Anda di halaman 1dari 2

f. konsep Berubah.

Banyak definisi pakar tentang berubah , dua diantaranya yaitu :

1) Berubah merupakan kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau seseorang berbeda dengan
keadaan sebelumnya (Atkinson,1987)

2) Berubah merupakan proses yang menyebabkan perubahan pola perilaku individu atau institusi
(Brooten,1978)

Ada empat tingkat perubahan yang perlu diketahui yaitu pengetahuan, sikap, perilaku, individual, dan
perilaku kelompok. Setelah suatu masalah dianalisa, tentang kekuatannya. Maka pemahaman tentang
tingkat-tingkat perubahan dan siklus perubahan akan dapat berguna. Hersey dan Blanchard (1977)
menyebutkan dan mendiskusikan empat tingkatan perubahan.

1) Perubahan pertama dalam pengetahuan cenderung merupakan perubahan yang paling mudah
dibuat karena bisa merupakan akibat dari membaca buku, atau mendengarkan dosen. Sedangkan
perubahan sikap biasanya digerakkan oleh emosi dengan cara yang positif dan atau negatif. Karenanya
perubahan sikap akan lebih sulit dibandingkan dengan perubahan pengetahuan.

2) perilaku individu. Misalnya seorang manajer mungkin saja mengetahui dan mengerti bahwa
keperawatan primer jauh lebih baik dibandingkan beberapa model asuhan keperawatan lainnya, tetapi
tetap tidak menerapkannya dalam perilakunya karena berbagai alasan, misalnya merasa tidak nyaman
dengan perilaku tersebut.

3) Perilaku kelompok merupakan tahap yang paling sulit untuk diubah karena melibatkan banyak orang
. Disamping kita harus merubah banyak orang, kita juga harus mencoba mengubah kebiasaan adat
istiadat, dan tradisi juga sangat sulit.

4) Dari sikap yang mungkin muncul maka perubahan bisa kita tinjau dari dua sudut pandang yaitu
perubahan partisipatif dan perubahan yang diarahkan. Perubahan Partisipatif akan terjadi bila
perubahan berlanjut dari masalah pengetahuan ke perilaku kelompok. Pertama-tama anak buah
diberikan pengetahuan, dengan maksud mereka akan mengembangkan sikap positif pada subjek.
Karena penelitian menduga bahwa orang berperilaku berdasarkan sikap-sikap mereka maka seorang
pemimpin akan menginginkan bahwa hal ini memang benar. Sesudah berprilaku dalam cara tertentu
maka orang-orang ini menjadi guru dan karenanya mempengaruhi orang lain untuk berperilaku sesuai
dengan yang diharapkan.

- Respon Terhadap Suatu Perubahan

Faktor-faktor yang akan merangsang penolakan terhadap perubahan misalnya, kebiasaan, kepuasan
akan diri sendiri dan ketakutan yang melibatkan ego. Orang-orang biasanya takut berubah karena
kurangnya pengetahuan, prasangka yang dihubungkan dengan pengalaman dan paparan dengan orang
lain serta ketakutan pada perlunya usaha yang lebih besar untuk menghadapi kesulitan yang lebih tinggi.
Beberapa contoh ketakutan yang mungkin dialami seseorang dalam suatu perubahan antara lain :
1) Takut karena tidak tahu

2) Takut karena kehilangan kemampuan, keterampilan atau keahlian yang terkait dengan
pekerjaannya

3) Takut karena kehilangan kepercayaan / kedudukan

4) Takut karena kehilangan imbalan

5) Takut karena kehilangan penghargaan,dukungan dan perhatian orang lain.

- Perawat Sebagai Pembaharu

Menurut Oslan dalam Kozier (1991) mengatakan perawat sebagai pembaharu harus menyadari
kebutuhan sosial, berorientasi pada masyarakat dan kompeten dalam hubungan interpersonal.
Pembaharu juga perlu memahami sikap dan perilakunya, bagaimana ia menjalin kerjasama dengan
orang lain dan bagaimana perasaannya terhadap perubahan tersebut. Maukseh dan Miller dalam Kozier
menyebutkan karakteristik seorang pembaharu adalah :

1) Dapat mengatasi/ menaggung resiko. Hal ini berhubungan dengan dampak yang mungkin muncul
akibat perubahan.

2) Komitmen akan keberhasilan perubahan. Pembaharu harus menyadari dan menilai kefektifannya

3) Mempunyai pengetahuan yang luas tentang keperawatan termasuk hasil-hasil riset dan data-data
ilmu dasar, menguasai praktik keperawatan dan mempunyai keterampilan teknik dan interpersonal.