Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL PENDIRIAN LAZIS BARAKALLAH

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Manajemen Ziswaf
Dosen Pengampu: Arif Chasanuddin, M.Pd

Disusun Oleh:
Royyatus Sa’diyah (15.21.00072)

PRODI PERBANKAN SYARIAH


INSTITUT PESANTREN MATHALI’UL FALAH
PATI
2018
Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Barakallah
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Zakat, Infak, dan Shadaqoh (ZIS) adalah salah satu ibadah yang memiliki posisi
yang sangat penting, strategis dan menentukan, baik dari sisi ubudiyah maupun dari sisi
pembangunan kesejahteraan ekonomi umat. Selain sebagai ibadah, ZIS juga memiliki
keterkaitan sangat signifikan dengan dimensi sosial keummatan, karena secara substansif,
pendayagunaan zakat secara material dan fungsional memiliki partisipasi aktif dalam
memecahkan permasalahan keummatan seperti peningkatan kualitas hidup kaum dhuafa,
peningkatan sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi.
Dalam hitungan makro, zakat dapat di maksimalkan sebagai institusi distribusi
pendapatan di dalam konsepsi ekonomi Islam. Sebagai doktrin ibadah zakat bersifat
wajib, juga mengandung doktrin sosial ekonomi Islam yang merupakan antitesa terhadap
sistem ekonomi riba. Al-Quran secara tegas memerintahkan penegakkan zakat dan
menjauhi pengamalan riba, seperti yang bisa dibaca surat Al-Baqarah ayat 274, yang
berbunyi:
ٌ ْ‫ار ِس ًّرا َّو َعاَل نِيَةً فَلَهُ ْم أَجْ ُرهُ ْم ِع ْن َد َربِّ ِه ْ ۚم َواَل خَ و‬
٢٧٤ َ‫ف َعلَ ْي ِه ْم َواَل هُ ْم يَحْ زَ نُوْ ن‬ ِ َ‫اَلَّ ِذ ْينَ يُ ْنفِقُوْ نَ أَ ْم َوالَهُ ْم بِالَّ ْي ِل َوالنَّه‬
“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara
tersembunyi dan terang-terangan”.
Namun demikian, tujuan zakat tidak sekedar menyantuni orang miskin secara
konsumtif, tetapi mempunyai tujuan yang lebih permanen yaitu mengentaskan
kemiskinan. Salah satu cara menanggulangi kemiskinan adalah dukungan orang yang
mampu untuk mengeluarkan harta kekayaan mereka berupa dana zakat kepada mereka
yang kekurangan.
Zakat merupakan salah satu nilai instrumental yang strategis dan sangat
berpengaruh pada tingkah laku ekonomi manusia dan masyarakat serta pembangunan
ekonomi umumnya. Sistem zakat sebagai suatu sistem ekonomi dalam Islam telah
dibuktikan oleh Nabi Muhammad saw. Selain ketentuan ibadah murni, zakat juga
merupakan kewajiban sosial berbentuk tolong menolong antara orang kaya dan orang
miskin, untuk menciptakan keseimbangan sosial (equilibrium social) dan keseimbangan
ekonomi (equilibrium of economique). Sekaligus ditujukan untuk mewujudkan
kesejahteraan, menciptakan keamanan dan ketentraman.
Oleh karena itu kami berniat mendirikan LAZIS BARAKALLAH untuk
meningkatkan kemashlahatan umat serta kemajuan ekonomi syariah pada kegiatan usaha
mikro kecil dan menengah. Selain itu, kami juga bertujuan  untuk meningkatkan program
pemberdayaan ekonmi, khususnya dikalangan usaha mikro kecil, kecil, menengah, dan
koperasi melalui sistem syariah.
B. Tujuan
Tujuan pendirian Lazis Barakallah antara lain:
1. Meningkatkan kesadaran ber-ZIS (Zakat, Infaq dan Shodaqoh) bagi masyarakat.
2. Meningkatkan profesionalisme sumber daya amil dalam pengelolaan dan menggali
seluruh potensi yang memungkinkan untuk dikembangkan.
3. Memberdayakan mustahik menjadi muzakki.
4. Meningkatkan mental solidaritas (setia kawan) yang dilandasi oleh niat beribadah dan
persaudaraan islamiyah (ukhuwwah islamiyah), kebersamaan, semangat untuk
membela kepentingan bersama dari masyarakat kecil bawah (mikro) setempat.
C. Fungsi Lazis Barakallah
1. Menampung, mengolah, dan menyampaikan pendapat umat tentang pengelolaan
zakat.
2. Mengawasi pelaksanaan rencana kerja yang telah disahkan.
3. Mengawasi pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan.
4. Mengawasi operasional kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Pelaksana yang
meliputi pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat.
5. Membuat rencana kerja yang meliputi rencana pengumpulan, pendistribusian dan
pendayagunaan zakat.
6. Melaksanakan operasional pengelolaan zakat sesuai dengan rencana kerja yang telah
disahkan dan kebijakan yang telah ditetapkan.
7. Menyusun laporan tahunan.
8. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban.
9. Bertindak dan bertanggungjawab untuk dan atas nama Lembaga Amil Zakat, Infak,
dan Sedekah (LAZIS) Barakallah
BAB II
KETERANGAN PERUSAHAAN
A. Data Perusahaan
Nama Perusahaan : LAZIS BARAKALLAH
Tagline : Menebar Rizki, Meraih Barokah
Bentuk Perusahaan : Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah
Lokasi Perusahaan : JL. Pati- Tayu KM 20, Waturoyo Margoyoso Pati.
B. Visi dan Misi
VISI
 Menjadikan LAZIS “Barakallah” sebagai pengemban dan penyaluran dana ZIS untuk
pemberdayaan umat.
 Mengembangkan, meningkatkan kemandirian dan kepedulian masyarakat dalam
memahami dan mengatasi masalah dalam kehidupan.
 Menjadikan LAZIS “Barakallah” sebagai berkah dalam kehidupan sosial masyarakat.
MISI
 Memberikan kepercayaan untuk melakukan perubahan yang mengarah pada perbaikan
kualitas dan taraf hidup masyarakat.
 Melakukan bimbingan dan penyuluhan bagi para muzakki dan mustahik.
 Melaksanakan kegiatan dan mengelola dana dengan amanah, independen, dan non
diskriminati.
 Meningkatkan peran LAZIS “Barakallah” sehingga mampu merubah mustahik menjadi
muzakki melalui zakat produktif.
 Mengenalkan seluruh program kepada masyarakat, khususnya kepada para muzakki
agar mengapresiasi kegiatan LAZIS secara positif.
BAB III
ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN
A. Struktur Organisasi

DEWAN PERTIMBANGAN

DEWAN PENGAWAS

KETUA

SEKRETARIS

KOORDINATOR KOORDINATOR KOORDINATOR


BIDANG BIDANG BIDANG
KEUANGAN DAN PENGHIMPUNAN PENYALURAN DANA
ADMINISTRASI DANA EKSTERNAL

KOORDINATOR KOORDINATOR UNIT PENGAWAS


BIDANG BIDANG INTERNAL
PENYALURAN OPERASIONAL
DANA INTERNAL

B. TUGAS POKOK PENGURUS


1. Dewan Pertimbangan
Bertugas memberi pertimbangan usulan, nasihat, aarahan kepada LAZIS Barakallah
2. Dewan Pengawas
Bertugas memberikan pengawasan dan nasehat atas pelaksanaan tugas dan
pengelolaan LAZIS Barakallah
3. Ketua
Bertugas dan bertanggungjawab atas pelaksanaan tugas dan pengelolaan LAZIS
Barakallah
4. Sekretaris
Bertugas membantu tugas ketua LAZIS Barakallah
5. koordinator Bidang Keuangan dan Administrasi
Bertugas melakukan administrasi dan pertanggungjawaban keuangan LAZIS
Barakallah
6. Koordinator Bidang Penghimpunan Dana
Bertugas melakukan koordinasi dan sosialiasi dana zakat, infaq, shodaqah,dan atau
wakaf
7. Koordnator Bidang Penyaluran Dana
Bertugas melakukan koordinasi dan administrasi penyaluran dana zakat, infaq,
shodaqah dan/atau wakaf
8. Koordinator Bidang Operasional
Bertugas melakukan koordinasi operasional harian LAZIS Barakallah
9. Unit Pengawas Internal
Bertugas membantu dewan pertimbangan dan pengawas LAZIS Barakallah dengan
melakukan audit pengelolaan dan kepatuhan pelaksanaan tugas dan pengelolaan
LAZIS Barakallah.
BAB III
PROGRAM LAZIS BARAKALLAH
1. Pembinaan yaitu menyelenggarakan: Pengajian rutin, Penyuluhan tentang zakat,
Diskusi, Seminar dan Layanan Konsultasi Zakat
2. Pengumpulan Zakat, Infaq, Sodaqoh dan Wakaf melalui kegiatan / Program: Mari
Berzakat, Infaq, Sodaqoh dan wakaf, Peduli Dhuafa’, Orang Tua Asuh anak Yatim dan
atau Dhuafa’, dan Tabungan Qurban,
3. Distribusi dan pendayagunaan zakat dilaksanakan berdasarkan Prinsip Syariah dan
hasil survey dimasyarakat antara lain;
A. Kelompok Fakir dan Miskin: Kelompok ini memiliki perbedaan yang signifikan
akan tetapi realitasnya selalu dipersamakan. Distribusi zakatnya antara lain
berbentuk; Santunan hari raya, Pembagian sembako, Pemberian Modal usaha,
Pendampingan Pengembangan usaha dan Pelatihan kewirausahaan
B. Kelompok Muallaf: Kelompok orang yang masih lemah imannya atau baru masuk
Islam, diberikan dalam bentuk study keislaman (paket training aqidah islmiyah),
bimbingan aqidah, bantuan buku, majalah dan hasil-hasil kajian keislaman
C. Kelompok Gharimin: Kelompok orang yang berhutang dan tidak mampu melunasi
atau orang yang mendapat bencana/musibah seperti; banjir, tanah longsor, kebakaran,
sakit, dll. Adapun bentuk penyalurannya disesuaikan dengan situasi, kondisi dan
kebutuhan ghorimin.
D. Kelompok Fisabilillah: adalah Para Perjuang di jalan Allah SWT. menegakkan
syariat Islam, amar ma’ruf nahi mungkar dan tidak mendapatkan upah, gaji atau
honor (tidak cukup untuk biaya hidup) diberikan dalam bentuk Bantuan sosial,
Santunan Peduli Ustadz/ustadzah TPQ/TPA/MD, Menerbitkan Majalah/Bulletin,
Training/Pelatihan Da’i, Seminar dan Penelitian
E. Kelompok Ibnu Sabil: adalah kelompok orang yang kehabisan bekalnya dalam
perjalanan (musafir), yang tidak melanggar sya’riat Islam dan tidak bertujuan maksiat
dan orang yang sedang menuntut ilmu tetapi tidak memiliki/kurang biaya, untuk itu
diberikan dalam bentuk bea-siswa (bea-santri) bagi anak yang berprestasi atau anak
tidak mampu (dhuafa’), anak yatim, anak putus sekolah, anak jalanan yang tidak
berada didalam Panti Asuhan dan bimbingan belajar
F. Kelompok Memerdekakan Budak: bahwa bagian harta zakat untuk kelompok
ini dipergunakan untuk membebaskan budak dan menghilangkan segala
bentuk perbudakan. Dewasa ini, sudah tidak dikenal istilah perbudakan, akan tetapi
yang berkembang di masyarakat adalah ketidakadilan, diskriminasi dan penindasan
bagi kaum Pekerja baik didalam maupun diluar negeri. Karena itu, penyaluran harta
zakat pada kelompok ini dilakukan dalam bentuk advokasi, empowering, humanisasi
dan perlindungan hak-hak sebagai pekerja
BAB IV
PERENCANAAN KEUANGAN
A. Rencana Pengumpulan Dana Zakat, Infaq, Sodaqoh dan Wakaf
Dalam Indikator Kinerja Kunci tahun 2018, target pengumpulan zakat lazis
Barakallah dicanangkan sebesar 300 juta rupiah.
Berikut ini merupakan uraian rencana pengumpulan lazis Barakallah pada tahun 2018,
sebagai berikut:
No
Jenis Dana Rupiah (Rp)
.
1. Zakat Maal 225.000.000
Zakat Perorangan 95.000.000
Zakat Badan 130.000.000
2. Infaq/Sodaqah 75.000.000
Infaq/Sadaqah 25.000.000
CSR 50.000.000
Jumlah 300.000.000

B. Rencana Penyaluran Dana Zakat, Infaq, Sodaqah berdasarkan Program


Pada tahun 2018, Lazis Barakallah menargetkan tingkat penyaluran sebesar 70% dari
pengumpulan tahun 2018. Dengan demikian, ketersediaan dana penyaluran lazis
Barakallah sebagai berikut:
No Jenis Dana Rupiah (Rp)
.
1. Bidang Ekonomi 105.000.000
2. Bidang Sosial-Pendidikan 75.000.000
3. Bidang Sosial-Kesehatan 45.000.000
4. Bidang Sosial-Kemanusiaan 35.000.000
5. Bidang Dakwah-Advokasi 30.000.000
6. Total Alokasi Program 285.500.000
u
7. Biaya Operasional 10.000.000
Total Penyaluran 300.000.000
LEMBARAN PERSETUJUAN
PENDIRIAN LEMBAGA AMIL ZAKAT INFAQ DAN SODAQAH
BARAKALLAH

Pati, 09 Juli 2018


Pemohon Menyetujui,
Kepala Lazis Barakallah Bupati Pati

Royyatus Sa’diyah Haryanto, SH, MM, M.Si


Mengetahui,
Kementrian Agama

Lukman Hakim Saifuddin