Anda di halaman 1dari 7

Nama : Syani Aulia Salsabilla

NIM : 1901219

Mata kuliah : Membaca

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (2B)

1. Kompetensi yang saya dapatkan dari Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan sesuai
dengan sesuai dengan program studi :

Pada hakekatnya, Pendidikan Kewarganegaraan adalah upaya sadar dan terencana untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa bagi warga negara dengan menumbuhkan jati diri dan moral
bangsa sebagai landasan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam bela negara. Negara-negara di
seluruh dunia harus senantiasa mengembangkan basis filsafat bangsa, identitas nasional kenyataan
dan pengalaman sejarah negara tersebut, serta dasar-dasar kemanusiaan dan keberadaban dengan
kesadaran demokrasi dan implementasinya.

Oleh karena itu, di harapkan dengan adanya Pendidikan Kewarganegaraan, intelektual


Indonesia memiliki dasar kepribadian sebagai warga negara yang demokratis, berkemanusiaan dan
beradab. Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata kuliah yang penting bagi para
penerus bangsa Indonesia.

Mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan telah mengajarkan kita tentang bagaimana cara
berinteraksi dengan orang lain dengan baik terlebih Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang
penuh dengan keberagaman maka kita harus saling menghormati antar agama, suku, ras, budaya.
Bangsa Indonesia mampu menjalankan hak dan kewajiban dengan baik, dan terdidik karakternya
sebagai manusia yang demokratis. Karena inilah mengapa pelajaran ini penting tidak hanya untuk
dipelajari namun juga untuk diterapkan.

2. Identitas bangsa, serta faktor-faktor yang memengaruhi lahirnya suatu bangsa :

Identitas nasional berasal dari kata identity  yang berarti ciri, tanda atau jati diri yang melekat pada
sesuatu yang membedakan dengan yang lain dan kata nasional yang berarti kelompok lebih besar
yang diikat oleh kesamaan fisik seperti budaya, agama, dan bahasa dan kesamaan non fisik seperti
keinginan, cita-cita dan tujuan. 

Identitas nasional suatu bangsa memiliki sifat, ciri khas serta keunikan sendiri-sendiri, yang sangat
ditentukan oleh berbagai faktor. Sedikitnya ada 2 faktor yang mendukung kelahiran identitas suatu
bangsa, yaitu faktor objektif dan subjektif. Bagi bangsa Indonesia faktor objektif mendukung
kelahiran identitas nasional meliputi faktor geografis-ekologis dan demokratis. Sedangkan faktor
subjektif adalah faktor historis, sosia, politik, dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.  

Pada hakikatnya identitas nasional merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan
berkembang dalam berbagai aspek kehidupan dengan suatu cirikhas yang menjadikannya berbeda
dengan bangsa lain.

Faktor-faktor pembentukan suatu bangsa sangat berkaitan dengan identitas yang


menyatukan masyarakat. Faktor tersebut antara lain sebagai berikut:

 Primordial yang termasuk dalam faktor ini yaitu ikatan kekerabatan, kesamaan suku bangsa,
daerah, bahasa dan adat istiadat.
 Sakral dalam faktor ini yaitu adanya kesamaan agama yang dianut oleh masyarakat dan dalam
hal ini agama dapat membentuk suatu ideologi doktrin yang kuat dalam masyarakat, sehingga
keterkaitannya dapat menimbulkan bangsa.
 Tokoh menjadi salah satu faktor pembentuk bangsa karena bagi masyarakat, tokoh dijadikan
sebagai panutan untuk mewujudkan misi-misi bangsa.
 Sejarah merupakan salah satu faktor pembentukan bangsa karena sejarah dan pengalaman
masa lalu seperti penderitaan akan melahirkan solidaritas sehingga memungkinkan untuk membentuk
satu tekad dan satu tujuan antar kelompok masyarakat.
 Perkembangan Ekonomi dikatakan sebagai faktor pembentukan bangsa karena semakin
meningkatnya perkembangan ekonomi semakin beragam pula kebutuhan masyarakat sehingga
membuat masyarakat semakin ketergantungan satu sama lain dan secara tidak langsung akan
membuat masyarakat ingin membentuk satu kesatuan yaitu bangsa sebagai jalan untuk memenuhi
kebutuhan satu sama lain.

Faktor lain yang mempengaruhi beragamnya suku bangsa di Indonesia diantaranya adalah letak
astronomis maupun geografis, banyaknya pulau yang terpisahkan lautan, keragaman bahasa maupun
budaya, latar belakang sejarah perjuangan bangsa, lingkaran hukum adat, serta
kekerabatan dan perbedaan agama.

3. Dinamika integrasi nasional serta bagaimana cara dalam menghadapi integrasi nasional :

Indonesia merupakan negara yang majemuk yang terdiri dari beragam suku bangsa.
Keberagaman suku bangsa di Indonesia tentu tidak terjadi secara tiba-tiba. Perbedaan suku
bangsa itu diperoleh dari fakta sejarah yang mencatat bahwa dulu masing-masing suku bangsa
berada dalam kuasa kerajaan-kerajaan dalam jumlah banyak.
Integrasi nasional adalah bersatunya suatu bangsa yang menempati wilayah tertentu dalam
sebuah negara berdaulat. Proses integrasi tidak terjadi begitu saja, tetapi merupakan suatu
proses yang panjang dalam waktu yang cukup lama Bangsa Indonesia adalah suatu bangsa yang
mengalami proses panjang dalam melakukan integrasi nasional.

Tahapan integrasi nasional

 Tahap Akomodasi
Proses penyesuaian diri atau kerjasama individu atau kelompok dalam bidang-bidang
terbatas untuk menghindari dan meredakan interaksi ketegangan dan konflik.

 Tahap Kooperasi
Perkembangan reaksi-reaksi yang sama terhadap berbagai peristiwa yang dihadapi
masyarakat. Tahap ini tercapai setelah adanya kerjasama antar kelompok berjalan
lancar.

 Tahap Koordinasi
Situasi individu atau kelompok yang bersedia mengharapkan kerjasama dalam bidang
cukup luas, sehingga diperlukan pembagian kerja dan koordinasi. Dalam taraf ini
prasangka-prasangka mulai hilang & mencapai solidaritas.

 Tahap Asimilasi
Merupakan situasi tercapainya kesamaan selera, gaya hidup, bahasa, nilai-nilai, norma-
norma, kepentingan dan tanngung jawab

Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar baik dari kebudayaan ataupun
wilayahnya,karena Itu integrasi nasional adalah hal yang sangat penting dalam unsur kehidupan
berkewarganegaraan,bayangkan Indonesia yang memiliki banyak jenis suku,ras dan agama
terpecah belah tanpa ada rasa persatuan,pasti akan banyak sekali kekacauan dalam negri
Indonesia contohnya demo besar besaran yang mengganggu bisa mengacaukan stabilitas
nasional dan juga bisa menimbulkan rasa saling benci antar warga negara Indonesia. Alasan
alasan diatas merupakan salah satu bukti bahwa Intergrasi perlu di pertahankan dan
dilestarikan demi berlangsungnya stabilitas dan kedamaian di Indonesia. Berikut adalah cara-
cara untuk merawat dan mempertahankan Intergrasi nasional di Indonesia:

1.Mewujudkan dan mendalami nilai-nilai pancasila dalam kehidupan kewarganegaraan. 

2.Meningkatkan rasa nasionalisme dan rasa cinta tanah air

3.Meningkatkan rasa toleransi antar suku agama dan berbudaya 

 
a. Membangun dan menghidupkan terus komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu. b.
Menciptakan kondisi dan membiasakan diri untuk selalu membangun consensus. c. Membangun
kelembagaan (pranata) yang berakarkan nilai dan norma yang menyuburkan persatuan dan kesatuan
bangsa. d. Merumuskan kebijakan dan regulasi yang konkret, tegas dan tepat dalam aspek kehidupan
dan pembangunan bangsa yang mencerminkan keadilan bagi semua pihak, semua wilayah. e. Upaya
bersama dan pembinaan integrasi nasional memerlukan kepemimpinan yang arif dan bijaksana, serta
efektif

Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar baik dari kebudayaan ataupun
wilayahnya,karena Itu integrasi nasional adalah hal yang sangat penting dalam unsur kehidupan
berkewarganegaraan,bayangkan Indonesia yang memiliki banyak jenis suku,ras dan agama
terpecah belah tanpa ada rasa persatuan,pasti akan banyak sekali kekacauan dalam negri
Indonesia contohnya demo besar besaran yang mengganggu bisa mengacaukan stabilitas
nasional dan juga bisa menimbulkan rasa saling benci antar warga negara Indonesia. Alasan
alasan diatas merupakan salah satu bukti bahwa Intergrasi perlu di pertahankan dan
dilestarikan demi berlangsungnya stabilitas dan kedamaian di Indonesia. Berikut adalah cara-
cara untuk merawat dan mempertahankan Intergrasi nasional di Indonesia:

1.Mewujudkan dan mendalami nilai-nilai pancasila dalam kehidupan kewarganegaraan. 

2.Meningkatkan rasa nasionalisme dan rasa cinta tanah air

3.Meningkatkan rasa toleransi antar suku agama dan berbudaya 

4.
5. Terbentuknya negara secara faktual dan teoritis beserta contoh negaranya :

Asal mula terbentuknya negara dapat diketahui dengan cara faktual. Artinya, asal mula terjadinya
negara dianalisis berdasarkan fakta nyata yang dapat diketahui melalui sejarah lahirnya negara
tersebut.

Berdasarkan hal tersebut, asal mula terbentuknya negara sebagai berikut :

a) Occupatie (pendudukan). Artinya, sebuah daerah bebas diduduki oleh suatu bangsa yang
selanjutnya mendirikan negara di daerah tersebut. Contohnya, Liberia diduduki oleh budak-budak
Negro dan dimerdekakan pada tahun 1947.
b) Separatie (pemisahan). Suatu daerah yang semula termasuk daerah-daerah negara kemudian
melepaskan diri dan menyatakan dirinya sebagai sebuah negara. Contohnya, Bangladesh terhadap
Pakistan tahun 1971 dan Timor Leste terhadap Indonesia tahun 1999.

c) Proklamasi. Sebuah daerah yang tadinya merupakan tanah jajahan dari negara lain kemudian
menyatakan kemerdekaannya. Contohnya, Indonesia atas Belanda dan Jepang pada tanggal 17
Agustus 1945.

d) Innovation (pembentukan baru). Munculnya sebuah negara baru di atas wilayah sebuah negara
yang pecah dan lenyap karena suatu hal. Contohnya, lenyapnya negara Uni Soviet kemudian di
negara tersebut muncul negara baru, seperti Rusia dan Uzbekistan.

e) Cessie (penyerahan). Artinya, suatu wilayah diserahkan kepada negara lain berdasarkan


perjanjian tertentu. Contohnya wilayah Sleeswijk diserahkan oleh Austria kepada Prusia (Jerman)
karena ada perjanjian bahwa negara yang kalah perang harus memberikan negara yang dikuasainya
kepada negara yang menang. Austria adalah salah satu negara yang kalah dalam Perang Dunia I.

f) Fusi (peleburan). Beberapa negara mengadakan fusi (peleburan) dan menjadi satu negara baru.
Contohnya, Jerman Barat dan Jerman Timur bersatu menjadi Jerman pada tanggal 3 Oktober 1990.

g) Accesie (penaikan). Artinya, suatu wilayah terbentuk akibat penaikan lumpur sungai atau timbul
dari dasar laut (delta) kemudian wilayah tersebut dihuni oleh sekelompok orang sehingga
terbentuklah negara. Contohnya, wilayah negara Mesir yang terbentuk dari delta Sungai Nil.

h) Anexatie (pencaplokan/penguasaan). Artinya, sebuah negara berdiri di sebuah wilayah yang


dikuasai (dicaplok) dari bangsa lain tanpa reaksi berarti. Contohnya, ketika pembentukan negara
Israel pada tahun 1948 wilayahnya banyak mencaplok daerah Palestina, Suria, Yordania, dan Mesir.

6. Penyebab masyarakat Indonesia sekarang, malu akan bahasa daerahnya sendiri dan
cenderung selalu menggunakan bahasa modernisasi :

Di zaman yang semakin berkembang, dunia seakan menawarkan kehidupan yang


serba modern dan canggih. Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat
seakan terlena akan kehidupan mewah itu. Tidak dapatdipungkiri bahwa globalisasi
membawa dampak positif dari segi ekonomi, politik dan kemudahan berinteraksi.
Namun, disamping membawa pengaruh positif, globalisasi juga membawa dampak
negatif terhadap penggunaan bahasa daerah yang mencerminkan identitas bangsa
Indonesia yang kaya akan budaya dan bahasa. Masuknya bahasa asing melalui
media-media membuat bahasa daerah menjadi terpinggirkan.
Di era globalisasi sekarang ini bahasa daerah sudah mulai luntur dengan drastis.

Lunturnya bahasa daerah dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu dari


lingkungan keluarga,penggunaan bahasa dalam pendidikan dan kurangnya
minat generasi muda untuk melestarikan bahasa daerah. Dalam lingkungan
keluarga, orang tua cenderung menggunakan bahasa Indonesia dalam
berkomunikasi sehari-hari dengan keluarga dan anak-anaknya. Orang tua
jarang mengajarkan bahasa daerah pada anak-anaknya, sehingga anakkurang
fasih berbicara menggunakan bahasa daerah.

Banyak generasi muda yang beranggapan bahwa bahasa daerah adalah


bahasa kuno dan dianggap kampungan. Mereka lebih senang dan bangga
menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa asing yang dianggap lebih maju
danmodern. Beberapa bahkan tidak perduli dengan bahasa daerah dan
enggan menggunakannya. Budaya dan nilai-nilai yang berlaku di anak muda
sekarang ini telah mengeyampingkan bahasa daerah. Tidak ada lagi kesadaran
bahwa bahasa daerah merupakan warisan budaya luhur yang harus
dilestarikan.

Menggunakan bahasa Indonesia dan menguasai bahasa asing memang tidak


ada salahnya karena tuntutan dunia kerja yang semakin berdaya saing global
dan mengharuskan menguasai bahasa asing. Namun, bukan berarti kita
melupakan bahasa daerah yang notabennya merupakan bahasa sendiri. Sudah
sepatutnya kita sebagai generasi penerus bangsa mencintai dan bangga
menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari disamping bahasa
nasional dan bahasa asing.

7. Wabah pandemic COVID – 19 yang berkaitan dengan integrasi nasional :

Perkembangan wabah  Novel Coronavirus (Covid-19) harus disadari bersama bahwa bencana


non alam ini bukan masalah yang sederhana. Wabah corona ini apabila tidak segera ditangani
akan berdampak pada krisis multidimensi yang berbahaya. Saat ini pemerintah harus
memberikan gambaran tentang bagaimana menangani wabah Covid-19. Jangan sampai
pemerintah menyebarkan informasi yang justru dapat membuat kepanikan ti tengah
masyarakat.
Penularan Covid-19 bergerak sangat cepat, pemerintah harus bergerak lebih cepat. Gerak cepat
dengan melibatkan seluruh elemen bangsa sudah tidak bisa ditunda. Pelibatan ormas
keagamaan, ormas kepemudaan, partai politik, asosiasi kelompok profesi, artis, dan kekuatan
sipil menjadi sebuah keniscayaan. Bergerak melakukan langkah-langkah penyadaran kepada
masyarakat di akar rumput.
Maka dari itu integrasi nasional yang diartikan (pemersatu bangsa) sangat berhubungan dengan
adanya kasus ini. Kita sebagai satu kesatuan yaitu Bangsa Indonesia, harus bersatu dalam
memerangi wabah pandemik ini. Kita tinggalkan dulu gesekan-gesekan politik yang tidak perlu.
Kita tinggalkan dahulu seluruh polemik yang terjadi, seluruh elemen bangsa duduk bersama
dengan pikiran jernih bahwa wabah corona adalah masalah bangsa dan harus dihadapi bersama.

Saya kira semua bersepakat bahwa penyelamatan umat manusia adalah tugas seluruh anak
bangsa. Dalam hal menyelamatkan bangsa, tidak bisa masyarakat bergerak sendiri atau
pemerintah berupaya tanpa masyarakat. Semua terkait erat dan saling menguatkan. Maka dari
itu