Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH

STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Disusun untuk memenuhi mata kuliah Strategi Pembelajaran matematika


Dosen : Drs. Abdul Wahab Abdullah, M.Pd

DisusunOleh :

KELOMPOK 2
1. FERA SISKAWATI LIHAWA (411418019)
2. REIN ISMAIL (411418057)
3. ZULRIFKI PONTOH (411418099)

PENDIDIKAN MATEMATIKA
MATEMATIKA
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2019
DAFTAR ISI
BAB I...............................................................................................................................................3
PENDAHULUAN............................................................................................................................3
A. Latar belakang.........................................................................................................................3
B. Rumusan masalah....................................................................................................................3
C. Tujuan.......................................................................................................................................3
BAB II...................................................................................................................................................4
PEMBAHASAN...................................................................................................................................4
A. Standar proses pendidikan......................................................................................................4
B. Sistem pembelajaran dalam standar proses pendidikan.......................................................6
C. Mengajar dan belajar dalam standar proses pendidikan...................................................12
BAB III...............................................................................................................................................18
PENUTUP..........................................................................................................................................18
A. Kesimpulan.............................................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................................18
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan
sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Lingkungan belajar merupakan
suatu sistem yang terdiri dari unsure tujuan, bahan pelajaran, alat, siswa dan guru.
Semua unsure atau komponen tersebut saling berkaitan, saling mempengaruhi dan
semuanya berfungsi dengan berorientasi pada tujuan. Seperti telah kita ketahui bahwa
tugas utama guru ialah mengajar yang berarti membelajarkan siswa untuk mencapai
tujuan tertentu atau kompetensi. Tujuan atau kompetensi itu telah dirumuskan dalam
kurikulum yang berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan proses pembelajaran.
Dalam proses pendidikan yang menjadi persoalan pokok ialah bagaimana
memilih dan menentukan strategi pembelajaran. Strategi belajar mengajar menentukan
jenis interaksi di dalam proses pembelajaran. Dalam mengajar diperlukan suatu
variasi. Dalam pengembangan variasi mengajar tentu saja tidak sembarangan tetapi
ada tujuan yang hendak dicapai. Selain itu metode mengajar juga diperlukan dalam
kegiatan belajar mengajar. Metode mengajar adalah suatu cara atau jalan yang harus
dilalui di dalam mengajar
Dalam peoses pendidikan hendaknya guru menggunakan lebih dari satu
metode. Dengan menguasai teori belajar mengajar peserta didik dapat mengikuti
pelajaran dengan baik bahkan dapat memotivasi anak didik untuk berminat belajar
matematika. Teori belajar mengajar matematika yang dikuasai para tenaga
pendidikakan dapat diterapkan pada peserta didik jika dapat memilih strategi belajar
mengajar yang tepat.
B. Rumusan masalah
a. Bagaimana standar proses pendidkan?
b. Bagaimana system pembelajaran dalam standar proses pendidikan?
c. Bagaimana mengajar dan belajar dalam standar proses pendidikan?
C. Tujuan
a. Memahami standar proses pendidkan
b. Memahami system pembelajaran dalam standar proses pendidikan
c. Memahami mengajar dan belajar dalam standar proses pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN

A. Standar proses pendidikan


a) Perlunyastandar proses Pendidikan
Salah satu masalah yang sedang di alami di dalam dunia pendidikan kita
adalah maslah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, anak
kurang didorong uuntuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran
di dalam kelas di arahkan kepada kemampuan anak untuk menghafal informasi ; otak
anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai macam informasi tanpa di
tuntut untuk memahami informasi yang diingtanya itu untuk menghubungkannya
dengan kehidupan sehari – hari. Akibatnya, ketika anak didik telah lulus dari sekolah,
mereka pintas secara teoritis tetapi miskin aplikasi.
Undang – undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
menyatakan bahwa pendidika adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara.
Terdapat bebrapa hal penting yang perlu kita kritisi dari konsep pendidikan
tersebut menurut undang – undang.
Pertama, pendidikan adalah usaha sadar yang terancana hal ini berarti proses
pendidikan disekolah bukanlah proses yang dilaksanakan secara asal-asalan dan
untung-untungan tetapi proses yang bertujuan sehingga segala sesuatu yang dilakukan
guru dan siswa diarahkan pada pencapaian tujuan.
Kedua, proses pendidikan yang terencana itu diarahkan untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran. Hal ini berarti proses pendidikan tidak boleh
mengesampingkan proses belajar.
Ketiga, suasana belajar dan pembelajaran itu diarahkan agar peserta didik
dapat mengembangkan potensi dirinya, ini berarti proses pendidikan ini harus
berorientasi kepada siswa.
Dan yang ke empat, akhir dari proses pendidikan adalah kemampuan untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya untuk masyarakat, bangsa,
dan negara.
Tampaknya proses pendidikan kita di sekolah belum sesuai harapan diatas.
Para guru di sekolah masih bekerja sendiri-sendiri sesuai dengan matapelajaran yang
diberikannya. Seakan-akan mata pelajaran yang satu terlepas dari mata pelajaran yang
lainnya. Sebab selama ini belum ada standar yang mengatur proses pelaksanaan
pendidikan. Artinya belum ada pedoman yang bisa dijadikan rujukan bagaimana
seharusnya proses pendidikan itu berlangsung.
b) Pengertianstandar proses Pendidikan
Standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan
dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai
standar kompetensi lulusan (PP No. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 6).
Dari pengertian di atas, adabeberapahal yang perludigaris-bawahi.
Pertama, standar proses pendidikan, yang berartistandar proses
pendidikandimaksudberlakuuntuksetiaplembagapendidikan formal pada
jenjangpendidikan formal pada jenjangpendidikantertentudimana pun
lembagapendidikanituberadasecaranasional.
Kedua,standar proses pendidikanberkaitandenganpelaksanaanpembelajaran,
yang berartidalamstandar proses pendidikanberisitentangbagaimanaseharusnya
proses pembelajaranberlangsung, dengandemikian, standar proses
prosespendidikandimaksuddapatdijadikanpedomanbagi guru
dalampengelolaanpembelajaran.
Ketiga, standar proses pendidikandiarahkanuntukmencapai standard
kompetensilulusan. Dengandemikian, standard
kompetensilulusanmerupakansumberataurujukanutamadalammenentukanstandar
proses pendidikan.
Lemahnya proses pembelajaran yang dikembangkan guru dewasainiseperti
yang telahdijelaskan di atas, merupakan salah satumasalah yang dihadapi dunia
pendidikankita. Proses pembelajaan yang terjadi di
dalamkelasdilaksanakansesuaidengankemampuan dan selera guru, padahal pada
kenyataannyakemampuan guru
dalampengelolaanpembelajarantidakmeratasesuaidengankemampuan dan
latarbelakangpendidikan guru serta motivasi
c) Fungsistandar proses Pendidikan
Secara umum, Standar Proses Pendidikan (SPP) sebagai standar minimal yang
harus dilakukan memiliki fungsi sebagai pengendali proses pendidikan untuk
memperoleh kualitas hasil dan proses pembelajaran.
a. Fungsi SPP dalam Rangka Mencapai Standar Kompetensi yang Harus Dicapai,
Proses pendidikanberfungsisebagaialatuntukmencapaitujuanpendidikan,
yaknikompetensi yang harusdicapaidalamikhtiarpendidikan.
Bagaimanapunbagus dan idealnyasuaturumusankompetensi, pada
akhirnyakeberhasilannyasangattergantung pada pelaksanaan proses
pembelajaran yang dilakukan guru.
b. Fungsi SPP Bagi Guru
Untukmencapaitujuanpendidikan, yakni standard kompetensi yang
harusdimilikisiswa, guru sebagaiujungtombakpelaksanaanpendidikan di
lapangansangatmenentukankeberhasilannya.
c. Fungsi SPP Bagi Kepala Sekolah.
Bagikepalasekolah SPP berfungsisebagai barometer
ataualatpengukurkeberhasilan program pendidikan di sekolah yang
dipimpinnya.
d. Fungsi SPP Bagi Para Pengawas (Supervisor)
Bagi para pengawas SPP berfungsisebagaipedoman, patokan,
atauukurandalammenetapkanbagian mana yang
perludisempurnakanataudiperbaiki oleh setiap guru dalampengelolaan proses
pembelajaran.
e. Fungsi SPP Bagi Dewan Sekolah dan Dewan Pendidikan
Melaluipemahaman SPP,
makalembagainidapatmelaksanakanfungsinyadalammenyusun program dan
memberikanbantuankhususnya yang berhubungandenganpenyediaansarana dan
prasarana yang diperlukan oleh sekolahatau guru.
d) Keterkaitanstandar proses pendidikandengan standarlainnya
DalamperaturanPemerintahRepublik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang
standar pendidikannasionaldikatakanbahwa standard pendidikannasionaladalah
criteria minimal tentang system pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara
KesatuanRepublik Indonesia (PP No. 19 Tahun 2005 Bab 1 pasal 1 ayat 1).
Standarisiadalahruanglingkupmateri dan tingkatkompetensi yang
dituangkandalam criteria tentangkompetensitamatan, kompetensibahankajian,
kompetensimatapelajaran, dan silabuspembelajaran yang harusdipenuhi oleh
pesertadidik pada jenjang dan jenispendidikantertentu (PP No. 19 Tahun 2005 Bab 1
Pasal 1 Ayat 5).
Standarpendidik dan tenagakependidikanadalah criteria pendidikanprajabatan
dan kelayakanfisikmaupun mental, sertapendidikandalamjabatan (PP No. 19 Tahun
2005 Bab 1 Pasal 1 ayat 7)
Standar proses pendidikan sebagai standar pelaksanaan pembelajaran dapat di
pengaruhi dan berhubungan dengan standar-standar lainnya. Hubungan standar proses
dengan standar lainnya digambarkan pada bagan 1.1 berikut.
Bagan tersebut menggambarkan : pertama, standar proses pendidikan (SPP) di
tentukan oleh standar kompetensi lulusan (SKL) dan standar isi (SI). Artinya, proses
pendidikan yang bagaimana yang harus dilakukan oleh guru harus sesuai dengan SKL
dan SI, baik untuk jenjang pendidikan SD,SMP atau SMA. Kedua, efektifitas dan
kelancaran spp dapat di pengaruhi atau tergantung pada tenaga pendidik dan
kependidikan serta sarana dan prasarana. Oleh sebab itu, di samping spp perlu juga di
rumuskan standar pendidik dan tenaga kependidikan (SPTK) serta standar sarana dan
prasarana (SSP). Ketiga, efektifitas standar proses selanjutnya akan diukur oleh
standar penilaian (SP). Dalam SP di tetapkan mekanisme, prosedur, dan instrumen
penilaian. Keempat, keberhasilan pencapaian standar minimal pendidikan tentu saja
sangat tergantung kepada pembiayaan dan pengelolaan yang dilakukan pada setiap
jenjang atau satuan pendidikan. Oleh sebab itu, perlu  juga di tetapkan standar
pengelolaan dan standar pembiayaan.
B. Sistem pembelajaran dalam standar proses pendidikan
1) Pengertian dan Kegunaan Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah
suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk
memudahkan aliran informasi, materi atau energi.
Definisi tentang sistem selalu berkembang sesuai dengan konteks dimana
pengertian sistem itu digunakan. Misalnya kumpulan dari bagian-bagian yang
bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama seperti sistem tata surya, sistem
pencernaan, sistem komputer, sistem pembelajaran dan lain-lain. Ada juga yang
mengatakan bahwa sistem terdiri dari unsur-unsur seperti input, processing, serta
output (seperti sistem kerja komputer).
Berikut ini adalah pengertian dan definisi sistem menurut beberapa ahli:
a) Salisbury.
A system is a group of components working together as a functional unit.
Sistem adalah sekelompok bagian-bagian atau komponen yang bekerja sama
sebagai suatu kesatuan fungsi.
b) Pilecki.
Sistem adalah sekumpulan objek dan menghubungkan objek itu dengan
atributnya atu dengan kata  lain, sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari
sejumlah bagian-bagian, atribut dari bagian dan hubungan antara bagian dengan
atribut.
c) Webster’s Unabridged.
Sistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu
kesatuan atau organisasi.
d) Ludwig Von Bertalanffy.
Sistem adalah sekumpulan komponen yang saling berinteraksi dan bekerja
sama untuk mencapai tujuan  yang sama.
e) Raymond Mcleod.
Sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga
membentuk suatu kesatuan yang utuh dan terpadu.
f) Gordon B. Davis.
Sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan yang
beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud.
g) Robert Allen & Mark Victor Hansen.
Sistem adalah prosedur yang terorganisir dan mapan yang membuahkan
hasil.
h) Djekky R. Djoht.
Sistem adalah agregasi atau pengelompokan objek-objek yang dipersatukan
oleh beberapa bentuk interaksi yang tetap atau saling tergantung, sekelompok unit
yang berbeda, yang dikombinasikan sedemikian rupa oleh alam atau oleh seni
sehingga membentuk suatu keseluruhan yang integral dan berfungsi, beroperasi,
atau bergerak dalam satu kesatuan.
i) Umar Fahmi Achmadi
Sistem adalah tatanan yang menggambarkan adanya rangkaian berbagai
komponen yang memiliki hubungan serta tujuan bersama secara serasi,
terkoordinasi yang bekerja atau berjalan dalam jangka waktu tertentu dan
terencana.
j) Zulkufli A. M.
Sistem adalah himpunan sesuatu “benda” nyata atau abstrak (a set of thing)
yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan,
berhubungan, berketergantungan, dan saling mendukung, yang secara
keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (unity) untuk mencapai tujuan tertentu
secara efisien dan efektif
k) Koentjaraningrat.
Sistem adalah susunan yang berfungsi dan bergerak; suatu cabang ilmu
niscaya mempunyai objeknya, dan objek yang menjadi sasaran itu umumnya
dibatasi. Sehubungan dengan itu, maka setiap ilmu lazimnya mulai dengan
merumuskan suatu batasan (definisi) perihal apa yang hendak dijadikan objek
studinya.
l) Anatol Raporot
Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama
lain.
m) Ackof.
Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari
bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.
n) Jerry Fith Gerald.
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling
berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau
menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Secara umum pengertian sistem adalah satu kesatuan komponen yang satu sama
lain saling berkaitan dan saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil yang
diharapkan secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Untuk
mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan perencanaan yakni pengambilan keputusan
bagaimana memberdayakan komponen agar tujuan berhasil secara maksimal.
Secara garis besar, sistem dapat dibagi menjadi dua :
1) Sistem Fisik ( Physical System ) :
Kumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi
satu sama lain secara fisik serta dapat diidentifikasikan secara nyata tujuan-tujuannya.
Contoh : sistem transportasi, yang terdiri dari petugas, mesin, organisasi yang
menjalankan transportasi. Sistem komputer yang terdiri dari peralatan yang berfungsi
bersama-sama untuk menjalankan pengolahan data.
2) Sistem Abstrak ( Abstract System) :
Sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan ide, dan tidak
dapat diidentifikasikan secara nyata, tetapi dapat diuraikan elemen-elemennya.
Contoh : Sistem Theologi, hubungan antara manusia dengan Tuhan.

Berdasarkan definisi dan pengertian di atas, maka terdapat beberapa hal


penting yang menjadi karakteristik suatu sistem:

Main
objection (tujuan utama): pemusatan tujuan yang sama dari masing-masing subsistem.
Proses: rangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan.
Organisasi: mencakup struktur dan fungsi organisasi
Interaksi: saling keterhubungan antara bagian yang satu dengan lainnya.
Interdependensi: bagian yang satu mempunyai ketergantungan dengan bagian yang
lainnya.
Integrasi: suatu keterpaduan antara subsistem-subsistem untuk mencapai tujuan.
Berkaitan dengan uraian di atas pembelajaran dikatakan sebagai sistem karena
pembelajaran merupakan kegiatan yang bertujuan, yakni membelajarkan siswa.
Pembelajaran melalui proses yang merupakan rangkaian kegiatan yang melibatkan
banyak komponen yang saling berinteraksi, interdependensi dan terintegrasi. Oleh
karena itu seorang guru sebagai faktor utama dalam sistem pembelajaran perlu
memahami sistem dengan baik supaya dapat merencanakan pembelajaran sesuai
dengan tujuan yang telah ditentukan dengan hasil yang n keseluruhan dari komponen-
komponen yang berinteraksi dan berinterelasi antara satu sama lain dan dengan
keseluruhan itu sendiri untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan
sebelumnya.
Sistem bermanfaat untuk merencanakan suatu proses pembelajaran, karena
perencanaan merupakan proses dan cara berpikir yang dapat membantu menciptakan
hasil yang diharapkan (Ely, 1979). Proses pembelajaran dengan perencanaan yang
sistematis diharapkan; pertama, peluang keberhasilan untuk mencapai tujuan yang
diharapkan lebih besar. Kedua, terhindar dari hambatan yang kemungkinan muncul
tidak terduga. Ketiga, fasilitas dan sumber yang ada dapat dimanfaatkan secara
optimal dan lebih maksimal sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2). Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Sistem Pembelajaran
Dalam pendekatan sistem, pembelajaran merupakan suatu kesatuan dari
komponen-komponen pembelajaran yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang
lain, karena satu sama lain saling mendukung. Komponen-komponen tersebut dapat
menunjang kualitas pembelajaran.
a) Faktor Guru
Guru adalah komponen yang sangat menentukan dalam implementasi suatu
strategi pembelajaran. Guru tidak hanya berperaan sebagai model atau teladan bagi
siswa yang diajarnya, tetapi juga sebagai pengelola pembelajaran. Oleh karena itu,
keberhasilan suatu proses pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas atau
kemampuan guru.
Guru adalah sebuah profesi. Pelaksanaan tugas guru harus profesional.
Walaupun guru sebagai seorang individu yang memiliki kebutuhan pribadi dan
memiliki keunikan tersendiri sebagai pribadi, namun guru mengemban tugas
mengantarkan anak didiknya mencapai tujuan. Untuk itu guru harus menguasai
seperangkat kemampuan yang disebut dengan kompetensi guru. Oleh karena itu, tidak
semua orang bisa menjadi guru yang profesional. Kompetensi guru itu mencakup
kemampuan menguasai siswa, menguasai tujuan, menguasai metode pembelajaran,
menguasi materi, menguasai cara mengevaluasi, menguasai alat pembelajaran, dan
menguasai lingkungan belajar. (Soetopo, 2005).
Guru memiliki peran yang sangat penting dalam proses belajar mengajar.
Menurut Usman (1990) ada empat peran guru dalam pembelajaran, yaitu: (1) sebagai
demonstrator, lecturer (pengajar), (2) sebagai pengelola kelas, (3) sebagai mediator
dan fasilitator, dan (4) sebagai motivator.
b) Faktor Siswa
Teori didaktik metodik telah bergeser dalam menempatkan siswa sebagai
komponen proses belajar mengajar (PBM). Siswa yang semula dipandang sebagai
objek pendidikan bergeser sebagai subjek pendidikan. Sebagai subjek, siswa adalah
kunci dari semua pelaksanaan pendidikan. Tiada pendidikan tanpa anak didik. Untuk
itu siswa harus dipahami dan dilayani sesuai dengan hak dan tanggung jawabnya
sebagai siswa.
Siswa adalah organisme yang unik yang berkembang sesuai dengan tahap
perkembangannya. Jenis kelamin siswa, tempat kelahiran, tempat tinggal siswa,
tingkat sosial ekonomi, keluarga siswa merupakan aspek latar belakang yang
mempengaruhi proses pembelajaran. Selain itu, sikap dan penampilan siswa di kelas
juga dapat berpengaruh dalam proses pembelajaran.
c) Faktor Sarana dan Prasarana
Kelengkapan sarana dan prasarana akan sangat membantu guru dalam
menyelenggarakan pembelajaran, dengan demikian sarana dan prasarana
berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Oleh karena itu pemerintah seharusnya
lebih memperhatikan lagi faktor ini, karena pada kenyataannya bantuan yang
diberikan oleh pemerintah belum merata ke seluruh sekolah yang membutuhkan.
Justru sekolah-sekolah yang sudah maju dengan yang jumlah siswa banyak yang
mendapatkan bantuan sarana dan prasarana. Sedangkan sekolah-sekolah dengan
siswa sedikit yang berada di pelosok daerah mendapat bantuan yang minim, karena
dalam pemberian bantuan sering digunakan dengan prosentase jumlah siswa.
d) Faktor Lingkungan
Mengelola lingkungan pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas bukan
merupakan tugas yang ringan. Oleh karenanya guru harus banyak belajar. Doyle
(1986) berpendapat bahwa hal-hal yang menyebabkan pengelolaan kelas mempunyai
beberapa dimensi. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Emersen, Everston dan
Anderson (1980), peristiwa yang terjadi pada waktu awal-awal sekolah banyak
berpengaruh terhadap pengelolaan kelas pada tingkat-tingkat berikutnya.
Dilihat dari dimensi lingkungan, ada dua faktor yang dapat mempengaruhi
proses pembelajaran, yaitu faktor organisasi kelas dan faktor iklim sosial-psikologis.
Organisasi kelas yang terlau besar akan kurang efektif untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Borden (2001) menyarankan agar setiap anak mempunyai ruang gerak
sedikitnya tiga meter persegi. Madrasah Jenderal Sudirman memiliki ruang kelas
yang cukup representative yaitu dengan ukuran 6 x 8 meter persegi. Namun
demikian, semuanya tergantung kepada niat guru dan siswa. Sebagaimana yang
dilakukan oleh RA. Kartini yang mampu mengangkat derajat wanita Indonesia.
Iklim sosial-psikologis dapat terjadi secara internal dan eksternal. Diharapkan
semua yang terlibat dalam sistem pembelajaran dapat berinteraksi dengan baik, agar
tujuan proses pembelajaran dapat tercapai sesuai yang diharapkan. Faktor
lingkungan sebenarnya tidak terlalu berpengaruh besar, karena semuanya kembali
kepada individu masing-masing.
3) Komponen-komponen dalam Sistem Pembelajaran
a) Tujuan
Sistem pembelajaran sangat tergantung dengan tujuan pembelajaran. Mau
dibawa kemana siswa, apa yang harus dimiliki siswa, semua tergantung pada tujuan
yang ingin dicapai. Tujuan disusun berdasarkan ciri karakteristik anak dan arah yang
ingin dicapai.
Tujuan belajar adalah sejumah hasil belajar yang menunjukkan bahwa siswa
telah melakukan perbuatan belajar, yang umumnya meliputi pengetahuan,
keterampilan dan sikap-sikap yang baru yang diharapkan tercapai oleh siswa
(Hamalik, 2003). Lebih lanjut menurut Oemar Hamalik, bahwasannya komponen
tujuan pembelajaran, meliputi: (1) tingkah laku, (2) kondisi-kondisi tes, (3) standar
(ukuran) perilaku.
b) Isi atau Materi Pelajaran
Materi pembelajaran dalam arti yang luas tidak hanya yang tertuang dalam
buku paket yang diwajibkan, akan tetapi mencakup keseluruhan materi
pembelajaran. Setiap aktivitas belajar-mengajar harus ada materinya. Semua materi
pembelajaran harus diorganisasikan secara sistematis agar mudah dipahami oleh
anak. Materi disusun berdasarkan tujuan dan karakteristik siswa.
c) Startegi atau metode pembelajaran
Keberhasilan dalam mencapai tujuan juga sangat tergantung pada komponen
ini. Bagaimana lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa dapat diimplementasikan
dengan strategi yang tepat, maka komponen-komponen tersebut tidak akan memiliki
makna dalam proses pencapaian tujuan.
d) Alat dan sumber belajar
Agar materi pembelajaran lebih mudah dipahami oleh siswa, maka dalam
proses belajar-mengajar digunakan alat pembelajaran. Alat pembelajaran dapat
berupa benda yang sesungguhnya, imitasi, gambar, bagan, grafik, tabulasi dan
sebagainya yang dituangkan dalam media. Media itu dapat berupa alat elektronik,
alat cetak, dan tiruan.
Menggunakan sarana atau alat pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan,
siawa, materi, dan metode pembelajaran. Oleh karena itu diperlukan tenaga pengajar
yang memiliki kemampuan dan kecakapan yang memadai (Asnawir, 2002)
diperlukan guru yang handal dan mempunyai kemampuan (capability) yang tinggi.
e) Evaluasi
Evaluasi dapat digunakan untuk menyusun graduasi kemampuan anak didik,
sehingga ada penanda simbolik yang dilaporkan kepada semua pihak. Evaluasi
dilaksanakan secara komprehensif, obyektif, kooperatif, dan efektif. Evaluasi
dilaksanakan berpedoman pada tujuan dan materi pembelajaran.
Guru harus melakukan evaluasi terhadap hasil tes dan menetapkan standar
keberhasilan. Sebagai contoh, jika semua siswa sudah menguasai kompetensi dasar,
maka pelajaran dapat dilanjutkan dengan catatan guru memberikan perbaikan
(remidial) kepada siswa yang belum mencapai ketuntasan. Dengan adanya evaluasi,
maka dapat diketahui kompetensi dasar, materi, atau individu yang belum mencapai
ketuntasan. (Madjid, 2005) Melalui evaluasi guru dapat melihat kekurangan dalam
pemanfaatan berbagai komponen sistem pembelajaran.
Menentukan dan menganalisis kelima komponen pokok dalam proses
pembelajaran di atas, akan dapat membantu guru dalam memprediksi keberhasilan
proses pembelajaran.
C. Mengajar dan belajar dalam standar proses pendidikan
a. Pengantar
Mengajar adalah suatu perbuatan yang kompleks ( a highly complexion
process). Di sebut kompleks karena dituntut dari adanya kemampuan
profesional,personal dan sosiocultural secara terpadu dalam proses belajar mengajar
dan dituntut penguasan materi dan metode,teori dan praktik dalam interaksi siswa
serta karena mengandung unsur-unsur seni,ilmu,teknologi,pilihan nilai,dan
keterampilan dalam proses belajar mengajar.
Mengajar adalah penciptaan sistem lingkungan yang memungkinkan
terjadinya proses belajar. Sistem lingkungan ini terdiri dari komponen-komponen
yang saling memepengaruhi,yakni tujuan intruksional yang ingin dicapai,materi yang
di ajarkan,guru dan siswa yang harus memainkan perannya dalam hubungan sosial
tertentu,jenis kegiatan yang dilakukan,serta sarana dan prasarana belajar mengajar
yang tersedia.
Setiap sistem lingkungan atau setiap peristiwa belajar mengajar mempunyai
profil yang unik,yang mengakibatkan tercapainya tujuan-tujuan yang berbeda. Jika
dikatakan secara terbalik,untuk mencapai tujuan belajar tertentu harus diciptakan
sistem lingkungan yang tertentu pula.
Menurut S Nasution (2000); mengajar adalah suatu aktifitas mengorganisasi
atau mengatur lingkungan sebai-baiknya dan menghubungkannya dengan anak
sehingga terjadilh proses belajar
Tujuan belajar yang pencapaianya di usahakan secara eksplisit dengan tindakan
intruksional tertentu dinamakan intruksional effect. Sedangkan tujuan-tujuan yang
merupakan penggiring,yang tercapainya karena siswa menghidupi suatu sistem
lingkungan belajar teretntu dinamakan nurturant effect.
Proses pembelajaran itu sendiri menurut standar proses pendidikan merupakan
kegiatan yang tidak hanya menekankan peran guru didalamnya,tetapi siswa harus
dijadikan subjek atau perilaku dalam proses pembelejaran. Oleh sebab itu paradigma
yang keliru tentang pembelajaran selam itu harus di ubah dan disesuaikan dengan
standar proses pendidikan (SPP)
b. Konsep dasar mengajar
Konsep mengajar dalam proses perkembangannya masih di anggap sebagai
suatu kegiatan penyampaian atau penyerahan ilmu pengetahuan, pandanga semacam
ini masih umum di gunakan di kalangan pengajar. Hasil penelitian dan pendapat para
ahli sekarang lebih menyempurnakan konsep tradisional.
Mengajar menurut pengertian Mutakhir merupakan suatu perbuatan yang
kompleks. Perbuatan mengajar yang kompleks dapat di terjemahkan sebagai
pengunaan secara integratif sejumla kompnen yang terkadung dalam perbuatan
mengajar untuk menyampaikan pesan pengajaran.
a) Mengajar sebagai proses menyampaikan materi pelajaran
Sebgai proses menyampaikan atau menanamkan ilmu pengetahuan,maka
mengajar mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut:
 Proses pengajaran berpusat pada guru
Dalam kegiatan pengajaran, guru memegang peran yang sangat
penting. Guru menentukan segalanya. Mau di apakah siswa?apa yang
harus di kuasi siswa?bagaimana cara melihat keberhasilan mengajar?
semuanya tergantung guru. Oleh karena itu begitu pentingnya peran
guru maka proses pembelajaran baru akan berlangsug jika ada guru
 Siswa sebagai objek belajar
Konsep menagajar sebagai proses menyampaikan materi pelajaran
menempatkan siswa sebagai objek yang harus menguasai mater ajar.
Mereka di anggap sebagai organisme pasif yang belum memehami apa
yang harus dipahamai, sehingga melalui proses pembelajara mereka di
tuntut memahami segala sesuatu yang diberikan guru
 Kegiatan pengajaran terjadi pada tempat dan waktu tertentu
Proses pengajaran berlangsung pada tempat tertentu,misalnya di dlam
kelas dengan penjadwalan yang ketat, sehingga siswa hanya belajar
jika hanya ada kelas yang telah didesain sedemikian rupa untuk tempat
pembelajaran
 Tujuan utama pengajaran adalah menguasai materi pelaaran
Keberhasilan suatu proses pembelajara di ukur dari sejau mana siswa
dapat menguasai materi pelajaran yang di sampaikan oleh guru. Materi
pelajaran itu sendiri adalah pengetahuan yang bersumber dar mata
pelajaran yang di berikan disekolah.
b) Mengajar sebagai proses mengatur lingkungan
Terdapat beberapa karakteristik dari konsep mengajar sebagai proses mengatur
lingkungan antara lain;
 Mengajar berpusat pada siswa (student centered)
Mengajar tidak di tentukan oleh selera guru, akantetap sangan di
tentukan oleh siswa itu sendiri. Hendak belajar apa siswa dari topik yan
di pelajari, bagaimana cara memepelajarinya, bukan hanya guru yang
menentukan tetapi juga siswa.
 Siswa sebagai subjek belajar
Siswa tidak hanya di anggap sebagai organisme pasif yang hanya
sebgai penerima informas,akan tetapi di pandang sebagai organisme
yang aktif yang memiliki potensi untuk berkembang.
 Proses pembelajaran berlangsung di mana saja
Siswa dapat menggunakan berbagai tempat untuk belajar. Karena
tempat juga sangat menunjang proses pembelajaran. Intinya
pembelajara bukan hanya dilaksanakan di dalam kelas tetapi di
laksanakan sesuai keadaan.
 Pembelajaran berorientasi pada pencapaian tujuan
Tujuan pembelajaran bukan hanya agar siswa menguasai materi
pelajaran, tetapi lebih luas dari pada itu bahwa tujuan belajar adalah
agar siswa merubah pola perilakunya menuju arah yang lebih bai.
c. Perlunya perubahan paradigma tentang mengajar
Pandangan mengajar yang hanya sebatas menyampaikan ilmu pengetahuan itu di
anggap sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan. Mengapa bisa begitu?alasan inilah
yang kemudian menuntut perlu terjadinya perunahan paradigma mengajar. Hal itu
dapat dilihat dari tiga alasan penting.
1. Siswa bukanlah orang dewasa dalam bentuk mini, tetapi mereka adalah organisme
yang sedang berkembang. Agar mereka dapat melaksanakan tugas-tugas
perkembangannya. Karena itulah,kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
khususnya teknoloi informasi memungkinkan setiap siswa dapat dengan mudah
memperoleh informasi dan meyelesaikan tugas tanggung jawabnya. Guru tidak
lagi memposisikan diri sebgai sumber belajar yang bertugas menyampaika
informasi, tetap harus berperan sebagai pengelola sumber belajar untuk di
manfaatkan siswa itu sendiri. Guru saat ini sebagai fasilitator. Siswa di tuntut
mencari informasi sendiri terlebih dahulu dari berbagai sumber, manakala siswa
mengalami kesulitan,bru guru berperan mengarahkan,mefasilitasi dan memberi
pencerahan kepada peserta didik.
2. Ledakan ilmu pengetahuan mengakibatkan kecenderungan setiap orang tidak
mungkin dapat menguasai setiap cabang keilmuan. Begitu hebatnya
perkembangan ilmu biologi,ilmu ekonomi,hukum dan lain sebgainya. Semua di
balik kehebatan itu,bersumber dari apa yang kita sebut ebgai pengetahuan. Abad
pengetahuan itulah yang seharusnyan menjadi dasar perubahan. Belajar tidak
hanya sekedar menghafal informasi,meghafal rumus-rumus,tetapi bagaimana
menggunakan informasi dan pengetahuan itu untuk mengasah kemampuan
berfikir.
3. Penemuan-penemuan baru khususnya dalam bidang psikologi,mengakibatkan
pemahaman baru tentang konsep perubahan tingkah laku manusia. Manusia pada
hakikatnya memiliki potensi dan dengan dasar potensi itulah manusia bisa
mengembangkan dirinya. Dengan kata lain bahwa siswa buka lagi di jadikan objek
pasif tetapi siswa harus aktif dalam melakukan kegiatan belajar. Anggapan
manusia sebagai organisme pasif yang perilakunya dapat ditentukan oleh
lingkungan. Seperti di jelaskan dalam aliran behavioristic yang telah banyak di
tinggalkan orang. Orang sekarang lebih percaya bahwa manusia adalah organism
yang memiliki potensi,seperti yang di kembangkan oleh aliran kognitif holistic.
Potensi itulah yang akan menentukan perilaku manusia. Karena itu proses
pendidikan bukan lagi memberikan stimulus. Tetapi usaha mengembangkan
potensi yang dimiliki oleh pembelajar tersebut. Disini,siswa tidak lagi dianggap
sebagai objek. Tetapi sebagai subjek belajar yang harus mencari dan
mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Pengetahuan itu tidak diberikan,akan
tetapi dibangun oleh siswa.
Ketiga hal di atas, menuntut perubahan makna dalam mengajar. Mengajar
jangan hanya diartikan sebagai proses penyampaian materi pembelajaran.
Atau,memebrikan stimulus sebanyak-banyaknya kepada siswa. Namun lebih di
pandamg sebagai proses mengatur lingkungan,agar siswa belajar sesuai dengan
kemampuan dan potensi yang dimiliknya. Pengaturan lingkungan adalah proses
menciptakan iklim yang baik seperti penataan lingkungan,penyedian alat dan sumber
pembelajaran,dan hal-hal lain yang memungkinkan siswa betah dan merasa senang
belajar sehingga nereka dapat berkembang secara optimal sesuai dengan bakat,minat
dan potensi yang dimiliknya. Istilah mengajar bergeser pada istilah pembelajaran yang
sering digunakan dewasa ini.
Kata “pembelajaran” adalah terjemahan dari “instruction”,yang banyak
dipakai dala dunia pendidikan di amerika serikat. Istilah ini banyak di pengaruhi oleh
aliran psikologi kognitif wholistik,yang menempatkan siswa sebagai sumber dari
kegiatan. Selain itu,istilah ini juga dipengaruhi oleh perkembanagan teknologi yang di
asumsikan dapat mempermudah siswa mempelajari segala sesuatu lewat berbagai
macam media seperti bahan-bahan cetak,program televisi,gambar,audio dan lain
sebagainya,sehingga semua itu mendorong terjadinya perubahan peranan guru dalam
mengelola proses belajar-mengajar,dari guru sebagai sumber belajar menjadi guru
sebagai fasilitator dalam belajar mengajar. Hal ini seperti yang di ungkapkan gange
(1992:3),yang menyatakan bahwa “instruction is a set of event that effect learners in
such a way that learning is facilitated”. Oleh karena itu menurut gange, mengajar atau
“teaching” merupakan bagian dari pembelajaran (instruction), dimana peran guru
lebih di tekankan kepada bagaiman atau mengaransemen berbagai sumber dan
fasilitas yang tersedia untuk digunakan atau dimanfaatkan siswa dala mempelajari
sesuatu.
Dalam istilah “pembelajaran” yang lebih dipengaruhi oleh perkembangan
hasil-hasil teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan belajar, siswa
diposisikan sebagai subjek belajar yang memegang pernana utama,sehingga dalam
setting proses belajar mengajar siswa dituntut beraktivitas secara penuh bahkan secara
individua mempelajari bahan pelajaran. Dengan demikian, kalau dalam istilah
“mengajar (pengajaran)”atau “teaching” menempatkan guru sebagai “pemeran utama”
memberikan informasi.maka dalam “instruction” guru lebih banyak berperan sebagai
fasilitator. Mema-nage berbgai sumber dan fasilitasi untuk dipelajari siswa.
Makna mengajar dalam standar proses pendidikan
Mengajar dalam konteks standar proses pedidikan tidak hanya sekedar
menyampaikan materi palajaran, akan tetapi juga di maknai sebagai proses mengatur
lingkungan supaya siswa belajar. Makna ini diistilakan dengan pembelajaran. Hal ini
mengisyaratkan bahwa dalam proses belajar siswa harus di jadikan pusat dari
kegiatan. Hal ini dimaksudkan untuk membentuk watak,peradaban dan peningkatan
mutu kehidupan peserta didik. Pembelajaran perlu memberdayakan semua potensi
peserta didik untuk menguasai kompetensi yang di harapkan suapaya setiap individu
mampu pembelajar sepanjang hayat.
Mengajar dan belajar adalah dua istilah yang memiliki satu makna yang tidak
dapat di pisahkan. Mengajar adalah suatu aktivitas yang dapat mebuat siswa belajar.
Keterkaitan anatara mengajar dan belajar di istilahkan Dewey sebagai ‘’menjual dan
membeli’’. Artinya, seseorang tidak akan menjual manakala tidak ada orang yang
membeli,yang berati tidak ada perbuatan yang mengajar manakala tidak membuat
seseorang belajar. Dalam istilah mengajajar terkandung proses belajar siswa. Inilah
makna pemebelajaran.
Bruce Weiil (1980) mengemukakan tiga prnsip penting dalam proses
pemebelajaran,yaitu:
 Proses pembelajaran adalah membentuk kreasi lingkungan yang dapat
membentuk atau mengubah struktur kognitif siswa. Oleh karena itu,
proses pembelajaran menuntut aktivitas siswa untuk mencari dan
menemukan sendiri.
 Berhubungan denga tipe-tipe pengetahuan yang harus di pelajari.
Ada tipe-tipe pengetahuan yang masing-masing memerlukan situasi
berbeda dalam mempelajarinya yaitu:
a. Pengetahuan fisis
Adalah pengetahuan akan sifat-sifat fisis dari suatu objek atau
kejadian seperti bentuk,besar,berat. Pengetahuan ini diperoleh
melalui indra secara langsung. Dari tindakan langsung,anak
membentuk struktur kognitif tentang suatu benda.
b. Pengetahuan sosial
Pengetahuan sosial adalah pengetahuan yang berhubungan dengan
perilaku individu dalam suau sistem sosial. Contoh: pengetahuan
tentang hukum,morla,nilai,bahasa. Ketika anak melakukan interaksi
dengan temannya,maka kesempatan membangun pengetahuan
sosial berkembang (wodsworth,199)
c. Pengetahuan logika
Pengetahuan logika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan
berfikir matematis,yaitu pengetahuan yang dibentuk berdasarkan
pengalaman objek atau kejadian tertentu
 Dalam proses pembelajaran harus melibatkan peran lingkungan sosial.
Anak akan lebih baik mempelajari pengetahuan logika dan sosail dari
temannya sendiri.
Makna pembelajaran dalam konteks standar proses pendidikan di tunjukan oleh
beberapa ciri berikut:
1. Pembelajaran adalah proses belajar
Belajar adalah proses berfikir yang menekankan pada proses mencari dan
menemukan pengetahuan melalui interkasi indivividu dengan lingkungan (self
regulated).
Dalam proses pemebelajaran La Costa (1985) mengklasifikasikan menajar berfikir
menjadi tiga,yaitu:
a) Teaching of thingking, adalah proses pembelajaran yang di arahkan untuk
pembentukan keterampilan mental tertentu.
b) Teaching for thingking, adalah proses pembelajaran yang di arahan pada usaha
menciptakan ligkungan belajar yang dapat mendorong pengembangan
kognitif.
c) Theaching about thingking, adalah pembelajaran yang di arahkan pada upaya
untuk membantu agar siswa lebih sadae terhadap proses berfikirnya.
Dalam pelaksanaan pembelajaran tidak mungkin melepaskan ketiga aspek
tersebut.
2. Proses pembelajaran adalah memanfaatkan potensi otak
Pembelajaran berfikir adalah pemanfaatan dan penggunan otak secara maksimal.
Kedua belahan otak perlu di kembangkan secara optimal dan seimbang.
Proses pendidikan mestinya mengembangkan setiap bagian otak melalui
pengembangan berbahasa,memecahkan masalah dan membangun kreasi.
3. Pembelajaran berlangsung sepanjang hayat
Prinsip belajar sepanjang hayat sejalan dengan empat pilar pendidikan universal
yang dirumuskan UNESCO(1996),yaitu;
a. Learning to know atau learning to learn, bahwa belajar tidak hanya
berorientasi pada hasil belajar,tetapi berorintasi pada proses belajar.
b. Learning to do, bahwa belajar itu untuk berbuat dengan tujuan akhir
penguasaan kompetensi yang sangat diperlukan dalam era persaingan global.
c. Learning to be, bahwa belajar adalah membentuk manusia yang ‘’menjadi
dirinya sendiri’’.
d. Learning to live together adalah belajar untuk bekerja sama
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan
dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai
standar kompetensi lulusan (PP No. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat
6).Terdapat bebrapa hal penting yang perlu kita kritisi dari konsep pendidikan
tersebut menurut undang – undang.Pe (1), pendidikan adalah usaha sadar yang
terancana (2), proses pendidikan yang terencana itu diarahkan untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran. (3), suasana belajar dan
pembelajaran itu diarahkan agar peserta didik dapat mengembangkan potensi
dirinya, (4) akhir dari proses pendidikan adalah kemampuan untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya untuk masyarakat,
bangsa, dan negara.
2. Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma)
adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan
bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.Sistem
bermanfaat untuk merencanakan suatu proses pembelajaran, karena
perencanaan merupakan proses dan cara berpikir yang dapat membantu
menciptakan hasil yang diharapkan (Ely, 1979).factor_faktor yang
mempengaruhi terhadap sistem pembelajaran, yaitu (1). Factor guru, (2) Factor
siswa, (3) Faktor Sarana dan Prasarana, (4) Faktor Lingkungan
komponen-komponen dalam sistem pembelajaran, yaitu
a) Tujuan
b) Isi atau Materi Pelajaran
c) Startegi atau metode pembelajaran
d) Alat dan sumber belajar
e) Evaluasi
3. Mengajar dan belajar adalah dua istilah yang memiliki satu makna yang tidak
dapat di pisahkan. Mengajar adalah suatu aktivitas yang dapat mebuat siswa
belajar. Keterkaitan anatara mengajar dan belajar di istilahkan Dewey sebagai
‘’menjual dan membeli’’. Artinya, seseorang tidak akan menjual manakala
tidak ada orang yang membeli,yang berati tidak ada perbuatan yang mengajar
manakala tidak membuat seseorang belajar
Makna pembelajaran dalam konteks standar proses pendidikan di tunjukan
oleh beberapa ciri berikut:
a) Pembelajaran adalah proses belajar
b) Proses pembelajaran adalah memanfaatkan potensi otak
c) Pembelajaran berlangsung sepanjang hayat
DAFTAR PUSTAKA

https://www.google.com/amp/s/suryapuspita.wordpress.com/2012/04/15/makna-menagajar-
dalam-standar-proses-pendidikan/amp/

https://neo-edu.bogspot.com/2010/10/perlunya-perubahan-paradigma-tentang.html?m=1

https://azharm2k-wordpress-
com.cdn.ampproject.org/v/s/azharm2k.wordpress.com/2012/04/28/sistem-pembelajaran-
dalam-standar-proses-pendidikan/amp?amp_js_v+a2&amp_gsa=1&usqp=mq331AQCKAE
%3D#aoh=15801387035090&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari
%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Fazharm2k.wordpress.com
%2F2012%2F04%2F28%2Fsistem-pemebelajaran-dalam-standar-proses-pendidikan%2F

KUMPULAN SOAL DAN JAWABAN


A. Standar proses pendidikan

1. Mengapa pendidikan perlunya standard proses pendidikan?


Jawab:
karena Salah satu masalah yang sedang di alami di dalam dunia pendidikan kita
adalah maslah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, anak
kurang didorong uuntuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran
di dalam kelas di arahkan kepada kemampuan anak untuk menghafal informasi ; otak
anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai macam informasi tanpa di
tuntut untuk memahami informasi yang diingtanya itu untuk menghubungkannya
dengan kehidupan sehari – hari. Akibatnya, ketika anak didik telah lulus dari sekolah,
mereka pintas secara teoritis tetapi miskin aplikasi maka dari itu perlunta standard
proses pendidikan

2. Jelaskan bunyi undang undang yang mengatur sistem pendidikan?

Jawab:
Undang – undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan
bahwa pendidika adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar
dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

3. Jelaskan kelemhan dari standard proses pendidikan pendidikan

Jawab:
proses pendidikan di sekolah belum sesuai harapan. Para guru di sekolah masih
bekerja sendiri-sendiri sesuai dengan matapelajaran yang diberikannya. Seakan-akan
mata pelajaran yang satu terlepas dari mata pelajaran yang lainnya. Sebab selama ini
belum ada standar yang mengatur proses pelaksanaan pendidikan. Artinya belum ada
pedoman yang bisa dijadikan rujukan bagaimana seharusnya proses pendidikan itu
berlangsung.

4. jelaskan kelebihan dari standard proses pendidikan.

Jawab:

* Perangkat Pembelajaran masing-masing bidang studi sudah lengkap


*Mengadakan workshop setiap awal tahun ajaran untuk pengembangan perangkat
pembelajaran (silabus, RPP, dan Sistem Penilaian).
* Fasilitas pembelajaran sudah cukup memadai (buku, ruang kelas, multimedia,
perpustakaan, dll)
* Pemanfaatan sumber belajar bervariasi dan meningkat
* Guru telah mengalokasikan waktu sesuai dengan prosem
* Program remidi dan pengayaan sudah terlaksana pada semua bidang studi.
* Pengembangan muatan local (ICT) sudah berjalan dengan baik
* Pemanfaatan ICT dalam melaporkan hasil belajar siswa
* Laporan hasil belajar siswa sudah bisa diakses lewat internet
* Aturan pengawasan KBM sudah ada
* KBM sudah relative menyenangkan
* Pelaksanaan KBM pada hampir semua mata pelajaran UN sudah dilaksanakan
secara team teaching

5. Jelaskan pengertian standard proses pendidikan?

Jawab:
Standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan
pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar
kompetensi lulusan (PP No. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 6).

6. Jelaskan tujuan pendidikan

Jawab:
tujuan pendidikan yaiitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan
manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap
tuhan yang maha esa dan berbudi perkerti luhur memiliki pengetahuan dan
keterampilan, kesehatan jasamani dan rohani kepribadian yang mantap.

7. Jelaskan fungsi standard proses pendidikan secara umum

Jawab:
Secara umum, Standar Proses Pendidikan (SPP) sebagai standar minimal yang harus
dilakukan memiliki fungsi sebagai pengendali proses pendidikan untuk memperoleh
kualitas hasil dan proses pembelajaran.

8. Jelaskan fungsi standard proses pendidkan bagi instasi pendidikan

Jawab:

f. Fungsi SPP dalam Rangka Mencapai Standar Kompetensi yang Harus Dicapai,
Proses pendidikan berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan,
yakni kompetensi yang harus dicapai dalam ikhtiar pendidikan. Bagaimanapun bagus
dan idealnya suatu rumusan kompetensi, pada akhirnya keberhasilannya sangat
tergantung pada pelaksanaan proses pembelajaran yang dilakukan guru.
g. Fungsi SPP Bagi Guru
Untuk mencapai tujuan pendidikan, yakni standar kompetensi yang harus
dimiliki siswa, guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan di lapangan
sangat menentukan keberhasilannya.
h. Fungsi SPP Bagi Kepala Sekolah.
Bagi kepala sekolah SPP berfungsi sebagai barometer atau alat pengukur
keberhasilan program pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.

i. Fungsi SPP Bagi Para Pengawas (Supervisor)


Bagi para pengawas SPP berfungsi sebagai pedoman, patokan, atau ukuran
dalam menetapkan bagian mana yang perludi sempurnakan atau diperbaiki oleh
setiap guru dalam pengelolaan proses pembelajaran.

j. Fungsi SPP Bagi Dewan Sekolah dan Dewan Pendidikan


Melalui pemahaman SPP, maka lembaga ini dapat melaksanakan fungsinya dalam
menyusun program dan memberikan bantuan khususnya yang berhubungan dengan
penyediaan sarana dan prasarana yang diperlukan oleh sekolahatau guru.

9. jelaskan keterkaitan standard proses pendidikan dengan standard lainnya

Jawab:
pertama, standar proses pendidikan (SPP) di tentukan oleh standar kompetensi
lulusan (SKL) dan standar isi (SI). Artinya, proses pendidikan yang bagaimana yang
harus dilakukan oleh guru harus sesuai dengan SKL dan SI, baik untuk jenjang
pendidikan SD,SMP atau SMA. Kedua, efektifitas dan kelancaran spp dapat di
pengaruhi atau tergantung pada tenaga pendidik dan kependidikan serta sarana dan
prasarana. Oleh sebab itu, di samping spp perlu juga di rumuskan standar pendidik
dan tenaga kependidikan (SPTK) serta standar sarana dan prasarana (SSP). Ketiga,
efektifitas standar proses selanjutnya akan diukur oleh standar penilaian (SP). Dalam
SP di tetapkan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian. Keempat,
keberhasilan pencapaian standar minimal pendidikan tentu saja sangat tergantung
kepada pembiayaan dan pengelolaan yang dilakukan pada setiap jenjang atau satuan
pendidikan. Oleh sebab itu, perlu  juga di tetapkan standar pengelolaan dan standar
pembiayaan

B. Sistem pembelajaran dalam standar proses pendidikan


1. Pengertian dan kegunaan sistem
1) Apa yang dimaksud dengan sistem?
Jawaban :
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma)
adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan
bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.
2) Jelaskan pengertian sistem menurut Salisbury!
Jawaban:
Sistem adalah sekelompok bagian-bagian atau komponen yang bekerja sama
sebagai suatu kesatuan fungsi.
3) Jelaskan pengertian sistem menurut Pilecki.!
Jawaban:
Sistem adalah sekumpulan objek dan menghubungkan objek itu dengan
atributnya atu dengan kata  lain, sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari
sejumlah bagian-bagian, atribut dari bagian dan hubungan antara bagian dengan
atribut.
4) Jelaskan pengertian sistem menurut Webster’s Unabridged.!
Jawaban:
bSistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu
kesatuan atau organisasi
5) Jelaskan pengertian sistem menurutJerry Fith Gerald!
Jawaban:
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling
berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau
menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
6) Jelaskan secara umum yang di maksud dengan sistem!
Jawaban:
Secara umum pengertian sistem adalah satu kesatuan komponen yang satu
sama lain saling berkaitan dan saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil yang
diharapkan secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
7) Jelaskan dua macam sistem secara garis besar!
Jawaban:
a) Sistem Fisik ( Physical System )
Kumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang saling
berinteraksi satu sama lain secara fisik serta dapat diidentifikasikan secara
nyata tujuan-tujuannya.
b) Sistem Abstrak ( Abstract System)
Sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan ide, dan
tidak dapat diidentifikasikan secara nyata, tetapi dapat diuraikan elemen-
elemennya.
8) Sebutkan contoh dari sistem fisik dan sistem abstrak!
Jawaban:
a) Sistem fisik
 sistem transportasi, yang terdiri dari petugas, mesin, organisasi yang
menjalankan transportasi.
 Sistem komputer yang terdiri dari peralatan yang berfungsi bersama-sama
untuk menjalankan pengolahan data.
b) Sistem abstrak
 Sistem Theologi, hubungan antara manusia dengan Tuhan.
9) Sebutkan karakteristik suatu sistem!
Jawaban:
a) objection (tujuan utama): pemusatan tujuan yang sama dari masing-masing
subsistem.
b) Proses: rangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan.
c) Organisasi: mencakup struktur dan fungsi organisasi
d) Interaksi: saling keterhubungan antara bagian yang satu dengan lainnya.
e) Interdependensi: bagian yang satu mempunyai ketergantungan dengan bagian
yang lainnya.
f) Integrasi: suatu keterpaduan antara subsistem-subsistem untuk mencapai
tujuan.
10) Apa manfaat dari sistem!
Jawaban:
Sistem bermanfaat untuk merencanakan suatu proses pembelajaran, karena
perencanaan merupakan proses dan cara berpikir yang dapat membantu
menciptakan hasil yang diharapkan.
2. Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Sistem Pembelajaran
4. Sebutakan factor_faktor yang mempengaruhi terhadap sistem pembelajaran!
Jawaban:
a) Factor guru
b) Factor siswa
c) Faktor Sarana dan Prasarana
d) Faktor Lingkungan
5. Sebjutkan 4 peran guru menurut usman!
a) Demonstrator dan lecturer (pengajar)
b) pengelola kelas
c) mediator dan fasilitator
d) motivator
3. Komponen-komponen dalam Sistem Pembelajaran
1. Sebutkan komponen-komponen dalam sistem pembelajaran!
Jawaban:
f) Tujuan
g) Isi atau Materi Pelajaran
h) Startegi atau metode pembelajaran
i) Alat dan sumber belajar
j) Evaluasi
2. Sebutkan komponen tujuan pembelajaran!
Jawaban:
a) Tingkah laku
b) Kondisi-kondisi tes
c) Standar (ukuran) perilaku

C. Mengajar dan belajar dalam standar proses pendidikan


1. Soal dan pembahasan tentang makna pembelajaran
1) Jelaskan istilah Dewey tentang keterkaitan anatara mengajar dan belajar?
Jawab:
Keterkaitan anatara mengajar dan belajar di istilahkan Dewey sebagai ‘’menjual
dan membeli’’. Artinya, seseorang tidak akan menjual manakala tidak ada orang
yang membeli,yang berati tidak ada perbuatan yang mengajar manakala tidak
membuat seseorang belajar
2) Jelaskan tiga prinsip yang dikemukakan oleh Bruce Well (1989)?
Jawab:
1. Proses pembelajaran adalah membentuk kreasi lingkungan yang dapat
membentuk atau mengubah struktur kognitif siswa
2. Berhubungan denga tipe-tipe pengetahuan yang harus di pelajari.
Ada tipe-tipe pengetahuan yang masing-masing memerlukan situasi berbeda
dalam mempelajarinya.
3. Dalam proses pembelajaran harus melibatkan peran lingkungan sosial. Anak
akan lebih baik mempelajari pengetahuan logika dan sosail dari temannya
sendiri.
3) Sebutkan tipe-tipe pengetahuan yang masing-masing memerlukan situasi berbeda
dalam mempelajarinya?
Jawab:
1. Pengetahuan fisis
2. Pengetahuan sosial
3. Pengetahuan logika

4) Sebutkan ciri-ciri makna pembelajaran dalam konteks standar pendidikan?


Jawab:
1. Pembelajaran adalah proses belajar
2. Proses pembelajaran adalah memanfaatkan potensi otak
3. Pembelajaran berlangsung sepanjang hayat
5) Sebutkan prinsip belajar sepanjang hayat sejalan dengan empat pilar pendidikan
yang di rumuskan UNESCO (1996)?
Jawab:
1. Learning to know atau learning to learn
2. Learning to do
3. Learning to be
4. Learning to live together
6) Uraikan proses pembelajaran La Costa (1985)?
Jawab:
1. Teaching of thingking, adalah proses pembelajaran yang di arahkan untuk
pembentukan keterampilan mental tertentu
2. Teaching for thingking, adalah proses pembelajaran yang di arahan pada usaha
menciptakan ligkungan belajar yang dapat mendorong pengembangan
kognitif.
3. Theaching about thingking, adalah pembelajaran yang di arahkan pada upaya
untuk membantu agar siswa lebih sadae terhadap proses berfikirnya
7) Berikan contoh tipe pengetahuan sosial?
Jawab:
Contoh: pengetahuan tentang hukum,morla,nilai, dan bahasa.
8) Jelaskan pengertian dari:
a. Learning to know atau learning to learn
b. Learning to live together
Jawab:
a. Learning to know atau learning to learn, bahwa belajar tidak hanya
berorientasi pada hasil belajar,tetapi berorintasi pada proses belajar.
b. Learning to live togetheradalah belajar untuk bekerja sama
9) Jelaskan pengertian dari:
a. Pengetahuan fisis
b. Pengetahuan sosial
c. Pengetahuan logika
Jawab:
a. Pengetahuan fisis
Adalah pengetahuan akan sifat-sifat fisis dari suatu objek atau kejadian
seperti bentuk,besar,berat.
b. Pengetahuan sosial
Pengetahuan sosial adalah pengetahuan yang berhubungan dengan perilaku
individu dalam suau sistem sosial.
c. Pengetahuan logika
Pengetahuan logika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan
berfikir matematis,yaitu pengetahuan yang dibentuk berdasarkan
pengalaman objek atau kejadian tertentu
10) Uraikan ciri makna pembelajaran dalam konteks standar proses pendidikan dari:
1. Pembelajaran adalan proses belajar
2. Proses pembelajaran adalah memenafaatkan potensi otak
Jawab:
1. Pembelajaran adalah proses belajar
Belajar adalah proses berfikir yang menekankan pada proses mencari dan
menemukan pengetahuan melalui interkasi indivividu dengan lingkungan (self
regulated).
2. Proses pembelajaran adalah memanfaatkan potensi otak
Pembelajaran berfikir adalah pemanfaatan dan penggunan otak secara
maksimal. Kedua belahan otak perlu di kembangkan secara optimal dan
seimbang.
2. Soal dan pembahasan tentang perlunya perubahan paradigma
1. Mengapa perlu terjadinya perubahan paradigma mengajar?
Jawab:
Karena pandangan mengajar yang hanya sebatas menyampaikan ilmu pengetahuan
itu,dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan. Ada tiga alasan penting yang
kemuadian menuntut perlu terjadinya perubahan paradigma belajar. Pertama,siswa
buka orang dewasa dalam bentuk mini.akan tetapi mereka adalah organisme yan g
sedang berkembang. Kedua,ledakan ilmu pengetahuan menakibatkan
kecenderungan setiap orang tidak mungi dapat menguasai setiap cabang keilmuan.
Ketiga,penemuan-penemuan baru khususnya dalam bidang
psikologi,mengakibatkan pemahaman baru terhadap konsep perubahan tingkah
laku.ketiga hal diatas menuntut perubahan paradigma mengajar.
2. Mengapa guru tidak lagi memposisikan diri sebagai sumber belajar yang bertugas
menyampaiakan informasi?
Jawab:
Karena adanya kemajuan teknologi menuntut perubahan peran guru. Dimana guru
harus berperan sebagai fasilitator. Sebagai pengelola sumber belajar untuk
dimanfaatkan siswa itu sendiri. Siswa dituntut mencari informasi sendiri terlebih
dahulu dari berbagai sumber. Manakala siswa mengalami kesulitan,baru guru
berperan mengarahkan,memfasilitasi dan memberi penceraan kepada peserta didik.
3. Jelaskan apa itu aliran behavioristik?
Jawab:
Aliran behavioristik (tingkah laku) merupakan teori tentang belajar manusia yang
mengemukakan bahwa seseorang akan belajar karena adanaya reward(penghargaan)
dan penguatan (reinforcement). Atau pada teori ini dikenal dengan istilah stimulus-
respon.
4. Mengapa kemajuan teknologi menuntut perubahan peran guru?
Jawab:
Karena siswa buka orang dewasa dalam bentuk mini,tetapi mereka adalah organisme
yang sedang berkembang. Semakin berkembangnya ilmu teknologi maka tugas dan
tanggung jawab guru bukan semakin sempit akan tetapi semakin komplek. Guru
dituntut untuk lebih aktif mencari informasi, dan meyeleksi informasi sehinga dapat
ditun jukan kepada siswa informasi yang dianggap penting,guru juga harus menjaga
siswa agar tidak terpengaruh oleh berbagai informasi yang adapat menyesatkan dan
menggangu pertumbuan dan perkembangan mereka,sebab itulah kemajuan teknologi
menuntut perubahan peran guru
5. Mengapa siswa tidak lagi dianggap sebagai objek dalam proses pembelajaran?
Jawab:
Karena dalam pembelajaran yang lebih dipengaruhi oleh perkembangan hasil-hasil
teknologi yang dapat dimanfaat untuk kebutuhan belajar sehingga siswa diposisikan
sebagai pemeran utama,dalam setting proses belajar mengajar siswa dituntut
beraktivitas secara penuh,menvari dan mengkontruksi pengetahuannya sendiri bahkan
secara individu mempelajari bahan pelajaran. Pengetahuan itu tidak diberikan,akan
tetapi dibangun oleh siswa.
6. Mengapa aliran behavioristik banyak di tinggalkan orang?
Jawab:
Karena teori ini tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks,kurang dapat
menjelaskan adanya variasi tingkat emosi pelajar walapu mereka memiliki
pengalaman penguatan yang sama. Teori ini juga cenderung mengarahkan pelajar
untuk berfikir linier,konvergen,tidak kreatif dan tidak produktif
7. Jelaskan pengertian dari pengaturan lingkungan?
Jawab:
Pengaturan lingkungan adalah proses menciptakan iklim yang baik seperti penataan
lingkungan,penyedian alat dan sumber pembelajaran,dan hal-hal lain yang
memungkinkan siswa betah dan merasa senang belajar sehingga nereka dapat
berkembang secara optimal sesuai dengan bakat,minat dan potensi yang dimiliknya
8. Jelaskan arti kata dari “pembelajaran”?
Jawab:
Kata “pembelajaran”adalah terjemahan dari “intruction”,yang banyak dipakai dalam
dunia pendidikan di amerika serikat. Istilah ini banyak dipengaruhi oleh aliran
psikologi kognitif wholistik,yang menempatkan siswa sebagai sumber dari kegiatan.
9. Menurut Gagne mengajar atau teaching merupakan?
Jawab:
menurut gange, mengajar atau “teaching” merupakan bagian dari pembelajaran
(instruction), dimana peran guru lebih di tekankan kepada bagaiman atau
mengaransemen berbagai sumber dan fasilitas yang tersedia untuk digunakan atau
dimanfaatkan siswa dala mempelajari sesuatu.
10. Mengapa orang lebih percaya pada pada aliran kognitif wholistik?
Jawab:
Karena dalam proses pembelajaran pada aliran kognitif menjadikan siswa dapat aktif
di dalam proses pembelajaran karena di dalam pembelajaran guru hanya sebagai
fasilitator,sedangkan siswa disini tidak menjadi objek akan tetapi manjadi subjek
dimana menekankan pada cara-cara seseorang menggunakan pikirannya untuk
belajar,menginngat dan menggunakan pengetahuan yang telah di peroleh dan
disimpan dalam pikirannya secara efektif.
3. Soal dan pebahasan tentang pengantar
1. Mengapa mengajar disebut sebagai perbuatan yang kompleks?
Jawab:
Disebut kompleks karena di tuntut dari adanya kemampuan profesional,persoanl,dan
sosio cultural secara terpadu dalam proses belajar-mengajar,di tuntut juga penguasan
materi dan metode,teori dan praktik dalam interkasi siswa,dan karena mengandung
unsur-unsur seni,ilmu,teknologi,pilihan nilai dan keterampilan dalam proses belajar-
mengajar.
2. Jelaskan secara singkat pengertian dari mengajar?
Jawab:
Mengajar adalah penciptaan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses
belajar.
3. Tuliskan komponen-komponen yang mempengaruhi sistem lingkungan?
Jawab:

Tujuan instruksional yang ingin di capai,Materi yang di ajarkan,Guru dan siswa yang
harus memainkan perannya dalam hubungan sosial,Jenis kegiatan yang
dilakukan,Serta sarana dan prasarana belajar-mengajar yang tersedia.

4. Jelaskan proses pembelajaran menurut standar proses pendidkan?


Jawab:
Proses pembelajaran menurut standar proses pendidikan merupakan kegiatan yang
tidak hanya menekankan peran guru di dalamnya,tetapi siswa harus dijadika subjek
atau perilaku dalam proses pembelajaran.
5. Jelaskan perbedaan dari instruksional effect dan nurturant effect?
Jawab:
Intruksional effect adalah tujuan belajar yang pencapaiannya di usahakan secara
eksplisit dengan tindkan intruksional tertentu. Sedangkan nurturant effect adalah
tujuan yang merupakan penggirng,yang tercapainya karena siswa menghidupi suatu
sistem lingkungan belajar tertentu.
6. Salah satu manfaat dari tujuan intruksional adalah?
Jawab:
Pendidik mempunyai arah untuk memilih bahan pelajaran dan memilih prosedur
(metode) mengajar.
4. Soal dan pembahasan tentang konsep dasar mengajar
1. sebutkan karakteristik dari mengajar?
Jawab:
1. Proses pengajaran berpusat pada guru
2. Siswa sebagai objek belajar
3. Kegiatan pengajaran terjadi pada tempat dan waktu tertentu
4. Tujuan utama pengajaran adalah penguasaan materi pelajaran
2. Jelaskan pengertian mengajar menurut mutakhir?
Jawab:
Menurut mutakhir mengajar adalah suatu perbuatan yang kompleks. Perbuatan
mengajar yang kompleks dapat di terjemahkan sebagai pengunaan secara integratif
sejumlah komponen yang terkandung dalam perbuatan mengajar untuk
menyampaiakn pesan.