Anda di halaman 1dari 12

TUGAS KELOMPOK

“MALPRAKTIK“

Mata Kuliah:

Etika Profesi

Disusun oleh:

1. Sita Dwi Agustin (16.0559)


2. Noor Aully Y.C.S. (16.0593)
3. Kharisma Ardea (16.0595)
4. Gabriel Lauranita G.D. (16.0556)
5. Lutfia Rachmawati (16.0601)
6. Like Fajarnian (16.0607)
7. Kornelia Septianingsih (16.0612)

POLITEKNIK KATOLIK MANGUNWIJAYA

PROGRAM STUDI D3 FARMASI

SEMARANG

2019
DAFTAR ISI

Halaman Judul.................................................................................................. i

Daftar Isi........................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 1

A. Latar Belakang...................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah................................................................................. 2
C. Tujuan .................................................................................................. 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................................... 3

A. Malpratik............................................................................................... 3
B. Unsur-unsur Malpraktik........................................................................ 3
C. Jenis-jenis Malpraktik........................................................................... 4
D. Upaya Penanggulangan Malpraktik...................................................... 5

BAB III PEMBAHASAN................................................................................. 6

BAB IV PENUTUP.......................................................................................... 8

A. Kesimpulan........................................................................................... 8
B. Saran..................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 10

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk mempertinggi derajat kesehatan


masyarakat yang merupakan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud
dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Modal untuk melaksanakan
pembangunan kesehatan adalah pembinaan sumberdaya manusia, dimana
sumberdaya manusia yang dimaksud adalah tenaga kesehatan seperti dokter,
perawat, bidan serta apoteker yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan
(Akhmaddhian, 2013). Tenaga kesehatan memiliki kewajiban untuk memberikan
pelayanan medis sesuai dengan standar profesi, namun tidak dapat dipungkiri bahwa
tenaga kesehatan hanyalah seorang manusia biasa yang dapat melakukan kesalahan.
Tidak sedikit kesalahan tenaga kesehatan yang membuat pasien lebih menderita
bahkan dapat menyebabkan cacat seumur hidup atau mungkin lebih parah yakni
kematian.

Tanggung jawab kesehatan tidak dapat lepas dari tanggung jawab apabila
tenaga kesehatan melakukan kesalahan yang dikenal dengan nama malpraktek.
Malpraktek merupakan kelalaian profesi yang terjadi ketika melakukan profesinya
(Damopolii, 2017). Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI)
telah menangani 127 pengaduan kasus pelanggalan disil]plin yang dilakukan dokter
atau dokter gigi, sekitar 80% disebabkan kurangnya komunikasi antara dokter dan
pasien. Rincian disiplin ilmu yang diadukan, yang paling banyak adalah dokter
umum (48 kasus), dokter ahli bedah (33 kasus), dokter ahli kandugan (20 kasus),
dokter ahli anak (11 kasus), dokter ahli paru (4 kasus), dokter ahli syaraf (4 kasus),
dokter ahli mata (3 kasus), dokter ahli jantung (3 kasus), dokter ahli radiologi (2
kasus), dan masig-masing 1 kasus oleh dokter ahli jiwa, ahli THT dan ahli kulit dan
kelamin serra 10 dokter gigi (Menkes RI, 2011).

1
2

B. Rumusan masalah

Adapun rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini antar lain:

1. Apakah yang dimaksud dengan malpraktek ?


2. Apa saja unsur-unsur malpraktek?
3. Apa saja jenis-jenis malpraktek ?
4. Bagaimana upaya untuk menganggulangi malpraktek ?

C. Tujuan

Adapun manfaat dari penyusunan makalah ini antara lain:

1. Untuk memahami definisi malpraktek


2. Untuk mengetahui dan memahami unsur-unsur malpraktek
3. Untuk mengetahui dan memahami jenis-jenis malpraktek
4. Untuk mengetahui upaya penanggulangan malpraktek
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Malpraktek

Malpraktik atau malpractice berasal dari kata “mal” yang berarti buruk,
sedang kata “practice” berarti suatu tindakan atau praktik, sehingga malpraktik dapat
diartikan sebagai suatu tindakan medik “buruk” yang dilakukan oleh seorang profesi
medis dalam hubungannya dengan pasien. Menurut M. Jusuf Hanafiah dan Amri
Amir (1999) malpraktik adalah “Kelalaian seorang dokter untuk mempergunakan
tingkat keterampilan dan ilmu yang lazim dipergunakan dalam mengobati pasien atau
orang yang terluka menurut ukuran di lingkungan yang sama. Kelalaian disini adalah
sikap kurang hati-hati, yaitu tidak melakukan apa yang seseorang melakukannya
dengan wajar, tapi sebaliknya melakukan apa yang seseorang dengan sikap hati-hati
tidak akan melakukannya dalam situasi tersebut. Kelalaian diartikan pula dengan
melakukan tindakan kedokteran dibawah standar pelayanan medis (standar profesi
dan standar prosedur operasional)”. Malpraktik dapat dilakukan oleh profesi medis
seorang dokter, perawat.

B. Unsur-Unsur Malpraktek

Menurut M. Jusuf Hanafiah dan Amri Amir (1999), unsur-unsur malpraktik


yaitu:
1. Adanya unsur kesalahan/kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dalam
menjalankan profesinya.
2. Adanya perbuatan yang tidak sesuai dengan standar prosedur operasional.
3. Adanya luka berat atau mati, yang mengakibatkan pasien cacat atau meninggal
dunia.
4. Adanya hubungan kausal, dimana luka berat yang dialami pasien merupakan akibat
dari perbuatan dokter yang tidak sesuai dengan standar pelayanan medis.

3
4

C. Jenis-Jenis Malpraktek
Malpraktek medis dibagi menjadi dua, yaitu Malprakterk Eita dan Malpraktek
Yuridis ditinjau dari segi etika profesi dan segi hukum.
1. Malpraktek Etika (ethical malpractice)
Tenaga kesehatan melakukan tindakan yang bertentangan dengan etika
profesinya sebagai tenaga kesehatan.
2. Malpraktek Yuridis (juridical malpractice)
Malpraktek yuridis dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu :
a) Malpraktek Perdata (Civil Malpractice)
Tenaga medis yang tidak melaksanakan kewajibannya yang telah diatur
dalam Standar Operasional Prosedur dalam rumah sakit tersebut, dan
pertanggungjawabannya dapat bersifat individual maupun dapat dialihkan
kepada pihak lain dalam hal ini rumah sakit.
b) Malpraktek Pidana (criminal malpractice)
Perbuatan yang memenuhi rumusan delik pidana dan
pertanggungjawabannya bersifat individual oleh sebab itu tidak dapat
dialihkan kepada orang lain atau rumah sakit. Malpraktek pidana terjadi
apabila pasien meninggal dunia atau mengalami cacat akitbat tenaga
kesehatan kurang berhati-hati. Malpraktek pidana ada tiga bentuk, yaitu :
 Malpraktek pidana karena kesengajaan, misalnya tidak melakukan
pertolongan kepada pasien yang membutuhkan pertolongan padahal
tidak ada orang lain yang bisa menolong pasien tersebut. Contoh
malpraktek karena kesengajaan adalah melakukan aborsi tanpa tindakan
medisdan membuat surat keterangan dokter yang isinya tidak benar
 Malpraktek karena kecerobohan, misalnya melakukan tindakan yang
tidak sesuai dengan standar profesi serta nelakukan tindakan tanpa
disertai persetujuan tindakan medis.
5

 Malpraktek karena kealpaan, nusalnya terhadu cacat atau tindakan


kesehatan yang kurang hati-hati.
c) Malpraktek Administratif
Tenaga medis yang melanggar administrasi biasanya tidak memiliki Surat
Izin Praktek, tidak memiliki Surat Tanda Registrasi, dan lain-lain.
D. Upaya Penanggulangan Malpraktek

Menurut A.S. Alam (1992) upaya penanggulangan malpraktik terdiri atas


tiga bagian pokok, yaitu :

1. Pre-Emtif

Upaya pre-emtif di sini adalah upaya awal yang dilakukan oleh pihak
kepolisian untuk mencegah terjadinya tindak pidana. Usaha yang dilakukan dalam
menanggulangi kejahatan secara per-emtif adalah menanamkan nilai-nilai/norma-
norma yang baik sehingga norma-norma tersebut terinternalisasi dalam diri
seseorang. Meskipun ada kesempatan untuk melakukan pelanggaran/kejahatan tapi
tidak ada niatnya untuk melakukan hal tersebut maka tidak akan terjadi kejahatan,
jadi dalam usaha pre-emtif faktor niat menjadi hilang meskipun ada kesempatan.

2. Preventif

Upaya preventif ini adalah tindak lanjut dari upaya pre-emtif yang masih
dalam tataran pencegahan sebelum terjadinya kejahatan.

3. Represif

Upaya ini dilakukan pada saat telah terjadi tindak pidana/kejahatan yang
tindakannya berupa penegakan hukum (law enforcemenet) dengan menjatuhkan
hukuman.
BAB III

PEMBAHASAN

Malpraktek dan kelalaian medik merupan dua hal yang berbeda. Kelalaian
medik termasuk dalam malpraktek, akan tetapi dalam malpraktek tidak hanya
terdapat unsur kelalaian, dapat juga karena adanya unsur kesengajaan. Istilah
malpraktek mencakup tindakan-tindakan yang disengaja dan melanggar undang-
undang. Cara menyikapi malpraktek haruslah bersikap komprehensif dan prospektif.
Komprehensif berarti menangani secara menyeluruh, baik yang bersifat promotif
(sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan tenaga kesehatan),
prenfentif (mencegah terjadinya risiko yang tidak perlu), kuratif dan rehabilitatif
(mendiagnosis penyebab terjadinya kelalaian medis), mengobati dan mengawasi
tindakan tersebut hingga mendapatkan hasil yang diharapkan). Prosfektif berarti
menangani isu malpraktek dengan paradikma baru menuju masa depan, yaitu
paradikma keselamatan pasien dengan cara mengendalikan resiko.

(CBS News, 2014)

6
7

Contoh kasus malpraktek yang dilakukan oleh apoteker pernah terjadi di


Oregon USA pada bulan Desember 2014. Pasien operasi otak bernama Loretta
Macpherson meninggal akibat pemberian obat yang salah. dokter Boileau yang
menangani pasien merasa benar meresepkan fenitoin untuk mengurangi kejang,
namun seorang pekerja farmasi yaitu seorang apoteker justru keliru memberi obat
rocuronium, yaitu obat yang berfungsi untuk melumpuhkan (CBS News, 2014).
Tanggung jawab dari dokter atau perawat adalah dalam hal pemberian obat kepada
pasien, sebelum memberikan obat kepada pasien, seharusnya dokter ataupun perawat
mengecek kebenaran obat yang diberikan. Tanggung jawab seorang farmasis rumah
sakit adalah dalam hal pemantauan yang tidak memenuhi standar (kurang tepat) oleh
farmasis klinik, hal ini dapat dikategorikan dalam kegiatan malpraktek kefarmasian.
Kelalaian seorang farmasis dalam memberikan obat yang benar dan sesuai
mengakibatkan hilangnya nyawa manusia. Hal ini seharusnya dapat dihindarkan
apabila seorang farmasis berpartisipasi secara aktif dalam program monitoring
keamanan obat dan berusaha untuk menciptakan sistem deteksi dini suatu
penyimpangan distribusi atau pengalihan obat.
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Malpraktek adalah tindakan tenaga kesehatan dibawah standar pelayanan
medis (standar profesi dan standar prosedur operasional) untuk
mempergunakan tingkat keterampilan dan ilmu yang lazim dalam
mengobati pasien.
2. Unsur-unsur malpraktek meliputi :
a. Adanya unsur kesalahan/kelalaian
b. Adanya perbuatan yang tidak sesuai dengan standar prosedur
operasional
c. Adanya luka berat atau mati
d. Adanya hubungan kausal
3. Jenis-jenis malpraktek meliputi :
a. Malpraktek Etika (ethical malpractice)
b. Malpraktek Yuridis (juridical malpractice)
1) Malpraktek Perdata (Civil Malpractice)
2) Malpraktek Pidana (criminal malpractice)
3) Malpraktek Administratif
4. upaya penanggulangan malpraktik terdiri atas 3 bagian pokok, yaitu :
1. Pre-Emtif
2. Preventif
3. Represif

B. Saran
1. Pihak aparat penegak hukum dapat berperan aktif dan melihat dengan jeli
indikasi-indikasi kasus malapraktek ini.

8
9

2. Diharapkan tenaga kesehatan lebih waspada dan hati-hati dalam


melaksanakan tugasnya, masyarakat menjadi aman dan puas atas
pelayanannya dan penegak hukum dapat lancar dalam bertugas, akhirnya
penegakan hukum dapat berjalan sebagaimana kita harapkan.
DAFTAR PUSTAKA

Akhmaddhian, S., 2013. Analisis Pertanggung Jawaban Tenaga Kesehatan yang


melakukan Tindak Pidana Malpraktek menurut Kitab Undang-Undang
Hukum Pidana dan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang
Kesehatan. Jurnal Unifikasi. Vol.1(1).
A.S Alam. 1992. Pengantar Kriminologi. Pustaka Refleksi Books : Makasar
Damopolli, S., Tanggung Jawab Pidana Para Medis Terhadap Tindakan Malpraktek
menurut Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Lex
Crimem. Vol.6(6).
https://www.cbsnews.com/news/oregon-hospital-medication-error-kills-patient/.
diakses pada tanggal 26 Maret 2019.
http://www.depkes.go.id/article/print/1519/dugaan-pelanggaran-disiplin-terbanyak-
akibat-kurangnya-komunikasi-dokter-dan-pasien.html. Diakses pada tanggal
25 Maret 2019.
M. Junus Hanafiah dan Amri Amir. 1999. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan.
Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

10