Anda di halaman 1dari 12

  

BAB II PEMBAHASAN

A.  Pengertian obat tradisional


Obat tradisional adalah obat-obatan yang diolah secara
tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang,
adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik
bersifat magic maupun pengetahuan tradisional. Menurut
penelitian masa kini, obat-obatan tradisional memang
bermanfaat bagi kesehatan, dan kini digencarkan penggunaannya
karena lebih mudah dijangkau masyarakat, baik harga maupun
ketersediaannya. Bagian dari Obat tradisional yang bisa
dimanfaatkan adalah akar, rimpang, batang, buah, daun dan
bunga.
Obat yang beredar sekarang ini tak lepas dari perkembangan
obat di masa lalu yang berawal dari coba-mencoba yang
dilakukan oleh manusia purba, di sebut empiris. Empiris berarti
berdasarkan pengalaman dan disimpan serta dikembangkan
secara turun-temurun hingga muncul apa yang disebut Ilmu
Pengobatan Rakyat atau Pengobatan Tradisional.

Kekurangan obat tradisional :


·      Efek farmakologinya lemah
·      Pada obat tradisional tertentu bahan bakunya belum standar
·      Belum di lakukan uji klinik (Pada jamu dan obat herbal
terstandar)
·      Untuk bahan yang belum di standarisasi mudah tercemar
berbagai jenis mikroorganisme

Kelebihan obat tradisional :


·      Efek sampingnya relatif kecil bila digunakan secara benar dan
tepat
·      Ramuan dengan komponen yang berbeda memiliki efek samping
yang mendukung
·      Pada satu tanaman memiliki lebih dari satu efek farmakologi
serta lebih sesuai untuk penyakit-penyakit metabolic dan
degeneral.
B.  Penyakit dan Obat Tradisional
1.    Sakit gigi
a.    Cengkeh
Cengkeh atau cengkih (Syzygium aromaticum) adalah tanaman
asli Indonesia dan memiliki beragam manfaat seperti penyedap
rasa makanan juga untuk mengobati berbagai macam penyakit :

Ø Mengobati sakit gigi.


Cara pemanfaatannya adalah sangrai 5 sampai 10 butir bunga
cengkih lalu ditumbuk hingga halus. Bubuk cengkeh yang
dihasilkan kemudian ditaburkan di bagian gigi yang sakit. Cara
lainnya, 10 Butir cengkeh disangrai lalu ditumbuk hingga menjadi
bubuk, kemudian bubuk cengkeh dimasukkan ke dalam gigi yang
berlubang lalu ditutup dengan kapas. 
Ø Mengatasi Infeksi Pernafasan
Menurut profesor dari Mount Sinai School of Medicine di New
York City; Neil Schachter, MD: Cengkeh bekerja sebagai
ekspektoran. yaitu dapat mengencerkan lendir yang ada di
kerongkongan dan tenggorokan. Teh yang mengandung cengkeh
dapat membantu mengatasi infeksi saluran pernapasan.
Ø Mengatasi noda jerawat
Menurut Cornelia Zicu (staf Elizabeth Arden Red Door Spas),
kandungan senyawa Euganol (dikenal sebagai antiseptik alami
untuk menyeimbangkan kulit) yang dikandung cengkeh dapat
dimanfaatkan untuk mencegah timbulnya jerawat dan
menghilangkan noda bekas jerawat.
Ø Pembersih Kuman alternatif 
Senyawa Euganol atau antiseptik alami pada cengkeh
bermanfaat untuk menjaga kebersihan barang-barang anda.
Minyak cengkeh dapat mengurangi bakteri atau jamur yang ada
pada perabotan rumah tangga dan mencegah kuman datang
kembali. Caranya yaitu dengan mencampur 1/2 sendok minyak
cengkeh dengan dua gelas air kemudian semprotkan ke tempat-
tempat yang rentan terpapar bakteri atau kuman, misalnya
dinding kamar mandi.
Ø Pewangi alami pakaian
Aroma cengkeh yang pedas secara alami akan menutupi bau
tak sedap, selain itu dapat menjaga kesegaran barang-barang.
Caranya: simpanlah beberapa batang cengkeh ke dalam lemari
pakaian dan ganti setiap 2-4 minggu sekali, agar aroma segar
tetap terjaga
b.    Minyak cengkeh
Minyak cengkeh digunakan untuk mengobati sakit gigi yang
berlubang. Cara menggunakannya, buatlah butiran kapas steril
kemudian teteskan minyak cengkeh, jangan terlalu basah karna
rasanya yang pahit, panas dan bagi yang sensitif akan
menimbulkan luka pada kulit atau gusi yang terkena. Masukkan
butiran kapas steril yang telah ditetesi minyak cengkeh ke dalam
gigi kemudian tutup dengan kapas steril lalu si penderita disuruh
mengigit kapas sehingga cairan akan meresap kedalam gigi.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama sakit akan menghilang.
c.     Bawang Putih
Bawang putih mengandung antiseptik alami. Caranya bawang
putih di kupas hingga kulitnya habis, potong kecil – kecil dan cuci
dengan air hangat. Kemudian di lumatkan hingga halus. Buatlah
butiran kira-kira sebesar lobang pada gigi. Masukkan butiran
bawang putih yang telah di haluskan ke dalam gigi kemudian
tutup dengan kapas steril lalu si penderita disuruh menggit kapas
sehingga cairan akan meresap kedalam gigi.

d.    Batok Kelapa
Sediakan 3 sampai 4 buah batok kelapa, kemudian bakar batok
tersebut sampai berminyak. Ambil kapas bersih untuk mengambil
minyak yang keluar tersebut. Selanjutnya masukkan ke dalam
gigi yang sakit. 
e.    Cabai hijau
Cabai hijau dipotong ujungnya sedikit lalu dibakar. Setelah
panas, tempelkan cabai tsb pada gigi yang sakit.
f.     Daun kembang sore
Daun kembang sore direbus dengan air 600 cc hingga tersisa
300 cc, lalu selagi hangat digunakan berkumur-kumur.
2.    Perut kambung
Parut bawang merah dan tambahkan minyak kelapa / minyak
telon / minyak kayu putih. Kemudian tempelkan bawang yang
sudah diparut tersebut di bagian pusar. Bisa juga, gunakan daun
jarak pagar yang dihangatkan. Olesi dengan minyak kelapa, pilin-
pilin, lalu tempelkan pada pusar si kecil.Mengkudu (pace) juga
bisa digunakan Untuk meringankan perut kembung pada bayi.
Caranya, panaskan daun mengkudu diatas api beberapa saat, lalu
olesi minyak kelapa. Tempelkan pada perut anak sewaktu hangat.
Bisa diulang beberapa kali.
3.    Masuk angin
Ambil 8 siung bawang merah, dicuci, tumbuk halus, campur
dengan air kapur sirih secukupnya. Balurkan dipunggung, leher,
perut dan kaki.
4.    Diare
Sediakan 1/2 jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dipotong-
potong, 7 pucuk daun jambu biji, air 2 gelas, dan garam 1/4
sendok teh, rebus dengan api kecil. Minum airnya, 1 sendok teh
satu jam sekali. Untuk mengusir gas, maka pusarnya ditapeli
dengan parutan bawang merah yang sudah diberi minyak telon.
Untuk anak yang sudah agak besar, boleh juga dengan
mengunyah halus pucuk daun jambu klutuk yang sudah bersih
ditambah garam lalu ditelan.
5.    Muntah-muntah
Muntah bisa disebabkan perut mual atau kembung. Sediakan
1/2 sendok teh ketumbar, 3 butir kapulaga, 5 butir adas hitam,
dan air setengah gelas. Kemudian direbus. Setelah dingin,
berikan ke anak sedikit-sedikit, sesering mungkin atau 2 jam
sekali.
Selain itu dengan air beras kencur. Caranya, cuci 1 sendok
makan beras dan direndam sebentar. Sangrai beras tersebut
sampai berwarna kecokelatan, lalu ditumbuk halus bersama
dengan 1 ruas jari kencur, 1 ruas jari kunyit, dan 1/4 sendok teh
adas manis. Setelah itu diseduh dengan air panas, tambahkan
gula merah, sedikit garam, dan asam jawa. Saring, lalu
diminumkan pada anak agar tubuhnya hangat.
6.    Muntaber
Air kelapa muda dapat digunakan untuk obat muntaber karena
air kelapa muda banyak mengandung mineral kalium, yang
banyak keluar ketika anak muntaber. Dosisnya tak ada
takarannya, sekendak anak.
7.    Kolik dan erupsi gigi
Teh adas dapat dipakai untuk meringankan bayi yang
menderita kolik atau yang kesakitan akibat erupsi (keluarnya)
gigi. Untuk obat masuk angin dan kolik, caranya 1 sdt teh adas
dilarutkan dengan 1 cangkir air mendidih, aduk hingga larut.
Setelah agak dingin, larutan dapat diminumkan pada bayi/anak
dengan takaran sesuai umurnya.
8.    Penurun panas
Parut bawang merah, tambahkan minyak kelapa / minyak
telon / minyak kayu putih, lalu balurkan pada punggung sampai
bagian pantat sambil sedikit diurut. Juga pusar dan ubun-ubun.
Untuk penurun panas bisa juga parutan bawang merah yang
ditambah minyak kelapa dicampur air jeruk nipis lalu dioleskan
pada seluruh tubuh anak.
9.    Batuk
Ambil air jeruk nipis satu sendok makan beri kecap secukupnya
dan sedikit garam lalu panaskan hingga mendidih tunggu sampai
hangat-hangat kuku, minumkan.
Belimbing wuluh (belimbing asam, belimbing buluk) biasanya
digunakan untuk obat batuk anak. Caranya, kukus (dalam panci
kecil tertutup selama beberapa jam) satu genggam (sekitar 11-12
gram) bunga belimbing wuluh segar, 5 butir adas, 1 sendok
makan gula batu dan 1/2 gelas air. Saring dan minumkan 2-3
kali/hari.
10.    Batuk seratus hari
Sediakan umbi bidara kupas sebesar 1/2 jempol yang sudah
bersih, parut dan seduh dengan air panas, lalu aduk-aduk dan
dinginkan. Saring dan tambahkan sedikit madu. Minum sampai
habis. Buatlah ramuan ini 3 kali sehari.
Selain itu, juga gunakan ramuan lidah buaya. Lidah buaya
dikupas kulitnya dan ambil bagian dagingnya sebanyak dua jari,
kemudian dicacah. Tambahkan air hangat dan madu, lalu
diminumkan pada anak 1-2 kali sehari.
11.              Batuk karena angin atau dahak susah keluar
            Sediakan 1 butir bawang merah diparut, 1 ruas jari jahe
diparut dan diperas airnya, 7 butir adas manis, 1 ruas jari kunyit
diparut dan diperas airnya, 1 sendok makan air jeruk nipis, dan
1/2 gelas air. Masukkan semua bahan di cangkir, kemudian kukus
dan setelah itu saring. Minum 3 kali sehari masing-masing 2
sendok teh.
12.              Batuk berlendir
Campurkan air jahe 1 sendok makan, air kunyit 1 sendok
makan, bawang putih 1 siung diparut, air jeruk nipis 1 sendok
makan, madu 1 sendok makan, dan 3 sendok makan air matang,
kemudian dikukus. Diminumkan 3-4 kali sehari 2 sendok teh.
13.              Pilek
Siapkan bawang merah yang diparut, lalu tapelkan pada
tulang leher ketujuh (bagian tengkuk) dan ubun-ubun anak
setelah sebelumnya diolesi minyak kelapa / minyak telon / minyak
kayu putih. Beri juga minuman yang hangat-hangat, seperti
minuman beras kencur. Selain itu, jemur anak di bawah sinar
matahari pagi sekitar jam 7 atau di bawah jam 9 pagi. Panaskan
bagian dada seperempat jam dan kemudian punggung
seperempat jam. Ini bisa dilakukan sambil jalan-jalan pagi.
14.              Mata bintitan
Ambil getah dari batang tanaman patikan kebo atau getah
dari batang pohon meniran. Tempelkan sedikit pada kapas, lalu
oleskan pada bagian bintitnya, sedikit saja, jangan sampai
terkena mata.
15.              Mata merah
Taruh 3 lembar daun sirih yang sudah dicuci bersih pada
wadah mangkok. Seduh dengan air panas. Setelah airnya dingin,
minta anak untuk mengedip-ngedipkan matanya dalam air
tersebut.
16.              Sariawan
Ambil sebuah tomat matang, seduh dengan air panas dan
kupas kulitnya. Haluskan tomat tersebut dengan menggunakan
sendok, saring dan tambahkan sedikit gula. Beri anak minumam
sari tomat tsb.
17.              Tak nafsu makan  
            Hilangnya nafsu makan dapat disebabkan cacingan atau
hal lain seperti masuk angin. Cara mengatasinya, bersihkan 1
lembar daun jarak pagar, setelah itu hangatkan sebentar di atas
tutup panci. Beri olesan minyak kelapa pada daun tersebut dan
dipilin, kemudian tempelkan daun tersebut di atas pusar anak,
yang sebelumnya sudah diolesi dengan minyak telon.Untuk
menambah nafsu makan anak bisa juga dengan ramuan: 1 ruas
jari temulawak, gula merah, air secukupnya, dan sedikit garam,
kemudian rebus dan saring. Minumkan pada anak 1-2 sendok
makan sehari.
18.              Asma
Sepuluh siung bawang putih diparut, ditambah madu 1
gelas, kemudian dikukus. Berikan pada anak sebanyak 1 sendok
teh, dua kali sehari. Bisa juga, 10 siung bawang putih diparut, 1
ons gula batu, direbus bersama 1 gelas air.
19.              Keracunan
Minum air kelapa hijau muda 3 kali sehari 1/4 gelas.
20.              Mimisan
Selembar daun sirih yang sudah dicuci bersih dipilin dan
disumpalkan ke hidung anak. Untuk pengobatan dari dalam tubuh
lakukan dengan ramuan: 1/2 jempol umbi bidara kupas yang
sudah bersih diparut dan diseduh dengan 1 cangkir air panas,
kemudian disaring, dan setelah dingin diminumkan ke anak
ditambah sedikit madu.
21.              Benjol karena benturan
Rendam 1 sendok makan beras. Tumbuk bersama kencur
dan beri sedikit garam. Setelah halus, tempelkan ke bagian yang
benjol. Bisa juga diberi ramuan : awang putih diparut dan dan
diberi madu, setelah itu dioleskan ke bagian yang benjol.
22.              Keringat buntet
Sesering mungkin dibedaki tepung kanji. Selain itu kentang
bisa juga digunakan untuk ruam kulit yang disebabkan biang
keringat atau keringat buntet (miliaria), karena sifat kentang
yang mendinginkan. Caranya parut kentang dan peras. Oleskan
sari air dan parutan kentang segar dioleskan pada keringat
buntet 3-4 kali per hari.
23.              Panu
Dua jari langkuas merah diparut dan diberi sedikit cuka,
oles-oleskan pagi dan sore atau malam hari pada bagian tubuh
yang berpanu tersebut.
24.              Congekan
Cuci bersih 7 lembar daun sambiloto atau 3 lembar daun
miana atau lengkuas merah muda, lalu tumbuk halus. Peras pakai
kain bersih dan teteskan air perasannya ke telinga. Lakukan dua
kali sehari, masing-masing 3 tetes
25.              Digigit nyamuk
Hilangkan bekas gigitannya dengan tanaman sambiloto
yang diremas-remas dan dioleskan ke bagian bekas gigitan
tersebut. Kalau tak ada sambiloto bisa digunakan minyak sereh.
26.              Luka-luka berdarah
Cuci bersih daun jambu biji atau daun bandotan, kemudian
remas-remas. Tapelkan pada luka tersebut. Darah akan berhenti
segera.
27.              Luka-luka dan gata-gatal akibat kudis (scabies)
Ambil 2-3 jari batang brotowali (Putrawali, andawali)
dipotong kecil-kecil, rebus dengan 6 gelas air. Setelah mendidih,
biarkan selama ½ jam. Saring air dan gunakan untuk mengobati
luka serta gatal-gatal.
28.              Luka bakar
Oleskan daging daun lidah buaya pada seluruh permukaan
kulit yang menderita luka bakar.
29.              Biduran atau kaligata
Balurkan tubuh dengan minyak telon, minyak kayu putih
atau minyak tawon. Untuk ramuan minum: 1 jari temulawak
dipotong-potong, beri sedikit gula merah, dan garam direbus
dengan 1 gelas air. Saring dan bila sudah dingin diminumkan 3
kali sehari 1/4 gelas.

 30.              Kerak kepala atau ketombe pada bayi (craddle


crap)
Ambil minyak zaitun sebanyak 1-2 kali per hari dioleskan
pada kulit kepala .

31.              Bisul
Parut kentang dan peras. Oleskan sari air dan parutan
kentang segar dioleskan pada bisul 3-4 kali per hari.
32.              Borok
Ambil 3 siung bawang merah dan 2 jari rimpang kunyit
dicuci, diparut, lalu dicampur dengan 2 sendok minyak kelapa
baru. Hangatkan diatas api kecil sambil diaduk. Setelah dingin,
oleskan pada bagian tubuh yang sakit sebanyak 2 kali sehari
33.              Koreng atau borok kelapa
Batang brotowali dipotong-potong se-banyak 5 jari. Rebus
dengan sedikit air, oleskan pada bagian kepala.Bisa juga diberi
ramuan: daun brotowali, parutan kunyit dan sedikit garam
ditumbuk halus. Oleskan ke kepala. Boleh juga hanya dengan
kunyit saja.

BAB III PENUTUP

a.    Kesimpulan
Obat tradisional adalah obat-obatan yang diolah secara
tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang,
adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik
bersifat magic maupun pengetahuan tradisional. Bagian dari Obat
tradisional yang bisa dimanfaatkan adalah akar, rimpang, batang,
buah, daun dan bunga.
Kekurangan obat tradisional :
·      Efek farmakologinya lemah
·      Pada obat tradisional tertentu bahan bakunya belum standar
·      Belum di lakukan uji klinik (Pada jamu dan obat herbal
terstandar)
·      Untuk bahan yang belum di standarisasi mudah tercemar
berbagai jenis mikroorganisme
Kelebihan obat tradisional :
·      Efek sampingnya relatif kecil bila digunakan secara benar dan
tepat
·      Ramuan dengan komponen yang berbeda memiliki efek samping
yang mendukung
·      Pada satu tanaman memiliki lebih dari satu efek farmakologi
serta lebih sesuai untuk penyakit-penyakit metabolic dan
degeneral.

Berbagai obat tradisional dapat digunakan untuk mengatasi


berbagai penyakit seperti sakit gigi, perut kembung, masuk
angin, diare, muntah-muntah, muntaber, kolik dan
erupsi(kelurnya gigi), penurun panas, batuk, batuk seratus
hari, batuk karena angin atau dahak susah keluar, batuk
berlendir, pilek, mata bintitan, mata merah, sariawan, tak nafsu
makan, asma, keracunan, mimisan, benjol karena
benturan, keringat buntet, congekan, panu, koreng atau borok
kepala, digigit nyamuk, luka-luka berdarah, ,luka-luka dan gatal-
gatal akibat kudis (scabies), luka bakar, biduran atau
kaligata, kerak kepala atau ketombe pada bayi (craddle
crap), bisul, borok dan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

--------. 2013. Obat Tradisional yang Ada di Masyarakat Sekitar,


(Online), (http http://obatuntukpenyakit15.blogspot.com, diakses
25 Mai 2013).
--------. 2012. Obat Sakit Gigi Ilmiah dan Tradisional, (Online),
(http://www.ngabidin.web.id, diakses 25 Mai 2013).
--------. 2012. Obat Tradisional Untuk Berbagai Penyakit yang Terdapat
dimasyarakat, (Online), (http://blogobat.com, diakses 25 Mai
2013).
--------. 2012. Obat Alami Sakit, (Online), (http://www.bagi.me, diakses
25 Mai 2013).
--------. 2011. Obat-obatan Tradisional untuk Berbagai Penyakit,
(Online), (http://sinomido.blogspot.com, diakses 25 Mai 2013).
--------. 2012. Khasiat Daun Binahong dan Cengkeh untuk Kesehatan,
(Online), (http://i-herbal.blogspot.com, diakses 25 Mai 2013).
--------. 2013. Obat Sakit Gigi Ilmiah dan Tradisional, (Online), (http://i-
herbal.blogspot.com, diakses 25 Mai 2013).
--------. 2012. Makalah Obat Tradisional, (Online),
(http://buktikanbisa.blogspot.com, diakses 25 Mai 2013).