Anda di halaman 1dari 10

TUGAS

TERAPI KOMPLEMENTER
(TERAPI MUSIK DAN MUROTTAL)

OLEH
KELOMPOK II :

YUSRIL ZAINUDDIN 2118030


POPY RAHAYU INAKU 2118008
ALPIN MARHABA 2118019
TAUFIK DAMA 2118039
ADELISYA MA’RUF 2118015
RIBY ANANDA 2118005
ISSABELA 2118036
MAXIMILIANUS 2118040

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
GEMA INSAN AKADEMIK
MAKASSAR
2020
A. Analisa Sintesa

N Judul Penulis Tahu Sampel Jumla Metode Kesimpulan


o Artikel n h
Samp
le
1 Pengaruh Anna 2020 Pasien 48 Quasi Ada pengaruh
kombinasi Rufaida kanker experimenta yang signifikan
terapi payudara l kombinas latihan
walking walking excecise
exercise dan musik klasik
dan terapi terhadap
musik penurunan fatigue.
klasik
terhadap
fatigue
pada pasien
kanker
payudara

2 Pengaruh 1.Muhamma 2020 Pasien 60 Quasi Kecemasan pasien


Spiritual d Saleh kanker experiment kanker yang
Guided Nuwa yang dengan menjalani
Imagery menjalan rancangan kemoterapi
and Music 2. Stefanus i “one group digambarkan
terhadap Mendes kemotera pre and sebagai akibat dari
Kecemasan Kiik pi post test ketakutan terhdap
Pasien with diagnosa kanker
Kanker control yang diterima,
yang group prosedur kemotrapi
Menjalani design ” yang dijalani serta
Kemoterap kurangnya
i pemahaman
tentang
kemoterapi.Pember
ian Terapi
SGIM dalam
penelitian ini dapat
menurunkan
kecemasan pasien
kanker yang
menjalani
kemoterapi
3 Pengaruh 1. Dedi 2019 Kanker 46 Quasi Penelitian ini
self- Kurniawan paliatif Experiment menunjukkan
selected -pre-test bahwa
individual 2. Sri and terapi SeLIMuT
music Setiyarini post-test efektif diterapkan
therapy design with dalam
(selimut) 3. Martina Comparison meningkatkan
Terhadap Sinta Group efek relaksasi
perubahan Kristanti yang ditandai
status 3 dengan
hemodina menurunnya
mik pasien tekanan darah dan
kanker denyut jantung
paliatif di secara signifikan
Rsup dr. pada
Sardjito pasien kanker
yogyakarta paliatif.
Responden yang
menerima terapi
musik banyak
menunjukkan
respon yang
positif pada sisi
psikologi seperti
hilangnya
perasaan
terancam karena
penyakit dan
ketegangan
(Bernardi., Porta
& Sleight, 2006).
Efek
respon positif
pada aspek positif
yang
ditunjukkan
kebanyakan pada
responden
adalah
menghilangnya
ekspresi
ketakutan,
berkurangnya
ketegangan otot
dan
perasaan kelelahan
(Krout, 2007;
Wigram.,
Pedersen &
Bonde, 2002)
4 Efektifitas 1.AmiaRosa 2019 Pasien 75 Quasy Penelitian ini
terapi ndi Suwardi kanker Eksperimen memberikan hasil
murottal tal dengan bahwa setelah
terhadap 2. Desi menggunak diberikan
penurunan Ariyana an bentuk intervensi dengan
tingkat Rahayu rancangan terapi musik
nyeri three group klasik, terapi
Pada pre and murottal dan tanpa
pasien post test diberikan
kanker with kontrol terapi, terapi
design murottal
menunjukkan
penurunan
tingkat nyeri yang
sangat signifikan,
artinya
terapi murottal
lebih efektif dan
berperan
dalam menurunkan
tingkat nyeri

B. Standar Operasional Prosedur (SOP)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

No. Dokumen No. Revisi Halaman

PROSEDUR Tanggalterbit Ditetapkan


TETAP Ketua STIK GIA Makassar
Jum’at, 15 Mei 2020

( Rasdin, S.Kep.Ns.M.Kep.)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TERAPI MUSIK

PENGERTIAN Terapi musik adalah usaha meningkatkan kualitas fisik dan mental dengan
rangsangan suara yang terdiri dari melodi, ritme, harmoni, timbre, bentuk
dan gaya yang diorganisir sedemikian rupa hingga tercipta musik yang
bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental
TUJUAN 1. Untuk membantu mengekspresikan perasaan
2. Membantu rehabilitasi fisik
3. Untuk memberikan pengaruh positif terhadap kondisi suasana hati dan
emosi
KEBIJAKAN/
INDIKASI -
PERALATAN 1. Tape music/ Radio
2. CD musik
3. Headset
4. Alat-alat yang sesuai
PROSEDUR A. TahapPra Interaksi
KERJA a. Cek catatan keperawatan atau catatan medis klien (jika ada)
b. Siapkan alat-alat
c. Identifikasi faktor atau kondisi yang dapat menyebabkan
kontraindikasi
d. Cuci tangan
B. TahapOrientasi
a. Beri salam dan panggil klien dengan namanya
b. Jelaskan tujuan, prosedur, dan lamanya tindakan pada
klien/keluarga
C. TahapKerja
a. Berikan kesempatan klien bertanya sebelum kegiatan dilakukan
b. Menanyakan keluhan utama klien
c. Jaga privasi klien. Memulai kegiatan dengan cara yang baik
d. Menetapkan perubahan pada perilaku dan/atau fisiologi yang
diinginkan seperti relaksasi, stimulasi, konsentrasi, dan
mengurangi rasa sakit.
e. Menetapkan ketertarikan klien terhadap music
f. Identifikasi pilihan music klien
g. Berdiskusi dengan klien dengan tujuan berbagi pengalaman dalam
music
h. Pilih pilihan music yang mewakili pilihan musik klien
i. Bantu klien untuk memilih posisi yang nyaman
j. Batasi stimulasi eksternal seperti cahaya, suara, pengunjung,
panggilan telepon selama mendengarkan music
k. Dekatkan tape music/CD dan perlengkapan dengan klien
l. Pastikan tape music/CD dan perlengkapan dalam kondisi baik
m. Dukung dengan headphone jika diperlukan
n. Nyalakan music dan lakukan terapi music
o. Pastikan volume music sesuai dan tidak terlalu keras
p. Hindari menghidupkan music dan meninggalkannya dalam waktu
yang lama
q. Fasilitasi jika klien ingin berpartisipasi aktif seperti memainkan
alat music atau bernyanyi jika diinginkan dan memungkinkan saat
itu.
r. Hindari stimulasi music setelah nyeri/lika kepala akut
s. Menetapkan perubahan pada perilaku dan/atau fisiologi yang
diinginkan seperti relaksasi, stimulasi, konsentrasi, dan
mengurangi rasa sakit
t. Menetapkan ketertarikan klien terhadap music
u. Identifikasi pilihan musik klien
D. TahapTerminasi
a. Evaluasi hasil kegiatan (kenyamanan klien)
b. Simpulkan hasil kegiatan
c. Kontrak pertemuan selanjutnya
d. Akhiri kegiatan dengan cara yang baik
e. Bereskan alat
f. Cuci tangan
REFFERENSI https://id.scribd.com/doc/181262705/SOP-TERAPI-MUSIK-doc
Novita, Dian. 2012. Pengaruh Terapi Musik Terhadap Nyeri Post Operasi
Open Reduction And Internal Fixation (ORIF) di RSUD DR. H.
Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Diakses pada tanggal 18 April
2015 dari http://lib.ui.ac.id/file?file=digital%2F20328120-T30673+-
+Pengaruh+terapi.pdf

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

No. Dokumen No. Revisi Halaman

PROSEDUR Tanggalterbit Ditetapkan


TETAP Ketua STIK GIA Makassar
Jum’at, 15 Mei 2020
( Rasdin, S.Kep.Ns.M.Kep.)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TERAPI MUROTTAL

PENGERTIAN Terapi murottal adalah rekaman suara yang dilagukan oleh seorang
qori’(pembaca al-qur’an) lantunan secara fisik mengandung unsure suara
manusia
TUJUAN Untuk menurunkan hormone-hormon nyeri, mengaktifkan hormone
endorphin alami, meningkatakan perasaan rileks, mengalihkan perasaan
dari rasa takut, cemas, tegang dan nyeri, memperbaiki sistem kimia tubuh
sehingga menurunkan tekanan darah serta memeperlambat pernafasan,
detak jantung, denyut nadi, dan aktivitas gelombang otak.
KEBIJAKAN/ -
INDIKASI
PERALATAN - Earphone
- MP3/Tablet berisikan Murrotal (dzikir)
PROSEDUR E. TahapPra Interaksi
KERJA e. Cek catatan keperawatan atau catatan medis klien (jika ada)
f. Siapkan alat-alat
g. Cuci tangan
F. TahapOrientasi
a. Beri salam dan panggil klien dengan namanya
b. Jelaskan tujuan, prosedur, dan lamanya tindakan pada
klien/keluarga
G. TahapKerja
1. Mencuci tangan
2. Menghubungkan Earphone dengan MP3/Tablet berisikan
Murottakl
3. Pasien berbaring di atas tempat tidur
4. Letakkan earphone di telingan kanan dan kiri
5. Dengarkan Murottal selama 15 Menit
H. TahapTerminasi
g. Evaluasi hasil kegiatan (kenyamanan klien)
h. Simpulkan hasil kegiatan
i. Kontrak pertemuan selanjutnya
j. Akhiri kegiatan dengan cara yang baik
k. Bereskan alat
l. Cuci tangan
REFFERENSI Republik Indonesia http:/spritia.or./Dok/skemenkes812707.pdf. Diakses
tanggal 17 Mei 2013

Catatan :
Yang Nama dan Nim Warna Merah tidak kerja sama sekali !!