Anda di halaman 1dari 66

Tumor Jalan

Lahir
Oleh :
- Dina Alifia M
- Ellma Ayu S
- Erna Tuti M
- Evryana F Manalu
- Fadhila Alfiana
- Fara Rizki P
- Febi Widia
- Fia Devi A
- Firda Ramadhanti
Tumor Jalah Lahir

Macam
Tumor
Jalan
Lahir Tumor Jinak Tumor Ganas

Vuva & Vulva &


Uterus Tuba Ovarium Uterus Tuba Ovarium
Vagina Vagina

2
2
TUMOR JINAK

3
1
Tumor Jinak Vulva &
Vagina

4
APA ITU Tumor jinak pada vulva dan vagina dapat
TUMOR JINAK
VULVA DAN berupa tumor kistik dan padat. Walaupun
VAGINA ? sangat jarang terjadi, terdapat beberapa tumor
yang terjadi akibat distensi dari anomali ureter (
ujung distalnya tidak lengkap atau buntu ) dan
rudimenter duktus Mulleri dimana proses
penyatuannya (fusi) tidak terjadi atau
terganggu.

5
ETIOLOGI Tumor terbentuk akibat ketidak seimbangan antara jumlah sel
baru yang tumbuh dengan jumlah sel lama yang mati. Kondisi ini
bisa terjadi bila sel baru terbentuk secara berlebihan, atau sel
lama yang seharusnya mati tetap hidup.
Penyebab ketidakseimbangan tersebut dapat berbeda-beda pada
setiap jenis tumor, namun umumnya penyebab belum diketahui
secara pasti.

6
Tumor Jinak
Vagina

Tumor Kistik Vagina Tumor Solid Vagina

KLASIFIKA
SI Tumor
Adenosis
Kista Inklusi (Kista
TUMOR Kista Gartner Jaringan Tumor Epitel
Epidermis) Vagina
Mesoderm

JINAK Kondiloma
VAGINA akuminatum
Granuloma

Fibrom Tumor
Hemangioma Lipoma Miksoid
a
Vagina
7
Tumor Kistik Tumor Solid (Tumor Padat Vuva)
1. Tumor Epitel
1. Kista inklusi (Kista epidermis)
a. Kondiloma Akuminatum
2. Kista sisa jaringan embrio :
KLASIFIKA a. Kista Gartner
b. Karunkula Uretra :
- Karankula uretra
SI TUMOR b. Kista saluran nuck
neoplasma
JINAK a.
( Hidrokel Kanalis Nuck )
Kista Kelenjar :
- Karankula uretra granulo-

VULVA - Kista bartholini


matosa
a. Hiperkeratosis
- Kista sebasea
b. Nevus pigmentosus
- Hidradenoma
1. Tumor Jaringan Mesoderm
- Penyakit Fox-
a. Fibroma
Forduce
b. Lipoma
- Kista parauretra
c. Leiomioma
- Kista
d. Neurofibroma
endometriosis
e. Hemangioma
f. Limfangioma
8
1. Timbulnya ekspansif yaitu mendesak jaringan sehat di sekitar dan
CIRI-CIRI jaringan sehat yang terdesak
TUMOR 2. Tumor jinak tidak menimbulkan residif
JINAK 3. Tumor jinak tidak menyebar
4. Tumor jinak tumbuhnya lambat, sehingga tidak cepat membesar
dan pada pemeriksaan mikroskopik tidak ditemukan gambaran
metosisi yang abnormal.
5. Inti Sel tumor jinak masih menyerupai intisel jaringan asalnya,
bentuknya teratur dan aniform.
6. Tumor jinak biasanya tidak menyebabkan kematian bila letaknya
pada alat tubuh yang vital.

9
PENATALAKSANA Insisi Eksisi
AN
Insisi adalah operasi yang dilakukan Eksisi adalah pengambilan seluruh
dengan menembus benjolan. Ia benjolan tanpa menyentuh nya. Ia
dilakukan pada abses atau kelainan dilakukan pada benjolan baik jinak atau
curiga ganas. Bagi abses,tujuan nya ganas. Bagi curiga jinak seperti FAM (
adalah pengobatan dengan Fibroadenoma ) ia adalah tindakan
mengeluarkan nanah. Bagi kelainan penyembuhan sedangkan curiga ganas,
curiga ganas untuk diagnosa dan diagnosa.
disebut juga sebagai biopsi insisi. Eksisi luas adalah pengambilan benjolan
dengan mengikutkan satu lapis jaringan
di sekelilingnya. Ia dilakukan hanya untuk
benjolan yang sudah dipastikan
keganasannya untuk menyembuhkan
misalnya mastektomi radikal . 10
2
Tumor Jinak
Uterus

11
Apa yang Adalah Neoplasma jinak yang berasal dari uterus dan
dimaksud jaringan ikat sehingga disebut juga leuiomioma,
Tumor Fibromioma atau fibroid. Mioma merupakan tumor
Jinak jinak otot rahim disertai jaringan ikatnya, sehingga
Uterus ? dapat dalam bentuk dalam. Walaupun mioma tidak
disertai gejala – gejala atau menyebabkan pendarahan
pervaginaan yang abnormal.

12
Jenis
⊙ Fibroidintramural . Mioma jenis ini tumbuh di
antara jaringan otot rahim, lokasi yang paling
Mioma
yang umum terbentuknya miom.
dibedakan ⊙ Fibroidsubserous . Mioma yang tumbuh di
berdasarka bagian luar dinding rahim, ke rongga panggul.
n lokasi Jenis ini bisa tumbuh menjadi sangat besar.
tumbuhnya ⊙ Fibroidsubmucous . Mioma ini tumbuh di lapisan
otot bagian dalam dari dinding rahim.

13
⊙ Kemunculan kondisi ini dikaitkan dengan hormon
estrogen (hormon reproduksi yang dihasilkan oleh
PATOFISIOLO
GI ovarium). Biasanya mioma muncul pada usia
sekitar 30-50 tahun. Setelah mengalami
menopause, mioma akan menyusut karena
penurunan kadar estrogen. Mioma lebih sering
muncul pada wanita dengan berat badan berlebih
atau yang mengalami obesitas. Dengan
meningkatnya berat tubuh, hormon estrogen di
dalam tubuh juga akan meningkat.
14
GEJALA ⊙ Menstruasi berlebih atau
menyakitkan
⊙ Sering buang air kecil
⊙ Konstipasi
⊙ Rasa sakit pada bagian perut
⊙ Sakit saat berhubungan seksual.
15
Beberapa tes atau pemeriksaan untuk memastikan
DIAGNOSI diagnosis terhadap miom :
S
⊙ Ultrasonografi (USG)
⊙ Magnetic resonance imaging (MRI)
⊙ Histeroskopi
⊙ Laparoskopi
⊙ Biopsi

16
⊙ Obat-obatan
- Kontrasepsi oral (pil KB)
- Levonorgestrel intrauterine system (LNG-IUS)
- Asam traneksamat
- Obat anti inflamasi non steroid (OAINS)
PENATALAKSAN - Norethisterone oral
AAN - Progesteron suntik
- Gonadotropin releasing hormone (GnRH)
⊙ Operasi pada Mioma
- Bedah histeroskopi
- Miomektomi
- Histerektomi

Metode Lain :

- Emolisasi Arteri Rahim


- Ablasi Endometrium

17
Sebagai upaya pencegahan agar terhindar dari penyakit Miom ini hal-hal
yang harus kita lakukan adalah :

PENCEGAH ⊙ Melakukan olahraga dan aktivitas fisik secara rutin dan


teratur
AN ⊙ Menggunakan alat kontrasepsi hormonal dibawah
pengawasan dokter
⊙ Menghindari kebiasaan merokok dan minum minuman
beralkohol
⊙ Menjaga berat badan tetap ideal
⊙ Menjalani pola makan sehat yang tinggi serat dari sayur dan
buah, serta menghindari pola makan yang tinggi lemak dan
tinggi gula

18
3
Tumor Jinak Tuba Falopi

19
PENGERTIA Tumor jinak pada Tuba Fallopi merupakan Neoplasma
N non-metastasis yang muncul dari tuba falopii. Contohnya
termasuk papilloma, adenofibroma, dan leiomyoma (NCI,
2020).

20
Etiologi tumor tuba fallopi primer tidak diketahui. Multiparitas
tampaknya bersifat protektif (Riska et al., 2003), kehamilan dan
ETIOLOGI kontrasepsi oral menurunkan risiko (Inal et al., 2004). Baik usia,
maupun berat badan, tingkat pendidikan, penyakit radang panggul,
infertilitas, histerektomi atau endometriosis sebelumnya
menunjukkan korelasi signifikan terutama dengan karsinoma tuba
fallopi (Henderson et al., 1977; Demopoulos et al., 2001; Inal et al.,
2004).

21
Pasien dengan tumor jinak pada tuba falopii sering
tanpa gejala atau melaporkan nyeri lokal. Tumor
DIAGNOSI secara kebetulan ditemukan selama operasi untuk
S indikasi lain (Etoh et al., 2012). Tumor jinak dapat
menyebabkan torsi tuba (Alvarado-Cabrero et al.,
2003). Terutama papilloma dapat menghalangi tuba
falopi (Gisser, 1986). Obstruksi tuba falopi dapat
menyebabkan infertilitas (Heller et al., 1991; Heatley,
2001). Dilakukan Pemeriksaan USG untuk melihat
adanya tumor jinak tersebut.
22
Terapi bedah: Untuk tumor tuba fallopi dan terutama
PENATALAKSANA untuk karsinoma, pengangkatan dengan
AN
pembedahan adalah pengobatan lini pertama.
Sementara tumor jinak biasanya dapat direseksi
sepenuhnya, pendekatan untuk karsinoma tuba
fallopi harus sama dengan kanker ovarium epitel
dengan tujuan reseksi lengkap atau setidaknya
debulking tumor maksimum.

23
4
Tumor Jinak Ovarium

24
Tumor ovarium adalah massa atau jaringan baru
yang bersifat abnormal yang terbentuk pada ovarium
PENGERTIAN
dan mempunyai bentuk serta sifat yang berbeda dari
sel jaringan aslinya. Hal ini terjadi disebabkan karena
adanya proliferasi dan diffrensiasi yang abnormal
dari sel pada ovarium akibat adanya mutasi gen yang
mengatur proliferasi sel tersebut. Tumor ovarium
dapat bersifat jinak maupun ganas.

25
Ada beberapa teori yang menerangkan terjadinya tumor ovarium, diantaranya adalah
sebagai berikut :
⊙ Teori ovulasi
Terjadinya invaginasi kapsul epitel pasca ovulasi ke dalam stroma ovarium.
Dengan rangsangan hormone pada stroma, sel-sel epitel berpotensi untuk menjadi
kista-kista baru yang nantinya akan menjadi tumor epitel ovarium.
ETIOLOGI ⊙ Teori endokrin
Epitel pada kapsul ovarium berasal dari mullerian, dan jaringan ini responsive
terhadap hormone dengan cara yang sama seperti epitel mullerian berespon saat
muncul dalam endometrium atau tuba fallopii. Menurut teori endokrin, di
lingkungan hormonal yang tidak seimbang ini dapat menyebabkan neoplasia.
⊙ Teori substansial eksogen
⊙ Teori ini menduga bahwa iritan seperti bedak merupakan factor pemicu tumor
neoplastik jinak dan ataupun ganas.
⊙ Teori transformasi
⊙ Tidak semua tumor jinak (benigna) dapat menjadi ganas, namun ada
kemungkinan terjadi degenerasi maligna (ganas) pada tumor tersebut.
26
Tumor Ovarium Tumor Ovarium
Non Neoplastik Neoplastik
1. Kista Folikel
KLASIFIKA 1. Tumor Kistik
2. Kista Korpus Luteum
SI 3. Kista Techa Lutein
- Kistoma ovari simpleks
- Kistadenoma ovarii
4. Kista Techa Lutein
musinosum
5. Kista Inklusi Germinal
- Kistadenoma ovarii serosum
6. Kista Stein Leventhal
- Kista endometrioid
- Kista dermoid
1. Tumor Solid
- Fibrinoma Ovarii
- Tumor Brenner
- Muskulinovo Blastoma
Kistadenoma
Ovarii Serosum
27
1. Riwayat Ginekologi
PEMERIKSAA 2. Pemeriksaan Fisik :
N - Pemeriksaan Abdomen
- Pemeriksaan Bimanual
- USG
3. Pemeriksaan Darah Serum Marker

28
Selama usia reproduktif, kebanyakan massa di
ovarium adalah jinak. Pasien dengan tumor jinak
ovarium biasanya memerlukan suatu tindakan,
PENATALAKSAN berikut beberapa contoh tindakan :
AAN
1) Aspirasi Kista dengan bantuan USG
2) Laparoskopi
3) Laparotomi

29
TUMOR GANAS

30
1
Tumor Ganas
Vagina

31
Tumor Ganas vagina adalah jenis kanker primer yang
timbul di bagian vagina tidak meliputi serviks dan vulva.
Kanker vagina merupakan jenis kanker yang jarang
terjadi, insiden dari kanker vagina sendiri yaitu 1%
sampai 2% dari seluruh kanker ginekologi

32
Faktor penyebab terjadinya kanker vagina masih
belum dapat diketahui dengan jelas. Adanya
hubungan perjalanan penyakit pada kanker serviks
ETIOLOGI dianggap ada peran HPV sebagai penyebabnya.
Walaupun menyerupai perjalanan penyakit seperti
pada kanker serviks melalui fase neoplasia
intraepitelial (VAIN), perubahan secara nyata serta
progresi menjadi invasive masih belum banyak.
Faktor penyebab lain kanker vagina yaitu adanya
trauma vagina kronis yang disebabkan oleh alat
pencegahan kehamilan (Rasjidi, 2009) 33
BerdasarkanAmerican Cancer Society Vagina
TANDA Cancer (2014) gejala dan tanda dari kanker vagina
GEJALA yaitu, perdarahan vagina abnormal (sering setelah
berhubungan), keputihan abnormal, massa yang
dapat dirasakan, nyeri saat berhubungan seksual.
Gejala pada kanker vagina stadium lanjut yaitu sakit
pada saat buang air kecil, sembelit, dan nyeri secara
terus menerus pada panggul.

34
Stadium Kriteria

0 Karsinoma in situ

I Karsinoma terbatas pada dinding vagina

STADIUM II Karsinoma meliputi jaringan subvagina tetapi tidak sampai dinding


pelvis

III Karsinoma meluas hingga ke dinding pelvis

IV Karsinoma meluas ke pelvis atau sampai ke mukosa kandung kemih


atau rektum, edema bulosa tidak termasuk kasus yang banyak
pada stadium IV

IV A Tumor menginvasi kandung kemih dan/ atau mukosa

IV B Rektum dan/atau ekstensi langsung ke pelvis menyebar ke organ lain

35
Pengobatan yang digunakan pada pra-kanker vagina
vaginal
( intraepithelial neoplasia , VAIN) antara lain:

PENATALAKSAN
⊙ Bedah laser (vaporisasi)
AAN ⊙ Pengobatan Topikal
Pada kanker vagina invasive, terdapat 3 pengobatan
utama diantaranya yaitu:
⊙ Radiasi
⊙ Operasi
⊙ Kemoterapi
36
2
Tumor Ganas
Vulva

37
Apa yang Kanker vulva adalah neoplasma genital yang jarang
dimaksud
terjadi dan hanya menempati 4% dari
Tumor
kankerginekologi. Jenis hispatologi pada kanker
Ganas
Vuva ? vulva adalah sel skuamosa (90%). Rata-rata pasien
didiagnosa kanker vulva invasif pada usia 65-70
tahun dan puncak insiden terjadi pada perempuan
berusia lebih dari 75 tahun (Rasjidi, 2009).

38
ETIOLOGI Kanker vulva umumnya terjadi pada penderita
obesitas, hipertensi, diabetes, dan nulipara, dan
berkaitan dengan resiko tinggi pada wanita yang
sexual partner
mempunyai banyak dan merokok.
Pada penderita kanker invasive ditemukan 20-60 %
mengandung DNA HPV.

39
Gejala dan tanda pada kanker vulva yaitu dimulai dengan adanya
TANDA bengkak atau timbulnya massa di vulva, adanya pruritus kronik,
DAN kadang-kadang disertai luka dan pendarahan, dan keluhan disuri.

GEJALA wart
Secara fisik tampak luka yang ulseratif, leokoplaki, atau seperti
(kutil), sebagian besar tumbuh di labia majora, tetapi juga bisa
tumbuh di labia minora, klitoris, dan perineum. Sebagian tumor
tumbuh secara multifokla dan terjadi pembesaran kelenjar getah
bening inguinal.

40
Kanker vulva rata-rata didapatkan pada usia antara 65 dan 75
tahun. Akan tetapi dari penyakit ini juga dijumpai pada usia kurang
FAKTOR dari 40 tahun. Etiologi kanker vulva sama dengan kanker serviks,
RISIKO yakni akibat virus papilloma humanis (Human papiloma virus/HPV).
Lima puluh persen kanker vulva prevalensi diabetes melitus,
hipertensi, arterosklerosis tinggi, tapi mungkin karena pasien
penyakit ini ditemukan pada usia lanjut. Demikian pula kanker vulva
lebih banyak dijumpai pada perempuan perokok, kanker serviks,
penyakit supresi imun, atau iritasi kronik.

41
● Operasi
PENATALAKSAN ● Radioterapi
AAN
● Kemoterapi

42
Tumor
Ganas
Uterus
43
Tumor Ganas Uterus adalah kanker yang tumbuh
PENGERTIA dengan cepat dan tidak terkendali pada daerah rahim
N dan merusak jaringan sekitarnya. Kanker rahim atau
kanker uterus adalah tumor ganas yang terdapat pada
endometrium (lapisan terdalam rahim, tempat
menempelnya ovum yang telah dibuahi). Kanker jenis
ini dapat mempengaruhi kemampuan reproduksi
seorang wanita.

44
Etiologi secara pasti tidak diketahui. Ada bukti kuat kejadiannya
mempunyai hubungan erat dengan sejumlah faktor ekstrinsik, di
antaranya yang penting, sebagai berikut :
1. Insidensi lebih tinggi pada mereka yang kawin daripada yang tidak
ETIOLOGI kawin, terutama pada gadis yang koitus pertama (coitarche)
dialami pada usia amat muda (<20 tahun).
2. Insidensi meningkat dengan tingginya paritas, apalagi bila jarak
persalinan terlampau dekat
3. Ada korelasi antara pertumbuhan tumor dengan peningkatan
reseptor estrogen-progesteron pada jaringan mioma uteri dan juga
dipengaruhi oleh hormone pertumbuhan
4. Faktor genetic
5. Resiko tinggi wanita dengan umur diatas 35 tahun

45
⊙ Usia 40 - 70 tahun
FAKTOR ⊙ Hiperplasia Endometrium
RISIKO
⊙ Terapi Sulih Hormon
⊙ Obesitas
⊙ Diabetes
⊙ Temoksifen
46
⊙ Perdarahan Rahim yang abnormal
⊙ Siklus menstruasi yang abnormal
⊙ Perdarahan diantara 2 siklus menstruasi
GEJALA ⊙ Perdarahan vagina atau spotting pada wanita pasca menopause
⊙ Perdarahan yang sangat lama, berat dan sering (pada wanita yang
berusia diatas 40 tahun)
⊙ Nyeri perut bagian bawah atau kram panggul
⊙ Keluar cairan putih yang encer atau jernih (pada wanita pasca
menopause)
⊙ Nyeri atau kesulitan dalam berkemih
⊙ Nyeri ketika melakukan hubungan seksual.
⊙ Tekanan abdomen (terasa penuh, bengkak atau kembung)
⊙ Perasaan ingin buang air kecil terus menerus

47
Tingkat Kriteria

I kanker hanya tumbuh di badan rahim

II kanker telah menyebar ke leher rahim (serviks


STADIUM III kanker telah menyebar ke luar rahim, tetapi

masih di dalam rongga panggul dan belum

menyerang kandung kemih maupun rektum.

Kelenjar getah bening panggul mungkin

mengandung sel-sel kanker.

IV Kanker telah menyebar ke dalam kandung


kemih atau rektum atau kanker telah
menyebar keluar rongga panggul.

48
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut:
⊙ Pemeriksaan panggul
⊙ Pap smear
⊙ USG transvaginal
⊙ Biopsi endometrium.
DIAGNOSA Untuk membantu menentukan stadium atau penyebaran kanker, dilakukan
pemeriksaan berikut :
⊙ Pemeriksaan darah lengkap
⊙ Pemeriksaan air kemih
⊙ Rontgen dada
⊙ CT scan tulang dan hati
⊙ Sigmoidoskopi
⊙ Limfangiografi
⊙ Kolonoskopi
⊙ Sistoskopi.
49
⊙ Pembedahan
PENATALAKSANAA ⊙ Terapi Penyinaran (Radiasi)
N
⊙ Kemoterapi

50
⊙ Melakukan pemeriksaan organ reproduksi secara rutin, seperti
pap smeaR
⊙ Mengontrol kadar gula daraH
⊙ Menjaga berat badan ideal dengan rajin olahraga
PENCEGAH ⊙ Menggunakan pil KB kombinasi, bukan hanya alat kontrasepsi
AN yang hanya mengandung hormone estrogen.
⊙ Berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat
tamoxifen
⊙ Menghindari makanan yang mengandung karsinogen (zat
pemicu kanker) seperti yang banyak mengandung pengawet.
⊙ Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak
secara berlebihan.
⊙ Tidak melakukan hubungan seks di bawah usia 20 tahun.

51
“ 3. Tumor
Ganas Tuba

52
Tumor ganas pada tuba dapat primer atau sekunder. Termasuk
PENGERTIA sekunder jika berasal dari carcinoma corporis uteri, dari carcinoma
N ovarii, carcinoma saluran pencernaan dan carcinoma mamae.
Sedangkan yang termasuk primer berasal dari carcinoma in situ dan
jarang ditemukan, sehingga seorang dokter atau suatu klinik tidak
akan mempunyai pengalaman yang cukup mengenai carcinoma
tube.

53
Lebih dari 60 % kanker tuba dijumpai pada usia
menopause. Melihat persamaannya terhadap
ETIOLOGI
kejadian usia, paritas rendah, infertilitas diperkirakan
penyebabnya sama dengan kanker ovarium.

54
Diperkirakan peradangan kronis tuba fallopii,
FAKTOR tuberculosis dan penyakit radang pelvis dianggap
RISIKO dapat sebagai factor risiko kanker tuba. Demikian
pula mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 yang merupakan
komponen sindroma heriditer kanker ovarium-
payudara merupakan risiko kanker tuba. (Anwar,
2014)

55
STADIUM

56
⊙ Perdarahan pervaginam, terutama pada usia
TANDA pascamenopause.
GEJALA ⊙ Disertai nyeri perut bagian bawah.
⊙ Perasaan sakit akibat bendungan di tuba
(hydrops tubae profluens)
⊙ Pembesaran perut biasanya terjadi jika tumor
telah membesar.
⊙ Sering ditemukan massa tumor di pelvis.
57
⊙ Gambaran badan psamoma pada pemeriksaan sitology, patut
PEMERIKSAA dicurigai akan adanya keganasan pada tuba fallopii

PENUNJANG
N ⊙ Pada pemeriksaan ultrasonografi (USG) baik abnominal
maupun vaginal dapat dilihat perubahan morfologi adneksa
dan perbedaannya dengan ovarium yang normal.
⊙ Pada pemeriksaan radiologi/ imaging disarankan untuk
melihat kelainan dalam rongga pelvis.
⊙ Histerosalpingografi tidak dianjurkan karena disamping tidak
membantu juga dapat menyebabkan perluasan proses dan
bahaya penggunaan sinar-X.

58
Pelaksanaan pengobatan pada dasarnya sama dengan
PENATALAKSANA pada kanker ovarium. Pada terapi pembedahan
AN
dilakukan berupa histerektomi total dan
salpingooforektomi bilateral serta dilakukan penetapan
stadium surgical termasuk pemeriksaan cairan asites/
bilasan peritoneum dan pengambilan sampel kelanjar
getah bening merupakan tindakan pembedahan yang
optimal.

59
Tumor Ganas
Ovarium

60
Ovarium merupakan organ reproduksi wanita di rongga
panggul. Ada satu indung telur seukuran kenari di setiap
PENGERTIAN
sisi rahim yang terhubung dengan tuba falopi. Ovarium
menghasilkan sel telur dan mensekresikan hormon
wanita. Tumor ganas yang ditemukan di ovarium
disebut sebagai kanker ovarium

61
⊙ Faktor Lingkungan
FAKTOR ⊙ Faktor Reproduksi
RISIKO
⊙ Faktor Genetik

62
Penyebab kanker ovarium masih belum jelas hingga
saat ini. Dipostulasikan bahwa kerusakan kecil dan
ETIOLOGI
pemulihan jaringan ovarium akibat ovulasi (produksi
sel telur) atau fluktuasi hormon selama ovulasi bisa
menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak normal.

63
Kanker ovarium pada stadium dini tidak memberikan keluhan,
TANDA sedangkan keluhan yang timbul pada kanker stadium lanjut karena
DAN adanya penyebaran kanker, penyebaran kanker pada permukaan

GEJALA serosa dari kolon dan asites adalah rasa nyeri di area abdomen,
tidak nyaman dan cepat merasa kenyang. Gejala lain yang sering
timbul adalah mudah lelah, perut membuncit, sering kencing dan
nafas pendek, sehingga pasien dengan kanker ovarium akan
mengalami penurunan nafsu makan, penurunan aktifitas akibat
mudah lelah (Yanti dan Sulistianingsih, 2016).

64
⊙ Reseksi bedah
Mengangkat area termasuk ovarium di kedua sisi perut, tuba
PENATALAKSAN
falopi, rahim, omentum besar (membran besar yang
AAN
menggantung dari perut), kelenjar getah bening di dekatnya,
dan jaringan yang mengalami tanda-tanda penyebaran.
⊙ Kemoterapi
Setelah operasi bedah, dokter akan menggunakan obat anti
kanker sebagai terapi adjuvan untuk menghancurkan dan
mengganggu pertumbuhan sel kanker untuk menurunkan
tingkat kemungkinan kambuhnya kanker.

65
Thanks!
Any questions?

66