Anda di halaman 1dari 2

Apa yang harus dilakukan agar masyarakat sebagai Wajib Pajak mengetahui berbagai nilai-nilai etika

bisnis yang terkait dengan perpajakan?


Seperti yang kita ketahui bahwa etika dalam perpjakan itu luas, apalagi etika wajib pajak dalam
perpajakan. Contoh etika wajib pajak antara lain :
• KewajibanMendaftarkanDiri
• Kewajiban Pembayaran, Pemotongan/Pemungutan, Dan Pelaporan.
• Memenuhi panggilan untuk datang menghadiiri pemeriksaan sesuai dengan waktu yang ditentukan
khususnya untuk jenis pemeriksaan kantor.
• Memperlihatkan dan/ atau meminjamkan buku atau catatan, dokumen yang menjadi dasarnya,
dandokumen lain termasuk data yang dikelola secara elektronik, yang berhubungan dengan
penghasilan yang diperoleh, kegiatan usaha, pekerjaan bebas wajib Pajak, atau objek yang terutang
Pajak. Khusus untuk pemeriksaan lapangan, wajib Pajak wajib memberikan kesempatan untuk
mengakses dan/atau mengunduh data yang dikelola secara elektronik.
• Memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruang yang dipandang perlu dan memberi
bantuan lainnya guna kelancaran pemeriksaan;
• Menyampaikan tanggapan secara tertulis atas surat pemberitahuan hasil pemeriksaan
• Meminjamkan kertas kerja pemeriksaan yang dibuat oleh akuntan publik khususnya untuk jenis
pemeriksaan kantor
• Memberikan keterangan lain baik lisan maupun tulisan yang diperlukan.

Ada beberapa hal atau langkah yang dilakukan agar wajib pajak itu mengetahui atau nilai-nila etika
bisnis yang terkait dengan perpajakan. Berikut adalah langkah-langkah yang dari menteri keuangan
untuk meningkatkan wajib pajak dalam beretika dalam kaitannya proses bisnis perjakan :

1. memperbaiki pelayanan
Pelayanan kepada Wajib Pajak menjadi salah satu faktor yang menentukan sukses tidaknya
suatu usaha peningkatan penerimaan pajak. Pelayanan di bidang perpajakan dimaksudkan untuk
memberikan kenyamanan, keamanan, dan kepastian bagi Wajib Pajak di dalam pemenuhan kewajiban
dan haknya di bidang perpajakan (Hutagaol, 2005). Jika pelayanan yang diberikan kepada Wajib
Pajak
dilakukan dengan cara yang baik, maka Wajib Pajak merasa dihormati hak-haknya sehingga dalam
pemenuhan kewajiban perpajakan dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Cara untuk meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak antara lain adalah dengan meningkatkan
pelayanan terhadap Wajib Pajak, melalui pengembangan pelayanan prima yang secara terus-menerus
diperbaharui sesuai visi DJP sebagai wujud pelayan publik yang nyata. Penekanan jiwa kebangsaan
dalam diri Wajib Pajak yang patuh, berkaitan dengan pelayanan yang diberikan kepada Wajib Pajak
yang bersangkutan adalah hal wajar, terlebih dalam era reformasi dan transparansi yang saat ini
dituntut oleh semua pihak (Burton, 2005).

2. meningkatkan jumlah pemeriksa pajak, untuk memperbaiki kualitas penegakan hukum


3. melakukan edukasi/sosialisasi secara kontinyu atau berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran
Atas pentingnya membayar pajak.
4. melaksanakan internalisasi nilai-nilai kementerian keuangan untuk menguatkan moral dan
integritas pegawai pajak dalam menjalankan tugas secara profesional.
Berikut adalah etika yang harus ditingkatkan Fiskus dalam perpajakan:
•Menghormati agama, kepercayaan, budaya, dana dan istiadat orang lain.
•Bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel.
•Mengamankan data dan atau informasi yang dimiliki Direktorat Jenderal Pajak.
•Memberikan pelayanan kepada wajib pajak, sesama pegawai, atau pihak lain dalam pelaksanaan
tugas dengan sebaik-baiknya.
•Mentaati perintah kedinasan. Perintah kedinasan adalah perintah yang diberikan oleh atasan yang
berwenang mengenai atau yang ada hubungannya dengan kedinasan.

Semua cara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran wajib pajak baik orang pribadi atau badan
apalagi dalam kaitannya etika dalam perpajakan.
Sumber : docplayer.info, indopremier.com

Anda mungkin juga menyukai