Anda di halaman 1dari 1

Patofisiologi Gangguan Mental (Gangguan Jiwa)

Pasien yang mengalami gangguan jiwa memiliki ciri-ciri biologis yang khas terutama
pada susunan dan struktur saraf pusat, dimana pasien biasanya mengalami pembesaran ventrikel
ke III bagian kiri. Ciri lainnya pada pasien adalah memiliki lobus frontalis yang lebih kecil dari
rata-rata orang yang normal. Pasien yang mengalami gangguan jiwa dengan gejala takut serta
paranoid (curiga) memiliki lesi pada area Wernick’s dan area Brocha bahkan terkadang disertai
dengan Aphasia serta disorganisasi dalam proses berbicara.
Kelainan pada struktur otak atau kelainan yang terjadi pada sistem kerja bagian tertentu
dari otak juga dapat menimbulkan gangguan pada kejiwaan. Sebagai contoh, masalah
komunikasi di salah satu bagian kecil dari otak dapat mengakibatkan terjadinya disfungsi secara
luas. Hal ini akan diikuti oleh control kognitif, tingkah laku, dan fungsi emosional yang
beghubungan erat dengan gangguan kejiwaan. Terdapat beberapa jenis gangguan pada struktur
otak yang berakibtak pada gangguan jiwa, diantaranya:
1. Gangguan pada korteks cerebral yang memiliki pernana penting dalam proses
pengambilan keputusan, pemikiran tinggi, dan penalaran dapat dilihat pada penderita
waham.
2. Gangguan pada sistem limbic yang berfungsi mengatur perilaku emosional, daya ingat,
dan proses dalam belajar terlihat pada penderita perilaku kekerasan dan depresi.
3. Gangguan pada hipotalamus yang berperan dalam mengatur hormone dalam tubuh seperti
makan, minum, dan seks dapat terlihat pada penderita bulimia, anoreksia, dan disungsi
seksual.
Kerusakan pada bagian otak tertentu juga dapat mengakibatkan gangguan kejiwaan, diantaranya:
1. Kerusakan lobus fronalis yang menyebablan kesulitan dalam proses pemecahan masalah
dan perilaku yang mengarah pada tujuan, berfikir abstrak, perhatian dengan manifestasi
gangguan psikomotorik.
2. Kerusakan pada Basal Gangglia dapat menyebabkan distorsia dan tremor.
3. Gangguan pada lobus temporal limbic akan meningkatkan kewaspadaan, disatractibility,
gangguan memori (short time).
[ CITATION Han13 \l 14345 ]

Referensi

Hanum, H. (2013). Analisis Faktor - Faktor Gangguan Jiwa.