Anda di halaman 1dari 21

EKSPERIMEN EFEK FOTOLISTRIK (h/e)

LAPORAN EKSPERIMEN FISIKA I

Oleh :
Nama : Frendi Wahyudi Priyanto
NIM : 151810201051
Kelompok : A2-3
Shift/Tanggal : Satu(1)/ 09-10-2017
Asisten : Khiptiatun Ni’mah

LABORATORIUM OPTOELEKTRONIK DAN FISIKA MODERN


JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2017
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Efek fotolistrik adalah suatu fenomena terlepasnya electron dari permukaan logam
ketika logam tersebut dikenai cahaya.Efek fotolistrik merupakan proses perubahan sifat-
sifat konduksi listrik di dalam material karena pengaruh cahaya atau gelombang
elektromagnetik lain. Efek ini mengakibatkan terciptanya pasangan elektron dan hole di
dalam semikonduktor, atau pancaran elektron bebas dan ion yang tertinggal di dalam
metal.
Praktikumefek fotolistrik ini dilakukan untuk memperjelas pembuktian fenomena
perubahan fisis gelombang terhadap partikel.Dari percobaan efek fotolistrik dapat
diaplikasikan pada berbagai macam perilaku fisis dalam kehidupan sehari-hari. Salah
satu penerapan fenomena efek foto listrik dibidang elektronik salah satunya yaitu pada
tabung foto pengganda (photomultiplier tube) dan pada foto diode atau foto transistor
sebagai sensor cahaya berkecepatan tinggi.
Praktikum efek fotolistrik dilakukan dengan mengamati cahaya polikromatik yang
dipancarkan oleh sumber cahaya merkuri. Cahaya yang dipancarkan kemudian dikontrol
menggunakan h/e apparatus yang nantinya cahaya polikromatik yang dipancarkan oleh
sumber merkuri akanditeruskan menjadi cahaya monokromatik. Cahaya monokromatik
terbagi dalam beberapa orde. Cahaya monokromatik diamati, yaitu pada cahaya yang
memiliki spektrum warna kuning, biru, ungu, dan hijau pada masing – masing orde
yang berbeda dengan menentukan nilai dari potensial penghentinya.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah pada praktikum efek fotolistrik (h/e) ini adalah :
1. Bagaimana pengaruh filter transmisi terhadap potensial penghenti ?
2. Bagaimana pengaruhfrekuensi terhadap potensial penghenti ?
3. Bagaimana perbandingan nilai ketetapan planck (h) pada referensi dan percobaan ?

1.3 Tujuan
Tujuan dilaksanakannya praktikum efek fotolistrik (h/e)adalah :
1. Mengetahui pengaruh filter transmisi terhadap potensial penghenti.
2. Mengetahui pengaruh frekuensi terhadap potensial penghenti.
3. Mengetahui perbandingan nilai ketetapan planck (h) pada referensi dan percobaan.

1.4 Manfaat
Percobaan yang dilakukan pada praktikum efek fotolistrik (h/e) ini dapat
diaplikasikan pada berbagai macam perilaku fisis dalam kehidupan sehari-hari.Salah
satu penerapan fenomena efek foto listrik dibidang elektronik salah satunya yaitu pada
foto diode atau foto transistor sebagai sensor cahaya berkecepatan tinggi.Aplikasi
lainnya yaitu pada pembangkit listrik tenaga surya.
BAB 2. DASAR TEORI

Tahun 1899 J.J Thomson menemukan beberapa kondisi elektron terpancar dari
permukaan logam ketika diberikan radiasi elektron. Gejala ini sebelumnya pernah
ditemukan oleh H. Hertz 1887yang menemukan adanya parrtikel bermuatan yang lepas
dari permukaan logam saat dikenai berkas cahaya. ilmuan lainnya adalah Lenard yang
pada tahun 1898 menemukan muatan dan massa partikel yang terpancar dari logam
tersebut mirip dengan muatan massa elektron. Fenomena ini kemudian dikenal sebagai
efek fotolistrik (Beiser,1991).
Efek fotolistrik adalah pengeluaran elektron dari suatu permukaan (biasanya
logam) ketika dikenai, dan menyerap, radiasi elektromagnetik (seperti cahaya tampak
dan radiasi ultra ungu) yang berada di atas frekuensi ambang tergantung pada jenis
permukaan.Istilah lama untuk efek fotolistrik adalah efek Hertz (yang saat ini tidak
digunakan lagi). Hertz mengamati dan kemudian menunjukkan bahwa elektrode
diterangi dengan sinar ultraviolet menciptakan bunga api listrik lebih mudah.Efek
fotolistrik merupakan proses perubahan sifat-sifat konduksi listrik di dalam material
karena pengaruh cahaya atau gelombang elektromagnetik lain. Efek ini mengakibatkan
terciptanya pasangan elektron dan hole di dalam semikonduktor, atau pancaran elektron
bebas dan ion yang tertinggal di dalam metal (Sarojo, 2011).
Efek fotolistrik membutuhkan foton dengan energi dari beberapa electronvolts
sampai lebih dari 1 MeV unsur yang nomor atomnya tinggi.Studi efek fotolistrik
menyebabkan langkah-langkah penting dalam memahami sifat kuantum cahaya,
elektron dan mempengaruhi pembentukan konsep Dualitas gelombang-
partikel.fenomena di mana cahaya mempengaruhi gerakan muatan listrik termasuk efek
fotokonduktif (juga dikenal sebagai fotokonduktivitas atau photoresistivity ), efek
fotovoltaik , dan efek foto (Giancoli, 1991) .
Menurut teori modern, cahaya merupakan bagian dari spektrum gelombang
elektromagnetik dan juga merupakan sebuah partikel yang memiliki paket energi yang
disebut dengan foton.Oleh karena itu cahaya menganut dualisme gelombang-partikel,
yaitu cahaya dapat berupa gelombang dan juga dapat berupa partikel.Efek fotolistrik
membantu menjelaskan mengenai dualisme ini. Albert Einstein adalah orang yang
menjelaskan mengenai efek ini dan meraih Nobel Prize In Physics pada tahun 1921
(Priyambodo, 2010).
Cahaya merupakan paket energi, maksudnya cahaya yang terdapat di alam
memiliki energi yang besarnya terkuantitas dan merupakan kelipatan dari bilangan
bulat. Energi dari sebuah foton didefinisikan dengan persamaan Planck yaitu:  
E=h . v (2.1)
Dimana h adalah konstanta Planck yang besarnya h = 6,625×10-34 J.s dan v adalah
frekuensi dari foton (cahaya) tersebut (Beiser, 1991).

Gambar 2.1 Efek fotolistrik


(Sumber: Beiser, 1991)
Konsep penting yang dikemukakan Einstein sebagai latar belakang terjadinya
efek fotolistrik adalah bahwa satu elektron menyerap satu kuantum energi. Satu
kuantum energi yang diserap elektron digunakan untuk lepas dari logam dan untuk
bergerak ke pelat logam yang lain. Hal ini dapat dituliskan sebagai:
Energi cahaya = Energi ambang + Energi kinetik maksimum electron
E=ɸ+ EK mak (2.2)
E=h . v (2.3)
h . v=h . v 0+ EK mak (2.4)
EK mak =h . v−h . v 0 (2.5)
Dimana h adalah konstanta planck, v dan v0 adalah frekuensidari foton dan EKmak adalah
energy kinetik maksimum electron (Beiser, 1991).
Prinsip kerja dari efek fotolistrik adalah ketika cahaya menabrak lapisan logam
tertentu, kemudian elektron di dalamnya akan terhempas keluar. Elektron akan
terhempas keluar hanya jika energi dari cahaya lebih besar dari fungsi kerja logam. Pada
efek fotolistrik, diperoleh bahwa banyaknya elektron yang terlepas dari permukaan
logam (katoda) sebanding dengan intensitas cahaya yang menyinari permukaan logam
tersebut.Pada percobaan efek fotolistrik, ada batas frekuensi cahaya terendah yang
menyebabkan elektron di katoda melepaskan diri dari atom.Frekuensi terendah cahaya
yang digunakan agar terjadi peristiwa fotolistrik disebut frekuensi ambang.Oleh karena,
frekuensi cahaya berkaitan erat dengan energi foton, energi terkecil yang digunakan
untuk menghasilkan arus elektron.
Karakteristik efek fotolistrik, yaitu sebagai berikut :
1.      Hanya cahaya yang sesuai yang memiliki frekuensi yang lebih besar dari frekuensi
tertentu saja yang memungkinkan lepasnya elektron dari pelat logam atau
menyebabkan terjadi efek fotolistrik (yang ditandai dengan terdeteksinya arus
listrik pada kawat). Frekuensi tertentu dari cahaya dimana elektron terlepas dari
permukaan logam disebut frekuensi ambang logam.Frekuensi ini berbeda-beda
untuk setiap logam dan merupakan karakteristik dari logam itu.
2.      Ketika cahaya yang digunakan dapat menghasilkan efek fotolistrik, penambahan
intensitas cahaya dibarengi pula dengan pertambahan jumlah elektron yang terlepas
dari pelat logam (yang ditandai dengan arus listrik yang bertambah besar). Tetapi,
Efek fotolistrik tidak terjadi untuk cahaya dengan frekuensi yang lebih kecil dari
frekuensi ambang meskipun intensitas cahaya diperbesar.
3.      Ketika terjadi efek fotolistrik, arus listrik terdeteksi pada rangkaian kawat segera
setelah cahaya yang sesuai disinari pada pelat logam. Ini berarti hampir tidak ada
selang waktu elektron terbebas dari permukaan logam setelah logam disinari
cahaya.
Penerapan Efek Fotolistrik dalam kehidupan sehari-hari, salah satu penerapan efek
fotolistrik dalam kehidupan adalah dalam dunia hiburan.Menggunakan bantuan alat
elektronika saat itu, suara dubbing film direkam dalam bentuk sinyal optik disepanjang
pinggiran keping film. Pada saat film diputar, sinyal ini dibaca kembali melalui proses
efek fotolistrik dan sinyal listriknya diperkuat dengan menggunakan amplifier tabung
sehingga menghasilkan film bersuara (Gautreau,2006).

BAB 3. METODE EKSPERIMEN

Metode eksperimen merupakancara penyajian dengan suatu percobaan atau


sebagai tahapan-tahapan sistematis dalam melakukan eksperimen. Dalam hal ini
terdapat rancangan eksperimen, jenis dan sumber data eksperimen, variable eksperimen
dan skala pengukuran, metode analisis data dan kerangka pemecahan masalah.

3.1 Rancangan Penelitian


Secara garis besar, skema dari rancangan kegiatan eksperimen ditampilkan
dalam bentuk diagram alir yang ditunjukkan pada gambar 3.1:

Identifikasi Permasalahan

Kajian Pustaka

Variabel Penelitian

Kegiatan Eksperimen

Data

Analisis

Kesimpulan

Gambar 3.1 Diagram Alir Rancangan Kegiatan Penelitian.

Langkah awal untuk melakukan eksperimen efek fotolistrik (h/e) dengan


menyusun tabung sumber cahaya merkuri pada power supply tube yaitu melakukan
permasalahan dalam percobaan efek fotolistrik (h/e) dengan tabung sumber cahaya
tersebut. Dilanjutkan dengan melakukan kajian pustaka mengenai cara pengukuran efek
fotolistrik (h/e) pada tabung sumber cahaya yang diukur melalui h/e apparatus. Melalui
kajian pustaka ini, peneliti mengumpulkan dan mendapatkan sumber-sumber data. Selain
itu, dilakukan pula operasional pada variabel-variabel yang akan digunakan untuk
menunjang kegiatan eksperimen yang akan dilakukan. Kemudian akan diperoleh hasil
berupa angka dan grafik yang kemudian dianalisis. Dari hasil analisis tersebut akan
didapatkan kesimpulan berdasarkan eksperimen yang telah dilakukan.

3.2 Jenis dan Sumber Data

Eksperimen yang dilakukan bersifat kuantitatif, dimana data yang diperoleh dari
hasil pengukuran objektif. Data yang akan di ambil berupa data kuantitas yang berupa
nilai potensial penghenti pada setiap spektrum warna yang dihasilkan.

3.3 Definisi Operasional Variabel

Variabel bebas yaitu faktor-faktor yang nantinya akan diukur, dipilih, dan
dimanipulasi oleh peneliti untuk melihat hubungan di antara fenomena atau peristiwa
yang diteliti atau diamati. Variabel bebas dalam Eksperimen Efek Fotolistrik (h/e)
dengan tabung sumber cahaya merkuri adalah cahaya monokromatik yang dihasilkan
oleh sumber cahaya.Variabel terikat yaitu faktor-faktor yang diamati dan diukur oleh
peneliti dalam sebuah penelitian, untuk menentukan ada tidaknya pengaruh dari variabel
bebas.Variabel terikat dalam Eksperimen Efek Fotolistrik (h/e) dengan tabung sumber
cahaya adalah orde pada cahaya monokromatik dari sumber cahaya merkuri.Variabel
kontrol merupakan variabel yang diupayakan untuk dinetralisasi oleh sang peneliti
dalam penelitiannya tersebut. Variabel inilah yang menyebabkan hubungan di antara
variabel bebas dan juga variabel terikat bisa tetap konstan.Variabel kontrol dalam
Eksperimen Efek Fotolistrik (h/e) dengan tabung sumber cahaya adalah besar potensial
penghenti yang ditimbulkan masing-masing pengukuran pada spektrum warna dari
cahaya monokromatik yang menyebabkan hubungan diantara variabel bebas dan
variabel terikat tetap konstan.

3.4 Metode Analisis Data


Analisis data yang digunakan dalam Eksperimen Efek Fotolistrik (h/e) adalah
sebagai berikut :

3.4.1 Tabel Pengamatan


Bagian I
Tabel 3.1 Pengaruh filter transmisi (jumlah foton) terhadap potensial penghenti

Filter ∆ V ( volt )
NO Transmisi Kuning Hjau Biru Ungu
(%) 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1 20
2 40
3 60
4 80
5 100

Bagian II
Pengaruh frekuensi gelombang elektromagnetik terhadap potensial penghenti
Tabel 3.2 Orde I

NO Warna λ (m) F(Hz) ∆ V ( volt )


1 2 3
1 Kuning
2 Hijau
3 Biru
4 Ungu

Tabel 3.3 Orde II

NO Warna λ (m) F(Hz) ∆ V ( volt )


1 2 3
1 Kuning
2 Hijau
3 Biru
4 Ungu

3.4.2 Ralat
Rumus dan ralat yang digunakan pada eksperimen efek fotolistrik (h/e)
diantaranya, yaitu:
y=mx+c
h ∅
∆V = f−
e e
∅ Ʃyi −mƩxiyi
c= =
e N
h NƩxiyi − Ʃxiyi
m= =
e NƩ xi 2−( Ʃxi )2
N
∆ c=∆ m
1

N i=1 √
xi2

1
∆ yN2
∆ m= 1
2 2 2
( NƩ xi −( Ʃxi ) )
N N N

3.4.3
∆ m=
1

N−2
Grafik
(∑
i=1
2
yi −m ∑ xiyi−c ∑ yi
i=1 i=1
)
A. Grafik hubungan antara filter transmisi dengan potensial penghenti
∆ V ( volt )

filter transmisi (%)

B. Grafik hubungan antara frekuensi dengan potensial penghenti


∆ V ( volt )

frekuensi( Hz)

3.5 Kerangka Pemecahan Masalah


3.5.1 Waktu dan Tempat Eksperimen
Eksperimen Efek Fotolistrik (h/e) dilakukan pada hari Senin, tanggal 25
September 2017 pukul 13.00 – 15.00 WIB dan bertempat di Laboratorium
Optoelektronik dan Fisika Modern, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Jember.

3.6 Prosedur Penelitian


3.6.1 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam Eksperimen Efek Fotolistrik (h/e) sebagai
berikut :
1. Sumber cahaya merkuri sebagai sumber foton dengan beberapa panjang
gelombang.
2. h/e apparatus berguna sebagai pembaca dan pengatur spectrum warna yang
dipancarkan dari sumber cahaya.
3. h/e accessory kyt berguna sebagai pengatur spectrum warna sehingga lebih
memperjelas ketajaman warna dari spectrum warna yang akan diamati.
4. Lensa/ grating blazed 500nm berguna sebagai mengoptimalkan untuk mencapai
efisiensi kisi maksimum dalam urutan spectrum warna.
5. Light block sebagai pembendung beberapa spectrum warna dan melewatkan
spektrum warna yang akan diamati.
6. Voltmeter digital digunakan sebagai pengukur besar tegangan listrik baik saat
tegangan listrik mengalir atau saat terjadi stoping potensial.

3.6.2 Tata Laksana Eksperimen


Tata laksana eksperimen yang dilakukan dalam Eksperimen Efek Fotolistrik
(h/e) sesuai dengan gambar berikut :
Gambar 3.2 Susunan Eksperimen Efek Fotolistrik (h/e)
(Sumber : Tim Penyusun, 2017)

3.6.3 Langkah Kerja

Langkah kerja yang digunakan dalam praktikum Eksperimen Efek Fotolistrik


(h/e) sebagai berikut :
1. Disusun rangkaian percobaan seperti pada gambar 3.2.

2. Hidupkan sumber cahaya merkuri, tunggu kira-kira 5 menit sehingga muncul


cahaya,

3. Amati bahwa sumber cahaya merkuri memancarkan lima spektrum

4. Hidupkan h/e apparatus. Atur posisi h/e apparatus sehingga salah satu spektrum
cahaya sumber mengenai bagian tengah jendela fotodioda.

5. Tekan tombol “push to zero” / “discharge” pada panel h/e apparatus untuk
membuang muatan akumulasi pada fotodioda.

6. Untuk uji pertama, aturlah posisi h/e apparatus sehingga salah satu spektrum
cahaya sumber masuk ke dalam fotodioda.
7. Letakkan filter yang anda pilih tepat di depan reflektif h/e apparatus dengan
menempelkan pada komponen holder.

8. Letakkan dan posisikan relative transmission di depan reflektif h/e apparatus (atau
di depan filter jika anda menggunakan filter). Pilih angka 100% intensitas
spektrum ditransmisikan menuju fotodioda. Tekan tombol “discharge” lalu
lepaskan.

9. Catatlah berapa tegangan yang terbaca pada voltmeter.

10. Geserlah relative transmission pada harga yang lebih rendah; 80%, 60%, 40% dan
20%.

11. Ulangi langkah No. 10 dan 11 untuk warna-warna yang lain.

12. Untuk uji kedua, aturlah posisi h/e apparatus sehingga spektrum warna kuning
pada orde satu tepat mengenai jendela fotodioda. Letakkan filter warna kuning di
depanh/e apparatus. Tekan tombol push zero, lalu lepaskan.

13. Catat tegangan output (potensial penghenti).

14. Ulangi langkah No.13 dan 14 untuk setiap warna spektrum yang ada. Jangan lupa
gunakanlah filter warna hijau ketika anda mulai mengukur spektrum cahaya
hijau. Lakukan pengukuran secara berurutan dari gelombang panjang ke
gelombang pendek (kuning ke ultraviolet).

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL

Hasil yang diperoleh dari Eksperimen Efek Fotolistrik (h/e) adalah sebagai
berikut :
4.1.1 Tabel Hasil

Tabel 4.1 Pengaruh filter transmisi (jumlah foton) terhadap potensial penghenti

Filter ∆ V ( volt )
NO Transmis Kuning Hjau Biru Ungu
i (%)
1 20 0,430 0,493 0,673 0,643
2 40 0,517 0,567 0,773 0,720
3 60 0,573 0,620 0,843 0,780
4 80 0,623 0,657 0,897 0,813
5 100 0,6760 0,690 0,937 0,843

ΔV (V olt) ΔV
No Warna λ (m) f (Hz) rata-
1 2 3 rata
0,00000057 5,18672E+1
1 Kuning 8 4 0,8 0,8 0,8 0,800
5,48996E+1
2 Hijau 5,46074E-07 4 0,81 0,81 0,81 0,810
6,87858E+1
3 Biru 4,35835E-07 4 0,94 0,94 0,94 0,940
7,40858E+1
4 Ungu 4,04656E-07 4 1,09 1,09 1,09 1,090
Tabel 4.2 Pengaruh frekuensi gelombang elektromagnetik terhadap potensial penghenti
pada orde I

Tabel 4.3 Pengaruh frekuensi gelombang elektromagnetik terhadap potensial penghenti


pada orde II

ΔV (V olt) V
No Warna λ (m) f (Hz) rata-
1 2 3 rata
0,00000057 5,18672E+1
1 Kuning 8 4 0,73 0,73 0,73 0,730
5,48996E+1
2 Hijau 5,46074E-07 4 0,73 0,73 0,73 0,730
6,87858E+1
3 Biru 4,35835E-07 4 0,83 0,83 0,83 0,830
7,40858E+1
4 Ungu 4,04656E-07 4 0,85 0,85 0,85 0,850

Tabel 4.4 Ralat Grafik Orde I

x y x2 y2 x.y
5,18672E+14 0,8 2,69021E+29 0,64 4,14938E+14
Error
5,48996E+14 0,81 3,01397E+29 0,6561 4,44687E+14
Grapgh
6,87858E+14 1,09 4,73149E+29 1,1881 7,49765E+14
7,40858E+14 0,94 5,48871E+29 0,8836 6,96407E+14
∑ 2,49638E+15 3,64 1,59244E+30 3,3678 2,3058E+15

m c Δy Δm Δc φ (eV.s) h(eV.s)

- -
5,01941E 6,4748E 6,17657E 4,86655E
30,4159435 8,92311E+14 8,03106E
-14 -15 -15 -18
2 -33

Tabel 4.5 Ralat Grafik Orde II

x y x2 y2 x.y
5,18672E+14 0,73 2,69021E+29 0,5329 3,78631E+14
Error
5,48996E+14 0,73 3,01397E+29 0,5329 4,00767E+14
Grapgh
6,87858E+14 0,85 4,73149E+29 0,7225 5,84679E+14
7,40858E+14 0,83 5,48871E+29 0,6889 6,14912E+14
∑ 2,49638E+15 3,14 1,59244E+30 2,4772 1,97899E+15

m c Δy Δm Δc φ (eV.s) h(eV.s)

- - - - -
4,308E-
26,1010287 8,92311E+14 3,519E 3,11765E 6,89279E- 6,89279E
14
1 -46 -46 33 -33

4.1.2 Grafik
A. Grafik potensial penghenti pada orde I

ΔV rata-rata (volt) Potensial Penghenti Pada Orde 1


1.200
1.000
0.800
0.600
0.400
0.200
0.000

Frekuensi (Hz)

B. Grafik potensial penghenti pada orde II

Potensial Penghenti Pada Orde 2


ΔV rata-rata (volt)

0.860
0.840
0.820
0.800
0.780
0.760
0.740
0.720
0.700
0.680
0.660

Frekuensi (Hz)

C. Grafik pengaruh filter transmisi (jumlah foton) terhadap potensial penghenti


Pengaruh Filter Transmisi (Jumlah Foton) terhadap
Potensial Penghenti (ΔV)
1.000

0.800
ΔV (volt)

kuning
0.600
hijau
0.400 biru
ungu
0.200

0.000
10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110

Filter Transmisi (%)

4.2 PEMBAHASAN

Percobaan yang dilakukan pada eksperimen efek fotolistrik (h/e) menunjukkan


bahwa cahaya polikromatik yaitu cahaya yang terdiri dari beberapa spektrum warna
cahaya yang memiliki frekuensi dan panjang gelombang yang berfariasi, mengalami
perubahan menjadi cahaya monokromatik yang terdiri dari satu spektrum warna cahaya
saja. Cahaya monokromatik yang terpancang memiliki panjang gelombang dan
frekuensi yang berfariasi tergantung jenis warna dari spektrum cahayanya. Spektrum
cahaya yang tampak ditinjau pengaruhnya terhadap energi foton yang mengenai suatu
elektron pada material logam yang mempengaruhi terjadinya muatan baru yaitu beda
potensial yang dipengaruhi oleh pelepasan beberapa elektron pada logam.

Pengaruh filter transmisi (jumlah foton) terhadap potensial penghenti pada


percobaan pertama menggunakan beberapa warna dari spektrum cahaya diantaranya
yaitu warna kuning, hijau, biru, dan ungu.besar harga filter transmisi yang digunakan
berfariasi, mulai dari 20%,40%,60%,80% dan 100%. Hasil yang diperoleh
menunjukkan bahwa semakin besar fariasi transmisi yang digunakan mempengaruhi
besar dari potensial penghenti pada masing- masing warna cahaya. Perbandingan nialai
potensial penghenti pada penggunaan filter transmisi bergantung juga pada warna dari
spektrum cahayanya, yaitu warna kuning memiliki nilai potensial penghenti lebih kecil
dari warna hijau, hijau, ungu dan biru dengan kakta lain semakin menuju warna biru
pengaruh filter transmisi terhadap potensial penghenti seemakin besar.

Pengaruh frekuensi terhadap potensial penghenti, ditinjau dari spektrum cahaya


yang mempengaruhi. Dari percobaan yang dilakukan menujukkan masing-masing
spektrum warna pada cahaya memiliki panjang gelombang dan frekuensinya masing-
masing. Semakain besar frekuensi dari spektrum cahaya maka nilai potensial
penghentinya semakin besar, namun pada spektrum warna biru frekuensinya masih
berbanding tipis yakni lebih kecil dari pada frekuensi pada spektrum warna ungu. Untuk
besar nilai beda potensial pada warna biru memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan
dari warna ungu, hijau dan kuning yang memiliki nilai potensial penghenti yang relatif
kecil. Potensial penghenti pada spektrum warna cahaya yang terdapat pada orde 1 lebih
besar dari pada spektrum warna cahaya yang terdapat pada orde dua. Semakin besar
intensitas cahaya yang mempengaruhi maka semakin besar pula energi potensial yang
akan ditimbulkan begtitupun sebaliknya.

Perbandingan nilai ketetapan planck (h) pada referensi dan percobaan


menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh melalui percobaan dibandingkan dengan hasil
yang diperoleh dari referensi relatif berbanding sama. Hasil percobaan menunjukkan
bahwa pada spektrum cahaya masing-masing memiliki besar frekuensi dan panjang
gelombang yang berbeda. Semakin besar nilai frekuensi dari spektrum warna cahaya
maka panjang gelombangnya berbanding terbalik yaitu semakin kecil. Hal ini menjadi
faktor besaran energi, pootensial penghenti yang nantinya akan ditimbulkan.

BAB 5. PENUTUP

5.1 KEIMPULAN
Kesimpulan dari eksperimen efek fotolistrik (h/e) ini diantaranya:

1. Pengaruh filter transmisi (jumlah foton) terhadap potensial penghenti


menunjukkan bahwa semakin besar fariasi transmisi yang digunakan
mempengaruhi besar dari potensial penghenti pada masing- masing warna
cahaya. Perbandingan nialai potensial penghenti pada penggunaan filter
transmisi bergantung juga pada warna dari spektrum cahayanya.
2. Pengaruh frekuensi terhadap potensial penghenti ditinjau dari spektrum cahaya
yang mempengaruhi, semakain besar frekuensi dari spektrum cahaya maka nilai
potensial penghentinya semakin besar.
3. Perbandingan nilai ketetapan planck (h) pada referensi dan percobaan
menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh melalui percobaan dibandingkan
dengan hasil yang diperoleh dari referensi relatif berbanding sama.

5.2 SARAN

Pada pelaksanaan eksperimen efek fotolistrik diharapkan agar praktikan bisa


memastikan dengan benar tidak ada sumber cahaya lain yang mempengaruhi pada saat
penelitian terkecuali dari sumber cahaya merkuri. Diharapkan untuk eksperimen efek
fotolistrik (h/e) selanjutnya prakltikan dapat menyertakan penggunaan filter warna
kuning dan hijau agar dapat memastikan besar perbandingan potensial penghenti pada
saat menggunakan filter dan yang tidak menggunakan filter warna kuning dan hijau,
karena pada percobaan yang telah dilakukan ini tidak menyertakan penggunaan filter
warna kuning dan hijau.

DAFTAR PUSTAKA

Beiser, Arthur.1991. Konsep Fisika Modern Edisi Ketiga. Jakarta : Erlangga.


Giancoli,Douglas C. 1991. Physics Third Edition.New Jersey: Prentice Hall.

Gautreau, Ronald dan William Savin.2006. Fisika Modern Edisi Kedua.Jakarta: Erlangga.

Priyambodo, Tri Kuntoro. 2010.Fisika Dasar. Yogyakarta : ANDI.

Sarojo, Ganijanti Aby.2011.Gelombang Dan Optika. Jakarta : Salemba Teknika.

Tim Penyusun buku praktikum eksperimen fisika 1.2017.Buku Panduan Praktikum

Eksperimenn Fisika 1. Jember : FMIPA.