Anda di halaman 1dari 184

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA

MATERI PEMANASAN GLOBAL


MENGGUNAKAN VIDEO VIDEO ANIMASI
BERBASIS AUDIO VISUAL
PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 MUNTILAN
TAHUN PELAJARAN 2018/2019

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Syarat Guna Memperoleh Gelar


Sarjana Pendidikan

Oleh:
RISKA DESIYANTI
NIM. 23060150057

PROGRAM STUDI TADRIS ILMU PENGETAHUAN ALAM


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
2019
ii
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA
MATERI PEMANASAN GLOBAL
MENGGUNAKAN VIDEO ANIMASI
BERBASIS AUDIO VISUAL
PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 MUNTILAN
TAHUN PELAJARAN 2018/2019
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Syarat Guna Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan

Oleh:

RISKA DESIYANTI
NIM. 23060150057

PROGRAM STUDI TADRIS ILMU PENGETAHUAN ALAM


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
2019

iii
iv
v
vi
MOTTO

‫َم ْه َج َّد َو َج َد‬


“Siapa yang berusaha (Insyaallah) mendapat apa yang diusahakannya”

َ ‫َم ْه َس َر َع َح‬
‫ص َد‬
“Siapa yang bercocok tanam (InsyaAllah) akan menuai hasilnya”

ْ‫َم ْه يَجْ تَ ِه ْد يَ ْى َجح‬


“Siapa yang berusaha (InsyaAllah) beroleh kejayaan”

vii
PERSEMBAHAN

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat serta karunia-Nya, skripsi
ini saya persembahkan untuk:

1. Ayahku dan ibuku, Agus Diryantoro dan Winarni yang telah berkorban
untukku, selalu membimbingku, memberikan doa dan kasih sayang yang
tulus, serta dukungan dalam kehidupanku.
2. Adik-adikku tersayang, yang selalu memberikan doa dan kasih sayang
serta menjadi semangat dan motivasi agar segera menyelesaikan skripsi
ini.
3. Sahabat serta teman dekatku yang selalu memberikan motivasi dan
membantu dalam menyelesaikan skripsi ini.
4. Orang spesial yang selalu mendampingi, memberikan doa dan semangat
dalam penyelesaian skripsi ini.

viii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul
“Peningkatan Hasil Belajar Ipa Materi Pemanasan Global Dengan Menggunakan
Video Animasi Berbasis Audio Visual Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2
Muntilan Tahun Pelajaran 2018/2019”.

Shalawat serta salam tak lupa penulis sanjungkan kepada Nabi Agung
Muhammad SAW, yang telah mereformasi umat manusia dari zaman jahiliyah
menuju zaman yang terang benderang.

Penyusunan skripsi ini tidak akan terselesaikan tanpa bantuan dan


bimbingan dari berbagai pihak yang membantu dalam penyusunan skripsi ini.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terimakasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Zakiyyuddin, M.Ag., selaku rektor IAIN Salatiga.


2. Bapak Prof. Dr. Mansur, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan.
3. Ibu Dr. Eni Titikusumawati, M.Pd., selaku ketua Program studi Tadris
IPA.
4. Bapak Roko Patria Jati, M.Pd., selaku dosen pembimbing skripsi yang
telah memberikan bimbingan dengan ikhlas dan meluangkan waktunya
sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
5. Ibu Anggun Zuhaida, M.Pd., selaku dosen pembimbing akademik yang
telah memberikan motivasi dalam penyelesaian skripsi ini.
6. Ibu Ida Meinani Sadarsih, M.Pd., selaku guru IPA SMP N 2 Muntilan
yang telah memberikan bantuan dalam menyelesaikan skripsi ini.
7. Bapak Agus Diryantoro dan Ibu Winarni yang telah memberikan doa dan
dukungan.
8. Orang spesialku yang tak pernah lelah memberikan semangat dan
dukungan kepadaku.

ix
9. Kanda, yunda, abang, dan adinda HMI Cabang Salatiga Komisariat
Walisongo.
10. Sahabat-sahabatku yang selalu memberikan motivasi.
11. Sahabat seperjuangan Tadris IPA angkatan 2015.
12. Keluarga bidikmisi YA BISMILLAH IAIN Salatiga angkatan 2015.
13. Teman-teman PPL SMP N 8 Salatiga.
14. Teman-teman KKN Posko 159 Dusun Sikanthong.
15. Semua pihak yang telah berkenan terlibat dan membantu sehingga skripsi
ini dapat terselesaikan.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari kata
sempurna. Maka, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan.
Harapan penulis, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Salatiga, 31 Agustus 2019

Riska Desiyanti
23060150057

x
ABSTRAK
Desiyanti, Riska. 2019. Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Pemanasan Global
Menggunakan Video Animasi Berbasis Audio Visual pada Siswa Kelas VII
SMP Negeri 2 Muntilan Tahun Pelajaran 2018/2019. Skripsi, Program
Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan. Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Roko Patria
Jati, M.Pd.
Kata Kunci: Hasil Belajar, Media Animasi Berbasis Audio Visual
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan video
animasi berbasis audio visual dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi
pemanasan global pada siswa kelas VII SMP N 2 Muntilan tahun pelajaran
2018/2019. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan media pembelajaran
berupa video animasi berbasis audio visual untuk meningkatkan hasil belajar.
Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang
dilakukan dengan kolaborasi antara peneliti dan guru mata pelajaran IPA.
Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan
utama yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Setiap
akhir siklus, dilakukan refleksi untuk memperbaiki kelamahan-kelemahan pada
siklus sebelumnya. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi, dan
dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP N 2 Muntilan
sebanyak 31 siswa dengan jumlah siswa laki-laki 14 siswa dan jumlah siswa
perempuan 17 siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video animasi berbasis
audio visual pada mata pelajaran IPA materi pemanasan global dapat
meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII B SMP N 2 Muntilan tahun pelajaran
2018/2019. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari
siklus ke siklus. Pada siklus I yang tuntas KKM adalah 24 siswa dengan
persentase 77,4%, siswa yang tidak tuntas KKM adalah 7 siswa dengan persentase
22,6%. Pada siklus II siswa yang tuntas KKM adalah 27 siswa dengan persentase
87,1% dan siswa yang tidak tuntas 4 siswa dengan persentase 12,9%. Karena
indikator keberhasilan secara klasikal telah tercapai, yaitu siswa yang
mendapatkan nilai ≥79 persentasenya telah mencapai 85% maka penelitian
dihentikan.

xi
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL .................................................................................................. i

LEMBAR BERLOGO .................................................................................................. ii

HALAMAN JUDUL ................................................................................................... iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................................................ iv

HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................................... v

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN..................................................................... vi

MOTTO...................................................................................................................... vii

PERSEMBAHAN ...................................................................................................... viii

KATA PENGANTAR ................................................................................................. ix

ABSTRAK .................................................................................................................. xi

DAFTAR ISI .............................................................................................................. xii

DAFTAR GAMBAR .................................................................................................. xv

DAFTAR TABEL ..................................................................................................... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................. xvii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang .................................................................................................. 1

B. Rumusan Masalah ............................................................................................. 6

C. Tujuan Penelitian .............................................................................................. 7

D. Manfaat Penelitian............................................................................................. 7

E. Hipotesis Tindakan dan Indikator Keberhasilan ................................................. 8

F. Definisi Operasional .......................................................................................... 9

G. Metode Penelitian............................................................................................ 10

xii
1. Rancangan Penelitian ................................................................................ 10

2. Subjek Penelitian ....................................................................................... 12

3. Langlah-Langkah Penelitian ...................................................................... 12

4. Instrumen Penelitian .................................................................................. 14

5. Pengumpulan Data..................................................................................... 15

6. Analisis Data ............................................................................................. 16

H. Sistematika Penulisan ...................................................................................... 17

BAB II LANDASAN TEORI

A. Kajian Teori .................................................................................................... 18

1. Hasil Belajar .............................................................................................. 18

2. Materi Pemanasan Global .......................................................................... 25

3. Animasi ..................................................................................................... 30

4. Media Pembelajaran Audio Visual ............................................................. 30

5. Model Pembelajaran Discovery Learning .................................................. 39

B. Kajian Pustaka................................................................................................. 44

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Gambaran Umum SMP Negeri 2 Muntilan ...................................................... 48

B. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I ........................................................................ 56

C. Deskripsi Pelaksanaan Siklus II ....................................................................... 60

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian ............................................................................................... 65

1. Kondisi Awal (Pra Siklus) ......................................................................... 65

2. Analisis Data Siklus I ................................................................................ 69

xiii
3. Analisis Data Siklus II ............................................................................... 80

B. Pembahasan Hasil Penelitian

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan ..................................................................................................... 96

B. Saran ............................................................................................................... 97

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 99

LAMPIRAN-LAMPIRAN ........................................................................................ 101

xiv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Siklus Penelitian ...................................................................................... 14

Gambar 4.1 Hasil Belajar Pra Siklus ........................................................................... 68

Gambar 4.2 Hasil Belajar Siklus I ............................................................................... 71

Gambar 4.3 Hasil Belajar Siklus II .............................................................................. 82

Gambar 4.4 Rekapitulasi Pra Siklus Siklus I dan Siklus II ........................................... 92

xv
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Data Guru dan Karyawan SMP Negeri 2 Muntilan ...................................... 49

Tabel 3.2 Data Siswa 3 Tahun Terakhir ...................................................................... 54

Tabel 3.3 Data Siswa Tahun 2018/2019 ...................................................................... 54

Tabel 3.4 Data Siswa Kelas VII B Tahun Pelajaran 2018/2019 ................................... 55

Tabel 4.1 Hasil Belajar Pra Siklus ............................................................................... 66

Tabel 4.2 Nilai Hasil Belajar Siklus I .......................................................................... 69

Tabel 4.3 Rekapitulasi Pra Siklus dengan Siklus I ....................................................... 72

Tabel 4.4 Lembar Pengamatan Siswa Siklus I ............................................................. 73

Tabel 4.5 Lembar Pengamatan Guru Siklus I .............................................................. 58

Tabel 4.6 Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus II ............................................................... 80

Tabel 4.7 Rekapitulasi Siklus I dan II .......................................................................... 83

Tabel 4.8 Lembar Pengamatan Siswa Siklus II ............................................................ 84

Tabel 4.9 Rekapitulasi Pengamatan Siswa Siklus I dan Siklus II ................................. 86

Tabel 4.10 Lembar Pengamatan Guru Siklus II ........................................................... 87

Tabel 4.11 Perbandingan Hasil Belajar Antar Siklus ................................................... 89

Tabel 4.12 Hasil Perbandingan Antar Siklus ............................................................... 90

xvi
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Dokumentasi Pelaksanaan Penelitian ...................................................... 101

Lampiran 2 Silabus ................................................................................................... 104

Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I ................................ 107

Lampiran 4 Lembar Pengamatan Guru Siklus I ......................................................... 125

Lampiran 5 Lembar Pengamatan Siswa Siklus I ........................................................ 129

Lampiran 6 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II ............................... 131

Lampiran 7 Lembar Pengamatan Guru Siklus II ........................................................ 148

Lampiran 8 Lembar Pengamatan Siswa Siklus II ...................................................... 152

Lampiran 9 Hasil Belajar Siswa Siklus I ................................................................... 154

Lampiran 10 Hasil Belajar Siswa Siklus II ................................................................ 156

Lampiran 11 Surat Izin Melakukan Penelitian ........................................................... 158

Lampiran 12 Surat Keterangan Sudah Melakukan Penelitian..................................... 159

Lampiran 13 Lembar Konsultasi Pembimbing........................................................... 160

Lampiran 14 Satuan Keterangan Kegiatan (SKK) ..................................................... 161

Lampiran 15 Daftar Riwayat Hidup ......................................................................... 166

xvii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan adalah suatu usaha sadar yang dilakukan agar

seseorang dapat mengembangkan potensi dirinya. Tujuan pendidikan

adalah membantu siswa mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Menurut Purwanto, pendidikan merupakan suatu proses kegiatan yang

disengaja atas input siswa untuk menimbulkan suatu hasil yang diinginkan

sesuai tujuan yang ditetapkan (Purwanto, 2009: 18). Menurut Sudirman

dalam Hasbullah, pendidikan diartikan sebagai usaha manusia untuk

membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat

dan kebudayaan (Hasbullah, 2009: 1). Pendidikan merupakan usaha yang

dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa

atau mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti

mental. Nurkholis (2013: 26), menyimpulkan bahwa pendidikan adalah

upaya menuntun anak sejak lahir untuk mencapai kedewasaan jasmani dan

rohani, dalam interaksi alam dengan lingkungannya.

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan

bahwa pendidikan adalah suatu usaha sadar yang dilakukan agar seseorang

dapat mengembangkan potensi diri untuk mencapai tingkat hidup yang

lebih tinggi sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan.

Pendidikan merupakan proses penting dalam kehidupan manusia.

Dengan menempuh pendidikan seseorang akan dapat meningkatkan

1
kesejahteraannya. Dalam proses pendidikan, akan menciptakan

pembelajaran. Gagne dalam Kurniawan, pembelajaran adalah serangkaian

aktivitas untuk membantu mempermudah seseorang belajar, sehingga

terjadi belajar secara optimal (Kurniawan, 2014: 27). Sanjaya dalam

Hanafy, menyatakan bahwa pembelajaran dipandang secara nasional

sebagai suatu proses interaksi yang melibatkan komponen-komponen

utama, yaitu peserta didik, pendidik dan sumber belajar yang berlangsung

dalam suatu lingkungan belajar. Dengan demikian, proses pembelajaran

merupakan suatu sistem, yaitu satu kesatuan komponen yang satu sama

lain saling berkaitan dan saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil

yang diharapkan secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan

(Hanafy, 2014: 74).

Menurut Sagala dalam Hanafy, pembelajaran pada pokoknya

merupakan tahapan-tahapan kegiatan guru dan siswa dalam

menyelenggarakan program pembelajaran, yaitu rencana kegiatan yang

menjabarkan kemampuan dasar dan teori pokok yang secara rinci memuat

alokasi waktu, indikator pencapaian hasil belajar, dan langkah langkah

kegiatan pembelajaran untuk setiap materi pokok pembelajaran (Hanafy,

2014: 74). Pembelajaran merupakan usaha pendidik untuk mewujudkan

terjadinya proses pemerolehan pengetahuan, penguasaan kemahiran, dan

pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain

pembelajaran adalah proses yang memfasilitasi peserta didik agar dapat

2
belajar dengan baik. Sehingga dapat menghasilkan proses pembelajaran

yang efektif sebagaimana yang diharapkan.

Proses pembelajaran yang diharapkan yaitu proses pembelajaran

yang efektif dimana aktivitas proses pembelajaran ditandai dengan

terjadinya interaksi edukatif yaitu interaksi yang sadar akan tujuan,

berakar secara metodologis dari pihak pendidik (guru) dan kegiatan belajar

secara pedagogis pada diri peserta didik, berproses secara sistematis

melalui tahapan rancangan, pelaksanaan dan evaluasi. Pembelajaran yang

efektif tidak terjadi seketika, melainkan berproses melalui tahapan-tahapan

yang dicirikan dengan karakteristik tertentu, yaitu melibatkan proses

mental siswa secara maksimal dalam proses pembelajaran, membangun

suasana dialogis dan proses tanya jawab secara terus menerus yang

diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berpikir

siswa yang pada gilirannya dapat membantu siswa untuk memperoleh

pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. Jadi, pembelajaran yang

diharapkan adalah proses pembelajaran yang melibatkan siswa secara

penuh dalam pembelajaran, terbangun suasana dialogis yaitu adanya tanya

jawab antara guru dan siswa di dalam kelas agar siswa dapat memperoleh

pengetahuan dari apa yang mereka konstruksikan sendiri sehingga siswa

menguasai materi pembelajaran dan memperoleh hasil belajar yang

maksimal.

Pembelajaran di sekolah terdiri atas mata pelajaran yang beragam.

Salah satunya adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Menurut Rosarina

3
dan Sudin dan Sanjaya, Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu pengetahuan

yang mempelajari tentang seluruh alam semesta beserta isinya dan

termasuk semua peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalamnya, baik berupa

fakta-fakta, konsep-konsep, maupun prinsip-prinsip yang semuanya

terorganisir dan sistematis sehingga menjadi suatu proses untuk

memproduksi pengetahuan. Sedangkan menurut Tursinawati,

pembelajaran IPA diarahkan dengan cara mencari tahu tentang alam secara

sistematis. Sehingga, IPA bukan hanya merupakan penguasaan kumpulan

pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip

tetapi juga merupakan suatu proses penemuan dan pembentukan sikap

ilmiah (Tursinawati, 2013: 68)

Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan yang merupakan

tempat proses pembelajaran seharusnya dapat mewujudkan pembelajaran

efektif yang diinginkan. Namun pada kenyataannya, berdasarkan observasi

yang dilakukan oleh peneliti di kelas VII B SMP Negeri 2 Muntilan

pembelajaran IPA belum sesuai dengan pembelajaran yang diinginkan.

Ditemukan masalah-masalah dalam pembelajaran pada saat mata pelajaran

IPA yaitu terlihat banyak siswa yang kurang antusias dengan proses

pembelajaran yang sedang berlangsung, minat belajar siswa dengan

pembelajaran IPA masih kurang, siswa merasa jenuh dan mengantuk

selama proses pembelajaran, dan siswa masih belum termotivasi dalam

pembelajaran IPA. Sehingga siswa kurang begitu paham dengan materi

4
yang diajarkan dan menyebabkan hasil belajar yang didapatkan masih

rendah.

Permasalahan dalam pembelajaran IPA tersebut disebabkan oleh

anggapan siswa bahwa mata pelajaran IPA adalah pelajaran yang sulit,

dibuktikan dengan banyak siswa yang masih kurang paham dalam

pembelajaran. Selain itu, proses pembelajaran yang masih terpusat pada

guru. Guru masih menggunakan metode konvensional yaitu metode

ceramah. Belum terbangun suasana dialogis tanya jawab antara siswa dan

guru dalam pembelajaran. Siswa hanya mendapatkan pengetahuan dari apa

yang disampaikan oleh guru saja, belum dapat memahami secara luas dan

mendalam. Sehingga siswa pasif dalam pembelajaran dan menyebabkan

siswa belum mendapatkan pengetahuan yang maksimal dari konstruksi

mereka sendiri. Dan, hasil belajar yang didapatkan masih rendah. Hal ini

sangatlah jauh dari proses pembelajaran yang diinginkan.

Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang ada, perlu adanya

tindakan dalam memperbaiki kualitas pembelajaran. Berkaitan dengan ini,

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an Surat Al-Mukminun ayat 78:

َ‫بر َو ْاْلَ ْفئِ َدةَ ج قَلِي اًْل َمب تَ ْش ُكزُوْ ن‬ َ ‫س ْم َع َو ْاْلَب‬


َ ‫ْص‬ َّ ‫َوه َُىالَّ ِذي أَ ْو َشأَ لَ ُك ُم ال‬

Artinya: “Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian,

pendengaran, penglihatan, dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur (Q.S

Al-mukminun: 78).

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah memberikan karunia

kepada manusia berupa penglihatan dan pendengaran guna menggali

5
potensi yang ada. Hal ini berkaitan dengan media audio visual yang

menggunakan gambar dan suara yang dapat digunakan dalam proses

pembelajaran agar dapat meningkatkan pemahaman siswa.

Penulis memiliki gagasan bahwa pembelajaran dengan

memanfaatkan media audio visual berbasis animasi akan dapat

meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran IPA di

kelas VII SMP N 2 Muntilan. Dengan menggunakan media audio berupa

suara dan visual berupa gambar yang bergerak, materi yang disampaikan

akan lebih jelas dan realistis. Dengan media audio visual diharapkan siswa

tertarik dan tidak merasa jenuh, sehingga tidak merasa kesulitan dengan

mata pelajaran IPA. Apabila siswa sudah termotivasi dan memiliki

pengetahuan yang maksimal maka akan tercipta suasana pembelajaran

yang dialogis seperti pembelajaran yang diharapkan. Apabila

pembelajaran telah berjalan sesuai dengan pembelajaran yang diharapkan

maka hasil dari belajar siswa akan meningkat.

Berdasarakan uraian latar belakang yang ada, maka peneliti akan

melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan Hasil

Belajar Ipa Materi Pemanasan Global Menggunakan Video Animasi

Berbasis Audio Visual Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Muntilan

Tahun Pelajaran 2018/2019”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas,

maka rumusan masalah yang akan dibahas adalah : Apakah penggunaan

6
video animasi berbasis audiovisual dapat meningkatkan hasil belajar IPA

materi pemanasan global pada siswa kelas VII SMP N 2 Muntilan tahun

pelajaran 2018/2019?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang ada, tujuan penelitian ini adalah

untuk mengetahui apakah penggunaan video animasi berbasis audio visual

dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi pemanasan global pada siswa

kelas VII SMP N 2 Muntilan tahun pelajaran 2018/2019.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengetahuan teoritis

pendidikan khususnya dalam peningkatan hasil belajar siswa

menggunakan video animasi berbasis audio visual pada mata pelajaran

IPA di SMP.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi siswa, dengan menggunakan media audiovisual dapat

memberikan semangat kepada siswa untuk mengikuti pelajaran

serta memahami materi yang diberikan oleh guru dengan baik

sehingga meningkatkan hasil belajar siswa.

b. Bagi guru, dapat memberikan pengetahuan dan wawasan tentang

media pembelajaran audiovisual berbasis animasi.

c. Bagi sekolah, penggunaan video animasi berbasis audiovisual

dapat dijadikan referensi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

7
E. Hipotesis Tindakan dan Indikator Keberhasilan

1. Hipotesis Tindakan

Hipotesis adalah jawaban sementara yang tingkat kebenarannya

masih harus diuji, karena hipotesis merupakan kesimpulan teoritis

yang disimpulkan dari tinjauan pustaka atau teori (Triyono, 2013:

123). Hipotesis adalah dugaan yang bersifat sementara (Hadi, 2002)

yang masih memerlukan pembuktian. Karena ia merupakan dugaan,

maka hipotesis harus dinyatakan dalam bentuk pernyataan dan sinkron

dengan rumusan masalah. Pembuktian yang ingin dicapai oleh

hipotesis adalah sebagai upaya untuk menjawab masalah yang telah

dirumuskan sebelumnya (Widodo, 2018: 68)

Hipotesis dalam penelitian ini adalah penggunaan video animasi

berbasis audio visual dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi

pemanasan global pada siswa kelas VII SMP N 2 Muntilan tahun

pelajaran 2018/2019.

2. Indikator Keberhasilan

Penggunaan media audio visual dikatakan berhasil apabila hasil

yang diharapkan dapat tercapai.

Berdasarkan data primer, indikator keberhasilan yang dirumuskan

adalah:

a. Secara Individu

Siswa telah mencapai nilai ≥ 79 pada materi pemanasan global.

8
b. Secara Klasikal

Siswa yang mendapatkan nilai ≥ 79 sekurang-kurangnya

85% pada materi pemanasan global (Direktur Tenaga

Kependidikan Ditjen PMPTK, 2018: 6). Persentase ini diambil atas

kesepakatan peneliti dengan guru mata pelajaran IPA yang

didasarkan pada kondisi dan kemampuan siswa.

F. Definisi Operasional

Beberapa istilah yang perlu didefinisikan antara lain:

1. Hasil Belajar

Hasil belajar adalah kemampuan baru yang dimiliki oleh peserta

didik yang didapatkan setelah melewati prose belajar sesuai dengan

tujuan belajar yang telah ditetapkan mencakup aspek kognitif, afektif,

dan psikomotorik (Cintia dkk, 2018: 71).

2. Materi Pemanasan Global

Pemanasan global adalah istilah yang digunakan untuk

menggambarkan peningkatan suhu rata-rata atmosfer bumi dan lautan

secara bertahap, serta sebuah perubahan yang diyakini secara

permanen mengubah iklim bumi (Widodo, 2017: 74). Pemanasan

global adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata pada lapisan

atmosfer dan permukaan bumi yang disebabkan oleh meningkatnya

gas rumah kaca di atmosfer (Purjiyanta, 2016: 309).

3. Animasi

9
Animasi adalah penggerakan gambar-gambar yang mengikuti suatu

alur atau aturan-aturan tertentu (Puspitosari, 2010: 4). Animasi adalah

usaha untuk membuat presentasi statis menjadi hidup (Binanto, 2010:

219).

4. Media Audio Visual

Media audio visual adalah kombinasi antara media audio dan

media visual. Media audio adalah media yang mengandung pesan

dalam bentuk auditif (hanya dapat didengar) dan media visual adalah

media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indra

penglihatan. Sedangkan media audio visual adalah penggabungan dari

keduanya yaitu media visual dengan menggunakan suara (Karlina,

2017: 30).

G. Metode Penelitian

1. Rancangan Penelitian

Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas

(Classroom action Research). Langkah-langkah penelitian mengikuti

langkah-langkah yang berlaku dalam penelitian tindakan kelas.

Penelitian Tindakan Kelas merupakan gabungan dari kata

penelitian, tindakan, dan kelas. Penelitian merupakan suatu kegiatan

mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan

metodologi untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat

dalam meningkatkan mutu yang diamati. Tindakan adalah kegiatan

yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu dan penerapannya

10
dalam bentuk siklus. Kelas adalah tempat bagi siswa yang dalam

waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama.

Penelitian Tindakan Kelas merupakan suatu pencermatan terhadap

kegiatan belajar berupa sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan

dan terjadi dalam kelas secara bersamaan (Arikunto, 2006 : 2-3).

Menurut Suhardjono (2006 : 58), penelitian tindakan kelas adalah

penelitian tindakan yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu

praktik pembelajarann di kelasnya. Sedangkan menurut Supardi (2006

: 105), penelitian tindakan kelas adalah suatu pendekatan untuk

meningkatkan pendidikan dengan melakukan perubahan ke arah

perbaikan terhadap hasil pendidikan dan pembelajaran.

Dari pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa

Penelitian Tindakan Kelas adalah kegiatan penelitian yang dilakukan

di kelas sesuai dengan langkah-langkah dengan tujuan memperbaiki

mutu proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi.

Menurut Wiriaatmaja, penelitian tindakan kelas adalah bagaimana

sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktek

pembelajaran mereka, dan belajar dari pengalaman mereka sendiri.

Mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktek

pembelajaran mereka, dan melihat pengaruh nyata dari upaya

itu(Wiriaatmaja, 2014: 13). Dari pendapat tersebut penelitian tindakan

kelas dilakukan berdasarkan praktek pembelajaran dari pengalaman

sendiri. Peran peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai peneliti

11
sekaligus sebagai pengajar. Peneliti sebagai perencana kegiatan,

pelaksana pembelajaran, pengumpul data, penganalisis, dan pelapor

hasil penelitian. Dalam pelaksanaannya peneliti berkolaborasi dengan

guru IPA SMP N 2 Muntilan. Peneliti dibantu oleh guru IPA SMP N 2

Muntilan yang bertugas membantu peneliti dalam melakukan analisis

data selama proses pembelajaran dan juga refleksi terhadap proses

pembelajaran yang telah berlangsung.

2. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP N 2

Muntilan Tahun Pelajaran 2018/2019 berjumlah 31 siswa yang terdiri

atas 14 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan.

3. Langkah-Langkah Penelitian

Langkah-langkah penelitian tindakan kelas menurut Arikunto

(2006 : 16) adalah:

a. Perencanaan (Planning)

Langkah pertama dalam melakukan penelitian tindakan

kelas adalah perencanaan. Pada tahap ini peneliti mempersiapkan

silabus, materi pembelajaran, membuat rencana pelaksanaan

pembelajaran (RPP), mempersiapakan media pembelajaran,

menyusun tugas yang diberikan, menyusun soal post test,

menyusun lembar pengamatan, dan mempersiapakan evaluasi

pembelajaran.

12
b. Pelaksanaan Tindakan (acting)

Pelaksanaan tindakan merupakan implementasi atau

penerapan isi rancangan tindakan di kelas. Kegiatan dalam

pelaksanaan tindakan ini adalah melaksanakan konsep rencana

pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat dalam proses

pembelajaran.

c. Pengamatan (Observing)

Pada tahap ini, pengamatan dilakukan dengan mengamati

segala aktivitas selama proses pembelajaran berlangsung, baik

aktivitas siswa maupun aktivitas guru dengan menggunakan

panduan lembar pengamatan.

d. Refleksi (Reflection)

Merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa

yang sudah dilakukan. Pada tahap ini peneliti menganalisis dan

mengevaluasi hasil pembelajaran sehingga dapat dijadikan acuan

perbaikan pada siklus berikutnya.

Siklus penelitian dalam penelitian tindakan kelas dapat

dilihat pada gambar 1.1 berikut:

13
Gambar 1.1 Siklus Penelitian
(Sumber: Arikunto,2006)

4. Instrument Penelitian

Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut:

a. Silabus

b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

c. Soal Post Test

d. Lembar Pengamatan Siswa dan Guru

Untuk mengetahui keberhasilan penelitian, digunakan

instrumen pengamatan dan instrumen tes. Instrumen tes digunakan

untuk mengetahui peningkatan belajar siswa menggunakan tes

14
hasil belajara berupa soal pilihan ganda. Instrumen pengamatan

digunakan untuk mengetahui proses pembelajaran.

5. Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:

a. Tes

Tes adalah serangkaian pertanyaan atau latihan yang

digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, intelegensi,

kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok

(Sudaryono, 2013 : 40).

Tes diberikan pada setiap akhir siklus untuk mengetahui

peningkatan hasil belajar.

b. Metode Observasi

Observasi yaitu cara pengumpulan data yang dikerjakan

dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematik

terhadap obyek yang diteliti (Triyono, 2013: 157).

Observasi dilakukan kepada siswa dan guru untuk

mengetahui pelaksanaan kegiatan di dalam kelas dengan

menggunakan panduan lembar observasi.

c. Metode Dokumentasi

Dokumentasi ditujukan untuk memperoleh data langsung

dari tempat penelitian.

15
6. Analisis Data

Menurut Supardi (2006 : 131), analisis data dalam penelitian

tindakan kelas ada dua jenis, yaitu:

a. Data kuantitatif (nilai hasil belajar siswa) yang dapat dianalisis

secara deskriptif. Dalam hal ini menggunakan analisis statistik

deskriptif. Dalam analisis ini digunakan untuk mencari nilai

ketuntasan individual dan persentase ketuntasan klasikal.

1) Nilai

Nilai hasil belajar diperoleh dengan menggunakan rumus:

Nilai =

2) Persentase

Menghitung persentase hasil belajar secara klasikal

diperoleh melalui rumus:

Persentase = %

Keterangan :

F = Jumlah siswa yang tuntas

N = Jumlah seluruh siswa (Nurahmadi, 2018: 441).

b. Data kualitatif yaitu data yang berupa informasi berbentuk kalimat

yang memberi gambaran tentang ekspresi siswa tentang tingkat

pemahaman terhadap suatu mata pelajaran (kognitif), pandangan

atau sikap siswa terhadap metode belajar yang baru (afektif),

aktivitas siswa mengikuti pelajaran, perhatian, antusias dalam

belajar, kepercayaan diri, motivasi belajar dan sejenisnya. Dalam

16
analisis ini menggunakan lembar observasi ketika pembelajaran

berlangsung.

H. Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah pembahasan dalam memahami isi dari

penelitian ini, maka disusun sistematika penulisan sebagai berikut:

BAB I: Pendahuluan, berisi tentang latar belakang masalah,

rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, hipotesis tindakan

dan indikator keberhasilan, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II: Kajian Pustaka, merupakan bagian yang menjelaskan

landasan teori dari tiap-tiap variabel penelitian.

BAB III: Pelaksanaan Penelitian, dalam bab ini penulis

menguraikan deskripsi pelaksanaan penelitian siklus I dan deskripsi

pelaksanaan siklus II.

BAB IV: Hasil Penelitian Dan Pembahasan, pada bab ini penulis

menjelaskan gambaran umum SMP N 2 Muntilan, hasil dari penelitian

dan pembahasan mulai dari tahap awal hingga tahap akhir siklus

penelitian.

BAB V: Penutup, berisi kesimpulan dari pembahasan dan saran-

saran dari penulis sebagiai sumbangan pemikiran dari hasil penelitian dan

daftar pustaka.

17
BAB II

LANDASAN TEORI

A. Kajian Teori

1. Hasil Belajar

a. Pengertian Belajar

Menurut Winkel dalam Purwanto, belajar merupakan

proses dalam diri individu yang berinteraksi dengan lingkungan

untuk mendapatkan perubahan dalam perilakunya. Belajar adalah

aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif

dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan

dalam pengetahuan, keterampilan, dan sikap (Purwanto, 2009: 38-

39). Menurut Purwanto, belajar adalah proses untuk membuat

perubahan dalam diri manusia dengan cara berinteraksi dengan

lingkungan untuk mendapatkan perubahan dalam aspek kognitif,

afektif, dan psikomotorik. Pada belajar kognitif, prosesnya

mengakibatkan perubahan dalam aspek kemampuan berpikir

(cognitive), pada belajar afektif mengakibatkan perubahan dalam

aspek kemampuan merasakan (afective), belajar psikomotorik

memberikan hasil belajar berupa keterampilan (pshycomotoric)

(Purwanto, 2009: 42-42). Sedangkan menurut Hanafy, belajar

adalah aktivitas psikologi dan fisik yang menghasilkan perubahan

atas pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang relatif konstan.

18
Belajar adalah perubahan tingkah laku, ada bermacam-macam cara

untuk mendapatkan perubahan itu (Hanafy, 2014: 71).

Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi

pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi

karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya.

Oleh karena itu belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.

Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah

adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin

disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan

keterampilan, atau sikapnya(Arsyad, 1997: 1).

Jadi, belajar adalah proses yang terjadi karena adanya

interaksi dengan lingkungan untuk memperoleh perubahan pada

pengetahuan, tingkah laku, dan sikap.

b. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar dapat dijelaskan dengan memahami dua kata

yang membentuknya, yaitu “hasil” dan “belajar”. Pengertian hasil

menunjuk pada suatu perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas

atau proses yang mengakibatkan berubahnya input secara

fungsional. Belajar dilakukan untuk mengusahakan adanya

perubahan perilaku pada individu yang belajar. Hasil belajar adalah

perubahan perilaku akibat belajar. Perubahan perilaku disebabkan

karena dia mencapai penguasaan atas tujuan pengajaran yang telah

19
ditetapkan. Hasil itu dapat berupa perubahan dalam aspek kognitif,

afektif, maupun psikomotorik (Purwanto, 2009: 44-46).

Menurut Wahjudi, hasil belajar adalah perubahan perilaku

secara positif serta kemampuan yang dimiliki siswa dari suatu

interaksi tindak belajar dan mengajar yang berupa hasil belajar

intelektual, strategi kognitif, sikap dan nilai, inovasi verbal, dan

hasil belajar motorik. Perubahan tersebut dapat diartikan terjadinya

peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dibandingkan

dengan sebelumnya (Wahjudi, 2015: 4).

Sedangkan menurut Djamarah dalam Nurahmadi, hasil

belajar adalah perubahan yang terjadi sebagai akibat dari kegiatan

belajar yang telah dilakukan oleh individu. Perubahan tingkah laku

yang dialami oleh peserta didik tergantung dari apa yang ia pelajari

selama kurun beberapa waktu. Output (hasil) yang diperoleh

peserta didik biasanya perubahan tingkah laku yang menyangkut

aspek kognitif, afektif, dan psikomotor yang disimbolkan dengan

angka atau nilai (Nurahmadi, 2018: 440).

Jadi, hasil belajar adalah perubahan pada aspek kognitif,

afektif, dan psikomotorik yang berproses dari kegiatan belajar.

c. Domain Hasil Belajar

Menurut Purwanto, domain hasil belajar adalah perilaku-

perilaku kejiwaan yang akan diubah dalam proses pendidikan.

Perilaku kejiwaan itu dibagi dalam tiga domain:

20
1) Kognitif

Hasil belajar kognitif adalah perubahan perilaku yang

terjadi dalam kawasan kognisi. Bloom membagi dan menyusun

tingkat hasil belajar kognitif menjadi enam tingkat. Enam

tingkat itu adalah hafalan (C1), pemahaman (C2), penerapan

(C3), analisis (C4), sintesis (C5), dan evaluasi (C6).

2) Afektif

Hasil belajar afektif dikemukakan oleh Krathwohl.

Krathwohl membagi hasil belajar afektif menjadi lima tingkat

yaitu penerimaan, partisipasi, penilaian, organisasi dan

internalisasi.

3) Psikomotorik

Simpson mengklasifikasikan hasil belajar psikomotorik

menjadi enam: persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan

terbiasa, gerakan kompleks, dan kreativitas (Purwanto, 2009:

50).

d. Prinsip-Prnsip Belajar

Menurut Slameto, Prinsip belajar dapat dilaksanakan dalam

situasi dan kondisi yang berbeda, dan oleh setiap siswa secara

individual. Prinsip-prinsip itu sebagai berikut:

1) Berdasarkan prasyarat yang diperlukan untuk belajar

21
a) Dalam belajar setiap siswa harus diusahakan partisipasi

aktif, meningkatkan minat dan membimbing untuk

mencapai tujuan instruksional.

b) Belajar harus dapat menimbulkan reinforcement dan

motivasi yang kuat pada siswa untuk mencapai tujuan

instruksional.

c) Belajar perlu lingkungan yang menantang di mana anak

dapat mengembangkan kemampuannya bereksplorasi dan

belajar dengan efektif.

d) Belajar perlu ada interaksi siswa dengan lingkungannya.

2) Sesuai hakikat belajar

a) Belajar itu proses kontinyu, maka harus tahap demi tahap

menurut perkembangannya.

b) Belajar adalah proses organisasi, adaptasi, eksplorasi, dan

discovery.

c) Belajar adalah proses kontinguitas (hubungan antara

pengertian yang satu dengan pengertiaan yang lain)

sehingga mendapatkan pengertian yang diharapkan.

Stimulus yang diberikan menimbulkan response yang

diharapkan.

3) Sesuai materi/bahan yang harus dipelajari

22
a) Belajar bersifat keseluruhan dan materi itu harus memiliki

struktur, pemyajian yang sederhana, sehingga siswa mudah

menangkap pengertiannya.

b) Belajar harus dapat mengembangkan kemampuan tertentu

sesuai dengan tujuan instruksional yang harus dicapainya.

4) Syarat keberhasilan belajar

a) Belajar memerlukan sarana yang cukup, sehingga siswa

dapat belajar dengan tenang.

b) Repetisi, dalam proses belajar perlu ulangan berkali-kali

agar pengertian/keterampilan/sikap itu mendalam pada

siswa (Slameto, 1995: 27-28).

e. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar menurut

Slameto, adalah:

1) Faktor Intern

Dalam faktor intern ada tiga faktor yaitu faktor jasmaniah,

psikologis, dan kelelahan.

a) Faktor Jasmaniah

(1) Faktor Kesehatan

Proses belajar seseorang akan terganggu jika

kesehatan seseorang tergangguu. Agar seseorang dapat

belajar dengan baik, haruslah mengusahakan kesehatan

badannya tetap terjamin dengan cara selalu

23
mengindahkan ketentuan-ketentuan tentang bekerja,

belajar, istirahat, tidur, makan, rekreasi, dan ibadah.

(2) Cacat Tubuh

Keadaan cacat tubuh dapat mempengaruhi belajar.

Siswa yang cacat belajarnya juga terganggu. Jika hal ini

terjadi, hendaknya ia belajar pada lembaga pendidikan

khusus atau diusahakan alat bantu agar dapat

menghindari atau mengurangi pengaruh kecacatannya

itu.

b) Faktor Psikologis

Sekurang-kurangnya ada tujuh faktor yang

tergolong ke dalam faktor psikologis yang mempengaruhi

hasil belajar. Faktor-faktor itu adalah inteligensi, perhatian,

minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan.

c) Faktor Kelelahan

Kelelahan pada seseorang walaupun sulit untuk

dipisahkan tetapi dapat dibedakan menjadi dua macam,

yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani. Kelelahan

dapat mempengaruhi belajar. Agar siswa dapat belajar

dengan baik haruslah menghindari jangan sampai terjadi

kelelahan dalam belajarnya.

2) Faktor Ekstern

a) Faktor Keluarga

24
Siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari

keluarga berupa: cara orang tua mendidik, relasi antara

anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan

ekonomi keluarga, pengertian orangtua, dan latar belakang

kebudayaan.

b) Faktor Sekolah

Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar

mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan

siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah,

pengajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan

gedung, metode belajar dan tugas rumah.

3) Faktor Masyarakat

Masyarakat merupakan faktor ekstern yang juga

berpengaruh terhadap belajar siswa. Pengaruh itu terjadi karena

keberadaan siswa dalam masyarakat seperti: kegiatan siswa

dalam masyarakat, media massa, teman bergaul, dan bentuk

kehidupan masyarakat (Slameto, 1995: 54-73)

2. Materi Pemanasan Global

a. Pengertian Pemanasan Global

Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata

atmosfer bumi dan lautan secara bertahap serta sebuah perubahan

yang diyakini secara permanen mengubah iklim bumi (widodo dan

Rachmadiarti dan Hidayati, 2017: 73). Pemanasan global adalah

25
peristiwa meningkatnya suhu rata-rata pada lapisan atmosfer dan

permukaan bumi (Purjiyanta dkk, 2016: 309).

Jadi, pemanasan global adalah meningkatnya suhu rata-rata

atmosfer yang menyebabkan perubahan pada iklim bumi.

b. Penyebab Pemanasan Global

Menurut Purjiyanta dkk, penyebab pemanasan global

adalah sebagai berikut:

1) Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca adalah proses alami atmosfer

menghangatkan planet. Efek rumah kaca terjadi akibat panas

yang dipantulkan oleh permukaan bumi terperangkap oleh gas-

gas di atmosfer sehingga tidak dapat diteruskan ke luar

angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke permukaan bumi

(Purjiyanta, dkk, 2016: .310).

Prosesnya yaitu, radiasi sinar matahari mengenai

permukaan bumi, maka akan menyebabkan bumi mjenjadi

panas. Radiasi panas bumi akan dipancarkan lagi ke atmosfer.

Panas yang kembali dipantulkan oleh bumi terhalang oleh

polutan udara sehingga terperangkap dan dipantulkan kembali

ke bumi. Proses ini akan menahan beberapa panas yang

terperangkap kemudian menyebabkan suhu bumi meningkat.

Akibatnya, bumi tetap menjadi hangat dan suhunya kembali

meningkat (widodo dkk, 2017: 73).

26
2) Meningkatnya Gas Rumah Kaca

Gas rumah kaca adalah gas di atmosfer bumi seperti karbon

dioksida, metana, dinitrogen oksida, uap air, dan

klorofluorokarbon yang memiliki sifat memerangkap panas

sehingga panas yang dipantulkan oleh permukaan bumi tidak

dapat diteruskan ke angkasa.

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya terjadinya

pemanasan global diantaranya adalah sebagai berikut:

1) Emisi CO2 yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil

sebagai pembangkit tenaga listrik.

2) Emisi CO2 yang berasal dari pembakaran gasoline sebagai

bahan bakar alat transportasi.

3) Emisi metana dari hewan, lahan pertanian, dan dari dasar Laut

Arktik.

4) Deforestation (penebangan liar) yang disertai dengan

pembakaran lahan hutan.

5) Penggunaan chlorofluorocarbons (CFCs) dalam refrigerator

(pendingin).

6) Meningkatnya penggunaan pupuk kimia dalam pertanian.

(Widodo dkk, 2017: 73)

c. Dampak Pemanasan Global

Dampak yang diakibatkan dari pemanasan global yaitu:

27
1) Temperatur bumi menjadi semakin tinggi, di beberapa wilayah

temperaturnya menjadi lebih tinggi dan wilayah lainnya

mungkin tidak.

2) Tingginya temperatur bumi dapat menyebabkan lebih banyak

penguapan dan curah hujan secara keseluruhan, tetapi masing-

masing wilayah akan bervariasi, beberapa menjadi basah dan

bagian lainnya kering.

3) Mencairnya glasier yang menyebabkan kadar air laut

meningkat. Begitu pula dengan daratan pantai yang landai,

lama-kelamaan akan mengalami peningkatan akibat

penggenangan air.

4) Hilangnya terumbu karang. Sebuah laporan tentang terumbu

karang yang dinyatakan bahwa dalam kondisi terburuk,

populasi karang akan hilang pada tahun 2100 karena

meningkatnya suhu dan pengasaman laut. Sebagaiman

diketahui bahwa spesies lain hidupnya bergantung pada

terumbu karang.

5) Kepunahan spesies yang semakin meluas. Menurut penelitian

yang dipublikasikan dalam majalah nature, peningkatan suhu

dapat menyebabkan kepunahan lebih dari satu juta spesies.

Sampai saat ini hilangnya spesies semakin meluas dan daftar

spesies yang terancam punah terus berkembang dan bertambah.

28
6) Kegagalan panen besar-besaran. Menurut penelitian terbaru,

terdapat 90% kemungkinan bahwa 3 miliar orang di seluruh

dunia harus memilih antara pergi bersama keluarganya ke

tempat yang beriklim baik atau kelaparan akibat perubahan

iklim dalam kurun waktu 100 tahun.

7) Penipisan lapisan ozon. Berdasarkan pengamatan satelit,

diketahui bahwa lapisan ozon secara berangsur-angsur

mengalami perubahan penipisan sejak pertengahan tahun 1970.

(Widodo dkk, 2017: 73)

d. Usaha-Usaha Menanggulangi Pemanasan Global

Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk menanggulangi

pemanasan global adalah sebagai berikut:

1) Menggunakan energi terbarukan dan mengurangi penggunaan

batu bara, gasoline, kayu, dan bahan bakar organik lainnya.

2) Meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan.

3) Mengurangi deforestation

4) Mengurangi penggunaan produk-produk yang mengandung

chlorofluorocarbons (CFCs) dengan menggunakan produk-

produk yang ramah lingkungan.

5) Mendukung dan turut serta pada kegiatan penghijauan (Widodo

dkk, 2017: 73).

29
3. Animasi

Menurut Vaughan dalam Binanto, animasi adalah usaha untuk

membuat presentasi statis menjadi hidup (Binanto, 2010: 219).

Menurut Puspitosari dkk, animasi merupakan penggerakan gambar-

gambar yang mengikuti suatu alur atau aturan-aturan tertentu.

Sedangkan menurut Madcoms, animasi adalah suatu gerakan yang

dihasilkan oleh proses manipulasi visual. Media animasi mampu

menunjukkan suatu proses abstrak sehingga siswa dapat melihat

pengaruh perubahan suatu variabel terhadap proses tersebut. Media

animasi menyediakan suatu tiruan yang apabila dilakukan pada

peralatan yang sesungguhnya terlalu mahal atau berbahaya. Menurut

Romadhona dkk, animasi tidak hanya untuk film kartun saja, dapat

juga digunakan untuk media pendidikan, informasi, dan media

pengetahuan lainnya yang tidak dapat dijangkau melalui kamera foto

atau video, misalnya film proses terjadinya gerhana matahari, yang

akan sulit ditempuh dengan pengambilan gambar langsung melalui

kamera (Romadhona dkk, 2014: 198).

Jadi, animasi merupakan gambar yang diproyeksikan dengan

manipulasi visual kemudian diberikan unsur suara sehingga seperti

keadaan yang sebernanya.

4. Media Pembelajaran Audio Visual

a. Media Pembelajaran

1) Pengertian Media Pembelajaran

30
Menurut Karlina, media pembelajaran adalah segala sesuatu

yang dapat menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan,

dan keinginan siswa sehingga mendorong terciptanya proses

belajar pada siswa (Karlina, 2017: 30).

Menurut Hamdani dalam Romadhona dkk, media

pendidikan adalah alat atau perantara yang dikemukakan guru

dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa agar

mudah dipahami dan ditangkap maknanya sehingga dapat

meningkatkan hasil belajar siswa. Pada khususnya, media

hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, dapat di dengar

dan dibaca. Apapun batasan yang diberikan ada persamaan

diantara batasan tersebut yaitu bahwa media adalah segala

sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari

pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran,

perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga

proses belajar terjadi (Romadhona dkk, 2014: 198).

2) Ciri-Ciri Media Pembelajaran

Menurut Arsyad, ciri-ciri media pembelajaran adalah

sebagai berikut:

a) Ciri fiksatif (fixative property)

Media animasi mampu menyimpan, merekam,

melestarikan segala objek pengajaran.

b) Ciri manipulatif (manipulative property)

31
Transformasi suatu objek dimungkinkan karena

media memiliki ciri manipulatif. Kejadian yang memakan

waktu berhari-hari dapat disajikan kepada siswa dalam

dalam waktu dua atau tiga menit.

c) Ciri Distributif (Distributive Property)

Ciri distributif dari media memungkinkan suatu

objek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan

secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada

sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang

relatif sama mengenai kejadian itu (Arsyad, 1997: 9-10).

3) Fungsi Media Pembelajaran

Menurut Asyhar dalam Karlina, fungsi media pembelajaran

dijelaskan sebagai berikut:

a) Media sebagai sumber belajar, media pembelajaran

berperan sebagai salah satu sumber belajar bagi siswa.

b) Fungsi semantik, melalui media dapat menambah

perbendaharaan kata atau istilah bagi siswa.

c) Fungsi manipulatif, adalah kemampuan suatu benda

menampilkan kembali suatu benda atau peristiwa dengan

berbagai cara, sesuai kondisi, situasi, tujuan, dan

sasarannya.

32
d) Fungsi fiksatif, adalah kemampuan media untuk

menangkap, menyimpan, dan menampilkan kembali suatu

objek atau kejadian yang sudah lampau.

e) Fungsi distributive, bahwa dalam sekali penggunaan suatu

materi, objek atau kejadian dapat diikuti siswa dalam

jumlah besar dan dalam jangkauan yang sangat luas.

f) Fungsi psikologis, media pembelajaran memiliki beberapa

fungsi seperti atensi, afektif, kognitif, imajinatif, dan fungsi

motivasi.

g) Fungsi sosio kultural, penggunaan media dapat mengatasi

hambatan sosial kultural antar siswa (Karlina, 2017: 30)

Sedangkan menurut karlina, menyimpulkan bahwa fungsi

media pembelajaran adalah dapat mendukung pelaksanaan

proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Pada hakikatnya, manfaat media pembelajaran adalah dapat

merangsang perhatian, minat, pikiran, perasaan peserta

didikdalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan

pembelajaran yang optimal atau sebagai sarana untuk

membantu agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara

optimal dan mendapatkan hasil yang baik (Karlina, 2017: 30).

b. Audio Visual

1) Pengertian AudioVisual

33
Audio visual merupakan kombinasi antara media audio dan

media visual. Media audio adalah media yang mengandung

pesan dalam bentuk auditif (hanya dapat didengar) dan media

visual adalah media yang hanya dapat dilihat dengan

menggunakan indera penglihatan. Sedangkan media audio

visual adalah penggabungan dari keduanya, yaitu media visual

dengan menggunakan suara (Karlina, 2017: 30).

Menurut Arsyad, Audio visual adalah cara menghasilkan

atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin

mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio

dan visual. Pengajaran melalui audio visual menggunakan

pemakaian perangkat keras selama proses belajar, seperti mesin

proyektor film, tape recorder, dan proyektor visual yang lebar.

Jadi, pengajaran melalui audio visual adalah produksi dan

penggunaan materi yang penyerapannya melalui pandangan

dan pendengaran serta tidak seluruhnya tidak tergantung

kepada pemahaman kata atau simbol-simbol serupa (Arsyad,

1997: 30).

Sedangkan menurut Romadhona dkk, audio visual adalah

kombinasi dari jenis media yang mengandung unsur suara dan

unsur gambar yang dapat dilihat dan didengar (Romadhona

dkk, 2014: 198).

2) Ciri-Ciri Audio Visual

34
Ciri-ciri utama teknologi media audio-visual adalah sebagai

berikut:

a) Biasanya bersifat linear.

b) Biasanya menyajikan visual.

c) Digunakan dengan cara yang telah ditetapkan sebelumnya

oleh perancang/pembuatnya.

d) Merupakan representasi fisik dari gagasan real atau gagasan

abstrak.

e) Dikembangkan menurut prinsip psikologis behaviorisme

dan kognitif.

f) Berorientasi kepada guru dengan tingkat pelibatan interaktif

murid yang rendah (Arsyad, 1997: 31)

3) Fungsi Audio Visual

Disamping menarik dan memotivasi siswa untuk

mempelajari materi lebih banyak, audio visual dapat digunakan

untuk:

a) Mengembangkan ketrampilan mendengar dan

mengevaluasi apa yang telah didengar.

b) Mengatur dan mempersiapkan diskusi atau debat dengan

mengungkapkan pendapat-pendapat para ahli yang berada jauh

dari lokasi.

c) Menjadikan model yang akan ditiru oleh siswa.

35
d) Menyiapkan variasi yang menarik dan perubahan-perbahan

tingkat kecepatan belajar mengenai suatu pokok bahasan atau

sesuatu masalah (Arsyad, 1995: 148).

4) Jenis audio visual

Menurut Djamarah dalam Romadhona dkk, media audio

visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur

gambar. Media audio visual merupakan kombinasi audio dan

visual atau biasa disebut media pandang-dengar. Jenis media

visual ini mempunyai kemampuan yang lebih baik karena

meliputi kedua jenis media (suara dan gambar). Media ini

dibagi menjadi 2, yaitu:

a) Audio visual diam

Yaitu media yang menampilkan suara dan gambar

diam seperti film bingkai suara (sound slide), film

rangkaian suara, dan cetak suara.

b) Audio visual suara

Yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara

dan gambar bergerak seperti film suara dan video cassete

(Romadhona dkk, 2014: 198).

5) Kelebihan dan kekurangan audio visual

Menurut Hamalik dalam Karlina, kelebihan video adalah

sebagai berikut:

a) Dapat menstimulasi efek gerak.

36
b) Dapat diberi suara maupun warna.

c) Tidak memerlukan keahlian khsusus dalam penyajiannya

d) Tidak memerlukan ruangan gelap dalam penyajiannya.

Sedangkan kekurangan video adalah sebagai berikut:

a) Memerlukan peralatan khusus dalam penyajiannya.

b) Memerlukan tenaga listrik (Karlina, 2017: 31).

Sedangkan menurut Arsyad, kelebihan video sebagai jenis

dari audio visual adalah sebagai berikut:

a) Dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar dari

siswa ketika mereka membaca, diskusi, berpraktek.

b) Dapat menggambarkan suatu proses secara tepat yang dapat

disaksikan secara berulang-ulang jika dipandang perlu.

c) Mendorong dan meningkatkan motivasi belajar.

d) Dapat mengundang pemikiran dan pembahasan dalam

kelompok siswa.

e) Dapat menyajikan peritiwa yang berbahaya bila dilihat

secara langsung.

f) Dapat ditunjukkan kepada kelompok besar atau kelompok

kecil, kelompok yang heterogen, maupun perorangan.

g) Dengan kemampuan dan teknik pengambilan gambar frame

demi frame, film yang dalam kecepatan normal memakan

waktu satu minggu dapat ditampilkan ke dalam satu atau dua

menit.

37
Sedangkan kekurangan dari audio visual adalah sebagai

berikut:

a) Memerlukan biaya mahal dan waktu yang banyak.

b) Pada saat dipertunjukkan, gambar-gambar bergerak terus

sehingga tidak semua siswa mampu mengikuti informasi yang

ingin disampaikan melalui media tersebut.

c) Tidak selalu sesuai dengan kebutuhan dan tujuan belajar

yang diinginkan. Kecuali jika dirancang dan di produksi khusus

untuk kebutuhan sendiri (Arsyad, 1997: 48-50).

6) Langkah-langkah penggunaan audio visual

Menurut Hamalik dalam Karlina, langkah - langkah

penggunaan audio visual adalah sebagai berikut:

a) Kelas harus dibawa kearah belajar mendengarkan dan

melihat rekaman secara aktif.

b) Siapkan kelas agar bisa mendengarkan dan nelihat dengan

baik.

c) Penguasaan teknik penggunaan rekaman dalam berbagai

pelajaran.

d) Guru sudah mengenal dan memahami isi rekaman.

e) Guru memainkan rekaman, mendisukusikan tentang

rekaman dalam kelas, memutar kembali bagian-bagian

rekaman yang sekiranya dianggap penting.

38
f) Setelah kelas mengikuti rekaman, kegiatan selanjutnya

perlu diatur. Guru mengadakan diskusi dalam kelas.

Kegiatan selanjutnya disesuaikan dengan tingkatan kelas

dan jenis rekaman (Karlina, 2017: 31).

5. Model Pembelajaran Discovery Learning

a. Pengertian Discovery Learning

Menurut Mubarok dan Sulistyo, model pembelajaran

discovery learning pertama kali dikembangkan oleh Jerome

Bruner, seorang ahli psikologi yang lahir di New York pada tahun

1915. Bruner menganggap bahwa belajar penemuan (discovery

learning) sesuai dengan sendirinya memberikan hasil yang paling

baik. Bruner menyarankan agar siswa hendaknya belajar melalui

berpartisipasi aktif dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip agar

mereka dianjurkan untuk memperoleh pengalaman dan melakukan

eksperimen-eksperimen yang mengizinkan mereka untuk

menemukan konsep dan prinsip itu sendiri(Mubarok dan Sulistyo,

2014: 216).

Menurut Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan,

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Widiasworo,

Discovery Learning adalah model pembelajaran yang menekankan

peserta didik untuk menemukan sendiri konsep pengetahuannya.

Dalam proses menemukan, peserta didik dibimbing untuk

39
melakukan serangkaian tahap pembelajaran mulai dari mengamati

hingga mengorganisasikan hasil penemuannya menjadi suatu

konsep pengetahuan(Widiasworo, 2018: 145).

Sedangkan menurut Suherman dalam Azhari, discovery

learning adalah model mengajar yang mengatur pengajaran

sedemikian rupa sehingga anak memperoleh pengetahuan yang

sebelumnya belum diketahuinya tidak melalui pemberitahuan,

sebagian atau seluruhnya ditemukan sendiri. Dalam pembelajaran

discovery learning kegiatan atau pembelajaran yang dirancang

sedemikian rupa sehingga siswa dapat menemukan konsep-konsep

dan prinsip-prinsip melalui proses mentalnya sendiri. Dalam

menemukan konsep, siswa melakukan pengamatan,

menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan menarik

kesimpulan dan sebagainya untuk menemukan beberapa konsep

atau prinsip(Azhari, 2015: 13).

Dari pendapat-pendapat tersebut, discovery learning adalah

model pembelajaran dimana siswa dapat menemukan konsep dan

prinsip pengetahuan melalui prosesnya sendiri.

b. Ciri-ciri Discovery Learning

Menurut Kristin dalam Cintia dkk, ciri utama model discovery

learning adalah:

1) Berpusat pada siswa

40
2) Mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk menciptakan,

menghubungkan, dan menggeneralisasikan pengetahuan

3) Kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan baru dan

pengetahuan yang sudah ada(Cintia dkk, 2018: 71).

c. Langkah-Langkah Pembelajaran Discovery Learning

Menurut Wahjudi, dalam mengaplikasikan discovery

learning di kelas, ada beberapa prosedur atau langkah-langkah

yang harus dilakukan dalam pembelajaran sebagai berikut:

1) Stimulation (Pemberian Rangsang)

Pada tahap ini siswa dihadapkan pada sesuatu yang

mebimbulkan kebingungannya, kemudian dilanjutkan untuk

tidak memberi generalisasi, agar timbul keinginan untuk

menyelidiki sendiri. Di samping itu guru dapat memulai

kegiatan pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, anjuran

membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah

pada persiapan pemecahan masalah.

Stimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan

kondisi interaksi belajar yang dapat mengembangkan dan

membantu siswa untuk melakukan eksplorasi.

2) Problem Statement (Identifikasi Masalah)

Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk

mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah

yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian pilih satu

41
masalah dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban

sementara atas pertanyaan masalah).

Memberikan kesempatan siswa untuk mengidentifikasi dan

menganalisa permasalahan yang mereka hadapi, merupakan

teknik yang berguna dalam membangun pemahaman siswa agar

terbiasa menemukan masalah.

3) Data Collection (Pengumpulan Data)

Tahap ini berfungsi untuk menjawab pertanyaan atau

membuktikan benar tidaknya hipotesis, dengan memberi

kesempatan kepada siswa mengumpulkan berbagai informasi

yang relevan, membaca literature, mengamati objek,

wawancara dengan narasumber, melakukan uji coba sendiri dan

sebagainya.

Konsekuensi dari tahap ini adalah siswa belajar secara aktif

untuk menemukan sesuatu yang berhubungan dengan

permasalahan yang dihadapi, dengan demikian secara tidak

sengaja siswa menghubungkan masalah dengan pengetahuan

yang telah dimiliki.

4) Data Processing (Pengolahan Data)

Pengolahan data merupakan kegiatan mengolah data

informasi yang telah diperoleh para siswa baik melalui

wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu ditafsirkan. Semua

informasi hasil bacaan, wawancara, observasi, dan sebagainya

42
semuanya diolah, diacak, diklasifikasikan, ditabulasi, bahkan

bila perlu dihitung dengan cara tertentu serta ditafsirkan pada

tingkat kepercayaan tertentu.

Data processing disebut juga dengan pengkodean coding/

kategorisasi yang berfungsi sebagai pembentukan konsep dan

generalisasi. Dari generalisasi tersebut siswa akan mendapatkan

pengetahuan baru tentang alternative jawaban/penyelesaian

yang perlu mendapat pembuktian secara logis.

5) Verification (Pembuktian)

Pada tahap ini siswa memeriksa secara cermat untuk

membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan

dengan temuan alternative, dihubungkan dengan hasil data

yang telah diolah.

Verifikasi bertujuan agar proses belajar berjalan dengan

baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada

siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan, atau

pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam

kehidupannya. Berdasarkan hasil pengolahan dan tafsiran, atau

informasi yang ada, pernyataan atau hipotesis yang telah

dirumuskan terdahulu kemudian di cek, apakah terjawab atau

tidak, apakah terbukti atau tidak.

6) Generalization (Menarik Kesimpulan)

43
Tahap generalisasi adalah proses menarik kesimpulan yang

dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua

kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil

verifikasi (Wahjudi, 2015: 2).

d. Kelebihan dan Kelemahan Discovery Learning

Menurut Mutmainna, keunggulan discovery learning adalah:

1) Membantu siswa untuk mengembangkan, mempersiapkan,

serta menguasai keterampilan dalam proses pembelajaran.

2) Membangkitkan gairah belajar siswa.

3) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan

maju sesuai dengan kemampuan masing-masing.

4) Memperkuat dan menambah kepercayaan diri siswa.

Sedangkan kelemahan discovery learning adalah:

1) Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental,

memiliki keberanian dan keinginan yang kuat untuk

mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik.

2) Bila kelas terlalu besar penggunaan media akan kurang aktif.

3) Membutuhkan waktuyang relative lama dibandingkan dengan

metode belajar menerima(Mutmainna, 2015: 48).

B. Kajian Pustaka

Beberapa kajian pustaka terhadap penelitian terdahulu yang memiliki

relevansi dengan penelitian ini antara lain:

44
1. Skripsi karya Nasichin (2015) yang berjudul “Peningkatan Hasil IPA

pada Materi Pertumbuhan Hewan dan Tumbuhan dengan

Menggunakan Media Audio Visual Pada Siswa Kelas III MI Tawang

Semarang Barat Tahun Pelajaran 2014/2015” yang menyatakan bahwa

pembelajaran IPA dengan menggunakan media audio visual pada

materi pertumbuhan hewan dan tumbuhan pada siswa kelas III MI

Tawang Semarang Barat menunjukkan kenaikan pada tiap siklusnya.

Hal ini ditunjukkan dengan adanya kenaikan jumlah siswa yang

mencapai nilai KKM 70 per siklus,dimana pada pra siklus ada 9 siswa

atau 30%, naik menjadi 18 siswa atau 60% pada siklus I, da nada 25

siswa atau 83% pada siklus II.

Persamaan dengan penelitian ini adalah sama-sama menggunakan

media audio visual. Sedangkan perbedaannya adalah materi dan

tempat penelitian. Materi yang digunakan oleh Nasichin adalah

pertumbuhan hewan dan tumbuhan. Materi yang digunakan dalam

penelitian ini adalah pemanasan global. Nasichin melakukan penelitian

di MI Tawang Semarang Barat sedangkan penelitian ini dilakukan di

SMP Negeri 2 Muntilan.

2. Skripsi karya Mufti Mirandra (2012) yang berjudul “Penggunaan

Media Audio Visual dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu

Pengetahuan Alam Kelas III B MI Sananul Ula Piyungan Bantul” yang

menyatakan bahwa prestasi belajar siswa setelah penggunaan media

audio visual dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas III B MI

45
sananul Ula Piyungan Bantul mengalami peningkatan. Hal ini

ditunjukkan pada prestasi belajar yang dicapai siswa. Pada rata-rata

siklus I pre-test yang mencapai 61,67 dan post-test meningkat

menjadi 72,78. Sedangkan nilai rata-rata siklus II pada soal pre-test

mengalami peningkatan yaitu 74,33 dan meningkat lagi dengan nilai

rata-rata post-test yang mencapai 84,44. Sedangkan persentase

keberhasilan pada siklus I mencapai 83,33% yang dapat dinyatakan

dengan kriteria baik. Sedangkan pada siklus II persentase keberhasilan

siswa sebesar 94,74% yang dapat dinyatakan dengan kriteria sangat

baik. Dengan demikian penggunaan media audio visual pada

pembelajaran IPA prestasi belajarnya meningkat.

Persamaannya dengan penelitian ini adalah sama-sama menggunakan

media audio visual. Sedangkan perbedaannya adalah pada materi dan

tempat penelitian. Pada penelitian yang dilakukan Mufti materinya

adalah cuaca sedangkan penelitian pada materi ini adalah pemanasan

global. Mufti melakukan penelitian di MI Sananul Ula Piyungan

Bantul sedangkan penelitian ini dilakukan di SMP N 2 Muntilan.

3. Skripsi karya Wildan Bahriyan (2016) dengan judul “Peningkatan

Hasil Belajar Siswa melalui Media Audio Visual pada Mata Pelajaran

IPA Materi Sumber Daya Alam dan Kegiatan Manusia Kelas V SDN

Tingkir Lor 01 Salatiga Tahun Ajaran 2016/2017” menyatakan bahwa

penggunaan media audio visual dapat meningkatkan prestasi belajar

IPA peserta didik yang dapat dilihat dari hasil tes yang diperoleh dapat

46
diketahui bahwa peningkatan jumlah siswa yang tuntas per siklus yaitu

dari siklus I yang berjumlah 16 siswa mengalami peningkatan

sebanyak 4 siswa pada siklus II yaitu 20 siswa yang tuntas, sementara

peningkatan yang terjadi dari siklus II ke siklus III sebanyak 5 siswa

yaitu berjumlah 25 yang tuntas pada siklus III.

Persamaannya dengan penelitian ini adalah sama-sama menggunakan

media audio visual dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Sedangkan perbedaannya adalah pada materi dan tempat penelitian.

Pada penelitian yang dilakukan Wildan materinya adalah sumber daya

alam dan kegiatan manusia sedangkan pada penelitian ini materinya

adalah pemanasan global. Wildan melakukan penelitian di SDN

Tingkir Lor 01 Salatiga sedangkan penelitian ini dilakukan di SMP N

2 Muntilan.

Berdasarkan hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa

penggunaan media pembelajaran audio visual dapat meningkatkan

hasil belajar. Dengan demikian, penelitian tersebut dapat dijadikan

pendukung untuk melaksanakan penelitian yang dilakukan oleh

peneliti dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi

Pemanasan Global Menggunakan Video Animasi Berbasis Audio

Visual pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Muntilan Tahun Pelajaran

2018/2019”.

47
BAB III

PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Gambaran Umum SMP Negeri 2 Muntilan

1. Identitas Sekolah

Nama Sekolah : SMP NEGERI 2 MUNTILAN

Alamat Sekolah : Jl. Wates, Gunungpring, Kecamatan

Muntilan, Kabupaten Magelang, Provinsi

Jawa Tengah

NPSN : 20307585

Status : Negeri

Status Kepemilikan : Pemerintah Daerah

Akreditasi :A

Kurikulum : 2013

Jumlah Rombel : 18

SK Pendirian Sekolah : 030/U/1978

Luas Tanah : 3,925 m2

Telepon : (0293)587567

e-mail : smp2muntilan@yahoo.co.id

2. Visi dan Misi

a. Visi

Bertaqwa, Berakhlak Mulia, Terampil, dan Berprestasi Unggul

b. Misi

48
1) Mewujudkan peserta didik yang dapat menjalankan ibadah

sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing

2) Mewujudkan peserta didik dengan sikap toleransi yang tinggi

3) Melatih peserta didik agar memiliki sikap mengedepankan

kepentingan umum daripada kepentingan pribadi

4) Membiasakan peserta didik berbicara dan berlaku santun dalam

bergaul

5) Membiasakan peserta didik memberi salam kepada guru,

orangtua, dan tamu sekolah

6) Membiasakan peserta didik saling menghormati antarsesama

7) Melatih peserta didik agar belajar dan bekerja secara mandiri

8) Melatih peserta didik agar mampu menyelesaikan tugas tepat

waktu

9) Mewujudkan peserta didik mampu meraih peringkat tiga besar

tingkat kabupaten dalam capaian hasil ujian nasional

10) Melatih peserta didik menguasai landasan kepribadian yang

kuat untuk berkembang lebih lanjut

3. Data Guru dan Karyawan SMP N 2 Muntilan

Tabel 3.1 Data Guru dan Karyawan SMP N 2 Muntilan


(Sumber: Data Sekolah)

No Nama L/P NIP Jenis Status

Achmad Hiebran Guru Honor


1 L Guru Mapel
Assani Sekolah

49
No Nama L/P NIP Jenis Status

Guru Honor
2 Adhinia Imanti P Guru Mapel
Sekolah

Guru Honor
3 Amilia Dwi Saputri P Guru Mapel
Sekolah

4 Aslichatumilah P 196601011989042002 Guru Mapel PNS

Tenaga
5 Azis Fahrudin L 198005282014061001 PNS
Administrasi

Kepala
6 Bakrodin L 195909141979031002 PNS
Sekolah

Bambal Bekti
7 P 196104041986032009 Guru Mapel PNS
Sudarmi

8 Budi Yuwono L 196410121988061001 Guru Mapel PNS

9 Busri P 197007252000032004 Guru Mapel PNS Depag

Tenaga
Petugas
10 Edy Ermanto L Honor
Keamanan
Sekolah

Guru Honor
11 Fajri Rahmawati P Guru Mapel
Sekolah

Fransiska Yayuk
12 P 196103101988022001 Guru Mapel PNS
Tri Haryani

Hinayana
13 P 196707161997022003 Guru BK PNS
Yulingestiasih

50
No Nama L/P NIP Jenis Status

Huda Herawati
14 P 197102101999032005 Guru Mapel PNS
Gayatri

Ida Meinani
15 P 196705201992032006 Guru Mapel PNS
Sadarsih

Guru Honor
16 Iwang Prana Dewi P Guru Mapel
Sekolah

Tenaga
17 Jamiat L 196103311993031002 PNS
Administrasi

Joni Setyo Guru Honor


18 L Guru Mapel
Aprilianto Sekolah

19 Kusmawati P 197607072005022003 Guru BK PNS

Lambertus

20 Pramudya L 198411262010011022 Guru TIK PNS

Wardhana

21 Ma. Riyanto L 196605221990031007 Guru Mapel PNS

Tenaga
Tenaga
22 Maika Lisnandar L Honor
Administrasi
Sekolah

Tenaga
Tenaga
23 Marno L Honor
Administrasi
Sekolah

51
No Nama L/P NIP Jenis Status

Tenaga
Tenaga
24 Maryat L Honor
Administrasi
Sekolah

25 Murdono L 196411171993031003 Guru Mapel PNS

Guru Honor
26 Nisaussalihah P Guru Mapel
Sekolah

27 Nunuk Nur Zaerina P 196201241986032012 Guru Mapel PNS

28 Nurjannati Naim P 196501021987032008 Guru Mapel PNS

29 Nurwahyuningsih P 196304191985012003 Guru Mapel PNS

Tenaga
Tenaga
30 Nuryati P Honor
Administrasi
Sekolah

Tenaga
Tenaga
31 Riyadiatmi P Honor
Administrasi
Sekolah

32 Rudy Yuniarto L 196706101989031011 Guru Mapel PNS

33 Setyo Pambudi L 196707022005011005 Guru Mapel PNS

34 Siti Setiyawati P 197406082000122001 Guru Mapel PNS

Tenaga
Tenaga
35 Sri Handayani P Honor
Administrasi
Sekolah

52
No Nama L/P NIP Jenis Status

Tenaga
Tenaga
36 Sri Handayani P Honor
Administrasi
Sekolah

37 Sri Kismindari P 196202031986102002 Guru Mapel PNS

38 Sri Sulandari P 197101152003122002 Guru Mapel PNS

39 Sugiantara L 197103031998021002 Guru Mapel PNS

40 Sugiwarni P 196310231984122003 Guru Mapel PNS

41 Sulasmiyati P 196707081995122002 Guru Mapel PNS

42 Sulthoni L 196406271986031005 Guru Mapel PNS

43 Supriyanto L 197002111994031007 Guru Mapel PNS

Tien
44 P 196407311987032005 Guru Mapel PNS
Dwikoraningrum

45 Titik Ernawati P 196807132005012010 Guru Mapel PNS

Tri Asroriyanto
46 L 196404271989031012 Guru Mapel PNS
Gatot Kusbandriyo

47 Tri Widiyati P 196011051983032006 Guru Mapel PNS

Tutik Rochma
48 P 196405311986012005 Guru Mapel PNS
Kustanti

49 Waginem P 197505082006042031 Guru Mapel PNS Depag

Tenaga T. Honor
50 Zaenal Arifin L
Administrasi Sekolah

53
4. Data Siswa SMP N 2 Muntilan

Tabel 3.2 Data Siswa 3 Tahun Terakhir


(Sumber: Data Sekolah)

Tahun Jumlah Siswa Total

Pelajaran Laki- Perempuan

laki

2018/2019 231 325 556

2017/2018 214 334 548

2016/2017 225 337 562

Tabel 3.3 Data Siswa Tahun 2018/2019


(Sumber: Data Sekolah)

Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9

Uraian L P Tot L P Tot L P Tot

Jumlah 85 102 187 75 114 189 55 119 174

54
Tabel 3.4 Data Siswa Kelas VII B Tahun Pelajaran 2018/2019
(Sumber: Data Sekolah)

No. Nama

1 Adimas Wahyu Ariadani

2 Afra Amanulloh Al-Khonsa

3 Alda Adha Nourinta

4 Aisha Fritzie Rafa Adtyaruna

5 Andhika Aranda Setiawan

6 Andini Nur cahyani

7 Arasya Sisma Prawardana

8 Aulia Wuri Nurpriyanti

9 Azzahra Ainurrachmani

10 Bima' Aliy Akbar

11 Debby Zahwa Sabila

12 Fatih Rozaqi

13 Fern Alea Raya Safi'i

14 Helga Arya Prayoga

15 Indra Kusnanto

16 Karina Rohmatul Hidayah

17 Muhammad Alif Ramadhan

18 Muhammad Almas Kusuma

19 Muhammad Arya Krisna

55
No. Nama

20 Muhammad Mustofa

21 Muhammad Yusuf Israfael fahrezi

22 Nabila Natalia Ramadhani

23 Nabilla Putri Ramadhani

24 Nadia Hasna Ramadhani

25 Nia Fajriani

26 Nicholas Yanuarta

27 Rani Mei Wulandari

28 Reva Reno Novendra

29 Rita Meilani

30 Sherin Ayu Sekar Adisti

31 Silvia Ayu Nurazizah

B. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I

Penelitian Tindakan Kelas pada penelitian ini dilakukan dalam dua

siklus. Masing-masing siklus terdiri atas perencanaan (planning), tindakan

(acting), pengamatan (observating), dan refleksi (reflecting).

Siklus I dilaksanakan pada tanggal 08 Mei 2019. Pelaksanaan siklus I

dapat dideskripsikan sebagai berikut:

1. Tahap Perencanaan (Planning)

56
a. Menentukan sub pokok bahasan yang akan diajarkan yaitu tentang

efek rumah kaca, proses terjadinya pemanasan global, dan

pengertian pemanasan global.

b. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

c. Mempersiapkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan

media audiovisual.

d. Mempersiapkan media pembelajaran yaitu video animasi

audiovisual.

e. Membuat lembar pengamatan siswa untuk mengetahui keaktifan

belajar siswa dalam pembelajaran.

f. Membuat lembar observasi guru untuk mengetahui perkembangan

guru dalam melaksanakan pembelajaran.

g. Membuat soal post test sebagai evaluasi dan mengetahui

kemampuan siswa.

2. Tindakan (Acting)

Tahap pelaksanaan tindakan dilakukan selama 2x40 menit. Tahap

pelaksanaan tindakan dilakukan sesuai dengan RPP yang telah dibuat

menggunakan model pembelajaran discovery learning, yaitu:

a. Kegiatan Awal

1) Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama-sama.

2) Guru mengecek kehadiran siswa.

3) Guru menyampaikan manfaat dari materi pembelajaran.

4) Guru memberikan apersepsi kepada siswa.

57
b. Kegiatan Inti

1) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kerja.

2) Guru memberikan arahan kegiatan pembelajaran dan

penugasan.

3) Guru menyajikan video tentang efek rumah kaca dan

pemanasan global.

4) Guru menyuruh siswa untuk mencari informasi dari video yang

telah ditayangkan.

5) Siswa mengamati dan mencatat informasi dari video efek

rumah kaca dan pemanasan global yang telah ditayangkan.

6) Guru menyuruh siswa untuk menuliskan informasi yang

didapatkan dari video yang telah ditayangkan.

7) Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi tentang efek rumah

kaca dan pemanasan global dari video yang ditayangkan.

8) Siswa berdiskusi dengan teman sekelompok tentang efek

rumah kaca dan pemanasan global.

9) Siswa berdiskusi dengan teman sekelompok untuk

memverifikasi dan menguatkan hasil diskusinya dengan

membaca buku.

10) Siswa berdiskusi untuk menyimpulkan hasil dari diskusi

kelompok.

11) Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi

kelompok di depan kelas.

58
c. Penutup

1) Peserta didik beserta guru mereview hasil kegiatan

pembelajaran.

2) Peserta didik beserta guru menyimpulkan materi hasil kegiatan

pembelajaran.

3) Guru memberikan tugas untuk mempelajari materi selanjutnya.

4) Guru menutup dengan salam.

3. Pengamatan (Observating)

Pada tahap pengamatan, dilakukan pengamatan selama proses

pembelajaran berlangsung di dalam kelas. Dan hasil pengamatan

dimasukkan ke dalam lembar pengamatan siswa dan lembar

pengamatan guru.

4. Refleksi (Reflecting)

Pada tahap refleksi ini dilakukan evaluasi terhadap hasil

pembelajaran yang telah diamati dengan menggunakan media audio

visual. Refleksi dilakukan dengan menganalisis hasil perubahan

kemampuan siswa sebelum dan sesudah dilakukan tindakan. Refleksi

dalam pelaksanaan siklus I adalah:

a. Guru kurang memberikan motivasi belajar kepada siswa sehingga

siswa kurang antusias dalam pembelajaran.

b. Perhatian guru kepada siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran

masih kurang.

59
c. Siswa kurang memperhatikan materi dan tidak fokus dalam

pembelajaran.

d. Masih banyak siswa yang ramai dan berbicara dengan temannya

sehingga kelas kurang kondusif.

e. Siswa masih kurang aktif dalam menjawab dan mengajukan

pertanyaan sehingga pembelajaran menjadi pasif.

Setelah dilakukan refleksi pada siklus I, maka rencana perbaikan

pada siklus II adalah:

a. Guru memberikan motivasi belajar kepada siswa sehingga siswa

semangat dalam belajar.

b. Guru harus meningkatkan perhatian kepada siswa yang kurang

aktif agar ikut aktif dalam pembelajaran.

c. Guru menyuruh siswa untuk membaca materi sebelum

pembelajaran dimulai agar menguasai materi dan siswa fokus pada

materi pembelajaran.

d. Guru harus tegas kepada siswa yang ramai agar kelas menjadi

kondusif.

e. Guru memberikan kesempatan dan mengajak siswa yang kurang

aktif agar ikut serta dalam menjawab dan mengajukan pertanyaan.

C. Deskripsi Pelaksanaan Siklus II

Siklus II dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2019. Pada siklus II

peneliti memperbaiki pelaksaan pembelajaran dengan media audio visual

60
berdasarkan hasil refleksi dari siklus I. Pelaksanaan siklus II dapat

dideskripsikan sebagai berikut:

1. Tahap Perencanaan (Planning)

Pada siklus ini, guru memberikan arahan kepada siswa agar lebih

aktif dalam pembelajaran agar indikator penbelajaran dan hasil belajar

yang diharapkan dapat tercapai. Sebelum melaksanakan pembelajaran

dengan media audio visual guru melakukan perencanaan sebagai

berikut:

a. Menentukan sub pokok bahasan yang akan diajarkan yaitu tentang

penyebab pemanasan global, dampak pemanasan global, dan upaya

menanggulangi pemanasan global.

b. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

c. Mempersiapkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan

media audiovisual.

d. Mempersiapkan media pembelajaran yaitu video animasi

audiovisual.

e. Membuat lembar pengamatan siswa untuk mengetahui keaktifan

belajar siswa dalam pembelajaran.

f. Membuat lembar observasi guru untuk mengetahui perkembangan

guru dalam melaksanakan pembelajaran.

g. Membuat soal post test sebagai evaluasi dan mengetahui

kemampuan siswa.

2. Tindakan (Acting)

61
a. Kegiatan awal

1) Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama-sama.

2) Guru mengecek kehadiran siswa.

3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

4) Guru menyampaikan manfaat dari materi pembelajaran.

5) Guru memberikan apersepsi tentang pemanasan global.

b. Kegiatan inti

1) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kerja.

2) Guru memberikan arahan kegiatan pembelajaran dan

penugasan.

3) Guru menyajikan video tentang penyebab pemanasan global,

dampak dari pemanasan global, dan upaya menanggulangi

pemanasan global.

4) Guru menyuruh siswa untuk mencari informasi dari video yang

telah ditayangkan.

5) Siswa mengamati dan mencatat informasi dari video

pembelajaran pemanasan global yang telah ditayangkan.

6) Guru menyuruh siswa untuk menuliskan informasi yang

didapatkan dari video yang telah ditayangkan.

7) Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi tentang efek rumah

kaca dan pemanasan global dari video yang ditayangkan.

8) Siswa berdiskusi dengan teman sekelompok tentang efek

rumah kaca dan pemanasan global.

62
9) Siswa berdiskusi dengan teman sekelompok untuk

memverifikasi dan menguatkan hasil diskusinya dengan

membaca buku.

10) Siswa berdiskusi untuk menyimpulkan hasil dari diskusi

kelompok.

11) Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi

kelompok di depan kelas.

c. Penutup

1) Guru melakukan tanya jawab kepada siswa tentang video yang

ditayangkan untuk meningkatkan keaktifan siswa.

2) Peserta didik beserta guru mereview hasil kegiatan

pembelajaran.

3) Peserta didik beserta guru menyimpulkan materi hasil kegiatan

pembelajaran.

4) Guru memberikan penguatan materi.

5) Guru menutup dengan salam.

3. Pengamatan (Observating)

Pengamatan dilakukan seperti pada siklus I yaitu hasil pengamatan

hasil pengamatan dimasukkan ke dalam lembar pengamatan siswa dan

lembar pengamatan guru.

4. Refleksi (Reflection)

Hasil pembelajaran pada siklus II mengalami peningkatan

dibandingkan dengan siklus I, yaitu:

63
a. Siswa lebih termotivasi untuk belajar.

b. Siswa aktif dalam pembelajaran ditandai dengan siswa sudah

berani mengajukan pertanyaan dan antusias menjawab pertanyaan.

c. Siswa terfokus pada materi dan pembelajaran

d. Siswa tidak ramai sehingga kelas menjadi kondusif

64
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Kondisi Awal (Pra Siklus)

Permasalahan yang dihadapi siswa kelas VII B SMP N 2 Muntilan

terutama pada materi pemanasan global adalah kurangnya minat siswa

dalam pembelajaran sehingga hasil belajar masih rendah. Dalam

pembelajaran masih banyak siswa yang ramai dan bermain bersama

temannya. Siswa kurang memperhatikan pelajaran. Sehingga

pembelajaran masih kurang kondusif. Hal ini disebabkan karena

mereka beranggapan bahwa IPA adalah mata pelajaran yang sulit

untuk dipelajarai. Selain itu, juga disebabkan karena siswa merasa

jenuh dan mengantuk dalam pembelajaran. Metode yang digunakan

guru kurang menarik bagi siswa. Guru masih menggunakan metode

konvensional yaitu metode ceramah sehingga siswa merasa bosan.

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, menunjukkan

bahwa kemampuan siswa terhadap mata pelajaran IPA materi

pemanasan global masih rendah. Hasil belajar siswa dapat dilihat

dalam tabel berikut ini:

65
Tabel 4.1 Hasil Belajar Pra siklus
(Sumber: Data Sekolah)

NO. NAMA KETERANGAN


NILAI KKM = 79

1. Siswa 1 68 Tidak Tuntas

2. Siswa 2 68 Tidak Tuntas

3. Siswa 3 80 Tuntas

4. Siswa 4 56 Tidak Tuntas

5. Siswa 5 72 Tidak Tuntas

6. Siswa 6 60 Tidak Tuntas

7. Siswa 7 68 Tidak Tuntas

8. Siswa 8 70 Tidak Tuntas

9. Siswa 9 60 Tidak Tuntas

10. Siswa 10 92 Tuntas

11. Siswa 11 72 Tidak Tuntas

12. Siswa 12 88 Tuntas

13. Siswa 13 70 Tidak Tuntas

14. Siswa 14 84 Tuntas

15. Siswa 15 92 Tuntas

16. Siswa 16 76 Tidak Tuntas

17. Siswa 17 84 Tuntas

18. Siswa 18 84 Tuntas

66
19. Siswa 19 96 Tuntas

20. Siswa 20 80 Tuntas

21. Siswa 21 76 Tidak Tuntas

22. Siswa 22 80 Tuntas

23. Siswa 23 92 Tuntas

24. Siswa 24 70 Tidak Tuntas

25. Siswa 25 68 Tidak Tuntas

26. Siswa 26 64 Tidak Tuntas

27. Siswa 27 64 Tidak Tuntas

28. Siswa 28 74 Tidak Tuntas

29. Siswa 29 84 Tuntas

30. Siswa 30 84 Tuntas

31. Siswa 31 84 Tuntas

Jumlah 2360

Rata-rata 76,12

Persentase Siswa Tuntas 45,2%

Persentase Siswa Tidak Tuntas 54,8%

a. Persentase siswa yang tuntas

Persentase = %

Persentase =

Persentase = 45,2%

67
b. Persentase siswa yang tidak tuntas

Persentase = %

Persentase =

Persentase = 54,8%

Hasil Belajar Pra siklus

45.20% Tuntas
54.80% Tidak Tuntas

Gambar 4.1 Hasil Belajar Pra Siklus

Berdasarkan gambar 4.1, diketahui jumlah siswa yang

tuntas adalah 14 siswa dengan persentase 45,2% dari keseluruhan

siswa yang berjumlah 31 siswa. Sedangkan jumlah siswa yang

tidak tuntas adalah sebanyak 17 siswa dengan persentase 54,8%.

Dengan nilai rata-rata kelasnya adalah 76,12. Hal ini menunjukkan

bahwa hasil belajar pra siklus baik individu maupun klasikal masih

belum mencapai indikator keberhasilan.

68
2. Analisis Data Siklus I

a. Hasil Belajar

Hasil belajar pada siklus I yaitu:

Tabel 4.2 Nilai Hasil Belajar Siklus I

NO. NAMA NILAI KETERANGAN


KKM=79

1. Siswa 1 Tuntas
85

2. Siswa 2 Tuntas
85

3. Siswa 3 Tidak Tuntas


75

4. Siswa 4 Tuntas
80

5. Siswa 5 Tuntas
85

6. Siswa 6 Tuntas
95

7. Siswa 7 80 Tuntas

8. Siswa 8 80 Tuntas

9. Siswa 9 65 Tidak Tuntas

10. Siswa 10 85 Tuntas

11. Siswa 11 85 Tuntas

12. Siswa 12 90 Tuntas

13. Siswa 13 65 Tidak Tuntas

14. Siswa 14 80 Tuntas

15. Siswa 15 85 Tuntas

16. Siswa 16 75 Tidak Tuntas

69
17. Siswa 17 Tuntas
80

18. Siswa 18 Tuntas


90

19. Siswa 19 85 Tuntas

20. Siswa 20 90 Tuntas

21. Siswa 21 85 Tuntas

22. Siswa 22 70 Tidak Tuntas

23. Siswa 23 90 Tuntas

24. Siswa 24 80 Tuntas

25. Siswa 25 70 Tidak Tuntas

26. Siswa 26 90 Tuntas

27. Siswa 27 100 Tuntas

28. Siswa 28 75 Tidak Tuntas

29. Siswa 29 80 Tuntas

30. Siswa 30 95 Tuntas

31. Siswa 31 85 Tuntas

Jumlah 2560

Rata-rata 82,58

Persentase Siswa Tuntas 77,4%

Persentase Siswa Tidak Tuntas 22,6%

1) Persentase siswa yang tuntas

Persentase = %

70
Persentase =

Persentase = 77,4%

2) Persentase siswa yang tidak tuntas

Persentase = %

Persentase =

Persentase = 22,6%

Hasil Belajar Siklus 1

22.58%
Tuntas
Tidak Tuntas
77.42%

Gambar 4.2 Hasil Belajar siklus I

Berdasarkan data siklus I, jumlah siswa yang tuntas adalah

24 siswa dengan persentase 77,42%. Sedangkan siswa yang belum

tuntas adalah sebanyak 7 siswa dengan persentase 22,58%. Dan

nilai rata-rata kelas adalah 82,58.

Hasil belajar dari penelitian pada siklus I dapat

dibandingkan dengan hasil belajar pra siklus pada tabel 4.3 di

bawah ini:

71
Tabel 4.3 Rekapitulasi Pra Siklus dengan Siklus I

Keterangan Pra Siklus Siklus I

Tuntas 14 24

Tidak Tuntas 17 7

Rata-rata 82,58
76,12

Persentase

Ketuntasan 45,2% 77,4%

Berdasarkan tabel 4.3 tersebut dapat diketahui bahwa hasil

belajar dari pra siklus ke siklus I mengalami peningkatan. Yaitu

jumlah siswa yang tuntas dari 14 siswa dengan persentase 45,2%

menjadi 24 siswa dengan persentase 77,4%. Hasil belajar kelas

VII B sudah mengalami peningkatan sebesar 32,2%. Namun,

indikator keberhasilan belum tercapai sehingga perlu dilaksanakan

tindakan siklus II.

72
b. Pengamatan

1) Siswa

Tabel 4.4 Lembar Pengamatan Siswa Siklus I

Aspek Pengamatan
No. Nama
Keaktifan Perhatian Penugasan

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1. Siswa 1 v v v

2. Siswa 2 v v v

3. Siswa 3 v v v

4. Siswa 4 v v v

5. Siswa 5 v v v

6. Siswa 6 v v v

7. Siswa 7 v v v

8. Siswa 8 v v v

9. Siswa 9 v v v

10. Siswa 10 v v v

11. Siswa 11 v v v

12. Siswa 12 v v v

13. Siswa 13 v v v

14. Siswa 14 v v v

15. Siswa 15 v v v

16. Siswa 16 v v v

73
17. Siswa 17 v v v

18. Siswa 18 v v v

19. Siswa 19 v v v

20. Siswa 20 v v v

21. Siswa 21 v v v

22. Siswa 22 v v v

23. Siswa 23 v v v

24. Siswa 24 v v v

25. Siswa 25 v v v

26. Siswa 26 v v v

27. Siswa 27 v v v

28. Siswa 28 v v v

29. Siswa 29 v v v

30. Siswa 30 v v v

31. Siswa 31 v v v

Jumlah 86 89 86
Persentase 69,35% 71,77% 69,35%

Kualifikasi Baik Baik Baik

a) Keterangan:

1 = Sangat Tidak Baik 4 = Baik

2 = Tidak Baik 5 = Sangat Baik

74
3 = Kurang Baik

b)

c) Kriteria Penilaian

Tingkat keberhasilan Arti


(%)

85-100 Sangat Baik (SB)

65-84 Baik (B)

55-64 Cukup (C)

0-54 Kurang (K)

(1) Persentase Keaktifan

Persentase =

Persentase = 69,4%

(2) Persentase Perhatian

Persentase =

Persentase = 71,77%

(3) Persentase Penugasan

75
Persentase =

Persentase = 69,35%

2) Guru

Tabel 4.5 Lembar Pengamatan Guru Siklus I

Skor
No. Aspek yang Diamati
1 2 3 4

1. Melakukan persiapan pembelajaran v

2. Memeriksa kesiapan siswa v

3. Menyampaikan tujuan yang akan dicapai v

4. Melakukan apersepsi v

5. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok v

6. Memberikan arahan dan penugasan diskusi kepada siswa v

7. Menayangkan video pembelajaran v

8. Mengarahkan kepada siswa untuk melakukan diskusi v

9. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran v

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberi

10. dan menjawab pertanyaan v

Membantu siswa yang kesulitan dalam diskusi

11. pembelajaran v

12. Membimbing siswa untuk memberikan kesimpulan v

13. Meminta masing-masing kelompok untuk v

76
mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.

14. Menyimpulkan tentang materi yang diajarkan. v

15. Mengakhiri pelajaran dengan berdoa dan salam. v

Jumlah 43

Persentase 71,66%

Kualifikasi Baik

a) Keterangan:

1 = Sangat Tidak Baik 4 = Baik

2 = Tidak Baik 5 = Sangat Baik

3 = Kurang Baik

b)

c) Kriteria Penilaian

Tingkat keberhasilan Arti

(%)

85-100 Sangat Baik (SB)

65-84 Baik (B)

55-64 Cukup (C)

0-54 Kurang (K)

77
Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus I dapat diketahui

bahwa persentase pada aspek keaktifan sebesar 69,4%, persentase

pada aspek perhatian sebesar 71.8%, dan persentase pada aspek

penugasan sebesar 69,4%. Hal ini menunjukkan bahwa

pembelajaran siswa di kelas dapat dikategorikan baik.

c. Refleksi

Berdasarkan pengamatan siswa pada siklus I, diketahui

persentase keaktifan siswa adalah 69,35% dengan kualifikasi baik.

Pada saat proses pembelajaran, siswa masih pasif. Siswa masih

belum aktif bertanya maupun menjawab pertanyaan yang

diberikan. Sebagian besar masih malu-malu untuk bertanya dan

belum menguasai materi untuk menjawab pertanyaan. Dalam

pembelajaran, hanya beberapa siswa yang mencatat materi yang

penting. Selain itu, dalam diskusi kelompok baru sebagian anak

yang aktif. Masih ada beberapa anak yang hanya diam dalam

kolompok.

Berdasarkan data di atas diketahui bahwa pada aspek

perhatian siswa yaitu 71,77% dengan kualifikasi baik. Pada saat

pembelajaran, beberapa siswa telah mengikuti pembelajaran

dengan baik. Namun masih banyak siswa yang ramai dan berbicara

sendiri. Suasana pembelajaran masih belum kondusif. Siswa belum

terfokus pada materi.

78
Pada aspek penugasan siswa yaitu 69,35% dengan

kualifikasi baik. Siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru

dengan baik. Namun sebagian besar tugas yang dikerjakan belum

maksimal. Siswa masih belum menguasai materi yang diajarkan.

Berdasarkan pada pengamatan siswa tersebut, dapat dijadikan

refleksi untuk perbaikan pada siklus II yaitu:

1) Guru lebih memperhatikan siswa yang pasif, agar ikut aktif

bertanya dan menjawab pertanyaan.

2) Guru membimbing siswa yang pasif dalam diskusi kelompok,

agar aktif dan berpartisipasi dalam kelompok.

3) Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membaca dan

mempelajari materi pada siklus II, agar siswa lebih menguasai

materi.

4) Guru lebih tegas kepada siswa yang ramai dan tidak fokus pada

pembelajaran.

5) Guru lebih menarik dan menguasai dalam mengelola kelas dan

pembelajaran menggunakan media audio visual.

79
3. Analisis Data Siklus II

a. Hasil Belajar

Tabel 4.6 Nilai Hasil Belajar Siklus II

NO. NAMA NILAI KETERANGAN


KKM=79

1. Siswa 1 Tuntas
80

2. Siswa 2 Tidak Tuntas


75

3. Siswa 3 Tuntas
90

4. Siswa 4 Tidak Tuntas


65

5. Siswa 5 Tuntas
90

6. Siswa 6 Tuntas
95

7. Siswa 7 Tuntas
80

8. Siswa 8 Tuntas
95

9. Siswa 9 Tuntas
85

10. Siswa 10 Tuntas


85

11. Siswa 11 75 Tidak Tuntas

12. Siswa 12 85 Tuntas

13. Siswa 13 90 Tuntas

14. Siswa 14 95 Tuntas

15. Siswa 15 85 Tuntas

16. Siswa 16 90 Tuntas

17. Siswa 17 80 Tuntas

80
18. Siswa 18 Tuntas
95

19. Siswa 19 Tuntas


95

20. Siswa 20 90 Tuntas

21. Siswa 21 80 Tuntas

22. Siswa 22 Tuntas


90

23. Siswa 23 Tuntas


80

24. Siswa 24 85 Tuntas

25. Siswa 25 80 Tuntas

26. Siswa 26 65 Tidak Tuntas

27. Siswa 27 Tuntas


85

28. Siswa 28 85 Tuntas

29. Siswa 29 85 Tuntas

30. Siswa 30 85 Tuntas

31. Siswa 31 90 Tuntas

Jumlah 2630

Rata-rata 84,8

Persentase Siswa Tuntas 87,1%

Persentase Siswa Tidak Tuntas 12,9%

1) Persentase siswa yang tuntas

Persentase = %

Persentase =

81
Persentase = 87,1%

2) Persentase siswa yang tidak tuntas

Persentase = %

Persentase =

Persentase = 12,9%

Hasil Belajar Siklus II

12.90%

Tuntas
Tidak Tuntas

87.10%

Gambar 4.3 Hasil Belajar Siklus II

Berdasarkan data siklus II, jumlah siswa yang tuntas

adalah 27 siswa dengan persentase 87,09%. Sedangkan siswa yang

belum tuntas adalah sebanyak 4 siswa dengan persentase 12,90%.

Dan nilai rata-rata kelas adalah 84,84.

Hasil penelitian dari siklus II dapat dibandingkan dengan

siklus I pada tabel berikut:

82
Tabel 4.7 Rekapitulasi Siklus I dan II

Keterangan Siklus I Siklus II

Tuntas 24 27

Tidak Tuntas 7 4

Persentase

Ketuntasan 77,4% 87,1%

Berdasarkan tabel 4.7 tersebut dapat diketahui bahwa hasil

belajar dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Yaitu

jumlah siswa yang tuntas dari 24 siswa dengan persentase 77,4%

menjadi 27 siswa dengan persentase 87,1%. Pada siklus II telah

mengalami peningkatan sebesar 9,7%. Karena hasil belajar kelas

VII B sudah mengalami peningkatan dan sudah mencapai

indikator keberhasilan yaitu siswa yang tuntas KKM

persentasenya 87,1% maka penelitian dihentikan.

83
b. Pengamatan

1) Siswa

Tabel 4.8 Lembar Pengamatan Siswa Siklus II

Aspek Pengamatan
No. Nama
Keaktifan Perhatian Penugasan

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1. Siswa 1 v v v

2. Siswa 2 v v v

3. Siswa 3 v v v

4. Siswa 4 v v v

5. Siswa 5 v v v

6. Siswa 6 v v v

7. Siswa 7 v v v

8. Siswa 8 v v v

9. Siswa 9 v v v

10. Siswa 10 v v v

11. Siswa 11 v v v

12. Siswa 12 v v v

13. Siswa 13 v v v

14. Siswa 14 v v v

15. Siswa 15 v v v

16. Siswa 16 v v v

84
17. Siswa 17 v v v

18. Siswa 18 v v v

19. Siswa 19 v v v

20. Siswa 20 v v v

21. Siswa 21 v v v

22. Siswa 22 v v v

23. Siswa 23 v v v

24. Siswa 24 v v v

25. Siswa 25 v v v

26. Siswa 26 v v v

27. Siswa 27 v v v

28. Siswa 28 v v v

29. Siswa 29 v v v

30. Siswa 30 v v v

31. Siswa 31 v v v

Jumlah 97 98 100

Persentase 78,2% 79,03% 80,6%

Kualifikasi Baik Baik Baik

a) Persentase Keaktifan

Persentase =

85
Persentase = 78,2%

b) Persentase Perhatian

Persentase =

Persentase = 79,03%

c) Persentase Penugasan

Persentase =

Persentase = 80,6%

Dari hasil pengamatan pada siklus II dapat diketahui bahwa

persentase keaktifan sebesar 78,2%, persentase perhatian sebesar

79,03%, dan persentase penugasan sebesar 80,6%. Hal ini

menunjukkan bahwa pembelajaran siswa di kelas dapat

dikategorikan baik.

Tabel 4.9 Rekapitulasi Pengamatan pada Siswa Siklus I


dan Siklus II

Aspek Siklus I Siklus II

Keaktifan 69,4% 78,2%

Perhatian 71.8% 79,03%

Penugasan 69,4% 80,6%

86
Dari hasil pengamatan pada siklus II dapat diketahui bahwa

persentase pada aspek keaktifan meningkat dari siklus sebelumnya

yaitu dari 69,4% menjadi 78,2%. Persentase pada aspek perhatian

meningkat dari 71,8% menjadi 79,03%. Dan persentase pada

aspek penugasan meningkat dari 69,4% menjadi 80,6%.

2) Guru

Tabel 4.10 Lembar Pengamatan Guru Siklus II

Skor
No. Aspek yang Diamati
1 2 3 4

1. Melakukan persiapan pembelajaran v

2. Memeriksa kesiapan siswa v

3. Menyampaikan tujuan yang akan dicapai v

4. Melakukan apersepsi v

5. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok v

6. Memberikan arahan dan penugasan diskusi kepada siswa v

7. Menayangkan video pembelajaran v

8. Mengarahkan kepada siswa untuk melakukan diskusi v

9. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran v

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberi

10. dan menjawab pertanyaan v

Membantu siswa yang kesulitan dalam diskusi

11. pembelajaran v

87
12. Membimbing siswa untuk memberikan kesimpulan v

Meminta masing-masing kelompok untuk

13. mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. v

14. Menyimpulkan tentang materi yang diajarkan. v

15. Mengakhiri pelajaran dengan berdoa dan salam. v

Jumlah 50

Persentase 83,3%

Kualifikasi Sangat Baik

c. Refleksi

Berdasarkan pengamatan siswa pada siklus II, diketahui

persentase keaktifan siswa meningkat. Yaitu menjadi 78,2%

dengan kualifikasi baik. Pada siklus ini siswa sudah aktif dalam

menjawab maupun mengajukan pertanyaan baik dalam

pembelajaran ataupun diskusi kelompok. Siswa yang semula pasif

sebagian besar sudah berani aktif dalam pembelajaran.

Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa pada aspek

perhatian siswa meningkat menjadi 79,03% dengan kualifikasi

baik. Siswa mengikuti pembelajaran dengan baik dan lebih fokus

pada materi. Siswa sudah tidak ramai sendiri, sehingga

pembelajaran menjadi kondusif.

88
Pada aspek penugasan siswa juga meningkat menjadi

80,6% dengan kualifikasi baik. Siswa dapat mengerjakan tugas

yang diberikan guru dengan baik dan hasilnya lebih maksimal dari

siklus sebleumnya.

Berdasarkan data-data di atas menunjukkan bahwa

penggunaan media animasi berbasis audio visual dapat

meningkatkan hasil belajar siswa.

4. Perbandingan Hasil Antar Siklus

Data hasil belajar pra siklus, siklus I, dan siklus II dapat

disimpulkan pada tabel berikut:

Tabel 4.11 Perbandingan Hasil Belajar Antar Siklus

Hasil Belajar

No. Nama Pra


Siklus I Siklus II
Siklus

1 Siswa 1 68 85 80

2 Siswa 2 68 85 75

3 Siswa 3 80 75 90

4 Siswa 4 56 80 65

5 Siswa 5 72 85 90

6 Siswa 6 60 95 95

7 Siswa 7 68 80 80

8 Siswa 8 70 80 95

89
9 Siswa 9 60 65 85

10 Siswa 10 92 85 85

11 Siswa 11 72 85 75

12 Siswa 12 88 90 85

13 Siswa 13 70 65 90

14 Siswa 14 84 80 95

15 Siswa 15 92 85 85

16 Siswa 16 76 75 90

17 Siswa 17 84 80 80

18 Siswa 18 84 90 95

19 Siswa 19 96 85 95

20 Siswa 20 80 90 90

21 Siswa 21 76 85 80

22 Siswa 22 80 70 90

23 Siswa 23 92 90 80

24 Siswa 24 70 80 85

25 Siswa 25 68 70 80

26 Siswa 26 64 90 65

27 Siswa 27 64 100 85

28 Siswa 28 74 75 85

29 Siswa 29 84 80 85

30 Siswa 30 84 95 85

90
31 Siswa 31 84 85 90

Jumlah 2360 2560 2630

84,83870
76,129 82,5806
Rata-rata 97

Berdasarkan tabel 4.11 tersebut dapat diketahui bahwa pada tahap

pra siklus siswa yang tuntas sebanyak 14 siswa dan yang tidak tuntas

berjumlah 17 siswa. Pada siklus I, siswa yang tuntas sebanyak 24

siswa dan yang tidak tuntas sebanyak 7 siswa. Dan pada siklus II,

siswa yang tuntas sebanyak 27 siswa dan yang tidak tuntas sebanyak 4

siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ketuntasan hasil belajar

meningkat. Dari pra siklus berjumlah 14 siswa, pada siklus I

meningkat menjadi 24 siswa, dan pada siklus II meningkat menjadi 27

siswa.

Rata-rata hasil belajar dari pra siklus sebesar 76,12. Pada siklus I

rata-ratanya adalah 82,85 dan pada siklus II rata-ratanya adalah 84,84.

Rata-rata dari pra siklus ke siklus I meningkat sebesar 6,73. Pada

siklus I ke siklus II meningkat sebesar 1,99.

Persentase ketuntasan pada pra siklus yaitu 45,2% dan yang tidak

tuntas 54,8%. Persentase ketuntasan pada siklus I sebesar 77,4% dan

yang belum tuntas sebesar 22,58%. Persentase ketuntasan pada siklus

II adalah 87,1% dan yang belum tuntas sebesar 12,9%. Dari pra siklus

91
ke siklus I meningkat sebesar 32,2%. Dan peningkatan persentase dari

siklus I ke siklus II sebesar 9,7%.

Tabel 4.12 Hasil Perbandingan Antar Siklus

Pra Siklus

Keterangan Siklus Siklus I II

Tuntas 14 24 27

Belum Tuntas 17 7 4

Persentase

Ketuntasan 45,2% 77,4% 87,1%

Pra Siklus Siklus I dan siklus II

45.20% Pra Siklus


87.10%
Siklus I
77.40% Siklus II

Gambar 4.4 Rekapitulasi Pra Siklus Siklus I dan Siklus II

Bedasarkan tab3l 4.11 dan gambar 4.4 dapat disimpulkan bahwa

siswa yang telah mencapai KKM di setiap siklus mengalami

peningkatan. Dari pra siklus hanya 45,2% yaitu 14 siswa yang tuntas

dari keseluruhan jumlah siswa sebanyak 31. Pada siklus I siswa yang

92
tuntas menjadi 77,40% yaitu 24. Dan pada siklus II siswa yang tuntas

menjadi 87,1% yaitu 27 siswa. Pada siklus II, siklus dihentikan karena

indikator keberhasilan telah tercapai yaitu siswa yang tuntas KKM

telah mencapai persentase 85%.

5. Pembahasan Hasil Penelitian

Setelah dilakukan penelitian pada siklus I dan siklus II dengan

menggunakan media animasi berbasis audio visual pada materi

pemanasan global diperoleh data hasil belajar siswa kelas VII B SMP

N 2 Muntilan.

Pada siklus I jumlah siswa yang tuntas adalah 24 siswa dengan

persentase 77,4%. Dan jumlah siswa yang belum tuntas adalah 7 siswa

dengan persentase 22,6%. Dari hasil belajar pra siklus ke siklus I

mengalami peningkatan sebesar 32,2%. Meskipun telah mengalami

peningkatan, namun jumlah siswa yang tuntas KKM pada siklus ini

adalah 77,4% dan belum mencapai 85%. Yang artinya indikator

keberhasilan yaitu jumlah siswa yang tuntas KKM adalah ≥ 85%

belum tercapai. Maka perlu dilakukan tindakan siklus II untuk

mendapatkan perbaikan.

Pada siklus II jumlah siswa yang tuntas adalah 27 siswa dengan

persentase 87,1%. Jumlah siswa yang tidak tuntas sebanyak 4 siswa

dengan persentase 12,9%. Dari hasil belajar siklus I ke siklus II

mengalami peningkatan 9,7%. Jumlah siswa yang tuntas KKM pada

93
siklus II sudah mencapai 85% yaitu sebesar 87,1% yang artinya telah

mencapai indikator keberhasilan. Maka penelitian dihentikan.

Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dengan

menggunakan animasi berbasis audio visual hasil belajar siswa

meningkat. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Nasichin.

Menurut Nasichin, pembelajaran IPA materi pertumbuhan hewan dan

tumbuhan menggunakan media audio visual pada siswa kelas III MI

Tawang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibuktikan dengan

adanya kenaikan hasil belajar pada setiap siklus. Dimana pada pra

siklus ada 9 siswa atau 30% siswa yang tuntas KKM. Pada siklus I

naik menjadi 18 siswa atau 60%. Dan pada siklus II ada 25 siswa atau

83% (Nasichin, 2015: 72).

Selain itu hasil penelitian juga sejalan dengan penelitian yang

dilakukan Mirandra. Menurut Mirandra, prestasi belajar siswa setelah

penggunaan media audio visual dalam pembelajaran IPA pada siswa

kelas III B MI Sanalul Ula Piyungan Bantul mengalamai peningkatan.

Hal ini ditunjukkan pada prestasi belajar yang dicapai siswa.

Persentase keberhasilan pada siklus I adalah 83,33%, sedangkan pada

siklus II persentase keberhasilan siswa sebesar 94,74% (Mirandra,

2012: 119).

Sedangkan menurut Bahriyan, penggunaan media audio visual

dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi sumber daya alam dan

kegiatan manusia pada siswa kelas V SD N Tingkir Lor 01 Salatiga

94
yang dapat dilihat dari hasil tes yang diperoleh. Jumlah siswa yang

tuntas pada siklus I adalah 16 siswa mengalami peningkatan 4 siswa

sehingga jumlah siswa yang tuntas pada siklus II adalah 20 siswa. Pada

siklus II ke siklus III mengalami peningkatan sebanyak 5 siswa yaitu

berjumlah 25 siswa yang tuntas pada siklus III (Bahriyan, 2016: 66).

Penelitian yang dilakukan Bahriyan juga sejalan dengan penelitianyang

dilakukan penulis. Yaitu penggunaan media audio visual dapat

meningkatkan hasil belajar siswa.

Berdasarkan pendapat-pendapat dari penelitian yang telah

dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio

visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan

peningkatan hasil belajar dari siklus ke siklus yang telah dijelaskan di

atas.

95
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa

penggunaan video animasi berbasis audio visual dalam proses

pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi pemanasan

global pada siswa kelas VII B SMP N 2 Muntilan Tahun Pelajaran

2018/2019. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil

belajar siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I, jumlah siswa yang tuntas

sebanyak 24 siswa dari 31 siswa dengan persentase 77,4% dan belum

tuntas sebanyak 22,6%. Rata-rata hasil belajar pada siklus I adalah 82,85.

Hal ini membuktikan bahwa nilai hasil belajar pada siklus ini meningkat

6,73 yang semula 76,12 menjadi 82,85. Meskipun pada siklus I terjadi

peningkatan hasil belajar namun belum mencapai ketuntasan 85% dari

jumlah keseluruhan siswa sehingga indikator keberhasilan belum tercapai.

Pada siklus II siswa yang tuntas sebanyak 27 siswa dengan persentase

87,1% dan yang belum tuntas sebanyak 4 siswa dengan persentase 12,9%.

Rata-rata hasil belajar pada siklus II adalah 84,84. Pada siklus ini hasil

belajar naik meningkat sebesar 1,99 yang semula 82,85 menjadi 84,84.

Karena indikator keberhasilan telah tercapai, yaitu siswa yang mendapat

nilai ≥79 telah mencapai persentase 85% maka penelitian dihentikan.

96
B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti dapat mengajukan saran

sebagai berikut:

1. Bagi Sekolah

Sekolah sebaiknya memberikan sosialisasi tentang media pembelajaran

ataupun metode pembelajaran yang menarik bagi siswa.

2. Bagi Guru

a. Guru seharusnya menciptakan pembelajaran yang menarik bagi

siswa dengan menggunakan media atau metode pembelajaran yang

lebih kreatif.

b. Guru sebaiknya menggunakan media pembelajaran video animasi

berbasis audio visual untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

3. Bagi Siswa

a. Siswa seharusnya aktif dalam pembelajaran

b. Siswa harus fokus dalam pembelajaran agar hasil belajar dapat

maksimal.

97
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara

Arsyad, Azhar. 1997. Media Pengajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Azhari. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning terhadap


Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas XI-IPA 1 pada Materi Sistem
Pernapasan di SMA Negeri Unggul Sigli. Jurnal Biologi Edukasi, (Online).
Vol.7, No. 01, (http://www.e-jurnal.com, diakses pada 20 agustus 2018)

Bahriyan, Wildan. 2016. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Media


Audiovisual pada Mata Pelajaran IPA Materi Sumber Daya Alam dan
Kegiatan Manusia Kelas V SDN Tingkir Lor 01 Salatiga Tahun Ajaran
2016/2017. Skripsi. Salatiga: Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
IAIN Salatiga
Binanto, Iwan. 2010. Multimedia Digital Dasar Teori dan pengembangannya.
Yogyakarta: CV Andi Offset
Cintia, Nichen Irma, Firosalia Kristin, dan Indri Anugraheni. 2018. Penerapan
Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir
Kreatif dan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Ilmu Pendidikan, (Online). Vol. 32,
No. 1, (http://journal.unj.ac.id, diakses pada 26 April 2019)
Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen PMPTK. 2008. Kriteria dan Indikator
Keberhasilan Pembelajaran. Jakarta: Direktorat Jendral Peningkatan Mutu
Pendidik
Elisandra, Fitria. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Say
Two Stray dengan Media Poster Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
pada Materi Pemanasan Global. Jurnal Pendidikan, (Online), Vol. 06, No.
03, (https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id, diakses 29 Juli 2019)
Hanafy. 2014. Konsep Belajar dan Pembelajaran. Lentera Pendidikan, (Online),
Vol.17, No. 1, (http://journal.uin-alauddin.ac.id, diakses 16 Juli 2019)
Hasbullah. 2009. Dasar dasar Ilmu pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers

Karlina, Hani. 2017. Penggunaan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan


Kemampuan Menulis Naskah Drama. E-Jurnal Literasi, (Online). Vol. 1,
No. 1, (https://jurnal.unigal.ac.id, diakses pada 07 Agustus 2019)

98
Kurniawan, Deni. 2014. Pembelajaran Terpadu Tematik (Teori, Praktik, dan
Penilaian). Bandung: Alfabeta
Mirandra, Mufti. 2012. Penggunaan Media Audiovisual dalam Meningkatkan
Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Kelas III B MI Sanalul Ula
Piyungan Bantul. Skripsi. Yogyakarta: Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Mubarok, Chusni, dan Edy Sulistyo.2014. Penerapan Model Pembelajaran
Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X TAV pada
Standar Kompetensi Melakukan Instalasi Sound System di SMK Negeri 2
Surabaya. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, (Online). Vol. 03, No. 01,
(http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id, diakses pada 19 Agustus 2019)
Mutmainna dan Ferawati. 2015. Komparasi Hasil Belajar Fisika Melalui Metode
Discovery Learning dan Assignment and Recitation. Jurnal Pendidikan
Fisika, (Online). Vol. 3, No. 1, (http://journal.uin-alauddin.ac.id, diakses
pada 20 Agustus 2019)
Nasichin.2015. Peningkatan Hasil Belajar IPA pada Materi Pertumbuhan Hewan
dan Tumbuhan dengan Menggunakan Media Audio Visual pada Siswa
Kelas III MI Tawang Semarang Barat Tahun Pelajaran 2014/2015. Skripsi.
Semarang: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Walisongo Semarang
Nurahmadi, Rosita sari. 2018. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Peserta
Didik SMP Pembangunan Piyungan Kelas VII Semeseter Genap Melalui
Model Role Playing. E-Journal Pendidikan IPA, (Online). Vol. 7, No. 8,
(http://journal.student.uny.ac.id, diakses 28 Juli 2019)
Nurkholis. 2013. Pendidikan dalam Upaya Memajukan Teknologi, Jurnal
Kependidikan, (Online), Vol. 1, No.1,(http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id,
diakses pada 16 Juli 2019)
Purjiyanta, dkk. 2016. IPA Terpadu Jilid 1 Kelas VII SMP/MTS. Jakarta: PT
Gelora Aksara
Purwanto. 2009. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Puspitosari, Heni A. 2010. Membuat Presentasi Multimedia Tingkat Lanjut.


Yogyakarta: PT. Skripta Media Creative
Romadhona, Wahyu, Yulia Djahir, dan Ikbal Barlian. 2014. Pengaruh Media
Audio Visual Berbasis Animasi Terhadap Motivasi Belajar Siswa pada
Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 6 Palembang. Jurnal Profit,
(Online), Vol. 1, No. 2, (https://ejournal.unsri.ac.id, diakses pada 22 Juli
2019)
Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT
Rineka Cipta

99
Sudaryono, Gaguk Margono, dan Wardani Rahayu. Pengembangan Instrumen
Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu
Sukarno. 2009. Penelitian Tindakan Kelas (Prinsip-Prinsip Dasar Konsep dan
Aplikasinya). Surakarta: Media Perkasa
Sukiman. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pedagogia

Triyono. 2013. Metodologi Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: Penerbit Ombak

Tursinawati. 2013. Analisis kemunculan Sikap Ilmiah Siswa dalam Pelaksanaan


Percobaan pada Pembelajaran IPA di SDN Kota Banda Aceh. Jurnal Pionir,
(Online). Vol. 1, No. 1, (http://journal.ar-raniry.ac.id, diakses pada 27 Juli
2019)
Wahjudi. 2015. Penerapan Discovery Learning dalam Pembelajaran IPA sebagai
Upaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IX-1 di SMP Negeri
1 Kalianget. Jurnal Lentera Sains, (Online). Vol.5, No.1,
(http://artikel.dikti.go.id, diakses pada 26 April 2019)
Widiasworo, Erwin. 2018. Strategi Pembelajaran Edutainment Berbasis
Karakter. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Widodo. 2017. Metodologi Penelitian Populer dan Praktis. Depok: PT Raja
Grafindo Persada
Widodo, Wahono, Fida Rachmadiarti, dan Siti Nurul Hidayati. 2017. Ilmu
Pengetahuan Alam. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang,
Kemendikbud
Wiriaatmadja, Rochiati. 2014. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya Offset

100
LAMPIRAN-LAMPIRAN

101
Lampiran 1

Pembelajaran menggunakan media pembelajaran audio visual

Suasana tanya jawab dalam pembelajaran

102
Siswa mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas

Siswa mengerjakan soal post test

103
Lampiran 2
SILABUS PEMBELAJARAN

Sekolah : SMP Negeri 2 Muntilan

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas : VII (Tujuh)

Semester : 2 (Dua)

Kompetensi Inti

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.


2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat)
dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori.

104
Kompetensi Dasar Indikator Materi Pokok Pembelajaran Penilaian

3.9.Menganalisis 3.9.1. Menjelaskan  Efek Rumah Kaca  Mengamati  Penilaian


perubahan iklim pengertian efek  Pemanasan Global tayangan tentang pengetahuan
dan dampaknya rumah kaca efek rumah kaca  Penilaian Sikap
bagi ekosistem. 3.9.2. Menjelaskan dan pemanasan
proses terjadinya global
4.9 Membuat tulisan pemanasan  Mengumpulkan
tentang gagasan global. informasi mengenai
adaptasi/ 3.9.3. Mendeskripsikan efek rumah kaca
penanggulangan definisi dan pemanasan
masalah perubahan pemanasan global
iklim. global.  Mendiskusikan
3.9.4. Mendeskripsikan tentang efek rumah
penyebab kaca dan pemanasan
pemanasan global
global.  Memberikan
3.9.5. Mendeskripsikan kesimpulan tentang
dampak dari efek rumah kaca

105
pemanasan dan pemanasan
global bagi global
kehidupan di  Mereview materi
bumi. efek rumah kaca
3.9.6. Mendeskripsikan dan pemanasan
beberapa upaya global
menanggulangi
pemanasan
global

106
Lampiran 3
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SIKLUS I

Nama Sekolah : SMP Negeri 2 Muntilan

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas/ Semester : VII (Tujuh) / 2 (Dua)

Materi Pokok : Pemanasan Global

Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2 x 40 menit)

A. Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri,
peduli, dan bertanggungjawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai
dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat
dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang lmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya
dnegan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait
fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah dan menyaji secara
kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam
ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.10. Menganalisis perubahan 3.9.7. Menjelaskan pengertian efek


iklim dan dampaknya bagi rumah kaca

107
ekosistem. 3.9.8. Menjelaskan proses
4.9. Membuat tulisan tentang terjadinya pemanasan global.
gagasan adaptasi/ 3.9.9. Mendeskripsikan definisi
penanggulangan masalah pemanasan global.
perubahan iklim.

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat :
1. Menjelaskan pengertian efek rumah kaca.
2. Menjelaskan proses terjadinya pemanasan global.
3. Mendeskripsikan definisi pemanasan global.
D. Materi Pembelajaran
Materi Pokok: Pemanasan Global

Sub materi:

1. Efek Rumah Kaca


Di atmosfer bumi terdapat banyak gas-gas rumah kaca alami. Siklus
air, karbon dioksida, dan metana adalah beberapa bagian penting yang
ada di dalamnya. Tanpa adanya gas-gas rumah kaca tersebut, kehidupan
di bumi tidak akan terjadi.

Efek rumah kaca adalah proses pemanasan alami yang terjadi ketika
gas-gas tertentu di atmosfer bumi memerangkap panas.

Prosesnya, yaitu ketika radiasi sinar matahari mengenai permukaan


bumi, maka akan menyebabkan bumi menjadi panas. Radiasi panas bumi
akan dipancarkan lagi ke atmosfer. Panas yang kembali dipantulkan oleh
bumi terhalang oleh polutan udara sehingga terperangkap dan dipantulkan
lagi ke bumi. Proses ini akan menahan beberapa panas yang terperangkap
kemudian menyebabkan suhu bumi meningkat. Akibatnya, bumi tetap
menjadi hangat dan suhunya semakin meningkat.

108
Gas rumah kaca membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam bumi,
akan tetapi gas tersebut memantulkannya kembali ke permukaan bumi.
Dengan demikian bumi tetap hangat.

Para ilmuwan telah mempelajari efek rumah kaca sejak tahun 1824.
Joseph Fourier menyatakan bahwa bumi akan jauh lebih dingin jika tidak
memiliki atmosfer. Adanya gas-gas rumah kaca inilah yang membuat
iklim bumi layak huni. Tanpa adanya efek rumah kaca, permukaan bumi
akan berubah sekitar 600 F atau 15,60C lebih dingin.

2. Pemanasan Global
Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer
bumi dan lautan secara bertahap, serta sebuah perubahan yang diyakini
secara permanen mengubah iklim bumi.
Meningkatnya kadar CO2 karena aktivitas manusia di atmosfer
selama 150 tahun terakhir membuat para ilmuwan prihatin karena
berkaitan erat dengan meningkatnya suhu global. Lebih dari satu abad,
ilmuwan telah mempelajari bagaimana gas-gas rumah kaca
menghangatkan bumi dan pembakaran bahan bakar fosil berkontribusi
terhadap pemanasan suhu bumi. Lebih dari 100 tahun yang lalu,
temperatur rata-rata suhu permukaan bumi meningkat sekitar 0.6oC.
E. Metode Pembelajaran
1. Model : Discovery Learning
2. Metode : Diskusi
F. Media Pembelajaran
Alat dan bahan
1. Alat tulis
2. Proyektor
3. LCD
4. Video animasi pembelajaran
G. Sumber Belajar
1. Buku Siswa IPA Kelas VII Kemdikbud 2017.

109
2. Buku lain yang menunjang pembelajaran.
H. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Langkah-Langkah Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Model Discovery waktu
Pendahuluan Stimulasi (Simulasi/ - Guru mengucapkan 10
Pemberian rangsang) salam dan berdoa menit
bersama-sama.
- Guru mengecek
kehadiran siswa.
- Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran.
- Guru menyampaikan
manfaat dari materi
pembelajaran.
- Guru memberikan
apersepsi dengan
mengajukan
pertanyaan “Pernahkah
kalian amati perubahan
musim yang terjadi
akhir-akhir ini?
Mengapa musim pada
saat ini tidak dapat
diprediksi? Mengapa
ini dapat terjadi? Apa
yang terjadi pada bumi
kita?

110
Kegiatan inti Problem statement - Guru membagi siswa 55
(pernyataan/identifika menjadi beberapa menit
si masalah) kelompok kerja.
- Guru memberikan
arahan kegiatan
pembelajaran dan
penugasan.
- Guru menyajikan
video tentang efek
rumah kaca dan
pemanasan global.
- Guru menyuruh siswa
untuk mencari
informasi dari video
yang telah ditayangkan
Data collection - Siswa mengamati dan
(pengumpulan data) mencatat informasi
dari video efek rumah
kaca dan pemanasan
global yang telah
ditayangkan.
- Guru menyuruh siswa
untuk menuliskan
informasi yang
didapatkan dari video
yang telah
ditayangkan.

111
Data processing - Guru menyuruh siswa
(pengolahan data) untuk berdiskusi
tentang efek rumah
kaca dan pemanasan
global dari video yang
ditayangkan.
- Siswa berdiskusi
dengan teman
sekelompok tentang
efek rumah kaca dan
pemanasan global.

Verification - Siswa berdiskusi


(pembuktian) dengan teman
sekelompok untuk
memverifikasi dan
menguatkan hasil
diskusinya dengan
membaca buku.
Generalization - Siswa berdiskusi
(menarik untuk menyimpulkan
kesimpulan/generalisa hasil dari diskusi
si) kelompok.
- Perwakilan kelompok
mempresentasikan
hasil diskusi kelompok
di depan kelas.
Penutup - Peserta didik beserta 15
guru mereview hasil menit
kegiatan pembelajaran.

112
- Peserta didik beserta
guru menyimpulkan
materi hasil kegiatan
pembelajaran.
- Guru memberikan
tugas untuk
mempelajari materi
selanjutnya.
- Guru menutup dengan
salam.

I. Penilaian
Aspek Indikator Teknik Bentuk Waktu
Instrument Penilaian

Pengetahuan 1. Menjelasakan Ulangan Soal pilihan Setelah


pengertian efek Harian ganda kegiatan
rumah kaca (Terlampir) pembelajaran
2. Menjelaskan
proses terjadinya
pemanasan
global
3. Menjelaskan
pengertian
pemanasan
global
Sikap Menunjukkan Observasi Lembar Selama
perilaku yang Observasi kegiatan
tampak (Terlampir) pembelajaran

113
114
Soal Ulangan Harian

Efek Rumah Kaca dan Pemanasan Global


1. Sebagian panas di bumi dihantarkan dengan cara…
a. radiasi
b. konduksi
c. konveksi
d. transmisi
2. Proses pemanasan alami yang terjadi ketika gas-gas tertentu di atmosfer
bumi memerangkap panas disebut…
a. pemanasan global
b. efek rumah kaca
c. gas rumah kaca
d. pemanasan bumi
3. Ilmuwan yang mempelajari efek rumah kaca sejak tahun 1824 dan
menyatakan bahwa bumi akan dingin apabila tidak diselubungi atmosfer
adalah...
a. Joseph Fourier
b. John Tyndall
c. Svante Arrhenius
d. Archimedes
4. Berikut ini yang merupakan gas-gas rumah kaca adalah…
a. CO2, CFC, CH4
b. CFC, CN, H2O
c. CH4, CO2 , CN
d. CFC, CO2 , CN
5. Berikut yang bukan merupakan gas rumah kaca adalah…
a. karbon dioksida
b. oksigen
c. metana
d. klorofluorokarbon

115
6. Kotoran hewan dari kegiatan peternakan dapat menghasilkan salah satu
gas rumah kaca, yaitu…
a. H2O
b. CH4
c. CO2
d. CFC
7. Gas rumah kaca yang diperlukan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis
adalah…
a. karbonmonoksida
b. karbondioksida
c. kloroflourokarbon
d. metana
8. Gas rumah kaca yang paling banyak di bumi berasal dari…
a. penggunaan aerosol
b. meningkatnya penggunaan pupuk kimia dalam pertanian
c. emisi dari kendaraan bermotor
d. industri pendingin
9. Peristiwa efek rumah kaca terjadi karena pengaruh…
a. sinar ultraviolet
b. sinar inframerah
c. cahaya tampak
d. sinar gamma
10. Meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer
menyebabkan…
a. radiasi panas bumi
b. suhu bumi meningkat
c. penurunan permukaan air laut
d. udara menjadi sejuk karena banyak gas rumah kaca
11. Berikut ini yang bukan penyebab meningkatnya konsentrasi gas rumah
kaca di atmosfer adalah…
a. deforestasi

116
b. emisi kendaraan bermotor
c. peternakan
d. penghijauan hutan
12. (1) peternakan
(2) pembakaran hutan
(3) penghematan listrik
(4) penggunaan produk elektronik yang ramah lingkungan.
(5) Deforestasi
Dari pernyataan di atas, yang merupakan penyebab meningkatnya gas
rumah kaca yaitu…
a. (1), (2), dan (3)
b. (1), (3), dan (5)
c. (1), (2), dan (5)
d. (2), (4), dan (5)
13. Apabila tidak ada gas rumah kaca di atmosfer bumi maka berakibat...
a. suhu bumi meningkat sehingga menyebabkan pemanasan
b. terjadi penurunan permukaan air laut
c. suhu bumi menjadi dingin dan tidak ada kehidupan di bumi.
d. terjadi radiasi di permukaan bumi
14. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di
atmosfer adalah…
a. deforestasi
b. pembakaran sampah
c. penggunaan bahan bakar ramah lingkungan
d. penggunaan pupuk alami untuk pertanian
15. Panas matahari yang dipancarkan ke bumi, akan diserap oleh bumi dan
sebagian lagi akan dipantulkan ke atmosfer. Dengan meningkatnya gas
rumah kaca, maka panas yang dipantulkan ke atmosfer akan terhalang oleh
gas rumah kaca sehingga menyebabkan terjadinya…
a. efek rumah kaca
b. pemanasan global

117
c. lapisan ozon
d. radiasi matahari
16. Penggunaan AC sebagai pendingin ruangan dengan penggunaan yang
berlebihan akan menyebabkan pemanasan global karena AC mengandung
salah satu gas rumah kaca yaitu…
a. kloroflourokarbon
b. hidroflourokarbon
c. karbon monoksida
d. karbon dioksida
17. Pada proses pemanasan global kalor akan terperangkap di bumi sehingga
menyebabkan…
a. meningkatnya suhu rata-rata bumi
b. meningkatnya kelembapan udara
c. menurunnya suhu rata-rata bumi
d. menurunnya kelembapan udara
18. Reboisasi merupakan salah satu upaya untuk mencegah pemanasan global
karena tumbuhan dapat...
a. mengikat co2 dan membebaskan o2
b. mengubah o2 dari udara menjadi co2
c. menyerap limbah industri
d. menjaga keseimbangan gas co 2 dan o2
19. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kadar gas rumah kaca
adalah…
a. mengganti listrik dengan diesel
b. membangun pembangkit listrik tenaga surya
c. membakar lahan untuk ditanami tanaman sawit
d. memperbanyak usaha peternakan
20. Peningkatan suhu rata-rata atmosfer bumi dan lautan secara bertahap, serta
sebuah perubahan yang diyakini secara permanen mengubah iklim bumi
disebut…
a. radiasi atmosfer

118
b. efek rumah kaca
c. pemanasan global
d. kenaikan suhu bumi

119
120
121
122
Lampiran 4

Lembar Pengamatan Guru

Nama Sekolah : SMP Negeri 2 Muntilan

Kelas/ Semester : VII/ 2

Tahun Pelajaran : 2018/2019

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Skor
No. Aspek yang Diamati
1 2 3 4

1. Melakukan persiapan pembelajaran

2. Memeriksa kesiapan siswa

3. Menyampaikan tujuan yang akan dicapai

4. Melakukan apersepsi

5. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok

6. Memberikan arahan dan penugasan diskusi kepada siswa

7. Menayangkan video pembelajaran

8. Mengarahkan kepada siswa untuk melakukan diskusi

9. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberi


10. dan menjawab pertanyaan

Membantu siswa yang kesulitan dalam diskusi


11. pembelajaran

123
12. Membimbing siswa untuk memberikan kesimpulan

Meminta masing-masing kelompok untuk


13. mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.

14. Menyimpulkan tentang materi yang diajarkan.

15. Mengakhiri pelajaran dengan berdoa dan salam.

Jumlah

Persentase

Kualifikasi

Keterangan:

1 = Sangat Tidak Baik 4 = Baik

2 = Tidak Baik 5 = Sangat Baik

3 = Kurang Baik

Kriteria Penilaian

Tingkat keberhasilan Arti


(%)

85-100 Sangat Baik (SB)

65-84 Baik (B)

55-64 Cukup (C)

0-54 Kurang (K)

124
Lembar Pengamatan Guru Siklus I

Skor
No. Aspek yang Diamati
1 2 3 4
1. Melakukan persiapan pembelajaran v
2. Memeriksa kesiapan siswa v
3. Menyampaikan tujuan yang akan dicapai v
4. Melakukan apersepsi v
5. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok v
6. Memberikan arahan dan penugasan diskusi kepada siswa v
7. Menayangkan video pembelajaran v
8. Mengarahkan kepada siswa untuk melakukan diskusi v
9. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran v
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberi
10. dan menjawab pertanyaan v
Membantu siswa yang kesulitan dalam diskusi
11. pembelajaran v
12. Membimbing siswa untuk memberikan kesimpulan v
Meminta masing-masing kelompok untuk
13. mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. v
14. Menyimpulkan tentang materi yang diajarkan. v
15. Mengakhiri pelajaran dengan berdoa dan salam. v
Jumlah 43
Persentase 71,66%
Kualifikasi Baik

125
Lampiran 5

Lembar Pengamatan Siswa

Nama Sekolah : SMP Negeri 2 Muntilan

Kelas/ Semester : VII/ 2

Tahun Pelajaran : 2018/2019

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Aspek Pengamatan
No. Nama
Keaktifan Perhatian Penugasan

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

126
12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

127
Jumlah

Persentase

Kualifikasi

Keterangan:

1 = Sangat Tidak Baik 4 = Baik

2 = Tidak Baik 5 = Sangat Baik

3 = Kurang Baik

Kriteria Penilaian

Tingkat Arti
keberhasilan (%)

85-100 Sangat Baik (SB)

65-84 Baik (B)

55-64 Cukup (C)

0-54 Kurang (K)

128
Lembar Pengamatan Siswa Siklus I

Aspek Pengamatan
No. Nama
Keaktifan Perhatian Penugasan

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1. Siswa 1 v v v

2. Siswa 2 v v v

3. Siswa 3 v v v

4. Siswa 4 v v v

5. Siswa 5 v v v

6. Siswa 6 v v v

7. Siswa 7 v v v

8. Siswa 8 v v v

9. Siswa 9 v v v

10. Siswa 10 v v v

11. Siswa 11 v v v

12. Siswa 12 v v v

13. Siswa 13 v v v

14. Siswa 14 v v v

15. Siswa 15 v v v

16. Siswa 16 v v v

17. Siswa 17 v v v

129
18. Siswa 18 v v v

19. Siswa 19 v v v

20. Siswa 20 v v v

21. Siswa 21 v v v

22. Siswa 22 v v v

23. Siswa 23 v v v

24. Siswa 24 v v v

25. Siswa 25 v v v

26. Siswa 26 v v v

27. Siswa 27 v v v

28. Siswa 28 v v v

29. Siswa 29 v v v

30. Siswa 30 v v v

31. Siswa 31 v v v

Jumlah 86 89 86

Persentase 69,35% 71,77% 69,35%

Kualifikasi Baik Baik Baik

130
Lampiran 6
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SIKLUS II

Nama Sekolah : SMP Negeri 2 Muntilan

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas/ Semester : VII (Tujuh) / 2 (Dua)

Materi Pokok : Pemanasan Global

Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2 X 40 menit)

A. Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya
diri, peduli, dan bertanggungjawab dalam berinteraksi secara efektif
sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah,
masyarakat dan lingkungan alam sekirar, bangsa, negara, dan kawasan
regional.
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang lmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya
dnegan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait
fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah dan menyaji secara
kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam
ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.9. Menganalisis perubahan 3.9.10. Mendeskripsikan penyebab

131
iklim dan dampaknya bagi pemanasan global.
ekosistem. 3.9.11. Mendeskripsikan dampak
4.9.Membuat tulisan tentang dari pemanasan global bagi
gagasan adaptasi/ kehidupan di bumi.
penanggulangan masalah 3.9.12. Mendeskripsikan beberapa
perubahan iklim. upaya menanggulangi
pemanasan global

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat :
4. Mendeskripsikan penyebab terjadinya pemanasan global.
5. Mendeskripsikan dampak dari pemanasan global bagi kehidupan di bumi.
6. Mendeskripsikan upaya menanggulangi pemanasan global.
D. Materi Pembelajaran
Materi pokok : Pemanasan Global
Sub materi:
1. Penyebab Pemanasan Global
Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pemanasan global
diantaranya adalah:
a. Emisi CO2 yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil sebagai
pembangkit tenaga listrik.
b. Emisi CO2 yang berasal dari pembakaran gasoline sebagai bahan
bakar alat transportasi
c. Emisi metana dari hewan, lahan pertanian, dan dari dasar laut Arktik.
d. Deforestation (penebangan liar) yang disertai dengan pembakaran
lahan hutan.
e. Penggunaan chlorofluorocarbon (CFC) dalam refrigerator (pendingin)
f. Meningkatnya penggunaan pupuk dalam pertanian.
2. Dampak pemanasan Global
Konsekuensi dari perubahan gas rumah kaca di atmosfer sulit di prediksi,
tetapi beberapa dampak yang telah nampak, yaitu sebagai berikut:

132
a. Temperatur bumi menjadi semakin tinggi di beberapa wilayah
temperaturnya menjadi lebih tinggi dan wilayah lainnya tidak.
b. Tingginya temperatur bumi dapat menyebabkan lebih banyak
penguapan dan curah hujan secara keseluruhan, tetapi masing-masing
wilayah akan bervariasi, beberapa menjadi basah dan bagian lainnya
kering.
c. Mencairnya glasier yang menyebabkan kadar air laut meningkat.
Begitu pula dengan daratan pantai yang landai, lama-kelamaan akan
mengalami peningkatan akibat penggenangan air.
d. Hilangnya terumbu karang. Sebuah laporan tentang terumbu karang
yang dinyatakan bahwa dalam kondisi terburuk, populasi karag akan
hilang pada tahun 2100 karena meningkatnya suhu dan pengasaman
laut. Sebagaimana diketahui bahwa banyak spesies lain yang
hdupnya bergantung pada terumbu karang.
e. Kepunahan spesies yang semakin meluas. Menurut penelitian yang
dipublikasikan dalam majalah Nature, peningakatan suhu dapat
menyebabkan kepunahan lebih dari satu juta spesies. Sampai saat ini
hilangnya spesies semakin meluas dan daftar spesies yang terancam
punah terus berkembang dan bertambah.
f. Kegagalan panen besar-besaran. Menurut penelitian terbaru terdapat
90% kemungkinan bahwa 3 miliar orang di seluruh dunia harus
memilih antara pergi bersama keluarganya ke tempat yang beriklim
baik atau kelaparan akibat perubahan iklim dalam kurun waktu 100
tahun.
g. Penipisan lapisan ozon. Lapisan ozon adalah salah satu laporan
atmosfer yang berada di dalam lapisan stratosfer, yaitu sekitar 17-25
km di atas permukaan bumi. Lapisan inilah yang melindungi bumi
dari bahaya radiasi sinar ultraviolet. Berdasarkan pengamatan satelit,
diketahu bahwa lapisan ozon secara berangsur-angsur mengalami
penipisan sejak pertengahan tahun 1970.
3. Usaha Menanggulangi Pemanasan Global

133
Penyebab terbesar pemanasan global adalah karbon dioksida (CO 2)
yang dilepasakan ketika bahan bakar fosil seperti minyak dan batu bara
yang dibakar untukmenghasilakan energi. Kerusakan lapisan ozon adalah
salah satu contoh dampak dari aktivitas manusia yang mengganggu
keseimbangan ekosistem dan biosfer. Beberapa usaha yang dapat
dilakukan untuk menanggulangi pemanasan global diantaranya sebagai
berikut:
a. Menggunakan energi terbarukan dan mengurangi penggunaan batu
bara, gasoline, kayu, dan bahan bakar organic lainnya.
b. Meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan.
c. Mengurangi deforestation
d. Mengurangi penggunaan produk-produk yang mengandung
chlorofluorocarbons (CFCs) dengan menggunakan produk-produk
yang ramah lingkungan.
e. Mendukung dan turut serta pada kegiatan penghijauan.
E. Metode Pembelajaran
3. Model : Discovery Learning
4. Metode : diskusi
F. Media Pembelajaran
1. Alat dan bahan
a. Alat tulis
b.Proyektor
c. LCD
d.Video animasi pembelajaran
G. Sumber Belajar
1. Buku Siswa IPA Kelas VII Kemdikbud 2017.
2. Buku lain yang menunjang pembelajaran.
H. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Langkah-Langkah Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Model Discovery waktu
Pendahuluan Stimulasi (Simulasi/ - Guru mengucapkan 10

134
Pemberian rangsang) salam dan berdoa menit
bersama-sama.
- Guru mengecek
kehadiran siswa.
- Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran.
- Guru menyampaikan
manfaat dari materi
pembelajaran.
- Guru memberikan
apersepsi tentang
pemanasan global.
Kegiatan inti Problem statement - Guru membagi siswa 55
(pernyataan/identifika menjadi beberapa menit
si masalah)
kelompok kerja.
- Guru memberikan
arahan kegiatan
pembelajaran dan
penugasan.
- Guru menyajikan
video tentang
penyebab pemanasan
global, dampak dari
pemanasan global, dan
upaya menanggulangi
pemanasan global.
- Guru menyuruh siswa
untuk mencari
informasi dari video
yang telah ditayangkan

135
Data collection - Siswa mengamati dan
(pengumpulan data) mencatat informasi
dari video
pembelajaran
pemanasan global yang
telah ditayangkan.
- Guru menyuruh siswa
untuk menuliskan
informasi yang
didapatkan dari video
yang telah
ditayangkan.

Data processing - Guru menyuruh siswa


(pengolahan data) untuk berdiskusi
tentang efek rumah
kaca dan pemanasan
global dari video yang
ditayangkan.
- Siswa berdiskusi
dengan teman
sekelompok tentang
efek rumah kaca dan
pemanasan global.

Verification - Siswa berdiskusi


(pembuktian) dengan teman
sekelompok untuk
memverifikasi dan
menguatkan hasil
diskusinya dengan
membaca buku.
Generalization - Siswa berdiskusi

136
(menarik untuk menyimpulkan
kesimpulan/generalisa hasil dari diskusi
si) kelompok.
- Perwakilan kelompok
mempresentasikan
hasil diskusi kelompok
di depan kelas.
Penutup - Peserta didik beserta 15
guru mereview hasil menit
kegiatan pembelajaran.
- Peserta didik beserta
guru menyimpulkan
materi hasil kegiatan
pembelajaran.
- Guru memberikan
penguatan materi.
- Guru menutup dengan
salam.

I. Penilaian
Aspek Indikator Teknik Bentuk Waktu
Instrument Penilaian

Pengetahuan 1. Mendeskripsikan Ulangan Soal pilihan Setelah


penyebab Harian ganda kegiatan
pemanasan pembelajar

137
138
Soal Ulangan Harian
Penyebab, dampak, dan upaya menanggulangi pemanasan global

1. Polutan yeng merupakan penyebab terjadinya pemanasan global adalah….


a. okisgen
b. karbon dioksida
c. hidrogen
d. nitrogen
2. Berikut ini merupakan faktor yang menyebabkan pemanasan global,
kecuali…
a. emisi metana
b. emisi CO2
c. penggunaan CFC
d. penghijauan hutan
3. Pertanian merupakan salah satu penyebab pemanasan global karena
pertanian menghasilkan gas…
a. Karbon dioksida
b. metana
c. chloroflourokarbon
d. oksigen
4. Berikut ini yang bukan pemicu pemanasan global adalah…
a. reboisasi
b. efek rumah kaca
c. asap kendaraan bemotor
d. pertanian
5. Aktivitas dalam kehidupan sehari-hari yang menghasilkan gas CFC
adalah…
a. asap kendaraan bermotor
b. pertanian dan peternakan
c. pendingin ruangan
d. deforestasi

139
6. (1) pertanian dan peternakan
(2) reboisasi
(3) deforestasi
(4) penggunaan CFC
Yang merupakan penyebab pemanasan global adalah…
a. (1), (2), dan (3)
b. (1), (2), dan (4)
c. (2), (3), dan (4)
d. (1), (3), dan (4)
7. Pergantian musim yang tidak teratur merupakan dampak dari…
a. penipisan ozon
b. pemanasan global
c. peningkatan suhu
d. rotasi bumi
8. Berikut ini yang bukan dampak pemanasan global adalah…
a. tenggelamnya pulau
b. naiknya permukaan air laut
c. curah hujan menjadi tinggi
d. hasil panen meningkat
9. Dampak pemanasan global bagi kesehatan adalah…
a. manusia tidak mudah terserang penyakit
b. habitat organisme patogen berkurang
c. manusia semakin kebal terhadap penyakit
d. manusia lebih mudah terserang penyakit
10. Yang merupakan dampak dari pemanasan global adalah…
a. hasil panen meningkat
b. permukaan air laut menurun
c. hilangnya terumbu karang
d. muncul pulau-pulau baru
11. Salah satu dampak dari pemanasan global adalah mencairnya es di kutub
yang menyebabkan hal-hal berikut, kecuali…

140
a. permukaan air laut menurun
b. tenggelamnya pulau yang rendah
c. punahnya spesies
d. naiknya permukaan air laut
12. Peristiwa berikut yang bukan akibat dari pemanasan global adalah…
a. kekeringan dan kelaparan
b. tingginya curah hujan
c. tsunami
d. hilangnya terumbu karang
13. (1) cuaca tidak terprediksi
(2) banjir
(3) kekeringan
(4) angina darat dan angina laut
Yang bukan merupakan dampak dari pemanasan global adalah…
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
14. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi pemanasan global adalah…
a. menggunakan energi alternatif
b. deforestasi hutan
c. penggunaan pupuk kimia
d. pendirian pabrik industry
15. Salah satu cara untuk mengurangi gas CFC adalah…
a. penggunaan AC
b. penggunaan refrigerator
c. penggunaan obat nyamuk semprot
d. penggunaan kincir angina
16. (1) reboisasi
(2) deforestasi
(3) penggunaan bahan bakar ramah lingkungan

141
(4) penggunaan AC sebagai pendingin ruangan
Yang merupakan upaya untuk mengatasi pemanasan global adalah…
a. (1) dan (2)
b. (1) dan (3)
c. (2) dan (3)
d. (3) dan (4)
17. CO2 merupakan penyebab utama dalam pemanasan global. Upaya yang
dilakukan untuk mengurangi CO2 adalah…
a. penggundulan hutan
b. memperbanyak penggunaan kendaraan bermotor
c. deforestasi
d. penghijauan
18. usaha siswa dalam pencegahan pemanasan global yaitu…
a. hemat memakai kertas
b. menghindari penggunaan kantong plastic
c. mengurangi produksi CO2 ke atmosfer dengan menggunakan energy
ramah lingkungan
d. menggunakan parfum semprot
19. Contoh penggunaan produk ramah lingkungan dalam pencegahan
pemanasan global di sekolah, kecuali…
a. berjalan kaki ke sekolah
b. melakukan daur ulang sampah
c. penggunaan kertas secara berlebihan
d. penghijauan di taman sekolah
20. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi pemanasan global
adalah penggunaan energy alternatif. Yang bukan merupakan energi
alternatif adalah…
a. angin
b. matahari
c. batubara
d. biomassa

142
143
144
145
Lampiran 7
Lembar Pengamatan Guru
Nama Sekolah : SMP Negeri 2 Muntilan

Kelas/ Semester : VII/ 2

Tahun Pelajaran : 2018/2019

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Skor
No. Aspek yang Diamati
1 2 3 4

Melakukan persiapan pembelajaran


1.
Memeriksa kesiapan siswa
2.
Menyampaikan tujuan yang akan dicapai
3.
Melakukan apersepsi
4.
Membagi siswa menjadi beberapa kelompok
5.
Memberikan arahan dan penugasan diskusi kepada siswa
6.
Menayangkan video pembelajaran
7.
Mengarahkan kepada siswa untuk melakukan diskusi
8.
Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran
9.
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberi dan
menjawab pertanyaan
10.
Membantu siswa yang kesulitan dalam diskusi pembelajaran
11.
Membimbing siswa untuk memberikan kesimpulan
12.
Meminta masing-masing kelompok untuk
mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.
13.

146
Menyimpulkan tentang materi yang diajarkan.
14.
Mengakhiri pelajaran dengan berdoa dan salam.
15.
Total skor

Skor akhir

Persentase

Kualifikasi

Keterangan:

1 = Sangat Tidak Baik 4 = Baik

2 = Tidak Baik 5 = Sangat Baik

3 = Kurang Baik

Kriteria Penilaian

Tingkat keberhasilan Arti


(%)

85-100 Sangat Baik (SB)

65-84 Baik (B)

55-64 Cukup (C)

0-54 Kurang (K)

147
Lembar Pengamatan Guru Siklus II

Skor
No. Aspek yang Diamati
1 2 3 4
1. Melakukan persiapan pembelajaran v
2. Memeriksa kesiapan siswa v
3. Menyampaikan tujuan yang akan dicapai v
4. Melakukan apersepsi v
5. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok v
6. Memberikan arahan dan penugasan diskusi kepada siswa v
7. Menayangkan video pembelajaran v
8. Mengarahkan kepada siswa untuk melakukan diskusi v
9. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran v
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberi
10. dan menjawab pertanyaan v
Membantu siswa yang kesulitan dalam diskusi
11. pembelajaran v
12. Membimbing siswa untuk memberikan kesimpulan v
Meminta masing-masing kelompok untuk
13. mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. v
14. Menyimpulkan tentang materi yang diajarkan. v
15. Mengakhiri pelajaran dengan berdoa dan salam. v
Jumlah 50
Persentase 83,3%
Kualifikasi Sangat Baik

148
Lampiran 8
Lembar Pengamatan Siswa
Nama Sekolah : SMP Negeri 2 Muntilan

Kelas/ Semester : VII/ 2

Tahun Pelajaran : 2018/2019

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Aspek Pengamatan
No. Nama
Keaktifan Perhatian Penugasan

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

149
11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

150
31.

Jumlah

Persentase

Kualifikasi

Keterangan:

1 = Sangat Tidak Baik 4 = Baik

2 = Tidak Baik 5 = Sangat Baik

3 = Kurang Baik

Kriteria Penilaian

Tingka Arti
keberhasilan (%)

85-100 Sangat Baik (SB)

65-84 Baik (B)

55-64 Cukup (C)

0-54 Kurang (K)

151
Lembar Pengamatan Siswa Siklus II

Aspek Pengamatan
No. Nama
Keaktifan Perhatian Penugasan

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1. Siswa 1 v v v

2. Siswa 2 v v v

3. Siswa 3 v v v

4. Siswa 4 v v v

5. Siswa 5 v v v

6. Siswa 6 v v v

7. Siswa 7 v v v

8. Siswa 8 v v v

9. Siswa 9 v v v

10. Siswa 10 v v v

11. Siswa 11 v v v

12. Siswa 12 v v v

13. Siswa 13 v v v

14. Siswa 14 v v v

15. Siswa 15 v v v

16. Siswa 16 v v v

17. Siswa 17 v v v

152
18. Siswa 18 v v v

19. Siswa 19 v v v

20. Siswa 20 v v v

21. Siswa 21 v v v

22. Siswa 22 v v v

23. Siswa 23 v v v

24. Siswa 24 v v v

25. Siswa 25 v v v

26. Siswa 26 v v v

27. Siswa 27 v v v

28. Siswa 28 v v v

29. Siswa 29 v v v

30. Siswa 30 v v v

31. Siswa 31 v v v

Jumlah 97 98 100

Persentase 78,2% 79,03% 80,6%

Kualifikasi Baik Baik Baik

153
Lampiran 9

Hasil Belajar Siswa Siklus I

NO. NAMA NILAI KETERANGAN


KKM=79

1. Siswa 1 85 Tuntas

2. Siswa 2 85 Tuntas

3. Siswa 3 75 Tidak Tuntas

4. Siswa 4 80 Tuntas

5. Siswa 5 85 Tuntas

6. Siswa 6 95 Tuntas

7. Siswa 7 80 Tuntas

8. Siswa 8 80 Tuntas

9. Siswa 9 65 Tidak Tuntas

10. Siswa 10 85 Tuntas

11. Siswa 11 85 Tuntas

12. Siswa 12 90 Tuntas

13. Siswa 13 65 Tidak Tuntas

14. Siswa 14 80 Tuntas

15. Siswa 15 85 Tuntas

16. Siswa 16 75 Tidak Tuntas

17. Siswa 17 80 Tuntas

154
18. Siswa 18 90 Tuntas

19. Siswa 19 85 Tuntas

20. Siswa 20 90 Tuntas

21. Siswa 21 85 Tuntas

22. Siswa 22 70 Tidak Tuntas

23. Siswa 23 90 Tuntas

24. Siswa 24 80 Tuntas

25. Siswa 25 70 Tidak Tuntas

26. Siswa 26 90 Tuntas

27. Siswa 27 100 Tuntas

28. Siswa 28 75 Tidak Tuntas

29. Siswa 29 80 Tuntas

30. Siswa 30 95 Tuntas

31. Siswa 31 85 Tuntas

Jumlah 2560

Rata-rata 82,58

Persentase Siswa Tuntas 77,4%

Persentase Siswa Tidak Tuntas 22,6%

155
Lampiran 10

Hasil Belajar Siswa Siklus II

NO. NAMA NILAI KETERANGAN


KKM=79

1. Siswa 1 80 Tuntas

2. Siswa 2 75 Tidak Tuntas

3. Siswa 3 90 Tuntas

4. Siswa 4 65 Tidak Tuntas

5. Siswa 5 90 Tuntas

6. Siswa 6 95 Tuntas

7. Siswa 7 80 Tuntas

8. Siswa 8 95 Tuntas

9. Siswa 9 85 Tuntas

10. Siswa 10 85 Tuntas

11. Siswa 11 75 Tidak Tuntas

12. Siswa 12 85 Tuntas

13. Siswa 13 90 Tuntas

14. Siswa 14 95 Tuntas

15. Siswa 15 85 Tuntas

16. Siswa 16 90 Tuntas

17. Siswa 17 80 Tuntas

156
18. Siswa 18 95 Tuntas

19. Siswa 19 95 Tuntas

20. Siswa 20 90 Tuntas

21. Siswa 21 80 Tuntas

22. Siswa 22 90 Tuntas

23. Siswa 23 80 Tuntas

24. Siswa 24 85 Tuntas

25. Siswa 25 80 Tuntas

26. Siswa 26 65 Tidak Tuntas

27. Siswa 27 85 Tuntas

28. Siswa 28 85 Tuntas

29. Siswa 29 85 Tuntas

30. Siswa 30 85 Tuntas

31. Siswa 31 90 Tuntas

Jumlah 2630

Rata-rata 84,8

Persentase Siswa Tuntas 87,1%

Persentase Siswa Tidak Tuntas 12,9%

157
158
159
160
SATUAN KETERANGAN KEGIATAN

Nama : Riska Desiyanti Jurusan : Tadris Ilmu Pengetahuan Alam

NIM : 23060150057 Dosen P.A. : Anggun Zuhaida, M.Pd

No. Nama Kegiatan Pelaksanaan Sebagai Nilai

1. OPAK IAIN Salatiga 2015 14 Agustus 2015 Peserta 3

“Penguatan Nilai-Nilai Islam Indonesia Menuju


Negara yang Aman dan Damai”

2. OPAK JURUSAN TARBIYAH IAIN 13 Agustus 2015 Peserta 3


SALATIGA 2015 dengan tema: “Integrasi
Pendidikan Karakter Mahasiswa melalui Kampus
Edukatif Humanis dan Religius”

3. LIBRARY USER EDUCATION oleh UPT 21 Agustus 2015 Peserta 2


Perpustakaan IAIN Salatiga

4. Studi Intensif Bahasa Arab (SIBA) oleh UPTB 22 Februari-10 Juni Peserta 4
IAIN Salatiga 2016

5. Studi Intensif Bahasa Inggris (SIBI) oleh UPTB 22 Februari-10 Juni Peserta 4
IAIN Salatiga 2016

6. Kursus Pembina Mahir Tingkat Dasar (KMD) 06-11 September Peserta 3


2016

7. Kursus Pembina Mahir Tingkat Lanjut (KML) 22-27 September Peserta 4


Golongan Penggalang (G) 2017

8. Kursus Bahasa Inggris di Pare oleh EGYPT 05 Januari-03 Peserta 4


Islamic Boarding and Course Februari 2017

9. Kursus Bahasa Arab di Pare oleh EGYPT Islamic 07 Januari-03 Peserta 4


Boarding and Course Februari 2018

161
10. Program Bidikmisi “Menghafal Juz 30” oleh 11 Januari-9 Peserta 4
Pondok Pesantren Madrosatul Qur’an Februari 2016
Karangjoho, Mojo, Andong, Boyolali

11. Pelatihan Kepramukaan oleh Fakultas Tarbiyah 19-21 Juli 2018 Peserta 3
dan Ilmu keguruan

12. Pelatihan Penulisan Proposal Penelitian 13 September 2018 Peserta 2


Mahasiswa Bidikmisi Angkatan 2015 di Gedung
Ahmad Dahlan IAIN Salatiga

13. Pelatihan Desain Grafis Mahasiswa Bidikmisi 17-18 Mei 2018 Peserta 2
“Berkreasi melalui Desain Grafis”

14. Training Entrepreneurship “Kiat Berwirausaha 30 Oktober 2017 Peserta 2


Sukses dan Mandiri melalui Bisnis Online” oleh
Bidikmisi IAIN Salatiga

15. ESQ Training- Champion Mentality Mahasiswa 13 Juni 2016 Peserta 2


Bidikmisi IAIN Salatiga

16. International Forum On Science (IFoS) 2018) 2018 Peserta 3


“Science as an Integral Part of Islam” oleh HMJ
Tadris IPA IAIN Salatiga

17. Seminar Nasional “Mewujudkan Indonesia Kita, 02 Mei 2018 Peserta 8


Bukan Indonesia Kami: Meningkatkan Stabilitas
Ekonomi di Tengah Gejolak Politik Indonesia”
oleh HMJ HES IAIN Salatiga

18. Scholarship Seminar “Unlocking The Future 23 Mei 2017 Peserta 2


Through Scholarships” oleh Bidikmisi IAIN
Salatiga

19. Scholarship Seminar “Drawing The Future 20 April 2018 Peserta 2


Through Scholarships” oleh Bidikmisi IAIN
Salatiga

162
20. Seminar Manajemen Bisnis Syariah “Revolusi 19 Februari 2019 Panitia 4
Perniagaan Ekonomi Syariah Modern di
Pedesaan” oleh KKN IAIN Salatiga 2019

21. Seminar Motivasi dan Kewirausahaan 24 Desember 2015 Peserta 2


“Menumbuhkan Semangat Berprestasi sebagai
Wujud Pengabdian Bangsa di Era Global” oleh
Bidikmisi IAIN Salatiga

22. Seminar Kewirausahaan “Membumikan Seni 25 Desember 2015 Peserta 2


Qur’an melalui Wirausaha” oleh JQH Al-Furqan
IAIN Salatiga

23. Seminar Kegiatan Peternakan, Pertanian, dan 16 Februari 2019 Panitia 4


Pariwisata oleh KKN IAIN Salatiga 2019

22. Workshop Peningkatan Kompetensi Pendidik dan 8-9, 11, 18 Agustus Peserta 4
Tenaga Kependidikan SMP Negeri 8 Salatiga 2018
Tahun Pelajaran 2018/2019

23. Workshop “Go Recycle Training” oleh Ma’had 19 September 2015 Peserta 2
Putri IAIN Salatiga

24. Sarasehan “Wahana Mewujudkan Solidaritas 26 Mei 2016 Peserta 2


antar Mahasiswa” oleh HMJ Tadris IPA

25. Mimbar Ilmiah Sains Indonesia I “Menjaring 2016 Peserta 2


Matahari: Kearifan Akademik terhadap
Lingkungan melalui Paperless Berbasis
Teknologi Informasi dan Komunikasi”

26. Forum Diskusi Bulanan Matematika “Aktualisasi 09 April 2018 Peserta 2


Berpikir Matematika dalam Ranah Tulisan dan
Penelitian untuk Membudayakan Literasi
Mahasiswa”

27. Apresiasi Akademik Dosen dan Mahasiswa 20 September 2017 Peserta 2

163
Tadris IPA FTIK IAIN Salatiga

28. Sosialisasi dn Desiminasi Buku: Model 28 Desember 2016 Peserta 2


Pendekatan Saintifik dalam Kehidupan
Keagamaan masyarakat Kampung Muallaf

28. Bedah Buku “Muda 7 Warna” oleh ma’had Putri 03 Oktober 2015 Peserta 2
IAIN Salatiga

29. Anniversary Youth Association of Bidikmisi 13 Agustus 2017 Peserta 2


Limardhotillah (YA BISMILLAH) ke-5 “Satu
Arah, Satukan Langkah dalam Mencapai Masa
Depan Gemilang”

30. Pengajian Akbar KKN IAIN Salatiga 2019 23 Februari 2019 Panitia 4

31. Ramadhan In Campus “Bersahabat dengan Al- 15 Juni 2017 Peserta 2


Qur’an, menjadi Keluarga Terdekat Sang Maha
Rahman” oleh Bidikmisi IAIN Salatiga

32. Ramadhan with Tadris IPA and Social Event in 08 Juni 2017 Peserta 2
Panti Asuhan Baitul Falah oleh HMJ Tadris IPA

33. Tadribu Tajhizi Al-janazah dalam Ramadhan 25 Mei 2018 Peserta 2


berbagi Kebahagiaan bersama Tadris IPA

34. Makrab: Asik Semalam bersama Scientist In 02 Desember 2018 Peserta 2


Laga (ASAM BASA) oleh HMJ Tadris IPA IAIN
Salatiga

35. Semi Finalist “Research Of Applied Chemistry 27 Mei- 02 8


Competition (REACTION) Of Chemistry Week September 2018
X” was held by Chemistry Department Faculty
Of Science at Sepuluh Nopember Institute Of
Technology, Surabaya

36. Penerimaan Anggota Baru (PAB) JQH Al-Furqan 25-26 Desember Peserta 3
2015 “Keep on Loving Holy Qur’an to Reach a

164
Pacefullness of Life” 2015

Jumlah 116

165
166
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Riska Desiyanti
Tempat/Tanggal Lahir : Magelang, 04 Desember 1996
Alamat : Gatak RT 02 RW 02, Kecamatan Mungkid,
Kabupaten Magelang
No. HP : 085743261648
e-mail : riskadesiy@gmail.com
Riwayat Pendidikan
No. Nama Sekolah Tahun
1. SD Negeri Mungkid 1 2003-2010
2. SMP Negeri 1 Mungkid 2010-2013
3. SMA Negeri 1 Muntilan 2013-2015
4. IAIN Salatiga 2015-2019
Riwayat Organisasi
No. Nama Organisasi Tahun
1. Pengurus HMI Cabang 2019-2020
Salatiga Komisariat
Walisongo Wasekbid PPPA
2. Forum Komunikasi 2015
Mahasiswa Magelang (FK-
Wama)

167