Anda di halaman 1dari 4

Solusi mencari KTI Kebidanan tercepat di internet hanya di

http://kti-skripsi.com/

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Wanita dalam kehidupannya tidak luput dari adanya siklus haid normal

yang terjadi secara siklik. Ia akan merasa terganggu bila hidupnya mengalami

perubahan, terutama bila haid menjadi lebih lama dan atau banyak, tidak teratur,

lebih sering atau tidak haid sama sekali (amenore). Penyebab gangguan haid dapat

karena kelainan biologik (organik atau disfungsional) atau dapat pula karena

psikologik seperti keadaan-keadaan stres dan gangguan emosi atau gabungan

biologik dan psikologik (Biran Affandi, 1990: 17). Siklus menstruasi mempunyai

hubungan tertentu terhadap keadaan fisik dan psikologis wanita (Sri Hartanti,

1990: 129).

Salah satu penyebab infertilitas wanita antara lain dilihat dari riwayat

menstruasinya, apakah siklus menstruasinya teratur. Kelainan fase luteal siklus

menstruasi merupakan penyebab infertilitas yang penting (Sylvia Verralis, 2003).

Disfungsi ovulasi berjumlah 10-25% dari kasus infertilitas wanita. Gangguan

nutrisi yang berat (misalnya kelaparan, anoreksia nervosa), penurunan BB

(misalnya: penyakit medis atau psikiatrik) dan aktivitas yang berat (misalnya :

pelari maraton, penari balet) adalah berhubungan dengan gangguan ovulasi.

Obesitas juga disertai dengan siklus anovulatorik karena peningkatan tonik

kadar estrogen. Stress berat menyebabkan anovulasi dan amenore

(Decherney, dkk, 1998: 4).

1
2

Panjang siklus menstruasi yang normal atau dianggap sebagai siklus

menstruasi yang khas ialah 28 hari, tetapi variasinya cukup luas, bukan saja antara

beberapa wanita tatapi juga pada wanita yang sama. Juga pada kakak beradik

bahkan saudara kembar, siklusnya tidak terlalu sama. Rata-rata panjang siklus

menstruasi pada gadis usia 12 tahun ialah 25,1 hari. Lama menstruasi biasanya

antara 3-8 hari, pada setiap wanita biasanya lama menstruasi itu tetap

(Sarwono, 2002: 103).

Telah dilakukan penyelidikan terhadap 4000 wanita, ternyata hanya 3%

diantaranya yang mempunyai siklus menstruasi yang teratur. Hampir semua

wanita mengalami siklus menstruasi yang kurang teratur dari bulan yang satu ke

bulan yang lain, pasti ada perubahan sedikit (Sheldon, 1990: 47)

Sebanyak dua pertiga dari wanita-wanita yang dirawat dirumah sakit untuk

perdarahan disfungsional berumur diatas 40 tahun dan 3% dibawah 20 tahun.

Sebetulnya dalam praktek banyak dijumpai perdarahan disfungsional dalam masa

pubertas, akan tetapi karena keadaan ini biasanya dapat sembuh sendiri, jarang

diperlukan perawatan di Rumah Sakit. Perdarahan ovulator merupakan kurang

lebih 10% dari perdarahan disfungsional dengan siklus pendek (polimenorea) atau

panjang (oligomenorea) (Sarwono, 2002).

Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Maret

2007 terhadap Mahasiswa Tingkat IIB Program Studi Kebidanan Metro yang

berjumlah 39 Mahasiswa, penulis temukan berjumlah 22 Mahasiswa mengalami

siklus menstruasi yang tidak teratur. Oleh karena itu penulis tertarik untuk

mengadakan penelitian mengenai “Faktor-faktor yang mempengaruhi tidak

teraturnya siklus menstruasi pada Mahasiswa Tingkat IIB Program Studi

Kebidanan Metro.
3

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka penulis membuat

rumusan masalah penelitian sebagai berikut, “Faktor-faktor apakah yang

mempengaruhi tidak teraturnya siklus menstruasi pada Mahasiswa Tingkat IIB

Program Studi Kebidanan Metro?”

C. Ruang Lingkup Penelitian

Dalam penelitian ini penulis membatasi ruang lingkup yang diteliti adalah

sebagai berikut :

1. Jenis Penelitian : Deskriptif

2. Subyek penelitian : Mahasiswa Tingkat IIB Program Studi Kebidanan

Metro

3. Obyek Penelitian : Faktor-faktor yang mempengaruhi tidak

teraturnya siklus menstruasi

4. Lokasi penelitian : Program Studi Kebidanan Metro

5. Waktu Penelitian : Mei-Juni 2007

D. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang

mempengaruhi tidak teraturnya siklus menstruasi pada Mahasiswa Tingkat IIB

program Studi Kebidanan Metro.


4

2. Tujuan Khusus

a. Diketahuinya faktor usia mempengaruhi tidak teraturnya siklus menstruasi

pada Mahasiswa Tingkat IIB Program Studi Kebidanan Metro.

b. Diketahuinya faktor psikologis mempengaruhi tidak teraturnya siklus

menstruasi pada Mahasiswa Tingkat IIB Program Studi Kebidanan Metro.

c. Diketahuinya faktor gizi mempengaruhi tidak teraturnya siklus menstruasi

pada Mahasiswa Tingkat IIB Program Studi Kebidanan Metro.

E. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi :

1. Bagi Mahasiswa Tingkat II Program Studi Kebidanan

Metro

Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan

pemahaman Mahasiswa Tingkat II Program Studi Kebidanan Metro tentang

faktor-faktor yang mempengaruhi tidak teraturnya siklus menstruasi.

2. Bagi Institusi Pendidikan Program Studi Kebidanan Metro.

Sebagai bahan untuk menambah pengetahuan Dosen dan Mahasiswa

mengenai faktor-faktor yang memepengaruhi tidak teraturnya siklus

menstruasi.

3. Bagi peneliti Selanjutnya

Sebagai bahan bacaan dan informasi untuk peneliti selanjutnya.

Anda mungkin juga menyukai