Anda di halaman 1dari 12

PADA AWAL PERIODE TERDAPAT SEDIAAN BARANG DALAM PROSES

Dalam pembahasan dimuka perhitungan harga pokok produk dilakukan dengan


anggapan produk diolah melalui satu departemen produksi, dan pada awal periode tidak
terdapat barang dalam proses. Harga pokok proses yang dihasilkan dalam suatu periode
belum tentu sama dengan harga pokok produk yang dihasilkan dalam periode berikutnya.
Oleh karena itu, jika pada awal periode terdpat barang dalam proses maka dalam periode itu
terdapat 2 macam harga pokok produk. Pertama harga pokok yan terjadi dalam periode yang
lalu yaitu biaya produksi yang sudah melekat pada barang dalam poses awal periode. Kedua
harga pokok yang terjadi pada perioe yang bersangkutan(periode berjalan).

Dalam hal pada awal periode produksi terdapat barang dalam proses, diperlikan suatu
metode untuk menentukan suatu harga pokok produk selesai ditransfer ke gudang. Ada 2
metode yang dapat digunakan untuk menentukan harga pokok produk yang selesai diproses
yaitu:

1. Metode Harga Pokok Rata-Rata (Average Cost Method)


2. Metode Masuk Pertama Keluar Petama (MPKP) atau First-In Frist-Out( FIFO).

Perbedaan mendasar antara kedua metode terutama berkaitan dengan perlakuan terhadap
persediaan awal barang dalam proses. Dalam metode rata - rata, biaya persediaan awal
barang dalam proses ditambahkan ke biaya dari departemen sebelumnya dan ke biaya
bahan, pekerja, dan overhead pabrik yang dikeluarkan selama periode itu. Biaya perunit
akan ditentukan dengan membagi biaya - biaya ini dengan kuantitas produksi ekuivalen.
Unit - unit serta biayanya kemudian ditrasfer ke departemen berikutnya sebagai suatu
angka kumulatif.

Dalam metode FIFO, biaya persediaan awal barang dalam proses dicantumkan sebagai
satu angka yang terpisah. Biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan unit - unit
persediaan awal ditambahkan ke biaya tadi. Jumlah kedua biaya ini kemudian ditransfer
ke departemen berikutnya. Unit yang dimulai dan diselesaikan selama periode tersebut
memiliki biaya per unit tersendiri yang lazimnya berbeda dengan biaya per unit lengkap
untuk unit - unit dalam proses. Jadi metode FIFO mengidentifikasi secara terpisah biaya -
biaya per unit.

A. Metode Harga Pokok Rata-rata (Weighted Average)


Apa itu metode Harga Pokok Rata-rata?

Dalam metode ini, jumlah harga pokok produk dalam proses awal ditambahkan
dengan biaya produksi yang dikeluarkan periode sekarang dibagi dengan unit
ekuivalensi produk untuk menghasilkan harga pokok rata-rata tertimbang.
Harga pokok produk yang dihasilkan oleh departemen setelah departemen pertama
merupakan harga pokok kumulatif, yaitu merupakan penjumlahan harga pokok dari
departemen satu ditambahkan dengan departemen berikutnya yang bersangkutan
Proses Pemberlakuan Metode Rata-rata

A. Di departemen – Pertama :
 Dihitung total biaya untuk masing-masing jenis biaya produksi, yaitu : biaya
bahan, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik dengan cara biaya yang
melekat pada persediaan barang dalam proses awal ditambah biaya-biaya
periode berjalan.
 Dihitung jumlah unit ekuivalen produksi yang dihasilkan dalam periode yang
bersangkutan : Barang jadi (yang ditransfer ke departemen berikutnya) ditambah
barang dalam proses akhir menurut unit ekuivalen. Harga pokok rata-rata
kemudian dihitung berdasarkan total biaya dibagi jumlah unit ekuivalen.
B. Di departemen – Lanjutan :
1. Dihitung harga pokok rata-rata yang berasal dari departemen sebelumnya.
Harga pokok tersebut terdiri dari : Harga pokok persediaan awal dan harga
pokok yang diterima pada periode yang bersangkutan.
2. Dihitung harga pokok rata-rata per satuan yang ditambahkan dalam departemen
yang bersangkutan.
3. Menghitung harga pokok rata-rata per satuan di departemen yang bersangkutan
dengan cara : Harga pokok rata-rata dari departemen yang mendahului
ditambah harga pokok rata-rata di departemen yang bersangkutan.

Penerapan Metode Rata-rata

Contoh Kasus

Dalam laporan ini, persediaan barang dalam proses akhir bulan Januari dicantumkan
sebagai persediaan barang dalam proses awal bulan Februari. Dengan mengambil data
dari laporan biaya prosuksi bulan Januari, maka data untuk persediaan barang dalam
proses awal bulan Februari adalah sebagai berikut.

Departemen Pemotongan Departemen Perakitan

Jumlah unit dalam proses awal 8.00 4.

periode 0 000
Biaya dari departemen

sebelumhya
7.600.00 12.240.
Bahan baku 0 000
4.360.00 3.408.
Tenaga kerja langsung 0 000
4.080.00 3.144.
Overhead pabrik 0 000
Jumlah biaya 16.040.00 18.792.
0 000

Data tersebut diatas dari PT RATIH selanjutnya akan digunakan dalam penyusunan laporan
biaya produksi bulan Februari untuk kedua departemen produksi, yaitu departemen
pemotongan dan departemen perakitan.

Dalam ilustrasi mengenai laporan biaya produksi ini, diasumsikan bahwa unit yang hilang
berada dalam batas toleransi yang normal dan biaya dari unit yang hilanh tersebut dibebankan
kepada semua unit produksi yang selesai pada departemen tersebut.

Berikut merupaka laporan biaya produksi departemen pemotongan.

PT RATIH

Departemen Pemotongan Laporan

Biaya Produksi-Metode Rata-rata Tertimbang

Bulan Februari 2008


PRODUKSI DALAM UNIT
A. Produksi yang harus dipertanggungjawabkan:
Unit dalam proses awal periode (tingkat
8.000
penyelesaian : bahan baku 100 %, TK dan BOP 50%
Unit yang diamsukkan dalam periode ini 30.000
Jumlah unit yang harus dipertanggungjawabkan 38.000
B. Pertanggunjawaban produksi:
Unit yang ditransfer ke departemen berikutnya 31.000
Unit dalam proses akhir (tingkat penyelesaian: bahan

baku 100%, tenaga kerja langsung dan overhead 7.000

pabrik 60%)
Jumlah unit yang dipertanggungjawabkan
38.000

BIAYA PRODUKSI
A. Biaya yang harus
Total per Unit
dipertanggungjawabkan:
Barang dalam proses awal periode
Bahan baku Rp7.600.000
4.360.00
Tenaga kerja langsung
0
Overhead pabrik 4.080.00
0
Biaya yang ditambakan dalam peiode ini
32.300.00
Bahan baku
0 Rp1.050
35.240.00 1.1
Tenaga kerja langsung
0 25
33.232.00 1.0
Overhead pabrik
0 60
Jumlah biaya yang dipertanggungjawabkan Rp116.812.000 Rp3.235
B. Pertanggungjawaban biaya
Biaya ditrasnfer ke departemen berikut

(31.000x Rp 3.235) Rp100.285.000


Barang dalam proses akhir periode:
Bahan baku (7.000x100%x Rp

1.050) Rp7.350.000

4.725.00
Tenaga kerja langsung
0
(7.000x60%xRp 1.125)
Overhead pabrik (7.000x60%x Rp 4.452.00

1.060) 0 Rp16.527.000
Jumlah biaya yang

dipertanggungjawabkan Rp116.812.000

C. Perhitungan biaya per unit


Produksi ekuivalen
Bahan baku 31.000+(100%x7.000) 38.000
Tenaga kerja langsung dan overhead
31.000+(60%x7.000) 35.200
pabrik
Biaya per unit:

Bahan baku (Rp 7.600.000 + Rp 32.300.000):38.000 = Rp 1.050

Tenaga kerja langsung (Rp 4.360.000 + Rp35.240.000):35.200 = Rp 1.125

Overhead pabrik (Rp 4.080.000 + Rp 33.232.000): 35.200 = Rp 1.060

Tabel laporan biaya produksi departemen perakitan-metode rata-rata tertimbang disajikan


seperti tabel berikut ini.

PT RATIH
Departemen Perakitan

Laporan Biaya Produksi-Metode Rata-rata Tertimbang

Bulan Februari 2008


PRODUKSI DALAM UNIT

A. Produksi yang harus di pertanggungjawabkan:


Unit dalam proses awal periode (tingkat penyelesaian):
Tenaga kerja langsung dan ov. pabrik 60% 4.000
Unit yang diterima dari dept. sebelumnya 31.000
Jumlah unit yang harus dipertanggungjawabkan 35.000
B. Pertanggungjawaban produksi:
Unit yang ditransfer ke gudang barang jadi 30.000
Unit dalam proses akhir awal periode (tingkat

penyelesaina):
tenaga kerja langsung dan ov. pabrik 5.000
Jumalh produksi yang harus di pertanggungjawabkan:
35.000

BIAYA PRODUKSI
A. Biaya yang harus dipertanggungjawabkan: Total per Unit
Biaya dari departemen sebelumnya
Barang dalam proses awla periode
12.240.000
( 4.000 unit)
Diterima selama periode berjalan
100.285.000
(31.000 unit)
Jumlah 35.000 unit 112.525.000 Rp3.215
Biaya yang ditambahkan
Barang dalam proses awal periode
Tenaga kerja langsung 3.408.000
Overhead pabrik 3.144.000
Barang yang ditambahkan selama periode berjalan
Tenaga kerja langsung 43.717.000 1.450
Overhead opabrik 40.081.000 1.330
Jumlah biaya yang ditambahkan 90.350.000 2.780
Jumlah biaya yang harus
202.875.000 Rp5.995
dipertanggungjawabkan
B. Pertanggungjawaban biaya:
Biaya ditrasfer ke persediaan barang jadi 179.850.000
(3.000x 5.995)
Barang dalam proses akhir periode
Biaya dari departemen sebelumnya
16.075.000
(5.000x3.215)
Tenaga kerja langsung (5.000x50%x1.450) 3.625.000
Overhead pabrik (5.000x50%x1.330) 3.325.000 23.025.000
Jumlah biaya dipertanggungjawabkan 202.875.000
C. Perhitungan biaya per unit
Produksi ekuivalen:
Tenaga kerja langsung dan overhead pabrik
32.500
30.000+(50%x5.000)
Biaya per unit
Tenaga kerja langsung (Rp 3.408.000+Rp
1.450
43.717.000):32.500
Overhead pabrik (Rp 3.144.000+Rp
1.330
40.081.000):32.500

B. Metode First In First Out (FIFO)

Apa itu Metode FIFO?

Dalam metode ini, menganggap biaya produksi periode sekarang pertama kali
digunakan untuk menyelesaikan produk yang pada awal periode masih dalam
proses, baru kemudian sisanya digunakan untuk mengolah produk yang
dimasukkan dalam proses periode sekarang.
Oleh karena itu dalam perhitungan unit ekuivalensi tingkat penyelesaian persediaan
produk dalam proses awal harus diperhitungkan.
Dalam departemen setelah departemen I, produk telah membawa harga pokok dari
periodesebelumnya digunakan pertama kali untuk menentukan harga pokok
produk yang ditransfer ke departemen berikutnya atau ke gudang.
Proses Pemberlakuan Metode FIFO

 Proses produksi dianggap untuk menyelesaikan produk dalam proses awal


menjadi produk selesai.
 Setiap elemen harga pokok produk dalam proses awal tidak digabungkan
dengan elemen biaya yang terjadi dalam periode yang bersangkutan.
 Harga pokok produk dalam proses awal periode tidak perlu dipecah kembali
menurut elemennya ke dalam setiap elemen biaya.
 Produksi ekuivalen = (Produksi dalam proses awal x tingkat penyelesaian yang
dibutuhkan) + Produksi Current + (Produk dalam proses akhir x Tingkat
penyelesaian yang sudah dinikmati).
 Besarnya harga pokok satuan setiap elemen biaya dihitung sebesar elemen
biaya yang terjadi pada periode yang bersangkutan dibagi jumlah produksi
ekuivalen dari elemen biaya yang bersangkutan.

Penerapan Metode FIFO

Contoh kasus

Melanjutkan contoh PT RATIH dan juga menggunakan data yang sama dengan
metode rata-rata tertimbang, laporan biaya produksi dari departemen pemotongan
dengan menggunakan metode FIFO. Tabel laporan biaya produksi departemen
pemotongan metode FIFO disajikan seperti tabel berikut ini.

PT RATIH

Departemen Pemotongan

Laporan Biaya Produksi-Metode FIFO

Bulan Februari 2008


PRODUKSI DALAM UNIT
A. Produksi yang harus dipertanggungjawabkan:
Unit dalam proses awal periode (tingkat penyelesaian : bahan
8.000
baku 100 %, TK dan BOP 50%
Unit yang dimasukkan dalam periode ini 30.000
Jumlah unit yang harus dipertanggungjawabkan 38.000

B. Pertanggunjawaban produksi:
Unit yang ditransfer ke departemen berikutnya 31.000
Unit dalam proses akhir (tingkat penyelesaian: bahan baku 100%,

tenaga kerja langsung dan overhead pabrik 60%) 7.000

Jumlah unit yang dipertanggungjawabkan 38.000


BIAYA PRODUKSI
A. Biaya yang harus dipertanggungjawabkan: Total per Unit
Barang dalam proses awal periode Rp16.040.000
Biaya yang ditambakan dalam peiode ini
Bahan baku 32.300.000 Rp1.077
Tenaga kerja langsung 35.240.000 1.129
Overhead pabrik 33.232.000 1.065
Jumlah biaya yang ditambahkan Rp100.772.000
Jumlah biaya yang
Rp116.812.000 Rp3.271
dipertanggungjawabkan
B. Pertanggungjawaban biaya
Barang yang ditransfer ke dept. berikutnya
Barang dalam proses awal periode:
Barang periode yang lalu Rp16.040.000
Biaya tenaga kerja yang ditambahkan

(8.000x50%xRp 1.129) 4.516.000


Biaya overhead pabrik yang ditambahkan

(8.000x50%x Rp 1.065 4.260.000


Jumlah Rp24.816.000

Produk selesai periode berjalan (23.000xRp


75.242.200
3.271)
Jumlah biaya yang ditransfer ke dep.
Rp100.058.200
berikutnya
Barang dalam proses akhir periode
Bahan baku (7.000x100%xRp 1.077) Rp7.539.000
Tenaga kerja langsung (7.000x60%xRp
4.741.800
1.129)
Overhead pabrik (7.000x60%xRp 1.065) 4.473.000 Rp16.753.800
Jumlah biaya yang
Rp116.812.000
dipertanggungjawabkan
C. Perhitungan biaya per unit
Produksi ekuivalen Bahan baku TKL & BOP

Unit yang selesai dan ditransfer 31.000 31.000


Unit dalam proses awal periode (8.000) (8.000)
Unit yang selesai dari produksi periode
23.000 23.000
berjalan
Barang dalam proses awal periode - 4.000
Barang dalam proses akhir periode 7.000 4.200
Jumlah 30.000 31.200
Biaya per unit:
Bahan baku (Rp 32.300.000:30.000) Rp1.077
Tenaga kerja langsung (Rp
Rp1.129
35.240.000:31.200)
Overhead pabrik (Rp 33.232.000:31.200) Rp1.065
*(23.000 x Rp 3.271) Rp75.233.000
Selisih pembulatan 9.200
Produksi yang selesai periode ini Rp75.242.200

Tabel laporan biaya produksi departemen perakitan-metode FIFO disajikan seperti tabel
berikut ini.

PT RATIH

Departemen Perakitan

Laporan Biaya Produksi-Metode FIFO

Bulan Februari 2008


PRODUKSI DALAM UNIT
A. Produksi yang harus dipertanggugjawabkan:
Unit dalam proses awal periode (tingkat penyelesaian:

bahan baku 100%, tenaga kerja langsung dan overhead 4.000

pabrik 60%)
Unit yang dimasukkan dalam periode ini 31.000
Jumlah unit yang harus dipertanggungjawabkan 35.000
B. Pertanggungjawaban produksi
Unit yang ditransfer ke gudang barang jadi 30.000
Unit dalam proses akhir periode (tingkat penyelesaian:

bahan baku 100%, tenaga kerja langsung dan overhead 5.000

pabrik 50%)
Jumlah unit dipertanggungjawabkan 35.000
BIAYA PRODUKSI
A. Biaya yang harus dipertanggungjawabkan Total per Unit
Barang dalam proses awal periode Rp18.792.000
Biaya dari departemen sebelumnya diterima
Rp100.058.200 Rp3.228
dalam periode berjalan (31.000 unit)
Biaya yang ditambah dalam periode ini:
Tenaga kerja langsung Rp43.717.000 Rp1.452
Overhead pabrik 40.081.000 1.332
Jumlah biaya yang ditambahkan Rp83.798.000 Rp2.784
Jumlah yang harus
Rp202.648.200 Rp6.012
dipertanggungjawabkan
B. Pertanggungjawaban biaya:
Biaya yang ditransfer ke persediaan

barang jadi:
Barang dalam proses awal periode:
Biaya periode yang lalu 18.792.000
Biaya tenaga kerja langsung yang
2.323.200
ditambahkan (4.000x40%xRp 1.425)
biaya overhead pabrik yang ditambahkan
2.131.200
(4.000x40%x 1.332)
Jumlah Rp 23.246.400
Produksi selesai periode berjalan
156.301.800* 179.548.200
(26.000xRp 6.012)
Barang dalam proses akhir periode
Biaya dari departemen sebelumnya
Rp16.140.000
(5.000xRp. 3.288)
Tenaga kerja langsung (5.000x50%xRp
3.630.000
1.452)
Overhead pabrik (5.000x50%x Rp 1.332) 3.330.000 23.100.000
Jumlah biaya yang
Rp 202.648.200
dipertanggungjawbkan
C. Perhitungan biaya per unit
Produksi ekuivalen: TKL & BOP
Unit yang selesai dan ditransfer 30.000
Unit dalam proses awal periode (4.000)
Unit yang selesai dari produksi periode
26.000
berjalan
Barang dalam proses awal periode 1.600
Barang dalam proses akhir periode 2.500
Jumlah 30.100
Biaya per unit:
Tenaga kerja langsung (Rp 43.717.000:
Rp1.452
30.100)
Overhead pabrik (Rp 40.081.000 :
Rp1.332
30.100)
*(26.000x rp 6.012) Rp156.312.000
Selisih pembulatan (10.200)
Produksi yang selesai periode ini Rp156.301.800
PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK
DENGAN ADANYA SEDIAAN DALAM
PROSES

DISUSUN OLEH KELOMPOK 4:


 GALIH MUHAMMAD FIRDAUS
 GILANG RIZKY PRAMUDYA
 ICHA GUSPITA SARI
 IRVA ZUHRIAH
 LALAVITA PUTRI ANZELA

XII AKUNTANSI 2

SMK NEGERI 4 BANDAR LAMPUNG


T.P. 2016-2017