Anda di halaman 1dari 9

Tugas Tutorial 3

Skor Sumber Tugas


No Tugas Tutorial
Maksimal Tutorial
1. Laporan adalah salah satu sarana untuk 30 Modul 7 BMP
menyampaikan informasi, yang memberikan ADPU4331
gambaran tentang apa, dimana, dan siapa yang Administrasi
bertanggung jawab terhadap kejadian-kejadian Perkantoran,
tersebut. Oleh karena itu laporan harus dibuat Edisi 2
sebaik mungkin, baik dalam penampilan fisiknya
maupun kelengkapan informasinya.
Tugas Anda adalah membuat contoh laporan hasil
kegiatan/pekerjaan kantor yang ada di lembaga
pemerintah/swasta dan lainnya.
2. Arsip menurut UU No. 43 Tahun 2019 adalah 40 Modul 8 BMP
rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai ADPU4331
bentuk dan media sesuai dengan perkembangan Administrasi
teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat Perkantoran,
dan diterima oleh lembaga negara, pemerintah Edisi 2
daerah, lembaga pendidikan, dan perseorangan
dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu sebagai
sebuah rekaman kejadian atau peristiwa, arsip
harus ditata dengan pemberkasan yang tepat.
Tugas Anda adalah menjelaskan dan menunjukkan
contoh pemberkasan arsip yang tepat.
3. Salah satu masalah yang dihadapi oleh organisasi 30 Modul 9 BMP
adalah efisiensi kerja. Oleh karena itu setiap ADPU4331
aktivitas kerja perlu direncanakan, dilaksanakan Administrasi
dan dikendalikan secara baik. Perkantoran,
Tugas Anda adalah menunjukkan contoh kasus Edisi 2
penanganan efisiensi pekerjaan kantor.

1. Laporan adalah salah satu sarana untuk menyampaikan informasi, yang


memberikan gambaran tentang apa, dimana, dan siapa yang bertanggung jawab
terhadap kejadian-kejadian tersebut. Oleh karena itu laporan harus dibuat sebaik
mungkin, baik dalam penampilan fisiknya maupun kelengkapan informasinya.
Tugas Anda adalah membuat contoh laporan hasil kegiatan/pekerjaan kantor yang
ada di lembaga pemerintah/swasta dan lainnya.

JAWABAN :

Laporan Kegiatan Pelatihan Penyuluhan Kelompok Tani

Kecamatan Bumi Asih Kab. Bandung

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Pertanian merupakan garda terdepan ketahanan pangan nasional. Sektor pertanian di Indonesia
harus terus dikembangkan setiap tahunnya demi mencukupi angka kebutuhan pangan nasional
yang juga terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Dengan mantapnya
sektor pertanian, maka negara juga akan mencapai kestabilan ekonomi dan bebas rawan pangan.

Namun, sektor pertanian di Indonesia terus mengalami hambatan baik dari segi alih fungsi lahan,
berkurangnya kesuburan lahan, hingga kemampuan sumber daya manusia pertanian yang dinilai
kurang bisa memenuhi tantangan pertanian di era sekarang ini. Oleh karena itu, pengembangan
sumber daya manusia di bidang pertanian, khususnya petani itu sendiri sangat penting.

Penyuluhan pertanian adalah upaya yang dilakukan oleh pemerintah ataupun badan swasta yang
dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan setiap petani. Kemampuan tersebut baik

dalam hal keterampilan maupun sikap dalam memutuskan sendiri terkait usaha tani yang
dilakukan oleh petani tersebut.

Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dalam penyuluhan pertanian ini adalah
dengan mengadakan pelatihan teknis bagi kelompok tani. Tujuan kegiatan penyuluhan kelompok
tani ini adalah untuk melibatkan seluruh panca indra dan kemampuan petani saat mengolah
tanah. Selain itu, dalam pelatihan ini juga diperkenalkan berbagai macam teknologi tepat guna
pertanian.

Tujuannya adalah agar para petani tidak asing dengan teknologi modern pertanian dan mau
menggunakan serta memanfaatkannya demi kemajuan dan perubahan hasil pertanian di
kemudian hari. Kelompok tani diharapkan menjadi garda terdepan dalam gerakan efisiensi
pertanian yang mampu meningkatkan kapasitas hasil panen serta pemeliharaan kesuburan lahan.

Jenis pelatihan yang berkualitas harus disertai dengan kriteria sebagai berikut:

Kegiatan tersusun dengan rapi.Terwujudnya implementasi perencanaan dengan baik.Pelaksanaan


kegiatan dan evaluasi harus memenuhi syarat terpenuhinya sebuah pelatihan kelompok tani yang
berkualitas.

Tujuan Dibuatnya Laporan Kegiatan

Laporan kegiatan ini dibuat dan disusun sebagai bentuk pertanggung jawaban dari kegiatan
pelatihan kelompok tani yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kecamatan Bumi asih
Kabupaten Bandung pada bulan Desember 2018.

BAB II

METODE PELAKSANAAN

Waktu dan Tempat

Pelatihan Penyuluhan Kelompok Tani ini dilaksanakan di Kantor Dinas Pertanian Kecamatan
Bumi asih Kabupaten Bandung yang beralamat di Jl. Cempaka No.17A, Bumi asih, Bandung.
Pelatihan Penyuluhan Kelompok Tani ini diselenggarakan pada tanggal 1 – 7 Desember 2018.

Peserta Pelatihan
Pelatihan ini diikuti oleh seluruh kelompok tani yang ada di Kecamatan Bumi asih, Kabupaten
Bandung. Pelatihan dibagi berdasarkan masing-masing desa perhari. Total terdapat 25 kelompok
tani yang tersebar dalam 7 desa di Kecamatan Bumi asih Kabupaten Bandung. Peserta kelompok
tani ini terdiri dari ketua, pengurus, dan juga seluruh anggota kelompok tani tersebut.

Penyuluh pertanian yang diikutsertakan dalam kegiatan ini berjumlah 3 orang dari Dinas
Pertanian Kecamatan Bumiasih. Selain itu, penyuluhan ini juga mendatangkan masing-masing
sekretaris desa yang bertugas sebagai pendamping masyarakat/kelompok tani.

Materi Pelatihan

Materi pelatihan kelompok tani yang diberikan pada program penyuluhan ini adalah komposisi
pemberian pupuk organik bagi tanaman padi, jagung, dan kedelai. Pada program kali ini juga

diajarkan cara membuat pupuk organik dari sisa tanaman pakan ternak dan kotoran ternak yang
bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pelaksanaan Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan yang harusnya mulai dilakukan tepat pada pukul 09.00 WIB harus mundur
sekitar 1 jam lebih hingga pukul 10.15 WIB setiap harinya. Kondisi ini terjadi karena lambatnya
kedatangan kelompok tani dari desa masing-masing. Selain itu, jam pelatihan juga dianggap
masih menyulitkan petani, karena merupakan jam kerja mereka di sawah.

Penyuluhan pertanian berjalan efektif sekitar 50% saja, karena masih banyak anggota kelompok
tani yang tidak hadir dalam penyuluhan. Banyak anggota yang masih merasa penyuluhan
pertanian kurang penting, sehingga memasrahkan kedatangan hanya kepada pihak ketua dan
pengurus kelompok tani saja.

Kelompok tani juga dirasa kurang begitu percaya dengan pupuk organik serta metode pembuatan
pupuk organik yang ditawarkan dalam penyuluhan. Para petani beralasan bahwa pupuk organik
tidak akan meningkatkan hasil panen mereka secara signifikan dan tidak bisa menjamin 100%
akan menyelamatkan tanaman mereka dari serangan hama.

PENUTUPAN

Acara pelatihan ini ditutup dengan pemberian produk pupuk organik kepada masing-masing
peserta anggota kelompok tani dan selebaran panduan cara membuat pupuk organik mandiri di
rumah.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Kegiatan ini sudah bisa berjalan dengan baik, meskipun terdapat berbagai hambatan selama
pelaksanaannya. Jumlah anggaran dan penyuluh pertanian yang terbatas tidak menjadi hambatan
yang berarti dan dapat dikelola dengan baik untuk mensukseskan pelatihan ini.
Saran

Program pelatihan kelompok tani ke depannya lebih baik dilaksanakan dengan sistem “jemput
bola” dalam artian pelatihan langsung dilaksanakan di rumah ketua kelompok tani. Kondisi ini
akan lebih meningkatkan partisipasi keikutsertaan anggota kelompok tani dalam program
pelatihan daripada dilaksanakan di Kantor Pertanian Kecamatan Bumiasih.

Bagaimana, Quipperian? Enggak sulit kan menulis sebuah laporan? Hal yang paling penting
adalah memahami betul kaidah-kaidah penulisan laporan yang ada dan mengaplikasikannya di
laporan yang akan kamu buat. 

Nah, selain harus tahu cara membuat laporan yang baik dan sesuai kaidah, kamu juga harus tahu
nih bahwa banyak hal menarik yang kamu bisa temukan di Instagram @Quipper_id. Yuk follow
sekarang!

”SUMBER”

https://www.romadecade.org/contoh-laporan/#!https://made-blog.com/contoh-laporan-kegiatan/

2. Arsip menurut UU No. 43 Tahun 2019 adalah rekaman kegiatan atau peristiwa
dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara,
pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan perseorangan dalam pelaksanaan
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu sebagai
sebuah rekaman kejadian atau peristiwa, arsip harus ditata dengan pemberkasan
yang tepat. Tugas Anda adalah menjelaskan dan menunjukkan contoh
pemberkasan arsip yang tepat.

JAWABAN :

DEFINISI PEMBERKASAN ARSIP

Surat adalah alat komunikasi kedinasan secara tertulis. Dalam bahasa Inggris disebut Letter.
Filling adalah suatu surat masuk dan surat keluar, kedua tersebut menjadi penuh dan akan
menjadi arsip.
Pemberkasan arsip (Filling) adalah penyusunan file secara sistematis, logis, kronologis sesuai
metode pemberkasan agar arsip cepat, tepat, akurat untuk dapat ditemukan kembali.
Sistem pemberkasan adalah cara atau metode penyimpanan arsip secara sistematis ke dalam
peralatan menurut aturan yang telah direncanakan. Termasuk proses penentuan indeks, kode
penyusunan dan penempatan arsip dengan cara yang sistematis sehingga dapat dengan mudah,
cepat dan tepat ditemukan bila diperlukan.
PROSES PEMBERKASAN ARSIP

Proses pemberkasan arsip dilakukan sebagai berikut :


1. Surat-surat yang akan diberkaskan (atau disimpan dalam filling cabinet) sudah mendapat
Disposisi Simpan.
2. Jika ada surat-surat yang terkait digabungkan menjadi satu berkas, lalu beri klip dan setiap
berkas diberi nomor urut.
3. Sebaiknya dalam satu map berisi 1 berkas.
4. Di depan berkas kita beri sekat kelompok tersier yang berisi Sub-sub Masalah, Biasanya sekat
kelompok tersier berwarna merah.
5. Di depannya lagi kita beri sekat kelompok sekunder yang berisi Sub Masalah. Sekat kelompok
Sekunder mempunyai tab ditengah (atau lebih kekanan daripada Sekat Kelompok Primer).
Biasanya sekat kelompok sekunder primer berwarna hijau.
6. Dipaling depan kita beri sekat kelompok primer, sekat ini mempunyai tab pada ujung kiri.
Kelompojk primer ini berisi Pokok Masalah. Biasanya sekat kelompok primer berwarna putih.
Sekat atau guide merupakan petunjuk dan pemisah antara kelompok masalah yang satu dengan
kelompok masalah lain, sesuai dengan pengelompokan masalah pada KLASIFIKASI ARSIP.
Sekat atau guide ini terbuat dari karton tebal tujuannya agara dapat berdiri tegak dan memiliki
bagian yang meninol yang disebut TAB.
7. Arsip yang sudah tersimpan dalam satu berkas disimpan di map gantung arsip.
8. Setelah itu baru masukkan ke filling cabinet.
9. Setiap Filling Cabinet diberi nama.
10. Begitu juga lacinya diberi nama.
11. Setiap tahun kita buat daftar isi setiap laci, letakkan daftarnya di paling depan.

SARANA PEMBERKASAN ARSIP

Di dalam pemberkasan arsip membutuhkan sarana, sarana pemberkasan arsip yaitu :

1. Filing Cabinet
Filing cabinet, yaitu lemari arsip yang terdiri dari beberapa laci, antara 1-6 laci; tetapi yang
paling banyak digunakan adalah 4 dan 5 laci. Setiap laci dapat menampung kurang lebih 5. 000
lembar arsip ukuran surat yang disusun berdiri tegak lurus (vertikal) berdderet ke belakang.
Filing cabinet berguna untuk menyimpan arsip atau berkas yang masih bersifat aktif.
Sebelum arsip disimpan ke laci, terlebih dahulu arsip-arsip tersebut dimasukkan ke dalam folder
atau folder gantung (hanging folder).Penyimpanan arsip dalam laci sebaiknya tidak ketat padat,
di samping membuat pekerjaan pencarian menjadi sulit, juga dapat merusak arsip yang ada di
dalamnya. Dengan demikian, sebaiknya arsip yang disimpan tidak lebih dari 4.000 surat, dengan
folder sekitar 40-50 folder dan guide 20-40 lembar.
Dalm laci filing cabinet dilengkapi dengan sepasang gawang yang dipasang di kiri dan kanan
bagian atas memanjang ke belakang sepanjang lacinya. Gawang tersebut digunakan untuk
menyangkutkan hanging folder. Filing cabinet dapat terbuat dari plastik atau logam, karena lebih
kuat.

2. Sekat (Guide)
Mengelompokkan arsip berdasarkan urutan abjad sehingga akan mempermudah untuk
menentukan lokasi arsip secara tepat dan cepat. Jenis : primer, sekunder dan tersier.
a) Dibuat dari karton tebal (supaya dapat tegak)
b) Memiliki bagian yang menonjol yang dinamakan tab.
Contoh pembuatan/penggunaan sekat.
1) Sekat pertama dengan tab pada ujung paling kiri digunakan untuk menyekat kelompok primer
(pokok masalah).
2) Sekat kedua dengan tab pada kedudukan lebih kekanan atau di tengah, digunakan untuk
menyekat antara kelompok sekunder (sub masalah).
3) Sekat ketiga untuk menyekat antara kelompok tersier (sub-sub masalah).
 Guide dan Filling Kabinet disatukan menjadi Arrangement Filling.

3. Folder
Folder adalah suatu tempat untuk menyimpan ataupun menampung file-file, baik itu file sistem
maupun file data atau dokumen.
Folder, yaitu map tanpa dilengkapi dengan daun penutup.  Map ini berupa lipatan kertas
tebal/plastik saja.  Karena tidak ada daun penutupnya, maka map ini fungsinya untuk menyimpan
arsip yang selanjutnya akan dimasukkan ke dalam kotak arsip secara vertical.  Map ini
mempunyai tab (bagian yang menonjol pada posisi atas) untuk menuliskan judul/label tentang
arsip yang ada di dalam folder tersebut.
Hanging folder, yaitu folder yang mempunyai besi penggantung.  Besi penggantung ini dipasang
pada gawang yang ada di filling cabinet.  Hanging folder juga mempunyai tab untuk menuliskan
kode atau indeks arsip yang ada di dalamnya.

4. Label
Label adalah kertas yang ditempelkan di tab atau guide. Label yang dipergunakan sebaiknya
mempergunakan kertas yang berkualitas agar tidak mudah rusak, mudah dihapus dengan tidak
meninggalkan bekas dan mudah dibaca karena berwarna terang.

5. Rak Arsip
Rak arsip adalah lemari tanpa pintu tempat menyimpan arsip yang disusun secara lateral
(menyamping).  Arsip-arsip yang akan disimpan di rak terlebih dahulu dimasukkan ke dalam
ordner atau kotak arsip.  Ordner atau kotak arsip ditempatkan di rak arsip sehingga tampak
punggung dari ordner atau kotak arsip, yang berguna untuk menempatkan label/judul dari arsip
yang ada di dalamnya.  Rak arsip dapat dibuat dari kayu atau besi.
6. Tanda Keluar/Out Indicator
Tanda Keluar/Out Indicator Adalah alat yang dipergunakan untuk menandai adanya keluarnya
arsip dari laci atau filing cabinet. Apabila yang dipinjam satu folder maka yang dipergunakan out
guide, sedangkan bila yang dipinjam hanya beberapa lembar maka dipergunakan out sheet
(lembar keluar). Adalah alat yang dipergunakan untuk menandai adanya keluarnya arsip dari laci
atau filing cabinet. Apabila yang dipinjam satu folder maka yang dipergunakan out guide,
sedangkan bila yang dipinjam hanya beberapa lembar maka dipergunakan out sheet (lembar
keluar).

Sumber: http://andinitr.blogspot.com/2017/03/pemberkasan-arsip.html?m=1

3. Salah satu masalah yang dihadapi oleh organisasi adalah efisiensi kerja. Oleh
karena itu setiap aktivitas kerja perlu direncanakan, dilaksanakan dan
dikendalikan secara baik. Tugas Anda adalah menunjukkan contoh kasus
penanganan efisiensi pekerjaan kantor.

JAWABAN :

Efisiensi Pekerjaan Kantor

                Efesiensi memiliki arti secara singkat “hemat segala-galanya”. Secara singkat efisiensi


adalah usaha menghemat materi, tenaga, waktu dansebagainya dalam rangka mengerjakan
sesuatu untuk mencapai tujuantertentu. Efesiensi kerja adalah pelaksanaan pekerjaan dengan
cara-cara tertentu tanpa mengurangi tujuan yang dikerjakan dengan cara paling
mudah mengerjakannya, paling murah biayanya, paling sedikit tenaganya, palingringan
bebannya dan paling singkat waktunya. Di dalam kantor, seorang pegawai yang bekerja efesien
pasti memiliki kecepatan kerja yang tinggi, atau kebalikannya, jika dia ingin
menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu singkat, dia harus bisa meningkatkan
kecepatan kerjanya, berarti dia harus bekerja dengan efesien. Seorang pegawai yang bekerja
tidak efesien, sudah pasti kecepatan kerjanya lamban, sehingga sering disebut orang menjadi
malas. Asalkan punya motivasi, cara bekerjayang efisien dapat diterapkan oleh setiap pegawai
untuk semua pekerjaankantor baik yang besar maupun yang kecil.

Efisiensi pekerjaan kantor dapat mempercepat pencapaian target yang telah digariskan dengan
menghemat waktu dan tenaga. Maka dari itu, semuapegawai di dalam kantor dituntut agar
bekerja dengan efisien dengan maksudsemuanya bisa mencapai keberhasilan bersama secara
kolektif.Dalam moralnya, setiap pegawai di dalam kantor, tidak boleh punyapikiran pembocoran
atau penghamburan, tidak boleh punya pikiran bekerjalamban, tidak boleh punya pikiran
semaunya, karena semua itu akan mempengaruhi hasil kerjanya. Seorang pegawai yang hasil
kerjanya jelek,sudah tentu akan mendapat teguran dari pimpinannya, bahkan bisadiputuskan
hubungan kerjanya apabila dianggap sudah parah. Pegawai macam ini termasuk pegawai tidak
efisien, atau pegawai yang memiliki efisiensi kerja rendah. Efisiensi pekerjaan harus yang
tinggi.Pegawai yang tidak menyukai penghamburan, umumnya akan bekerjadengan efisien, dan
pegawai yang bekerja efisien tidak mengeluh walaupunbanyak yang harus dikerjakan.
Sebaliknya, pegawai yang tidak efisien akanmengeluh jika ia diberi pekerjaan agak banyak,
bahkan sedikit banyak saja iasudah mengeluh. Pegawai macam ini jelas adalah yang malas dan
ini tidaktermasuk di dalam lingkaran efisiensi pekerjaan. Oleh sebab itu, cara bekerjayang efisien
harus terus menerus dipraktekkan dan diterapkan agar supaya jiwa efisiensi benar-benar bisa
melekat pada diri setiap orang sehinggakeseluruhan kantor menjadi berpotensi (memiliki tenaga)
besar

Syarat Efisiensi Kerja

Pelaksanaan pekerjaan yang disebut efisiensi kerja ada syarat-syaratnya. Syarat-syarat itu harus
dipenuhi agar supaya efisiensi kerja bisa tercapai.  Syarat-syarat efisiensi kerja adalah:

(1) Pekerjaan yang dikerjakan berguna target dari hasil kerja tercapai sesuai dengan yang
ditetapkan.

(2) Dalam pelaksanaan harus ekonomis. Bersifat ekonomis dalam arti biaya, tenaga kerja, bahan,
waktu, peralatan,ruang dan lain-lain semua dipakai dengan setepat-tepatnya. Tidak terjadi
pemborosan.

(3)  Pelaksanaan kerja dapat dipertanggungjawabkan. Semua pelaksanaan dapat


dipertanggungjawabkan dalam arti tidak akan terjadi hal-hal yang menyeleweng dari yang telah
ditetapkan.

(4)  Ada pembagian kerja yang jelas. Dengan perhitungan tidak mungkin

pekerjaan hanya dikerjakan olehseorang, maka pembagian kerja perlu dilakukan.

(5) Wewenang dan tanggung jawab harus sama. Yang dimaksud adalah wewenang dan tanggung
jawab dari pimpinan bersangkutan.

(6) Prosedur kerja harus praktis. Pekerjaan yang dimaksud memang dapat dilaksanakan dengan


lancar dan tidak sulit.

Hubungan Efisiensi dengan Produktivitas Kerja

Produktivitas kerja merupakan hubungan antara keluaran dalam bentuk barang atau jasa dengan
masukan, baik sumber daya manusia maupun non-manusia, yang digunakan dalam proses
produksi. Hubungan ini dinyatakan dengan perbandingan antara output dengan input. John
Kendrick dalam bukunya “ An Introduction to thee dynamic of productivity charge ”,
mengatakan : Productivity is the relationship between output of goods and services and the input
of resources, human and nonhuman, used in the productive  process. That relationship is usually
expressed in ratio from O and I”(Kendrick, 1977 : 1).  Lebih lanjut Kusriyanto dalam bukunya:
Meningkatkan Produktivitas Kerja mengatakan bahwa peningkatan produktivitas pada dasarnya
dapat dikelompokkan dalam 4 bentuk, yaitu :

- Pengurangan sedikit sumber daya untuk memperoleh jumlah yang sama.


- Pengurangan sedikit sumber daya sekadarnya untuk memperoleh jumlah produksi yang
lebih besar.
- Pengguanaan jumlah sumber daya yang sama untuk memperoleh jumlah produksi yang
lebih besar.
- Penggunaan sumber daya yang lebih besar jumlahnya untuk memperoleh jumlah
produksi yang lebih besar lagi. (Kusriyanto, 1991 : 3)

Dengan demikian maka usaha untuk meningkatkan produktivitas kerja tersebut dilakukan
melalui peningkatan efisiensi, dalam arti melakukan penghematan terhadap sumber daya.
Dengan diusahakan efisiensi maka akan meningkatkan produktivitas kerja karena hubungan
antara output dengan input akan menjadi lebih baik lagi. Sebaliknya peningkatan produktivitas
belum tentu menyebabkan peningkatan efisiensi karena peningkatan produktivitas dapat juga
dilakukan dengan penambahan penggunaan sumber daya yang tidak dibarengi dengan
penghematan.

http://mariswardhani.blogspot.com/2012/05/efisiensi-kerja-kantor.html?m=1

Anda mungkin juga menyukai