Anda di halaman 1dari 10

bab 27 : KECURANGAN karyawan dan manajemen

BAB 27 : KECURANGAN KARYAWAN DAN MANAJEMEN


Mata kuliah : Internal Audit

Kecurangan manajemen dan karyawan


Kecurangan adalah sebuah representasi yang salah atau
penyembunyian fakta-fakta yang material untuk mempengaruhi seseorang
agar mau ambil bagian dalam suatu hal yang berharga untuk memperoleh
nilai yang bersifat material untuk individu/kelompok.
Kecurangan tidak termasuk pencurian oleh karyawan, pemerasan,
ataupun .konversi penggunaan secara pribadi aktiva-aktiva yang berada di
bawah pengawasan si pelaku kejahatan. Institute of Internal Auditors (IIA)
menyebutkan kecurangan adalah meliputi serangkaian tindakan-tindakan
tidak wajar dan ilegal yang sengaja dilakukan untuk menipu. Tindakan
tersebut dapat dilakukan untuk keuntungan ataupun kerugian organisasi dan
oleh orang-orang di luar maupun di dalam organisasi.
Standard professional praktek audit internal oleh IIA, menyatakan
bahwa kecurangan mencakup pandangan secara umum. Auditor internal
harusmemikirkan hal yang terjadi sebagai kemungkinan kesalahan dan harus
melihatsetiap bukti atas aktivitas yang tidak tepat atau ilegal di dalam audit.
Mengakui bahwa mungkin sulit untuk mendeteksi kecurangan,
standard IIA 2004 1210.A2 yang direvisi menyatakan bahwa : “auditor
internal harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengidentifikasi
indicator kecurangan tetapi tidak diharapkan untuk memiliki ahli yang
memiliki tanggung jawab utama dalam mendeteksi dan menginvestigasi
kecurangan”. Dalam melaksanakan tanggung jawab ini, auditor internal
harus menentukanmisalnya, apakah :
 Lingkungan organisasi mendorong kesadaran pengendalian dan
sasaran sertatujuan realistis perusahaan telah ditentukan

 Kebijakan tertulis yang ada menjelaskan aktivitas yang dilarang dan


tindakanyang diperlukan ketika pelanggaran ditemukan.

 Kebijakan otoriasi yang tepat untuk transaksi telah dibangun


dandikembangkan
Hastutie Noor Andriati., SE., M.Si., Ak., CA 2020

 Kebijakan, praktek, prosedur, laporan dan mekanisme lain


dikembangkanuntuk memonitor aktivitas dan menjaga asset terutama
pada area yang beresiko tinggi.

 Sumber komunikasi memberikan informasi yang cukup dan


dapatdipercayakepada manajemen

 Rekomendasi perlu dibuat untuk pembentukan dan peningkatan


pengendalian biaya efektif untuk mencegah kecurangan
Kecurangan Manajemen
Kecurangan Manajemen dapat ditemukan pada tempat di mana para
manajer memiliki kesempatan dan kebutuhan untuk meningkatkan dompet
mereka, status mereka, atau ego mereka melalui kecurangan. Kesempatan
terutama terletak pada posisi manajer yang dipercayai dalam organisasi.
Kecurangan manajemen membutuhkan pertimbangan khusus.
Kecurangan manajemen terdiri atas seluruh bentuk kecurangan yang
dipraktikkan oleh para manajer untuk mengungtungkan diri sendiri dan
merugikan perusahaan. Manajemen sebagai orang yang berada diposisi yang
memiliki kekuatan dan kepercayaan, jika melakukan kecurangan, seringkali
kasusnya jarang dibicarakan bahkan ada kesan ditutupi untuk menghindari
dampak merugikan dari publisitas yang buruk.
Alasan di Balik Kecurangan Manajemen Tekanan-tekanan yang
berbeda mendorong manajer melakukan kecurangan. Tekanan-tekanan ini
dapat berupa internal maupun eksternal. Seorang manajer mungkin memiliki
dorongan di dalam dirinya untuk mengalahkan para manajer yang lain, untuk
melebihi kinerja yang telah ditampilkan di tahun fiskal sebelumnya, untuk
mengalahkan pesaing dalam promosi yang didambakan, atau untuk
menerima bonus insentif yang lebih besar. Alasan dan ketamakan ditetapkan
dapat berada di luar kapasitas dari manajer tersebut untuk mencapainya.
Tiga Faktor yang Berhubungan dengan Kecurangan
1. Situasi akan kebutuhan
Situasi ini dapat disebabkan oleh alasan keuangan karena pengeluaran
atau kerugian uang lainnya yang tidak dapat ditutupi oleh sumber
daya keuangan yang normal dari individu tersebut. Contohnya adalah:
keluarga yang sakit, perjudian, hidup melebihi kemampuan pribadi,
affair perselingkuhan, kerugian akibat investasi, kecelakaan, dan
kebutuhan untuk pendidikan.
2. Lingkungan yang mengundang terjadinya penggelapan

1
Hastutie Noor Andriati., SE., M.Si., Ak., CA 2020

Hal ini biasanya merupakan situasi di mana tidak terdapat kontrol,


atau di mana kontrolnya lemah, atau di mana terdapat kontrol namun
tidak berfungsi. Sering kali kondisi ini terungkap melalui situasi yang
tidak disengaja ketika seorang individu, karena suatu kesalahan,
menyadari bahwa ia telah menerima uang secara tidak benar,
meskipun uang tersebut ia peroleh secara tidak sengaja, dan bahwa
kontrol yang seharusnya mencegah kejadian tersebut tidak ada atau
tidak berfungsi.

3. Karakteristik perilaku seseorang


Kedua kondisi di atas dapat terjadi, namun jika individu tersebut
memiliki sifat jujur yang tinggi, kecurangan tidak akan dilakukan.
Akan tetapi, kasuskasus ekstrem dari unsur pertama di atas, ditambah
dengan situasi kontrol yang lemah dari unsur yang kedua, dapat
menguasai moral dasar seseorang yang menjauhi hal-hal seperti itu
dan akan membuka pintu terjadinya penyelewengan.
Kejahatan Komputer
Kejahatan komputer semakin meningkat. Dan hanya sejumlah kecil dari
yang terjadi dapat terungkap, dan angka yang tertera sangat mengejutkan
jumlahnya. Metode dan cara yang digunakan yang digunakan untuk menipu
perusahaan dan keagenan sangat banyak jumlahnya, dan kemungkinan untuk
mendeteksi seluruh kecurangan yang ada melalui komputer adalah hanya
impian belaka. Perlindungan terbaik dari kecurangan melalui komputer
adalah pencegahan. kontrol-kontrol preventif meliputi hal-hal seperti:
 Penyelesaian karyawan
 Definisi tugas
 Pemisahan tugas
 Akses ganda
 Etika ganda
 Etika profesional
 Lisensi
 Kontrol atas perancangan sistem
 Keamanan atas akses fisik
 Keamanan atas akses elektronik
 Kontrol dan pengeditan internal
 Ketakutan akan deteksi

Tanggung jawab dan wewenang

2
Hastutie Noor Andriati., SE., M.Si., Ak., CA 2020

Pada tahun-tahun awal, perhatian auditor terutama diarahkan pada


pendeteksian transaksi-transaksi yang mencurigakan dan curang. Secara
umum mereka melakukan tindakan polisi. Fungsi mereka bersifat protektif
dan detektif daripada kontruktif. Tidak ada standar formal baku yang
menetapkan penyerahan tanggungjawab kepada auditor internal untuk
mencegah dan mendeteksi kecurangan. Namun pengadilan telah menentukan
tanggung jawab auditor eksternal untuk pencegahan dan pendeteksian
seperti itu.
Standards for the professional practice of internal auditing (standar)
pada tahun 1978. Dalam standar 280, IIA menyatakan tanggungjawab
berikut ini:
“Auditor internal hendaknya melaksanakan kecermatan dan keseksamaan
professional dalam melaksanakan audit internal”
Saat ini, standar 1210, A2 mencantumkan aspek Due Professional
Care (kecermatan dan keseksamaan professional) sehubungan dengan
tanggung jawab auditor internal dalam mendeteksi terjadinya
kecurangan.Statement on internal Auditing standars no 3, memperluas
tanggungjawab auditor internal yang berkenaan dengan kecurangan.
Kesimpulan utama dari Pernyataan tersebut adalah:

Pencegah kecurangan
Ini merupakan tanggungjawab manajemen. Auditor internal
bertanggungjawab untuk memeriksa dan mengevaluasi kecukupan dan
efektivitas langkah-langkah tindakan yang telah diambil oleh
manajemen untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Deteksi kecurangan
Auditor internal sebaiknya memiliki cukup pemahaman tentang
kecurangan untuk dapat mengidentirfikasikan adanya indikasi bahwa
kecurangan mungkin telah terjadi. Jika dideteksi adanya kelemahan
yang signifikan dalam control, pengujian tambahan yang dilakukan
hendaknya meliputi pengujian yang diarahkan menuju indikasi dari
indikator-indikator kecurangan lain.

Investigasi kecurangan
Investigasi kecurangan dapat dilakukan oleh atau melibatkan
patisipasi auditor internal, pengacara, investigator, petugas keamanan
dan ahli-ahli dari dalam maupun luar organisasi. Auditor hendanya
menentukan fakta-fakta yang berhubungan dengan seluruh investigasi
kecurangan untuk :
3
Hastutie Noor Andriati., SE., M.Si., Ak., CA 2020

1. Menentukan apakah control perlu diimplementasikan atau


diperkuat
2. Merancang pengujian audit untuk mengungkap eksistensi dari
kecurangan yang sama dimasa yang akan datang
3. Membantu memenuhi tanggungjawab auditor internal untuk
memelihara pemahaman yang cukup mengenai kecurangan

Mengontrol Kecurangan Manajemen


Beberapa ukuran kontrol diterapkan oleh manajer eksekutif adalah:
1. Menetapkan standar, anggaran dan statistik, serta melakukan
investigasi untuk pangan material yang terjadi.
2. Menggunakan teknik-teknik analitis dan kuantitatif (analisis serial
waktu, dan korelasi, serta metode sampling secara acak) untuk
menyoroti perilaku yang kebiasaan. Mengembangkan indikator-
indikator seperti ruangan yang digunakan atau dibutuhkan, penerapan
pembatasan beban, serta perbandingan penggunaan output yang
dihasilkan.
3. Membandingkan kinerja dengan standar normal industri sekaligus
dengan kiner lain yang dapat diperbandingkan di dalam organisasi.
4. Mengidentifikasi indikator-indikator proses yang kritis: hilangnya
leburan pengerjaan ulang pada saat pernbuatan dan perakitan, serta
pengujian laba kotor di operasi beli, jual atau jual eceran.
5. Secara saksama menganalisis kinerja yang terlihat terlalu bagus dan
juga memenuhi standar

Pencegahan
Kontrol adalah penting namun control bukanlah asuransi yang
lengkap. Kontrol membuat pelaksanaan kecurangan menjadi lebih sulit,
namun bukan sesuatu yang mustahil. Baik manajemen maupun auditor
internal sebaiknya tidak terlena dengan perasanaan aman yang palsu karena
telah ada control yang dilakukan dengan baik. Cara mengontrol dan menjaga
agar tidak terjadi fraud adalah sebagai berikut :
 Mengendalikan suasana kerja yang baik di lingkungan kerja, antara
lain dengan menanamkan etika kerja dan peningkatan kesejahteraan
pekerja/pegawai.
 Menghilangkan kesempatan untuk melakukan fraud dengan cara
sistem pengawasan internal yang ketat.

4
Hastutie Noor Andriati., SE., M.Si., Ak., CA 2020

Gejala-gejala Kecurangan Manajemen


Indikasi adanya kecurangan :
 Laporan yang selalu terlambat
 Manajer yang secara rutin mengerjakan tugas bawahannya
 Manajer tidak patuh terhadap aturan dan prosedur
 Pembayaran kepada kreditor tidak didukung dokumen asli
melainkan dokumen salinan
 Adanya memo debit negatif. Pada satu pusat laba, memo kredit
dihasilkan oleh computer. Ketika petugas keuangan ingin
menghapuskan sebuah memo kredit, ia harus membuat sebuah
memo debit negatif. Manajer yang berlaku curang dengan patuh
memberikan seluruh memo kredit kepada auditor eksternal, tetapi
auditor samasekali tidak mengetahui adanya memo-memo debit
tadi.
 Komisi yang tidak sejalan dengan peningkatan penjualan.
Laporan-laporan yang jujur pada umumnya dapat dikeluarkan tepat
waktu karena tujuannya adalah untuk menginformasikan, bukan
membohongi. Tetapi agar seorang pembohong tahu di mana ia harus
memainkan angka-angka laporan, ia harus menganalisis data yang
dilaporkan terlebih dahulu untuk mengetahui data mana yang manipulasi.
Analisis ini memakan waktu. Laporan yang terus-menerus terlambat
memerlukan investigasi mendalam dan sebuah pencarian penyebab mengapa
keterlambatan tersebut terjadi.
Ketika kecurangan manajemen terjadi para pimpinan perusahaan
termasuk dewan komisaris dan komite audit hendaknya mengganggap
kejadian tersebut sebagai sebuah masalah bisnis dan bukannya sebuah
masalah hukum. Masalah hukum timbul jika masalah sudah jelas. Para
karyawan penting sebaiknya tidak dipecat sebelum masalahnya dipecahkan.
Para pimpinan harus memikirkan dampak dari kecurangan manajemen pada
bisnis apakah bisnis menjadi terganggu. 
Deteksi                  
Jika auditor ingin berhasil dalam mendeteksi kecurangan, mereka
harus mengembangkan kewaspadaan yang tinggi mengenai bagaimana
kecurangan dapat terjadi dan mengapa. Langkah pertama adalah meluangkan
lebih banyak waktu untuk menilai bagaimana system computer yang ada dan
resiko-resiko yang terjadi. Selanjutnya dalam praktek dilapangan apakah
prosedur control telah mengalami pelanggaran.
Dokumentasi
Investigasi kecurangan berbeda dari penugasan audit biasa
dimana hasilnya harus mampu bertahan menghadapi penyelidikan dari
5
Hastutie Noor Andriati., SE., M.Si., Ak., CA 2020

pengadilan dan kemungkinan investigasi asuransi terkait pembayaran


klaim. Beberapa aspek ini sebaiknya ikut dicantumkan :
1. Apa sasaran dari investigasi
2. siapakah pihak-pihak yang berkepentingan (nama, jabatan,
latarbelakang, aspek-aspek ekonomi, aspek-aspek keperilakukan)
3. Bagaimana investigasi dilaksanakan
4. Bagaimana kecurangan ataud ketidakwajaran terjadi (urutan
kejadian)
5. Bukti-bukti yang telah dikumpulkan
6. Aspek-aspek ekonomis (uang, harta benda, surat berharga)
7. Hasil dari wawancara, interogasi
8. Hasil dari aktivitas klerikal pengujian
9. Foto-foto
10.Aspek-aspek computer (control, efektif, tidak efektif)
11.Aktivitas analitis (indikasi adanya situasi yang tidak wajar,
proyeksi)
12.Aspek hukum yang relevan.

Pelaporan kecurangan
Sebuah laporan tertulis pada saat pengambilan kesimpulan dari
tahapan investigasi. Laporan tersebut hendaknya memuat seluruh
temuan, kesimpulan, rekomendasi, dan tindakan perbaikan yang
diambil (practice advisory 2410 A2-1, par 10 & 11).
Wewenang
Tanggungjawab mendeteksi adanya kecurangan dapat diperluas
hanya sampai sebatas wewenang untuk memasuki area-area potensial
terjadinya kecurangan. Auditor internal tidak dapat diharapkan untuk
merambah jauh dari bidangnya jika mereka terikat oleh batasan-
batasan. Sama pentingnya pula, auditor internal tidak dianggap
bertanggungjawab atas kewajiban yang sebenarnya berada di tangan
manajer atau mencari wewenang untuk memenuhi kewajiban seperti
itu adalah tanggung jawab bagi manajemen untuk:
 Menetapkan iklim moral dimana perusahaan melaksanakan
fungsi-fungsinya
 Mengarahkann organisasi untuk mencapai rencananya dan
mengikuti kebijakan-kebijakannya
 Membuat dan memelihara control internal
 Menentukan biaya yang sesuai versus rasio-rasio control

6
Hastutie Noor Andriati., SE., M.Si., Ak., CA 2020

 Membuat dan memelihara jalur-jalur komunikasi dan system


pelaporan didalam organisasi dan untuk mengetahui apa-apa
yang sedang terjadi.
Berikut adalah kode perilaku dalam memenuhi kode etik audit internal:
1.1.profesional-profesional audit internal akan melaksanakan
pekerjaan mereka secara jujur dan penuh tanggungjawab
1.2.profesional-profesional audit internal akan melaporkan kepada
hukum dan akan membuat pengungkapan yang diharapkan oleh
hukum dan profesinya
1.3. professional-profesional audit internal secara sadar tidak ikut
mengambil bagian di dalam aktivitas illegal apapun.

Resiko/Bahaya Interogasi                                      


Dalam pemeriksaan kecurangan, sering dilakukan interogasi kepada
pihak-pihak yang dicurigai melakukan kecurangan. Interogasi dapat menjadi
penuh resiko bagi para interogator dan perusahaan. Pihak-pihak yang
dicurigai memiliki hak-hak hukum dan undang-undang tertentu. Jika hak ini
dilanggar - baik karyawan yang terbukti bersalah maupun tidak-memiliki
hak untuk menuntut interrogator dan perusahaan. Jadi setiap auditor perlu
mewaspadai bahaya hukum yang mungkin timbul ini.

Risiko Kecurangan
Auditor harus mengevaluasi apakah informasi yang diperoleh dari pro
sedur penilaian risiko lain dan aktivitas terkait yang
telah dilaksanakanmengindikasikan bahwa terdapat satu atau lebih faktor
risiko kecurangan. Meskipun faktor risiko kecurangan belum tentu
mengindikasikan adanya kecurangan, faktor tersebut sering ada di dalam
kondisi yang di dalam setelah terjadi kecurangan dan oleh karena itu dapat
mengindikasikan adanya risiko kesalahan penyajian material yang di
akibatkan oleh kecurangan. Fakta bahwa kecurangan biasanya
disembunyikan dapat membuat hal
ini makin sulit di deteksi. Meskipun demikian auditor dapat mengidentifikasi
peristiwa atau kondisi-kondisi yang dapat menunjukkan adanya insentif atau
tekanan untuk melakukan kecurangan atau kondisi yang memberikan
peluang untuk melakukan kecurangan (faktor risiko kecurangan).
Faktor-faktor risiko kecurangan tidak dapat secara mudah dibuat
peringkat berdasarkan tingkat pentingnya. Signifikannya faktor-faktor risiko
kecurangan bervariasi dangat luas. Beberapa faktor ini terjadi didalam
entitas yang di dalamnya kondisi spesifik tidak menggambarkan adanya
risiko kesalahan penyajian material. Oleh karena itu penilaian apakah
7
Hastutie Noor Andriati., SE., M.Si., Ak., CA 2020

terdapat faktor risiko kecurangan dan apakah faktor tersebut


dipertimbangkan dengan penentuan risiko kesalahan penyajian material
laporan keuangan yang disebabkan oleh kecurangan menuntut penggunaan
pertimbangan professional.
Ukuran kerumitan dan karakteristik kepemilikan entitas berdampak
signifikan terhadap pertimbangan atas faktor-faktor risiko kecurangan
relevan. Sebagai contoh dalam kasus di entitas besar mungkin
terdapatfaktor-faktor yang secara umum membatasi manajemen untuk
berlaku tidak semestinya, seperti:
 Pengawasan yang efektif oleh pihak yang berwenang dalam tata
kelola
 Suatu audit internal yang efektif
 Adanya dan penegakan etika tertulis
Selain itu faktor-faktor risiko kecurangan yang dipertimbangkan pada
tingkat segmen operasi dapat menyediakan wawasan yang berbeda bila
dibandingkan dengan yang diperoleh ketika mempertimbangkan faktor
risiko kecurangan di tingkat entitas secara luas.

Prosedur Analitis
Auditor harus mengevaluasi apakah prosedur analitis yang
dilaksanakan berdekatan dengan akhir audit ketika membentuk kesimpulan
secarakeseluruhan tentang apakah laporan keuangan konsisten dengan
pemahaman auditor atas entitas mengindikasikan risiko kesalahan penyajian
material yang diakibatkan oleh kecurangan yang tidak disadari sebelumnya.
Menentuan kecenderungan tertentu dan keterkaitannya
dapatmengindikasikan risiko kesalahan penyajian material yang diakibatkan
oleh kecurangan memerlukan pertimbangan profesional.
Hubungan yang tidak biasa terkait dengan pendapatan dan
penghasilan khususnya padaakhir tahun adalah relevan. Hal ini dapat
mencakup sebagai contoh penghasilan dalam jumlah besar yang tidak biasa
dilaporkan dalam beberapa minggu terakhir periode pelaporan atau transaksi
tidak biasa atau pendapatan yang tidak konsisten dengan kecenderungan arus
kas operasi.

Informasi Lain
Auditor harus mempertimbangkan apakah informasi lain yang
diperoleh auditor mengindikasikan risiko-risiko kesalahan penyajian
material yang diakibatkan oleh kecurangan. Diskusi diantara anggota tim
mungkin menyediakan informasi yang dapat membantu mengidentifikasi
risiko-risiko tersebut.
8
Hastutie Noor Andriati., SE., M.Si., Ak., CA 2020

Disamping itu informasi yang diperoleh dari klien serta pengalaman


yang diperoleh dari perikatan lainnya dengan entitas tersebut sebagai contoh
perikatan untuk mereview informasi keuangan interim mungkin relevan
dalam mengidentifikasi risiko-risiko kesalahan penyajian material yang
diakibatkan oleh kecurangan.
Apabila risiko kesalahan penyajian material yang diakibatkan oleh
kecurangan teridentifikasi auditor pertama-tama harus mendiskusikan
temuan tersebut dengan manajemen tentang potensi kecurangan dan adanya
rancangan pengendalian untuk mencegah dan mendeteksi kesalahan
penyajian material. Seperti telah disinggung di atas manajemen seyogyanya
memiliki program yang dirancang untuk mencegah menghalangi dan
mendeteksi kecurangan begitu pula pengendalian yang dirancang untuk
memitigasi risiko spesifik kecurangan.
Selanjutnya auditor harus mempertimbangkan apakah program inti
kecurangan dan pengendalian tersebut memitigasi risiko kesalahan penyajian
material yang diakibatkan kecurangan yang teridentifikasi atau apakah
pengendalian tidak dapat mengurangi meningkatnya risiko kecurangan.
Respons auditor terhadap risiko kecurangan hal-hal berikut :
1. Menentukan respons keseluruhan.
2. Merancang dan melaksanakan prosedur audit yang responsive
terhadap penilaian risiko kesalahan penyajian material yang
diakibatkan oleh kecurangan
3. Merancang dan melaksanakan prosedur audit yang responsive
terhadap risiko yang terkait dengan pengabaian pengendalian oleh
manajemen

Anda mungkin juga menyukai