Anda di halaman 1dari 3

Tugas 3

Nama : Saripudin

NIM : 041650586

Pendidikan Agama Islam MKDU4221

1. Budaya akademik dalam pandangan Islam adalah suatu tradisi atau kebiasaan yang berkembang
dalam dunia Islam menyangkut persoalan keilmuan. Atau dalam bahasa yang lebih sederhana adalah
tradisi ilmiah yang dikembangkan Islam .Budaya Akademik (Academic Culture) dapat dipahami sebagai
suatu totalitas dari kehidupan dan kegiatan akademik yang dihayati, dimaknai dan diamalkan oleh warga
masyarakat akademik di lembaga pendidikan.Budaya akademik sebagai suatu subsistem perguruan
tinggi memegang peranan penting dalam upaya membangun dan mengembangkan kebudayaan dan
peradaban masyarakat (civilized society) dan bangsa secara keseluruhan.

2. a. Wahyu Al-quran yang turun pada masa awal mendorong manusia untuk memperoleh ilmu
pengetahuan

Dalam ayat yang pertama kali turun Al-'Alaq/96: 1-5 tergambar dengan jelas Al qur'an memberi
perhatian serius terhadap perkembngan ilmu pengetahuan. Allah menurunkan petunjuk pertama kali
terkait dengan salah satu cara untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang dalam ayat pertama bebunyi
"iqra" artinya bacalah. Makna iqra' adalah membaca dengan melibatkan pemikiran dan pemahaman dan
itulah perkembangan ilmu pengetahuan dalam sepanjang sejarah kemanusiaan. Dalam kontek modern
sekarang makna iqra' dekat dengan mana reading with understanding (membaca disertai dengan
pemahaman).

Ayat yang selanjutnya yaitu surat al qalam 1-5 yaitu menekankan pentingnya alat yang harus digunakan
untuk menunjang aktivitas membaca yaitu qalam (pena) dan hasilnya itu tulisan. Allah SWT bersumpah
dengan manfaat dan kebaikan yang dapat diperoleh dari tulisan. Budaya baca dsimpulkan dalam
perintah iqra' sementara budaya tulis disimpulkan dengan al-qalam (pena).

b. Tugas Manusia sebagaib khalifah Allah di bumi akan sukses kalau memiliki ilmu pengetahuan

hal ini di tegaskan dalam surat Al- Baqarah ayat 30-31 Ayat tersebut menginsyaratkan untuk suksesnya
kekhalifahan manusia di muka bumi, maka Allah SWT ' menganugerahkan kepada manusia potensi
untuk dapar memahami segala sesatu yang bermanfat bagi keidupannya. dengan kemampuan untuk
memahami dan mengetahui itulah sumber dan cara mendapatkan ilmu pengetahuan, menjadikan
manusia memiliki kelebihan dibandingkan malaikat.

Pada ayat 31 mengandung arti bahwa salah satu keistimewaan manusia adalah kemampuannya
mengekspresikan apa yang terlintas dalam benaknya serta kemampuannya menangkap bahasa sehingga
ini mengantatnya mengetahui.
c. Muslim yang baik tidak pernah berhenti untuk menambah ilmu

Dalam surat Thaha/20: 114 yang artinya " Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."
bahwa memohon kepada Allah SWT agar ditambahkan ilmu pengetahuan adalah bagian dari kebutuhan
hidup.

Alqur'an juga juga jelas membedakan antara orang yang berpengetahuan dengan orang yang tidak
berpengetahuan seperti disebutkan dalam surat Az-Zumar/39: 9

d. Orang berilmu akan dimuliakan oleh Allah SWT

Hal ini diisyaratkan dalam surat Al Mujadilah ayat 11 yang artinya "Allah akan meninggikan orang orang
yang beriman diantaramu dan orang orang yang diberi ilmu pengetahuan beberpa derajat". Jelas bahwa
kemulian dan kesuksesan hidup hanya milik orang yang berilmu dan beriman.

3. Dalam Al-Qur'an ditemukan sekian ayat yang dapat memberi petunjuk agar kita dapat meningkatkan
etos kerja, diantaranya adalah:

Pertama, Manajemen waktu, seorang muslim dituntut untuk dapat mempergunakan waktu seefektif
mungkin untuk dapat diisi dengan segla bentuk aktivitas yang baik, terlebih apabila sedang mengerjakan
satu pekerjaan. Ayat yang berisi sumpah Allah SWT dengan menggunkan waktu seperti, wal 'ashri,
wadh-dhuha, wal-laili, wan-nahari. Hal ini mengandung pesan bahwa setiap orang yang ingin sukses
harus menggunakan waktu sebaik mungkin. Karena waktu adalah modal terbaik.

Dalam surat al-insyirah/94 : 7-8 yang artinya "Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan),
kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya
kamu berharap." Seseorang yang ingin meraih keberhasilan dalam usahanya maka tidak ada waktu yang
disia-siakan untuk berlalu begitu saja tanpa menghasilkan suatu karya yang bermanfaat.

Kedua, bekerja sesuai bidang kompetensinya. Etos kerja seseorang akan belipat apabila pekerjaan yang
dia lakukan memang pekerjaan sesuai bidang kompetensinya. Dalam surat Al-Israa'/17 : 84 yang
artinnya: Ktakanlah : "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing". Maka Tuhanmu
lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalan-Nya.k

Ayat ini memberi isyarat bahwa setiaporang telah dianugerahi oleh Allah potensi dan kecenderungan
tertentu, dalam bhasa modern bisa disebut dengan talenta atau bakat.

4. Islam sangat menekankan supaya manusia bersikap jujur. Seseorang tidak akan mungkin memiliki
sikap terbuka kalau tidak bersikap jujur terjadap diinya sendiri maupun orang lain. karena orang yang
tidak bersikap jujur pasti akan berusaha menutupi ketidakjujurannya.

Salah satu ayat yang memerintahkan supaya bersikap jujur yaitu surat Al Ahzab/33 : 70 yang artinya :
"Hai Orang-orang yang beriman bertakwalah kamu dan katakanlah perkataan yang benar." Hal ini
berarti prasyarat bagi orang yang kokoh imannya adalah selalu berkata benar dan jujur.
Sikap terbuka yang dimiliki seseorang akan menjadikan hidupnya merasa nyaman karena tidak ada yang
perlu ditutupi, sehingga etos kerja dan kinerjanya akan menjadi maksimal.

5. Sikap adil yang dibicarakan Al-Qur'an, khususnya dalam islam pada umumnya mengandung berbagai
spektrum makna, tidak hanya pada proses hukum atau terhadap pihak yang berselisih melainkan
menyangkut segala aspek kehidupan beragama. Diantaranya adalah :

• Adil dalam segala akidah

• Dalam aspek syariah khususnya yang berkaitan dengan muamalah Al-Qur'an menekankan perlunya
manusia berlaku adil.

• Dalam aspek akhlak keadilan dituntut bukan hanya kepada orang lain namun juga kepada diri sendiri.

Sumber : BMP Pendidikan Agama Islam MKDU4221/Modul 7