Anda di halaman 1dari 4

UNDANG-UNDANG No.

16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian,


Perikanan, Dan Kehutanan

Pasal 31
(1) Untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan penyuluhan dan kinerja penyuluh,
diperlukan sarana dan prasarana yang memadai agar penyuluhan dapat
diselenggarakan dengan efektif dan efisien.
(2) Pemerintah, pemerintah daerah, kelembagaan penyuluhan swasta, dan kelembagaan
penyuluhan swadaya menyediakan sarana dan prasarana penyuluhan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1).
(3) Penyuluh PNS, penyuluh swasta, dan penyuluh swadaya dapat memanfaatkan sarana
dan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (2).
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pemanfaatan sarana dan prasarana diatur dengan
peraturan menteri, gubernur, atau bupati/walikota.

Pasal 32
(1) Untuk menyelenggarakan penyuluhan yang efektif dan efisien diperlukan tersedianya
pembiayaan yang memadai untuk memenuhi biaya penyuluhan.
(2) Sumber pembiayaan untuk penyuluhan disediakan melalui APBN, APBD baik
provinsi maupun kabupaten/kota, baik secara sektoral maupun lintas sektoral,
maupun sumbersumber lain yang sah dan tidak mengikat.
(3) Pembiayaan penyuluhan yang berkaitan dengan tunjangan jabatan fungsional dan
profesi, biaya operasional penyuluh PNS, serta sarana dan prasarana bersumber dari
APBN, sedangkan pembiayaan penyelenggaraan penyuluhan di provinsi, kabupaten/kota,
kecamatan, dan desa bersumber dari APBD yang jumlah dan alokasinya disesuaikan
dengan programa penyuluhan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Pembiayaan,


Pembinaan, Dan Pengawasan Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Dan Kehutanan

Pasal 3
(1) Menteri, gubernur, atau bupati/walikota mengalokasikan anggaran pembiayaan
penyuluhan berdasarkan tugas dan kewenangannya sesuai kemampuan keuangan masing-
masing.

Pasal 4
(1) Pembiayaan penyelenggaraan penyuluhan meliputi:
a. biaya operasional kelembagaan penyuluhan;
b. biaya operasional penyuluh PNS;
c. biaya pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana; dan
d. biaya tunjangan profesi bagi penyuluh yang telah memenuhi syarat kompetensi dan
melakukan penyuluhan.
Pasal 8
Biaya pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 4 ayat (1) huruf
c, dialokasikan untuk melaksanakan kegiatan:
a. pembangunan kantor penyuluhan;
b. pembelian peralatan kantor;
c. pembelian alat bantu penyuluhan;
d. pembelian kendaraan dinas operasional penyuluh; dan
e. pengadaan unit percontohan dan perlengkapan penunjang.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2015 Tentang Kementerian


Pertanian

Pasal 4
Kementerian Pertanian terdiri atas:
a. Sekretariat Jenderal;
b. Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian;
c. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan;
d. Direktorat Jenderal Hortikultura;
e. Direktorat Jenderal Perkebunan;
f. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan;
g. Inspektorat Jenderal;
h. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian;
i. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian;
j. ………………………..

penjabaran lebih lanjut tentang Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Pertanian diatur dalam pasal 29 - 31;

Pasal 53
Segala pendanaan yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian
Pertanian dibebankan
kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor:


43/Permentan/OT.010/8/2015 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian
Pertanian

Pasal 4
Kementerian Pertanian terdiri atas:
a. Sekretariat Jenderal;
b. Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian;
c. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan;
d. Direktorat Jenderal Hortikultura;
e. Direktorat Jenderal Perkebunan;
f. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan;
g. Inspektorat Jenderal;
h. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian;
i. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian;
j. ……………….

Kedudukan, Tugas, dan Fungsi diatur dalam pasal 933 – 1004

Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 51/Permentan/OT.140/12/2009 Tentang


Pedoman Standar Minimal Dan Pemanfaatan Sarana Dan Prasarana Penyuluhan
Pertanian

Dalam Lampiran bagian II. STANDAR MINIMAL SARANA DAN PRASARANA PENYULUHAN
PERTANIAN PUSAT

1. Sarana
a. Pusat Informasi
(1). Perlengkapan Komputer + Modem + LAN (local areal
network);
(2). Display;
(3). Kamera digital;
(4). Handycam;
(5). Telepon + Mesin fax.

b. Alat Bantu Penyuluhan Pertanian


(1). Overhead projector;
(2). LCD projector;
(3). Sound system (wireless, megaphone, microfone);
7 2009, No.488
(4). TV, VCD/DVD, tape recorder;
(5). Whiteboard/panelboard.

c. Peralatan Administrasi
(1). Komputer + printer + power supply;
(2). Kalkulator;
(3). Rak Buku.

d. Alat Transportasi
(1). Kendaraan operasional roda dua;
(2). Kendaraan operasional roda empat;
(3). Mobil unit penyuluhan pertanian;

e. Buku dan Hasil Publikasi

f. Mebeulair
(1). Meja + kursi kerja;
(2). Meja + kursi rapat;
(3). Meja + kursi perpustakaan;
(4). Rak buku perpustakaan;
(5). Lemari Buku + Arsip;

2. Prasarana Perkantoran

VI. PEMANFAATAN SARANA PRASARANA

1. Sarana
a. Pusat Informasi dimanfaatkan untuk mengakses informasi berkaitan
dengan hasil-hasil penelitian, menyediakan database penyuluhan
pertanian dan tempat melakukan kegiatan penyuluhan.
b. Alat bantu penyuluhan dimanfaatkan untuk melakukan proses
pembelajaran dalam rangka pelaksanaan kegiatan penyuluhan.
c. Peralatan Administrasi dimanfaatkan untuk kegiatan surat-menyurat,
dalam rangka pelaksanaan kegiatan penyuluhan.
d. Alat transportasi dimanfaatkan untuk memperlancar operasionalisasi
kegiatan penyuluhan.
e. Buku dan Hasil Publikasi dimanfaatkan untuk meningkatkan
kompetensi dan kinerja penyuluh pertanian antara lain dalam
penyusunan materi penyuluhan.
f. Mebeulair dimanfaatkan untuk menyelenggarakan dan melaksanakan
kegiatan penyuluhan pertanian.

2. Prasarana
a. Ruangan dimanfaatkan untuk melaksanakan aktivitas dalam
penyelenggaraan dan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian.
b. Lahan percontohan dimanfaatkan untuk melakukan budidaya
tanaman/ternak dalam penerapan teknologi baru.
c. Rumah dinas dimanfaatkan untuk tempat tinggal pimpinan
kelembagaan penyuluhan.
d. Sumber Air bersih dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan
penyelenggaraan dan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian
e. Penerangan (PLN/genset) dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan
penyelenggaraan dan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian.