Anda di halaman 1dari 4

KONTRA MEMORI KASASI

TERHADAP MEMORI KASASI


PEMOHON KASASI/JAKSA PENUNTUT UMUM

ATAS PUTUSAN PENGADILAN TINGGI NO.... JO. PENGADILAN NEGERI


NO...
TANGGAL ------------------------------

Diajukan oleh

.............................. sebagai Pemohon/Termohon Kasasi


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kepada Yth,
Ketua Mahkamah Agung RI
Jl. Medan Merdeka Utara No. 9-13
Jakarta Pusat, 10110

Melalui: Yth. Kepaniteraan Pengadilan Negeri -------------

Dengan hormat,

Kami yang bertandatangan di bawah ini, ................... berdasarkan Surat Kuasa Khusus
tertanggal .................... (Lampiran 1), oleh karenanya baik sendiri-sendiri maupun secara
bersama-sama bertindak untuk dan atas nama:

Klien, bertempat tinggal di ....................... selanjutnya disebut sebagai


PEMOHON/TERMOHON KASASI (DAHULU TERDAKWA/PEMOHON BANDING).

Dengan ini mengajukan Kontra Memori Kasasi terhadap Memori Kasasi yang diajukan
oleh: PEMOHON KASASI/JAKSA PENUNTUT UMUM.

I. PENDAHULUAN

Berdasarkan putusan Judex Factie Pengadilan Negeri .................... Nomor yang


diucapkan pada tanggal ............. , dengan Amar Putusan yang berbunyi:

II. DASAR HUKUM KONTRA MEMORI KASASI

1. Kapan putusan diterima


2. Kapan pernyataan kasasi?
3. Kapan memori kasasi didaftarkan?
4. Kapan Memori kasasi diberikan?
5. Kapan kontra MK didaftarkan?

6. Dasar hukum Kasasi dan Memori Kasasi! Bahwa Pasal 45A Undang-undang
Nomor 14 Tahun 1985 Tentang Mahkamah Agung sebagimana telah diubah dua
kali terakhir diubah oleh Undang-undang Nomor 3 tahun 2009 tentang Perubahan
Kedua Atas Undang-undang Nomor 14 Tahun 1985 Tentang Mahkamah Agung
(selanjutnya disebut “UU Mahkamah Agung”), secara tegas menyatakan:
(1) Mahkamah Agung dalam tingkat kasasi mengadili perkara yang memenuhi syarat
untuk diajukan kasasi, kecuali perkara yang oleh Undang-Undang ini dibatasi
pengajuannya;

(2) Perkara yang dikecualikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a. putusan tentang praperadilan;
b. perkara pidana yang diancam dengan pidana penjara paling lama 1
(satu) tahun dan/atau diancam pidana denda;
c. perkara tata usaha negara yang objek gugatannya berupa keputusan pejabat
daerah yang jangkauan keputusannya berlaku di wilayah daerah yang
bersangkutan.

(3) Permohonan kasasi terhadap perkara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) atau
permohonan kasasi yang tidak memenuhi syarat-syarat formal, dinyatakan tidak
dapat diterima dengan penetapan Ketua Pengadilan Tingkat Pertama dan
berkas perkaranya tidak dikirimkan ke Mahkamah Agung;

(4) Penetapan Ketua Pengadilan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak dapat
diajukan upaya hukum.

7. Bahwa selain dasar hukum di atas, Mahkamah Agung RI yang merupakan


Pengadilan Negara Tertinggi dari semua lingkungan Peradilan (vide Pasal 2 UU
Mahkamah Agung) menegaskan kembali keberlakuan ketentuan Pasal 45A UU
Mahkamah Agung, sebagaimana Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 8 tahun
2011 Huruf B, tentang Perkara yang Tidak Memenuhi Syarat Kasasi dan Peninjauan
Kembali, mengatur bahwa Perkara-perkara yang menurut Pasal 45A Undang-
Undang Mahkamah Agung dikecualikan tidak boleh diajukan Kasasi, yakni:

2b. Putusan Pidana yang diancam dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun
dan atau diancam pidana denda.
3. Perkara pada butir 1 dan 2 di atas, tidak perlu dikirimkan ke Mahkamah Agung RI;
4. Perkara-perkara butir 1 dan 2 di atas, harus dinyatakan tidak dapat diterima dengan
penetapan Ketua Pengadilan Tingkat Pertama. Penetapan Ketua Pengadilan Tingkat
Pertama tersebut tidak dapat diajukan upaya hukum (Perlawanan, Kasasi atau
Peninjauan Kembali).

8. Bahwa dapat disimpulkan Putusan Pengadilan Negeri .................. Nomor


................ tanggal ................... atas nama Terdakwa/Termohon Kasasi ...................
adalah mengenai Pasal ............................. yang diancam pidana penjara paling
lama 9 (sembilan) bulan, sehingga termasuk perkara yang tidak dapat
diajukan Kasasi. Hal mana Pengajuan upaya hukum Kasasi atas perkara aquo
tidak memenuhi syarat yang diatur dalam Peraturan perundangan terkait,
sehingga berdasarkan hukum PENGAJUAN PERMOHONAN KASASI berikut
MEMORI KASASI JAKSA PENUNTUT UMUM HARUS dinyatakan TIDAK
DAPAT DITERIMA. Adapun Penetapan bahwa Memori Kasasi tidak dapat
diterima tersebut harus dikeluarkan oleh Ketua Pengadilan Negeri ....................... ,
berdasarkan Pasal 45A UU Mahkamah Agung.

9. Bahwa dalam hal Judex Juris berpendapat lain, dan Ketua Pengadilan
Negeri ................. tetap mengirimkan Memori Kasasi tersebut ke Mahkamah Agung
RI, maka terhadap Memori Kasasi dari Pemohon Kasasi/Jaksa Penuntut Umum
tersebut, Termohon Kasasi/ Tim Penasihat Hukum telah mengajukan Kontra
Memori Kasasi yang diserahkan melalui Kepaniteraan Pengadilan Negeri
.................... pada tanggal ..................... dan dengan demikian pengajuan berikut
penyerahan Kontra Memori Kasasi masih dalam tenggang waktu pengajuan
sebagaimana ditentukan dalam Pasal 54 UU Mahkamah Agung juncto Pasal 248
ayat (6) dan ayat (7) Undang-undang No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara
Pidana (“KUHAP”), karenanya Kontra Memori Kasasi seyogyanya dinyatakan sah
menurut hukum dan secara formil dapat diterima berdasarkan Undang-Undang.

III. TANGGAPAN ATAS KEBERATAN PEMOHON KASASI/JAKSA PENUNTUT


UMUM

Bahwa setelah Termohon Kasasi/Tim Penasihat Hukum membaca, mempelajari dan


mencermati Memori Kasasi dari Pemohon Kasasi/Jaksa Penuntut Umum dengan
merujuk pada Putusan Pengadilan dalam perkara a quo, doktrin dan Perundang-
undangan yang berlaku, maka Termohon Kasasi menyusun dan menyerahkan Kontra
Memori Kasasi masih dalam tenggang waktu sebagaimana yang ditentukan dalam
Pasal 248 ayat (7) Undang-undang No. 8 Tahun 1981 (KUHAP).

Bahwa Kontra Memori Kasasi a quo berisi tanggapan, sanggahan atau bantahan
terhadap alasan-alasan kasasi yang dikemukakan Pemohon Kasasi/Jaksa Penuntut
Umum sebagaimana diuraikan didalam Memori Kasasinya.
Kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/Jaksa Penuntut Umum dalam perkara a
quo adalah Kasasi terhadap Putusan Bebas. Oleh karena itu, apabila terhadap putusan
Bebas hendak diajukan kasasi, maka dalam Memori Kasasi tersebut, minimum harus
dijelaskan hal-hal yang terkait dengan:
A. Putusan Bebas tersebut adalah Putusan Bebas Tidak Murni.
B. Alasan Kasasi sebagaimana diatur dalam Pasal 253 Ayat (1) KUHAP.
C. Pokok Perkara.

Apabila salah satu dari ketentuan pada huruf A dan B tidak terpenuhi, maka demi
hukum Kasasi tersebut harus dinyatakan TIDAK DAPAT DITERIMA, sedangkan
apabila dalil pada huruf A dan B telah terpenuhi, namun dalil pada huruf C tidak
terpenuhi, maka demi hukum, Kasasi tersebut DITOLAK.

Ad.A. Dalil/Argumen yang wajib dikemukakan oleh Pemohon Kasasi/Jaksa


Penuntut Umum bahwa Putusan Bebas Pengadilan Negeri ............... adalah
Putusan Bebas Tidak Murni (Niet Zuivere Vrijspraak).

 PEMOHON KASASI/JAKSA PENUNTUT UMUM DALAM MEMORI


KASASINYA MENGAJUKAN ALASAN-ALASAN SEBAGAI BERIKUT:

 SANGGAHAN/KONTRA MEMORI KASASI TERHADAP ALASAN


/MEMORI KASASI JAKSA PENUNTUT UMUM POINT 1 dan 2
TERSEBUT DI ATAS SEBAGAI BERIKUT.

 ALASAN KASASI PEMOHON KASASI TERKAIT POKOK PERKARA

IV. KESIMPULAN

V. PERMOHONAN

1. Menyatakan Kasasi dari Pemohon Kasasi/Jaksa Penuntut Umum tidak dapat


diterima (niet onvankelijk verklaard) atau menolak Kasasi Pemohon Kasasi/Jaksa
Penuntut Umum.
2. Menguatkan putusan Pengadilan Negeri .................. Nomor: -----------------
tanggal -----------------
3. Membebankan biaya perkara pada Negara.