Anda di halaman 1dari 11

SAP (SATUAN ACARA PENYULUHAN)

KEPERAWATAN ANAK 1

Dosen: Ns. Eka Santi,. M.Kep

Disusun oleh :

Sri Erna Kristanti


1810913120004

Program Studi Ilmu Keperawatan


Fakultas Kedokteran
Universitas Lambung Mangkurat
Banjarbaru
2020
LEMBAR PENGESAHAN

Banjarbaru, 15 Februari 2020

Dosen

Ns. Eka Santi,. M.Kep


Satuan AcaraPenyuluhan (SAP)
Keperawatan Anak 1
Pendidikan Kesehatan Pada Anak
Dengan Berbagai Gangguan Kesehatan
Pada Infant sampai dengan Remaja

A. Topik : Penyakit Digestif


B. Sub Topik : Diare pada anak
C. Tujuan Penyuluhan :
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan selama 15 menit diharapkan peserta penyuluhan
mampu memahami tentang tanda gejala,penyebab, penanganan, dan
pencegahan diare pada anak.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 15 menit diharapkan peserta penyuluhan
dapat:
a. Mengetahui pengertian diare pada anak
b. Mengetahui penyebab diare pada anak
c. Mengetahui tanda dan gejala klinis diare pada anak
d. Mengetahuin pencegahan primer diare pada anak
D. Metode
1. Penyuluhan
2. Ceramah
3. Diskusi (Tanya jawab)
E. Tempat Pelaksanaan
Waktu : 15 menit
Hari/Tanggal : jum’at 8 Mei 2020
Tempat : Puskesmas guntung manggis Banjarbaru
Sasaran : ibu- ibu yang memiliki anak
Metode : Ceramah dan diskusi (tanya jawab)
Media : Leafleat
Anggota Penyuluhan
1. Moderator : Rahmah
2. Penyaji materi : Sri Erna Kristanti

3. Observer : Nurhana Khofifah


4. Fasilitator : Robiatul Adawiyah
Sri Erna Kristanti
Rifka Adelina
Erna Aulian.R
Zakianor Isnarawati
Akbar Muhammad Ilham

F. Setting Tempat

Keterangan :
: Pemateri
: Moderator
: Peserta
: Fasilitator
: Observer

G. Strategi Pelaksaan
Kegiatan Kegiatan penyuluhan Kegiatan peserta Metode Media Waktu
Pembukaan 1. Memberi salam. 1. Menjawab salam Ceramah 3
2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan dan Menit
3. Menyampaikan 3. Mendengarkan tanya
kontrak waktu dan 4. Menjawab jawab
tempat penyuluhan. 5. Mendengarkan
4. Menanyakan
persejutuan peserta.
5. Menyampaikan TIU
dan TIK
Pelaksanaan 1. Memberi stimulus 1. Mendengarkan Ceramah leafleat 7
pada peserta dengan 2. Menjawab dan Menit
menjelaskan tentang 3. Mendengarkan tanya
diare pada anak 4. Mendengarkan jawab
2. Menanyakan 5. Mendengarkan
pengertian diare pada 6. Mendengarkan
anak
3. Menjelaskan
penyebab diare pada
anak
4. Menjelaskan apa
saja tanda dan gejala
klinis diare pada anak

5. Menjelaskan
pencegahan primer
pada anak diare
Penutupan 1. Memberi kesempatan 1. Bertanya Tanya 5
peserta untuk 2. Menjawab jawab menit
bertanya 3. Menerima
2. Menanyakan kepada 4. Menjawab
peserta mengenai
pengertian dan
pencegahan diare
pada anak
3. memberikan hadiah
kepada peserta yang
bisa menjawb
pertanyaan
4. Mengucapkan salam
penutup
H. Materi Penyuluhan (Terlampir)
H. Evaluasi
1. Evaluasi Struktural
a) Peserta penyuluhan siap di tempat 10 menit sebelum penyuluhan
b) Tempat pelaksanaan siap 40 menit sebelum penyuluhan
c) Anggota penyuluhan siap 40 menit sebelum penyuluhan
d) Media penyuluhan siap 40 menit sebelum penyuluhan
2. Evaluasi Proses
a) Peserta
 Peserta aktif dalam melaksanakan tanya jawab 1 pertanyaan.
 Kehadiran peserta diharapkan 80% dilihat dari jumlah peserta pada
sasaran SAP dan tidak ada peserta yang meninggalkan tempat
penyuluhan selama kegiatan berlangsung.
 Peserta diharapkan dapat memahami materi yang telah disampaikan
oleh pemateri.
 Peserta diharapkan dapat menerapkan apa yang disampaikan oleh
pemateri dalam kehidupan sehari-hari.
b) Penyaji
 Penyaji menyampaikan materi sesuai dengan leaflet
 Penyaji memahami apa yang disampaikan.
 Penyaji menyampaian materi dengan menarik.
c) Fasilitator
 Fasilitator menegur peserta yang sedang berdiskusi dengan peserta
lain.
 Fasilitator menjaga kegiatan penyuluhan tetap kondusif.
 Fasilitator mendorong peserta untuk selalu aktif selama proses
kegiatan penyuluhan.
 Mengatur tempat duduk peserta sebelum penyuluhan.
d) Observer
 Observer mengingatkan waktu pada penyaji.
 Menilai kognitif, afektif dan psikomotorik peserta
 Menilai berapa persen kemampuan tiap peserta
 Mengobservasi pembuatan SAP seperti kelengkapan, kelancaran,
deadline sampai penyuluhan selesai.
e) Selama proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara penyuluh
dengan sasaran.
3. Evaluasi Hasil
a) Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
b) Peningkatan pemahaman peserta penyuluhan tentang materi penyuluhan
yaitu peserta dapat menjawab pertanyaan yang diajukan pemateri.

I. REFERENSI

1. Sodikin. 2011. Asuhan Keperawatan : Gangguan Sistem Gastrointestinal dan


Hepatobilier. Jakarta : EGC
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Pengertian

Menurut WHO (1999) secara klinis diare didefinisikan sebagai


bertambahnya defekasi (buang air besar) lebih dari biasanya/lebih dari tiga kali sehari,
disertai dengan perubahan konsisten tinja (menjadi cair) dengan atau tanpa darah.
Secara klinik dibedakan tiga macam sindroma diare yaitu diare cair akut, disentri, dan
diare persisten.

Sedangkan menurut menurut Depkes RI (2005), diare adalah suatu


penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, yang
melembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar biasanya tiga
kali atau lebih dalam sehari .

Diare dibagi menjadi 2 yaitu :

1. Diare akut, yaitu diare yang berlangsung kurang dari 14 hari.

2. Diare Kronik, yaitu diare yang berlangsung lebih dari 14 hari dengan kehilangan
berat badan atau berat badan tidak bertambah (failure to thrive) selama masa diare
tersebut.
B. Penyebab Diare

Diare bukanlah penyakit yang datang dengan sendirinya. Biasanya ada


yang menjadi pemicu terjadinya diare. Secara umum, berikut ini beberapa penyebab
diare, yaitu:

1. Infeksi oleh bakteri, virus atau parasit.

2. Alergi terhadap makanan atau obat tertentu.

3. Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: Campak,
Infeksi telinga, Infeksi tenggorokan, Malaria, dll.

4. Makanan seperti makanan yang tercecer,basi, beracun, terlalu banyak lemak,


mentah ( sayuran ) dan kurang matang

C. Tanda dan Gejala Klinis

a. Buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan,

b. dehidrasi

c. mual dan muntah

d. gejala lainnya yang dapat timbul antara lain pegal pada pungggung,dan perut sering
berbunyi.

D. Pencegahan Primer

Upaya pencegahan primer dilakukan untuk mencegah agar mikroorganisme


penyebab diare bisa tidak menyerang tubuh kita, yaitu dengan:
a. Gunakanlah air bersih untuk minum, mandi, cuci dan kakus. Sebelum air di
konsumsi harus di masak terlebih dahulu. Karena orang yang menggunakan air yang
kotor akan meningkatkan resiko terkena diare.

b. Tempat Pembuangan Tinja yang bersih dan tertutup.

c. Makan makanan yang bersih dan bergizi.

d. Pemberian Air Susu Ibu harus mencapai 6 bulan usia bayi, dan jangan terlalu sering
menggunakan botol untuk pemberian susu kepada bayi.

e. Menanamkan cuci tangan terutama sesudah buang air besar, sesudah membuang
tinja anak, sebelum menyiapkan makanan, sebelum menyuapi makanan anak dan
sebelum makan.

f. Berikanlah imunisasi campak untuk pencegahan campak, karena campak biasanya


beriringan dengan diare.