Anda di halaman 1dari 22

Panduan Presentasi Ilmiah

Panduan Laporan Kasus

Kerangka Laporan Kasus


Laporan kasus secara garis besarnya terdiri dari :
Pendahuluan.
II. Riwayat
kasus. Ill.
Permasalahan.
IV. Pembahasan.
V. Kesimpulan.
VI. Daftar Pustaka.

Pendahuluan
Pendahuluan harus sesingkat mungkin. Di sini disampaikan latar belakang,
ringkasan kasus dan tujuan yang ingin dicapai dengan penanganan yang baik pada
kasus yang dihadapi.

Riwayat Kasus
Riwayat kasus diajukan dalam bentuk CMBM (catatan medik berorientasi
masalah) yang mencakup :
Identifikasi kasus.
0 Keluhan utama.
1 Keluhan tambahan. Perangai penderita.
2 Riwayat penyakit sekarang.
3 Riwayat penyakit dahulu.
4 Riwayat haid.
5 Riwayat obstetri.
6 Pemeriksaan fisik.
7 Pemeriksaan laboratorium dasar.
8 Diagnosis.
9 Rencana pengelolaan.
10 Komplikasi yang terjadi dan pengelolaannya.
Permasalahan
Di sini disampaikan rumusan masalah-masalah pokok dan kasus yang akan
dibahas. Rumusannya merupakan hal-hal yang akan dibahas satu per satu dalam
pembahasan. Permasalahan timbul akibat adanya penyimpangan dari standar /
panduan yang berlaku.

IV. Pembahasan
Di sini diuraikan lebih terperinci lagi masalah-masalah yang sudah dikemukakan
di
atas dan dibahas secara sistematis berdasarkan pengetahuan teori, standar /
panduan
yang berlaku.
Pembahasannya dapat berupa :
Identifikasi masalah :
0 Apa masalah yang dihadapi.
1 Di mana terjadinya.
2 Kapan terjadinya.
3 Bagaimana luasnya / dampak komplikasinya.
Mengapa terjadi masalah :
0 Apa penyebabnya.
1 Adakah kesalahan prosedur, sistem dan sebagainya.
2 Siapa yang paling bertanggung jawab, mengapa?
Bagaimana mengatasinya :
0 Metode, sistem, apa alatnya, oleh siapa.
1 Kapan sebaiknya.
2 Di mana, pada level mana, dan sebagainya.

3 Bagaimana pencegahannya.
4 Rencana pengelolaan selanjutnya :
4.0 Rencana kehamilan dan persalinan berikutnya.
4.1 Rencana metoda Keluarga Berencana.
4.2 Rencana pengobatan.
4.3 Rencana konsultasi.
4.4 Dan sebagainya.
Kesimpulan dan Saran
Yang dicantumkan dalam kesimpulan, adalah fakta yang terjadi pada kasus yang
telah dibahas tadi, dan bukan teori yang seharusnya / diharapkan terjadi. Kesimpulan
seharusnya merupakan jawaban dan permasalahan kasus tersebut. Saran dapat
dicantumkan tersendiri setelah kesimpulan, dan merupakan usulan tindakan /
perbaikan terhadap penyimpangan-penyimpangan yang telah dibahas di atas untuk
mencegah, mengatasi atau mengurangi kesalahan / malapetaka yang terjadi agar
diperoleh suatu keadaan / kondisi yang paling ideal.

Cara Penulisan
0 Laporan kasus diketik pada kertas HVS putih, ukuran A4 dengan jarak 1½ spasi.
1 Laporan kasus diberi sampul yang mencantumkan
1.0 Hari, tanggal, bulan dan tahun penyajian kasus.
1.1 Judul (singkat, jelas dan menggambarkan permasalahan utama dan kasus
tersebut).
1.2 Nama penyaji (pelapor).
1.3 Alamat (Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi FK UNSRAT / BLU RSUP Prof.
Dr. R. D. Kandou).
2 Dilampirkan juga lembar “Penilaian Presentasi Kasus” yang akan diisi oleh konsulen
yang melakukan evaluasi pada saat kasus tersebut dipresentasikan.
3 Laporan diperbanyak sejumlah konsulen, ditambah dengan :
3.0 1 (satu) copy untuk arsip di sekretariat.
4 1 (satu) copy untuk moderator.
5 1 (satu) copy untuk presentan yang bersangkutan.

Pembagian Laporan Kasus :


Selama mengikuti pendidikan peserta PPDS-1 diwajibkan mempresentasikan laporan
kasus, sebagai berikut :
- Semester II : Laporan kasus Obstetri Patologi
Semester III: Laporan kasus Ginekologi
- Semester IV : Laporan kasus Obstetri - Ginekologi Sosial
0.0.0 Semester V: Laporan kasus kematian
Panduan Tesis
BAB I
PENDAHULUAN
Penulisan karya ilmiah dalam bentuk tesis, yang merupakan salah satu syarat guna
memperoleh gelar Spesialis Obstetri dan Ginekologi Program PPDS-l di Universitas Sam
Ratulangi, mengacu pada format baku yang dengan beberapa modifikasi yang disesuaikan
dengan ketentuan-ketentuan khusus yang berlaku umum.
1.1 Pengertian Tesis
Tesis adalah suatu karya tulis ilmiah, berupa paparan tulisan hasil penelitian yang
membahas suatu masalah dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-
kaidah yang berlaku dalam bidang ilmu itu.
Penelitian adalah kegiatan yang terencana, terarah, sistematik dan terkendali, yang
berupaya untuk memperoleh data dan informasi tentang suatu masalah dalam bidang
ilmu tertentu, dengan menggunakan metode ilmiah, untuk menjawab pertanyaan
penelitian atau menguji hipotesis.
Dalam rangka penulisan tesis, penelitian dapat dilaksanakan melalui studi kepustakaan
dan pengumpulan data primer dan / atau data sekunder.
Data primer adalah data yang diperoleh peneliti di lapangan, baik melalui wawancara
maupun hasil pengukuran langsung lainnya.
Data sekunder adalah data yang diperoleh dengan memanfaatkan hasil dari pihak lain,
seperti publikasi ilmiah, jurnal majalah ilmiah dan sebagainya.
1.2 Kedudukan Tesis
Tesis ini merupakan suatu syarat guna memperoleh gelar Spesialis Obstetri dan
Ginekologi dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 (PPDS-1). Tugas ini
dilaksanakan dengan mempertimbangkan keterbatasan waktu dan biaya peserta PPDS-1
dalam melakukan penelitian. Penelitian yang mendasari penulisan tesis ini dapat berupa
penelitian dasar (basic research) atau penelitian terapan (applied research) yang
terutama didasari oleh minat intelektual peserta.
1.3 Tujuan Tesis
Setelah menyelesaikan tesis, peserta mampu :
melakukan studi kepustakaan yang relevan dengan masalah yang diteliti
menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan minatnya berdasarkan
penelitian yang dilakukan peserta sendiri.
Tujuan di atas mencakup pengembangan dan kemampuan peserta dalam mengolah
atau memecahkan masalah serta memperoleh data dan / atau informasi tentang
masalah tersebut, dengan menggunakan metode ilmiah dan menyajikannya dalam
bentuk karya tulis ilmiah sesuai dengan ketetapan yang berlaku di Universitas Sam
Ratulangi.
1.4 Materi Tesis :
Permasalahan yang akan diangkat menjadi topik tesis dikembangkan dan bidang
ilmu Obstetri dan Ginekologi dan bidang ilrnu yang terkait. Materi karya tulis
didasarkan atas data dan / atau informasi yang berasal dari studi kepustakaan,
penelitian laboratorik / klinik dan / atau lapangan, serta menuangkan hasilnya
dalam bentuk paparan karya ilmiah.

CARA PENULISAN TESIS


8.1 Bahan yang digunakan :
Kertas yang digunakan untuk mengetik tesis adalah kertas HVS 80 gram ukuran A4
(21 cm x 29,7 cm) warna putih.
Untuk sampul luar (kulit luar) ditetapkan sampul keras (hard cover). Bahan yang
digunakan adalah karton buffalo atau linen, dengan warna hitam (lihat contoh).
Tiap bab diberi pembatas dengan kertas dorslag, dengan warna kuning muda.

8.2 Pengetikan
8.2.1 Lay-out kertas
Lay-out kertas, untuk pengetikan naskah tesis adalah sebagai berikut :
- pinggir atas : 4 cm dari tepi kertas
- pinggir kiri : 4 cm dari tepi kertas
pinggir bawah : 4 cm dari tepi kertas
pinggir kanan : 3 cm dari tepi kertas

8.2.2 Cara Pengetikan


Pengetikan hanya dilakukan pada satu muka kertas, tidak bolak balik.
Jenis huruf yang digunakan adalah Roman, Sans Serif, atau huruf lain yang
setara.
Ukuran huruf yang digunakan harus standar, yaitu font size 12.
Pita atau tinta pada komputer, yang digunakan berwarna hitam.
Apabila menggunakan komputer, pencetakannya pada dot matrix printer
harus menggunakan NLQ (Near Letter Quality). Kalau menggunakan Desk-
jet atau Laser-jet, cetakannya tidak boleh menggunakan huruf draft.
Perbanyakan hasil ketikan atau print-out komputer dilakukan dengan fotocopy
sejumlah yang ditetapkan. Bahan yang digunakan adalah kertas fotocopy
ukuran A4, 80 gr.

8.2.3 Spasi :
Jarak antara baris yang satu dengan baris berikutnya adalah dua spasi.
Jarak antara penunjuk bab (BAB I) dengan tajuk bab (PENDAHULUAN)
adalah dua spasi.
Jarak antara tajuk bab (judul bab) dengan teks pertama yang ditulis atau antara
tajuk bab dengan tajuk anak bab adalah empat spasi.
Jarak antara tajuk anak bab dengan baris pertama teks adalah dua spasi dan
alinea teks diketik menjorok ke dalam lima ketukan.
Jarak antara baris akhir teks dengan tajuk anak bab berikutnya adalah empat
spasi.
Jarak antara teks dengan tabel, gambar grafik, diagram atau judulnya adalah tiga
spasi.
Alinea baru diketik menjorok ke dalam lima ketukan dan margin kiri teks. Jarak
antara alinea yang satu dengan alinea yang lain adalah dua spasi.
Penunjuk bab dan tajuk selalu mulai dengan halaman baru.

8.2.4 Kutipan :
Kutipan langsung (bisa dalam bahasa aslinya atau terjemahannya), yang terkini
tidak lebih dari tiga baris, dimasukkan di dalam teks dengan jarak tetap dua
spasi, diikuti dengan nama penulis, tahun dan halaman.
Kutipan langsung (bisa dalam bahasa aslinya atau terjemahannya), yang terdiri
dan empat baris atau lebih, diketik terpisah dari teks, dengan jarak satu spasi
dan menjorok masuk lima ketukan dan margin kiri teks, diikuti nama
penulis, tahun dan halaman.
Jarak antara baris akhir teks dengan kutipan langsung tersebut pada butir (2) di
atas, dan jarak antara baris akhir kutipan langsung itu dengan baris awal teks
berikutnya adalah dua spasi.
Penggunaan gagasan atau pemikiran seseorang penulis buku, artikel dan
sebagainya, walaupun disusun dengan menggunakan kata-kata sendiri, harus
pula dicantumkan namanya (apabila perlu dapat pula dicantumkan judul
karya tulisnya) dan tahun buku / artikel itu ditulis.

8.3 Tajuk :
Tiap tajuk diketik di halarnan baru dengan huruf kapital ditempatkan di tengah dan
tidak diberi garis bawah.
Tajuk yang dimaksud adalah :
0 ABSTRAK
1 ABSTRACT
2 PRAKATA
3 DAFTAR ISI
4 DAFTAR TABEL
5 DAFTAR GAMBAR
6 DAFTAR GRAFIK
7 DAFTAR DIAGRAM
8 DAFTAR LAMPIRAN
9 BAB I. PENDAHULUAN
10 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
11 BAB III. MATERI DAN TATA KERJA
12 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
13 BAB V. RANGKUMAN KESELURUHAN
14 BAB VI. KESIMPU LAN
15 BAB VII. REKOMENDASI
16 DAFTAR PUSTAKA
17 LAMPIRAN
18 RIWAYAT HIDUP (kalau perlu).

8.4 Abstrak
8.4.1 Pengetikan Abstrak
Jarak spasi dalam pengetikan abstrak adalah satu setengah spasi.
Jarak antara judul ABSTRAK dengan teks pertama abstrak adalah empat spasi.
Jarak antara alinea yang satu dengan alinea yang lain adalah satu setengah spasi.
Alinea baru diketik menjorok ke dalam lima ketukan dari margin kiri teks.
8.4.2 Pengetikan Abstract :
. Pada dasarnya sama dengan butir 4.1 di atas, tetapi judul ABSTRACT dan
seluruh teks diketik dengan huruf miring atau italic.
Apabila printernya tidak memiliki fasilitas tersebut pada butir (1) di atas, maka
judul ABSTRACT dan seluruh teks abstract diketik dengan huruf biasa
(tidak diberi garis bawah).
8.4.3 Panjang dan Isi Abstrak dan Abstract
Panjang abstrak dan abstract tesis ditetapkan sekitar 150 - 200 kata.
Abstrak dan abstract penelitian empiris sekurang-kurangnya berisi hal-hal
sebagai berikut :
0 masalah yang diteliti, kalau mungkin dalam satu kalimat;
1 subjek / objek penelitian, disertai karakteristik khususnya, seperti
misalnya, jumlah, tipe, usia, jenis kelamin, spesies, dan / atau karakteristik
lainnya;
2 metode yang digunakan, termasuk peralatan / instrumen, prosedur
pengumpulan data, penggunaan perlakuan atau treatment (kalau ada);
3 hasil penelitian, termasuk taraf signifikansi statistik; dan
4 kesimpulan dan implikasi, terapan atau rekomendasi.
Abstrak dan abstract studi teoritis atau studi kepustakaan sekurang-kurangnya
berisi hal-hal sebagai berikut :
0 topik yang dikaji, kalau mungkin dalam satu kalimat;
1 tujuan atau pengorganisasian konstruksi dan lingkup studi (komprehensif
atau selektif);
2 sumber-sumber yang digunakan, misalnya, observasi pribadi, kepustakaan
yang diterbitkan; dan
3 kesimpulan dan implikasi, terapan atau rekomendasi.

8.5 Penomoran Bab, Anak Bab, dan Paragraf :


Penomoran bab pada penunjuk bab (BAB I) rnenggunakan angka Romawi kapital,
pengetikannya diletakkan di tengah.
Penomoran anak bab dan paragraf menggunakan angka Arab, diketik pada margin
sebelah kiri.
Penomoran anak bab dan paragraf disesuaikan dengan nomor bab.
8.6 Penomoran Halaman :
8.6.1 Halaman Bagian Awal :
Penomoran halaman bagian awal skripsi, mulai dari halaman “judul bagian
dalam” sampai dengan halaman “Daftar Lampiran”, menggunakan angka
Romawi kecil.
Halaman “judul bagian dalam” dan halaman “persetujuan pembimbing” tidak
diberi nomor urut halaman, tetapi diperhitungkan sebagai halaman i dan ii
(nomor halaman tersebut tidak diketik).
Halaman abstrak sampai dengan halaman daftar lampiran diberi nomor dengan
angka Romawi kecil (i), yang merupakan kelanjutan dan halaman “judul
bagian dalam” dan halaman “persetujuan pembimbing”.
Nomor halaman diletakkan pada pias (lajur) atas sebelah kanan, berjarak tiga
spasi dari margin atas (baris pertama teks pada halaman itu) dan angka
terakhir nomor halaman itu lurus dengan margin kanan teks.
Pada tiap halaman yang bertajuk, mulai dari Abstrak sampai dengan Daftar
Lampiran, nomor halaman diletakkan pada pias bawah persis di tengah-
tengah, berjarak tiga spasi dari margin bawah (baris akhir teks pada halaman
itu).
8.6.2 Bagian Inti :
Pemberian nomor pada bagian inti tesis ditetapkan seperti di bawah ini :
Penomoran bagian inti skripsi, mulai dari Bab I : PENDAHULUAN sampai
dengan Bab VI : KESIMPULAN DAN REKOMENDASI, menggunakan
angka Arab.
Nomor halaman diletakkan pada pias atas sebelah kanan, berjarak tiga spasi dari
margin atas (baris pertama teks pada halaman inti) dan angka terakhir
nomor halaman itu lurus dengan margin kanan.
Pada tiap halaman yang bertajuk, mulai dari Bab I : PENDAHULUAN
sampai dengan Bab IX : SUMMARY, nomor halaman diletakkan pada pias
bawah persis di tengah-tengah, berjarak tiga spasi dari margin bawah (baris
akhir teks pada halaman itu).

8.6.3 Bagian Akhir :


Pemberian nomor pada bagian akhir tesis dilakukan sebagai berikut :
1. Penomoran bagian akhir skripsi, mulai dari DAFTAR PUSTAKA sampai
dengan RIWAYAT HIDUP (kalau ada), menggunakan angka Arab.
Nomor halaman diletakkan pada pias atas sebelah kanan, berjarak tiga spasi dan
margin atas (baris pertama teks pada halaman itu) dan angka terakhir nomor
halaman itu lurus dengan margin kanan.
Pada tiap halaman yang bertajuk, mulai dari DAFTAR PUSTAKA sampai
dengan RIWAYAT HIDUP (kalau ada), nomor halaman diletakkan pada
pias bawah persis di tengah-tengah, berjarak tiga spasi dan margin bawah
(baris akhir teks pada halaman itu).

8.7 Sampul Luar / Kulit Luar :


Bahan sampul luar / kulit luar sesuai dengan ketentuan pada butir 8.1 (2).
Penulisan dan penempatan judul skripsi, anak judul (kalau ada), nama peserta PPDS-
1, simbol UNSRAT, tulisan TESIS, nama universitas dan Fakultas Kedokteran, kota
dan tahun penyusunan tesis, pada sampul luar dan sampul dalam, mengikuti
ketentuan berikut :
8.7.1 Judul dan Anak Judul
Penulisan judul dan anak judul diatur sebagai berikut :
Judul tesis ditulis di baris paling atas, dengan huruf kapital semua, dengan jarak
dan tepi atas kertas sekurang-kurangnya 6 cm.
Jenis huruf yang digunakan adalah CG Triumvirate Park, Bremen, Presentation,
atau yang sejenis, dengan tinggi huruf sekitar 4 cm.
Judul yang panjang ditulis menjadi dua baris atau lebih, dengan pemotongan
judul yang logis, sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. Jarak antara kedua
baris judul diatur agak rapat.
Anak judul (kalau ada) ditulis di bawah judul, dengan huruf kapital semua yang
lebih kecil dari huruf judul (jenis huruf sedapat mungkin sama), dengan
diberi jarak dari judul sekitar 1,5 cm dari baris judul yang paling bawah.
Anak judul yang panjang ditulis menjadi dua baris atau lebih, dengan
pemotongan judul yang logis, sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. Jarak
antara kedua baris judul diatur agak rapat.
Judul maupun anak judul tidak diakhiri dengan tanda titik (.).
Contoh : (besar huruf dan jarak spasi sesuaikan dengan ketentuan).

PERBANDINGAN KADAR FAKTOR von WILLEBRAND PLASMA


PENDERITA PREEKLAMSI DAN KEHAMILAN NORMAL

8.7.2 Nama peserta PPDS-1 :


Nama peserta PPDS-1 ditulis dengan huruf kapital semua, diletakkan di tengah,
dengan jenis dan besar huruf yang sama dengan anak judul.
Letak tulisan nama peserta sekitar 2,5 cm di bawah anak judul. Kalau tidak ada
anak judul, letak tulisan nama peserta sekitar 5 cm di bawah judul.
8.7.3 Simbol UNSRAT :
Simbol UNSRAT bergaris tengah sekitar 3,5 cm. Titik tengahnya terletak kira-
kira di tengah-tengah di antara baris nama peserta PPDS-l di atasnya dengan
tulisan TESIS di bawahnya.
8.7.4 Tulisan TESIS :
Tulisan TESIS ditulis dengan huruf kapital semua, diletakan di tengah, dengan
jenis dan besar huruf yang sama dengan anak judul.
Letak tulisan TESIS sekitar 2,5 cm di bawah tepi bawah simbol UNSRAT.
Di bawah tulisan TESIS, dengan jarak antara sekitar 1 cm, dicantumkan kalimat
penjelasan berikut :

Untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar spesialis Obstetri
dan Ginekologi Program Pendidikan Dokter Spesialis – 1.

8.7.5 Nama Universitas, Fakultas, Kota dan Tahun Penyusunan :


Tulisan nama universitas (UNIVERSITAS SAM RATULANGI), fakultas, kota,
dan tahun penyusunan skripsi ditulis dengan huruf kapital semua, dengan
jenis dan besar huruf yang sama dengan huruf judul, berurutan seperti
contoh di bawah.
Tahun penyusunan tesis yang ditulis paling bawah, diletakkan sekitar 3,5 cm
dari tepi bawah kertas.
Berturut-turut ke atas seperti pada contoh sebagai berikut:
Contoh : (besar huruf dan jarak spasi sesuai dengan ketentuan)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2012

Penempatan tulisan pada sampul luar (yang sama dengan halaman judul), harus
memperhatikan keseimbangan jarak margin atas, bawah, kiri dan kanan.

Catatan :
Dalam kondisi tertentu, yang tidak dapat mengacu pada pengaturan seperti di atas, lay-out
sampul luar / kulit luar, mengacu pada baris judul (butir 8.7.1) dan baris tahun penyusunan (butir
8.7.5) dengan memperhatikan keseimbangan.

8.7.6 Judul Bagian Dalam


Judul bagian dalam sama dengan sampul luar kulit luar, hanya dicetak pada kertas HVS,
sesuai dengan ketentuan pada butir 8.1 (1).

8.8 Halaman Persetujuan Pembimbing


Pada dasarnya, lay-out halaman persetujuan pembimbing, mengacu pada butir 8.2.1.
isinya adalah sebagai berikut :
Judul tesis diketik dengan jarak 4 cm dari tepi kertas bagian atas. Semua kalimat judul diketik
dengan huruf kapital, dengan jarak antar baris yang rapat.
Baris subjudul diketik di bawah judul dengan jarak sekitar 1 cm dari baris terakhir judul. Semua
diketik dengan huruf kapital.
Nama peserta diketik di bawah sub judul, dengan jarak sekitar 1 cm dari baris terakhir subjudul.
Semua diketik dengan huruf kapital.
NIM diketik di bawah nama peseta PPDS-1, dengan jarak rapat.
Contoh :
Oleh :

................................................
NIM : ....................................
Kurang lebih 2 cm dari tulisan NIM, dicantumkan tulisan seperti di bawah ini, yang ditulis
dengan huruf kecil yang sama besar dengan huruf anak judul (subjudul).
Tesis untuk memenuhi syarat guna memperoleh gelar Spesialis Obstetri dan Ginekologi,
Program Pendidikan Dokter Spesialis - 1 ini telah disetujui oleh pembimbing pada tanggal
seperti tertera di bawah ini.
Tulis nama kota (Manado), tanggal persetujuan, dan nama-nama : (ketua) pembimbing, Kepala
Bagian, Ketua PPDS-1, dan Ketua Tim Koordinasi Pelaksana PPDS-1, ditulis dengan huruf
sebesar huruf subjudul, dengan format seperti contoh di bawah ini.

Contoh :
Manado,...................200...

.................................................... ....................................................
Pembimbing I Pembimbing II

........................................................................... .........................................................................
Kepala Bagian / SMF OBSGIN Ketua Program Studi OBSGIN
FK UNSRAT / FK UNSRAT /
BLU RSUP Prof Dr. R.D. Kandou Manado BLU RSUP Prof Dr. R.D. Kandou Manado

8.9 Daftar Pustaka :


Untuk menjamin keseragaman dalam penulisan Daftar Pustaka, maka dipakai cara
penulisan menurut Vancouver.
Kelompok Majalah (Journal)
0 Makalah perorangan
Misalnya : diambil dari suatu jurnal Internasional : American Journal of Obstetrics
and Gynecology volume 133, nomor 2, 15 Februari 1979, halaman 386 s.d 390,
dengan judul : A blocking factor in amniotic causing leukocyte migration
enhancement, dan para penulis :
N. Gleicher, M.D.
C.J. Cohen, M.D.
T.D. Kerenyi, M.D.
S.B. Gusberg, M.D.D.Sc.
*Cara penulisan nama*
Tanpa titik dan koma dalam satu nama, kecuali koma antara dua nama.
Tanpa kata penghubung dan sebelum nama terakhir.
Nama tidak huruf besar semua.
Selalu nama keluarga didahulukan, kemudian diikuti permulaan kata nama aslinya.
Semua nama penulis dicantumkan bila jumlahnya enam, tetapi bila lebih, maka
diambil putusan untuk mencantumkan tiga nama pertama, kemudian ditulis et. al.
atau dkk
Jadi cara yang dianut adalah : Gleicher N, Cohen CJ, Kerenyi TD, Gusberg SB.

*Cara menulis judul*


Judul ditulis seperti apa adanya; jangan disingkat, diperbaiki bila ada kesalahan atau
diubah.
Tidak ditulis dalam huruf besar semua atau tidak pula memakai huruf besar setiap
permulaan kata.

Jadi, cara menulisnya :


A blocking factor in amniotic fluid causing leukocyte migration enhancement

*Cara menulis antara nama penulis dengan judul makalah*


Tanpa sisipan tahun.
Tanpa titik dua.
Setelah nama penulis langsung titik kemudian disusul judul.

Jadi, cara penulisannya sebagai berikut :


.......................Gusberg SB. A blocking factor........................

*Cara menulis nama majalah (Jurnal)*


1. Tahun ditulis setelah nama majalah kemudian baru volume dan halaman.
Nomor, tanggal dan bulan tidak dicantumkan.
Halaman yang ditulis ialah halaman pertama dan terakhir, dengan catatan bahwa pada
halaman terakhir yang ditulis hanya nomor terakhir, yang berbeda dengan
halaman pertama, misalnya :

Halaman 119-125 ditulis : 119-25


Halaman 224-225 ditulis : 224-5
Halaman 687-690 ditulis : 687-90
Halaman 386-390 ditulis : 386-90

Jadi, cara penulisannya adalah sebagai berikut :


Am J Obstet Gynecol 1979;133:386-90.

Perhatikan, bahwa antara nama majalah dengan tahun tidak ada titik atau koma,
antara tahun dengan volume dicantumkan titik koma (;) dan antara volume dan
halaman dicantumkan titik dua (:). Pada akhir halaman kemudian ada titik sebagai
penutup.

2. Makalah suatu lembaga / badan


Cara-cara dan patokan menulisnya sama seperti untuk makalah perorangan,
hanya nama penulis adalah suatu lembaga atau badan dan makalah tersebut
dipublikasikan dalam suatu majalah (jurnal).
0.0 Nama lembaga / badan ditulis lengkap, tidak disingkat.
0.1 Ditulis dengan huruf besar kecil pada setiap kata, kecuali penghubung; huruf kecil
semua.
0.2 Cara-cara menulis sama dengan cara yang dianut Vancouver style untuk makalah
perorangan, umpamanya :
The Committe on Enzymes of the Scandinavian Society for Clinical Chemistry and
Clinicl Physiology. Recommended method for the determination og gamma-
glutamyl-transferase in blood. J Clin Lab Invest 1976;36:119-25.

Kelompok Buku / Text Book / Monograf


0 Penulisan perorangan
Misalnya kita ambil dari suatu text-book :
Judul : An ABC of Modern Immunology.
Penulis : E.J.Holborow,M.D. Cautab, M.R.C.P.,M.R.C.Path
Penerbit : The Lancet LTD, London.
Terbitan : Edisi kedua, 1973
Cara yang dianut Vancouver style ialah :
Penulisan nama sama seperti untuk majalah (jurnal)
Judul buku ditulis seperti judul majalah (jurnal) yaitu hanya huruf pertama ditulis
dengan huruf besar, selebihnya huruf kecil.
Judul buku sebaiknya digarisbawahi atau dicetak kursif.
Setelah judul, maka berturut-turut tampil: edisi, kota tempat penerbit, nama penerbit
dan tahun penerbitan.
Jadi buku itu ditulis sebagai berikut :

Holborow EJ. An ABC of modern immunology.


2nd ed. London : The Lancet Ltd, 1976.

Perhatikan, bahwa antara kota dengan nama penerbit ada titik dua (:) dan yang
tampil adalah kotanya dulu.

Penulis suatu lembaga / badan


0 Nama lembaga / badan ditulis sama seperti untuk majalah (journal).
1 Susunan dan caranya sama seperti untuk penulisan perorangan.

Hal 110
Jadi, misalnya :
American Medical Association Department of Drug, AMA drug.
rd
Evaluation 3 . Littleton : Publishing Science Group, 1977.

Editor atau pengumpul / compiler


Misalnya kita ambil dari buku :
Judul : Cervical Mucus in Reproduction
Editor : Max Elstein
Kamran S. Moghissi
Rudi Borth
Penerbit : Scriptor
Kota penerbit : Copenhagen
Tahun penerbit : 1973

Cara yang dianut Vancouver style ialah :


Nama editor / compiler ditulis lengkap seperti pada majalah (journal) dan dibelakangnya
ditulis : ed(s) atau comp(s).
Lain-lain sama seperti pada penulis perorangan. Jadi
buku itu ditulis sebagai berikut :
Elstein M, MoghissiKS, Borth R,eds. Cervical mucus in
reproduction. Copenhagen : Scriptor,1973.

4. Penulis bab suatu buku.


Buku tersebut terdiri atas bab-bab yang ditulis oleh perorangan.
Umpamanya, kita ambil bab ke-3 dari suatu buku.
Judul bab : Histology and nicrostructure of the cercical epithelial secretory system.
Nama penulis : E.S.E. Hafes.
Halaman : 23 s/d 32.

Cara yang dianut vancouver style ialah :


Nama bab ditulis lengkap seperti pada nama penulis.
Kemudian disusul dengan nama judul bab.
Setelah itu : In atau Dalam buku atau Di dalam
Ditulis langsung nama-nama editornya, judul, kota penerbit, nama penerbit dan tahun
penulisan buku.
Baru akhirnya halaman buku.

Jadi cara menulisnya adalah sebagai berikut :


Hafes ESE. Histology and microstructure of the cervical epithelial secretory system.
Dalam buku : Elstein M, MoghissiKS, Borth R, eds, Cervical mucus in reproduction.
Copenhagen : Scriptor, 1973 : 23-32.

Perhatikan hal-hal sebagai berikut :


a. Judul buku semua huruf kecil, kecuali huruf pertama kata ditulis dengan huruf besar.
Judul buku sebaiknya digaris bawahi atau dicetak kursif.
Halaman ditulis sesudah tahun dengan memakai tanda (:) (1973: 23-32)
Cara-cara menulis halaman terakhir sama seperti pada majalah.
Umpama : 457-472 ditulis : 457-72
224-225 ditulis : 224-5

0.0 Publikasi
suatu agen
Umpamanya :
National Center for Health Statistic, Acute Conditions : incidence and associated
disability, United States July 1968- June 1969, Rockville, MD, National Center for
Health Statictics, 1972 (Vital and health Statistic Series 10 : Data from the National
Health, No. 69) (DHEW publication No. (HSH) 72-1036)
Jadi, cara penulisannya agak kompleks karena ditulis semua secara terperinci.

Kelompok Sumber Lain


0 Makalah dalam surat kabar
Cara yang dianut vancouver style ialah :
0.0.0 Nama penulis dan judul ditulis sama seperti pada majalah (journal)
0.0.1 Kemudian nama surat kabar, tahun dan tanggal.
0.0.2 Perlu dicantumkan pula : halaman dan kolomnya.
Umpamanya :
Shaffer R.A. Advances in chemistry are starting to unlock misteries of the brain.
Wallstreet Journal 1977 Aug 12: 1) col 1), 10 (col 1).
Makalah dalam majalah umum
Cara yang dianut vancouver style ialah :
0 Nama penulis, judul serta nama majalah ditulis seperti contoh-contoh diatas.
1 Kemudian disusul : tahun, tanggal, dan halaman
majalah. Umpamanya :
Roueche B. Annals of medicine : the Santa Clause culture. The New Yorker 1971
Sept 4 : 66-81
Nama-nama surat kabar maupun nama majalah umum ditulis secara lengkap dan
nama bulan disingkat.
Cara menyusun Daftar Rujukan :
Penyusunan daftar rujukan sesuai dengan cara Vancouver, disusun menurut aturan
penampilan di dalam naskahnya, kemudian diberi nomor urut.
Untuk menjelaskan pengutipan dan hubungannya dengan rujukan, maka yang ditulis
dalam naskah : ialah nama familinya dan juga nomer urutannya.
Jadi rujukan yang pertama tampil akan diberi nomor satu dan yang kedua tampil, diberi
nomor dua dan seterusnya. Konsekuensi cara ini ialah rujukan tidak tersusun secara abjad
nama keluarga, tetapi tercampur aduk. Keuntungannya ialah, didalam naskah maka
kalimat-kalimat tidak terlalu terganggu oleh sederetan nama-nama penulis; cukup diberi
nomor sehingga singkat dan jelas.

8.10 Tabel, Gambar, Grafik dan Diagram


Pembuatan tabel, gambar, grafik dan diagram, serta pengetikan judulnya dilakukan sebagai
berikut:
8.10.1. Tabel :
Tabel muat kira-kira di tengah-tengah halaman.
Judulnya diketik di atas tabel, mengikuti lebar tabel, dengan memperhitungkan
keseimbangan halaman.
Nomor tabel terdiri atas dua bagian, yaitu :
0 bagian pertama menunjukkan nomor bab di mana tabel itu dimuat
1 bagian kedua menunjukkan nomor urut tabel pada bab itu.
Misalnya : Tabel 2.4, menunjukkan bahwa tabel itu ada pada bab II dan
merupakan tabel urutan keempat pada bab itu.
Kalimat pertama judul tabel ditulis sesudah nomor tabel, dengan jarak dua ketukan
Awal baris kedua judul tabel berada di bawah awal judul tabel (bukan di bawah nomor
tabel).
8.10.2. Gambar :
Gambar dimuat kira-kira di tengah-tengah halaman.
Judulnya diketik di bawah gambar, mengikuti lebar gambar dengan memperhitungkan
keseimbangan halaman.
Nomor gambar terdiri atas dua bagian, yaitu :
0 bagian pertama menunjukkan nomor bab dimana gambar itu dimuat
1 bagian kedua menunjukkan nomor urut gambar pada bab itu.
Misalnya : gambar 3.8, menunjukkan bahwa gambar itu ada pada bab III dan
merupakan gambar urutan kedelapan pada bab itu.
Kalimat pertama judul gambar ditulis sesudah nomor gambar, dengan jarak dua ketukan
Awal baris kedua judul gambar berada di bawah awal judul gambar (bukan di bawah
nomor tabel).
8.10.3. Grafik :
Grafik dimuat kira-kira di tengah-tengah halaman.
Judulnya diketik di bawah grafik, mengikuti lebar grafik dengan memperhitungkan
keseimbangan halaman.
nomor gambar terdiri atas dua bagian, yaitu :
0 bagian pertama menunjukkan nomor bab dimana gambar itu dimuat
1 bagian kedua menunjukkan nomor urut gambar pada bab itu.
Misalnya : gambar 3.8, menunjukkan bahwa gambar itu ada pada bab III dan
merupakan grafik urutan kedelapan pada bab itu.
Kalimat pertama judul grafik ditulis sesudah nomor grafik, dengan jarak dua ketukan
Awal baris kedua judul grafik berada di bawah awal judul grafik (bukan di bawah nomor
tabel).
8.10.4. Diagram :
Diagram dimuat kira-kira di tengah-tengah halaman.
Judulnya diketik di bawah diagram, mengikuti lebar diagram dengan memperhitungkan
keseimbangan halaman.
Nomor diagram terdiri atas dua bagian, yaitu :
0 bagian pertama menunjukkan nomor bab dimana diagram itu dimuat
1 bagian kedua menunjukkan nomor urut gambar pada bab itu.
Misalnya : diagram 3.8, menunjukkan bahwa diagram itu ada pada bab III dan
merupakan diagram urutan kedelapan pada bab itu.
Kalimat pertama judul diagram ditulis sesudah nomor diagram, dengan jarak dua
ketukan
Awal baris kedua judul diagram berada di bawah awal judul diagram (bukan di bawah
nomor tabel).