Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Virus corona covid-19 terus jadi ancaman dunia dan Indonesia. Hingga Selasa (24/3),
total 686 orang tercatat positif terjangkit virus ini, dengan 55 orang korban meninggal.
Hal itu diungkap Juru bicara pemerintah untuk virus Corona Achmad Yurianto dalam
jumpa persnya di Jakarta, terkait,jumlah kasus positif corona Covid-19.
Jumlah itu diperkirakan akan bertambah. Tindakan pencegahan pun sangat perlu
dilakukan agar kasus baru COVID-19 bisa diredam.
Berbagai gerakan untuk hidup sehat pun terus digaungkan. Seperti ajakan untuk rajin
mencuci tangan, menjauhi berada di tempat-tempat umum, mengenakan masker bagi mereka
yang merasa kurang sehat, hingga imbauan bekerja dari rumah terus digalakkan.
Secara global, sesuai data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sudah 294 ribu orang
lebih di 186 negara terjangkit virus ini. WHO sudah menyatakan wabah virus Corona covid-
19 atau SARS-CoV-2 sebagai pandemi.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah
1. Apa yang dimaksud dengan virus corona dan jenis-jenisnya?
2. Bagaimana gejala dari virus corona?
3. Apa dampak yang terjadi dari penyebaran virus corona?
4. Apa yang sebaiknya dilakukan dalam pencegahan virus corona?

C. Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah
1. Untuk mengetahui deskripsi dari virus corona.
2. Untuk mengetahui gejala dari virus corona.
3. Untuk mengetahui penyebaran virus corona.
4. Untuk mengetahui pencegahan virus corona.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Virus Corona
Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar dari virus yang menyebabkan penyakit,
mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah, seperti Middle East Respiratory
Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Sebagian
besar coronavirus adalah virus yang tidak berbahaya.
Taksonomi
Koronavirus
Orthocoronavirinae

Taksonomi
Superdomain Biota ·
Kerajaan Virus ·
Ordo Nidovirales ·
Famili Coronaviridae  ·
Upafamili Orthocoronavirinae
Tata nama
Sinonim takson Coronavirinae 
Genus
Alphacoronavirus
Betacoronavirus
Gammacoronavirus
Deltacoronavirus

2
Coronavirus adalah virus zoonosis, artinya virus ini disebarkan melalui hewan dan
manusia.
Dikutip dari WHO, investigasi menunjukkan bahwa virus corona penyebab SARS
(SARS-CoV) ditularkan dari musang ke manusia. Sementara itu, hewan yang menularkan
coronavirus penyebab MERS (MERS-CoV) ke manusia adalah unta dromedaris. Terdapat
pula beberapa virus lain yang terdapat pada hewan, tapi belum menginfeksi manusia. 
Virus corona pada manusia pertama kali ditemukan pada tahun 1960 di hidung pasien
yang terkena flu biasa (common cold).
Dua coronavirus pada manusia, yaitu OC43 dan 229E, adalah yang bertanggung jawab
atas terjadinya sebagian flu biasa.
Virus ini diberi nama berdasarkan proyeksi mirip mahkota di permukaannya. “Corona”
dalam bahasa Latin berarti “halo” atau “mahkota”.

Penyebaran coronavirus adalah sama seperti virus yang penyebab flu lainnya, seperti
dari batuk dan bersin, atau dari sentuhan orang yang terinfeksi. 
Hampir semua orang pernah terinfeksi virus corona setidaknya sekali seumur hidupnya,
biasanya terjadi pada anak-anak.
Coronavirus adalah virus yang umumnya muncul pada musim gugur dan dingin di
Amerika Serikat. Namun, semua orang bisa terkena virus ini kapan pun. 
Coronavirus adalah virus yang memiliki banyak jenis. Namanya biasanya dibedakan
berdasarkan tingkat keparahan penyakit yang disebabkan dan seberapa jauh penyebarannya. 
Medical News Today menyebut, saat ini ada enam jenis virus corona yang menginfeksi
manusia, yakni: 229E, NL63 , 0C43 , HKU1 
Jenis coronavirus yang lebih langka adalah MERS-CoV yang menyebabkan Middle
East Respiratory Syndrome (MERS) dan SARS-CoV, yang menyebabkan Severe Acute
Respiratory syndrome (SARS).

3
Selain enam jenis coronavirus di atas, pada 7 Januari 2020, sebagaimana dilansir dari
laman badan kesehatan dunia, WHO, pemerintah Tiongkok mengonfirmasi jenis virus corona
baru yang mewabah pada akhir Desember.
Virus corona baru tersebut merupakan jenis yang tidak mirip dengan kelompok virus
corona lainnya. Pada awalnya, virus ini dinamakan dengan novel coronavirus 2019 (2019-
nCoV) sampai akhirnya ditetapkan nama resmi yaitu SARS-CoV-2, penyebab penyakit
Covid-19.
SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dicurigai menular dari hewan kelelawar dan ular ke
manusia. Meski begitu, virus ini juga telah dikonfirmasi menular dari manusia ke manusia.

B. Gejala Dari Virus Corona

Gejala Virus Corona


Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu,
seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau gejala penyakit infeksi
pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan
nyeri dada.
Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus
Corona, yaitu:
 Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius)
 Batuk
 Sesak napas
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah
terpapar virus Corona.
Kapan harus ke dokter
Segera ke dokter bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang
disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari daerah yang
memiliki kasus COVID-19 atau berinteraksi dengan penderita infeksi virus Corona.
Bila Anda mungkin terpapar virus Corona namun tidak mengalami gejala apa pun, Anda
tidak perlu pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, cukup tinggal di rumah selama 14
hari dan membatasi kontak dengan orang lain.

4
C. Penyebaran Atau Penularan Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus
yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya
menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini
juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East
Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun,
kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.
Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
 Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
 Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh
benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
 Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat
tangan
Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan
fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang
daya tahan tubuhnya lemah.

5
D. Diagnosis Virus Corona
Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala
yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien bepergian atau tinggal di
daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul.
Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan
berikut:
 Uji sampel darah
 Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak (tes PCR)
 Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru

E. Pengobatan Virus Corona


Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang
dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:
 Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit
yang ditunjuk
 Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
 Menganjurkan penderita COVID-19 untuk istirahat yang cukup
 Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga
kadar cairan tubuh

F. Komplikasi Virus Corona


Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius
berikut ini:
 Pneumonia
 Infeksi sekunder pada organ lain
 Gagal ginjal
 Acute cardiac injury
 Acute respiratory distress syndrome
 Kematian

G. Pencegahan Virus Corona

6
Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19.
Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang
bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
 Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung (social
distancing).
 Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
 Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung
alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
 Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
 Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan
hewan, cuci tangan setelahnya.
 Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
 Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke
tempat sampah.
 Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
 Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.
Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam
pemantauan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke
orang lain, yaitu:
 Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
 Periksakan diri ke dokter hanya bila Anda mengalami gejala gangguan pernapasan
yang disertai demam atau memenuhi kriteria PDP (pasien dalam pengawasan).
 Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak
memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang
digunakan orang lain.
 Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda
benar-benar sembuh.
 Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang
sakit.
 Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan
tidur dengan orang lain.
 Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang
bersama orang lain.

7
 Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera
buang tisu ke tempat sampah.

Jumlah kasus virus corona di Indonesia


Dari 686 pasien: 30 pasien sembuh dan 55 meninggal dunia

Sumber: Kementerian Kesehatan per 24/03/2020


Menanggapi penelitian yang memprediksi jumlah kasus akan mencapai lebih dari 8.000,
Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah Indonesia untuk penanganan virus corona,

8
mengatakan pemerintah akan tetap fokus pada langkah-langkah yang tengah dijalani dalam
upaya mengatasi penyebaran Covid-19.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar dari virus yang menyebabkan penyakit, mulai
dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah, seperti Middle East Respiratory
Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).
SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dicurigai menular dari hewan kelelawar dan ular ke
manusia. Meski begitu, virus ini juga telah dikonfirmasi menular dari manusia ke manusia.
Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya
mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau
gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan
berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.
Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan
berikut:
 Uji sampel darah
 Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak (tes PCR)
 Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru
Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius
berikut ini:
 Pneumonia
 Infeksi sekunder pada organ lain
 Gagal ginjal
 Acute cardiac injury
 Acute respiratory distress syndrome
 Kematian

9
DAFTAR PUSTAKA

https://www.alodokter.com/virus-corona
https://www.ayobandung.com/read/2020/03/24/83625/jadi-upaya-pencegahan-corona-apa-
itu-herd-immunity

10