Anda di halaman 1dari 9

Tepat di hari Minggu ini tanggal 10/10/10 10:10:10 (baca: 10 Oktober 2010 pukul 10 lewat 10 menit 10

detik) waktu setempat, Canonical sebagai lembaga yang menaungi pengembangan dan pendistribusian
sistem operasi open source gratis GNU/Linux paling terkenal sedunia yaitu Ubuntu secara resmi telah
merilis versi final terbaru yaitu Ubuntu 10.10 code named Maverick Meerkat.
Berikut ini adalah beberapa fitur, perbaikan dan pengembangan baru yang ada di Ubuntu 10.10 aka
Maverick Meerkat.
*

Lebih baik langsung saja download dulu, baca reviewnya sambil download, hheee…

Download Ubuntu 10.10 Maverick


Meerkat
Download via torrent

(ada versi untuk desktop/laptop, untuk netbook, dan juga server)

Link download dari situs resmi Ubuntu itu akan secara otomatis mengarahkan ke link download Ubuntu
lokasi server repository lokal Indonesia (tentunya bila kita download dari Indonesia). Tapi apabila ingin
secara manual download dari situs lokal Indonwsia, berikut ini beberapa situs yang menyediakannya
(mungkin saat ini belum tersedia, jadi silahkan dilihat saja dulu):

Mirror Lokasi Download

dl2.foss-id.web.id Jakarta Ubuntu

ubuntu.pesat.net.id Jakarta Ubuntu


ubuntu.indika.net.id Jakarta Ubuntu

kambing.ui.ac.id Depok Ubuntu

kavalinux.com Depok Ubuntu

ftp.itb.ac.id Bandung Ubuntu

repo.ugm.ac.id Yogyakarta Ubuntu

buaya.klas.or.id Surabaya Ubuntu


*

Review Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat

Berikut ini sedikit review beberapa fitur baru dan hal lainnya yang ada di Ubuntu 10.10 (Desktop Edition):

 Proses instalasi

o Saat memasukkan user memasukkan data/opsi seperti usename, setting


waktu dan setting user lainnya dilakukan bersamaan (simultan) dengan
persiapan instalasi system.
o Tampilan slideshow yang lebih menarik dan informatif mengenai fitur
dan aplikasi baru.

o Ditawarkan opsi untuk sekaligus melakukan update saat instalasi, dan


juga… nah ini yang menarik, yaitu opsi untuk instalasi beberapa
multimedia codec yang diperlukan untuk membuka file multimedia
seperti musik mp3 dan flash movie. Jadi kita tidak perlu install manual
codec multimedia tersebut.

 Proses booting
Tidak ada yang baru, hanya sedikit lebih cepat. Sayangnya, kelemahan yang sudah ada
pada versi sebelumnya tetap saja ada di Ubuntu versi terbaru ini, yaitu bila kita install
driver proprietary graphic card seperti NVidia tampilan boot splash (Plymouth) menjadi
tidak tampil sempurna. Hmm.. gpp lah

 Desktop dan Aplikasi

o Penggunaan Ubuntu font sebagai font default OS Ubuntu.

o Penyempurnaan tampilan theme terutama Ambiance dan Radiance


sehingga terlihat lebih elegan.

o Aplikasi Shotwell Photo Manager menggantikan F-Spot.

o Tampilan dan fitur Indicator Applet lebih disempurnakan. terutama pada


aplet sound/volume.

o Versi terbaru Ubuntu Software Center 3.0.4 lebih menarik dengan adanya
daftar Featured dan What’s New Applications sehingga lebih
memudahkan kita memilih program yang ingin diinstall. Software Center
ini juga sekarang telah menggantikan fungsi GDebi Package Installer
untuk menangani paket aplikasi .deb dan juga link apt-url, sehingga
apabila kita buka sebuah file .deb maka yang akan muncul adalah
Software Center ini (contohnya klik link ini apt:gdebi).

Itu dulu reviewnya. Masih banyak sih yang bisa dibahas, menunggu untuk anda explore, silahkan coba
sendiri saja

Panduan untuk Pengguna Pemula OS Ubuntu

Sebenarnya ini bukan panduan sih, cuma sekedar berbagi pengalaman bagaimana memperlakukan
sebuah Ubuntu yang ada di hadapan kita Terutama buat pemula yang baru mencoba sistem operasi
keren Ubuntu ini
 Bila anda ingin mencoba OS Ubuntu dan aplikasi di dalamnya tanpa instalasi, restart saja
komputer anda dan boot dengan CD Ubuntu (setelah file .iso hasil download dibakar ke
CD). Kalau ingin menjalankan Ubuntu menggunakan USB flash disk, transfer file .iso
tersebut ke flash disk menggunakan aplikasi UNetbootin.

 Bisa install OS Ubuntu di dalam OS Windows seperti install software lainnya di dalam
Windows, yaitu dengan menggunakan aplikasi Wubi (Ubuntu installer for Windows). Tapi
tentunya performance Ubuntu yang diisntall dengan Wubi ini tidak maksimal seperti
instalasi penuh (pada partisi tersendiri).

 Bila telah install Ubuntu di hard disk komputer, sebaiknya lakukan update system (bila
belum dilakukan saat instalasi). Klik menu System => Administration => Update
Manager.

 Install driver graphic video card agar tampilan desktop lebih menarik dan bisa
menjalankan aplikasi 3D. Ubuntu akan secara otomatis mendeteksi hardware VGA card
anda, silahkan aktifkan driver terbaru yang ditawarkannya. Atau bisa juga klik menu
System => Administration => Additional Drivers. Setelah sukses dan selesai instalasi
driver VGA card tersebut, silahkan restart komputer untuk mengaktifkannya.

 Install beberapa software yang diperlukan, yaitu klik menu Applications => Ubuntu
Software Center. Misalnya kalau saya, aplikasi wajib yang segera saya saya install biasanya
adalah GIMP untuk aplikasi image editor, Inkscape untuk editor gambar vektor (seperti
CorelDRAW/Illustrator), VLC (multimedia player), dan Wine (untuk menjalankan file
.exe/program Windows di Ubuntu, …sebenarnya Wine ini saya gunakan hanya untuk
menjalankan game jadul kesukaan saya yaitu Zuma ), dan tak lupa juga CompizConfig
Settings Manager/CCSM (Advanced Desktop Effects Setting) supaya tampilan desktop
lebih cihuy

 Untuk memudahkan tweaking beberapa setting Ubuntu dan juga memudahkan instalasi
beberapa software tambahan, bisa juga install aplikasi pihak ketiga bernama Ubuntu
Tweak atau Ailurus.

 Bila diinginkan, silahkan atur tampilannya sesuai selera, masuk ke menu System =>
Preferences => Appearance. Atau bisa juga dengan klik kanan pada area kosong di
desktop lalu klik Change Desktop Background.

Terus apa lagi? Ya silahkan utak-atik saja sendiri dan dibiasakan aja pake Ubuntu sebagai OS sehari-
hari. Awalnya saya buta Linux, tapi setelah belum terlalu lama pake Ubuntu akhirnya malah keenakan, dan
sudah jadi OS sehari hari. Kalau pun pake OS Windows paling-paling juga untuk ambil screenshot aja (itu
pun kebanyakan pake VirtualBox) kalau mau bikin review software Windows untuk bikin artikel di blog ini
(yang memang hampir semuanya ngebahas software Windows), padahal softwarenya jarang yang saya
pake, xixixi…
Di bawah ini screenshot desktop Ubuntu 10.10 yang sudah saya utak-atik. Berhubung saya kurang suka
tema gelap, saya pake tema Radiance yang lelembut , lalu saya pindahkan panel bawah ke samping
kiri (maksudnya biar semua akses menu dan toolbar, baik menu desktop maupun menu jendela aplikasi,
semuanya kumpul di atas atau dekat2 atas, jadi nggak pindah2 ke atas/ke bawah) yg diset autohide
supaya space desktop tetap lega. Terus juga setting Expo (klik menu System => Preferences =>
CompizConfig Settings Manager => Desktop => Expo => Expo Edge => TopLeft) biar mudah mengakses
desktop workspace cukup dengan menempatkan mouse di pojok kiri atas layar.
*

Kubuntu 10.10 Maverick Meerkat

Sekedar info buat yang belum tahu, OS Ubuntu sebenarnya digunakan pada beberapa varian/derivates
desktop environment, seperti Kubuntu, Xubuntu, Ubuntu Studio, Edubuntu, yaitu OS Ubuntu Linux yang
menggunakan desktop (dan aplikasi) berbeda tapi tetap berbasis Ubuntu (selengkapnya baca di sini).
Selain itu, OS Ubuntu juga menjadi basis bagi banyak distro OS Linux varian Ubuntu lainnya, silahkan lihat
di sini dan di sini.

Sebagai bonus , saya download juga Kubuntu. Kubuntu ini menggunakan desktop environment Plasma
KDE yang dikenal sebagai desktop environment Linux dengan tampilan super ciamik, walau pun banyak
yang bilang (untuk versi 4.x) masih sering ada bug. Tapi okelah, saya coba sih Kubuntu 10.10
(menggunakan KDE 4.5.1) ternyata fine-fine saja. Mungkin saya bakal terus coba pake Kubuntu ini.

Berhubung Kubuntu (KDE) banyak menampilkan efek visual yang memberatkan kinerja komputer
terutama untuk komputer bukan keluaran baru, kalau ingin tetap menggunakan Kubuntu mungkin bisa
sedikit diakali dengan mengurangi efek visual. Supaya tidak terlalu menguras sumber daya
komputer/CPU, silahkan ubah setting tampilan di Kubuntu 10.10:

 Klik tombol Kickoff Application Launcher (tombol menu berwarna biru di pojok kiri bawah
bergambar logo KDE) => Applications => Settings => System Settings.

 Setelah jendela System Settings muncul, klik Application Appearance, lalu klik tab Fine
Tuning. Pada pilihan Graphical effects, pilih yang sesuai misalnya Low display resolution
and low CPU, lalu klik tombol Apply (di pojok kanan bawah).

 Selain itu bisa juga melakukan perubahan setting pada bagian Workspace Appearance.
Kembali ke tampilan Overview (tampilan utama jendela System Settings), klik Workspace
Appearance, klik tombol Configure. Silahkan ubah atau matikan fitur yang kira-kira
memberatkan, misalnya hilangkan centang Enable animations, atau hilangkan juga
centang Window Drop-Down Shadow.

Semoga berguna ((10-10-10):(10-10-10))*