Anda di halaman 1dari 18

Perbedaan Bakteri Gram Positif Dan Negatif

Bakteri adalah sel prokariot yang khas, uniseluler dan tidak mengandung struktur yang
terbatasi membran di dalam sitoplasmanya. Bakteri dapat diklasifikasikan berdasarkan
metoda pewarnaan gram menjadi dua kelompok besar, yaitu bakteri gram positif dan bakteri
gram negatif. Pewarnaan ini membedakan bakteri berdasarkan karakteristik fisik dan kimia
dinding selnya.

Bakteri gram negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna kristal violet
sewaktu proses pewarnaan Gram sehingga akan berwarna merah bila diamati dengan
mikroskop. Sedangkan gram positif akan akan berwarna ungu. Bakteri gram positif seperti
Staphylococcus aureus hanya mempunyai membran plasma tunggal yang dikelilingi dinding
sel tebal berupa peptidoglikan. Sekitar 90 % dari dinding sel tersebut tersusun atas
peptidoglikan sedangkan sisanya berupa molekul lain bernama asam teikhoat. Di sisi lain,
bakteri gram negatif memiliki sistem membran ganda dimana membran plasmanya diselimuti
oleh membran luar permeabel. Bakteri ini mempunyai dinding sel tebal berupa peptidoglikan,
yang terletak di antara membran dalam dan membran luar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat
pada gambar berikut.

Berikut ini adalah beberapa perbedaan sifat yang dapat dijumpai antara bakteri gram positif
dan bakteri gram negatif:

Perbedaan Bakteri gram positif Bakteri gram negatif


Dinding sel:Lapisan Lebih tebal (20-80nm)1- Lebih tipis11-22 %
peptidoglikanKadar lipid 4%
Resistensi terhadap alkali(1 % Tidak larut Larut
KOH)
Kepekaan terhadap Iodium Lebih peka Kurang peka
Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin
Bentuk sel Bulat, batang atau Bulat, ova, batang lurus atau
filamen melingkar seperti tanda koma,
heliks atau filament, beberapa
mempunyai selubung atau kapsul
Reproduksi Pembelahan biner Pembelahan biner, kadang-kadang
pertunasan
Metabolisme Kemoorganoheterotrof Fototrof, kemolitoautotrof, atau
kemoorganoheterotrof
Resistensi terhadap tellurit Lebih tahan Lebih peka
Sifat tahan asam Ada yang tahan asam Tidak ada yang tahan asam
Kepekaan terhadap penisilin Lebih peka Kurang peka
Kepekaan terhadap streptomisin Tidak peka Peka
Motilitas Kebanyakan nonmotil, Motil atau nonmotil. Bentuk
bila motil tipe flagella dapat bervariasi
flagelanya adalah
petritikus (petritrichous)
Anggota tubuh Biasanya tidak memiliki Dapat memiliki pili, fimbriae,
apandase tangkai
Endospora Beberapa grup dapat Tidak dapat membentuk
membentuk endospora endospore
Penghambatan warna basa Lebih dihambat Kurang dihambat
Kebutuhan nutrien Kompleks Relatif sederhana
Ketahanan terhadap perlakuan Lebih tahan Kurang tahan
fisik

Bakteri yang termasuk ke dalam bakteri gram positif di antaranya:

 Staphylococcus
 Streptococcus
 Enterococcus
 Bacillus
 Corynebacterium
 Nocardia
 Clostridium
 Actinobacteria
 Listeria

Sedangkan bakteri yang termasuk ke dalam bakteri gram negatif jenis-jenisnya yaitu:

 Enterobactericeae (Escherichia coli, Salmonella, Shigella)


 Pseudomonas
 Moraxella
 Helicobacter
 Stenotrophomas
 Bdellovibrio
 Bakteri asam laktat
 Legionella
 Cyanobacteria
 Sprichaeta
 Green sulfur & non-sulfur bacteria
 Alpha-proteobacteria (Wolbachia)
Bakteri – Ciri ciri, Struktur, Perkembangbiakan, Bentuk dan Manfaatnya

Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas
dibandingkan mahluk hidup yang lain .
Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada
tempat-tempat yang ekstrim.
Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan. Bakteri memiliki
ciri-ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup yang lain. Bakteri adalah
organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya tidak memiliki klorofil dan
berukuran renik (mikroskopis).
Ciri-ciri Bakteri
Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk hidup lain yaitu :
1. Organisme multiselluler
2. Prokariot (tidak memiliki membran inti sel )
3. Umumnya tidak memiliki klorofil
4. Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron umumnya
memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron.
5. Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam
6. Hidup bebas atau parasit
7. Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau gambut
dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan
8. Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung
peptidoglikan
Struktur Bakteri
Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu:
1. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri)
Meliputi: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula
penyimpanan
2. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu)
Meliputi kapsul, flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan endospora.
Struktur dasar sel bakteri

Struktur dasar bakteri :


1. Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan polisakarida
(ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri gram positif bila
peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila peptidoglikannya tipis).
2. Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun atas
lapisan fosfolipid dan protein.
3. Sitoplasma adalah cairan sel.
4. Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun atas protein dan
RNA.
5. Granula penyimpanan, karena bakteri menyimpan cadangan makanan yang
dibutuhkan.


Struktur tambahan bakteri :
1. Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri
tertentu, bila
lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir. Kapsul
dan lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan air.
2. Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang
menonjol dari dinding sel.
3. Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol
dari dinding sel, pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih pendek, kaku dan
berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat pada bakteri
gram negatif. Fimbria adalah struktur sejenis pilus tetapi lebih pendek daripada pilus.
4. Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah membran plasma dan
mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. Klorosom
hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis.
5. Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan berfotosintesis.
6. Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif
dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan
bakteri. Endospora mengandung sedikit sitoplasma, materi genetik, dan ribosom.
Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein dan menyebabkan endospora
tahan terhadap kekeringan, radiasi cahaya, suhu tinggi dan zat kimia. Jika kondisi
lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru.

Bentuk Bakteri
Bentuk dasar bakteri terdiri atas bentuk bulat (kokus), batang (basil),dan spiral
(spirilia) serta terdapat bentuk antara kokus dan basil yang disebut kokobasil.
Berbagai macam bentuk bakteri :
1. Bakteri Kokus :


a. Monokokus yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal
b. Diplokokus yaitu dua sel bakteri kokus berdempetan
c. Tetrakokus yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk segi empat.
d. Sarkina yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus
e. Streptokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan membentuk
rantai.
f. Stapilokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan seperti buah
anggur
 2. Bakteri Basil :


a. Monobasil yaitu berupa sel bakteri basil tunggal
b. Diplobasil yaitu berupa dua sel bakteri basil berdempetan
c. Streptobasil yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai
3. Bakteri Spirilia :


a. Spiral yaitu bentuk sel bergelombang
b. Spiroseta yaitu bentuk sel seperti sekrup
c. Vibrio yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma
Alat Gerak Bakteri
Alat gerak pada bakteri berupa flagellum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk
batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. Flagellum memungkinkan bakteri
bergerak menuju kondisi lingkungan yang menguntungkan dan menghindar dari
lingkungan yang merugikan bagi kehidupannya.
Flagellum memiliki jumlah yang berbeda-beda pada bakteri dan letak yang berbeda-
beda pula yaitu
1. Monotrik : bila hanya berjumlah satu
2. Lofotrik : bila banyak flagellum disatu sisi
3. Amfitrik : bila banyak flagellum dikedua ujung
4. Peritrik : bila tersebar diseluruh permukaan sel bakteri
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri
Pertumbuhan pada bakteri mempunyai arti perbanyakan sel dan peningkatan ukuran
populasi.
Faktor–faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri atau kondisi untuk
pertumbuhan optimum adalah :
1. Suhu
2. Derajat keasaman atau pH
3. Konsentrasi garam
4. Sumber nutrisi
5. Zat-zat sisa metabolisme
6. Zat kimia
Hal tersebut diatas bervariasi menurut spesies bakterinya.
Cara Perkembangbiakan bakteri:
Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara aseksual
(vegetatif = tak kawin) dengan membelah diri. Pembelahan sel pada bakteri adalah
pembelahan biner yaitu setiap sel membelah menjadi dua.
Reproduksi bakteri secara seksual yaitu dengan pertukaran materi genetik dengan
bakteri lainnya.
Pertukaran materi genetik disebut rekombinasi genetik atau rekombinasi DNA.
Rekombinasi genetik dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu:
1. Transformasi adalah pemindahan sedikit materi genetik, bahkan satu gen saja dari
satu sel bakteri ke sel bakteri yang lainnya.

2. Transduksi adalah pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke sel bakteri
lainnnya dengan perantaraan organisme yang lain yaitu bakteriofage (virus bakteri).

3. Konjugasi adalah pemindahan materi genetik berupa plasmid secara langsung


melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan diantara dua sel
bakteri yang berdekatan. Umumnya terjadi pada bakteri gram negatif.

Peranan Bakteri
Dalam kehidupan manusia bakteri mempunyai peranan yang menguntungkan maupun
yang merugikan.
1 . Bakteri yang menguntungkan adalah sebagai berikut :
1. Pembusukan (penguraian sisa-sisa mahluk hidup contohnya Escherichia colie).
2. Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi contohnya Acetobacter pada
pembuatan asam cuka, Lactobacillus bulgaricus pada pembuatan yoghurt, Acetobacter
xylinum pada pembuatan nata de coco dan Lactobacillus casei pada pembuatan keju
yoghurt.
3. Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen yaitu Rhizobium
leguminosarum yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman kacang-kacangan dan
Azotobacter chlorococcum.
4. Penyubur tanah contohnya Nitrosococcus dan Nitrosomonas yang berperan dalam
proses nitrifikasi menghasilkan ion nitrat yang dibutuhkan tanaman.
5. Penghasil antibiotik contohnya adalah Bacillus polymyxa (penghasil antibiotik
polimiksin B untuk pengobatan infeksi bakteri gram negatif, Bacillus subtilis
penghasil antibioti untuk pengobatan infeksi bakteri gram positif,Streptomyces
griseus penghasil antibiotik streptomisin untuk pengobatan bakteri gram negatif
termasuk bakteri penyebab TBC dan Streptomyces rimosus penghasil antibiotik
terasiklin untuk berbagai bakteri.
6. Pembuatan zat kimia misalnya aseton dan butanol oleh Clostridium acetobutylicum
7. Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan sehinggga
menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas. Contohnya methanobacterium
8. Penelitian rekayasa genetika dalam berbagai bidang.sebagai contoh dalam bidang
kedokteran dihasilkan obat-obatan dan produk kimia bermanfaat yang disintesis oleh
bakteri, misalnya enzim, vitamin dan hormon.
2 . Bakteri yang merugikan sebagai berikut :
1. Pembusukan makanan contohnya Clostridium botulinum
2. Penyebab penyakit pada manusia contohnya Mycobacterium tuberculosis
( penyebab penyakit TBC ), Vibrio cholerae ( penyebab kolera atau muntaber ),
Clostridium tetani (penyebab penyakit tetanus ) dan Mycobacterium leprae (penyebab
penyakit lepra )
3. Penyebab penyakit pada hewan contohnya Bacilluc antrachis (penyebab penyakit
antraks pada sapi )
4. Penyebab penyakit pada tanaman budidaya contohnya Pseudomonas solanacearum
(penyebab penyakit pada tanaman tomat, lombok, terung dan tembakau) serta
Agrobacterium tumafaciens (penyebab tumor pada tumbuhan)
Siklus bakteri

Reproduksi Bakteri, Tahapan, Cara, dan Gambar Ilustrasinya

By Ken Pandu Negara di 19:31

Sebagai organisme hidup, bakteri juga melakukan proses perkembangbiakannya sendiri.


Perkembangbiakanan atau reproduksi bakteri dapat dilakukan dengan beberapa cara. Nah, di
artikel kali ini kita akan membahas tentang cara cara reproduksi bakteri tersebut lengkap
dengan skemanya. Silakan disimak!

Reproduksi Bakteri
Reproduksi bakteri secara umum dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara vegetatif
(aseksual) dan secara generatif (seksual).

Reproduksi aseksual pada bakteri dilakukan dengan 3 cara yang meliputi pertumbuhan
tunas (bud), fragmentasi, dan pembelahan biner. Sedangkan reproduksi seksual atau yang
biasa disebut paraseksual dilakukan melalui 3 cara yaitu konjugasi, transformasi, dan
transduksi. Mari kita bahas satu per satu.
1. Reproduksi Aseksual pada Bakteri
Reproduksi aseksual bakteri dilakukan melalui pertumbuhan tunas, fragmentasi, dan
pembelahan biner.

a. Pertumbuhan Tunas
Untuk metode pertumbuhan tunas, pada sel bakteri reproduksi dimulai dengan tumbuh dan
berkembangnya sebuah tonkolan kecil pada salah satu ujung sel. Tunas ini mereplikasi
genom, tumbuh membesar, menjadi sel anakan, dan pada akhirnya memisahkan diri dari sel
induknya untuk menjadi bakteri baru.

b. Fragmentasi
Selama dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, bakteri umumnya akan
melakukan reproduksi melalui metode fragmentasi. Protoplasma bakteri mengalami
kompartementalisasi membentuk gonidia. Setelah kondisi lingkungan mulai menguntungkan,
gonidia ini kemudian menjadi bakteri baru dengan replikasi genom pada setiap fragmennya.

Baca Juga : Klasifikasi Bakteri dan Ciri Ciri Bakteri


c. Pembelahan Biner

Pembelahan biner adalah cara yang paling umum ditemukan dalam proses reproduksi bakteri.
Kendati demikian, pembelahan biner lazimnya hanya terjadi bila kondisi lingkungan sekitar
dalam kondisi menguntungkan. Sel bakteri akan membelah menjadi 2 sel anak yang memiliki
ukuran dan ciri khas yang serupa. Dalam proses pembelahan, akan terbentuk sebuah dinding
lintas yang memisahkan kromosom pada 2 sel anak. Setelah terpisah, sel anak akan tumbuh
dalam waktu 20 sampai 30 menit dan dapat mengulami proses pembelahan biner untuk
menghasilkan bakteri baru. Hal inilah yang menyebabkan proses reproduksi bakteri dapat
berlangsung sangat cepat terlebih jika tidak ada inhibitor di sekitar lingkungannya

2. Reproduksi Seksual pada Bakteri


Istilah reproduksi seksual sebetulnya tidak tepat digunakan untuk mengistilahkan cara
reproduksi bakteri ini. Mengingat, meski terjadi perpindahan materi genetik antar bakteri,
namun dalam prosesnya perpindahan ini tidak menghasilkan zigot. Oleh karenanya, para ahli
menyebut proses reproduksi bakteri ini dengan nama paraseksual.

Baca Juga : Bakteri yang Menguntungkan dan Bakteri yang Merugikan

Reproduksi paraseksual sendiri meliputi 3 tahapan atau cara, yaitu konjugasi, transformasi,
dan transduksi.

a. Transformasi
Transformasi adalah proses perpindahan sedikit materi genetik (DNA) atau bahkan hanya 1
gen saja dari satu bakteri ke bakteri lainnya. Perpindahan ini meliputi proses fisiologis yang
kompleks melalui lisis secara alamiah maupun kimiawi. Proses transformasi dalam
reproduksi bakteri pertama kali dikemukakan pada tahun 1928 oleh Frederick Griffith.
Beberapa contoh bakteri yang melakukan proses ini misalnya Diplococcus pneumonia,
Bacillus, Pseudomonas, Strepotococcus, dan Nesisseria.
b. Transduksi
Transduksi adalah perpindahan materi genetik dari satu bakteri ke bakteri lain dengan
bantuan bakteriofag atau virus menginfeksi bakteri. Proses transduksi dalam reproduksi
bakteri pertama kali dikemukakan pada tahun 1952 oleh Zinder dan Lederberg.

c. Konjugasi
Konjugasi adalah perpindahan materi genetik dari satu bakteri ke bakteri lain melalui
jembatan sitoplasma. Bakteri pemberi materi genetik (DNA) disebut bakteri donor. Bakteri
ini memiliki tonjolan yang disebut pili. Organel tersebut berfungsi sebagai alat yang
mempermudah tubuh bakteri menempel dengan bakteri penerima donor. Proses konjugasi
dalam reproduksi bakteri pertama kali dikemukakan pada tahun 1946 oleh Lederberg dan
Tatum. Bakteri yang melakukan konjugasi contohnya E. coli.

Nah, demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai beberapa cara reproduksi bakteri
beserta skema dan penjelasannya. Semoga dapat membantu Anda dalam pembelajaran
materi bakteri di sekolah. Salam!

MEKANISME KERJA BAKTERI

1.Bacillus

Bacillus adalah golongan bakteri pengurai bahan organik (heterotrof) dan penghasil senyawa
antimikroba serta hasil metabolisme yang membantu proses penguraian limbah. Cara kerja
bakteri bacillus dalam menguraikan limbah organik adalah dengan cara memotong ikatan
polisakarida maupun ikatan peptida menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga mudah
diuraikan oleh golongan bakteri sejenis yang strain nya berdekatan. Setiap jenis bakteri
bacillus bekerja dengan cara spesifik dalam memotong ikatan senyawa organik ini. Limbah
pakan mengandung protein dengan kandungan asam amino yang komplek, oleh karena itu
diperlukan kompleksitas spesies bakteri yang beragam. Semakin banyak macam/jenis spesies
bakteri bacillus yang digunakan maka semakin efektif kerja bakteri tersebut dalam
penguraian limbah yang komplek. Dari hasil analisa susunan limbah protein dari pakan
mengandung 20 macam asam amino seperti yang tercantum dalam struktur senyawa protein
berikut.
Protein tersebut mengandung 20 asam amino dengan berbagai macam jenis ikatan kimia
(peptide, beta, gamma, alfa, kovalen, primer, sekunder, tertier, dll) yang harus dipecahkan
oleh bakteri pengurai. Oleh karena itu penambahan tiga jenis bakteri bacillus saja kadang
tidak cukup memberikan hasil yang diharapkan, karena untuk menguraikan ikatan kimia yang
komplek itu diperlukan kerja sinergis beberapa jenis bakteri.

Bakteri bacillus banyak digunakan sebagai probiotik karena kemampuanya dalam


menghasilkan senyawa antimikroba yang dapat menghambat perkembangan mikroorganisme
lain yang merugikan. Semua jenis golongan bacillus akan menghasilkan senyawa
antimikroba ini dalam kondisi tertentu apabila ada senyawa inducer yang mampu
menginduksi biosintesis senyawa antimikroba ini dalam sel nya. Seperti halnya tiram dalam
memproduksi mutiara harus diinduksi oleh benda asing yang masuk dalam cangkangnya.
Begitu juga dengan biosintesis antimikroba ini akan terjadi apabila diinduksi oleh senyawa-
senyawa tertentu.

Kandungan senyawa inducer ini terdapat dalam PREBIOTIK yang mengatur alur
metabolisme bakteri melaui modifikasi nutrisi yang komplek. Jadi agar probiotik berfungsi
maksimal maka harus dilengkapi dengan PREBIOTIK yang mengandung senyawa-senyawa
inducer yang menginduksi metabolisme bakteri supaya menghasilkan metabolit-metabolit
yang menguntungkan.

Selain senyawa inducer, keberhasilan probiotik juga tergantung dari pH optimum spesies
bakteri yang terkandung dalam probiotik tersebut. Masing-masing spesies bakteri tersebut
punya karakter spesifik dan dan punya daya kerja pH optimum. Berikut adalah daya kerja pH
optimum dari masing-masing bakteri sbb:

Bakteri pH Optimum
Bacillus subtilis 7.3 - 8.1
Bacillus brevis 6.5 - 7.5
Bacillus megaterium 7.0 - 7.5
Bacillus polymixa 6.0 - 7.2
Bacillus amyloliquefaciens 8.2 - 9.7
Bacillus alvei 6.5 - 7.5
Bacillus coagulans 7.5 - 9.0
Bacillus licheniformis 7.3 - 8.8
Bacillus pumilus 8.3 - 9.8

Beberapa produk sediaan bakteri mengandung lebih dari tiga macam bakteri dengan maksud
untuk mengantisipasi fluktuasi parameter kimia dilingkungan tersebut. Sehingga semakin
beragam kandungan bakteri dalam suatu produk maka semakin besar kemungkinan beberapa
spesies dapat bekerja optimum.
2. Thiobacillus

Thiobacillus adalah bakteri chemototroph yang mampu menguraikan senyawa-senyawa kimia


sederhana yang beracun menjadi senyawa-senyawa kimia yang tidak beracun. Thiobacillus
berperan penting dalam reaksi penguraian sulfur (H2S). Ada beberapa macam spesies bakteri
thiobacillus, diantaranya T. denitrificans, T. thiooxidans, T. novellus dan T. ferooxidans.
Masing-masing spesies bakteri punya kerja yang spesifik, beberapa spesies thiobacillus
efektif pada pH rendah dan beberapa spesies efektif pada pH tinggi.

Selain itu masing-masing spesies punya fungsi tambahan yang spesifik  sbb: Thiobacillus
denitrificans berfungsi menetralkan racun H2S dan nitrit melalui reaksi denitrifikasi,
Thiobacillus ferrooxidans      dapat mentetralkan racun H2S dan mengoksidasi ion besi yang
menghambat respirasi dan pertumbuhan udang, Thiobacillus thiooxidans berfungsi
mengoksidasi senyawa sulfur menjadi senyawa yang tidak beracun dan menstabilkan air dan
Thiobacillus novellus dapat menetralkan racun H2S dalam lingkungan dasar tambak yang
sangat asam pada lahan gambut dan pirit. Bakteri thiobacillus bekerja dengan cara system
reaksi oksidasi-reduksi pada senyawa-senyawa sulfur (H2S), sebagaimana tercantum dalam
reaksi dibawah ini.

Senyawa H2S terdapat di tambak sebagai hasil proses dekomposisi bahan organik dan air laut
yang banyak mengandung sulfat. Senyawa H2S ini dapat dideteksi dengan jelas pada saat
melakukan pengeringan dasar tambak. Dasar tambak yang mengandung banyak sulfur (H 2S)
akan bewarna hitam dan tercium bau belerang. Kadar senyawa H 2S ditambak pembesaran
sebaiknya di bawah 0,1 mg/l. Senyawa H2S dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat,
penurunan daya tahan terhadap penyakit dan meningkatnya kematian udang dan ikan.

Disamping mengkonsumsi H2S, Tiobacillus denitrificans juga menguraikan nitrat (NO3)


menjadi nitrogen (N2) yang dilepas ke udara melalui proses denitrifikasi sesuai reaksi
berikut:

NO3 à NO2 à NO à N2 (N2 dilepaskan ke udara)

Sehingga dalam kondisi tertentu bakteri ini mampu berkompetisi dengan plankton dalam
memperebutkan nitrat, yang berdampak pada reaksi kesetimbangan populasi plankton dan
bakteri, sehingga performa air lebih stabil.

3. Actinobacteria

Actinobacteria adalah bakteri yang bekerja dengan cara memblokir ion phosphate, sehingga
ion phosphate tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme lainnya, dalam hal ini
plankton. Actinobacteria berfungsi untuk memblokir ion phosphate dalam air budidaya
aquaculture yang sering bermasalah dengan blooming plankton dan serangan plankton
merugikan, seperti BGA dan Dinoflagellate. Actinobacteria secara mikrobiologi digolongkan
menjadi Polyphosphate-accumulating organisms (PAOs) yang dalam kondisi tertentu 
mampu memblokir ion phosphate sehingga ion phosphate tidak dapat digunakan oleh
plankton merugikan.

Bakteri Actinobacteria di perairan mampu berkompetisi dengan plankton dalam penyerapan


phosphate, sehingga akan menjaga keseimbangan populasi bakteri dan plankton dalam
perairan. Walaupun secara pengukuran kadar phosphate dalam air tinggi karena pelarutan
phosphate dari sumber air, namun dengan introduksi bakteri Actinobacteria secara rutin dapat
menjaga kestabilan mikroflora lingkungan tambak. Berikut adalah gambar cara kerja bakteri
Actinobacteria :

(Ion Phosphate dalam air)


(Senyawa anhidrolyzed polyphosphate)

Ion phosphate dalam air diblokir oleh bacteri Actinobacteria menjadi senyawa phosphate
dalam bentuk polyphosphate yang stabil dan tidak dapat digunakan oleh alga merugikan.