Anda di halaman 1dari 3

SEJARAH SASTRA INDONESIA ANGKATAN

2000

A. Latar Belakang

Pada periode 2000-an muncul pengarang wanita yang umumnya menulis tentang pemikiran
yang tajam dan bebas dengan ungkapan perasaan. Ada di antara mereka yang menampilkan
nuansa-nuansa erotik, hal-hal yang sensual bahkan seksual. Salah satu karya yang berani tampil
beda pada periode ini adalah Saman oleh Ayu Utami.

Perdebatan tentang perlu adanya angkatan atau tidak kembali lagi pada syarat adanya
angkatan, yaitu:
(1) perlu ada kelompok sastrawan sebagai pendukung angkatan,
(2) untuk mendukung angkatan karya sastra harus inovatif, spesifik, kreatif, dan inspiratif.

B.     Karakteristik Karya Sastra Periode 2000-an

Karya periode 2000-an memiliki karakteristik sebagai berikut:

1)      Tema yang ada dalam karya sastra periode ini adalah sosial-politik, romantik, dan seluruh
aspek kehidupan.
2)      Terdapat revolusi tipografi atau tata wajah yang bebas aturan dan cenderung pada puisi
konkret, puisi yang dihasilkan tidak cenderung pada verbal namun juga pada visual.
3)      Adanya penggunaan wawasan baru atau estetika baru yang disebut dengan
“antromofisme” yaitu gaya bahasa sebagai penggantian tokoh manusia sebagai ‘aku lirik’
dengan benda-benda.
4)      Genre yang muncul pada periode ini adalah cerpen, puisi, novel, drama, film, dan
sandiwara.
5)      Ciri-ciri bahasa yang digunakan menggunakan bahasa sehari-hari.
6)      Pembaharuan terhadap model sastra lisan yang mengembalikan realitas fiktif pada realitas
dongeng.
7)      Karya yang dihasilkan pada periode ini cenderung vulgar.

C.    Tokoh dan Karya Sastra Periode 2000-an

1.      Dewi Lestari


Lahir di Bandung, Jawa Barat, 20 Januari 1976 yang biasa disapa “Dee”.
Karya yang dihasilkan:
a)      Supernova 1; Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh (2001, novel)
b)      Supernova; Akar (2002)
c)      Supernova, Petir (2004).

2.      Ayu Utami


Kelahiran Bogor, 21 November 1968, seorang aktivis jurnalis dan sastrawan berkebangsaan
Indonesia. Karya yang dihasilkan:
a)      Saman (1998)
b)      Larung (2001).

3.      Andrea Hirata


Nama saat lahir di Belitung, 24 Oktober 1967 adalah Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun.
Karya yang dihasilkan:
a)      Laskar Pelangi (2005)
b)      Sang Pemimpi (2006)
c)      Edensor (2007)
d)     Maryamah Karprov (2008)
e)      Cinta Dalam Gelas.

4.      Habiburrahman El Shirazy


Dalam penobatan Insani UNDIP Award tahun 2008 beliau dinobatkan sebagai novelis nomor 1 di
Indonesia, lahir di Semarang, Jawa Tengah, 30 September 1976. Karya yang dihasilkan:
a)      Ayat-Ayat Cinta (2004)
b)      Di Atas Sajadah Cinta (2004)
c)      Ketika Cinta Berbuah Surga (2005)
d)     Pudarnya Pesona Cleopatra (2005)
e)      Ketika Cinta Bertasbih 1 (2007)
f)       Ketika Cinta Bertasbih 2 (2007)
g)      Dalam Mirhab Cinta.

5. Ahmad Fuadi
Novelis, pekerja sosial, dan mantan wartawan dari Indonesia ini lahir di Bayur Maninjau,
Sumatra Barat, 30 Desember 1972. Hasil karyanya:
a)      Negeri 5 Menara (2009)
b)      Ranah 3 Warna (2011)
c)      Rantau 1 Muara (2013).

6. Cucuk Espe
Seorang penyair, sais, cerpenis, dan penulis naskah drama ini lahir di Jombang, Jawa Timur, 19
Maret 1974. Hasil karyanya:
a)      Mengejar Kereta Mimpi (2001)
b)      Rembulan Retak (2003)
c)      Juliet dan Juliet (2004)
d)     13 Pagi (2010).

7. Herlinatiens
Memiliki nama asli Herlina Tien Suhesti lahir di Ngawi, Jawa Timur, 26 April 1982 adalah seorang
penulis. Hasil karyanya:
a)      Garis Tepi Seorang Lesbian (2003)
b)      Dejavu, Sayap yang Pecah (2004)
c)      Jilbab Britney Spears (2004)
d)     Sajak Cinta yang Pertama (2005)

8. Raudal Tanjung Banua


Sastrawan yang karyanya didominasi puisi dan cerpen ini lahir di Pesisir Selatan, Sumatra Barat,
19 Januari 1975. Hasil karyanya:
a)      Pulau Cinta di Peta Buta (2003)
b)      Ziarah bagi yang Hidup (2004)
c)      Parang Tak Berulu (2005)
d)     Gugusan Mata Ibu (2005).