Anda di halaman 1dari 7

Nama : Alfi Mardi Saputra

Nim : 11820712176

Kelas : Ilmu Hukum E / Semester 4

Martkul : Hukum Administrasi Negara

INSTRUMEN PEMERINTAHAN

A. Pengertian Intrumen Pemerintahan


Intrumtahan Pemerintahan adalah alat-alat atau saran-sarana yang
digunakan oleh pemerintahan atau administrasi negara dalam melaksanakan
tugas-tugasnya. Dalam menjalankan suatu pemerintahan, pemerintahan atau
administrasi negara melakukan berbagai tindakan hokum dengan
menggunakan instrument pemerintahan.
Intrumen pemerintahan ini dibagi menjadi dua bentuk, yaitu :
1. Instrumen Fisik
Instrumen fisik yang terhimpun dalam public domain, terdiri atas; alat
tulis menulis, sarana transportasai dan komunikasi, gedung-gedung
perkantoran dan lain-lain.

2. Instrument Yuridis
Instrumen yuridis ini berfungsi untuk mengatur dan menjalankan
urusan pemerintahan dan kemasyarakatan, yang terdiri atas; peraturan
perundang-undangan, keputusan-keputusan, peraturan kebijaksanaan,
perizinan, instrument hokum keperdataan dan lain-lain.

B. Perturan Perundang-undangan
Peraturan adalah hukum yang in abstracto atau general norm yang
sifatnya mengikat umum (berlaku umum) dan tugasnya adalah mengatur
hal-hal yang bersifat umum. Secara teoritis, istilah perundang-undangan
(legislation, wetgeving, atau gesetzgebung) mempunyai dua pengertian
yaitu :
1. Peraturan perundang-undangan yang merupakan proses
pembentukan/membentuk peraturan perundang-undagan negara, baik
di tingkat pusat maupun negara.
2. Peraturan perundang-undagan yang merupakan segala peraturan
neagara, yang merupkan hasil pembentukan peraturan-pearturan, baik
di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.

Peraturan perundang-undangan memiliki ciri-ciri sebagi berikut :


a. Bersifat umum dan komprehensif.
b. Bersifat universal.
c. Ia memiliki kekuatan untuk mengoreksi dan memperbaiki dirinya
sendiri.

Perkataan bersifat umum-abstrak dicirikan olen unsur-unsur sebagai


berikut:

a. Tijd; waktu (tidak hanya berlaku pada saat tertentu).


b. Plaats; tempat (tidak hanya berlaku pada tempat tertentu).
c. Persoon; orang (tidak yanya berlaku pada orang tertentu).
d. Rechtsfeirt; fakta hukum.

C. Keputusan Tata Usaha Negara


1. Pengertian Keputusan
Keputusan tata usaha negara pertama kali diperkenalkan oleh seorang
sarjana jerman, Otto Meyer, dengan istilah verwatungsakt.
Dikalangan para sarjana terdapat perbedaan pendapat dalam
mendefenisikan istilah keputusan, antara lain :
a. Keputusan adalah pernyataan kehendak dari oragan pemerintahan
untuk melaksanakan hal khusus, ditujukan untuk menciptakan
hubungan hukum baru, mengubah, atau ,menghapus hubungan
hukum yang ada.
b. Keputusan adalah suatu pernyataan kehendak yang disebabkan
oleh surat permohonan yang diajukan, atau setidak-tidaknya
keinginan atau keperluan yang dinyatakan.
c. Beschikking adalah keputusan tertulis dari administrasi negara yang
mempunyai akibathukum.
2. Unsur-unsur Keputusan
Berdasarkan beberapa defenisi diatas, ada beberapa unsur yang terdapat
damal Beschikking, yaitu :
a. Pernyataan kehendak sepihak.
b. Dikeluarkaan oleh organ pemerintahan.
c. Didasarkan pada kewenangan hukum yang bersifat publik.
d. Ditujukan untuk hal khusus atau peristiwa kongkret dan individu.
e. Dengan maksud untuk menimbulkan akibat hukum.
3. Macam-macam Keputusan
Secara teoritis dalam Hukum Administrasi Negara, dikenal ada beberapa
macam dan sifat keputusan, antara lain :

a. Keputusan Deklaratoir dan Keputusan Kontitutif


b. Keputusan yang menguntungkan dan yang memberi beban.
c. Keputusan Eenmalig dan keputusan yang permanen.
d. Keputusan yang bebas dan yang terikat.
e. Keputusan positif dan negative.
f. Keputusan perorangan dan kebendaan.

4. Syarat-syarat Pembuatan Keputusan


Pembuatan keputusan tata usaha negara harus memerhatikan beberapa
persyaratan agar keputusan tersebut menjadi sah menurut huum dan
memiliki kekuatan hukum untuk dilaksankan.

D. Peraturan Kebijakan
1. Freies Ermessen
Keberadaan peraturan kebijakan tidak dapat dilepaskan dengan
kewenangan bebas dari pemerintahan yang serinfg disebut dengan
istilah freies ermessen.

2. Pengertian, Ciri-ciri, Fungsi, dan Panorama Peraturan Kebijakan


a. Pengertian Peraturan Kebijakan
Peraturan kebijakan hanya berfungsi sebagai bagian dari
operasional penyelenggaran tugas-tugas pemerintahan, karenanya
tidak dapat mengubah ataupun menyimpangi peraturan perundang-
undangan.

b. Ciri-ciri peraturan kebijakan


i. Peraturan kebijakan bukan merupakan peraturan perundang-
undangan.
ii. Peraturan kebijakan tidak dapat diuji secara wetmatigheid.
iii. Peraturan kebijakan dibuat berdasarkan freies ermessen dan
ketiadaan wewenang administrasi bersangkutan membuat
peraturan perundang-undangan.

c. Fungsi dan panorama peraturan kebijakan


Menurut Marcus Lukman antara lain ;
i. Tepatguna dan berdayaguna sebagai sarana pengaturan
yang melengkapi.
ii. Tepatguna dan berdayaguna sebagai sarana pengaturan bagi
keadaan vacuum.
iii. Tepatguna dan berdayaguna sebagai sarana pengaturan
untuk mengatasi kondisi peraturan perundang-undangan yang
sudah ketinggalan zaman.

E. Rencana-rencana
1. Pengertian Rencana
rencana adalah suatu bagian dari tindakan hukum pemerintahan/suatu
tindakan yang dimaksudkan untuk menimbulkan akibat-akibat hukum.
Perencanaan terbagi tiga kategori yaitu; perencanaan informative,
perencana indikatif, dan perencana normative.

2. Unsur-unsur Rencana
Ada beberapa unsur-unsur rencana antara lain :
a. Schriftelijke (tertulis)
b. Besluit of handeling, inhoudende eenkeuze (keputusan/tindakan)
c. Door een bestuursorgaan (organ pemerintahan)

F. Perizinan
1. Pengertian Perizinan
Menurut Sjachran Basah, izin adalah perbuatan hukum administrasi
negara bersegi satu yang mengaplikasikan peraturan dalam hal konkret
berdasarkan persyaratan dan prosedur bagaimana ditetapkan oleh
ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Unsur-unsur Perizinan
Adapun beberapa unsur-unsur perizinan antara lain :
a. Berupa instrument yuridis dalam bentuk KTUN
b. Dibuat berdasarkan wewenang yang diberikan oleh peraturan
perundang-undangan.
c. Dikeluarakan oleh organ pemerintahan.
d. Ditujukan pada peristiwa konkret.
e. Telah memenuhi prosedur dan persyaratan tertentu.

3. Fungsi dan Tujuan Perizinan


Adapun beberapa fungsi dan tujuan perizinan antara lain :
a. Untuk mengendalikan aktifitas-aktifitas tertentu.
b. Untuk mencegah bahaya bagi lingkungan.
c. oUntuk melindungi pbyek-obyek tertentu.
d. Untuk membagi benda-benda yang sedikit.
e. Untuk memberikan pengarahan dengan menyeleksi orang-orang
dan aktifitas-aktifitasnya.

4. Bentuk dan Isi Izin


bentuk dan isi izin antara lain :
a. Organ yang berwenang.
b. Yang dialamatkan.
c. Diktum.
d. Ketentuan-ketentuan, pembatasan-pembatsan, dan syarat-syarat.
e. Pemberian alasan.
f. Pemberitahuan-pemberitahuan Tambahan.

G. Instrumen Hukum Keperdataan


1. Penggunaan instrument hukum keperdataan.
Penggunaan instrument hukum keperdataan ini adalah untuk
mengusahakan kesejahteraan, dimana pemerintah terlibat dengan
kegiatan kemasyarakatan dalam berbagai dimensi sejalan dengan
tuntutan perkembangan kemasyarakatan.
Namun demikian, penggunaan instrument hukum keperdataan oleh
pemerintah ini perlu dibatasi, yaitu :
a. Pemerintah tidak dapat melakukan hubungan keperdataan yang
berhubungan dengan hukum kekeluargaan.
b. Pemerintah tidak boleh membeli tanah untuk dijadikan hak milik.
c. Pemerintah tidak diperkenankan melakukan perbuatan hukum
keperdataan yang bertentangan dengan kepentingan umum atau d
larang oleh peraturan perundang-undangan.

2. Instrument hukum keperdataanyang dapat digunakan pemerintah.


Dalam rangka menjalankan kegiatan pemerintahannya, pemerintah dapat
menggunakan perjanjian, yang bentuknya antara lain :
a. Perjanjian perdata biasa
Pemerintah sering menggunakan perjanjian dalam memenuhi
berbagai keperluan pemerintahannya, dan menjadi salah satu pihak
dalam perjanjian ini.
b. Perjanjian perdata dengan syarat-syarat standar
Pemerintah dapat pula menggunakan instrument hukum keperdataan
untuk membuat perjanjian dengan pihak swasta dalam rangka
melakukan tugas-tugas terntentu, ,isalnyta tugas-tugas atau pekerjaan
yang tidak sepenuhnya dapat diselenggarakan sendiri oleh pihak
pemerintah.

c. Perjanjian mengenai kewenangan publik.


Menurut Indroharto, yang dimaksud dengan perjanjian mengenai
kewenangan pemerintahan adalah perjanjian antara badan atau
pejabat tata usaha negara dengan warga masyarakat dan yang
diperjanjikan adalah mengenai cara badan atau pejabat tata usaha
negara menggunakan wewenang pemerintahan nya.

d. Perjanjian mengenai kebijakan pemerintahan.


Di atas disebutkan bahwa bila pemberian wewenang itu mengandung
kebebasan, pemerintahdapat melaksanakan wewenangnya dengan
menggunakan mekanisme perjanjian atau kerja sama.