Anda di halaman 1dari 4

DISKUSI 6

TUGAS AKHIR PROGRAM


Andini Ghina Dhiaulhaq – NIM 031291084

1.
a. Sumber rekrutmen yang digunakan adalah sumber internal yaitu berasal dari
karyawan-karyawan lama atau sudah bekerja di perusahaan. Keputusan ini
didasarkan pada orang-orang lama terbukti mempunyai loyalitas yang tinggi yang
telah mendukung perusahaan selama ini sehingga mereka layak untuk
mendapatkan posisi yang lebih baik. Selain itu, apabila menggunakan orang-
orang baru maka akan memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Hal tersebut tercermin pada bagian paragraf “…..Menurut Manajer HRD, akan
lebih menguntungkan bagi perusahaan jika mencari orang-orang lama yang
berkompetensi baik untuk menempati jabatan supervisor pada lini mesin yang
baru…”
b. Metode rekrutmen yang digunakan adalah metode seleksi dimana karyawan akan
dinilai dan dianalisis sebelum menempati posisi baru sebagai group leader dan
supervisor. Poin yang menjadi perhatian dalam proses seleksi adalah komitmen,
kedisiplinan, dan masa kerja karyawan.
Hal tersebut tercermin pada bagian paragraf “…Orang-orang lama ini akan
dianalisis dan dievaluasi untuk menilai kemampuan mereka menempati posisi
baru. Untuk penempatan posisi tersebut, perusahaan akan menilai karyawan
yang sudah ada saat ini yang menempati posisi group leader, yaitu satu posisi
di bawah supervisor, untuk dipilih sebagai supervisor lini mesin baru. Seleksi
awal yang akan dilakukan adalah menilai komitmen, kedisiplinan, dan masa
kerja karyawan…”
c. Ketika seorang group leader promosi menjadi supervisor dan mendapat kenaikan
upah, maka perusahaan telah menerapkan sistem upah yang adil. Seorang
supervisor dituntut untuk memiliki pengetahuan, keahlian, dan pengalaman yang
lebih daripada group leader. Seorang supervisor juga memiliki tanggung jawab
yang lebih besar, sehingga wajar tingkat upahnya lebih tinggi dibanding
karyawan pada jabatan di bawahnya.
Hal tersebut tercermin pada bagian paragraf “….Dalam pemberian upah tenaga
supervisor yang baru tersebut, perusahaan akan mengutamakan pada
keadilan pengupahan dengan melihat struktur upah saat ini di dalam
perusahaan. Untuk pengangkatan seorang group leader menjadi supervisor,
tingkat upah yang akan diberikan akan disesuaikan dengan tingkat upah
supervisor yang lebih tinggi daripada group leader….”

2. Metode Payback Period mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk
mengembalikan investasi semula, melalui proceed yang dihasilkan dalam setiap
periode. Oleh karena itu metode ini sering disebut metode yang paling sederhana,
karena tidak memperhitungkan konsep nilai waktu uang (time value of money),
sehingga cash flows tidak dikaitkan dengan discount rate tertentu.
a. Mesin merk ‘Konoko’
Investasi : Rp 10.000.000.000
Kas Bersih per Tahun : Rp 2.300.000.000
Tahun Net Cashflow Kumulatif
1 2.300.000.000 2.300.000.000
2 2.300.000.000 4.600.000.000
3 2.300.000.000 6.900.000.000
4 2.300.000.000 9.200.000.000
5 2.300.000.000 11.500.000.000
Dari data di atas, Payback Period dapat dihitung:

(10.000.000.000−9.200.000.000)
PBP = 4 tahun + ( x 12 bulan)
2.300.000.000
= 4 tahun + 4,17 bulan
= 4 tahun 5 bulan (pembulatan ke atas)

b. Mesin merk ‘JungSan’


Investasi : Rp 8.000.000.000
Kas Bersih per Tahun : Rp 2.100.000.000
Tahun Net Cashflow Kumulatif
1 2.100.000.000 2.100.000.000
2 2.100.000.000 4.200.000.000
3 2.100.000.000 6.300.000.000
4 2.100.000.000 8.400.000.000
5 2.100.000.000 10.500.000.000
Dari data di atas, Payback Period dapat dihitung:

(8.000.000.000−6.300.000.000)
PBP = 3 tahun + ( 2.100.000.000
x 12 bulan)
= 3 tahun + 9,71 bulan
= 3 tahun 10 bulan (pembulatan ke atas)

Berdasarkan perhitungan dengan metode payback period di atas, maka mesin yang
paling menguntungkan bagi perusahaan adalah mesin merk ‘JungSan’ dari Cina.
Hal ini dikarenakan periode pengembalian investasinya yang lebih cepat yaitu 3
tahun 10 bulan.

3.
a. Produk handphone tipe T170 berada pada tahap pertumbuhan yang ditandai
dengan peningkatan penjualan dan pesaing-pesaing yang mulai memasuki pasar
karena tertarik dengan peluang bisnis dan peluang laba yang ada.
Hal tersebut tercermin pada bagian paragraf “….Sejak diluncurkan satu tahun
lalu, handphone ini berada pada tahap daur hidup yang ditandai oleh tingkat
penjualan yang terus mengalami kenaikan. Namun demikian, pesaing-
pesaing baru sudah mulai memasuki pasar dengan meluncurkan handphone
yang hampir sama dengan T170 dikarenakan tertarik dengan peluang bisnis dan
laba yang dihasilkan….”
b. Saat produk berada pada tahap pertumbuhan, perusahaan dapat menggunakan
strategi pemasaran yang meliputi:
• Meningkatkan kualitas produk
• Mencari segmen pasar baru
• Mencari saluran distribusi baru
• Mengadakan iklan agar konsumen tetap memilih produk T170 dibanding
produk pesaing

4. Dalam ranah manajemen operasi, pemilihan lokasi dimaksudkan untuk pemilihan


lokasi fasilitas yang dapat berupa pemilihan lokasi pabrik, pemilihan lokasi gudang,
atau pemilihan lokasi untuk perusahaan jasa (toko, konsultan, dokter, dll).
Pemilihan lokasi dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu:
a. Pemilihan lokasi dengan penilaian kuantitatif faktor lokasi
Pemilihan lokasi dengan cara ini dilakukan dengan memperhitungkan faktor-
faktor yang mempengaruhi lokasi, misalnya pasar, sumber material atau bahan
baku, ketersediaan tenaga kerja, tersedianya sumber tenaga atau pembangkit
listrik, transportasi, dll.
b. Pemilihan lokasi berdasarkan analisis biaya
Pemilihan lokasi berdasarkan analisis biaya dilakukan dengan
mempertimbangkan biaya tetap dan biaya variabel. Lokasi yang dipilih
ditentukan berdasarkan biaya yang paling murah.
Pada contoh kasus PT. Jaya Cellindo, perusahaan melakukan pemilihan lokasi berdasarkan
analisis biaya yang mempertimbangkan biaya tetap dan biaya variabel. Rumus yang
digunakan adalah

Total biaya = biaya tetap + (kapasitas/jumlah unit produk x biaya variabel)

Sehingga perhitungannya adalah sebagai berikut:


Diketahui

Nama Kota Biaya tetap/tahun Biaya variabel/unit

Bekasi Rp60.000.000,- Rp250.000,-

Medan Rp70.000.000,- Rp250.000,-

Surabaya Rp40.000.000,- Rp270.000,-

Bogor Rp45.000.000,- Rp260.000,-


a. Bekasi
TC = 60.000.000 + (12.000 x 250.000)
= 3.060.000.000
b. Medan
TC = 70.000.000 + (12.000 x 250.000)
= 3.070.000.000
c. Surabaya
TC = 40.000.000 + (12.000 x 270.000)
= 3.280.000.000
d. Bogor
TC = 45.000.000 + (12.000 x 260.000)
= 3.165.000.000

Berdasarkan perhitungan dengan mempertimbangkan biaya tetap dan biaya variabel


di atas, maka lokasi yang sebaiknya dipilih oleh perusahaan untuk mendirikan pabrik
adalah di Bekasi. Hal ini dikarenakan total biaya yang dikeluarkan lebih rendah,
yaitu Rp 3.060.000.000.