Riwayat persalinan terakhir :
Tahun : Belum Pernah
Tempat : Belum Pernah
Lama gestasi : Belum Pernah
Lama persalinan : Belum Pernah
Jenis persalinan : Belum Pernah
Berat badan bayi : Belum Pernah
Komplikasi maternal/bayi : Belum Pernah
Obyektif :
PAP smear terakhir (tgl dan hasil) : Belum pernah memeriksakan
Tes serologi (tgl dan hasil) : Belum pernah memeriksakan
Makanan dan cairan
Subyektif :
Masukan oral 4 jam terakhir : Belum mengonsumsi makanan
(Ya) Mual/muntah (Tidak) hilang nafsu makan (Tidak) masalah mengunyah
Pola makan : Tidak teratur
Frekuensi : 1-2 x/hari
Konsumsi cairan : 6 gelas /hari
Obyektif :
BB : 42 kg
TB : 153 cm
Turgor kulit : Kulit terlihat bersih, dan Halus, Terdapat rambut
Membran mukosa mulut : sariawan dan gigi berlubang
Kebutuhan cairan : Tidak terpenuhi
Pemeriksaan Hb. Ht (tgl dan hasil) : Belum pernah memeriksakan
Eliminasi
Subyektif :
Frekuensi dafekasi :
Penggunaan laksatif :
Waktu defekasi terakhir :
Frekuensi berkemih : 5 x/hari
Karakter urine : Tidak menggunakan
Nyeri/rasa terbakar/kesulitan berkemih : Tidak memiliki kesulitan
Riwayat penyakit ginjal : Tidak memiliki riwayat
Penyakit kandung kemih : Tidak memiliki riwayat
Penggunaan diuretik : Tidak memiliki riwayat
Obyektif :
Pemasangan kateter : Tidak menggunakan
Bising usus : Terdengar suara bising usus tapi tidak terlalu jelas
Karakter urine : Tidak menggunakan
Konsistensi feces : Padat
Warna feces : Kuning kecoklatan
Hemorrhoid : Tidak terdapat
Palpasi kandung kemih (teraba/tidak teraba) : Tidak teraba
Hygiene
Subyektif :
Kebersihan rambut (frekuensi ) : Jumlah rambut banyak dan tumbuh berdekatan, tidak
terdapat ketombe dan Pediculus humanus capitis, serta rambut Lurus.
Kebersihan badan : Tidak terdapat kotoran, tidak berbau
Kebersihan gigi/mulut : Tidak terdapat Secret, gigi putih dan lengkap serta
tidak terdapat karang gigi.
Kebersihan kuku tangan dan kaki : Kuku pendek dan tidak terdapat kotoran

Obyektif :
Cara berpakaian : : Baik, rapi dan sopan. Pakaian tidak terdapat kotoran dan tidak berbau

Kondisi kulit kepala : Tidak terdapat Ketombe dan tidak terapat Pediculus humanus capitis.

Sirkulasi
Subyektif :
Riwayat penyakit jantung : Tidak terdapat
Riwayat demam reumatik : Tidak terdapat
Obyektif :
Tekanan darah : 100/60 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Distensi vena jugularis (ada/tidak ada) : Tidak ada
Bunyi jantung : Terdengar dan berirama
Frekuensi : 80 x/menit
Irama (teratur/tidak teratur) : Teratur
Kualitas (kuat/lemah/Rub/Murmur) : Kuat
Ekstremitas :
Suhu (hangat/akral dingin) : Hangat
CRT : 2 detik
Varises (ada/tidak ada) : CRT : Tidak ada
Nyeri/ketidaknyamanan
Subyektif :
Lokasi : Abdomen
Intensitas (skala 0 -10) : 6
Frekuensi : 3-4 x/hari
Durasi : 30 menit
Faktor pencetus : Menstruasi
Cara mengatasi : Berbaring dan Tidur
Faktor yang berhubungan : Tidak diketahui
Obyektif :
(Ya) Wajah meringis
(Ya) Melindungi area yang sakit
(Ya) Fokus menyempit
Pernapasan
Subyektif :
(Tidak) Dispnea (Tidak) Batuk/sputum (Tidak) Riwayat Bronkitis
(Tidak) Asma (Tidak)Tuberkulosis (Tidak) Emfisema
(Tidak) Pneumonia berulang (Tidak) Perokok, lamanya : ............. tahun
(Tidak Menggunakan)Penggunaan alat bantu pernapasan (02) : 0L/mnt
Obyektif :
Frekuensi : 0 /mnt
Irama : (Tidak) Eupnoe (Tidak) Tachipnoe (Tidak) Bradipnoe
(Tiak) Apnoe (Tidak) Hiperventilasi (Tidak )Cheynestokes
(Tidak) Kusmaul (Tidak) Biots
Karakteristik Sputum : Tidak terdapat sputum
Hasil Roentgen : Tidak memiliki

Interaksi sosial
Subyektif :
Status pernikahan : Belum menikah
Lama pernikahan : Belum menikah
Tinggal serumah dengan : Ayah, Ibu dan 5 orang sepupu
Obyektif :
Komunikasi verbal/nonverbal dengan orang terdekat : Komunikasi terjalin dengan baik dan
Lancar tanpa hambatan komunikasi serta mudah memahami komunikasi baik secara verbal maupun
non verbal.

Integritas Ego
Subyektif :
Perencanaan kehamilan : Belum memiliki
Perasaan klien/keluarga tentang penyakit : Khawatir / Cemas
Status hubungan : Anak kandung
Cara mengatasi stress : Bercerita kepada orang lain
Obyektif :
Status emosional (cemas, apatis, dll) : Cemas
Respon fisiologis yang teramati :
Agama : Islam
Muncul perasaaan (tidak berdaya, putus asa, tidak mampu) : Tidak berdaya

Neurosensori
Subyektif :
Pusing (ada/tidak ada) : Ada
Kesemutan/kebas/kelembaban (lokasi) : Tidak Mengalami

Keamanan :
Subyetif :
Alergi/sensitivitas : Tidak memiliki Alergi
Penyakit masa kanak-kanak : Tidak terdapat penyakit
Riwayat imunisasi : Imunisasi Dasar Lengkap (Hepatitis B, BCG, Polio, DPT dan Campak) dan
imunisasi Lanjutan.
Infeksi virus terakhir : Influenza
Binatang peliharaan dirumah : Ayam
Masalah obstetrik sebelumnya : Tidak memiliki
Jarak waktu kehamilan terakhir : Tidak memiliki
Riwayat kecelakaan : Tidak pernah mengalami
Fraktur dislokasi : Tidak pernah mengalami
Pembesaran kelenjar : Tidak mengalami
Obyektif :
Integritas kulit : Terdapat terdapat integritas kulit
Cara berjalan : Baik, tidak memiliki bentuk Kaki O atau X

Penyuluhan/pembelajaran
Subyektif :
Bahasa dominan : Bahasa Indonesia tidak baku
Pendidikan terakhir : Sekolah Menengah Atas
Pekerjaan suami : Tidak memiliki suami
Faktor penyakit dari keluarga : Hipertensi
Sumber pendidikan tentang penyakit : Sekolah dan Media elektronik
Pertimbangan rencana pulang : Tidak terdapat
Tanggal informasi diambil : 24 April 2020
Pertimbangan rencana pulang : Tidak terdapat
Tanggal perkiraan pulang : tidak sedang dirawat
Ketersediaan sumber kesehatan terdekat : Puskesmas

Pemeriksaan diagnostik :
Desminorea

Terapi dan pengobatan :


Belum pernah melakukan terapi dan pengobatan apapun yang berkaitan dengan penyakit.

Diagnosis Keperawatan
1. Perfusi perifer tidak efektif (D.0009)
2. Nyeri akut (D.0077)
3. Intoleransi aktivitas (D.0056)
4. Defisit pengetahuan (D.0111)
5. Ansietas (D.0080)
B. Phatway

Ovulasi Disminore primer

Hormon progtaglanin Disminore Nyeri Akut


meningkat

Keluhan pada
seluruh tubuh
Kontraksi miortrium dan
pembuluh darah uterus
naik

Nyeri Haid

Kurang
Hipoksia Tampak Pucat Pengetahuan

Cemas dan
tegang

Nyeri Perfusi perifer tidak Defisit


efektif Pengetahuan
Ansietas

Intoleran Aktivitas
D. Intervensi dan Luaran

No. SDKI SLKI SIKI Rasional


1. Nyeri Akut (D. 0077) Tingkat nyeri (L.08066) 1. Manajemen nyeri Manajemen Nyeri
Kategori : psikologis Definisi : pengalman sensori Definisi : Observasi
Subkategori: nyeri dan kenyamanan atau emosional yang Mengidentifikasi dan mengelola 1. Mengetahui lokasi
Definisi : pengalaman sensorik atau berkaitan dengan kerusakan pengalaman sensori atau emosional nyeri, karakteristik
emosional yang berkaitan dengan jaringan aktual atau yang berkaitan dengan kerusakan nyeri, berapa lama nyeri
kerusasakan jaringan aktual atau fungsional dengan onset jaringan atau fungsional dengan onset dirasakan serta kualitas dan
fungsional, dengan onset mendadak mendadak atau lambat dan mendadak atau lambat dan intensitas nyeri yang dirasakan
atau lambat dan berintensitas ringan berintesitas ringan hingga berintensitas ringan hingga berat dan pasien untuk mengetahui
hingga berat yang berlangsung kurang berat dan konstan. konstan penanganan apa yang akan
dari 3 bulan. Kriteria hasil : Tindakan diberikan.
Penyebab : 1. keluhan nyeri menurun Observasi Terapeutik.
1. Agen pencedera fisiologis(mis, 2. meringis menurun 1. identifikasi lokasi, 1. Agar pasien tidak akan
inflamasi, iskemia,neoplasma) karakteristik, durasi, ketergantungan pada obat.
2. Agen pencedera kimiawi(mis, frekuensi, kualitas, intensitas 2. Memastikan pasien merasakan
terbakar, bahan kimia iritan) nyeri. nyaman sehingga nyeri yang
3. Agen pencedera fisik(mis. Terapeutik pasien rasakan tidak semakin
Abses, amputasi, terbakar, 1. Berikan tehnik non parah.
terpotong, mengangkat berat, farmakologis untuk Edukasi
prosedur operasi, trauma, latihan mengurangi rasa nyeri( mis, 1. Dengan mengetahui penyebab,
fisik berlebihan) TENS, hipnosis, akupresure, periode, dan pemicu nyeri
Gejala dan tanda mayor terapi musik, biofeedback, maka pasien dapat mengatasi
Subjektif : terapi pijat, aroma terapi, nyerinya sendiri.
1. Mengeluh nyeri tehnik imajinasi terbimbing, 2. Agar pasein dapat memilih
Objektif : kompres hangat/dingin, terapi strategi untuk meredeakan
1. Tampak meringis bermain) nyeri yang ia rasakan sendiri
2. Bersikap protektif (misalnya . 2. Kontrol lingkungan yang sesuai keinginan dan
waspada, posisi menghindari memperberat rasa nyeri (mis. kenyamanannya.
nyeri) Suhu ruangan, pencahayaan , 3. Agar pasein dapat mengetahui
3. Gelisah kebisingan) terapi farmakologi (obat-
4. Frekuensi nadi meningkat Edukasi obatan) yang dapat digunakan
5. Sulit tidur - Jelaskan penyebab, periode, selain non farmakologi jika
Gejala dan tanda minor dan pemicu nyeri terapi non farmakologi tidak
Subjektif (tidak tersedia) - Jelaskan strategi meredakan berhasil.
Objektif : nyeri Kolaborasi
1. Tekanan darah meningkat - Ajarkan tehnik non Memastikan Terapi analgetik yang
2. Pola nafas berubah farmakologis untuk diberikan efektif dengan
3. Nafsu makan berubah mengurangi rasa nyeri melakukan kolaborasi.
4. Proses berfikir terganggu
5. Menarik diri 2. Pemberian Analgesik
6. Berfokus pada diri sendiri Definisi : menyiapkan dan
7. Diaforesis memberikan agen farmakologis untuk Pemberian Analgesik
Kondisi klinis terkait mengurangi atau menghilangkan rasa Tindakan
1. Kondisi pembedahan sakit. Observasi
2. Cedera traumatis Tindakan - Alergi obat adalah reaksi
3. Infeksi Observasi berlebihan sistem
4. Syndrom koroner akut - Identifikasi riwayat alergi kekebalah tubuh terhadap
5. glaukoma obat obat-obatan tertentu.
Terapeutik Terapeutik
- Diskusikan jenis analgesik - Memastikan analgesik
yang disukai untuk mencapai yang diberikan dapat
analgesik yang optimal. mengatasi masalah/keluhan
Edukasi yang dirasakan.

- Jelaskan efek samping obat Edukasi


- Efek samping obat

3.Pemantauan Nyeri (I.08242) adalahkondisi yang muncul

Definisi : mengumpulkan dan diluar efek dari pengobatn

menganalisa data nyeri yangdiharapkan.

Tindakan: Kolaborasi

Observasi - Memperhatikan langkah-

- Monitor durasi dan frekuensi langkah benar dalam

nyeri pemberian obat dan

Terapeutik keseuaian target.

- Atur interval waktu


pemantauan sesuai dengan
kondisi pasien
Edukasi
- Jelaskan tujuan dan prosedur
pemantauan.
4.Terapi Murattal (I.08249)
Definisi: menggunakan media Al-
Qur`an (baik dengan mendengar atau
membaca) untuk membantu
meningkatkan perubahan yang
speaifik dalam tubuh baik secara
fisiologis maupun psikologis.
Tindakan :
Observasi
- Identifikasi lama dan durasi
pemberian sesuai dengan
kondisi pasien
Terapeutik
- Posisikan dalam posisi
lingkunga yang nyaman
Edukasi
- Jelaskan tujuan dan manfaat
terapi

2. Intoleransi Aktivitas (D.0056) Toleransi Aktivitas 1.Manajemen Energi (I.05178) Tindakan:


(L.05047) Observasi :
Definisi : Defnisi :
1. Untuk menjaga pola dan
Ketidakcukupan energi untuk Definisi : respon biologis Mengidentifikasi dan mengelola
jam tidur
melakukan aktifitas sehari-hari. terhadap aktivitas yang penggunaan energi untuk mengatasi
2. Untuk mengethaui lokasi
Penyebab: membutuhkan tenaga. atau mencegah kelelahan dan dan ketidaknyamanan
1. Ketidakseimbangan antara Kriteria hasil: mengoptimalkan proses pemulihan. dalam melakukan aktivitas
suplai dan kebutuhan oksigen 1. Kemudahan melakukan Terpeutik :
Tindakan :
2. Tirah baring aktivitas sehar-hari 1. Untuk menjaga
3. Kelemahan meningkat Observasi : kenyamanan pasien
4. Mobilitas - Monitor pola dan jam tidur 2. Untuk dapat menangkan
5. Gaya hidup monoton - Monitor lokasi dan pasien

ketidaknyamanan selama Edukasi :


Gejala dan Tanda Mayor
melakukan aktivitas 1. Untuk menghindari pasien
Subjektif :
Terapeutik : agar tidak kelelahan
1. Mengeluh lelah
- Sediakan lingkungan nyaman 2. Agar pasien dapat melakukan
Objektif :
dan rendah stimulus (mis. aktivitas secara bertahap
1. Frekuensi jantung meningkat
Cahaya, suara, kunjungan) 3. Untuk mengurangi kelelahan
>20% dari kondisi istirahat
- Berikan aktivitas distraksi yang Kolaborasi :

Gejala dan Tanda Minor menenagkan Untuk memenuhi kebutuhan energi

Subjektif : Edukasi : bagi tubuh

1. Dispnea saat /setelah aktivitas - Anjurkan tirah baring


2. Merasa tidak nyaman setelah - Anjurkan melakukan aktivitas
beraktivitas secara terhadap
3. Merasa lelah - Ajarkan streategi koping untuk
Objektif : mengurangi kelelahan
1. Tekanan berubah >20% dari
kondisi istirahat 2.Dukungan tidur (I.05174)
2. Gambaran EKG Definisi : siklus tidur dan terjaga
menunjukkan aritmia yang teratur
saat/setelah aktivitas Tindakan
3. Gambaran EKG Observasi
menunjukkan iskemia - Identifikasi faktor
Sianosis pengganggu tidur (fisik
dan/atau psikologis)
Teraputik
- Modifikasi lingkungan (mis.
Pencahayaan, kebisingan,
suhu, matras, dan tempat
tidur)
Edukasi
- Jelaskan pentingnya tidur
cukup selama sakit

3.Edikasi Latihan Fisik (I.12389)


Definisi : Mengajarkan aktivitas fisik
reguler untuk mempertahankan atau
meningkatkan kebugaran dan
kesehatan
Tindakan
Observasi
- Identifikasi kesiapan dan
kemampuan menerima
informasi
Terapeutik
- Sediakakn materi dan media
pendidikan kesehatan
- Jadwalkan pendidikan
kesehatan sesuai kesepakatan
- Berikan kesempatan bertanya
Edukasi
- Jelaskan manfaat kesehatan
dan afek fisiologis olahraga
- Jelaskan jenis latihan yang
sesuai dengan kondisi
kesehatan

4.Dukungan ambulansi (I.06171)


Definisi : Memfasilitasi pasien untuk
meningkatkan aktivitas perpindahan
Tindakan
Observasi
- Identikasi adanya nyeri atau
keluhan fisik lainya
- Indentifikasi toleransi fisik
melakukan ambulasni
Terapeutik
- Fasilitasi melakukan mobilitas
fisik
Edukasi
- Jelaskan tujuan dan prosedur
ambulansi

3. Perfusi Perifer Tidak Perfusi Perifer 1.Perawatan Sirkulasi (I.02079) Observasi


Efektif(D.0009) Setelah dilakukan Tindakan - Untuk mengetahui
Kategori : Fisiologis tindakan keperawatan Definisi : Mengidentifikasi dan tekanan nadi perifer,
Subkategori : Sirkulasi selama 3x24 jam masalah merawat area lokal denagan edema, pengisian
Definisi: Penurunan sirkulasi bersihan perfusi perifer keterbatasan siekulasi ferifer kapiler, warna,
darah pada level kepiler yang teratasi dengan krirteria Observasi anklebrachial indeks
dapat mengganggu metabolisme hasil : - Periksa sirkulasi perifer klien
tubuh 1. Kekuatan nadi (mis. Nadi perifer, edema,
Penyebab : perifer pengisian kapiler, warna, Terapeutik
1. Hiperglikemia meningkat dari suhu, anklebrachial index) - Agar tidak terjadi
2. Penurunan konsentrasi yang - Identifikasi faktor resiko pembengkakan dan
hemoglobin sebelumnya gangguan sirkulasi (mis. kebocoran pada
3. Peningkatan tekanan darah Diabetes, perokok, orang saluran darah
4. Kekurangan volume cairan tua, hipertensi dan kadar Edukasi
5. Penurunan aliran arteri kolesterol tinggi) - Agar dapat hidup sehat
dan/ atau vena dan bersih
6. Kurang terpapar informasi Terapeutik - Agar tubuh selalu
tentang faktor pemberat - Hindari pemasangan infus sehat dan bugar serta
(mis. Merokok, gaya hidup atau pengambilan darah di terhindar dari penyakit
monoton, trauma, obesitas, area keterbatasan perfusi
asupan garam, imobilitas) - Hindari pengukuran
7. Kurang terpapar informasi tekanan darah pada
tentang proses penyakit ekstermitas dengan
(mis. Diabetes melitus, keterbatan perfusi
hiperlipidemia) Edukasi
8. Kurang aktivitas fisik - Anjurkan berolahraga rutin
- Anjurkan mengecek air
Gejala dan Tanda Mayor mandi untuk menghindari
Subjektif kulit terbakar
(tidak tersedia)
Objektif 2.Manajemen Hipovolemia
1. Pengisian kapiler >3 detik (I.03116)
2. Nadi perifer menurun tau Definisi : Mengidentifikasi dan
tidak teraba mengelola penurunan cairan
3. Akral terasa dingin intravaskuler
4. Warna kulit pucat Tindakan
5. Turgor kulit menurun Observasi
- Pemerikasaan tandan dan
Gejala dan Tanda Minor gejala hipovolemia (mis.
Subjektif Fek nadi meningka, nadi
1. Parastesia teraba lemah,tekanan
2. Nyeri ekstermitas daharah menurun)
(Klaudikasi intermiten) Terpeutik
Objektif - Hitung kebutuhan cairan
1. Edema - Berikan promosi modified
2. Penyembuhan luka lambat Trendelenbung
3. Indeks ankle-brachial Edukasi
<0,90 - Ajarkan memperbanyak
4. Bruit femoral asupan cairan oral

3.Pemantauan Cairan (I.03121)


Definisi : Mengumpulkan dan
menganalisis data terkait pengaturan
keseimbangan cairan
Tindakan
Observasi
- Monitor frekuensi dan
kekuatan nadi
- Monitor frekuensi nafas
- Monitor tekanan darah
- Monitor berat badan
Terapeutik
- Atur interval waktu
pemantauan sesuai denagan
kondisi pasien
Edukasi
- Jelakan tujuan dan prosedur
pemantauan
4.Edukasi Berat Badan Efektif
(I.12365)
Definisi : Memberikan informasi
tentang berat badan dan presetase
tubuh yang optimal
Tindakan
Obsevasi
- Identifikasi kesiapan dan
keamampuan memerima
informasi
Terapeutik
- Sediakan materi dan media
edukasi
- Jadwalkan pendidikan
kesehantan sesuai kesepakatan
Edukasi
- Jelaskan hubungan asupan
makana, latihan, peningkatan
dan penurunan berat badan.
- Jelaskan kondisi medis yang
dapat mempengaruhi berat
badan

4. Dfisit Pengetahuan (D. 0111) Tingkat pengetahuan 1.Edukasi kesehatan Observasi


Kategori: perilaku (L.12111) Definisi: Mengajarkan pengelolaan 1. Faktor-faktor yang dapat
Subkategori : penyuluhan dan Defiisi faktor resiko penyakit dan perilaku mempengaruhi hidup
pembelajaran Kecukupan informasi hidup bersih serta sehat bersih dan sehat antara lain
Definisi : ketiadaan atau kurangnya kognitif yang berkaitan Tindakan umur; tingkat pengetahuan
informasi kognitif yang berkaitan dengan topic tertentu. Observasi masyarakat; tingkat
dengan topik tertentu Kriteria Hasil - Identifikasi kesiapan dan pendidikan; fasilitas dan
Penyebab : 1. Perilaku sesuai anjuran kemampuan menerima sarana; serta perilaku
1. Keteratasan kognitif meningkat informasi petusa kesehatan. Jika hal
2. Gangguan fungsi kognitif 2. Perilaku sesuai dengan - Identifikasi faktor faktor yang ini berjalan dan berfunsi
3. Kekeliruan mengikuti anjuran pengetahuan meningkat dapat meningkatkan dan sebagaimana mestinya
4. Kurang terpapar informasi menurunkan motivasi perilaku maka perilaku hidup bersih
5. Kurang minat dalam belajar hidup bersih dan sehat dan sehat akan
6. Kurang mampu mengingat Terapeutik terlaksanakan.
7. Ketidaktahuan menemukan - Sediakan materi dan media Terapeutik
sumber informasi pendidikan kesehatan 1. Pendidikan kesehatan adalah proses
Gejala dan tanda mayor\ - Berikan kesempatan untuk meningkatkan control dan
Subjektif bertanya memperbaiki kesehatan individu.
1. Menanyakan masalah yang Edukasi Hal ini perlu dilakukan oleh
dihadapi - Jelaskan faktor resiko yang perawat dan atau tenaga kesehatan
Objektif dapat mempengaruhi lainnya agar pasien dan atau
1. Menunjukan perilaku tidak kesehatan masyarakat tahu dan paham tentang
sesuai anjuran - Ajarkan perilaku hidup bersih hal-hal yang dapan menjadi sumber
2. Menun jukan presepsi yang dan sehat penyakit
keliru terhadap masalah 2. Edukasi
Gejala dan tanda minor 2.Bimbinngan Sitem Kesehatan 1. Menjelaskan faktor resiko
Subektif : tidak tersedia Definisi : Mengidentifikasi dan yang dapat mempengaruhi
Objektif: mengembangkan kemampuan untuk kesehatan pada pasien
1. Menjalani pemeriksaan yang mengatasi masalah kesehatan bertujuan untuk
tidak tepat Tindakan memberikan pengetahuan
2. Menu jukan perilaku Obvervasi lebih agar pasien dapat
berlebihan (mis. Apatis, - Identifikasi masakah menghindari faktor-faktor
bermusughan, adikasi dan kesehatan individi, keluarga tersebut dan mampu
histerria) dan masyarakat menjaga kesehatan.
Kondisi klinis terkait - Identifikasi inisiatif individi,
1. Kondisi klinis yang baru keluarga dan masyaraka
dihadapi oleh klien Terpeutik
2. Penyakit akut - Fasilitasi kebutuhan kesehatan
3. Penyakit kronis - Fasilitasi kebutuhan kesehatan
mandiri
Edukasi
- Bimbingan untk bertanggung
jawab mengidentifikasi dan
mengembangkan kemampuan
memecahkan masaalah
kesehatan secara mandiri

3.Edukasi Dehidrasi (I12367)


Definisi : Mengajarkan pengelolan
kekurangan cairan elektrolit
Tindakan
Observasi
- Identifikasi kemampuan
pasien dan keluarga menerima
informasi
Terapeutik
- Perssiapan materi, media dan
alat folmulir balans cairan
Edukasi
- Jelaskan tanda dan gejala
dehidrasi
4.Edukasi Aktivitas Istirahat
Definisi : Mengajarkan pengaturan
aktivitas dan istirahat
Tindakan :
Observasi
- Identifikasi kempuan
memerima informasi
Terapeutik
- Sediakan materi dan media
pengaturan aktivitas dan
istirahat
- Jadwalkan pemeberian
pendidikan kesehatan sesuai
kesepakatan
Edukasi
- Jelaskan pentingnya
melakukan aktivitas fisik /
olahraga secara rutin

5. Ansietas (D.0080) Tingkat Ansietas (L.09093) 1.Reduksi ansietas (I.09314) Tindakan


Observasi :
Definisi : Definisi : kondisi Definisi :
1. Untuk mencegah ansietas
Kondisi emosi dan pengalaman emosional dan pengalaman Meminimalkan kondisi individu dan
memburuk
subjektif individu terhadap objek subjektif terhadap objek pengalaman subyektif terhadap objek
2. Untuk mengetahui
yang tidak jelas dan spesifik akibat yang tidak jelas dan spesifik yang tidak jelas dan spesifik akibat
terjadinya ansietas
antisipasi bahaya yang akibat antisispasi bahaya antisipasi bahaya yang
Terapeutik :
memungkinkan individu lakukan yang memungkinkan memungkingkan individu melakukan
1. Untuk menumbuhkan rasa
tindakan untuk mengahadapi individu melakukan tindakan untuk menghadapi ancaman.
percaya pasien kepada
ancaman. tindakan untuk menghadai Tindakan : perawat
ancaman. Observasi : 2. Untuk mengetahui situasi
Penyebab :
Kriteria hasil : 1. Identifikasi sangat singkat yang menyebabkan
1. Krisis situasional
1. Verbalisasi kebingungan ansietas berubah (mis. Kondisi, ansietas
2. Kebutuhan tidak terpenuhi
menunurun waktu, stresor) Edukasi :
3. Krisis maturasional
2. Verbalisasi khawatir 2. Monitor tanda-tanda ansietas 1. Untuk menghindari
4. Ancaman terhadap konsep
akibat kondisi yang (verbal dan nonverbal) kecemasan pada pasien
diri
dihadapi menurun. Terapeutik : 2. Untuk mengurangi beban
5. Ancaman terhadap kematian
1. Ciptakan suasana terapeutik yang dirasakan pasien
6. Kekhawatiran mengalami
utuk menumbuhkan 3. Untuk dapat tetap tenang
kegagalan
kepercayaan saat terjadi ansietas
7. Disfungsi sistem keluarga
2. Pahami situasi yang membuat Kolaborasi :
8. Hubungan orang tua-anak
ansietas Untuk mengurangi ansietas
tidak memuaskan
Edukasi :
9. Faktor keturunan
1. Jelaskan prosedur, termasuk
(temperamen mudah
sensasi yang mungkin dialami
teragitasi sejal lahir)
2. Anjurkan mengungkapkan
10. Penyalahgunaan zat
perasaan dan persepsi
11. Terpapar bahaya lingkungan
3. Latih teknik relaksasi
(mis. toksin,volutan, dan
2.Terapi relaksasi (I.09326)
lain-lain)
Definisi : menggunakan teknik
12. Kurang terpapar informasi
peregangan untuk mengurangi tanda

Gejala dan Tanda Mayor dan gejala ketidaknyamanan seperti


nyeri, ketegangan otot, atau
Subjektif : kecemasan.
1. Merasa bingung Tindakan : Terapi relaksasi
2. Merasa khawatir dengan Observasi Tindakan :
akibat dari kondisi yang - Monitor respon terhadap Observasi
dihadapi relaksasi - Relaksasi bertujuan untuk
3. Sulit berkonsentrasi Teraputik mengurangi
Objektif - Gunakan pakaian longgar ketidaknyamanan yang
1. Tampak gelisah Edukasi dirasakan, sehingga perlu
Objektif : - Jelaskan tujuan, manfaat, diperhatikan apakah
1. Tampak gelisah batasan, dan jenis relaksasi efeknya berhasil atau tidak.
2. Tampak tegang yang tersedia (Mis. Musik, Terapeutik
3. Sulit tidur meditasi, napas dalam, - Pakaian longgar
relaksasi otot progresif) mempermudah sirkulasi
Gejala dan Tanda Minor
udara dan mempermudah
Subjektif :
3.Tehnik Distraksi pergerakan tubuh dan otot.
1. Mengeluh pusing
Definisi : mengalihkan perhatian atau Edukasi
2. Anoreksia
mengurangi emosi dan pikiran negatif - Membuat pasien mengerti
3. Palpitasi
terhadap sensasi yang tidak di dan sadar akan pentingnya
4. Merasa tidak berdaya
inginkan tindakan relaksasi.
Objektif :
Tindakan
1. Frekuensi napas meningkat
Observasi
2. Frekuensi nadi meningkat
- Identifikasi pilihan tehnik
3. Tekanan darah meningkat
distraksi yang di inginkan
4. Diaphoresis
5. Tremor Terapeutik
6. Muka tampak pucat - Gunakan tehnik distraksi
7. Suara bergetar (mis. Membaca buku,
8. Kontak mata buruk memonton televisi, bermain
9. Sering berkemih aktivitas terapi)
10. Berorientasi pada masa lalu Edukasi
- Jelaskan manfaat dan jenis
distraksi bagi panca indra
(Mis. Musik, perhitungan,
televisi)

4.Biblioterapi
Definisi : Menggunakan literatur
untuk mengekspresikan perasaan,
menyelesaikan masalah secara aktif,
meningkatkan kemampuan koping
pengetahuan .
Tindakan
Observasi
- Identifikasi kebutuhan
emosional , kognitif,
perkembangan dan situasional
- Identifikasi kemampuan
membaca
Terapeutik
- Tetapkan tujuan terapi (Mis.
Perubahan emosi,
pengembangan kepribadian,
pembelajaran, prilaku baru)
Edukasi
- Jelaskan tujuan dan prosedur
biblioterapi
C. Implementasi dan Evaluasi

Hari/Tanggal Diagnosis Implementasi Evaluasi


Sabtu-selasa, 25-28 Nyeri akut 1. Manajemen nyeri
april 2020
Definisi : Subjektif : pasien menyatakan nyeri yang
Mengidentifikasi dan mengelola pengalaman sensori dirasakan berkurang.
atau emosional yang berkaitan dengan kerusakan Objektif : Meringis dan sikap protektif oleh
jaringan atau fungsional dengan onset mendadak atau pasien nampak berkurang, pasien memahami
lambat dan berintensitas ringan hingga berat dan cara memantau nyeri dan dapat melakukannya
konstan serta pasien nampak damai saat
Tindakan mendengarkan bacaan Al-Qur`an.
Observasi Assesment : Nyeri teratasi
- mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, Planning : Pertahankan intervensi
frekuensi, kualitas, intensitas nyeri. - Manajemen Nyeri
Terapeutik - Pemantauan Nyeri
- memberikan tehnik non farmakologis untuk - Terapi Murattal
mengurangi rasa nyeri( mis, TENS, hipnosis,
akupresure, terapi musik, biofeedback, terapi
pijat, aroma terapi, tehnik imajinasi
terbimbing, kompres hangat/dingin, terapi
bermain)
- mengontrol lingkungan yang memperberat
rasa nyeri (mis. Suhu ruangan, pencahayaan ,
kebisingan)
Edukasi
- menjelaskan penyebab, periode, dan pemicu
nyeri
- menjelaskan strategi meredakan nyeri
- mengajarkan tehnik non farmakologis untuk
mengurangi rasa nyeri

Pemantauan Nyeri (I.08242)


Definisi : mengumpulkan dan menganalisa data nyeri
Tindakan:
Observasi
- Memonitor durasi dan frekuensi nyeri
Terapeutik
- Mengatur interval waktu pemantauan sesuai
dengan kondisi pasien

Terapi Murattal (I.08249)


Definisi: menggunakan media Al-Qur`an (baik
dengan mendengar atau membaca) untuk membantu
meningkatkan perubahan yang speaifik dalam tubuh
baik secara fisiologis maupun psikologis.
Tindakan :
Observasi
- Mengidentifikasi lama dan durasi pemberian
sesuai dengan kondisi pasien
Terapeutik
- Memposisikan dalam posisi lingkunga yang
nyaman
Edukasi
- Menjelaskan tujuan dan manfaat terapi

Sabtu-selasa, 25-28 Intolerasi Aktivitas Manajemen Energi (I.05178)


april 2020
Subjektif : Pasien mengatakan dapat
Defnisi :
beraktivitas meski yang ringa-ringan seperti
Mengidentifikasi dan mengelola penggunaan energi
berjalan.
untuk mengatasi atau mencegah kelelahan dan
Objektif : pasien nampak dapat berjalan
mengoptimalkan proses pemulihan.
meski dalam jarak dekat dan pasien nampak

Tindakan : dapat tidur dengan mudah dan lebih lama


Assesment : Intoleransi aktivitas teratatasi
Observasi : Planning : pertahankan intervensi
- Memonitor pola dan jam tidur - Manajemen energi
- Memonitor lokasi dan ketidaknyamanan - Dukungan tidur
selama melakukan aktivitas
Terapeutik :
- Menyediakan lingkungan nyaman dan rendah
stimulus (mis. Cahaya, suara, kunjungan)
- Memberikan aktivitas distraksi yang
menenagkan
Edukasi :
- Menganjurkan tirah baring
- Menganjurkan melakukan aktivitas secara
terhadap
- Mengajarkan streategi koping untuk
mengurangi kelelahan

Dukungan tidur (I.05174)


Definisi : memfasilitasi siklus tidur dan terjaga yang
teratur
Tindakan
Observasi
- Mengidentifikasi faktor pengganggu tidur
(fisik dan/atau psikologis)
Teraputik
- Memodifikasi lingkungan (mis. Pencahayaan,
kebisingan, suhu, matras, dan tempat tidur)
Edukasi
- Menjelaskan pentingnya tidur cukup selama
sakit
Sabtu-selasa, 25-28 Perfusu perifer tidak Manajemen Hipovolemia (I.03116) Subjektif : Pasien mengatakan bahwa sudah
april 2020 efektif
Definisi : Mengidentifikasi dan mengelola penurunan tidak merasa lemas
cairan intravaskuler Objektif : Pasien nampak tidak pucat lagi
Tindakan atau tidak menunjukan tanda-tanda lemas
Observasi Assesment : Hivopolemia teratatasi
- Memeriksa tanda dan gejala Hipovolemia Planning : pertahankan intervensi
pada frekuensi nadi dan tekanan darah - Manajemen Hipovolemia
Terpeutik
- Menghitung kebutuhan caiaran
- Memberikan promosi modified
Trendelembung
Edukasi
- Mengajarkan memeperbanyak asupann cairan
oral

Sabtu-selasa, 25-28 Defisit Pengetahuan Edukasi kesehatan


april 2020
Definisi: Subjektif : pasien menyatakan mau
Mengajarkan pengelolaan faktor resiko penyakit dan menerima informasi tentang kesehatannya.
perilaku hidup bersih serta sehat Objektif : pasien nampak serius dalam
Tindakan memperoleh informasi dan nampak memhami
Observasi informasi yang dibuktikan dengan tindakan
- Mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan perubahan dan praktek intervensi.
menerima informasi Assesment : Defisit pengetahuan teratasi
- Mengidentifikasi faktor faktor yang dapat Planning : Pertahankan intervensi
meningkatkan dan menurunkan motivasi - Edukasi kesehatan
perilaku hidup bersih dan sehat
Terapeutik
- Menyediakan materi dan media pendidikan
kesehatan
- Memberikan kesempatan untuk bertanya
Edukasi
- Menjelaskan faktor resiko yang dapat
mempengaruhi kesehatan
- Mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat

Sabtu-selasa, 25-28 Ansietas Reduksi ansietas (I.09314)


april 2020
Definisi : Subjektif : Pasien menyatakan tidak
Meminimalkan kondisi individu dan pengalaman khawatir lagi terhadap kondisinya dan
subyektif terhadap objek yang tidak jelas dan spesifik
akibat antisipasi bahaya yang memungkingkan menganggap itu adalah hal wajar
individu melakukan tindakan untuk menghadapi Objektif : Pasien nampak tenang saat
ancaman.
kondisi yang dikeluhkan timbul dan dapat
Tindakan : mengatasinya.
Observasi :
- Mengidentifikasi sangat singkat ansietas Assesment : Ansietas teratasi
berubah (mis. Kondisi, waktu, stresor) Planning : Hentikan Intervensi (reduksi
- Memonitor tanda-tanda ansietas (verbal dan
nonverbal) Ansietas) dan mempertahankan intervensi
Terapeutik : (Terapi relaksasi)
- Menciptakan suasana terapeutik utuk
menumbuhkan kepercayaan
- Memahami situasi yang membuat ansietas
Edukasi :
- Menjelaskan prosedur, termasuk sensasi yang
mungkin dialami
- Menganjurkan mengungkapkan perasaan dan
persepsi
- Melatih teknik relaksasi

Terapi relaksasi (I.09326)


Definisi : menggunakan teknik peregangan untuk
mengurangi tanda dan gejala ketidaknyamanan
seperti nyeri, ketegangan otot, atau kecemasan.
Tindakan :
Observasi
- Memonitor respon terhadap relaksasi
Teraputik
- Menggunakan pakaian longgar
Edukasi
- Menjelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan
jenis relaksasi yang tersedia (Mis. Musik,
meditasi, napas dalam, relaksasi otot
progresif)
ASKEP Keluarga Berencana (Implant)
Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Keperawatan Maternitas II yang diampuh Ns.
Rini Wahyuni Mohamad S.Kep
Disusun Oleh:

Kelas A

Delfiyanti Hasan (841418012)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

2020

Pengkajian Asuhan Keperawatan Keluarga Berencana


A. PENGKAJIAN KELUARGA BERENCANA

Nama Mahasiswa : Delfiyanti Hasan

Tanggal pengkajian : 23 April 2020

NIM : 841418012

Ruangan/RS :

Tanggal Masuk Rumah Sakit: :

I. Data umum klien :


1. Inisial klien : Ny F Inisial suami : Tn H
2. Usia : 20 thn Usia : 22
3. Status perkawinan : Menikah Suku : Gorontalo
4. Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Swasta
5. Pendidikan terakhir : SMK Pendidikan terakhir : SMK
6. Suku : Gorontalo Agama : Islam
7. Agama : Isalam
8. Alamat : Desa Bongoime

II. Data umum kesehatan saat ini


TB/BB : 151cm/50kg
Keadaan umum : Compos mentis
Tanda-tanda vital : TD:120/80mmHg, N :80x/mnt, P : 22x/mnt, S:36.5oC
Kepala dan rambut :Rambut panjang dan kulit bersih, tidak ada nyeri serta tidak ada benjolan
Bentuk kepala : Simetris, tidak ada benjolan serta tidak ada nyeri
Keadaan rambut : Rambut panjang dan hitam
Kebersihan rambut : : Terdapat ketombe, ada pediculus humanus capitis
Wajah/muka : Oval, tidak oedem, tidak pucat
Mata : Simetris, Tidak ada sekret dan ikterus
Konjungtiva : Merah muda, tidak anemis
Sclera : Putih, tidak ikterik
Gangguan penglihatan : Tidak ada gangguan penglihatan
Hidung : Tidak ada polip, tidak ada sekret, tidak ada gerak cuping hidung saat bernafas, tidak ada
kelainan
Mulut : Simetris, mukosa lembab, tidak stomatitis, tidak caries, gusi tidak berdarah
Telinga : Simetris, pendengaran baik, tidak ada serumen, tidak ada infeksi
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, dan limfe, tidak ada pembesaran vena jugularis
Dada : payudara : Klien tidak bersedia dikaji
Abdomen : Klien tidak bersedia dikaji
Genitalia : Klien tidak bersedia dikaji
Tungkai bawah : Tidak edema dan varises
III. Data umum kebidanan
Status obstetrik : P : 2 A : 0
Jumlah anak di rumah : 2 Orang

Jenis Cara
No. Umur BB Lahir Keadaan Sekarang
Kelamin Persalinan

1 3 thn Laki-laki Normal 2.9 kg

2 2 thn Laki-laki Normal 3.8 kg

Alasan datang ke klinik : Tidak dikaji


Lama perkawinan : 4 Tahun
Masalah untuk hamil : Tidak ada masalah
Masalah selama kehamilan : Kurang enak badan dan mual munta
Masalah setelah melahirkan : Tidak ada masalah
Riwayat penggunaaan metode kontrasepsi (hormonal/non hormonal) :
Jenis Masalah Alasan Penghentian
No. Tahun s/d Tahun
Kontrasepsi Pemakaian Pemakaian

Cara KB yang diminati saat ini : Kb Implan


Riwayat sosial : Tidak dikaji
Persetujuan/sikap suami terhadap Metode kontrasepsi yang dipilih : Klien mengatakan
menyetujui penggunaan alat kontrasepsi yang sekarang
Pengetahuan tentang berbagi metode kontrasepsi (pengertian, keuntungan, efek samping, kontra
indikasi) : Dia tidak tau efek samping samping dari alat kontrasepsi yang di gunaka dan klien
mengeluh sudah cemas karena haid tidak lancar

B. Diagnosa

6. Nyeri akut (D.0077)


7. Intoleransi aktivitas (D.0056)
8. Defisit pengetahuan (D.0111)
9. Ansietas (D.0080)
10. Defisit perawatan diri (D.0109)
C. Phatwey

Implant

Hormonlevonogestrel Esterogen
Progesteron
(progestin sintetik)
Merasa lelah
Sirkulasi perifer
Stimulasi hipotalamus terhambat
Reaksiradangdileng
Minat melakukan
ankiri
Menekan LH dan FSH Metabolisme perawatan diri
menurun
Kuurangnya anaerob
Pelepasan mediator Ovulasi terhambat pengetahuan tentang
inflamasi masalah haid Penumpukan Defisit
asam laktat Perawatan Diri
Amenorhe
Stimulai saraf simpatis
Defisit
dan parasimpatis Kelemahan
Pengetahuan
Perubahan siklus haid

Presepsi Nyeri Intoleransi


Ansietas Aktivitas

Nyeri Akut
D. Implementasi dan Luaran

No. SDKI SLKI SIKI Rasional


1. Nyeri Akut (D. 0077) Tingkat nyeri (L.08066) 1. Manajemen nyeri Manajemen Nyeri
Kategori : psikologis Definisi : pengalman Definisi : Observasi
Subkategori: nyeri dan kenyamanan sensori atau emosional yang Mengidentifikasi dan mengelola 2. Mengetahui lokasi
Definisi : pengalaman sensorik atau berkaitan dengan kerusakan pengalaman sensori atau emosional nyeri, karakteristik
emosional yang berkaitan dengan jaringan aktual atau yang berkaitan dengan kerusakan nyeri, berapa lama nyeri
kerusasakan jaringan aktual atau fungsional dengan onset jaringan atau fungsional dengan onset dirasakan serta kualitas dan
fungsional, dengan onset mendadak mendadak atau lambat dan mendadak atau lambat dan intensitas nyeri yang dirasakan
atau lambat dan berintensitas ringan berintesitas ringan hingga berintensitas ringan hingga berat dan pasien untuk mengetahui
hingga berat yang berlangsung kurang berat dan konstan. konstan penanganan apa yang akan
dari 3 bulan. Kriteria hasil : Tindakan diberikan.
Penyebab : 3. keluhan nyeri menurun Observasi Terapeutik.
4. Agen pencedera fisiologis(mis, 4. meringis menurun 2. identifikasi lokasi, 3. Agar pasien tidak akan
inflamasi, iskemia,neoplasma) karakteristik, durasi, frekuensi, ketergantungan pada obat.
5. Agen pencedera kimiawi(mis, kualitas, intensitas nyeri. 4. Memastikan pasien merasakan
terbakar, bahan kimia iritan) Terapeutik nyaman sehingga nyeri yang
6. Agen pencedera fisik(mis. 3. Berikan tehnik non pasien rasakan tidak semakin
Abses, amputasi, terbakar, farmakologis untuk parah.
terpotong, mengangkat berat, mengurangi rasa nyeri( mis, Edukasi
prosedur operasi, trauma, latihan TENS, hipnosis, akupresure, 4. Dengan mengetahui penyebab,
fisik berlebihan) terapi musik, biofeedback, periode, dan pemicu nyeri maka
Gejala dan tanda mayor terapi pijat, aroma terapi, pasien dapat mengatasi
Subjektif : tehnik imajinasi terbimbing, nyerinya sendiri.
2. Mengeluh nyeri kompres hangat/dingin, terapi 5. Agar pasein dapat memilih
Objektif : bermain) strategi untuk meredeakan nyeri
6. Tampak meringis 4. Kontrol lingkungan yang yang ia rasakan sendiri sesuai
7. Bersikap protektif (misalnya . memperberat rasa nyeri (mis. keinginan dan kenyamanannya.
waspada, posisi menghindari Suhu ruangan, pencahayaan , 6. Agar pasein dapat mengetahui
nyeri) kebisingan) terapi farmakologi (obat-
8. Gelisah Edukasi obatan) yang dapat digunakan
9. Frekuensi nadi meningkat - Jelaskan penyebab, periode, selain non farmakologi jika
10. Sulit tidur dan pemicu nyeri terapi non farmakologi tidak
Gejala dan tanda minor - Jelaskan strategi meredakan berhasil.
Subjektif (tidak tersedia) nyeri Kolaborasi
Objektif : - Ajarkan tehnik non Memastikan Terapi analgetik yang
8. Tekanan darah meningkat farmakologis untuk diberikan efektif dengan melakukan
9. Pola nafas berubah mengurangi rasa nyeri kolaborasi.
10. Nafsu makan berubah
11. Proses berfikir terganggu 2. Pemberian Analgesik
12. Menarik diri Definisi : menyiapkan dan
13. Berfokus pada diri sendiri memberikan agen farmakologis untuk Pemberian Analgesik
14. Diaforesis mengurangi atau menghilangkan rasa Tindakan
Kondisi klinis terkait sakit. Observasi
6. Kondisi pembedahan Tindakan - Alergi obat adalah reaksi
7. Cedera traumatis Observasi berlebihan sistem
8. Infeksi - Identifikasi riwayat alergi obat kekebalah tubuh terhadap
9. Syndrom koroner akut Terapeutik obat-obatan tertentu.
10. glaukoma - Diskusikan jenis analgesik Terapeutik
yang disukai untuk mencapai - Memastikan analgesik yang
analgesik yang optimal. diberikan dapat mengatasi
Edukasi masalah/keluhan yang

- Jelaskan efek samping obat dirasakan.


Edukasi

3.Pemantauan Nyeri (I.08242) - Efek samping obat

Definisi : mengumpulkan dan adalahkondisi yang muncul

menganalisa data nyeri diluar efek dari pengobatn

Tindakan: yangdiharapkan.

Observasi Kolaborasi
- Memperhatikan langkah-
- Monitor durasi dan frekuensi
langkah benar dalam
nyeri
pemberian obat dan
Terapeutik
keseuaian target.
- Atur interval waktu
pemantauan sesuai dengan
kondisi pasien
Edukasi
- Jelaskan tujuan dan prosedur
pemantauan.
4.Terapi Murattal (I.08249)
Definisi: menggunakan media Al-
Qur`an (baik dengan mendengar atau
membaca) untuk membantu
meningkatkan perubahan yang
speaifik dalam tubuh baik secara
fisiologis maupun psikologis.
Tindakan :
Observasi
- Identifikasi lama dan durasi
pemberian sesuai dengan
kondisi pasien
Terapeutik
- Posisikan dalam posisi
lingkunga yang nyaman
Edukasi
- Jelaskan tujuan dan manfaat
terapi

2. Intoleransi Aktivitas (D.0056) Toleransi Aktivitas 1.Manajemen Energi (I.05178) Tindakan:


(L.05047) Observasi :
Definisi : Defnisi :
3. Untuk menjaga pola dan
Ketidakcukupan energi untuk Definisi : respon biologis Mengidentifikasi dan mengelola
jam tidur
melakukan aktifitas sehari-hari. terhadap aktivitas yang penggunaan energi untuk mengatasi
4. Untuk mengethaui lokasi
membutuhkan tenaga. atau mencegah kelelahan dan
Penyebab: dan ketidaknyamanan
6. Ketidakseimbangan antara Kriteria hasil: mengoptimalkan proses pemulihan. dalam melakukan aktivitas
suplai dan kebutuhan oksigen 2. Kemudahan melakukan Terpeutik :
Tindakan :
7. Tirah baring aktivitas sehar-hari 3. Untuk menjaga
8. Kelemahan meningkat Observasi : kenyamanan pasien
9. Mobilitas - Monitor pola dan jam tidur 4. Untuk dapat menangkan
10. Gaya hidup monoton - Monitor lokasi dan pasien

ketidaknyamanan selama Edukasi :


Gejala dan Tanda Mayor
melakukan aktivitas 4. Untuk menghindari pasien agar
Subjektif :
Terapeutik : tidak kelelahan
2. Mengeluh lelah
- Sediakan lingkungan nyaman 5. Agar pasien dapat melakukan
Objektif :
dan rendah stimulus (mis. aktivitas secara bertahap
2. Frekuensi jantung meningkat
Cahaya, suara, kunjungan) 6. Untuk mengurangi kelelahan
>20% dari kondisi istirahat
- Berikan aktivitas distraksi yang Kolaborasi :

Gejala dan Tanda Minor menenagkan Untuk memenuhi kebutuhan energi

Subjektif : Edukasi : bagi tubuh

4. Dispnea saat /setelah aktivitas - Anjurkan tirah baring


5. Merasa tidak nyaman setelah - Anjurkan melakukan aktivitas
beraktivitas secara terhadap
6. Merasa lelah - Ajarkan streategi koping untuk
Objektif : mengurangi kelelahan
4. Tekanan berubah >20% dari
kondisi istirahat 2.Dukungan tidur (I.05174)
5. Gambaran EKG Definisi : siklus tidur dan terjaga yang
menunjukkan aritmia teratur
saat/setelah aktivitas Tindakan
6. Gambaran EKG Observasi
menunjukkan iskemia - Identifikasi faktor pengganggu
Sianosis tidur (fisik dan/atau
psikologis)
Teraputik
- Modifikasi lingkungan (mis.
Pencahayaan, kebisingan,
suhu, matras, dan tempat
tidur)
Edukasi
- Jelaskan pentingnya tidur
cukup selama sakit

3.Edikasi Latihan Fisik (I.12389)


Definisi : Mengajarkan aktivitas fisik
reguler untuk mempertahankan atau
meningkatkan kebugaran dan
kesehatan
Tindakan
Observasi
- Identifikasi kesiapan dan
kemampuan menerima
informasi
Terapeutik
- Sediakakn materi dan media
pendidikan kesehatan
- Jadwalkan pendidikan
kesehatan sesuai kesepakatan
- Berikan kesempatan bertanya
Edukasi
- Jelaskan manfaat kesehatan
dan afek fisiologis olahraga
- Jelaskan jenis latihan yang
sesuai dengan kondisi
kesehatan

4.Dukungan ambulansi (I.06171)


Definisi : Memfasilitasi pasien untuk
meningkatkan aktivitas perpindahan
Tindakan
Observasi
- Identikasi adanya nyeri atau
keluhan fisik lainya
- Indentifikasi toleransi fisik
melakukan ambulasni
Terapeutik
- Fasilitasi melakukan mobilitas
fisik
Edukasi
- Jelaskan tujuan dan prosedur
ambulansi

3. Defisit Perawatan Diri Perawatan Diri (L. 1.Dukungan Perawatan Diri (I. Tindakan
(spesifikan) (D.0109) 11103) 11348)
Kategori : perilaku Definisi Definisi
Subkategori : kebersihan diri Kemampuan melakukn Memfasilitasi pemenuhan Obsevasi
Definisi atau menyelesaikan kebutuhan perawatan diri
- Untuk memantau
Tidak mampu melakukan atau aktivitas perawatan diri Tindakan
menyelesaikan aktivitas perawatan Ekspetasi : Meningkat Observasi kebiasaan pasien
diri Kriteria Hasil - identifikasi kebiasaan
melakukan perawatan
Penyebab Setelah dilakukan aktivitas perawatan diri
1. Gangguan muskuloskeletal sesuai usia diri
tindakan keperawatan
2. Gangguan neuromuskuler - identifikasi kebutuhan alat
- Membantu klien untuk
3. Kelemahan selama 3 X 24 jam bantu kebersihan diri,
4. Gangguan psikologis berpakaian, berhias dan mempersiapkan alat
masalah defisit perawatan
dan/atau psikotik makan
kebeersihan
5. Penurunan motivasi/minat diri teratasi dengan Terapeutik
Gejala dan Tanda Mayor - sediakan lingkungan yang
krirteria hasil :
Subjektif terapeutik (mis. Suasana
Terapeutik
1. Menolak melakukan 1. minat melakukan hangat, rileks, privasi)
perawatan diri - siapkan keperluan pribadi - Menyiapkan suasanan
perawatan diri
Objektif (mis. Parfum, sikat gigi, dan
yang hangat dan rileks
1. Tidak mampu mandi/ meningkat dari sabun mandi)
mengenakan - dampingi dalam melakukan agar klien mampu
skala 2 (cukup
pakaian/makan/ke perawatan diri sampai
melakukan perawatan
toilet/berhias secara menurun) menjadi mandiri
mandiri skala 4 (cukup Edukasi diri
2. Minat melakukan - anjurkan melakukan
meningkat) Edeukasi
perawatan diri kurang perawatan diri secara
Gejala dan Tanda Minor konsisten sesuai - Agar pasien mampu
Subjektif (tidak tersedia) kemampuan
melakukan perawatn
Objektif (tidak tersedia) 2.Dukungan Perawatan Diri :
Kondisi Klinis Terkait BAB/BAK (I.11349) diri secara mandiri
1. Stroke Definisi
tampa bantuan dari
2. Cedera medula spinalis Memfasilitasi pemenuhan
3. Depresi kebutuhan buang air kecil (BAK) orang lain
4. Arthritis reumatoid dan buang air besar (BAB)
5. Retardasi mental Tindakan
6. Delirium Observasi
7. Demensia - identifikasi kebiasaan
8. Gangguan amnestik BAK/BAB sesuai usia
9. Skozofrenia dan gangguan - monitor integritas kulit
psikotik lain pasien
10. Fungsi penilaian terganggu Terapeutik
Keterangan - bersihkan alat bantu
Diagnosis ini dispesifikkan BAK/BAB setelah
menjadi salah satu atau lebih dari : digunakan
1. Mandi Edukasi
2. Berpakaian - Anjurkan BAK/BAB secara
3. Makan rutin
4. Toileting 3.Dukungan Emosional (I. 09256)
Berhias Definisi
Memfasilitasi penerimaan kondisi
emosional selama masa stres
Tindakan
Observasi
- Identifikasi fungsi marah,
frustasi, dan amuk bagi
pasien
- Identifikasi hal yang telah
memicu emosi
Terapeutik
- Fasilitasi mengungkapkan
perasaan cemas, marah atau
sedih
- Tetap bersama pasien dan
pastikan keamanan selama
ansietas, jika perlu
- Kurangi tuntutan berpikir
saat sakit atau lelah
Edukasi
- Anjurkan mengungkapkan
pengalaman emosional
sebelumnya dan pola respon
yang biasa digunakan
4.Manajemen Lingkungan (I.
14514)
Definisi
Memfasilitasi dan mengelola
lingkungan untuk mendapatkan
manfaat terapeutik, stimulasi
sensorik, dan kesejahteraan
psikologis.
Tindakan
Observasi
- Identifikasi keamanan dan
kenyamanan lingkungan
Terapeutik
- atur suhu lingkungan yang
sesuai
- Sediakan tempat tidur dan
lingkungan yang bersih dan
nyaman
- Fasilitasi penggunaan
barang-barang pribadi (mis.
Piyama, jubah,
perlengkapan mandi)
Edukasi
- Jelaskan cara membuat
lingkungan rumah yang
aman
Ajarkan pasien dan keluarga
pengunjung tentang upaya
pencegahan infeksi

4. Dfisit Pengetahuan (D. 0111) Tingkat pengetahuan 1.Edukasi kesehatan Observasi


Kategori: perilaku (L.12111) Definisi: Mengajarkan pengelolaan 2. Faktor-faktor yang dapat
Subkategori : penyuluhan dan Defiisi faktor resiko penyakit dan perilaku mempengaruhi hidup bersih
pembelajaran Kecukupan informasi hidup bersih serta sehat dan sehat antara lain umur;
Definisi : ketiadaan atau kurangnya kognitif yang berkaitan Tindakan tingkat pengetahuan
informasi kognitif yang berkaitan dengan topic tertentu. Observasi masyarakat; tingkat
dengan topik tertentu Kriteria Hasil - Identifikasi kesiapan dan pendidikan; fasilitas dan
Penyebab : 3. Perilaku sesuai anjuran kemampuan menerima sarana; serta perilaku
8. Keteratasan kognitif meningkat informasi petusa kesehatan. Jika hal
9. Gangguan fungsi kognitif 4. Perilaku sesuai dengan - Identifikasi faktor faktor yang ini berjalan dan berfunsi
10. Kekeliruan mengikuti anjuran pengetahuan meningkat dapat meningkatkan dan sebagaimana mestinya
11. Kurang terpapar informasi menurunkan motivasi perilaku maka perilaku hidup bersih
12. Kurang minat dalam belajar hidup bersih dan sehat dan sehat akan
13. Kurang mampu mengingat Terapeutik terlaksanakan.
14. Ketidaktahuan menemukan - Sediakan materi dan media Terapeutik
sumber informasi pendidikan kesehatan 3. Pendidikan kesehatan adalah proses
Gejala dan tanda mayor\ - Berikan kesempatan untuk meningkatkan control dan
Subjektif bertanya memperbaiki kesehatan individu.
2. Menanyakan masalah yang Edukasi Hal ini perlu dilakukan oleh
dihadapi - Jelaskan faktor resiko yang perawat dan atau tenaga kesehatan
Objektif dapat mempengaruhi lainnya agar pasien dan atau
3. Menunjukan perilaku tidak kesehatan masyarakat tahu dan paham tentang
sesuai anjuran - Ajarkan perilaku hidup bersih hal-hal yang dapan menjadi sumber
4. Menun jukan presepsi yang dan sehat penyakit
keliru terhadap masalah 4. Edukasi
Gejala dan tanda minor 2.Bimbinngan Sitem Kesehatan 2. Menjelaskan faktor resiko
Subektif : tidak tersedia Definisi : Mengidentifikasi dan yang dapat mempengaruhi
Objektif: mengembangkan kemampuan untuk kesehatan pada pasien
3. Menjalani pemeriksaan yang mengatasi masalah kesehatan bertujuan untuk
tidak tepat Tindakan memberikan pengetahuan
4. Menu jukan perilaku Obvervasi lebih agar pasien dapat
berlebihan (mis. Apatis, - Identifikasi masakah menghindari faktor-faktor
bermusughan, adikasi dan kesehatan individi, keluarga tersebut dan mampu
histerria) dan masyarakat menjaga kesehatan.
Kondisi klinis terkait - Identifikasi inisiatif individi,
4. Kondisi klinis yang baru keluarga dan masyaraka
dihadapi oleh klien Terpeutik
5. Penyakit akut - Fasilitasi kebutuhan kesehatan
6. Penyakit kronis - Fasilitasi kebutuhan kesehatan
mandiri
Edukasi
- Bimbingan untk bertanggung
jawab mengidentifikasi dan
mengembangkan kemampuan
memecahkan masaalah
kesehatan secara mandiri

3.Edukasi Dehidrasi (I12367)


Definisi : Mengajarkan pengelolan
kekurangan cairan elektrolit
Tindakan
Observasi
- Identifikasi kemampuan
pasien dan keluarga menerima
informasi
Terapeutik
- Perssiapan materi, media dan
alat folmulir balans cairan
Edukasi
- Jelaskan tanda dan gejala
dehidrasi
4.Edukasi Aktivitas Istirahat
Definisi : Mengajarkan pengaturan
aktivitas dan istirahat
Tindakan :
Observasi
- Identifikasi kempuan
memerima informasi
Terapeutik
- Sediakan materi dan media
pengaturan aktivitas dan
istirahat
- Jadwalkan pemeberian
pendidikan kesehatan sesuai
kesepakatan
Edukasi
- Jelaskan pentingnya
melakukan aktivitas fisik /
olahraga secara rutin

5. Ansietas (D.0080) Tingkat Ansietas 1.Reduksi ansietas (I.09314) Tindakan


(L.09093) Observasi :
Definisi : Definisi :
3. Untuk mencegah ansietas
Kondisi emosi dan pengalaman Definisi : kondisi Meminimalkan kondisi individu dan memburuk
subjektif individu terhadap objek emosional dan pengalaman pengalaman subyektif terhadap objek 4. Untuk mengetahui
yang tidak jelas dan spesifik akibat subjektif terhadap objek yang tidak jelas dan spesifik akibat terjadinya ansietas
antisipasi bahaya yang yang tidak jelas dan spesifik antisipasi bahaya yang Terapeutik :
memungkinkan individu lakukan akibat antisispasi bahaya memungkingkan individu melakukan 3. Untuk menumbuhkan rasa
tindakan untuk mengahadapi yang memungkinkan tindakan untuk menghadapi ancaman. percaya pasien kepada
ancaman. individu melakukan perawat
Tindakan :
tindakan untuk menghadai 4. Untuk mengetahui situasi
Penyebab : Observasi :
ancaman. yang menyebabkan ansietas
13. Krisis situasional 3. Identifikasi sangat singkat
Kriteria hasil : Edukasi :
14. Kebutuhan tidak terpenuhi ansietas berubah (mis. Kondisi,
3. Verbalisasi 4. Untuk menghindari
15. Krisis maturasional waktu, stresor)
kebingungan kecemasan pada pasien
16. Ancaman terhadap konsep 4. Monitor tanda-tanda ansietas
menunurun 5. Untuk mengurangi beban
diri (verbal dan nonverbal)
4. Verbalisasi khawatir yang dirasakan pasien
17. Ancaman terhadap kematian Terapeutik :
akibat kondisi yang 6. Untuk dapat tetap tenang
18. Kekhawatiran mengalami 3. Ciptakan suasana terapeutik
dihadapi menurun. saat terjadi ansietas
kegagalan utuk menumbuhkan
Kolaborasi :
19. Disfungsi sistem keluarga kepercayaan
Untuk mengurangi ansietas
20. Hubungan orang tua-anak 4. Pahami situasi yang membuat
tidak memuaskan ansietas
21. Faktor keturunan Edukasi :
(temperamen mudah 4. Jelaskan prosedur, termasuk
teragitasi sejal lahir) sensasi yang mungkin dialami
22. Penyalahgunaan zat 5. Anjurkan mengungkapkan
23. Terpapar bahaya lingkungan perasaan dan persepsi
(mis. toksin,volutan, dan 6. Latih teknik relaksasi
lain-lain) 2.Terapi relaksasi (I.09326)
24. Kurang terpapar informasi Definisi : menggunakan teknik
peregangan untuk mengurangi tanda
Gejala dan Tanda Mayor
dan gejala ketidaknyamanan seperti
Subjektif :
nyeri, ketegangan otot, atau Terapi relaksasi
4. Merasa bingung
kecemasan. Tindakan :
5. Merasa khawatir dengan
Tindakan : Observasi
akibat dari kondisi yang
Observasi - Relaksasi bertujuan untuk
dihadapi
- Monitor respon terhadap mengurangi
6. Sulit berkonsentrasi
relaksasi ketidaknyamanan yang
Objektif
Teraputik dirasakan, sehingga perlu
2. Tampak gelisah
- Gunakan pakaian longgar diperhatikan apakah
Objektif :
Edukasi efeknya berhasil atau tidak.
4. Tampak gelisah
- Jelaskan tujuan, manfaat, Terapeutik
5. Tampak tegang
batasan, dan jenis relaksasi - Pakaian longgar
6. Sulit tidur
yang tersedia (Mis. Musik, mempermudah sirkulasi
Gejala dan Tanda Minor meditasi, napas dalam, udara dan mempermudah
Subjektif : relaksasi otot progresif) pergerakan tubuh dan otot.
5. Mengeluh pusing Edukasi
6. Anoreksia 3.Tehnik Distraksi - Membuat pasien mengerti
7. Palpitasi Definisi : mengalihkan perhatian atau dan sadar akan pentingnya
8. Merasa tidak berdaya mengurangi emosi dan pikiran negatif tindakan relaksasi.
Objektif : terhadap sensasi yang tidak di
11. Frekuensi napas meningkat inginkan
12. Frekuensi nadi meningkat Tindakan
13. Tekanan darah meningkat Observasi
14. Diaphoresis - Identifikasi pilihan tehnik
15. Tremor distraksi yang di inginkan
16. Muka tampak pucat Terapeutik
17. Suara bergetar - Gunakan tehnik distraksi
18. Kontak mata buruk (mis. Membaca buku,
19. Sering berkemih memonton televisi, bermain
20. Berorientasi pada masa lalu aktivitas terapi)
Edukasi
- Jelaskan manfaat dan jenis
distraksi bagi panca indra
(Mis. Musik, perhitungan,
televisi)

4.Biblioterapi
Definisi : Menggunakan literatur
untuk mengekspresikan perasaan,
menyelesaikan masalah secara aktif,
meningkatkan kemampuan koping
pengetahuan .
Tindakan
Observasi
- Identifikasi kebutuhan
emosional , kognitif,
perkembangan dan situasional
- Identifikasi kemampuan
membaca
Terapeutik
- Tetapkan tujuan terapi (Mis.
Perubahan emosi,
pengembangan kepribadian,
pembelajaran, prilaku baru)
Edukasi
- Jelaskan tujuan dan prosedur
biblioterapi
E. Impelentasi dan Evaluasi

Hari/Tanggal Diagnosis Implementasi Evaluasi


Sabtu-selasa, 25-28 Nyeri akut 1. Manajemen nyeri
april 2020
Definisi : Subjektif : pasien menyatakan nyeri
Mengidentifikasi dan mengelola pengalaman yang dirasakan berkurang.
sensori atau emosional yang berkaitan dengan Objektif : Meringis dan sikap protektif
kerusakan jaringan atau fungsional dengan oleh pasien nampak berkurang, pasien
onset mendadak atau lambat dan berintensitas memahami cara memantau nyeri dan
ringan hingga berat dan konstan dapat melakukannya serta pasien nampak
Tindakan damai saat mendengarkan bacaan Al-
Observasi Qur`an.
- mengidentifikasi lokasi, karakteristik, Assesment : Nyeri teratasi
durasi, frekuensi, kualitas, intensitas Planning : Pertahankan intervensi
nyeri. - Manajemen Nyeri
Terapeutik - Pemantauan Nyeri
- memberikan tehnik non farmakologis - Terapi Murattal
untuk mengurangi rasa nyeri( mis,
TENS, hipnosis, akupresure, terapi
musik, biofeedback, terapi pijat, aroma
terapi, tehnik imajinasi terbimbing,
kompres hangat/dingin, terapi bermain)
- mengontrol lingkungan yang
memperberat rasa nyeri (mis. Suhu
ruangan, pencahayaan , kebisingan)
Edukasi
- menjelaskan penyebab, periode, dan
pemicu nyeri
- menjelaskan strategi meredakan nyeri
- mengajarkan tehnik non farmakologis
untuk mengurangi rasa nyeri

Pemantauan Nyeri (I.08242)


Definisi : mengumpulkan dan menganalisa data
nyeri
Tindakan:
Observasi
- Memonitor durasi dan frekuensi nyeri
Terapeutik
- Mengatur interval waktu pemantauan
sesuai dengan kondisi pasien

Terapi Murattal (I.08249)


Definisi: menggunakan media Al-Qur`an (baik
dengan mendengar atau membaca) untuk
membantu meningkatkan perubahan yang
speaifik dalam tubuh baik secara fisiologis
maupun psikologis.
Tindakan :
Observasi
- Mengidentifikasi lama dan durasi
pemberian sesuai dengan kondisi pasien
Terapeutik
- Memposisikan dalam posisi lingkunga
yang nyaman
Edukasi
- Menjelaskan tujuan dan manfaat terapi

Sabtu-selasa, 25-28 Intolerasi Aktivitas Manajemen Energi (I.05178)


april 2020
Subjektif : Pasien mengatakan dapat
Defnisi :
beraktivitas meski yang ringa-ringan
Mengidentifikasi dan mengelola penggunaan seperti berjalan.
energi untuk mengatasi atau mencegah Objektif : pasien nampak dapat berjalan
kelelahan dan mengoptimalkan proses meski dalam jarak dekat dan pasien
pemulihan. nampak dapat tidur dengan mudah dan
lebih lama
Tindakan :
Assesment : Intoleransi aktivitas

Observasi : teratatasi

- Memonitor pola dan jam tidur Planning : pertahankan intervensi

- Memonitor lokasi dan ketidaknyamanan - Manajemen energi

selama melakukan aktivitas - Dukungan tidur

Terapeutik :
- Menyediakan lingkungan nyaman dan
rendah stimulus (mis. Cahaya, suara,
kunjungan)
- Memberikan aktivitas distraksi yang
menenagkan
Edukasi :
- Menganjurkan tirah baring
- Menganjurkan melakukan aktivitas
secara terhadap
- Mengajarkan streategi koping untuk
mengurangi kelelahan

Dukungan tidur (I.05174)


Definisi : memfasilitasi siklus tidur dan terjaga
yang teratur
Tindakan
Observasi
- Mengidentifikasi faktor pengganggu
tidur (fisik dan/atau psikologis)
Teraputik
- Memodifikasi lingkungan (mis.
Pencahayaan, kebisingan, suhu, matras,
dan tempat tidur)
Edukasi
- Menjelaskan pentingnya tidur cukup
selama sakit
Sabtu-selasa, 25-28 Defisit perawatan diri Dukungan Perawatan Diri (I. 11348) Subjektif : Pasien mengatakan sudah
april 2020 Definisi : Memfasilitasi pemenuhan kebutuhan
dapat melakuakan perawatan diri.
perawtan diri
Observasi Objektif : Sudah tidak terlihat lagi ada
1. Mengidentifikasi kebiasaan aktivitas
ketombe di kulit kepala pasien
perawatan diri sesuai usia
2. Mengidentifikasi kebutuhan alat bantu Assesment : Dukungan Perawatan diri
kebersihan diri, berpakaian, berhias dan
teratatasi
makan
Terapeutik Planning : pertahankan intervensi
1. Menyediakan lingkungan yang
terapeutik (mis. Suasana hangat, rileks,
privasi)
2. Menyiapkan keperluan pribadi (mis.
Parfum, sikat gigi, dan sabun mandi)
3. Mendampingi dalam melakukan
perawatan diri sampai mandiri
Edukasi
Menganjurkan melakukan perawatan diri secara
konsisten sesuai kemampuan

Sabtu-selasa, 25-28 Defisit Pengetahuan Edukasi kesehatan


april 2020
Definisi: Subjektif : pasien menyatakan mau
Mengajarkan pengelolaan faktor resiko penyakit menerima informasi tentang
dan perilaku hidup bersih serta sehat kesehatannya.
Tindakan Objektif : pasien nampak serius dalam
Observasi memperoleh informasi dan nampak
- Mengidentifikasi kesiapan dan memhami informasi yang dibuktikan
kemampuan menerima informasi dengan tindakan perubahan dan praktek
- Mengidentifikasi faktor faktor yang intervensi.
dapat meningkatkan dan menurunkan Assesment : Defisit pengetahuan teratasi
motivasi perilaku hidup bersih dan sehat Planning : Pertahankan intervensi
Terapeutik - Edukasi kesehatan
- Menyediakan materi dan media
pendidikan kesehatan
- Memberikan kesempatan untuk bertanya
Edukasi
- Menjelaskan faktor resiko yang dapat
mempengaruhi kesehatan
- Mengajarkan perilaku hidup bersih dan
sehat

Sabtu-selasa, 25-28 Ansietas Reduksi ansietas (I.09314)


april 2020
Definisi : Subjektif : Pasien menyatakan tidak
Meminimalkan kondisi individu dan khawatir lagi terhadap kondisinya dan
pengalaman subyektif terhadap objek yang tidak
jelas dan spesifik akibat antisipasi bahaya yang menganggap itu adalah hal wajar
memungkingkan individu melakukan tindakan Objektif : Pasien nampak tenang saat
untuk menghadapi ancaman.
kondisi yang dikeluhkan timbul dan
Tindakan : dapat mengatasinya.
Observasi :
- Mengidentifikasi sangat singkat ansietas Assesment : Ansietas teratasi
berubah (mis. Kondisi, waktu, stresor) Planning : Hentikan Intervensi (reduksi
- Memonitor tanda-tanda ansietas (verbal
dan nonverbal) Ansietas) dan mempertahankan
Terapeutik : intervensi (Terapi relaksasi)
- Menciptakan suasana terapeutik utuk
menumbuhkan kepercayaan
- Memahami situasi yang membuat
ansietas
Edukasi :
- Menjelaskan prosedur, termasuk sensasi
yang mungkin dialami
- Menganjurkan mengungkapkan perasaan
dan persepsi
- Melatih teknik relaksasi

Terapi relaksasi (I.09326)


Definisi : menggunakan teknik peregangan
untuk mengurangi tanda dan gejala
ketidaknyamanan seperti nyeri, ketegangan otot,
atau kecemasan.
Tindakan :
Observasi
- Memonitor respon terhadap relaksasi
Teraputik
- Menggunakan pakaian longgar
Edukasi
- Menjelaskan tujuan, manfaat, batasan,
dan jenis relaksasi yang tersedia (Mis.
Musik, meditasi, napas dalam, relaksasi
otot progresif)