Anda di halaman 1dari 8

BAB 1

LATAR BELAKANG

1.1 Latar Belakang

Masalah menyusui yang dapat timbul pada masa pasca persalinan adalah pembengkakan
payudara (breast engorgement) atau disebut bendungan air susu. Bendungan air susu atau
pembengkakan payudara pada payudara terjadi karena peningkatan aliran vena dan limfe
sehingga menyebabkan bendungan air susu dan rasa nyeri disertai kenaikan suhu badan
(Prawiroharjo,2012). Setelah melahirkan payudara ibu akan membesar, terasa panas, keras
dan tidak nyaman. Pembesaran tersebut karena peningkatan atau suplai darah ke payudara
bersamaan dengan produksi air susu.

Menurut World Health Organisation (WHO) merekomendasikan agar bayi baru lahir
mendapat ASI eksklusif (tanpa tambahan apa-apa) selama enam bulan. Namun hanya
35,5% bayi berusia kurang dari 6 bulan di dunia mendapatkan ASI eksklusif, sedangkan
di negara berkembang dan di Asia masing-masing sebesar 37% dan 41%
(Kusumaningrum, 2016).

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin angka kematian Ibu dari tahun
2014 sampai 2018 terdapat data tertinggi angka kematian Ibu pada tahun 2014 dan 2015
yaitu sebanyak 14 orang, penyebab kematian tersebut karena non obstretri sebanyak 7
orang (50%) diantaranya karena gangguan jantung oedem pulmonal, diabetas melitus dan
gagal ginjal dll.

Data dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin angka kematian bayi pada tahun 2014
sebanyak 73 bayi meninggl, pada tahun 2015 sebanyak 50 bayi meninggal, pada tahun
2016 sebanyak 44 bayi meninggal, pada tahun 2017 sebanyak 49 bayi meninggal, dan pada
tahun 2018 sebanyak 52 bayi meninggal.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan ASI eksklusif sebagai strategi


penting untuk mengurangi kematian anak, khususnya di negara berkembang. ASI eksklusif
didefinisikan sebagai pemberian ASI kepada bayi tanpa disertai apapun bahan selain ASI
untuk enam bulan pertama (tidak ada makanan atau cairan termasuk air)
Menyusui adalah suatu proses yang alamiah dan suatu pengetahuan yang selama berjuta-
juta tahun mempunyai peran penting dalam mempertahankan hidup manusia. Menyusui
akan menjamin bayi tetap sehat dan memulai kehidupannya dengan cara yang paling sehat
(Roesli, 2009).

Salah satu penyebab kematian masa nifas yang sering terjadi adalah komplikasi masa nifas
Mastitis sebagai salah satu infeksi masa nifas yang sering terjadi akibat dari bendungan
payudara. Adanya bendungan payudara sebagai dampak dari ibu nifas yang tidak
menyusui. Berdasarkan penelitian (Mahdevi,2015)

Pembengkakan payudara merupakan suatu kondisi yang terjadi karena ibu menunda atau
menolak menyusui bayi ketika payudara terasa penuh. Selain itu bisa disebabkan oleh
statis aliran vena dan limfatik, peningkatan kongesti dan vaskularitas, dan akumulasi serta
statis ASI. Tanda dan gejala yang muncul seperti kulit menegang, mengilat, kemerahan,
payudara terasa hangat, nyeri tekan, keras, dan dapat disertai demam (Sinclair, 2010).
Pembengkakan payudara untuk meringankannya sangat ditubuhkan yaitu dengan
Breascare. Kompres daun kubis dapat digunakan untuk terapi karena membantu
memperlancar pembuluh darah kapiler dan meningkatkan aliran darah untuk keluar
masuk. Sehingga memungkinkan tubuh untuk menyerap kembali cairan yang terbendung
dalam payudara.

Intervensi untuk meringankan gejala pembengkakan payudara sangat dibutuhkan apabila


tidak ada intervensi yang baik maka produksi ASI akan terganggu dan dapat berkembang
menjadi mastitis, infeksi akut kelenjar susu, dengan hasil klinis seperti peradangan demam,
menggigil, ibu menjadi tidak nyaman, kelelahan, abses payudara dengan
septicemia.(Cunninghan,2013)

Perawatan payudara adalah suatu tindakan perawatan payudara yang dilaksanakan, baik
oleh ibu post partum maupun di bantu oleh orang lain yang dilaksanakan mulai
hari pertama atau kedua setelah melahirkan (Anggraini, 2010). Sebagian besar
para ibu hamil tidak melakukan perawatan payudara karena kurangnya pengetahuan dalam
perawatan payudara itu sendiri, kurangnya infomasi tentang perawatan payudara seperti
puting susu tidak menonjol, atau datar, karena keadaan buah dada khususnya puting susu
merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proses laktasi, kurangnya
kesadaran para ibu akan pentingnya perawatan payudara selama kehamilan, tidak adanya
dukungan dari keluarga untuk melakukan perawatan payudara sejak masa kehamilan, dan
belum diberikannya pendidikan kesehatan oleh petugas kesehatan tentang perawatan
payudara selama kehamilan (Indrasari, 2016).

Masalah yang timbul selama masa menyusui dapat dimulai sejak periode antenatal,
masa pasca persalinan dini (nifas atau laktasi) dan masa pasca persalinan lanjut. Salah
satu masalah menyusui pada masa pasca persalinan dini (masa nifas atau laktasi)
adalah puting susu nyeri, puting susu lecet, payudara bengkak, dan mastitis
(Ambarwati dan Wulandari, 2008). Perawatan payudara merupakan perawatan yang
dapat dilakukan pada ibu masa nifas dengan melakukan tindakan seperti kompres daun
kubis dan kompres hangat.

Menurut World Health Organisation (WHO) merekomendasikan agar bayi baru lahir
mendapat ASI eksklusif (tanpa tambahan apa-apa) selama enam bulan. Namun hanya
35,5% bayi berusia kurang dari 6 bulan di dunia mendapatkan ASI eksklusif, sedangkan
di negara berkembang dan di Asia masing-masing sebesar 37% dan 41%
(Kusumaningrum, 2016)

Daun kubis merupakan sayuran ekonomis dan serbaguna yang mudah ditemukan. Kubis
memberikan nilai gizi yang sangat besar, dan memberikan banyak manfaat kesehatan.
Bahkan kubis kaya akan fitonutrien dan berbagai vitamin seperti vitamin A, C & K. Ini
semua adalah antioksidan alami, yang membantu mencegah kanker. Selain itu kubis
merupakan sumber yang baik dari asam amino glutamine dan diyakini untuk mengobati
semua jenis peradangan salahsatunya radang payudara. Untuk pemakaian luar, daun kubis
dapat digunakan untuk mengompres bagian tubuh yang memar, membengkak atau nyeri
sendi(Teori Mars, 2014) Kubis dapat digunakan untuk terapi pembengkakan. Kubis
diketahui mengandung asam amino metionin yang berfungsi sebagai antibiotic untuk dapat
membantu memperlebar pembuluh darah kapiler sehingga meningkatkan aliran darah
untuk keluar masuk dari daerah tersebut, sehingga memungkinkan tubuh untuk menyerap
kembali cairan yang terbendung dalam payudara.

Daun kubis dapat mengurangi pembengkakan payudara dengan cepat. Daun kubis
mengandung sumber yang baik dari asam amino glutamine dan diyakini untuk mengobati
semua jenis peradangan salah satunya radang payudara. Daun kubis akan mengeluarkan
rasa dingin ketika ditempel pada payudara yang bengkak sehingga nyeri berkurang. Rasa
dingin dapat melepaskan endorphin sehingga akan memblok transmisi serabut sensori A-
beta yang lebih besar dan lebih cepat. Proses ini dapat menurunkan transmisi nyeri melalui
serabut C dan delta-A berdiameter kecil sehingga sinap menutup transmisi impuls nyeri
(Perry & Potter, 2010).

Daun kubis berisi minyak mustard, magnesium, oksalat dan sulfur heterosides. Asam
metionin sebagai antibiotik dan anti-iritasi, yang pada gilirannya menarik aliran tambahan
darah ke daerah tersebut. Hal Ini dapat melebarkan pembuluh kapiler dan bertindak
sebagai iritan counter, sehingga menghilangkan pembengkakan dan peradangan serta
memungkinkan ASI keluar dengan lancar (Roberts KL dkk) juga membandingkan
efektifitas ekstrak daun kubis dalam pengobatan pembengkakan payudara pada wanita
menyusui, menyimpulkan bahwa dari kekerasan dan ketidaknyamanan dalam jaringan
payudara berkurang secara substansial.

Menurut penelitian Runiari (2012), kompres panas dengan suhu 40,5-43°C merupakan
salah satu pilihan tindakan yang digunakan untuk mengurangi pembengkkan dan bahkan
mengatasi rasa nyeri. Kompres panas dianggap bermanfaat untuk memperbaiki sirkulasi
darah,terutama pada engorgement payudara post partum (Kusumastuti, 2008). Kompres
hangat payudara selama pemberian ASI akan dapat meningkatkan aliran ASI dari
kelenjar-kelenjar penghasil ASI. kompres hangat mencegah bendungan pada payudara
memperlancar peredaran darah pada daerah payudara.
Terapi kompres hangat dapat menghasilkan efek fisiologis dalam tubuh, yaitu efek
vasolidatasi, peningkatan metabolisme sel, dan merelaksasikan otot sehingga nyeri yang
dirasakan tubuh akan berkurang. Ketika panas diterima reseptor maka impuls akan
diteruskan menuju hipotalamus posterior akan terjadi reaksi refleks penghambatan
simpatis yang akan membuat pembuluh darah berdilatasi.

Terapi hangat bermanfaat terhadap tubuh terutama pada payudara ibu hari-hari pertama
setelah persalinan yang mengalami bengkak, nyeri, dan puting lecet. Pemberian terapi
hangat sangat bermanfaat meningkatkan aliran darah ke bagian tubuh yang mengalami
nyeri sehingga dapat mengeluarkan beberapa produk yang berinflamasi di dalam tubuh
seperti bradikinin, histamin, dan prostaglandin. (Int J Current Res. 2015 Maret;7(Issue 3)

Kenyamanan merupakan suatu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi oleh
individu. Menurut Kolcaba, manusia memiliki respon menyeluruh terhadap stimulus atau
rangsangan yang kompleks dan rasa nyaman yang merupakan hasil yang muncul dari suatu
respon stimulus tersebut (Alligood, 2014). Penggunaan daun kubis sangat sederhana hanya
dengan ditempel ke payudara selama 15-20 menit atau sampai daun tersebut layu. Menurut
Mangesi (2016) bahwa kompres kubis merupakan intervensi yang mudah digunakan dan
tidak berbahaya serta dapat membuat ibu menjadi lebih nyaman (Mangesi &
ZakarijaGrkovic, 2016). Tindakan kenyamanan yang merupakan suatu intervensi
keperawatan untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan pada penerima jasa, seperti
intervensi fisik. kenyamanan mempunyai hubungan kuat dengan ilmu keperawatan maka
kompres kubis merupakan intervensi yang dapat digunakan ibu untuk meningkatkan rasa
nyaman akibat pembengkakan payudara.

ASI yang tidak diberikan secara adekuat akan mengakibatkan terjadinya pembengkakan
pada payudara, sehingga sisa ASI terkumpul pada daerah duktus laktoferus. Hal ini dapat
terjadi pada hari ke tiga setelah melahirkan. Selain itu, penggunaan bra yang ketat serta
keadaan puting susu yang tidak bersih dapat menyebabkan sumbatan pada duktus. Dan
apabila tidak ada intervensi yang baik karena terjadinya pembengkakan payudara akan
menimbulkan puting susu lecet, mastitis, dan abses payudara hingga sampai menimbulkan
septicemia.

Penanganan pembengkakan payudara dapat dilakukan dengan perawatan payudara


tradisional yaitu dengan menggunakan Kompres Daun Kubis dan Kompres Hangat untuk
mengurangi pembengkakan pada payudara dan dapat memperlancar Asi agar Ibu dapat
memberikan Asi.

Daun Kubis mempunyai sifat antibiotik dan anti-inflamasi karena kandungan sinigrin
(Allylisothiocyanate), rapine, minyak mustard, magnesium, dan sulfur yang dapat
membantu memperlebar pembuluh darah kapiler, sehingga meningkatkan aliran darah
untuk keluar masuk dari daerah tersebut, dan memungkinkan tubuh untuk menyerap
kembali cairan yang terbendung dalam payudara tersebut.

Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses perawatan payudara
yaitu dengan melakukan Kompres Daun Kubis dimana berdasarkan evidance based
Kompres Daun Kubis dapat membantu dalam memperlancar pemberian Asi.
mempercepat proses untuk mengurangi pembengkakan payudara, bendungan ASI,
meredakan nyeri pada payudara, meredakan ketidaknyaman.
Terapi kompres hangat dapat menghasilkan efek fisiologis dalam tubuh, yaitu efek
vasolidatasi, peningkatan metabolisme sel, dan merelaksasikan otot sehingga nyeri yang
dirasakan tubuh akan berkurang. Ketika panas diterima reseptor maka impuls akan
diteruskan menuju hipotalamus posterior akan terjadi reaksi refleks penghambatan
simpatis yang akan membuat pembuluh darah berdilatasi.

Terapi kompres hangat sangat bermanfaat terhadap tubuh terutama pada payudara ibu hari-
hari pertama setelah persalinan yang mengalami bengkak, nyeri, dan puting lecet.
Pemberian terapi hangat sangat bermanfaat meningkatkan aliran darah ke bagian tubuh
yang mengalami nyeri sehingga dapat mengeluarkan beberapa produk yang berinflamasi
di dalam tubuh seperti bradikinin, histamin, dan prostaglandin. Berdasarkan uraian di atas,
maka rumusan masalah pada penelitian ini yaitu apakah Kompres Daun Kubis dan
Kompres Hangat berpengaruh terhadap pembengkakan payudara untuk kenyamanan ibu
menyusui.

Berdasarkan fenomena dan data diatas, maka peneliti perlu untuk melakukan penelitian
untuk mengetahui “Pengaruh kompres kubis dan kompres hangat terhadap kenyamanan
ibu dengan pembengkakan payudara di Rumah Sakit Moch Ansari saleh Banjarmasin”

1.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang tersebut rumusan masalah penelitian ini “Apakah ada pengaruh
pemberian kompres daun kubis dan kompres hangat terhadap kenyamanan ibu menyusui
di Rumah Sakit Moch Ansari Saleh Banjarmasin”

1.3 Tujuan Penelitian


1.3.1 Tujuan Umum
Berdasarkan latar belakang dan fenomena yang telah diuraikan di atas maka tujuan
umum dari penelitian ini adalah mengetahui apakah ada pengaruh kompres Daun
Kubis dan Kompres Hangat terhadap pembengkakan payudara untuk kenyamanan
ibu menyusui.
1.3.2 Tujuan Khusus
Tujuan khusus pada penelitian ini sebagai berikut:
- Mengidentifikasi skala pembengkakan payudara sebelum pemberian Kompres
Daun Kubis terhadap pembengkakan payudara pada ibu masa nifas.
- Mengidentifikasi Skala pembengkakan payudara sesudah pemberian Kompres
Daun Kubis terhadap pembengkakan payudara pada ibu masa nifas.
- Mengidentifikasi pembengkakan payudara sebelum pemberian Kompres
Hangat terhadap pembengkakan payudara pada ibu masa nifas.
- Mengidentifikasi pembengkakan payudara sesudah pemberian Kompres
Hangat terhadap pembengkakan payudara pada ibu masa nifas.
- Menganalisa keefektifan pemberian Kompes Daun Kubis dan Kompres Hangat
terhadap pembengkakan payudara pada ibu masa nifas.

1.4 Manfaat Penelitian


1.4.1 Bagi Instansi Tempat Penelitian
Dari penelitian ini dapat diterapkan penanganan pertama ibu postpartum dalam
mengatasi pembengkakan pada payudara untuk kenyamanan pemberian ASI.

1.4.2 Bagi Peneliti


Dapat dijadikan tambahan pengetahuan dan informasi tentang manfaat Daun Kubis
dan kompres hangat sebagai terapi untuk mengatasi pembengkakan payudara untuk
kenyamanan pemberian ASI.

1.4.3 Bagi Instansi Pendidikan


Dari hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan ajar tentang terapi non farmakologi
seperti pemberian Kompres Daun Kubis dan kompres hangat untuk mengatasi
pembengkakan payudara untuk kenyamanan pemberian ASI.

1.4.4 Bagi Peneliti Selanjutnya


Dapat menambahkan ilmu pengetahuan dan referensi tentang pengobatan non
farmakologi selain dengan pemberian kompres hangat, juga dapat menggunakan
Kompres Daun Kubis untuk mengatasi pembengkakan payudara untuk kenyamanan
pemberian ASI.
1.5 Penelitian Terkait
Penelitia terkait yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya yang berhubungan
dengan penelitian ini yaitu :
1.5.1 Penelitian oleh Arista Apriani, Wijana, Desy Widyastutik dengan judul “Efektivitas
penatalaksanaan kompres daun kubis dan breas care terhadap pembengkakan payudara”.
Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimental dengan desain
non rendomized control group pretest posttest. Subjek penelitian terbagi menjadi dua
kelompok, yaitu, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil dari penelitian ini
terdapat perbedaan skala pembengkakan payudara sebelum dan sesudah diberikan
penatalaksanaan kompres daun kubis dan breast care.

Perbedaan penelitian ini terdapat pada Judul “Pengaruh Kompres Daun Kubis dan
Kompres Hangat terhadap kenyamanan ibu dengan pembengkakan payudara di Rumah
Sakit Moch Ansari Saleh Banjarmasin” . Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui
apakah pemberian Kompres Daun Kubis dan Kompres Hangat dapat mengatasi
pembekakan payudara untuk kenyamanan pemberian ASI

1.5.2 Penelitian oleh Miftakhur Rohmah, Anggrawati Wulandari, Deny wati Sihotang dengan
judul “Efektivitas Kompres Daun Kubis terhadap Skala pembengkakan payudara pada ibu
post partum di PMB Endang Kota Kediri” . Metode penelitian ini menggunakan
eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan penelitian One Group Pratest
Posttest yang dilakukan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding.

Perbedaan penelitian ini terdapat pada Judul “Pengaruh Kompres Daun Kubis dan
Kompres Hangat terhadap kenyamanan ibu dengan pembengkakan payudara di Rumah
Sakit Moch Ansari Saleh Banjarmasin” . Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui
apakah pemberian Kompres Daun Kubis dan Kompres Hangat dapat mengatasi
pembekakan payudara untuk kenyamanan pemberian ASI.