Anda di halaman 1dari 2

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang perlu


ditangani secara serius karena angka prevalensi dan tingkat keganasan
yang tinggi. untuk mengendalikan tekanan darah yaitu dengan terapi
farmakologi dan non farmakologi. Seiring dengan kemajuan teknologi
banyak metode terapi non farmakologi yang berkembang di dunia. Salah
satunya dengan metode pengobatan terapi komplementer.

Berdasarkan hasil literature review ini diketahui bahwa 15 jenis


terapi komplementer diantaranya yaitu Aromaterapy bunga mawar,
pemberian rebusan daun sirih, rebusan seledri, terapi yoga, terapi air
hangat, jalan pagi, terapi music, SEFT, terapi massage punggung,
relaksasi benson, relaksasi otot progresif, slow deep breathing, parutan
kunyit, senam lansia, dan senam bugar lansia. Dari seluruh terapi yang di
analisa terapi yoga paling efektif dalam menurunkan tekanan darah pada
penderita hipertensi di lihat dari penurunan tekanan darahnya yang
mencapai 33 mmHg setelah diberi perlakuan.

Literature review ini menunjukan bahwa terapi komplementer


memiliki peranan penting dalam pengobatan traditional sebagai terapi non
farmakologi. Terapi komplementer memiliki efek samping yang aman
dibandingkan dengan efek samping dari reaksi obat kimia. Pengobatan
dengan menggunakan terapi komplementer juga mempunyai manfaat
selain dapat meningkatkan kesehatan secara lebih menyeluruh juga lebih
murah karena biaya pengeluaran biaya yang rendah.

B. Saran
1. Lansia yang menderita hipertensi
Lansia yang mengalami hipertensi sebaiknya melakukan satu cara
dari terapi komplementer ini dengan secara rutin untuk menurunkan
tekanan darah
2. Perawat
Perawat sudah selayaknya memberikan pelayanan secara
komprehensif serta menjalankan peran dan fungsinya secara
maksimal. Dalam terapi komplementer perawat berperan sepenuhnya
dalam memegang kendali prosesnya. Untuk menjalankan proses
dalam terapi komplementer ini di masyarakat perawat diharapkan
mampu mengedukasi masyarakat khususnya lansia dalam
menurunkan tekanan darah.
3. Institusi Pendidikan
Institusi pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi sebagai lembaga
yang bergerak dalam menciptakan dan mencetak tenaga profesional
kesehatan. Dalam menjalankan fungsi dan perannya, institusi
pendidikan harus mampu mengamalkan tridarma perguruan tinggi
yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam
proses pendidikan institusi memberikan layanan pembelajaran
tentang terapi komplementer, melakukan pengembangan dengan
berbasis penelitian serta mampu melakukan pengabdian pada
masyarakat pada ranah keperawatan gerontik yang memerlukan
pemulihan di dalam lingkungannya baik secara mandiri ataupun
berkolaborasi dengan yang lain.