Anda di halaman 1dari 9

Gizi Bayi Dan Balita

Disusun Oleh :

1. Alfira Dwi Verdiana / 30716576

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN


UNIVERSITAS GUNADARMA
JL. Raya Bogor KM 31 NO.28, Cimanggis, Kota Depok
1. PRINSIP GIZI BAGI BALITA
Masa balita adalah periode perkembangan fisik dan mental yang
pesat. Pada masa ini otak balita telah siap menghadapi berbagai stimulasi
seperti belajar berjalan dan berbicara lebih lancer. Perlunya perhatian lebih
dalam tumbuh kembang di usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi
yang terjadi pada masa emas ini, bersifat irreversible (tidak dapat pulih).
Makanan seimbang pada usia ini perlu diterapkan karena akan
mempengaruhi kualitas pada usia dewasa sampai lanjut.

Setelah anak berumur satu tahun menunya bervariasi untuk


mencegah kebosanan dan diberi susu, serealia (seperti bubur beras, roti),
daging, sup, sayuran, dan buah-buahan. Makanan padat yang diberikan
tidak perlu diblender lagi melainkan yang kasar supaya anak yang sudah
mempunyai gigi dapat belajar mengunyah.

Anak di bawah lima tahun (balita) merupakan kelompok yang


menunjukkan pertumbuhan badan yang pesat, sehingga memerlukan zat-
zat yang tinggi setiap kilogram badannya. Berikut ini merupakan prinsip
permberian nutrisi pada balita :

a. Tinggi energy, protein, vitamin dan mineral


b. Dapat diterima oleh bayi dan anak dengan baik
c. Diproduksi setempat dan menggunakan bahan-bahan setempat
d. Mudah didapat dalam bentuk kering dengan demikian mudah disimpan
dan praktis penggunaannya
e. Ringkas tetapi mempunyai nilai gizi maksimum

2. PENGOLAHAN BAHAN MAKANAN BAGI BALITA


Pengolahan bahan makanan adalah tindakan mengolah bahan
pangan atau makanan dengan menggunakan teknik memasak yang tepat,
yang meliputi :
a. Menggoreng
Bahan makanan yang digunakan untuk digoreng biasanya ayam goring
dengan bumbu crispy, ikan goring, tahu goring atau tahu yang
dicampur garam, merica, tepung roti dan dibuat nugget, dan tempe
goreng.
b. Mengukus
Makanan yang dikukus biasanya, ayam yang ditambah daun kemangi,
tomat, dan bumbu lainnya dan dibuat pepes ayam, pepes ikan, pepes
tahu, dan pepes tempe.
c. Merebus
Teknik merebus seperti sayuran, wortel, buncis, kol, ayam atau daging
dan ditambah bumbu lain yang dibuat sayur sop.
d. Menumis
e. Bahan makanan yang ditumis biasanya sayuran hijau seperti kangkung
yang ditumis menggunakan bawang merah, bawang putih, garam,
sedikit gula putih dan sawi biasanya ditumis dengan tahu yang telah
digoreng.

3. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN


MAKANAN
1. Pengaruh ibu : Kurangnya pengetahuan ibu dan keterampilan yang
mempengaruhi gizi di bidang memasak, konsumsi anak, keragaman
bahan makanan.
2. Prasangka buruk : Anggapan terhadap jenis makanan tertentu yang
bisa mempengaruhi gizi, misalnya anggapan terhadap anak kecil yang
suka makan ikan bisa menyebabkan cacingan.
3. Pantangan : Pantangan terhadap makanan tertentu yang telah menjadi
kebiasaan yang mempengaruhi gizi, misal pantangan terhadap anak
yang suka makan daging yang biasanya yang terjadi di daerah
pedesaan.
4. Kesukaan yang berlebihan : Kesukaan yang berlebihan terhadap suatu
jenis makanan tertentu yang mengakibatkan tubuh tidak memperoleh
semua zat gizi yang diperlukan. Misal kesukaan yang berlebihan
terhadap coklat.
5. Jarak kelahiran yang terlalu cepat : Jarak antara dua kelahiran
yang terlalu rapat yaitu kurang dari 1 tahun.
6. Sosial ekonomi : Tingkat penghasilan keluarga yang mempengaruhi
status gizi kurang pada balita yang dihubungkan dengan jumlah
anggota keluarga.
7. Penyakit pada anak : Penyakit yang diderita pada anak yang
menyebabkan terganggunya status gizi balita.
4. Pengaruh Status Gizi Terhadap Balita
Kesehatan seorang balita sangat dipengaruhi oleh gizi yang
terserap didalam tubuh. Kurangnya gizi yang diserap oleh tubuh
mengakibatkan mudah tersrang penyakit, karena gizi memberi pengaruh
yang besar terhadap kekebalan tubuh.
Beberapa penyakit yang timbul akibat kurangnya gizi antar lain
diare, disentri, gondok, busung lapar. Defisiensi Kurang Kalori Protein
(KKP), Defisiensi Vit. A, Defisiensi Yodium, Anemia, Marasmus,
Kwashiorkor dan beberapa penyakit lainnya.
Gizi bukan hanya mempengaruhi kesehatan tubuh, tetapi dapat
juga mempengaruhi kecerdasan. Apabila gizi yang diperlukan oleh otak
tidak terpenuhi, otak akan mengalami pengaruh sehingga tidak dapat
berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi genetiknya.
Pengaruh Status Gizi Dapat Dilihat Dari Segi :
a) Tingkat Pendidikan Orang Tua
Orang tua yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi akan
lebih memahami makanan dan memiliki makanan yang baik
untuk anak balita.
b) Sosial Budaya
Ada sebagian masyarakat yang mempunyai adat istiadat tertentu
terutama tentang pemberian makanan yang boleh dan tidak
boleh. Misalnya, tidak boleh makan telur jika ada luka, karena
akan menyebabkan terjadinya pembusukan pada luka dan lain
sebagainya. Seharusnya telur merupakan sumber gizi yang tnggi
kadar protein dan baik untuk penyembuhan luka.

c) Serat Makanan
Serat baik untuk kesehatan pencernaan. Anak-anak yang diberi
makanan yang berserat akan baik untuk untuk kesehatan dan
pertumbuhannya.
d) Kemudahan Cerna
Nutrient dalam bahan makanan yang lazim tersedia biasanya
mudah dicerna. Persentase nutrien yang dapat diasimilasi dalam
sebagian besar bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari
cukup tinggi, misalnya untuk karbohidrat 97% dan lemak 95%.
Walaupun demikian beberapa faktor dapat dipengaruhi proses
kemudahan cerna tersebut, diantaranya cara menyimpan,
mengolah dan memasak bahan makanan, serta terdapatnya bahan
senyawa lain secara bersamaan.
e) Rasa Kenyang
Selain terhadap kepuasan dan terpenuhnya rasa kenyang,
pemberian makanan harus dapat pula memenuhi persyaratan segi
kesehatan. Beberapa jenis makanan mempunyai nilai rasa
kenyang yang tinggi, berarti cepat memberikan rasa kenyang,
seperti susu, telur, makanan yang berlemak. Sedangkan roti,
kentang, daging tanpa lemak, ikan, sayur buah mempunyai nilai
rendah.
f) Sumber Makanan
Tersedianya makanan sangat mempengaruhi status gizi
seseorang. Semakin sulit atau jauh mendapat makanan yang
mengandung gizi akan semakin sulit juga bagi seseorang untuk
mendapatkan makanan yang mengandung cukup gizi atau gizi
yang baik.
5. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP
NUTRISI PADA BAYI DAN BALITA

            Faktor yang menyebabkan kurang gizi telah diperkenalkan UNICEF


dan telah digunakan secara internasional, yang meliputi beberapa tahapan
penyebab timbulnya kurang gizi pada anak balita, baik penyebab langsung,
tidak langsung, akar masalah dan pokok masalah. Berdasarkan Soekirman
dalam materi Aksi Pangan dan Gizi nasional , penyebab kurang gizi dapat
dijelaskan sebagai berikut:
 Pertama, penyebab langsung yaitu makanan anak dan penyakit
infeksi yang mungkin diderita anak. Penyebab gizi kurang tidak hanya
disebabkan makanan yang kurang tetapi juga karena penyakit. Balita yang
mendapat makanan yang baik tetapi karena sering sakit diare atau
demam  dapat menderita kurang gizi. Demikian pada Balita yang makannya
tidak cukup baik maka daya tahan tubuh akan melemah dan mudah
terserang penyakit. Kenyataannya baik makanan maupun penyakit secara
bersama-sama merupakan penyebab kurang gizi.
            Kedua, penyebab tidak langsung yaitu ketahanan pangan di
keluarga, pola pengasuhan Balita, serta pelayanan kesehatan dan kesehatan
lingkungan. Ketahanan pangan adalah kemampuan keluarga untuk
memenuhi kebutuhan pangan seluruh anggota keluarga dalam jumlah yang
cukup dan baik mutunya. Pola pengasuhan adalah kemampuan keluarga
untuk menyediakan waktunya, perhatian dan dukungan terhadap anak agar
dapat tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik, mental, dan sosial.
Pelayanan kesehatan dan sanitasi lingkungan adalah tersedianya air bersih
dan sarana pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau oleh seluruh
keluarga.
            Faktor-faktor tersebut sangat terkait dengan tingkat pendidikan,
pengetahuan, dan ketrampilan keluarga. Makin tinggi pendidikan,
pengetahuan dan ketrampilan terdapat kemungkinan makin baik tingkat
ketahanan pangan keluarga, makin baik pola pengasuhan Balita dan
keluarga makin banyak memanfaatkan pelayanan yang ada. Ketahanan
pangan keluarga juga terkait dengan ketersediaan pangan, harga pangan,
dan daya beli keluarga, serta pengetahuan tentang gizi dan kesehatan.

6. PERHITUNGAN KEBUTUHAN ENERGI UNTUK BAYI DAN


BALITA
Kebutuhan protein per hari (per kg BB)

Usia Berat badan Tinggi badan (cm) Protein (gr)


(kg)
0-6   bulan 6 60 10
7-12 bulan 8,5 71 18

1-3   tahun 12 90 25

4-5   tahun 18 110 39

Table 1. Kebutuhan protein per hari (per kg BB)

Kecukupan gizi yang dianjurkan (menurut data Departemen


kesehatan RI,1968). Dalam daftar tersebut tersebut kebutuhan akan
vitamin D tidak dicantumkan, akan tetapi Nelson (1969)
mengemukakan angka 400 untuk semua umur.

Gol Ca Fe Vit.A Tiamin Riboflavin Niasin Vit.C Vit


Umur (g) (g) sebagai (mg) (mg) (mg) (mg) D
Karotin (mg
(mg) )

Bayi 0,6 8 1200 0,4 0,5 6 25 (40


6-12bln 0)
Balita 0,5 8 1500 0,5 0,7 8 30
1-3 thn
0,5 10 1800 0,6 0,9 9 40
4-5 thn
0,5 10 2400 0,8 1,0 13 50

Table 2. kebutuhan akan zat nutrisi.

Kebutuhan energi rata-rata dari bayi.

Umur Kebutuhan energi (Kal/kgBB/hari)


FAO (1971)            Nelson (1969)

3 bulan 120
3-5 bulan 115
6-8 bulan 110
9-11 bulan 105
Rata-rata selama masa bayi 112                        110(100-
120)

Table 3. Keb. Energy Rata-Rata

Kebutuhan energi Balita diatas 1 tahun.

Umur Anak Kebutuhan energi (Kal/kgBB/hari)


FAO (1971)            Nelson (1969)

1 112                           110
1-3 101                           100
4-5 91                              90

Table 4. Keb. Energy Balita


DAFTAR PUSTAKA

Arisman. (2004), Gizi Dalam Daur Kehidupan: Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta:
EGC
Gabe Mirkin, M.D. dan Marshall Hoffman. 1984. Kesehatan Olahraga. Jakarta:
PT.Grafidian Jaya
Drs. Joko Pekik Irianto M.Kes. 2007. Panduan Gizi Lengkap Keluarga dan
Olahragawan. Yogyakarta: Penerbit Andi
Moehji, Sjahmien, B.Sc. 1992. Ilmu Gizi. Jakarta: Bhratara Niaga Media
Wiryo, Hananto. (2002), Peningkatan Gizi Bayi, Anak, Ibu Hamil dan Menyusui
dengan Makanan Lokal. Jakarta: Sagung Seto
Tips Anak Bayi fikhar. (2012). Beberapa Nutrisi Penting Bagi Balita Anda
http://duniaanak.org/makanan-anak/gizi-balita-beberapa-nutrisi-penting-
balita.html. Diambil pada tanggal 11 September 2013.
http://kamusbahasaindonesia.org/ilmu/mirip#ixzz2eaK4mf00.