Anda di halaman 1dari 1

Nama : Edricho Wijaya NG

N.I.M : C10C17020
Mata Kuliah : Perekonomian Indonesia
Jurusan : Akuntansi

Seluruh negara di dunia ini tidak ada yang dapat hidup sendiri tanpa membutuhkan
bantuan dari negara lain untuk memenuhi kebutuhannya sebagaimana manusia yang pada
kodratnya merupakan makhluk sosial. Sebuah perdagangan internasional dilakukan untuk
memenuhi kebutuhan di suatu negara yang tidak tersedia di negara tersebut, tetapi ada di
negara lain. Negara akan sulit tumbuh dan berkembang secara keseluruhan jika ada beberapa
kebutuhan yang tidak dipenuhi oleh negara itu secara sepenuhnya. Selain ketidakmampuan
secara total untuk memenuhi salah satu kebutuhannya, terkadang ada juga kasus dimana
suatu negara menghabsikan banyak biaya hanya untuk memproduksi suatu produk sehingga
pada akhirnya melibatkan diri ke perdagangan internasional. Hal ini senada dengan teori
keunggulan komparatif yang pernah dikemukakan oleh David Ricardo, dimana negara yang
tidak memiliki keunggulan absolut dalam memproduksi barang dan jasa dapat melibatkan diri
dalam perdagangan internasional dengan negara lain yang memiliki spesialisasi dalam
memproduksi dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan negara-negara lainnya di
dunia ini. Oleh sebab itu, suatu negara wajib melibatkan dirinya dalam perdagangan
internasional jika ingin mengalami pertumbuhan dan perkembangan di tengah era serba
globalisasi seperti saat ini.
Perdagangan internasional sekilas tampak seperti hanya menjadi salah satu katalis
pertumbuhan suatu negara dari kacamata ekonomi. Namun, pada kenyataannya, perdagangan
internasional membawa lebih dari sekedar pertumbuhan dan perkembangan ekonomi masing-
masing negara yang terlibat di dalamnya. Pertukaran ide teknologi bisa menjadi salah satu
dampak dari adanya perdagangan internasional. Bisa dibayangkan bagaimana tertinggalnya
suatu negara, jika sekali saja menjadi tertutup terhadap dunia luar.
Pada sisi lain, suatu negara memang memiliki kekayaan sumber daya alam yang
melimpah, namun terkadang memiliki keterbatasan dalam mengelola sumber daya alam
tersebut. Disinilah peran pentingnya investasi asing atau Foreign Investment. Investasi asing
seharusnya menjadi kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak terutama
dari sisi negara yang memberikan izin investasi asing dengan harapan mendapatkan benefit
seperti perluasan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan tentunya
memberdayakan sumber daya alam yang ada secara maksimal namun tidak berlebihan.
Penulis berpendapat bahwa kesepakatan-kesepakatan yang terjadi dalam investasi asing akan
menentukan suatu negara mendapatkan keuntungan atau malah kerugian. Contohnya,
beberapa tahun yang lalu pembelian saham PT. Freeport Indonesia sebanyak 51 persen oleh
Pemerintah Indonesia dari induk usahanya di Amerika Serikat yaitu PT. Freeport McMoran
dimana biaya yang dikeluarkan jauh lebih besar dibandingkan harga wajarnya itu sendiri
diluar pertimbangkan terhadap kerusakan alam yang telah terjadi selama ini di sekitar lokasi
tempat eksploitasi sumber daya alam berupa tambang emas di Papua.