Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS JURNAL VIII

“Peningkatan Keterampilan Proses Sains Siswa dalam Pembelajaran


Biologi melalui Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri di Kelas XI
MIA 9
(ICT) SMA Negeri 1Karanganyar Tahun Pelajaran 2014/2015”

Penulis
Nama : Fitra Arif Mustofa
NPM : 1713024003
Program Study : Pendidikan Biologi

Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Pendidikan


Dosen : Dr. Neni Hasnunidah,S.Pd., M.Si.,
Dr. Arwin Surbakti, M.Si.,

Jurusan Pendidikan Mipa


Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung
Bandar Lampung
10 April 2020

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Fakta-fakta
1. Pengembangan keterampilan sains digunakan untuk membantu siswa memperoleh
pemahaman materi yang lebih bersifat long term memori.
2. Model pembelajaran inkuiri adalah salah satu model pembelajaran yang menekankan
pada akivitas, keterampilan serta pengetahuan melalui pencarian aktif berdasarkan rasa
keingintahuan.

1.2 Pertanyaan

1. Mengapa penerapan model pembelajaran inkuiri mampu meningkatkan keterampilan


proses sains siswa dalam pembelajaran?
2. Mengapa meode penelitian tindakan kelas digunakan dalam penelitian peningkatan
keterampilan proses sains siswa dalam pembelajaran Biologi melalui penerapan model
pembelajaran inkuiri di kelas XI MIA 9 (ICT) SMA Negeri 1 Karanganyar Tahun
Pelajarn 2014/2015?
3. Berdasarkan data apakah model pembelajaran inkuiri mampu meningkatkan keterampilan
proses sains siswa dalam pembelajaran?
BAB II
ISI

2.1 Konsep Utama

Hasil observasi pembelajaran di kelaas XI MIA 9 (ICT) SMA Negeri 1


Karanganyar menunjukkan kurangnya optimalisasi proses pembelajaran yang melibatkan
peran siswa. Pembelajaran yang berlangsung menunjukkan siswa pasif, hanya
memperhatikan guru, banyak diam, banyak mencatat , sedikit mengajukkan pertanyaan ,
minim dalam pendapat , serta jarang dalam merancang dan melaksanakan percobaan
secara mandiri. Siswa jarang dilibatkan dalam keiatan merancang percobaan meliputi
penentuan alat bahan, variable, serta langkah kerja percobaan. Kegiatan praktikum
dilaksanakan hanya berpedoman pada petunjuk dari guru, hal ini dapat mengakibatkan
keterampilan proses sains siswa kurang terlatih.
Pembelajaran biologi yang ada harusnya lebih menekankan pada keerampilan
proes sains. Biologi sebagai bagian ilmu sains menekankan pada pembelajaran yang
melibatkan siswa secara langsung melalui pengalaman belajar yaitu memuat
keterampilan proses sains.
Keterampilan proses sains siswa yang rendah disebabkan oleh beberapa faktor
meliputi: rendahnya latar belakang sains, minimnya prasarana laboratorium, buku satu-
satunya pedoman dalam pembelajaran, administrasi sekolah belum menginisiasi
pembelajaran kontekstual, hanya menekankan penguasaan konsep, serta keterampilan
proses sains siswa (Afandi, 2011). secara garis besar faktor yang memepngaruhi
rendahnya keterampilan proses sains siswa terjadi karena kurangnya optimalisasi
pembelajaran yang melibatkan peran siswa. Akar permasalahan keterampilan proses sains
siswa yang rendah disebabkan karena model pembelajaran yang diterapkan belum
optimal.
Keterampilan proses sains perlu dikembangkan melalui pengalaman langsung
yang melibatkan penggunaan berbagai material dan tindakan fisik. Pengembangan
keterampilan proses sains menurut Abungu, Okere, dan Whacanga 2014 digunakan untuk
membantu siswa memperoleh pemahaman yang lebih bersifat long term memry sehingga
diharapkan mampu menyelesaikan segala bentuk permasalahan kehidupan sehari-hari
terutama dalam menghadapi persaingan global.
Jack (2013) menambahkan bahwa pengempangan sikap dan keterampilan
intelektual yang di butuhkan untuk meningkatkan pemahaman konsep dapat dilakukan
deengan mengembangkan keterampilan proses sains sebagau dasar dalam kegiatan
inkuiri.
Model pembelajaran inkuiri adalah salah sau tipe model pembelajaran yang
menekankan akivitas, keterampilan, serta pengetahuan melalui pencarian aktif
berdasarkan pada rasa keingintahuan. Model pembelajran inkuiri merupakan salah satu
model pembelajran yang membantu siswa untuk memahami konsep dan mengembangkan
keterampilan proses sains melalui tahapan ilmiah. Tahap pembelajaran inkuiri terdiri dari
observasi, mengajukan pertanyaan (merumuskan permasalahan), merumuskan hipotesis ,
merancang percobaan, melaksanakan percobaanm mengumpulkan data, analisis data,
argumentasi (Afandi, 2011). Tahap pembelajran yang dimiliki model inkuiri identic
dengan aspek keterampilan sains meliputi observasi, klasifikasi, bertanya, berhipotesis,
merencakan percobaan , menggunakan alat bahan, menerapkan konsep,
mengkomunikasikan, serta melakukan percobaan. Tahapan tersebut digunakan untuk
meningkatkan keterampilan proses sains melalui penerapan tiap langkah pembelajaran
yang dimiliki.
Langkah pertama adalah observasi melalui penyajian bidang penelitian berupa
fenomena dan metodologu sehingga dapay mengakomodasi siswa untuk melakukan
observasi dan mengajukan pertanyaan sebab berkaitan dengan kegiatan pengamatan
terhadap fenomena sains untuk memunculakn rasa ingin tahu yang diwujudkan dalam
bentuk pertanyaan. Langkah kedua pengajuan pertanyaan, tahap ini mengakomodasi
siswa dalam mengajukan pertanyaan yang muncul berdasarkan topik yang diperoleh
melalui hasil pengamatan. Langkah ketiga adalah merumuskan hipotesis yang dapat
mengakomodasi siswa untuk mengetahui bahwa ada lebih dari satu kemungkinan
penjelasan dari suatu kejadian yang diamati., memprediksi keadaan yang akan terjadi
sebab prediksi merupakan pernytaan tentang keyakinan terhadap suatu kejadian
melibatkan hubungan satu atau lebihh variable berdasarkan hipotesis yang telah
dirumuskan, serta mengajukan pertanyaan yang diperlukan untuk mengajukan hipotesis
penyelidikan. Langkah ke empat berupa kegiatan merancang percobaan tahap ini dapat
mengakomodasi siswa dalam merencakan percobaan melalui pemilihan alat dan bahan
serta prosedur pengumpulan data untuk menguji hipotesis dan mengajukan berbagai
bentuk pertanyaan terkait alat, bahan, prosedur, dan kondisi dalam penyelidikan. Langkah
kelima adalah melaksanakan percobaan , tahap ini mengakomodasi siswa dalam
melaksanakan percobaan dengan melibatkan kegiatan observasi serta penggunaan alat
dan bahan untuk mengumpulkan informasi. Langkah keenam merupakn mengumpulkan
data, tahap ini mengakomodasi siswa dalam mengelompokkan data hasil percobaan
berdasarkan kategori tertentu dan mangajukan pertanyaan. Langkah ketujuh merupakan
tahap analisis data berupa penentuan langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah,
tahap ini mangakomodasi siswa untuk mengajukan pertanyaan, menafsirkan dengan cara
menghubungkan hasil-hasil pengamatan unuk ditarik kesimpulan. Langkah terakhir
adalah menyimpulkan dan mengemukakan argument, tahap ini mengakomodasi siswa
dalam menyampaikan hasul diperoleh melalui percobaan.
Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan
untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa dalam pembelajaran biologi. Tahap
perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan instrument pembelajaran dan instrument
penelitian. Penelitian berkolaborasi dengan guru biologi untuk menyelesaikan
permasalahan keterampilan proses sains siswa yang dianalisis melalui hasil obsevasi pra
siklus (Sanjaya, 2008). Penerapan model pembelajaran inkuiri dilakukan dalam tiga
siklus pembelajaran, dengan langkah pembelajaran yang sama. Perbedaan yang terdapat
antar siklus adalah bagian refleksi , seba refleksi didasarkan pada fakta yang diperoleh
dari pelaksanaan di lapangan. Data penelitian keterampilan proses sains siswa diperoleh
melalui observasi, tes tertulis, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penerapan model pembelajan inkuiri dapat meningkatkan
keterampilan sains siswa.

2.2 Refleksi
Saya memahami bahwa proses perencanaan penerapan l model pembelajran
inkuiri merupakan model pembelajran yang membantu siswa untuk memahami konsep
dan mengembangkan keterampilan proses sains melalui tahapan ilmiah. Tahap
pembelajaran inkuiri terdiri dari observasi, mengajukan pertanyaan (merumuskan
permasalahan), merumuskan hipotesis, merancang percobaan, melaksanakan percobaanm
mengumpulkan data, analisis data, argumentasi. Dengan menggunakan model tersebut
keterampilan proses sains dapat dikembangkan melalui pengalaman langsung yang
melibatkan penggunaan berbagai material dan tindakan fisik seperti halnya model
pembelajaran inkuiri. Pengembangan keterampilan proses sains digunakan untuk
membantu siswa memperoleh pemahaman yang lebih bersifat long term memry sehingga
diharapkan mampu menyelesaikan segala bentuk permasalahan kehidupan sehari-hari
terutama dalam menghadapi persaingan global. Pengempangan sikap dan keterampilan
intelektual yang di butuhkan untuk meningkatkan pemahaman konsep dapat dilakukan
deengan mengembangkan keterampilan proses sains sebagai dasarnya dapat diperoleh
dalam kegiatan inkuiri.
BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis jurnal dapat disimpulkan bahwa :


1. Model pembelajaran inkuiri adalah salah sau tipe model pembelajaran yang
menekankan akivitas, keterampilan, serta pengetahuan melalui pencarian aktif
berdasarkan pada rasa keingintahuan sehingga tepat digunakan sebagai model untuk
dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa.
2. Desain Penelitian Tindak Kelas (PTK) digunakan dalam penelitian ini dikarenakan
kegiatan penelitian dilakukan didalam kelas dan dilakukan oleh guru kelasnya sendiri
melalui refleksi diri guna meningkatkan mutu pembelajaran.
3. Bukti penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan keteramilan proses
sains siswa dilihat dari hasil data penelitian melalui observasi, tes tertulis, wawancara
dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajan
inkuiri dapat meningkatkan keterampilan sains siswa.
Daftar Pustaka

1. Afandi, Muhammad dan Badarudin. 2011. Perencanaan Pembelajaran. Alfabeta.


Bandung.
2. Sanjaya, Wina. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Remaja Rosdakarya.
Bandung.
3. Jack, G.U. (2013). The Influence of Identified Student and School Variables on Student
Science Process Skill Acquisition. Journal of Education and Practice. 4(5): 16-22.