Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI HEWAN

PERCOBAAN III
ESTIMASI KELIMPAHAN CACING TANAH PADA BERBAGAI
VEGETASI

OLEH :

NAMA : GITA INDRI PRATIWI


STAMBUK : F1D118031
KELOMPOK : I (SATU)
ASISTEN PEMBIMBING : DIKI CANDRA

PROGRAM STUDI BIOLOGI


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2020
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tanah sebagai tempat tumbuh tanaman harus mempunyai kandungan

hara yang cukup untuk menunjang proses pertumbuhan tanaman sampai

berproduksi, artinya tanah yang digunakan harus subur. Ketersediaan hara

dalam tanah sangat dipengaruhi oleh adanya bahan organik. Bahan organik

merupakan bahan penting dalam menciptakan kesuburan tanah. Secara garis

besar, bahan organik memperbaiki sifat-sifat tanah meliputi sifat fisik, kimia

dan biologi tanah. Bahan organik memperbaiki sifat fisik tanah dengan cara

membuat tanah menjadi gembur dan lepas- lepas sehingga aerasi menjadi lebih

baik serta mudah ditembus perakaran tanaman.

Cacing tanah adalah organisme yang tinggal di dalam tanah. Lahan

yang mengandung banyak cacing tanah akan menjadi subur, sebab kotoran

cacing tanah yang bercampur dengan tanah telah siap untuk diserap oleh akar

tumbuh-tumbuhan. Cacing tanah juga dapat meningkatkan daya serap air

permukaan. Lubang-lubang yang dibuat cacing tanah meningkatkan

konsentrasi udara dalam tanah, disamping itu pada saat musim hujan lubang

tersebut akan melipat gandakan kemampuan tanah menyerap air.

Secara singkat dapat dikatakan cacing tanah berperan memperbaiki dan

mempertahankan struktur tanah agar tetap gembur.

Cacing ini hidup didalam liang tanah yang lembab, subur dan suhunya

tidak terlalu dingin. Cacing tanah sangat sensitif terhadap keasaman tanah,
sehingga keasaman tanah sangat mempengaruhi populasi dan aktivitas cacing

tanah. pH merupakan faktor pembatas dalam penyebaran cacing tanah dan

setiap jenis cacing tanah memiliki tingkat preferensi yang berbeda terhadap pH

tanah. Berdasarkan latar belakang diatas, maka dilakukan praktikum yang

berjudul Estimasi Kelimpahan Cacing Tanah pada Berbagai Vegetasi.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada praktikum ini adalah bagaimana mengistemasi

kelimpahan cacing tanah pada berbagai vegetasi?

C. Tujuan Praktikum

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengistemasi kelimpahan

cacing tanah pada berbagai vegetasi.

D. Manfaat Praktikum

Manfaat dari praktikum ini adalah mengistemasi kelimpahan cacing

tanah pada berbagai vegetasi.


II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Cacing Tanah

Cacing tanah merupakan salah satu jenis fauna yang ikut melengkapi

khasanah hayati fauna Indonesia dan termasuk kedalam kelompok hewan

tingkat rendah, tidak bertulang belakang (invertebrata) dan merupakan

kelompok annelida atau cacing bersegmen. Hewan ini ditemukan pada

lingkungan terrestrial basah di Indonesia. Cacing tanah dapat memperbaiki dan

mempertahankan struktur tanah, meningkatkan daya serap air permukaan,

menyuburkan tanah dan meningkatkan pemanfaatan limbah organik (Brata,

2008).

Cacing tanah merupakan salah satu kelompok makrofauna yang

memainkan peranan penting dalam berbagai proses fisika, kimia maupun

biologi tanah. Cacing tanah membuat liang dalam tanah sehingga

meningkatkan porositas tanah. Hal ini membantu proses peresan air sehingga

mengurangi aliran permukaan dan menurunkan risiko banjir. Selain itu hewan

ini juga membantu proses dekomposisi bahan organik dan pelepasan hara ke

dalam tanah, sehingga meningkatkan kesuburan tanah. Oleh karenanya, cacing

tanah berpotensi memberikan kontribusi yang mendukung sebagian fungsi

lahan RTH (Sugianto dkk, 2013).

B. Habitat Cacing Tanah

Cacing tanah merupakan salah satu organisme yang hidup ditempat

yang lembab. Cacing tanah erat hubungan nya dengan kondisi lingkungan
dimana cacing tersebut hidup. Lingku ngan tersebut meliputi kondisi fisik,

kimia, biologi dan ketersediaan makanan. Faktor ekologis yang sangat

mempengaruhi kehidupan cacing tanah adalah pH, kelembaban, aerasi dan

CO2, bahan organik, jenis dan suplai nutrisi (Widiastuti dan Arfiati, 2018).

C. Manfaat Cacing Tanah

Cacing tanah memiliki banyak kegunaan, selain dapat digunakan

sebagai indikator sehatnya lingkungan tanah juga dapat digunakan untuk bahan

utama berbagai produk kosmetik. Beberapa produk kosmetik memanfaatkan

bahan aktif cacing tanah sebagai substrak pelembut kulit. Penggunaan tepung

cacing tanah adalah sebagai bahan obat karena diketahui memiliki senyawa

antimikroba, anti tumor bahkan anti kanker, disamping itu digunakan juga

sebagai bahan tambahan dalam pembuatan makanan dan minuman

(Firmansyah dkk., 2014).

D. Pengaruh Vegetasi terhadap Populasi dan Biomassa Cacing Tanah

Populasi dan biomassa cacing tanah pada suatu lahan dipengaruhi oleh

banyak faktor, salah satunya adalah vegetasi yang tumbuh di atasnya. Vegetasi

tersebut akan mempengaruhi serasah yang akan menjadi sumber energi bagi

fauna tanah termasuk cacing tanah. Ketebalan serasah yang terdapat

dipermukaan tanah akan mempengaruhi temperatur tanah dan kelembaban

tanah dan berkaitan dengan aktivitas fauna tanah. Serasah dianggap sebagai

sumber makanan yang paling baik bagi cacing tanah karena karbohidratnya

relatif tinggi dan rendahnya kandungan ligno selulosenya. Cacing tanah tidak
mampu makan serasah segar yang baru jatuh dari pohon. Serasah tersebut

membutuhkan periode tertentu untuk lapuk atau terurai sampai cacing tanah

mampu memakannya (Gamasika dkk., 2017).


II. METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jum’at, ……… 2020, pukul …-…

WITA dan bertempat di Vegetasi Jati, Vegetasi Semak dan Vegetasi Hutan

Biologi, Universitas Halu Oleo, Kendari.

B. Bahan Praktikum

Bahan yang digunakan pada praktikum ini tercantum pada Tabel 1.

Tabel 1. Bahan dan kegunaan


No. Nama Bahan Kegunaan
1 2 3
1. Cacing Tanah (Ponthoscole sp.) Sebagai objek pengamatan
2. Deterjen Untuk merangsang cacing tanah
kepermukaan.
3. Air Sebagai pelarut deterjen.

C. Alat Praktikum

Alat yang digunakan pada praktikum ini tercantum pada Tabel 2.

Tabel 1. Alat dan kegunaan


No. Nama alat Kegunaan
1 2 3
1. Pacul Untuk menggali tanah
2. Kamera Untuk menggambil gambar
3. Alat tulis Untuk mencatat hasil pengamatan
4. Toples plastik Untuk wadah untuk menyimpan cacing

D. Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Menentukan lokasi pengamatan.

2. Menggali tanah sedalam 15 cm.


3. Menyiram permukaan tanah tersebut dengan deterjen yang telah di

homogenkan dengan air.

4. Menunggu cacing yang muncul kepermukaan tanah.

5. Memasukkan cacing ke dalam wadah dan dibersihkan menggunakan air,

selanjutnya dibawa ke laboraorium untuk diamati.

6. Menghitung dan mendokumentasikannya.


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 3.

Table 3. Hasil pengamatan kelimpahan cacing tanah.


No Nama Nama Jenis Jumlah Gambar
. Vegetasi Individu
Foto Literatur
1 2 3 4 5 6
1. Vegetasi Lumbricus 18
Jati terreestris spesies

2. Vegetasi Eudrillus 13
Semak eugeniae spesies
Tabel 3. Lanjutan
3. Vegetasi Oligochaeta 10
Hutan spesies
Biologi

B. Pembahasan

Cacing tanah umumnya tidak memakan vegetasi hidup, tetapi hanya

makan bahan makanan berupa bahan organik mati baik sisa-sisa hewan

ataupun tanaman. Kebanyakan cacing tanah hidup pada kedalaman kurang

dari 2 m, tetapi ada beberapa jenis mampu membuat lubang hingga 6 m.

Cacing tanah lebih senang hidup pada tanah-tanah yang lembab, tata udara

baik, hangat sekitar 21 oC, pH tanah 5,0- 8,4, banyak bahan organik,

kandungan garam rendah. Tetapi Ca tersedia tinggi, tanah agak dalam, tekstur

sedang sampai halus, dan tidak terganggu oleh pengolahan tanah. Cacing

tanah dapat hidup pada pH tanah antara 4,5-6,5, namun jika kondisi

kandungan bahan organik tanah yang tinggi maka mampu berkembang hingga

pH 3,0.

Praktikum ini dilakukan untuk mengetahui kelimpahan cacing tanah

yang terdapat pada berbagai vegetasi. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh


beberapa jenis cacing tanah diantaranya Lumbricus terreestris berjumlah 18

spesies yang ditemukan pada vegetasi jati. Menurut (Pamungkasari, 2014)

Lumbricus terreestris hidup didalam tanah didaerah tropis dengan tubuh

bagian dorsal berwarna merah muda sampai tua sedangkan tubuh bagian

ventral berwarna lebih muda. Mempunyai 100 sampai 180 segmen. Segmen

pertama terdapat mulut yaitu peristomum dan tiap segmen mempunyai

beberapa setae. Setae berfungsi sebagai alat pencengkeram atau pelekat kuat

pada tempat cacing tanah itu berada. Bagian bawah atau ventral berbentuk

pipih dan terdapat pori-pori yang letaknya tersusun pada setiap segmen yang

terhubung dengan alat pembuangan yang berada didalam tubuh.

Eudrillus eugeniae berjumlah 13 spesies yang ditemukan pada vegetasi

semak. Menurut (Rukmana, 2008) cacing Eudrilus eugeniae memiliki ukuran

tubuh yang lebih besar dari cacing tanah jenis Lumbricus, panjang

tubuhnya dapat mencapai 35 cm pada usia dewasa. Cacing ini memiliki

kebiasaan unik dibandingkan dengan jenis cacing yang lain karena pada

umumnya cacing Eudrilus eugeniae lebih sering melakukan perkawinan

pada permukaan tanah dan dilakukan pada malam hari. Tubuhnya berwarna

keunguan, terdapat garis pada bagian tengah perut mulai dari bawah

kepala sampai pangkal ekor, ukuran tubuhnya besar, bahkan mampu

sebesar pensil dengan panjang antara 30-35 cm pada usia dewasa. Bentuk

pipih dengan ekornya yang tampak lebih runcing dibandingkan kepala.

Klitelum lebih dekat dengan kepala.


Oligochaeta berjumlah 10 spesies yang terdapat pada vegetasi hutan

biologi. Menurut (Hanafiah, 2013) Oligochaeta memiliki karakter dengan

sedikit seta, prostomium yang terletak di bagian ujung anterior dan memiliki

clitellum Organ reproduksi jantan dan betina dari sistem reproduksi terdapat

pada beberapa segmen dekat anterior tuubh. Spermaateka memproduksi

spermatogonia yang terdapat di dalam kantung yang disebut vesikula

seminalis yang sederhana di dalam rongga tubuh.

Kelimpahan cacing tanah dipengaruhi oleh jenis vegetasi dalam suatu

lingkungan. Kelimpahan cacing tanah terbesar terdapat pada jenis vegetasi

pepohonan dan kelimpahan terendah pada jenis vegetasi semak dan

rerumputan. pH tanah memberikan pengaruh paling kuat terhadap kelimpahan

dan biomassa cacing tanah dibandingkan dengan faktor lingkungan di bawah

permukaan tanah lainnya.


V. PENUTUP

A. Kesimpulan

Kesimpulan pada praktikum ini yaitu berdasarkan pengamatan pada

vegetasi jati terdapat Lumbricus terreestris dengan jumlah spesies 18, vegetasi

semak terdapat Eudrillus eugeniae dengan jumlah spesies 13 dan vegetasi

hutan biologi terdapat Oligochaeta dengan jumlah spesies 10. Kelimpahan

cacing tanah sangat dipengaruhi oleh jenis vegetasi yang terdapat pada suatu

lingkungan.

B. Saran

Saran yang dapat disampaikan pada praktikum ini yaitu agar asisten

menjelaskan mengenai praktikum berhubung praktikum tidak dilakukan secara

langsung.
DAFTAR PUSTAKA

Brata, B., 2008, Kualitas Eksmecat dari Beberapa Spesies Cacing Tanah pada
Tingkat Penyiraman dan Pengapuran yang Berbeda, Jurnal Sain
Peternakan Indonesia, 3(1): 43-48

Firmansyah, M., A., Suparman, Harmini, Wigena, I., G., P. dan Subowo, 2014,
Karakterisasi Populasi dan Potensi Cacing Tanah untuk Pakan Ternak
dari Tepi Sungai Kahayan dan Barito, Jurnal Berita Biologi, 13(3):
333-341

Gamasika, F., Yusnaini, S., Niswati, A. dan Dermiyati, 2017, Populasi dan
Biomassa Cacing Tanah pada Berbagai Vegetasi di Setiap Kemiringan
Lereng serta Korelasinya Terhadap Kesuburan Tanah di Laboratorium
Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Jurna
Agrotek Tropika, 5(3): 169-174

Sugianto, Muhammad, A. dan Windarti, 2013, Kelimpahan dan Biomassa Cacing


Tanah pada Lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam Kampus
Universitas Riau, Jurnal, Universitas Riau, Riau

Widiastuti, I.M dan Arfiati, D., 2018, Kandungan Merkuri dalam Cacing Tanah
(Lumbricus sp.) pada Sedimen yang Tercemar Logam Berat, Jurnal
Ilmu-ilmu Pertanian, 12(1): 38-49