Anda di halaman 1dari 3

Nama : Novi Arika

NIM : 7173510052

Tugas Rutin 6 Seminar MSDM

Jawablah pertanyaan dibawah ini sesuai dengan Topik yang telah dibahas.

1. Jelaskan variabel yang ada dalam artikel.


2. Jelaskan Permasalahan dalam Artikel.
3. Jelaskan Metode Penelitian yang di gunkaan dalam artikel. (Teknik pengambilan
sample dan teknik analisis data yang digunakan).
4. Apa kesimpulan dan saran dalam artikel.

JAWABAN

1. Variabel yang ada dalam artikel, yaitu:


- Desain Kerja (X1)
Desain pekerjaan adalah rincian tugas dan cara pelaksanaan tugas atau kegiatan
yang mencakup siapa yang mengerjakan tugas, bagaimana tugas itu dilaksanakan,
dimana tugas dikerjakan dan hasil apa yang diharapkan.
- Budaya Organisasi (X2)
Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para
anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya.
- Komitmen Kerja (Y1)
Komitmen kerja adalah suatu keadaan seorang karyawan yang memihak
organisasi tertentu, serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan
keanggotaannya dalam organisasi.
- Kinerja Sumber Daya Manusia (Y2)
Kinerja sumber daya manusia diartikan sebagai hasil usaha seseorang yang
dicapai dengan adanya kemampuan dan perbuatan dalam situasi tertentu.
2. Menghadapi persaingan dunia usaha yang semakin kompetitif dan disertai dengan
dinamis perubahan lingkungan bisnis, itu memerlukan setiap organisasi perusahaan,
termasuk sektor usaha yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi khususnya, untuk
memiliki kemampuan SDM yang handal. Kehandalan SDM yang ditunjukkan oleh
tingkat kompetensi yang dimiliki oleh karyawan sesuai dengan bidang tanggung
jawab yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, perusahaan ' s organisasi harus
membuat Kinerja Sumber Daya Manusia sebagai kompetensi inti dalam pengelolaan
usahanya, sehingga diharapkan untuk bersaing baik melaluipenciptaan kualitas tinggi
dari karyawan ' Kinerja Sumber Daya Manusia. Di Indonesia perusahan jasa
konstruksi memberikan kontribusi signifikan terhadap laju pertumbuhan PDB, karena
sektor ini menyumbang sekitar 7,54 persen, .Namun, harus diakui bahwa
perkembangan ini belum diimbangi dengan kualitas pelayanan yang memadai,
tercermin dalam kenyataan bahwa kualitas produk dan layanan masih relatif rendah
dan kurang kompetitif. Berdasarkan isu isu tersebut peneliti tertarik membuat
penelitian untuk menganalisis hubungan antara Desain kerja, Komitmen Kerja, dan
Budaya Organisasi dengan Kinerja Sumber Daya Manusia pada perusahaan jasa
kontruksi.

3. Penelitian ini menggunakan uji SEM. Populasi penelitian terdiri dari seluruh
karyawan dari jasa konsultasi perusahaan yang menawarkan nasional, dari empat
ISOEC besar: PT. Yodya Karya Perusahaan, PT. Hutama Karya, PT. Adhy Karya,
dan PT. Waskita Karya. Pendekatan untuk pemodelan SEM dengan penduduk rata-
rata 600 karyawan untuk masing-masing perusahaan, sampel yang akan digunakan
sebagai responden terdiri dari 100 karyawan untuk masing-masing perusahaan, dan
jumlah 100 x 4 . jadi sampel nya sebanyak 400 sampel dari total 4 perusahaan.

4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa variabel Job Desain dan Budaya
Organisasi memiliki efek langsung yang signifikan terhadap Job Komitmen.
Demikian juga, efek dari Budaya Organisasi dan Komitmen Kerja terhadap Kinerja
Sumber Daya Manusia juga signifikan. Namun, hasil yang berbeda ditunjukkan pada
hasil dari efek langsung dari variabel Desain Pekerjaan variabel Kinerja Sumber Daya
Manusia, yang menunjukkan bahwa variabel Desain Ayub tidak memiliki efek
langsung yang signifikan terhadap variabel Kinerja Sumber Daya Manusia. Dengan
kata lain, intensitas nilai Desain Pekerjaan tidak akan mempengaruhi tingkat
intensitas Kinerja Sumber Daya Manusia. Selain itu, efek mediasi dari variabel
Komitmen Kerja ditemukan pada efek Desain Kerja dan Budaya Organisasi Terhadap
Kinerja Sumber Daya Manusia.

Saran
Diharapkan bahwa selain meningkatkan perusahaan' s kondisi internal dalam
kaitannya dengan Desain Kerja dan Budaya Organisasi, perusahaan harus memainkan
peran yang lebih aktif dalam menangani hubungan eksternal untuk melakukan
pekerjaan yang lebih bervariasi, di mana ini memerlukan berbagai disiplin ilmu yang
tidak dimiliki oleh perusahaan. Hubungan dengan para ahli dari perguruan tinggi atau
spesialis harus dikembangkan dalam rangka untuk berkolaborasi dalam penyelesaian
karya atau proyek yang akan diterima.