LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI UMUM ALLELOPATI

DISUSUN OLEH NAMA : ADE FIRMAN A.S NIM : A1C404023 PRODI : PENDIDIKAN BIOLOGI DOSEN PENGAMPU : AGUS SUBAGIYO,S.Si.M.Si Dra.PINTA MURNI,M.Si Dra.HARLIS,M,Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI 2008

Persaingan diantara tumbuhan secara tak langsung terbawa oleh modifikasi lingkungan. Didalam tanah. Peristiwa semacam ini disebut alelopati 1.1 Latar Belakang Senyawa-senyawa kimia yang mempunyai potensi alelopati dapat ditemukan disetiap organ tumbuhan. biji. Senyaw kimia tersebut dapat menghambat pertumbuhan jenis lain yang tumbuh bersaing dengan tumbuhan tersebut. buah.kadang suatu jenis tumbuhan mengeluarkan senyawa kimia. dan karena mereka tidak bergerak. kadang. serta bagian-bagian tumbuhan yang membusuk.BAB I PENDAHULUAN 1. ruang menjadi suatu faktor yang penting. akar. umbi.2 Tujuan Praktikum Mempelajari pengaruh alelopati / jenis tumbuhan terhadap pertumbuhan tanaman jagung. rhizoma. sistem-sistem akar nersaing untuk air dan bahan makanan. Umumnya senyawa yang dikeluarkan adalah golongan fenol. batang. antara lain terdapat di daun. sekresi akar dan daun-daun yang jatuh menambah skretori tanah serta senyawa limbah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain dalam tempat sekitarnya Dalam rangka persaingan hidup. .

buah maupun biji dan dikeluarkan dengan cara seperti penguapan. meliputi asam organik. Namun demikian pengaruh interaksi gulma atau tanaman budidaya akan adanya alelopati masih belum banyak diteliti (Moenandar.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Telah banyak referensi yang mencatat tentang spesies yang dapat mengeluarkan alelopati. Jenis substansi yang beracun itu. Sebagai contoh diutarakan daun Chrisantheum (Duke. akar. terpenoid. asam amino. Namun demikian. pencucian dan pelapukan residu tanaman. rizoma. Spesies-spesies tersebut dalam lingkungannya akan dapat menekan pertumbuhan spesies lain yang lemah akan zat tersebut. Daun Nampaknya daun merupakan tempat terbesar bagi substansi beracun yang dapat mengganggu tumbuhan tetangganya. eksudasi dari akar. Bunga dan Biji . asam giberelat. meskipun jumlahnya tak sebanyak daun. dan fenolat. batang-batang seperti jerami yang dilapukkan dan mengandung substansi alelopati dapat sebagai sumber terjadinya alelopati. pektat. bunga. gula. Substansi itu pada umumnya tercuci oleh air hujan atau embun yang terbawa kebawah. 1988). Saebagai contoh dapat diutarakan bahwa air buah tomat. Batang Batang juga dapat mengeluarkan alelopati. Buah Buah sebagai penghasil substansi beracun penghambat pertumbuhan sangat sedikit diperbincangkan. Alelopati kebanyakan berada pada jaringan tanaman seperti daun. alkaloid. batang. meskipun sebenarnya cukup potensial. 1985). Buah yang terlampau masak dan jatuh ketanah kemudian terjadi pembusukan akan dapat mengeluarkan substansi beracun dan dapat menghambat pertumbuhan disekitar tempat itu. air jeruk dan limau berupa penghambat perkecambahan.

timbangan .2 Alat dan Bahan a. Gelas ukur.00 : . Penghambat pertumbuhan yang paling umum adalah senyawa-senyawa aromatik. Bagian akar dan daun alang. Dalam biji pun dikenal sejumlah substansi penghambat pada perkecambahan biji dan mikroorganisme. mortal dan blender. umumnya menghambat pertumbuhan dan disebut penghambat pertumbuhan.Dalam bunga juga dikenal sejumlah substansi yang dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan hasil tanaman.alang dan akasia b. Polibag atau pot e.1 Waktu dan Tempat Waktu Tanggal Tempat : 13. gunting. Tanah subur dan pupuk kandang d. gelas piala.2007 : Laboratorium MIPA 3. pisau. Benih jagung dan kacang hijau c. BAB II BAHAN DAN METODE 3. Kebanyakan substansi pertumbuhan umumnya merangsang pertumbuhan dan berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan dalam morfogenesis. seperti fenol dan lakton. Suatu kelompok substansi lain yang berbeda yang mempengaruhi pertumbuhan.

Larutan konsentrasi 10% dari larutan biang Perlakuan D. larutan biang/stok Perlakuan B.3.potong dengan gunting Buat ekstrak atau hasil rendaman bagian tumbuhan tersebut dengan air dengan perbandingan tumbuhan : air = 1 : 7 · Setelah 24 jam saring ekstrak Encerkan larutan stok dengan air aquades · · · · · Kontrol. Larutan konsentrasi 15% dari larutan biang . Larutan konsentrasi 5% dari larutan biang Perlakuan C. tanpa larutan allelopati Perlakuan A.3 Prosedur Kerja Ditanam benih di dalam polibag ( Berisi satu tanaman berumur satu minggu Dibuat ekstrak akasia · · Daun akasia dipotong.

o 3. Larutan konsentrasi 25% dari larutan biang Penyiraman 2 kali sehari ( sebanyak 50 cc ) · · Mengunakan aquades Dilakukan penyilangan penyiraman dengan larutan allelopati Pengamatan setelah 4 minggu · · · Tinggi tanaman mulai dari atas permukaan tanah Bobot basah dan kering Kelainan.1 Hasil perlakuan Tinggi tanaman(cm) Berat Basah (gr) Keadaan morfologi tanaman kacang hijau Kontrol 1 9.kelainan morfologi yang terjadi pada akar.· · Perlakuan E. batang dan daun BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.kuningan · Batang dan daun kelihatan segar 11.7 · Akar panjang dan berwarna putih kekuning. Larutan konsentrasi 20% dari larutan biang Perlakuan F.kuningan .2 · Akar panjang dan berwarna putih kekuning.3 2 5.

kuningan · Rata-rata Stok 100% 1.8 · · · Daun layu Batang kurus dan kecil Akar pendek Rata-rata 32.3 3.· Batang dan daun kelihatan segar 3 12.6 7.70 Batang dan daun kelihatan segar Daun layu Batang kurus dan kecil Akar pendek 2. 11.7 · · · 10. 7.3 3.96 16. 8.0 2.06 9.8 · Akar panjang dan berwarna putih kekuning.60 .1 · · · Daun layu Batang kurus dan kecil Akar pendek 3.

9 · · · Batang kelihatan segar Akar panjang dan segar Daun bewarna hijau 3 5.8 2.5 · · · Batang kelihatan segar Akar panjang dan segar Daun bewarna hijau Rata-rata Konsentrasi 10% 1.7 3.Konsentrasi 5% 1.3 4. 8.0 · · · Batang kelihatan segar Akar panjang dan segar Daun bewarna hijau 2.0 3.16 9. 9. 9.40 11.2 · · · Akar panjang Daun berwarna hijau segar Batang segar .

5 11.2.2 8.5 13.5 · · · Akar panjang Daun berwarna hijau segar Batang segar 3.0 · · · Akar panjang Daun berwarna hijau segar Batang segar Rata-rata Konsentrasi 15% 1.5 3.1 · · · · · Akar segar Daun pada bagian atas menguning Batang kelihatan segar Akar segar Daun pada bagian atas menguning 2.6 4.6 4.36 14.05 · · · · · · · · · Akra kelihatan segar Batang segar Daun kelihatan masih segar Akra kelihatan segar Batang segar Daun kelihatan masih segar Akra kelihatan segar Batang segar Daun kelihatan masih segar 2. 9. 10.1 .3 Rata-rata Konsentrasi 20% 1.2 6. 13.6 12.2 5. 11.46 13. 8. 10. 12 8.

3.8 · · · Rata-rata 20. 13.8 4.23 12. respirasi. pengambilan mineral. 9. atau zat cair yang keluar dari akar.3 4. Hambatan pertumbuhan akibat adanya aleopati adalah dapat terjadi pada pembelahan selnya.9 · · · 3. dan lain-lainnya. penutupan stomata. 9. 7.5 12. sintesis protein.2 Pembahasan Pada praktikum kali ini dapat dilihat pertumbuhan kacang hijau tumbuh begitu lambat ( kekerdilan ) ini diakibatkan perlakuan dari ekstrak akasia yang menghambat pertumbuhan kacang hijau tersebut.Zat kimiawi yang bersifat racun itu dapat berupa gas.2 3.6 · · · Akar pendek Batang segar Daun berwarna hijau pucat dibagian bawah agak kekuningan Akar pendek Batang segar Daun berwarna hijau pucat dibagian bawah agak kekuningan Akar pendek Batang segar Daun berwarna hijau pucat dibagian bawah agak kekuningan 2.46 11.8 · · · Ba Akar segar Daun pada bagian atas menguning Batang kelihatan segar tang kelihatan segar Rata-rata Konsentrasi 25% 1.7 3. Zat-zat tersebut keluar dari bagian atas tanah berupa gas atau eksudat yang .4 3.

. Sinida menghambat perkembangan pertumuhan akar dan biji.8 gr. disini dapat kita lihat bahwa pemberian perlakuan menghambat pertumbuhan kacang hijau karena ini disebabkan adanya faktor penghambat dari ekstrak akasia yang digunakan untuk menyiram tanaman.rata tinggi tanama 8. Sedangkan berat basah dapat kita lihat pada konsentrasi 10 % berat basahnya adalah 4. dan 4.5 gr.1 gr. terpenoid.9 gr. Substansi yang aktif bertindak dalam peristiwa alelopati diistilahkan dengan fisotoksis dari pelapukan sisa tanaman. Dapat dilihat disini bahwa semakin tinggi konsentrasi yang kita berikan pada tanaman maka berat basahnya akan semakin menurun ini disebabkan karena kelembaban dari konsentarsi yang di berikan terhadap tanama. 3. Sianogenesis merupakan suatu reaksi hidrolisis yang membebaskan gugusan HCN.16 cm. Ototoksisitas sebagai penghambat tumbuhan tersebut penghasil substansi alelokemik tersebut menunjukkan adanya pengaruh intra spesifik. Bahan kimia yang dihasilkan tanaman dan merugikan tanaman lain adalah secara potensial bersifat ototoksik. Pada perlakuan allelopati dengan konsentrasi 100% berat basahnya yaitu 2. 5. . dan alkaloid.2 gr. sehingga disebut sebagai zat penghambat.7 gr. Dapat kita lihat pada perlakuan allelopati 5% rata.turun kembali ketanah dan eksudat dari akar. 3. Zat ±zat inilah yang bersifat menghambat petumbuhan tanaman. Jenis zat pada umumnya berasal dari golongan fenolat.

2006. · DAFTAR PUSTAKA Sukmana. Rajawali : Jakarta. CV.1988.1995. suwarsono. Grafindo Persada : Jakarta Heddy. Penuntun Praktikum Ekologi Umum. PENGANTAR EKOLOGY.& Yakub. maka dapat diambil kesimpulkan yaitu : Zat yang terkandung didalam ektrak akasia yang dibuat mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman.BAB V KESIMPULAN Dari hasil percobaan yang telah dilakukan. Y. Persaingan Tanaman Budidaya . Jody. Moenandir. Sebab kacang hijau menyerap zat dari ekstrak akasia yang diberikan pada setiap perlakuan. 1986. Gulma dan Teknik Pengendaliannya. UNJA : Jambi. Tim Ekologi Umum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful