Anda di halaman 1dari 6

Nama : Nawang Galuh Safitri

Nim : 2611417005

Prodi : Sastra Jawa

KAJIAN SASTRA BANDINGAN DALAM LIRIK LAGU DIDI KEMPOT YANG


BERJUDUL STASIUN BALAPAN DAN TERMINAL TIRTONADI

Sejak dikenalnya musik Didi Kempot oleh berbagai kalangan, banyak lagu Didi Kempot
yang di cover oleh sebagian penyayi dangdut. Selain itu lagu Didi Kempot yang sudah lama juga
kembali di cari dan di dengarkan. Seperti lagu Didi Kempot yang berjudul Stasiun Balapan juga
diliahat sebanyak 163 ribu kali oleh warganet melalui jejaring sosial media Youtube. Serta lagu
Didi Kempot yang berjudul Terminal Tirtonadi telah dilihat sebanyak 1,2 juta kali oleh para
warganet melalui jejaring sosial media Youtube.

Berdasarkan dengan tema yang dipilih, peneliti menggunakan sastra bandingan untuk
meneliti lagu Didi Kempot. Kedua lagu Didi Kempot tersebut memiliki persamaan dan
perbedaan. Sehingga peneliti tertarik melakukan penelitian dalam kedua lagu tersebut.
Kebanyakan lagu ciptaan Didi Kempot memiliki tema patah hati namun di balut dengan irama
yang ceria sehingga sangat mudah diterima oleh kebanyakan masyarakat Indonesia. Selain
masyarakat Jawa lagu Didi Kempot juga di minati dari berbagai daerah.

Dengan alasan-alasan tersebut peneliti tertarik menggunakan lagu Didi Kempot sebagai
bahan penelitian sastra bandingan. Kedua lagu tersebut memiliki tema yang sama yaitu
menunggu kedatangan kekasihnya yang sudah lama pergi. Selain tema yang sama dan juga
pemilihan tempat sebagai judul lagu yang menarik dalam lagu Didi Kempot terdapat dalam
liriknya, penggunaan diksi yang sangat bagus. Diksi yang digunakan Didi Kempot sangatlah
mudah di terima di kalangan masyarakat umum.

Dari kedua lagu tersebut dapat dibandingkan liriknya menggunakan sastra bandingan.
Meskipun dalam kedua lagu tersebut memiliki kesamaan namun setiap karya pasti memiliki
perbedaan. Persamaan serta perbedaan yang terdapat di dalam kedua lagu inilah yang akan
diteliti menggunkan sastra bandingan. Sastra bandingan sendiri merupakan studi yang
membandingkan kedua karya sastra. Sastra bandingan ini mampu membandingkan karya sastra
dari negara yang berbeda, pengarang yang berbeda dan juga dari bahasa yang berbeda pula.
Sastra bandingan tidak hanya membandingkan strukturnya saja melainkan persamaan dan
perbedaan dari kedua karya sastra tersebut. Kedua karya sastra tersebut pasti memiliki cirri khas
tersendiri.

Berikut ini lirik lagu didi kempot yang berjudul Stasiun Balapan beserta analisis lirik
lagu.

Ning Stasiun Balapan


Kuto Solo Sing Dadi Kenangan
Kowe Karo Aku
Naliko Ngeterke Lungamu
Dalam lirik lagu di atas menceritakan seorang kekasih yang sedang berada di stasiun
balapan. Stasiun balapan merupakan salah satu stasiun yang menjadi tempat manis bagi dia.
Karena di stasiun tersebut dia mengantarkan kekasihnya untuk pergi.

Ning Stasiun Balapan


Rasane Koyo Wong Kelangan
Kowe Ninggal Aku
Ra Kroso Netes Eluh Ning Pipiku
Da... Dada Sayang
Da... Slamat Jalan
Saat berada di stasiun balapan rasanya seperti orang yang kehilangan. Hal ini
dikarenakan di stasiun balapan ini tempat berpisahnya sepasang kekasih ini. Terdapat tangis dan
kesedihan saat itu. Hanya salam perpisahan yang bisa diucapkan.

Janji Lungo Mung Sedelo


Jare Sewulan Ra Ono
Pamitmu Naliko Semono
Berjanji akan pergi hanya sebentar meningglkan kekasihnya, berkata pergi tidak akan
lama. Kepergian tidak akan sampai satu bulan ketika pamit namun itu semua tidak terbukti.

Ning Stasiun Balapan Solo


Janji Lungo Mung Sedelo
Malah Tanpo Kirim Warto
Lali Opo Pancen Nglali
Yen Eling Mbok Enggal Bali
Di stasiun balapan berjanji pergi hanya sebentar saja namun sekarang malah tiada kabar.
Mengakibatkan betapa sedihnya seorang kekasih yang ditinggalkan tanpa kabar. Kekasih hanya
mampu berharap jika memang ingat cepat lah kembali, karena sudah ditunggu kedatangannya.

Ning Stasiun Balapan


Kuto Solo Sing Dadi Kenangan
Janji Lungo Mung Sedelo
Jare Sewulan Ra Ono
Pamitmu Naliko Semono
Ning Stasiun Balapan Solo
Janji Lungo Mung Sedelo
Malah Tanpo Kirim Warto
Lali Opo Pancen Nglali
Yen Eling Mbok Enggal Bali
Ning Stasiun Balapan
Kuto Solo Sing Dadi Kenangan
Di stasiun balapan seorang kekasih begitu sedih mengenang mengingat ketika ditinggal
pergi seorang kekasihnya. Dia ingat ketika kekasihnya mengucapkan janji pergi tidak akan lama.
Bahkan sebulan pun tidak ada namun dalam kenyataannya tidak pernah kembali. Bahkan tidak
pernah mengirim kabar. Kekasih itu mengira kekasihnya pura-pura lupa. Namun jika ingat
berharap kekasihnya segera kembali datang menemuinya.

Berdasarkan lirik dalam lagu yang berjudul stasiun balapan yang dipopulerkan oleh Didi
Kempot menceritakan sepasang kekasih yang akan berpisah. Mereka berpisah di stasiun balapan
yang berada di Solo. Kesedihan yang dialami oleh pasangan kekasih yang ditinggal pergi.
Mereka berjanji pisah tidak akan lama namun kenyataanya setalah sekian lama kekasih tidak
kembali. Dan sang kekasih tidak pernah mengirimkan kabar sekali. Akhirnya Stasiun Balapan
menjadi sebuah tempat yang penuh kenangan.

Berikut ini lirik lagu didi kempot yang berjudul Terminal Tertonadi beserta analisis lirik lagu.

Nalikane ing tirtonadi


Ngenteni tekane bis wayah wengi
Tanganmu tak kanthi
Kowe ngucap janji
Lungo mesti bali
Ketika berada di terminal tirtonadi saat menunggu datangnya bis malam. Seorang kekasih
menggandeng tangan pasangannya. Ketika itu pasangan mengucpakan janji pergi akan kembali.
Sepasang kekasih itu pamit dan berpisah di terminal tirtonadi.

Rasane ngitung nganti lali


Wis pirang taun anggonku ngenteni
Ngenteni sliramu
Neng kene tak tunggu
Nganti saelingmu
Seorang kekasih yang menunngu kedatangan kekasihnya bahkan sampai lupa berapa
lama sudah menunngu kedatangan kekasihnya. Di tempat itu dia menunggu kedatangan
pasangannya sampai pasangan itu ingat dan kembali kepadanya.

Moso rendeng wis ganti ketigo


Opo kowe ra kroso
Yen kowe esih eling lan tresno
Kudune kowe kroso
Musim sudah berganti namun belum ada tanda-tanda akan kedatangan kekasihnya. Dia
merasa kekasihnya sudah tidak merasa kalau sedang ditunggu. Berharap jika memang
kekasihnya masih ingat dan cinta seharusnya kekasihnya merasakan apa yang dia rasakan.
Lungo mesti bali
Wis suwe3x
Kangen sing tak rasakke
Rasane3x
Rasane koyo ngene
Neng kene3x
Aku ngenteni kowe
Aku kangen
Kangenku mung kanggo kowe
Berjanji pergi pasti kembali namun sudah lama kekasinya itu tidak pernah kembali. Rasa
rindu yang dia alami ketika jauh dengan kekasihnya semakin hari semakin dalam. Rasanya
sangatlah menyiksa karena kerinduan tersebut. Dia masih setia menunggu kedatangan
kekasihnya. Berharap kekasihnya juga merasakan kerinduan yang dia rasakan. Karena kerinduan
itu hanya untuk kekasinya saja.

Berdasarkan lirik lagu Didi Kempot yang berjudul Terminal Tirtonadi menceritakan
tentang seseorang yang menunggu kedatangan kekasihnya. Kekasihnya berjanji untuk pergi tidak
lama namun pada kenyataannya sang kekasih tidak kunjung kembali. Meskipun telah ditunggu di
terminal Tirtonadi yang terletak di Solo.

Persamaan dan Perbedaan Kedua Lagu Didi Kempot yang Berjudul Stasiun Balapan dan
Terminal Tirtonadi

Berdasarkan kedua lagu yang diciptakan oleh Didi Kempot yang berjudul Stasiun Balapan
dan Terminal Tirtonadi memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaan kedua lagu tersebut
adalah memiliki tema yang sama yaitu penantian seorang kekasih. Kedua adalah penggunaan
nama tempat untuk memberikan judul pada setiap lagunya. Dalam kedua lagu tersebut juga
mengisahkan tentang janji seorang yang tidak ditepati dan pergi tanpa memberikan kabar sama
sekali.

Selain memiliki persamaan kedua lagu tersebut juga memiliki perbedaan, meskipun sama-
sama diciptakan oleh Didi Kempot. Perbedaanya adalah dalam lagu yang Stasiun Balapan
tersebut masih sempat bertemu saat akan mengantar, sedangkan dalam lagu Terminal Tirtonadi
menunggu kedatangan sang kekasih namun tidak kunjung datang.

Kesimpulan

Sastra bandingan yang merupakan sebuah metode untuk membandingkan kedua karya
sastra, dalam hal ini peneliti menggunakan karya sastra lagu Didi Kempot yang berjudul Stasiun
Balapan dan Terminal Tirtonadi. Peneliti memilih kedua lagu tersebut karena memiliki kesamaan
dalam tema. Tema yang di angkat oleh Didi Kempot adalah menunggu kedatangan kekasihnya.
Selain menggunakan tema yang sama kedua lagu tersebut menggunakan nama tempat untuk
judulnya. Selain tema dan juga pemilihan tempat untuk judul kedua lagu tersebut memiliki diksi
yang bagus. Selain terdapat persamaan dalam karya sastra pasti juga memiliki perbedaan yang
menjadikan karya sastra satu dengan yang lain memiliki ciri khas. Persamaan dari kedua lagu
tersebut yang pertama adalah sama menggunakan tema menunggu kedatangan kekasih. Kedua
sama menggunakan nama tempat untuk memberikan judul. Sedangkan perbedaanya adalah
Perbedaanya adalah dalam lagu yang Stasiun Balapan tersebut masih sempat bertemu saat akan
mengantar, sedangkan dalam lagu Terminal Tirtonadi menunggu kedatangan sang kekasih
namun tidak kunjung datang.