Anda di halaman 1dari 9

INDIKATOR PPKN

Bab 1 : Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik


penyelenggaraan Pemerintahan

Aulia Ramadhani
X Isaac Newton
Lembaga-lembaga negara di Indonesia antara lain ; Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan
Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Presiden, Mahkamah Agung (MA),
Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Yudisial (KY), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Bank
Indonesia (BI). Berikut tugas dan wewenang serta dasar hukum setiap lembaga negara di Indonesia.

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)


Tugas dan Wewenang MPR
Berikut tugas dan wewenang dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

 Mengubah serta menetapkan UUD.


 Melantik Presiden serta Wakil Presiden berdasarkan hasil Pemilu dalam sidang
paripurna MPR.
 Memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk
memberhentikan Presiden dan atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya setelah
Presiden dan atau Wakil Presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan
penjelasan di dalam sidang paripurna MPR.
 Melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat, berhenti,
diberhentikan, atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa
jabatannya.
 Memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi
kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya
dalam waktu enam puluh hari.
 Memilih Presiden serta Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara
bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon presiden serta wakil
presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket
calon presiden serta wakil presidennya meraih suaraterbanyak pertama serta kedua
dalam pemilihan sebelumnya, sampai habis masa jabatannya selambat- lambatnya
dalam waktu 30 hari.
 Menetapkan peraturan tata tertib serta kode etik MPR.

Dasar Hukum MPR


Dasar hukum lembaga negara Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah Pasal 2 UUD RI
1945 dan Pasal 3 UUD RI 1945.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)


Tugas dan Wewenang DPR
Berikut tugas dan wewenang dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

 Membentuk undang-undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat


persetujuan bersama.
 Membahas dan memberikan atau tidak memberikan persetujuan terhadap peraturan
pemerintah pengganti undang-undang.
 Menerima dan membahas usulan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang diajukan
oleh DPD yang berkaitan dengan bidang otonomi daerah, hubungan pusat dan
daerah, pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah, pengelolaan sumber
daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta yang berkaitan dengan
perimbangan keuangan pusat dan daerah dan mengikutsertakan dalam
pembahasannya dalam awal pembicaraan tingkat I.
 Mengundang DPD untuk melakukan pembahasan RUU yang diajukan oleh DPR
maupun oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada huruf c, pada awal
pembicaraan tingkat I.
 Memperhatikan pertimbangan DPD atas RUU Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN) dan RUU yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama
dalam awal pembicaraan tingkat I.
 Membicarakan APBN bersama presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD
 Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang diajukan oleh DPD
terhadap pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah, pembentukan,
pemekaran dan penggabungan daerah, hubungan pusat dan daerah, sumber daya
alam dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan APBN, pajak, pendidikan, dan
agama.
 Memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan memperhatikan pertimbangan
DPD.
 Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban
keuangan negara yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan.
 Mengajukan, memberikan persetujuan, pertimbangan / konsultasi, dan pendapat.
 Menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
 Melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang ditentukan dalam Undang-undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan undang-undang.
 Membentuk UUD yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan
bersama peraturan pemerintah pengganti UUD menerima dan membahas usulan
RUU yang diajukan DPD yang berkaitan dengan bidang tertentu dalam
pembahasan.
 Menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD.
 Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan UU, APBN, serta kebijakan
pemerintah.
 Memilih anggota BPK dengan memperhatikan pertimbangan DPD.
 Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban
keuangan Negara yang disampaikan oleh BPK.
 Memberikan persetujuan kepada Peresiden atas pengangkatan dan pemberhentian
anggota.
 Membentuk Undang-Undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat
persetujuan bersama.
 Memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pemberian amnesti dan abolisi.
 Memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam hal mengangkat duta besar dan
menerima penempatan duta besar negara lain.
 Memilih anggota BPK dengan memperhatikan pertimbangan DPD
 Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggung jawaban
keuangan negara yang disampaikan oleh BPK.
 Memberikan persetujuan kepada Presiden atas pengangkatan dan pemberhentian
anggota Komisi Yudisial.
 Memberikan persetujuan calon hakim agung yang diusulkan Komisi Yudisial untuk
ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden.
 Memilih tiga orang hakim konstitusi dan mengajukannya kepada Presiden untuk
diresmikan dengan keputusan Presiden.

Dasar Hukum DPR


 Dasar hukum lembaga negara Dewan Perwakilan Rakyat antara lain :

 Pasal 20 ayat (1) dan (2) UUD RI 1945,


 Pasal 22 ayat (2) UUD RI 1945, 
 Pasal 23 ayat (2) UUD RI 1945, 
 Pasal 22D ayat (3) UUD RI 1945, 
 Pasal 22E ayat (2) UUD RI 1945, 
 Pasal 24B ayat (3) UUD RI 1945, 
 Pasal 24A ayat (3) UUD RI 1945,
 Pasal 14 ayat (2) UUD RI 1945, dan
 Pasal 11 ayat (2) UUD RI 1945.

Dewan Perwakilan Daerah (DPD)


Tugas dan Wewenang DPD
Berikut tugas dan wewenang dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

 Mengajukan kepada DPR Rancangan Undang-Undang yang berkaitan dengan


otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran, dan
penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam, dan sumber daya ekonomi
lainnya serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah.
DPR kemudian mengundang DPD untuk membahas RUU tersebut..
 Memberikan pertimbangan kepada DPR atas RUU APBN dan RUU yang berkaitan
dengan pajak, pendidikan, dan agama
 Memberikan pertimbangan kepada DPR dalam pemilihan anggota Badan Pemeriksa
Keuangan.
 Melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi
daerah, pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah, hubungan pusat dan
daerah, pengelolaan sumber daya alam, dan sumber daya ekonomi lainnya,
pelaksanaan APBN, pajak, pendidikan, dan agama.
 Menerima hasil pemeriksaan keuangan negara dari BPK untuk dijadikan bahan
membuat pertimbangan bagi DPR tentang RUU yang berkaitan dengan APBN

Dasar Hukum DPD


Dasar hukum lembaga negara Dewan Perwakilan Daerah antara lain :
 Pasal 22D ayat (1), (2), dan (3) UUD RI 1945, dan
 Pasal 23F ayat (1) UUD RI 1945.

Presiden/Wakil Presiden
Tugas dan Wewenang Presiden
Berikut tugas dan wewenang dari Presiden.

 Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD.


 Memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat (AD),Angkatan Laut (AL),
dan Angkatan Udara (AU).
 Mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) kepada Dewan Perwakilan Rakyat
(DPR). Presiden melakukan pembahasan dan pemberian persetujuan atas RUU
bersama DPR serta mengesahkan RUU menjadi UU.
 Menetapkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (dalam kegentingan
yang memaksa).
 Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri.
 Menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain
dengan persetujuan DPR.
 Membuat perjanjian internasional lainnya dengan persetujuan DPR
 Menyatakan keadaan bahaya.
 Mengangkat duta dan konsultan. Dalam mengangkat duta, Presiden memperhatikan
pertimbangan DPR.
 Menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan DPR.
 Memberi grasi, rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung.
 Memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR.
 Memberi gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan lainnya yang diatur dengan UU.
 Meresmikan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dipilih oleh DPR
dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
 Menetapkan hakim agung dari calon yang diusulkan oleh Komisi Yudisial (KY) dan
disetujui DPR.
 Menetapkan hakim konstitusi dari calon yang diusulkan Presiden, DPR, dan
Mahkamah Agung.
 Mengangkat dan memberhentikan anggota Komisi Yudisial dengan persetujuan
DPR.

Dasar Hukum Presiden


Dasar hukum lembaga negara Presiden antara lain :

 Pasal 4 ayat (1) UUD RI 1945, 


 Pasal 5 ayat (1) dan (2 UUD RI 1945),
 Pasal 11 ayat (1) UUD RI 1945, 
 Pasal 12 UUD RI 1945, 
 Pasal 13 ayat (1) UUD RI 1945, 
 Pasal 14 ayat (1) dan (2) UUD RI 1945, 
 Pasal 15 UUD RI 1945, 
 Pasal 16 UUD RI 1945, 
 Pasal 17 ayat 2 UUD RI 1945, 
 Pasal 20 ayat (2) UUD RI 1945, 
 Pasal 24A ayat (3) UUD RI 1945, dan
 Pasal 24C ayat (3) UUD RI 1945.

Mahkamah Agung (MA)


Tugas dan Wewenang MA
Berikut tugas dan wewenang dari Mahkamah Agung.

 Mengadili pada tingkat kasasi.


 Menguji peraturan perundang-undangan dibawah undang-undang terhadap undang-
undang.
 Memberikan pertimbangan hukum kepada presiden dalam hal permohonan grasi
dan rehabilitasi.
 Mengajukan tiga orang anggota hakim konstitusi.

Dasar Hukum MA
Dasar hukum lembaga negara Mahkamah Agung antara lain :

 Pasal 24 ayat (2) UUD RI 1945, 


 Pasal 24A ayat (1) UUD RI 1945, dan
 Pasal 24C ayat (3) UUD RI 1945

Mahkamah Konstitusi (MK)


Tugas dan Wewenang MK
Berikut tugas dan wewenang dari Mahkamah Konstitusi.

 Berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang keputusannya bersifat
final untuk menguji Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar, memutus
sengketa kewewenangan lembaga Negara yang kewewenangannya diberikan oleh
UUD1945, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang
hasil Pemilihan Umum.
 Wajib memberi keputusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai
dugaan pelanggaran oleh Presiden atau Wakil Presiden menurut UUD 1945.
 Menguji undang-undang terhadap UUD 19451.
 Memutus sengketa kewenangan antar lembaga negara yang kewenangannya
diberikan oleh UUD 1945.
 Memutus pembubaran partai politik.
 Memutus perselisihan tentang hasil pemilu.

Dasar Hukum MK
Dasar hukum lembaga negara Mahkamah Agung adalah Pasal 24C ayat (1) dan (2) UUD
RI 1945.
Komisi Yudisial (KY)
Tugas dan Wewenang KY
Berikut tugas dan wewenang dari Komisi Yudisial.

 Mengawasi perilaku hakim.


 Mengusulkan nama calon hakim agung.

Dasar Hukum KY
Dasar hukum lembaga negara Komisi Yudisial antara lain :

 Pasal 24A ayat (3) UUD RI 1945, dan


 Pasal 24B ayat (1) UUD RI 1945.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)


Tugas dan Wewenang BPK
Berikut tugas dan wewenang dari Badan Pemeriksa Keuangan.

 Berwenang mengawasi dan memeriksa pengelolaan keuangan negara (APBN) dan


daerah (APBD) serta menyampaikan hasil pemeriksaan kepada DPR dan DPD dan
ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.
 Mengintegrasi peran BPKP sebagai instansi pengawas internal departemen yang
bersangkutan ke dalam BPK.

Dasar Hukum BPK


Dasar hukum lembaga negara Badan Pemeriksa Keuangan antara lain :

 Pasal 23E, 23F, 23G UUD RI 1945,


 UU RI No. 15 tahun 2006 tentang badan pemeriksa keuangan sebagai pengganti
UU RI No. 5 tahun 1973 tentang badan pemeriksa keuangan.
 UU RI No. 15 tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab
keuangan negara.
 UU RI No. 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan negara.
 UU RI No. 17 tahun 2003 tentang keuangan negara.

Bank Indonesia (BI)


Tugas dan Wewenang BI
Berikut tugas dan wewenang dari Bank Indonesia.

 Melaksanakan dan menetapkan kebijakan moneter.


 Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.
 Mengatur dan mengawasi bank-bank.

Dasar Hukum BPK


Dasar hukum lembaga negara Bank Indonesia adalah Pasal 23D UUD RI 1945.

Lembaga Negara Sebelum Amandemen

1. MPR
Sebelum amandemen, MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) merupakan lembaga
tertinggi negara yang diberikan kekuasaan tak terbatas. Pada saat itu MPR memiliki
wewenang untuk :

1. Membuat putusan yang tidak dapat ditentang oleh lembaga negara lain,
termasuk menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang
pelaksanaaanya dimandatkan kepada Presiden.
2. Mengangkat Presiden dan Wakil Presiden.
3. Meminta dan menilai pertanggungjawaban Presiden mengenai pelaksanaan
GBHN.
4. Memberhentikan presiden bila yang bersangkutan melanggar GBHN
5. Mengubah Undang-Undang Dasar.
6. Menetapkan pimpinan majelis yang dipilih dari dan oleh anggota MPR.
7. Memberikan keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah anggota
MPR
8. Menetapkan peraturan tata tertib Majelis

2. DPR
DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) adalah lembaga perwakilan rakyat yang tidak dapat
dibubarkan oleh Presiden. Anggota DPR adalah Anggota Partai Politik peserta pemilu
yang dipilih oleh rakyat. DPR tidak bertanggung jawab terhadap Presiden. Sebelum
diadakannya amandemen, tugas dan wewenang DPR adalah:

1. Mengajukan rancangan undang-undang


2. Memberikan persetujuan atas Peraturan Perundang-undangan (Perpu)
3. Memberikan persetujuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
4. Meminta MPR untuk mengadakan sidang istimewa.
3. Presiden
Presiden adalah lembaga negara yang memiliki kekuasaan untuk menjalankan
pemerintahan. Di Indonesia, presiden menjabat sebagai kepala negara dan juga
kepala pemerintahan. Sebelum amandemen dilakukan Presiden diangkat oleh MPR
dan bertanggung jawab kepada MPR. Selain itu sebelum amandemen juga tidak
dijelaskan adanya aturan mengenai batasan periode jabatan seorang presiden dan
mekanisme yang jelas mengenai pemberhentian presiden dalam masa jabat. Selain
itu pada masa sebelum amandemen, Presiden memiliki hak prerogatif yang besar

Adapun wewenang Presiden antara lain:

1. Memegang posisi dominan sebagai mandatori MPR


2. Memegang kekuasaan eksekutif, kuasaan legislatif dan yudikatif.
3. Mengangkat dan memberhentikan anggota BPK
4. Menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang dalam situasi
yang memaksa
5. Menetapkan Peraturan Pemerintah
6. Mengangkat dan memberhentikan meteri-menteri

4. Mahkamah Agung (MA)


Sebelum amandemen Undang-undang Dasar 1945, kekuasaan kehakiman dilakukan
hanya oleh mahkamah agung. Lembaga mahkamah agung bersifat mandiri dan tidak
boleh diintervensi atau dipengaruhi oleh cabang kekuasaan lainnya. Wewenang
sebelum amandemen

1. Berwenang mengadili pada tingkat kasasi


2. Menguji peraturan perundang-undangan
3. Mengajukan tiga orang hakim konstitusi
4. Memberikan pertimbangan kepada presiden untuk memberikan grasi dan
rehabilitasi.

5. BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan)


Sebelum amandemen tidak banyak dijelaskan menenai BPK. BPK bertugas untuk
memeriksa tanggung jawab tentang keuangan negara. Hasil dari pemeriksaan
keuangan tersebut kemudian dilaporkan kepada DPR.

6. DPA (Dewan Pertimbangan Agung)


DPA memiliki kewajiban untuk memberi jawaban terhadap pertanyaan Presiden. DPA
juga serta berhak untuk mengajukan usulan kepada pemerintah. Sama Seperti BPK,
UUD 1945 tidak banyak menjelaskan tentang DPA.[]