Anda di halaman 1dari 3

Nama : M.

Dannu Dermawan
NIM : 1831120078
Kelas : D3 Teknik Listrik 2B
Matkul: Analisis Sistem Tenaga

Listrik dihasilkan oleh sebuah Pembangkit Listrik di mana di sana terjadi proses
mengubah energi potensial menjadi energi listrik. Energi Potensial itu sumbernya bisa dari
air, batu bara, gas, dan lain sebagainya.Energi yang dihasilkan oleh pembangkit berupa daya
listrik yang terlebih dahulu tegangannya dinaikkan ke level tegangan
tinggi sebelum disalurkan agar efektif. Penaikan tegangan menjadi 70 kV, 150 kV, 275 kV
dan 500 kV ini terjadi di trafo Step Up.Saluran tegangan menengah 20 kV yang merupakan
pemasok listrik untuk suatu daerah biasanya kita jumpai dipinggir jalan seperti "tiang
jemuran". Jadi dari Gardu Induk itu terdapat beberapa saluran 20 kV untuk memasok daerah
daerah di sekitar Gardu Induk.Nah, dari saluran tegangan 20 kV inilah selanjutnya daya
listrik diturunkan lagi tegangannya ke 220 Volt kemudian masuk ke rumah-rumah kita.
Trafo-trafo distribusi biasanya terdapat pada tiang-tiang listrik dan untuk satu trafo distribusi
dapat menyuplai ke beberapa rumah tergantung dari kapasitas trafo distribusi tersebut.
Saluran transmisi yang pertama itu adalah fasa tunggal dan tenaganya biasanya hanya
dimanfaatkan untuk penerangan saja. Bahkan motor-motor yang pertama adalah fasa tunggal,
tetapi pada tanggal 16 Mei 1888, Nikola Tesla menyajikan suaiu makalah yang menguraikan
motor induksi dan motor serempak fasa dua. Satatr satu alasan yang menyebabkan sistem
arus bolak-balik itu dengan segera diterima adalah transformator, yang memunqkinkan
penyaluran tenaga listrik pada suatu teganean yang lebih tinesr dari teqangan pembangkit
atau tegangan penssunaan denppn keunggulan dalam kemampuan penyaluran yang Iebih
besar.
Penurunan tegangan yang pertama dari tingkat transmisi adalah pada gardu induk
utama, di rnana pengurangannya berkisar di antara 34,5 sampai 138 kV, tergantung, tentu
saja, pada tegangan saluran transmisinya. Beberapa pelanggan industri dapat dicatu pada
tingkat tegangan tersebut. Penurunan tegangan berikutnya adalah pada gardu distribusi, di
mana tegangan pada sa1:ran yang meninggalkan gardu itu berkisar antara 4 sampai 34,5 kV
dan umumnya di antara 11 dan 15 kV. Itu adalah sistem distibusi primer. Tegangan yang
paling populer pada tingkatan itu adalah 12.470 V antar saluran, yang berarti 7200 V dari
saluran ke tanah atau netral. Tegangan itu biasanya disebutkan sebagai 12.470/7200 V.
Tegangan sistem primer yang lebih rendah yang jarang digunakan adalah 4160 Y/12400 V.
Pada umumnya beban-beban industri dicatu dari sistem primer' yang juga mencatu
transformator distribusi yang memberikan tegangan sekunder melalui rangkaian tiga kawat
fasa tunggal untuk keperluan rumah-tangga. Di sini tegangannya adalah 240 di antara. dua
kawat dan 120 V antara masing-masing kawat itu ke kawat ketiga, yang ditanahkan.
Rangkaian rangkaian sekunder yang lain adalah sistem empat kawat fasa tipe berteraan 208
Y/120 V atau 480 Y 1277 V

Perhitungan Ganguan Gangguan antar-saluran (line-to-line fault) yang tidak melibatkan


tanah lebih jarang teriadi. Dengan membuka pemutus rangkaian untuk memisahkan bagian
saluran yang mengalami gangguan daii sistemnya akan menyela aliran arus yang melalui
jalur ionisasi dan menimbulkan deionisasi. Setelah selang waktu kira-kira 20 putaran (cycle)
untuk memberi kesempatan terjadinya deionisasi, pemutus rangkaian itu biasanya dapat
ditutup kembali tanpa menimbulkan loncatan bunga api. Pengalaman dalam operasi saluran
transmisi menunjukkan bahwa pemutus rangkaian dengan kecepatan ultra tinggi dapat
menutup kembali dengan baik untuk setiap gangguan pada umumnya. Dalam hal-hal di mana
penutupan kembali itu tidak berhasil dengan baik, kebanyakan disebabkan oleh gangguan
permanen di mana penutupan kembali itu tidak mungkin untuk dilakukan tanpa memandang
selang waktu antara pembukaan dan penutupan kembali. Gangguan-gangguan perlnatlen
disebabkan oleh saluran yang jatuh ke tanah, putusnya pengikat isolator karena beban es,
kerusakan permanen pada menara dan oleh karena kegagalan penangkal petir. Pengalaman
menunjukkan bahwa antara 70 sampai 80% gangguan saluran transmisi adalah gangguan
saluran tunggal-ke-tanah (single line-to-ground fault), yang timbul karena kilatan salah satu
saluran ke menara dan tanah. Gangguan yang paling jarang terjadi, kira-kira 5%, meliputi
ketiga alasanya dan disebut gangguan fasa-tiga (three-phase fault)" Jenis gangguan saluran
transmisi yang lain adalah gangguan antar-saluran (line-to-line fault), yang tidak melibatkan
tanah, dan gangguan saluran ganda-ke-tanah (double line-to-ground fault ). Kesemua
gangguan di atas kecuali jenis fasa tiga adalah tak-simetri dan menyebabkan ketidak-
seimbangan rli antara fasa-fasanya.
Analisa dengan komponen-komponen simetri merupakan sarana yang ampuh yang
akan kita pelajari nanti dan membuat perhitungan gangguan tak-simetri menjadi hampir
semudah perhitungan gangguan fasa-tiga. Akan kita pelajari operasi dasar yang diperlukan
oleh program-program komputer

Studi beban adalah penentuan tegangan, arus, daya dan faktor daya atau daya reaktif di
berbagai titik dalam suatu jaringan listrik pada keadaan yang sedang berlangsung atau yang
diharapkan untrk operasi normal. Studi beban penting dalam perencanaan pengembangan
sistem di masa mendatang karena operrsi yang memuaskan pada suatu sistem tergantung
kepada pengetahuan mengenai pengaruh-pengaruh interkoneksi dengan sistem-sistem daya
yarrg:lain, mengenai pengaruh-penganrh beban baru, stasiun-stasiun pembangkit baru dan
saluran-saluran transmisi baru sebelum semuanya itu terpasang.

Bentuk gelombang tegangan pada ril-ril suatu sistem daya dapat diandaikan berupa
sinusoida murni dengan frekuensi tetap. Dalam mengembangkan hampir setiap teori dalam
buku ini kita akan berhubungan dengan pewakilan-pervakilan fasor tegangan dan arus
sinusoida dan akan kita gunakan huruh-huruf besar V dan 1 untuk menunjukkan fasor-fasor
tersehut (dengan subskrip yang sesuai bilamana diperlukan). Garis-garis tegak yang
mengurung V dan1, yaitu V dan I, akan menunjukkan besar fasor-fasor tersebut.Huruf-huruf
kecil akan menunjukkan nilai-nilai sesaat. Bilamana ditentukan suatu tegangan yang
dibangkitkan (gaya gerak listrik /GGL, huruf E digunakan sebagai pengganti Z untuk
tegangan guna menekankan bahwa yang ditinjau di antara dua titik itu adalah ggl, bukan
suatu selisih potensial biasa. Jika suatu tegangan atau suatu arus dinyatakan sebagai fungsi
waktu,
Daftar Pustaka
William D. Stevenson. “Analisis Sistem Tenaga”. Lembaga Penerbit UB 1982
Elvia Mawari. Proses Bagaimana Listrik Bisa Sampai ke Rumah, diakses 13 february
2020 http://klikpositif.com/