Anda di halaman 1dari 36

MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN

1. KONSEP MANAJEMEN RISIKO


MANAJEMEN RESIKO
Manajemen resiko adalah bagian penting dari strategi manajemen semua wirausaha.
Proses di mana suatu organisasi yang sesuai metodenya dapat menunjukkan resiko yang
terjadi pada suatu aktivitas menuju keberhasilan di dalam masing-masing aktivitas dari semua
aktivitas.  Fokus dari manajemen resiko yang baik adalah identifikasi dan cara mengatasi
resiko.  Sasarannya untuk menambah nilai maksimum berkesinambungan (sustainable)
organisasi.  Tujuan utama untuk memahami potensi upside dan downside dari semua faktor
yang dapat memberikan dampak bagi organisasi.  Manajemen resiko meningkatkan
kemungkinan sukses, mengurangi kemungkinan kegagalan dan ketidakpastian dalam
memimpin keseluruhan sasaran organisasi.
Manajemen resiko seharusnya bersifat berkelanjutan dan mengembangkan proses yang
bekerja dalam keseluruhan strategi organisasi dan strategi dalam mengimplementasikan.
Manajemen resiko harus diintegrasikan dalam budaya organisasi dengan kebijaksanaan yang
efektif dan diprogram untuk dipimpin beberapa manajemen senior. Manajemen resiko harus
diterjemahkan sebagai suatu strategi dalam teknis dan sasaran operasional, pemberian tugas
dan tanggung jawab serta kemampuan merespon secara menyeluruh pada suatu organisasi, di
mana setiap manajer dan pekerja memandang manajemen resiko sebagai bagian dari deskripsi
kerja.Manajemen resiko mendukung akuntabilitas (keterbukaan), kinerja pengukuran dan
reward, mempromosikan efisiensi operasional dari semua tingkatan.
SASARAN MANAJEMENT RESIKO
Sasaran dari pelaksanaan manajemen resiko adalah untuk mengurangi resiko yang
berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat
diterima oleh masyarakat.  Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh
lingkungan, teknologi, manusia, organisasi, dan politik.  Di sisi lain, pelaksanaan manajemen
resiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya entitas manajemen
resiko (manusia, staff, organisasi).
KATEGORI RESIKO
Resiko dapat dibagi menjadi dua kelompok yakni :
a. Resiko nonsistematis, yakni resiko yang dapat dihilangkan atau dikurangi melalui suatu
diversifikasi atau tindakan pencegahan dan penanggulangan resiko.
b. Resiko sistematis, resiko yang tidak dapat dihilangkan atau dikurangi melalui diversifikasi,
biasanya berhubungan dengan pasar atau kejadian yang dapat secara sistematis akan
mempengaruhi posisi pasar (Iban Sofyan, 2004)
Selain itu, Kasidy (2010) membagi jenis resiko menjadi dua yakni :
a. Resiko spekulatif  suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan
keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian.
b. Resiko murni  sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa
dan tidak mungkin menguntungkan.  Salah satu contoh adalah kebakaran, apabila
perusahaan menderita kebakaran, maka perusahaan tersebut akan menderita
kerugian.  Kemungkinan yang lain adalah tidak terjadi kebakaran. Dengan demikian
kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan kecuali ada
kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu.
Kejadian sesungguhnya terkadang menyimpang dari perkiraan.  Artinya ada
kemungkinan penyimpangan yang menguntungkan maupun merugikan.  Jika kedua
kemungkinan itu ada, maka dikatakan resiko itu bersifat spekulatif. Sebaliknya, lawan dari
risiko spekulatif adalah resiko murni, yaitu hanya ada kemungkinan kerugian dan tidak
mempunyai kemungkinan keuntungan.  Manajer resiko tugas utamanya menangani risiko
murni dan tidak menangani risiko spekulatif, kecuali jika adanya resiko spekulatif
memaksanya untuk menghadapi resiko murni tersebut. Menentukan sumber resiko adalah
penting karena mempengaruhi cara penanganannya.  Sumber resiko dapat diklasifikasikan
sebagai resiko sosial, resiko fisik, dan resiko ekonomi.
Biaya-biaya yang ditimbulkan karena menanggung resiko atau ketidakpastian dapat
dibagi sebagai berikut:
1.  Biaya-biaya dari kerugian yang tidak diharapkan
2.  Biaya-biaya dari ketidakpastian itu sendiri
MENGIDENTIFIKASI RESIKO
Pengidentifikasian resiko merupakan proses analisa untuk menemukan secara sistematis
dan berkesinambungan atas resiko (kerugian yang potensial) yang dihadapi perusahaan. Oleh
karena itu, diperlukan checklist untuk pendekatan yang sistematis dalam menentukan
kerugian potensial.  Salah satu alternatif sistem pengklasifikasian kerugian dalam suatu
checklist adalah; kerugian hak milik (property losses), kewajiban mengganti kerugian orang
lain (liability losses) dan kerugian personalia (personnel losses).  Checklist yang dibangun
sebelumnya untuk menemukan resiko dan menjelaskan jenis-jenis kerugian yang dihadapi
oleh suatu perusahaan.
Perusahaan yang sifat operasinya kompleks, berdiversifikasi dan dinamis, maka
diperlukan metode yang lebih sistematis untuk mengeksplorasi semua segi. Metode yang
dianjurkan adalah sebagai berikut:
1. Questioner analisis resiko (risk analysis questionnaire)
2. Metode laporan Keuangan (financial statement method)
3. Metode peta aliran (flow-chart)
4. Inspeksi langsung pada objek
5. Interaksi yang terencana dengan bagian-bagian perusahaan
6. Catatan statistik dari kerugian masa lalu
7. Analisis lingkungan
MENGANALISA RESIKO
Setelah melakukan identifikasi resiko, maka tahap berikutnya adalah pengukuran resiko
dengan cara melihat seberapa besar potensi terjadinya kerusakan (severity) dan probabilitas
terjadinya resiko tersebut.  Penentuan probabilitas terjadinya suatu event sangatlah subjektif
dan lebih berdasarkan nalar dan pengalaman.  Beberapa resiko memang mudah untuk diukur,
namun sangatlah sulit untuk memastikan probabilitas suatu kejadian yang sangat jarang
terjadi.  Sehingga, pada tahap ini sangatlah penting untuk menentukan dugaan yang terbaik
supaya nantinya kita dapat memprioritaskan dengan baik dalam implementasi perencanaan
manajemen resiko.
Kesulitan dalam pengukuran resiko adalah menentukan kemungkinan terjadi suatu resiko
karena informasi statistik tidak selalu tersedia untuk beberapa resiko tertentu.  Selain itu,
mengevaluasi dampak kerusakan (severity) sering kali cukup sulit untuk asset immaterial.
MONITORING RESIKO DAN EVALUASI
Mengidentifikasi, menganalisa dan merencanakan suatu resiko merupakan bagian penting
dalam perencanaan suatu proyek.  Namun, manajemen resiko tidaklah berhenti sampai di sini
saja.  Praktek, pengalaman, dan terjadinya kerugian akan membutuhkan suatu perubahan
dalam rencana dan keputusan mengenai penanganan suatu resiko.  Sangatlah penting untuk
selalu memonitor proses dari awal mulai dari identifikasi resiko dan pengukuran resiko untuk
mengetahui keefektifan respon yang telah dipilih dan untuk mengidentifikasi adanya resiko
yang baru maupun berubah.  Sehingga, ketika suatu resiko terjadi maka respon yang dipilih
akan sesuai dan diimplementasikan secara efektif.

2. KONSEP MASALAH, CARA MERUMUSKAN, MENGIDENYIFIKASI DAN


MEMECAHKAN MASALAH
PENGERTIAN
Rumusan makalah adalah sebuah pertanyaan yang berkaitan dengan pembahasan atau
solusi masalah. Rumusan makalah sangat penting di dalam sebuah makalah atau laporan.
Untuk merumuskan sebuah rumusan makalah perlu mempelajari arti dari 5W 1H. 5W 1 H
adalah bentuk pertanyaan berupa apakah, siapa, mengapa, dimana dan bagaimana. Tetapi
paling banyak yang di gunakan adalah apakah dan bagaimana.
Rumusan makalah dalam sebuah laporan terletak pada bab 1 bersama latarbelakang,
tujuan, manfaat dan keaslian penelitian. Jawaban dari rumusan masalah akan letakkan di bab
pembahasan. Di dalam bab pembahasan satu persatu akan di uraikan dan yang peling penting
adalah adanya kesimpulan pada bab terakhir yaitu goal dari rumusan masalah.
Menentukan rumusan masalah tidaklah sulit, hanya perlu mengetahui permasalahan dan
solusi yang akan di buat. Rumusan masalah dan later belakang juga berkaitan, pada latar
belakang di uraikan masalah yang timbul dan di rumusan masalah adalah pertanyaan yang
bisa menjawab permasalahan.
Rumusan masalah adalah titik sentral dalam sebuah makalah atau laporan. Dalam hal ini
rumusan masalah menentukan pambahasan dan kesimpulan. Kesimpulan akan di bahas
berdasarkan rumusan masalah yang telah di buat. Apakah kesimpulan sudah menjawab
permasalahan pada latar belakang dan rumusan masalah.
JENIS RUMUSAN MASALAH
Ada 3 jenis rumusan masalah yaitu deskriptif, komparatif, dan asosiatif. Di bawah ini
adalah pembahasan dari masing-masing jenis rumusan masalah:
a. Rumusan Masalah Deskriptif
Rumusan masalah deskriptif adalah salah satu jenis penelitian yang bertujuan menyajikan
gambaran lengkap suatu masalah atau fenomena. Dalam hal ini deskriptif
mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan msalah dan untut yang
terlibat.
b. Rumusan Masalah Komperatif
Rumusan masalah Komperatif adalah rumusan yang membahas mengenai perbandingan
antar variable dengan beberapa variable. Dalam sebuah penelitian ada juga yang
membahas mengenai perbandingan suatu variabel untuk menentukan variabel mana yang
baik dan di rekomendasikan.
c. Rumusan Masalah Asosiatif
Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan yang menghubungkan variabel satu dengan
yang lain. Berbeda dengan komperatif yang membandingkan, asosiatif ini mencari
hubungan variabel yang berkaitan dan memiliki pengaruh.
CARA MEMBUAT RUMUSAN MASLAAH
Di bawah ini adalah cara membuat rumusan masalah, perhatikan dengan baik agar bisa
membuat rumusan masalah yang baik dan benar serta menjawab permasalahan.
a. Menentukan permasalahan (pada latar belakang)
b. Rumusan masalah adalah kalimat tanya
c. Rumusan masalah yang baik adalah jelas, padat dan tidak bertele-tele
d. Rumusan masalah sebagai petunjuk pembahasan dan kesimpulan
e. Rumusan masalah menjadi titik sentra makalah
f. Rumusan masalah sebagai kalimat tanya dan pada kesimpulan menjawab
permasalahan
Dari cara membuat rumusan masalah di atas ada hal yang sangat penting dalam membuat
rumusan masalah. Hal yang paling penting adalah latar belakang, rumusan masalah, dan
kesimpulan harus berkaitan dan singkron. Jika tidak ada hubungannya atau tidak memjawab
permsalahan maka makalah bisa di sebut gagal.

3. RISIKO, FAKTOR PENYEBAB, JENIS, CARA MENGIDENTIFIKASI DAN


MENGATASI RISIKO
KONSEP RESIKO
Resiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi oleh karena kurang atau tidak
tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi.  Sesuatu yang tidak pasti
(uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan.  Istilah resiko memiliki beberapa
definisi.  Resiko dikaitkan dengan kemungkinan kejadian, atau keadaan yang dapat
mengancam pencapaian tujuan dan sasaran organisas
Dengan mengamati langsung jalannya operasi, bekerjanya mesin, peralatan, lingkungan
kerja, kebiasaan pegawai dan seterusnya, manajer resiko dapat mempelajari kemungkinan
tentang hazard. Oleh karena itu, keberhasilannya dalam mengidentifikasi resiko tergantung
pada kerja sama yang erat dengan bagian-bagian lain yang terkait dalam perusahaan. Manajer
resiko dapat menggunakan tenaga pihak luar untuk proses mengidentifikasikan resiko, yaitu
agen asuransi, broker, atau konsultan manajemen resiko. Hal ini tentunya memiliki
kelemahan, di mana mereka membatasi proses hanya pada resiko yang diasuransikan
saja.  Dalam hal ini diperlukan strategi manajemen untuk menentukan metode atau kombinasi
metode yang cocok dengan situasi yang dihadapi
FAKTOR PENYEBAB RESIKO
Dua faktor penyebab resiko adalah bencana (perils) dan bahaya (hazards). Banjir, tanah
longsor, gempa, gelombang laut tinggi merupakan contoh-contoh bencana yang secara
langsung dapat menimbulkan kerugian. Sementara bahaya terbagi atas beberapa jenis :
a. Bahaya fisik (physical hazard) misalnya berhubungan dengan fasilitas bangunan suatu
perusahaan,
b. Bahaya moral (moral hazard) misalnya sikap ketidakjujuran atau ketidakdisiplinan.
c. Bahaya morale (morale hazard) misalnya sikap yang tidak hati-hati ataupun kurangnya
perhatian dari pihak-pihak terkait dalam suatu perusahaan.
d. Bahaya karena hukum atau peraturan (legal hazard) misalnya akibat mengabaikan
undang-undang atau peraturan yang telah ditetapkan.
SUMBER PENYEBAB RESIKO
Sumber resiko dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis :
a. Resiko Sosial, resiko ini berasal dari masyarakat. Artinya tindakan orang-orang
menciptakan penyimpangan yang dapat merugikan. Misalnya : pencurian, huru-hara,
peperangan.
b. Resiko Fisik, berasal dari fenomena alam dan sebagian tingkah laku manusia. Kebakaran
adalah penyebab utama cidera fisik, kematian maupun kerusakan harta.
c. Resiko ekonomi, misalnya inflasi, resesi, fluktuasi dan harga.
MENGEVALUASI RESIKO
Setelah resiko diukur tingkat kemungkinan dan dampaknya, maka disusunlah urutan
prioritas resiko.  Mulai dari resiko dengan tingkat resiko tertinggi, sampai dengan resiko
terendah.  Resiko yang tidak termasuk dalam resiko yang dapat diterima/ditoleransi
merupakan resiko yang menjadi prioritas untuk segera ditangani.  Setelah diketahui besarnya
tingkat resiko dan prioritas resiko, maka perlu disusun peta resiko.
MENANGANI RESIKO
Resiko yang tidak dapat diterima/ditoleransi segera dibuatkan rencana tindakan untuk
meminimalisir kemungkinan dampak terjadinya resiko dan personel yang bertanggung jawab
untuk melaksanakan rencana tindakan. Cara menangani resiko berupa memindahkan resiko
melalui asuransi dan kontrak kerja kepada pihak ketiga, mengurangi tingkat kemungkinan
terjadinya resiko dengan cara menambah/meningkatkan kecukupan pengendalian internal
yang ada pada proses bisnis perusahaan, dan mengeksploitasi resiko bila tingkat resiko dinilai
lebih rendah dibandingkan dengan peluang terjadinya peristiwa yang akan terjadi. Pemilihan
cara menangani resiko dilakukan dengan mempertimbangkan biaya dan manfaat, yaitu biaya
yang dikeluarkan untuk melaksanakan rencana tindakan lebih rendah daripada manfaat yang
diperoleh dari pengurangan dampak kerugian resiko.
MEMANTAU RESIKO
Perubahan kondisi internal dan eksternal perusahaan menimbulkan resiko baru bagi
perusahaan, mengubah tingkat kemungkinan/dampak terjadinya resiko, dan cara penanganan
resikonya.  Sehingga setiap resiko yang teridentifikasi masuk dalam register resiko dan peta
resiko perlu dipantau perubahannya.
MENGKONSUMSI RESIKO
Setiap tahapan kegiatan identifikasi, analisis, evaluasi, dan penanganan resiko
dikomunikasikan/dilaporkan kepada pihak yang berkepentingan terhadap aktivitas bisnis yang
dilakukan perusahaan untuk memastikan bahwa tujuan manajemen resiko dapat tercapai
sesuai dengan keinginan pihak yang berkepentingan.  Pihak yang berkepentingan berasal dari
internal perusahaan (manajemen, karyawan) dan eksternal perusahaan (pemasok, pemerintah
daerah/pusat, masyarakat sekitar lingkungan perusahaan, dan konsumen air bersih).

4. PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN


PENGERTIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Menurut Dermawan “2004”, Definisi pengambilan keputusan menurut Dermawan ialah
suatu proses yang dipengaruhi oleh banyak kekuatan termasuk lingkungan organisasi dan
pengetahuan, kecakapan dan motivasi. Pengambilan keputusan merupakan ilmu dan seni
pemilihan alternatif solusi atau tindakan dari sejumlah alternatif solusi dan tindakan yang
berguna menyelesaikan masalah.
Menurut Kamus Besar Ilmu Pengetahuan, definisi pengambilan keputusan menurut
Kamus Besar Ilmu Pengetahuan ialah pemilihan keputusan atau kebijakan yang didasarkan
atas kriteria tertentu, proses ini meliputi dua atau lebih, alternatif karena seandainya hanya ada
satu alternatif tidak ada keputusan yang diambil.
Lima langkah pengambilan keputusan itu adalah :
1. Identifikasi masalah dan ketidakjelasan (uncertainties)
Misal untuk meningkatkan pendapatan perusahaan , kita ingin menaikkan harga jual dari
produk atau jasa kita.
Jika berhasil maka pendapatan akan naik, tetapi jika menyebabkan calon pelanggan tidak
mau beli maka malah menurunkan pendapatan
2. Mengumpulkan informasi
Kita bisa bertanya kepada sales apakah harga baru tersebut dapat diterima calon pelanggan.
Lihat juga bagaimana pesaing-pesaing anda mengerjakan pricing.
Kita juga perlu mengadakan survei pasar apakah calon pelanggan kita bersedia membeli
dengan harga baru tersebut.
3. Membuat prediksi kemungkinan  yang terjadi
Pada tahap ini pikirkan alternatif-alternatif yang mungkin. Silahkan membuat anggaran
kenaikan pendapatan dengan harga baru tersebut pada setiap alternatif.
4. Mengambil keputusan dari alternatif-alternatif yang ada
Silahkan membuat alternatif keputusan termasuk beberapa pilihan harga baru. Bisa juga
ada pilihan harga lama tetapi spesifikasi dikurangi sehingga mengurangi biaya produksi.
Pastikan tidak ada bias dalam pemikiran kita. Pastikan kita mengambil keputusan dengan
obyektif. Dengan pemikiran yang matang silahkan mengambil salah satu alternatif
keputusan tersebut.
5. Mengevaluasi hasil terhadap prediksi yang telah dibuat
Bandingkan hasil dengan prediksi yang telah kita buat dan lakukan evaluasi. Langkah ini
penting untuk mengetahui apakah keputusan kita sudah tepat 100%. Jika perlu ada
perbaikan-perbaikan, kita dapat memperbaiki langkah-langkah supaya hasilnya sesuai
dengan yang kita harapkan.

5. DATA , TUJUAN, SUMBER JENIS DAN CARA PEMANFAATAN DATA DALAM


PENGAMBILAN KEPUTUSAN BISNIS
Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum,
berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-
hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil
pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata,
atau citra.
Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah
sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain
yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak
data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.
Dalam pokok bahasan Manajemen Pengetahuan, data dicirikan sebagai sesuatu yang bersifat
mentah dan tidak memiliki konteks. Dia sekadar ada dan tidak memiliki signifikansi makna di
luar keberadaannya itu. Dia bisa muncul dalam berbagai bentuk, terlepas dari apakah dia bisa
dimanfaatkan atau tidak.
TUJUAN
a. Tujuan yang bersifat Tunggal
Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat tunggal ini terjadi apabila keputusan yang
dihasilkan hanya menyangkut satu masalah saja, artinya bahwa sekali diputuskan, tidak
ada kaitannya dengan masalah yang lain
b. Tujuan yang bersifat Ganda
Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat ganda ini terjadi apabila keputusan yang
dihasilkan menyangkut lebih dari satu masalah, artinya keputusan yang diambil itu
sekaligus memecahkan dua (atau lebih) masalah yang bersifat kontradiktif atau yang
bersifat tidak kontradiktif,
SUMBER
a. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Intuisi
b. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Rasional
c. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta
d. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Pengalaman
e. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Wewenang

JENIS
Keputusan terprogram (progammed decision) adalah keputusan yang dibuat menurut
kebiasaan, aturan atau prosedur serta memiliki pemecahan keputusan berulang-ulang dan
secara rutin. Manajer pada sebagian besar organisasi menghadapi sejumlah besar keputusan
terprogram dalam operasi sehari-hari. Keputusan-keputusan tersebut dibuat tanpa membuang
waktu dan usaha yang tidak perlu, karena keputusan tersebut dibuat dalam rangka pemecahan
masalah yang terstruktur dengan membatasi dan menghilangkan alternatif-alternatif.
Sebagai contohnya, manajer tidak perlu memikirkan masalah penetapan gaji karyawan
baru, karena organisasi pada umumnya mempunyai skala gaji untuk semua posisi ; manajer
juga tidak perlu memikirkan masalah-masalah harian yang akan dihadapi, karena prosedur-
prosedur untuk menangani masalah rutin tersebut telah tersedia.
Keputusan tak terprogram (Non programmed decision) adalah pemecahan masalah-
masalah baru dan tak terstruktur, yang berkenaan dengan masalah-masalah khusus, khas atau
tidak biasa. Pengambilan keputusan ini memerlukan kreatifitas dalam pemecahan masalahnya,
dimana keputusan yang diambil merupakan hasil pemikiran yang keluar dari seorang pihak
manajerial untuk menentukan kebijakan dalam menjalankan organisasi / perusahaan tersebut.
Bila suatu masalah yang timbul tidak cukup diliputi oleh kebijaksanaan atau sangat
penting sehingga tidak perlu penanganan yang khusus, harus diselesaikan dengan suatu
keputusan yang tidak diprogram. Beberapa contoh misalnya masalah cara pengalokasian
sumber daya organisasi, atau cara penanganan lini produk yang jatuh di pasaran, maupun cara
perbaikan hubungan masyarakat.

6. MODEL ANALISA DATA KUALITATIF DAN KUANTITATIF


PENGERTIAN METODE ANALISIS DATA
Metode analisis data merupakan tahapan proses penelitian dimana data yang sudah
dikumpulkan di-manage untuk diolah dalam rangka menjawab rumusan masalah. Manajemen
dan proses pengolahan data inilah yang disebut analisis data. Analisis data yang menggunakan
teknik statistik merupakan analisis data kuantitatif. Sedangkan analisis data yang
menggunakan analisis tematik melalui koding dan interpretasi teks adalah analisis data
kualitatif. Berikutnya kita bahas langkah-langkah sederhana pada masing-masing metode
analisis.
METODE ANALISIS KUANTITATIF
a. Manajemen data
Data kuantitatif pada umumnya berbentuk dataset yang masih mentah. Tahap manajemen
data kuantitatif adalah mengkonversi dataset yang mentah tersebut menjadi lebih matang. Hal
ini dilakukan dengan cara clearing. Clearing artinya peneliti ”membersihkan” data mentah
yang tidak relevan untuk diolah. Diperlukan kecermatan untuk memahami rumusan masalah
dan fokus penelitian agar dalam memfilter atau menyeleksi data tidak terjadi bias nantinya.
Setelah hanya data yang bernilai atau matang saja yang tersisa, peneliti membuat
manajemen data dalam bentuk file yang siap untuk di-entry. Kita asumsikan di sini bahwa
pengolahan data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan software seperti SPSS atau
STATA. Pada tahap ini peneliti juga memeriksa kualitas data seperti adakah data missing atau
error.
b. Entry data
Entry data kuantitatif dapat dilakukan secara manual atau dengan bantuan komputer.
Entry data dilakukan supaya pengolahan bisa diterapkan. Proses entry data merupakan proses
memindahkan data dari instrumen penelitian seperti kuesioner ke dalam software komputer
untuk di analisis. Apabila data kuantitatif sudah berupa data set, dalam arti peneliti tidak
mengumpulkan sendiri data mentahnya dengan angket atau kuesioner, maka clearing atau
filtering data-lah yang perlu dilakukan.
c. Performing statistics
Setelah data di-entry ke software statistik, maka teknik statistik siap diterapkan. Tahapan
teknis analisis data statistik harus dikuasai oleh peneliti atau pengolah data. Analisis
menggunakan SPSS secara teknis tentu saja berbeda dengan STATA atau lainnya. Sesuai
dengan keahlian dan tingkat familiaritas peneliti terhadap software statistik, teknik analisis
siap diterapkan.
Output dari analisis statistik menggunakan SPSS atau STATA bisa ditampilkan dalam
beragam bentuk seperti diagram, tabel, grafik atau lainnya. Sebelumnya, peneliti memeriksa
nilai elemen-elemen penting dalam statistik seperti p-value, outliers, chi square dan
sebagainya.

7. KONSEP DAN KERANGKA PENYUSUNAN BUSINESS PLAN


Business Plan adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha yang menjelaskan
semua unsur yang relevan baik internal maupun eksternal mengenai perusahaan untuk
memulai suatu usaha. Hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun Business Plan, yaitu
kelengkapan informasi oleh evaluator dan tampilan business plan harus dibuat menarik.
Kerangka Business Plan :
1. Pendahuluan
Berisi tentang sejarah berdirinya usaha, visi dan misi usaha
2. Executive Summary
Merupakan ringkasan yang berisi penjelasan singkat secara menyeluruh rencana bisnis
yang telah disusun. Biasanya tidak lebih dari tiga halaman.
3. Business Description
Berisi tentang gambaran bisnis secara umum, yang menjelaskan keunikan dan
keunggulan kompetitif profuk atau jasa dibandingkan dengan produk atau jasa sejenis
yang dimiliki oleh pesaing.
4. Aspek Pemasaran
a. Gambaran umum pasar, seperti segmen pasar, target pasar, dan positioning.
b. Permintaan, yaitu perkiraan jumlah permintaan konsumen terhadap produk dan
proyeksi permintaan konsumen dalam beberapa periode mendatang.
c. Penawaran, seperti penawaran dari produk pesaing sejenis di pasar, proyeksi
penawaran dalam beberapa periode mendatang
d. Rencana penjualan dan pangsa pasar
5. Strategi Pemasaran Perusahaan dan Pesaing, seperti Produk, Harga, Promosi, Placement,
People, Proses, Physical Evidence.

7. Konsep Enterpreneurship, Intrapreneurship, dan Technopreneurship


 Konsep entrepreneurship (kewirausahaan) memiliki arti yang luas. Salah satunya,
entrepreneur adalah seseorang yang memiliki kecakapan tinggi dalam melakukan
perubahan, memiliki karakteristik yang hanya ditemukan sangat sedikit dalam sebuah
populasi. Definisi lainnya adalah seseorang yang ingin bekerja untuk dirinya.
Entrepreneurship adalah proses kemanusiaan (human process) yang berkaitan dengan
kreativitas serta inovasi dalam memahami peluang, mengorganisasi sumber-sumber,
mengelola sehingga peluang itu terwujud menjadi suatu usaha yang mampu
menghasilkan laba atau nilai untuk jangka waktu yang lama. Definisi tersebut
menitikberatkan kepada aspek kreativitas serta inovasi, karena dengan sifat kreativitas
serta inovatip seseorang dapat menemukan peluang.
 Intrapreneurship adalah kewirausahaan (entrepreneurship) dalam perusahaan
(enterprenership inside of the organization) atau dapat dikatakan bahwa intrapreneurship
adalah entrepreneuship yang ada di dalam perusahaan. Konsep intrapreneurship pertama
muncul pada tahun 1973 oleh Susbauer dalam tulisannya yang berjudul “Intracoporate
Enterpreneurship : Programs in American Industry”.
 Technopreneurship merupakan istilah bentukan dari dua kata, yakni 'teknologi' dan
'enterpreneurship Secara umum, kata ‘teknologi’ digunakan untuk merujuk pada
penerapan praktis ihnu pengetahuan ke dunia industri atau sebagai kerangka pengetahuan
yang digunakan untuk menciptakan alat-alat, untuk mengembangkan kéahlian dan
mengolah materi guna memecahkan persoalan yang ada. Sedangkan kata
‘entrepreneurship’ berasal dari kata entrepreneur yang merujuk pada seseorang atau agen
yang menciptakan bisnis/usaha dengan keberanian rnenanggung resiko dan
ketidakpastian untuk mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan Cara
mengidentifikasi peluang yang ada. echnopreneurship merupakan proses dan
pembentukan usaha baru yang melibatkan teknologi sebagai basisnya dengan harapan
bahwa penciptaan strategi dan inovasi yang tepat kelak bisa menempatkan teknologi
sebagai salah satu faktor untuk pengembangan ekonomi nasional. Technology
Entrepreneurship atau yang biasa dikenal dengan technopreneurship rnerupakan bagian
dari entrepreneurshzp yang menekankan pada faktor teknologi, yaitu kemampuan ilrnu
pengetahuan dan teknologi dalam proses usaha bisnisnya.

8. STRUKTUR ORGANISASI, MANAJEMEN OPERASIONAL, DAN SDM BISNIS


 Struktur Organisasi

a. Direksi  Menentukan usaha yang akan dijalankan oleh perusahaan. Pada bagian ini
juga yang menentukan sebuah kebijakan serta penjadwalan seluruh kegiatan yang ada
di perusahaan. Selain itu, sebagai pemegang kendali penuh terhadap perusahaan dan
bertanggung jawab atas kemajuan dari perusahaan. Karena seorang direksi harus
mempunyai tanggung jawab yang amat besar.
b. Direktur Utama  mengkoordinir semua kegiatan dalam bidang kepegawaian,
administrasi keuangan dan kesektariatan. Selain itu, seorang direktur utama juga
bertugas dalam mengendalikan pengadaan peralatan dan perlengkapan. Juga bertugas
untuk membuat rancangan untuk mengembangkan dari sumber pendapatan, membuat
rancangan pembelanjaan kekayaan perusahaan, memimpin dan bertanggung jawab
atas semua dewan atau komite eksekutif. Sebagai seorang direktur utama juga harus
menawarkan ide-idenya dalam memajukan perusahaan di tingkat tertinggi (Kerja
sama denngan MD/CEO), memimpin rapat dan mewakili perusahaan dalam
berhubungan dengan pihak luar perusahaan.
c. Direktur  membuat prosedur ketetapan untuk tiap manajer dalam mencapai tujuan
dan sasaran perusahaan. Selain itu seorang direktur juga bertugas untuk
mengkoordinir setiap kegiatan dari para manajer serta menerima pertanggung
jawabannya secara periodik. Selain itu, memiliki wewenang untuk mengangkat,
mengganti, atau memberhentikan karyawan dan pegawainya. Seorang direktur juga
bertugas membuat ketetapan operasional perusahaan dalam jangka pendek.
d. Direktur Keuangan  mengawasi seluruh operasional keuangan yang ada di
perusahaan, bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yang ada kaitannya dengan
keuangan. Selain itu, membuat prosedur pelaksanaan yang berkaitan dengan
keuangan secara rinci serta menetapkan standar kerja lapangan demi menjamin agar
tidak terjadi kebocoran di bidang keuangan.
e. Direktur Personalia  mengembangkan sistem perencanaan personalia serta
mengendalikan suatu kebijakan untuk para pegawai. Selain itu direktur personalia
juga melayani kebutuhan administrasi pagawainya dan melaksanakan pembinaan
untuk pengembangan staff administrasi.
f. Manajer 
 Memberi pengarahan dalam membuat keputusan, kebijaksanaan, supervisi dan
sebagainya.
 Merancang organisasi & pekerjaan.
 Menyeleksi, menilai, melatih dan mengembangkan pegawai atau calon
pegawainya.
 Mengatur dan mengendalikan sistem komunikasi.
 Membuat sistem reward.
g. Manajer Personalia  orang yang mengatur organisasi, mengendalikan unit
personalia, mengurus proses administrasi seluruh kegiatan personalia. Selain itu,
bertugas mengurus prosedur perekrutan dengan seleksi, ujian, wawancara serta
membuat sistem nilai untuk kinerja karyawannya. Selain itu, bertugas mengurus
perizinan ketenaga kerjaan, mengurus dana pengobatan dan dana pensiun karyawan,
mengurus perjalanan dinas beserta fasilitasnya. Selain itu, bertugas membuat sistem
data karyawan, surat-form administrasi dari kegiatan personalia dan membuat sistem
laporan yang berkaitan dengan semua kegiatan personalia.
h. Manajer Pemasaran  membuat rencana dan rancangan strategi pemasaran produksi
sesuai dengan trend pasar. Selain itu, melakukan riset marketing sesuai
perkembangan pasar, membuat operasioanl informasi perusahaan yang efisien dan
melaporkan hasil kerjanya pada direktur secara berkala.
i. Manajer Pabrik  mempunyai tugas untuk bertanggung jawab atas hasil produksi
yaitu dengan mengantisipasi dan mengatasi segala persoalan yang ada kaitannya
dengan produksi perusahaan bersama divisi lain.
j. Admnistrasi dan Pergudangan 
 Melakukan pendataan dan pembukuan terhadap seluruh transaksi yang terjadi.
 Mengurus hal-hal yang memiliki kaitan dengan pihak Outsourcing.
 Tugas Kasir yaitu membuat laporan tentang pengeluaran & pemasukan terhadap
uang harian di perusahaan.
k. Divisi Regional  melaksanakan prosedur & kebijakan baku yang sudah ditetapkan
perusahaan, beroperasi sebagai badan usaha yang memberikan keuntungan pada
pemodal serta meningkatkan aset perusahaan.

 Manajemen Operasional
Manajemen operasional adalah suatu usaha pengelolaan secara maksimal penggunan
semua faktor produksi yang ada baik itu tenaga kerja (SDM), mesin, peralatan, raw
material (bahan mentah) dan faktor produksi yang lainnya dalam proses tranformasi
untuk menjadi berbagai macam produk barang atau jasa. Yang bisa dilakukan oleh
manajemen operasi adalah melaksanakan seluruh fungsi dari proses manajemen :
planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), pembentukan staff,
kepemimpinan serta pengendalian.
Tanggung jawab manajer operasional :
a. Menghasilkan barang atau jasa.
b. Mengambil sebuah keputusan mengenai fungsi operasi serta sistem transformasi.
c. Mengkaji pengambilan sebuah keputusan dari suatu fungsi operasinal.
Lingkup Manajemen Operasional :
1. Perancangan desain sistem produksi dan operasional
 Seleksi serta perancangan desain produk
 Seleksi serta perancangan proses dan peraalatan
 Pemilihan site dan lokasi perusahaan serta unit produksi
 Rancangan tata letak serta arus kerja
 Rancangan atas tugas pekerjaan
 Strategi produksi dan operasional serta pemilihan kapasitas
2. Pengoperasian sistem produksi dan operasional
 Menyusun rencana produk dan operasional
 Perencanaan dan pengendalian atas persediaan serta pengadaan bahan
 Pemeliharaan utilitas mesin dan juga peralatan
 Pengendalian atas mutu
 Manajemen sumber daya manusia (tenaga kerja)

 SDM Bisnis
Pengertian sumber daya manusia menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah
potensi manusia yang dapat dikembangkan untuk proses produksi. Potensi sumber daya
manusia berbeda-beda pada tiap individu. Untuk bisa mengembangkan potensi sumber
daya manusia yang berbeda-beda tersebut, dibutuhkan suatu sistem manajemen unik
yang dinamakan manajemen sumber daya manusia. Sumber Daya Manusia (SDM)
adalah individu produktif yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik itu di
dalam institusi maupun perusahaan yang memiliki fungsi sebagai aset sehingga harus
dilatih dan dikembangkan kemampuannya.
Secara umum, fungsi manajemen sumber daya manusia adalah untuk mengatur dan
mengelola sumber daya manusia semaksimal dan seefektif mungkin agar diperoleh
kinerja yang maksimal. Sementara itu, Malayu Hasibuan mengelompokkan manajemen
sumber daya manusia ke dalam dua fungsi yang berbeda, yakni fungsi manajerial dan
fungsi operasional. Fungsi manajerial terbagi menjadi empat, yakni perencanaan
(planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), dan pengendalian
(controlling). Sedangkan fungsi operasional terbagi menjadi lima, yakni pengadaan
tenaga kerja (procurement), pengembangan (development), kompensasi (compensation),
pengintegrasian (integration), dan pemeliharaan (maintenance).
Fungsi manajerial
a. Perencanaan (Planning)
Perencanaan pada manajemen sumber daya manusia berfungsi membantu
perusahaan untuk merencananakan tenaga kerja yang efektif dan efisien agar sesuai
dengan kebutuhan perusahaan. Perencanaan adalah dasar dari seluruh fungsi
manajemen sumber daya manusia yang lain.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian berfungsi membantu perusahaan untuk menetapkan pembagian
dan hubungan kerja antar karyawan. Hal ini sangat penting untuk meminimalisir
adanya tumpang tindih dalam kewajiban pekerja.
c. Pengarahan (Directing)
Pengarahan biasanya dilakukan seorang pimpinan kepada para karyawannya supaya
dapat secara bekerja sama secara efektif untuk menyelesaikan kewajiban dan tugas
mereka.
d. Pengendalian (Controlling)
Pengendalian merupakan kegiatan yang dilakukan supaya karyawan tetap menaati
peraturan perusahaan saat bekerja. Jika terjadi penyimpangan, maka harus ada
tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki perilaku karyawan tersebut.
Fungsi operasional
a. Pengadaan tenaga kerja (Procurement)
Fungsi pertama yang termasuk dalam kategori fungsi operasional adalah
pengadaan. Fungsi pengadaan merupakan proses awal untuk mendapatkan sumber
daya manusia yang unggul. Proses ini meliputi rekruitmen, seleksi, penempatan,
orientasi, hingga proses induksi.
b. Pengembangan (Development)
Pengembangan merupakan fungsi operasional yang bertujuan untuk meningkatkan
keterampilan pegawai. Tingkat keterampilan ini dapat dicapai melalui pendidikan
dan pelatihan yang diberikan perusahaan untuk karyawan, baik yang baru masuk
ataupun yang sudah lama bekerja di perusahaan tersebut.
c. Kompensasi (Compensation)
Kompensasi merupakan bentuk reward yang diberikan perusahaan kepada
karyawannya. Kompensasi ini merupakan bentuk balas jasa atas prestasi karyawan.
Pemberian kompensasi harus disesuaikan dengan prestasi kerja dan faktor-faktor
lain yang adil dan layak bagi tiap karyawan.
d. Pengintegrasian (Integration)
Pengintegrasian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menyamakan intepretasi
karyawan dan perusahaan. Hal ini penting untuk menjaga agar kerjasama yang
terjalin antara karyawan dan perusahaan dapat berjalan dengan serasi dan saling
menguntungkan.
e. Pemeliharaan (Maintenance)
Pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kondisi fisik,
mental, dan loyalitas karyawan. Hal ini penting untuk mempertahankan karyawan
supaya mau menetap di perusahaan tersebut hingga ia pensiun.

9. ANALISA KASUS
a. Dampak Konflik terhadap Kinerja Tim
1. Akibat negatif dari adanya konflik.
a. Retaknya persatuan kelompok. Hal ini terjadi apabila terjadi pertentangan antar anggota
dalam satu kelompok.
b. Perubahan kepribadian individu. Pertentangan di dalam kelompok atau antar kelompok
dapat menyebabkan individu-individu tertentu merasa tertekan sehingga mentalnya
tersiksa.
c. Dominasi dan takluknya salah satu pihak. Hal ini terjadi jika kekuatan pihak-pihak yang
bertikai tidak seimbang, akan terjadi dominasi oleh satu pihak terhadap pihak lainnya.
Pihak yang kalah menjadi takluk secara terpaksa, bahkan terkadang menimbulkan
kekuasaan yang otoriter (dalam politik) atau monopoli (dalam ekonomi).
d. Banyaknya kerugian, baik harta benda maupun jiwa, akibat kekerasan yang ditonjolkan
dalam penyelesaian suatu konflik.
2. Akibat positif dari adanya konflik.
a. Konflik dapat meningkatkan solidaritas di antara anggota kelompok, misalnya apabila
terjadi pertikaian antar-kelompok, anggota-anggota dari setiap kelompok tersebut akan
bersatu untuk menghadapi lawan kelompoknya.
b. Konflik berfungsi sebagai alat perubahan sosial, misalnya anggota-anggota kelompok
atau masyarakat yang berseteru akan menilai dirinya sendiri dan   mungkin akan terjadi
perubahan dalam dirinya.
c. Munculnya pribadi-pribadi atau mental-mental masyarakat yang tahan uji dalam
menghadapi segala tantangan dan permasalahan yang dihadapi sehingga dapat lebih
men-dewasakan masyarakat.
d. Dalam diskusi ilmiah, biasanya perbedaan pendapat justru diharapkan untuk melihat
kelemahan-kelemahan suatu pendapat sehingga dapat ditemukan pendapat atau pilihan-
pilihan yang lebih kuat sebagai jalan keluar atau pemecahan suatu masalah.

10. ORANG SUKSES YANG MERUBAH MASALAH MENJADI INSPIRASI BISNIS


DAN KETERBATASAN MENJADI KEKUATAN
a. Rajkumar Gupta
Rajkumar Gupta adalah pendiri dari Mukti Group. Dia juga adalah perintis dan pembuat
konsep untuk arsitektur modern Kolkota. Terlahir di keluarga miskin, Rajkumar berhasil
mendapatkan pekerjaan full-time di perusahaan kecil dengan gaji Rp. 150.000,-/bulan.
Dia kemudian pindah ke perusahaan lain dan bekerja disana selama 5 hingga 6 tahun,
mulai dari dasar dan belajar trik berdagang sampai akhirnya Rajkumar sanggup membuka
bisnisnya sendiri.  Setelah itu, Rajkumar menyewa sebuah rumah kecil satu kamar dimana
Ia dan keluarganya bisa tidur meski harus bersesak-sesakan. Namun, hal ini tidak
menghentikan dia untuk berbuat baik demi orang lain.
Karena inilah namanya menjadi dikenal banyak orang sehingga mereka tahu bahwa
Rajkumar adalah orang yang jujur. Selain itu, ketika mereka mendengar bahwa Rajkumar
sedang pitching bisnis, mereka tidak ragu-ragu untuk menanamkan investasi padanya.
b. Francois Pinault
Pinault sekarang adalah konglomerat di bidang fashion, tetapi pada satu waktu, dia harus
berhenti sekolah karena tidak tahan dibully oleh teman-temannya yang mengejek
kemiskinannya. Dia secara perlahan akhirnya memiliki rumah mode high-end nya sendiri
termasuk Gucci, Stella McCartney, Alexander McQeen, dan Yves Saint Laurent.
Sebagai seorang pengusaha, Pinault dikenal untuk dikarenakan taktik ‘predator’nya, yang
meliputi pembelian perusahaan-perusahaan kecil dengan harga yang murah ketika pasarnya
sedang jatuh.
c. Ashish Thakkar
Ashish Thakkar baru berusia 12 tahun ketika dia dan keluarganya berhasil melarikan diri
dari genosida Rwanda yang terjadi di tahun 1994. Setelah berlindung bersama dengan 1200
orang lainnya di sebuah hotel, mereka akhirnya dapat terbang keluar dari negaranya
menuju Uganda.
Orang tua Ashish kehilangan semua harta yang mereka tabung selama puluhan tahun. Di
umur 15 tahun, Ashish mendapatkan keuntungan pertamanya saat dia berhasil menjual
sebuah komputer ke keluarga temannya. Dia lalu meminjam uang dari bank untuk
mengimpor floppy disks dan produk komputer lainnya dari Dubai. Inilah awal dari
perusahaan Mara Group.
Lama kelamaan dia membuka kantor sendiri di Dubai dan menjual produknya ke
perusahaan-perusahaan di seluruh Afrika. Sejak saat itu Mara Group terus bertumbuh dan
sekarang bisnisnya merangkup infrastruktur telekomunikasi, kemasan, hotel, pusat
konferensi dan pusat perbelanjaan, pabrik kertas dan ribuan hektar tanah pertanian.
d. Steve Jobs
Sosok di balik semua gadget kesayangan kamu sekarang, kesuksesan Steve Jobs tidak
datang semalam. Bahkan masa lalunya cukup menyedihkan. Steve lahir tanpa orang tua,
lalu dia diadopsi oleh sebuah keluarga yang kurang mampu. Steve tidak pernah
menamatkan kuliahnya, namun sebisa mungkin dia meraih pengetahuan sebanyak-
banyaknya dari kelas yang dia ikuti.
Steve juga sering tidur di lantai kamar temannya, mengumpulkan botol Coca-Cola untuk
ditukar dengan uang, dan makan gratis seminggu sekali di kuil lokal. Pada tahun 1978,
Steve memulai awal perusahaan Apple Computers dengan Steve Wolzniak di garasi orang
tuanya. Meski tidak mempunyai uang, Steve punya visi dan ide inovatif untuk mengubah
dunia. Steve adalah alasan utama perusahaan Apple begitu sukses saat ini.
e. John Paul DeJoria
Di masa mudanya, John bekerja sebagai pengantar koran, petugas kebersihan dan sopir
truk demi bisa makan. Selain itu, John juga terlibat dengan geng-geng jalanan di Los
Angeles. Bahkan John terpaksa harus tidur di mobilnya ketika pada suatu hari saat dia
sedang bekerja di perusahaan perawatan rambut, dia memutuskan untuk bermitra dengan
salah satu penata rambut di perusahaan tersebut untuk membuat perusahaannya sendiri
yang sekarang bernama Paul Mitchell.
Mereka berdua meminjam uang sebesar Rp. 30 juta (setelah inflasi) dan mulai menjual
prodik shampoo nya sendiri dari rumah ke rumah. Sekarang Paul Mitchell mendapatkan
pendapatan sebesar Rp. 13 triliun per tahunnya.
f. Susi Pudjiastuti
Menteri Kelautan dan Perikanan RI di bawah Presiden Jokowi ini adalah seorang
pengusaha yang terkenal tegas. Ia merintis bisnisnya di bidang perikanan dan kemudian
maskapai penerbangan dari nol. Setelah memilih untuk berhenti sekolah sebelum lulus
SMA, ia memulai usahanya sebagai pedagang pakaian dan bed cover.
Setelah melihat potensi wilayah tempat tinggalnya, Pangandaran, sebagai penghasil ikan,
Susi lantas memanfaatkannya sebagai peluang bisnis dan beralih ke usaha perikanan.
Dengan modal hanya Rp750 ribu hasil dari menjual perhiasannya, ia mulai membeli ikan
dari tempat pelelangan dan memasarkannya ke sejumlah restoran.
Setelah sempat tersendat, bisnis Susi akhirnya berhasil menguasai bursa pelelangan ikan di
Pangandaran dan bahkan kemudian merambah ke ekspor ikan dan lobster. Bisnis maskapai
penerbangannya juga berawal dari bisnis perikanan tersebut. Untuk mengatasi masalah
pengiriman ikan yang lambat apabila lewat darat atau laut, Susi membeli sebuah pesawat
dari pinjaman bank untuk pengangkutan produk lautnya, yang kemudian berkembang
menjadi armada maskapai penerbangan Susi Air yang melayani rute pedalaman dan carter.
11. Contoh Business Plan

PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN

KLINIK AUPINIA
Disusun oleh :

Elga Aprodita

1903059

PRODI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

STIKES SYEDZA SAINTIKA

2020

BAB I

PROFIL PERUSAHAAN

1.1 Latar Belakang


Dalam kemajuan zaman di era globalisasi ini masyarakat indonesia semakin perduli dan
sadar akan pentingnya kesehatan dan tingkat pemanfaatan unit pelayanan kesehatan semakin
meningkat pula. Masyarakat di daerah inipun juga sadar akan pentingnya kesehatan itu sehingga
memerlukan tempat pelayanan kesehatan, namun sayangnya di daerah ini belum terdapat tempat
pelayanan kesehatan yang mudah di jangkau. Apabila masyarakat ingin berobat atau sekedar
berkonsultasi kepada petugas kesehatan, warga harus menempuh jarak yang agak jauh dari
tempat tinggal mereka. Jarak ini terkadang membuat warga menjadi kembali acuh akan
kesehatan, mereka tidak menghubungi petugas kesehatan atau mengunakan tempat pelayanan
kesehatan sebelum mereka benar-benar sakit yang tidak bisa mereka tahan lagi atau setelah sakit
yang mereka alami terjadi lama, sehingga setelah menggunakan tempat pelayanan kesehatan
mereka sudah dalam keadaan sakit yang sudah dalam stadium lanjut. Sehingga terkadang
penanganan penyakit itu menjadi terlambat atau tidak bisa di sembuhkan lagi.
Dengan demikian, berdasarkan uraian diatassaya ingin membangun suatu tempat
pelayanan kesehatan yang lebih mudah menjangkau tempat pelayanan kesehatan dan diharapkan
warga dapat mencegah kemungkinan penyakitnya lebih parah atau untuk mengurangi
kemungkinan komplikasi yang data ditimbulkan.

1.2 Deskripsi Umum Perusahaan


Klinik Aupinia, berasal dari bahasa Latin Lengkuas, dimana Lengkuas tersebut mempunyai
banyak manfaat salah satunya Lengkuas Merah yang dijadikan sebagai pengobatan
tradisional, sehingga diharapkan Klinik Aupinia dapat memberikan kesembuhan untuk
pasien-pasien yang datang.

1.3 Visi dan Misi Perusahaan


Visi :

Menyehatkan masyarakat dan memasyarakatkan kesehatan

Misi :
1. Menjadi tempat masyarakat untuk mengkonsultasikan masalah kesehatan yang
mereka alami.
2. Sebagai mitra Puskesmas dalam memberikan pelayanan preventif dan kuratif serta
rehabilitatif.
3. Melakukan pengabdian pada masyarakat dengan ikut serta dalam usaha warga untuk
meningkatkan derajad kesejahteraan melalui peningkatan kesehatan.
4. Melakukan Pengobatan sesuai prosedur, Berkwalitas dan dapat terjangkau oleh semua
kalangan masyarakat.
5. Memberikan pelayanan medis dasar yang berbasis Homecare

1.4 Jenis Usaha yang Dikelola


Pelayanan pengobatan kepada pasien-pasien di lingkungan sekitar,

1.5 Tujuan
- Memberikan pelayanan berupa jasa konsultasi dan pengobatan kepada masyarakat terkait
masalah kesehatan.
- Agar bisa menjadi mitra Puskesmas dan balai pengobatan setempat guna memberikan
kesehatan untuk masyarakat
- Memberikan pelayanan secara berkesinambungan kepada masyarakat
- Menjalin silaturahmi dengan masyarakat

BAB II

KEGIATAN DAN PEMASARAN


2.1 Lingkungan Usaha
Lingkungan berada di pusat keramaian masyarakat di daerah Jl. Seberang Padang
Selatan No. 23 Padang dimana sekitar tempat tersebut terdapat juga ruko – ruko dengan
menjual kebutuhan sehari-hari. Sasaran dari pasien Klini Aupinia adalah masyarakat
disekitar Jl. Seberang Padang tersebut.

2.2 Kondisi Pasar


Kondisi secara geografis daerah tersebut, jauh dari pelayanan kesehatan, kurang lebih
800 meter – 1000 meter untuk mencapai pelayanan kesehatan tersebut. Sedangkan dilihat
dari kondisi yang ada, banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan baik dari
segi penyakit hingga, kebutuhan pertolongan pertama pada kecelakaan, dikarenakan jalan
tersebut adalah jalan utama.

2.3 Rencana Pemasaran

Klinik Aupinia adalah pelayanan kesehatan yang berfungsi untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat daerah Seberang Padang dengan cara memudahkan akses masyarakat
terhadap pelayanan kesehatan.
Awal mula pemasaran, kami mulai memberikan pelayanan – pelayanan secara gratis dan
mengenalkan produk jasa yang diberikan. Strategi pemasaran yang akan kami gunakan, yaitu :
1. PERSONAL SELLING
Personal selling adalah interaksi antar individu, saling bertemu, muka yang ditujukan untuk
menciptakan, memperbaiki, menguasai dan mempertahankan hubungan pertukaran yang
saling menguntungkan dengan pihak lain. Di Klinik Aupinia, kami melakukan personal
selling dengan cara pelayanan yang diberikan dokter kepada pasien dilakukan semaksimal
mungkin dan menggunakan bahasa komunikasi yang santun dan ramah tamah. Selain itu
pasien selalu diberi kontrak agar kembali berobat di klinik apabila sakit yang diderita belum
sembuh atau obat yang dikonsumsi habis, dan juga apabila akan dirujuk ke rumah sakit. Dan
hasilnya sebagian pasien banyak yang kembali berobat di Klinik Aupinia
2. BROSUR
Kami telah membuat brosur yang berisi ajakan pada masyarakat agar berobat di balai
pengobatan sehat sejahtera, selain itu kita juga memasang papan nama Klinik Aupinia kita di
depan klinik dan juga kami mencetak plastik pembungkus obat yang diberi nama balai
pengobatan kami, dan hasilnya banyak yang berkunjung ke klinik.
3. FASILITAS
Fasilitas yang akan kami dirikan guna mendukung kemajuan balai pengobatan ini hádala
sistem pendaftaran yang diatur menggunakan sistem komputerisasi, sehingga pasien yang
sudah terdaftar data kami simpan untuk riwayat kesehatan. Selain itu, kami merencanakan
area bermain anak-anak sebagai media penghibur bagi pasien yang berobat ke Klinik.
4. KEMITRAAN
Kemitraan disini hádala bekerja sama dengan para tukang ojek. Angkutan didaerah Klinik
Aupinia minim, sehingga kami menggalang kerja sama dengan para tukang ojek agar setia
mengantarkan pasien berobat ke Klinik Aupinia. Bonus yang kami beri pada tukang ojek
adalahRp. 5000/ pasien yang diantar ke Klinik.

Strategi Pemasaran lainnya dapat berupa :


1. Dengan memasang sepanduk di tempat – tempat umum yang setrategis.
2. Bekerja sama dengan kelompok PKK di setiap desa untuk mempromosikan ke
masyarakat
3. Melakukan kunjungan rumah guna melihat perkembangan pasien yang pernah
berobat
4. Berperan serta dalam kegiatan POSYANDU
5. Memberikan souvenir buat anak-anak yang sunat
6. Ruangan menggunakan pendingin Ac
7. Area klinik menggunakan fasilitas Hot Spot, agar warga pedesaan pun mampu
mengakses internet.
8. Membuat website www.konsultasiklinikaupinia.com
9. Bekerja sama dengan tukang ojek yang mengantarkan pasien dengan memberikan
komisi sebesar Rp. 5000 / pasien yang diantarkan.
10. Pendataan psien menggunakan sistem komputerisasi

2.4 Sasaran
Target utama yang dituju adalah masyarakat yang berada disekitar lingkungan Klinik
Aupinia mencakup kecamatan Padang Selatan dan Kecamatan Lubuk Begalung. Selain itu
target yang lain mereka yang konsul lewat website kami, setiap pengunjung website akan
terkena royalti sebesar $ 0,001.

2.5 Waktu
Kami memulai usaha pada tanggal 05 Juni 2020 dengan jam operasional pukul 08.00 – 21.00
WIB.

2.6 Analisis SWOT


Strength (kekuatan)
1) Memiliki SDM dengan etos kerja yang baik.
2) Harga jasa yang terjangkau
3) Bekerja sama dengan BPJS Kesehatan
4) Petugas yang ramah dan berpenampilan menarik
5) Fasilitas ruang tunggu yang nyaman
6) Obat-obatan dengan harga yang terjangkau dan lengkap
7) Melayani Khitanan, Konsultasi KB
8) Melayani pasien setiap hari
Weakness (kelemahan)
1) Kurangnya modal untuk menjalankan bisnis ini
2) Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan keadaannya
3) Kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kurang
4) Permintaan masyarakat yang tidak menentu
5) Pasien dengan kekurangan dana
Opportunity (peluang/ kesempatan)
1) Menjaga kualitas pelayanan
2) Tempat yang strategis dalam penjualan
3) Budaya masyarakat yang konsumtif
Threat (hambatan)
1) Waktu untuk memasarkan pelayanan.
2) Tempat untuk memasarkan produk.

2.7 Organisasi dan tenaga pelaksanaan


Nama Pemilik : Elga Aprodita
Jabatan : Direktur / Pemilik
Tempat / Tanggal Lahir : Padang, 24 April 1996
Alamat : Jl. Raya Koto Baru No. 34
No Telepon : 0812 6555 7070
Alamat email : elga.aprodita96@gmail.com
Pendidikan Terakhir : DIII Kebidanan
Pengalaman Bekerja : Pengusaha Tour dan Travel
Pengusaha Pulsa, Paket Data, dan sebagainya
Manajemen Rumah Sakit Hermina Padang
Tenaga Kerja Lainnya : Manager
Dokter Penanggung Jawab
Dokter Jaga
Perawat Profesional
Cleaning Service + Penjaga malam
Bagian Keuangan

2.8 Susunan Operasional dan Uraian Tugas


1. Direktur
 Bertugas sebagai pemimpin dari Klinik Aupinia tersebut, agar segala macam
kegiatan yang direncanakan dapat tercapai dan dapat mencapai sasaran.
 Mengatur dan bertanggung jawab terhadap kinerja bawahannya.
 Donatur tetap setiap acara yang diadakan Balai Pengobatan
2. Manager
 Menentukan dan mengatur pembagian tugas karyawan.
 Merumuskan pokok-pokok kebijaksanaan dalam bidang produksi/pelayanan,
pemasaran, dan keuangan.
 Bertanggung jawab dalam menyeleksi tenaga kerja yang mau bekerja di balai
pengobatan Kampoeng Sehat
 Menjalin relasi dengan pihak lain dalam setiap kegiatan yang dilakukan balai
pengobatan.
 Mengatur pemasukan dan pengeluaran keuangan Balai pengobatan
3. Dokter Penanggung Jawab
 Bertanggung jawab atas semua kegiatan di Klinik Aupinia
 Berperan serta melayani pasien dalam pengobatan
 Memberikan pelimpahan/penjelasan kerja pada bawahannya (dr. Pelaksana)
 Melakukan kunjungan rumah ( home care)
4. Dokter Jaga
 Melayani pasien sesuai tugas
 Memberikan konseling sesuai dengan permasalahan kesehatan yang di alami
pasien
 Bergantian sif dengan dr. Penanggung jawab dalam bertugas
 Melakukan kunjungan rumah ( home care)
5. Perawat Profesional
 Melakukan kunjungan rumah/homecare
 Melakukan asuhan keperawatan
 Mengontrol tindakan yang dilakukan oleh perawat vokasional
 Mengatur pelaksanan kegiatan keperawatan di Klinik
 Memberikan obat kepada pasien berdasarkan resep dokter
 Melakukan tindakan keperawatan pada pasien
 Melakukan kunjungan rumah bersama perawat profesonal/dokter bila di perlukan
6. Cleaning Service
 Sebagai tenaga yang memberikan kenyamanan dengan menjamin kebersihan
ruangan Balai pengobatan
 Membersihkan peralatan dan Klinik
 Sebagai penjaga malam klinik
7. Bagian Keuangan
 Sebagai pengatur cashflow keuangan di klinik
 Bendahara Klinik
 Membuat laporan keuangan setiap bulannya guna menghitung profit dan kerugian
Klinik

2.9 Jenis Pelayanan Yang Diberikan


1. KB
2. Pemeriksaan Umum
3. Sirkumsisi laser dan Persalinan
5. Konsultasi kesehatan/remaja
6. Laboratorium (guladarah, AS urat, kolesterol dan golongan darah)
7. Tindakan medis dasar
8. Pelayanan Gawat darurat sederhana (hecting, perwatan luka, insisi, eksisi jaringan lypoma)
9. Pemeriksaan kesehatan /surat keterangan dokter

BAB III
ASPEK KEUANGAN

3.1 Rencana Usaha

Jenis Produk Jumlah Produk HargaBeli (Rp)


Gedung 1 Rp. 30.000.000,-
Perizinan 1 RP. 3.000.000,-
Biaya Pegawai 6 Rp. 1.000.000,-
Sarana Prasarana (Etalase, Kursi, 3 Rp. 5.000.000,-
Meja)
Oksigenasi 1 RP. 2.000.000,-
Alat Bedah Minor 3 set Rp. 525.000,-
Standar Infus 1 buah Rp. 150.000,-
Sterilisator 1 buah Rp. 1.000.000,-
Thermometer Raksa 2 buah Rp. 16.000,-
Tensi meter 1 buah Rp. 125.000,-
Kartu Rawat Jalan 1000 lembar Rp. 150.000,-
Tempat sampah 5 buah Rp. 125.000,-
Cauter 1 buah Rp. 2.000.000,-
Obat - Obatan terlampir Rp. 5.000.000,-
Alat Tulis Kantor terlampir Rp. 200.000,-
Kasa Gulung 5 buah Rp. 50.000,-
Lampu Philip 4 buah Rp. 120.000,-
Keset 2 buah Rp. 30.000,-
Lap tangan 3 buah Rp. 30.000,-
Jam dinding 1 buah Rp. 50.000,-
Spuit 3 dus Rp. 300.000,-
Alcohol, Bethadine, dan lainnya 1 dus Rp. 500.000,-
Biaya Promosi Rp. 2.000.000,-
Alat tes golongan darah, As. Urat, dan 1 Rp. 1.000.000,-
Kolesterol
AC 2 buah Rp. 4.000.000,-
Komputer 1 set Rp. 4.000.000,-
Jaringan internet 1 Rp. 2.000.000,-
TOTAL Rp. 64.371.000,-
3.2 Rencana Tarif
1. Administasi Rp 5.000
2. Sirkumsisi Rp 300.000
3. Kb Rp. 35.000
a. Suntik 1 bulan Rp 20.000
b. Suntik 3 bulan Rp 30.000
c. Pil Rp 15.000
4. Konsultasi Rp 15.000
5. Surat keterangan sehatRp 5.000
6. Laborat
a. Gula darah Rp 25.000
b. Asam urat Rp 25.000
c. Gol darah Rp 15.000
d. Kolesterol Rp 25.000
7. Perawatan luka Rp 40.000
8. Berobat Rp 30.000
9. Hecting up Rp 80.000
10. Hecting Rp 100.000

3.3 Aspek Sosial


Klinik Aupinia juga akan membantu masyarakat sekitar agar dapat meningkatkan derajat
kesehatan mereka dan membantu warga kurang mampu agar tetap bisa merasakan pelayanan
kesehatan dengan biaya yang mereka dapat menjangkaunya. Balai ini juga turut serta dalam
upaya-upaya promotif untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada masyarakat dengan
menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih.
Masyarakat sumber sebagaian besar adalah petani lahan dan peternak. Perekonomian
masyarakatnya pun berkecukupan namun masih ada juga warga yang tergolong miskin.
Tempat tinggal mereka masih ada yang berlantai tanah dan dindingnya dari papan atau
kayu.Pada umumnya warga sudah tidak terlalu memegang erat budaya dan adat istiadat jawa
yang masih mengikat masyarakat, termasuk budaya yang berlawanan dengan pengobatan
pada tim medis. Seperti orang hamil tidak boleh makan yang amis-amis. Namun karma
sangat minimnya tempat pelayanan kesehatan sehingga banyak dari mereka yang hanya
menggunakan sarana pengobatan tradisional seperi dukun, kiyai, jamu dll, dalam mencari
pengobatan akan tetapi hal ini bukan berrarti adalah cara mereka menolak berobat ke
pelayanan kesehatan.
3.4 Analis Finansial
1. Biaya total
Total modal awal uasaha untuk mendirikan Balai Pengobatan KAMPOENG SEHAT
kurang lebih adalah Rp 50.571.000
2. Pegeluaran/bulan
GAJI
a. dr. penanggung jawab Rp 300.000
b. dr. pelaksan Rp 1.000.000
c. Perawat provesonal Rp 900.000
d. Perawat vokasional Rp 700.000
e. Bidan Rp 900.000
f. Cleaning service Rp 300.000
g. Listrik Rp 200.000
h. Alat habis pakai Rp 800.000
i. Obat-obatan Rp 2.000.000
j. Plastik obat Rp 20.000
k. Alat tulis Rp 20.000
l. Telpon Rp 100.000
m. Akses internet Rp. 350.000
Total Rp 7.490.000

INCOME/BULAN
Bila program yang di rencanakan dapat terlaksana dengan biak, dengan perkiraan
pasien berobat sekitar 20 pasien per hari dengan beraneka ragam pelayanan dengan
tarif minimal Rp 15.000/pasien berobat sakit, maka income per bulan dengan rincian
sebagai berikut:
a. Tes gula darah 6 org Rp 150.000
b. Tes Asam urat 8 org Rp 200.000
c. Cek gol darah 5 org Rp 75.000
d. Cek kolesterol 7 orang Rp 175.000
e. Pasien berobat sakit 407 org Rp15.210.000
f. KB 48 orang Rp 1.020.000
g. Sirkumsisi 4 Rp 1.200.000
h. Pasien dengan tindakan medis 14 Rp 2.000.000
i. Pasien Partus 1 org Rp 900.000
Total Rp 20.930.000

PROFIT
ñ = TR – TC
ñ = Profiet
TR = total revenue
TC = total Cost
Pemasukan per bulan = Rp 20.930.000
Pengeluaran per bulan = Rp 7.490 .000
Rp 13.440.000
Jadi keuntungan bersih yang diperoleh per bulan dari Klinik Aupinia sekitar
13.440.000, bila penghasilan yang di peroleh seperti tersebut diatas maka dalam
jangka waktu 7 bulan sudah mampu mengembalikan modal awal usaha yang sebesar
Rp 63.071.000

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Menurut kami kegiatan Praktik Kewirausahaan ini dapat dikembangkan dan


ditingkatkan untuk membentuk mental dan jiwa berwirausaha kepada mahasiswa. Kami
sangat yakin bahwa kegiatan ini dapat membantu para mahasiswa untuk lebih berinovasi,
aktif, dan kreatif dalam global seperti sekarang dimana menuntut persaingan yang sangat
ketat.

4.2 Saran

Diharapkan usaha ini dapat dijalankan secara berkelanjutan dan menggunakan


strategi pemasaran yang lebih baik yaitu dengan memperluas jaringan penjualan.