Anda di halaman 1dari 5

PROSES DRILLING

MATA KULIAH PROSES MANUFAKTUR 1

1. APA MAKNA DARI ISTILAH “ DRILLING ITU SEDERHANA NAMUN KOMPLEKS” ?


Analisis :
Proses gurdi/drilling merupakan salah satu bentuk proses permesinan konvensional yang secara
sederhana dapat dikatakan sebagai proses pembuatan lubang bulat dengan menggunakan mata bor
(twist drill). Pada proses gurdi, pembuatan lubang dengan bor spiral di dalam benda kerja yang pejal
merupakan suatu proses pengikisan dengan daya penyerpihan yang besar. Serpih hasil proses gurdi
yang biasa disebut dengan geram (chips) harus keluar melalui alur helix pahat gurdi ke luar lubang.
Ujung pahat menempel pada benda kerja yang terpotong, sehingga proses pendinginan menjadi
relative sulit. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kepresisian benda kerja dan keakuratan dimensi
dari proses gurdi itu sendiri (Widarto, 2008).
Mesin drilling memiliki sistem kerja yang sederhana namun sangat kompleks. Sistem kerja dari
mesin drilling sendiri adalah hanya dengan memutar mata pisau (bor) dengan kecepatan tertentu dan
ditekan ke suatu benda kerja sehingga diperoleh diameter lubang yang diinginkan pada benda kerja.
Disamping proses permesinan yang terlihat begitu sederhana proses drilling sebenarnya merupakan
proses yang komplek. Dimana proses drilling tidak semata-mata hanya membuat lubang pada benda
kerja, namun harus sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan untuk memperoleh hasil kerja
yang optimal. Dimana chips atau geram harus keluar melalui alur helix pada pahat dan proses
pendinginan relativ sulit yang dikarenakan mata bor berada dalam lubang yang dibuat. Sehingga
banyak muncul ungkapan bahwa “ drilling itu sederhana namun kompleks”.
2. JELASKAN MACAM-MACAM PROSES DRILLING DI BAWAH INI!

1. Counter boring (pembuatan lubang bertingkat)

Counterboring merupakan proses pelebaran lubang hanya pada satu sisi lubang
sehingga terbentuk lubang bertingkat. Lubang hasil counter boring digunakan untuk
menempatkan kepala baut sehingga kepala tidak menonjol di atas permukaan. Untuk
pembuatan lubang bertingkat ini digunakan alat potong yang disebut counterbore.

2. Drilling (pengeboran)

Drilling adalah proses permesinan untuk membuat lubang bulat pada benda kerja.
Drilling biasanya dilakukan dengan menggunakan pahat silindris yang memiliki dua
ujung potong yang disebut mata bot (drill). Pahat diputar pada porosnya dan diumpankan
pada benda kerja yang diam sehingga menghasilkan lubang berdiameter sama dengan
diameter pahat. Mesin yang digunakan disebut drill press, tetapi mesin lain dapat juga
digunakan untuk proses ini. Lubang yang dihasilkan dapat berupa lubang tembus (through
holes) dan tak tembus (blind holes). (Al Huda, 2008)
Proses drilling secara umum merupakan proses yang paling dasar dari semua proses
pengeboran. Proses ini merupakan proses pembuatan lubang yang pertama kali sebelum
proses-proses pengeboran yang lain dilakukan (proses lanjutan). Namun, tak semua proses
didasari oleh proses drilling terlebih dahulu. Jenis mata bor yang paling umum digunakan
adalah twist drill.

3. Tapping

Tapping digunakan untuk pembuatan ulir dalam, dan operasi ini juga digunakan sebagai
pembentukan ulir dalam pada lubang yang sudah ada (hasil drill atau boring) dan proses ini
menggunakan alat iris yang disebut sebagai Tap.
Tap ini dibuat berbentuk ulir luar yang digerinda dengan 3 atau lebih lekukan memanjang
yang kita kenal dengan alur, alur inilah yang akan membentuk sisi-sisi potongannya menjadi
ulir. Tap-tap ini dibuat dari baja kecepatan tinggi, ada juga dari baja karbon yang dikeraskan
tetapi ini tidak ekonomis sehingga jarang digunakan.

4. Boring
Proses boring digunakan untuk memperbesar lubang yang sudah ada, dan
menyempurnakan lubang yang sebelunya telah mengalami proses drilling agar diperoleh
ukuran atau bentuk yang diinginkan. Alat yang digunakan dalam proses Boring ialah tipe
singnle-point (mata potong satu) atau pahat khusus berupa pahat ISO 8 ataupun ISO 9.
Namun yang paling sering digunakan ialah jenis twist drill. Alat potong yang digunakan
terbuat dari HSS atau bisa juga Carbide, Ceramic, bahkan intan. Penggunaan alat potong ini
bergantung dari jenis bahan yang akan diproses juga pada fungsinya.

Pengeboran di mesin bubut diameter lubang yang dapat dihasilkan sangat terbatas. Pada
mesin-mesin bubut standar, maksimal diameter lubang adalah 36 mm. Maka untuk
memperoleh diameter yang lebih besar harus dilakukan pembubutan dalam dengan
menggunakan pahat bubut dalam. Selain itu pembubutan dalam dilakukan apabila diinginkan
kehalusan serta ukuran yang teliti dimana apabila menggunakan twist drill/bor tidak dapat
diperoleh hasil yang sesuai.

5. Reaming

Reaming digunakan untuk menghaluskan lubang yang telah dibuat dan operasi ini
juga digunakan untuk memberi ukuran yang tepat pada lubang (memperbesar
diameter lubang) dari hasil operasi drilling atau boring dan menghasilkan permukaan
yang halus. Proses reaming digunakan untuk memperoleh hasil yang baik dan
permukaan final (akhir) untuk setiap komponen kontruksi mesin sebagai proses
penyelasaian permukaan (penghalusan akhir).
Mata bor yang terdapat pada mesin bor disesuaikan dengan bentuk yang diinginkan, dan
salah satunya adalah reamer yang berfungsi untuk melebarkan lubang sampai dengan ukuran
teliti. Reaming memberikan toleransi yang lebih baik pada diameter lubang. Reaming juga
meningkatkan kualitas permukaan. Alat untuk memperbesar lubang ini disebut reamer.
6. Countersinking (pembuatan lubang kerucut).

Counter sinking mirip dengan counter boring, yang membedakan adalah bentuk


lubangnya. Counter sinking menghasilkan lubang bentuk kerucut untuk menempatkan kepala
baut. Khusus pembesaran miring berbentuk kerucut pada akhir lubang untuk
mengakomodasi sekrup versink . Besar kerucut sudut 60°, 82°, 90°, 100°, 110°, 120°.
Pembuatan lubang kerucut ini menggunakan alat potong yang disebut dengan
countersink cutter.