Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan karunia
dan rahmatnya kami bisa menyelesaikan makalah mengenai Akuntansi Manajemen (Capital
Budgeting) dengan baik walaupun masih banyak kekurangan didalamnya. Serta kami juga
berterimakasih kepada Bapak Sudarno, Drs., MM. selaku dosen mata kuliah Akuntansi
Manajemen yang sudah memberikan kepercayaan menyelesaikan tugas. Kami sangat berharap
makalah ini akan bermanfaat dalam rangka menambah pengetahuan dan wawasan kita
menyangkut Capital Budgeting. Kami pun menyadari sepenuhnya bahwa didalam makalah ini
terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami mengharapkan adanya
kritik,saran dan usulan demi perbaikan makalah yang sudah kami buat dimasa yang akan datang,
mengingat tak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini bisa dipahami bagi siapapun yang membacanya, sekiranya
laporan yang sudah disusun ini dapat bermanfaat bagi kami sendiri ataupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami memohon maaf jika terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari anda demi perbaikan
makalah ini di saat yang akan datang.

Kediri , 23 Februari 2020

Penulis
Daftar Isi
KATA PENGANTAR.....................................................................................................................1
Daftar Isi.........................................................................................................................................2
BAB I...............................................................................................................................................3
PENDAHULUAN...........................................................................................................................3
BAB II.............................................................................................................................................4
PEMBAHASAN..............................................................................................................................4
A. Konsep Capital Budgeting.................................................................................................4
B.     Payback Period..................................................................................................................5
C.    Net present value................................................................................................................7
D.    Internal rate of return (IRR)............................................................................................8
E.     Penerapan capital budgeting dalam keuangan pendidikan........................................10
BAB III..........................................................................................................................................12
PENUTUP.....................................................................................................................................12
Kesimpulan...............................................................................................................................12
SARAN......................................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................13
BAB I

PENDAHULUAN
BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep Capital Budgeting

Penganggaran investasi (capital budgeting) adalah keseluruhan aktivitas yang berupa


perencanaan penggunaan dana dengan tujuan untuk memperoleh manfaat, atau suatu aktivitas
investasi di mana dikeluarkan dana untuk membentuk aktiva produktif dengan harapan untuk
memperoleh manfaat di waktu yang akan datang. Aktivitas proyek investasi selalu ditujukan
untuk mencapai suatu tujuan selama jangka waktu tertentu yang panjang. Setiap usul investasi
harus mempunyai periode tertentu, yakni kapan proyek investasi itu dimulai dan kapan proyek
investasi itu berakhir.
Usul-usul investasi tersebut dapat berupa pembelian aktiva tetap penting seperti
bangunan, mesin - mesin dan peralatan atau penanaman dana pada perusahaan lain dengan jalan
membeli saham-sahamnya atau seperangkat aktiva yang dipat digunakan untuk kelangsungan
usaha perusahaan itu. Investasi dalam aktiva tetap sering meliputi pemilihan yang komplek
antara berbagai alternatif aktiva tetap, saat kapan suatu proyek akan dimulai, dan bagaimana
metode pembelanjaannya. Masalah pemilihan usul-usul investasi beserta metode
pembelanjaannya merupakan dua dari kebanyakan keputusan perusahaan yang sangat penting
dan sangat menentukan bagi kelangsungan usaha perusahaan itu.
Keputusan penganggaran investasi merupakan suatu proses yang mempunyai dua sisi. Sisi
pertama, seorang financial manager harus mengevaluasi suatu proyek investai dengan
memperhitungkan "hasil yang diharapkan" (expected return) dari proyek tersebut. Pada
umumnya evaluasi tersebut dimulai dengan pengeluaran kas pada awal dilakukannya proyek dan
arus kas selama umur proyek tersebut. Perhitungan "hasil yang  diharapkan" tersebut misalnya
dapat dilakukan dengan metode "internal rate of return" atau "net present value." Sisi kedua
adalah menentukan  "hasil yang dikehendaki" (required return) dari proyek tersebut.
Kita dapat  memperhitungkan "hasil yang dikehendaki," misalnya 16%, tetapi pertanyaan
yang timbul adalah apakah angka tersebut merupakan jumlah yang cukup sehingga proyek
tersebut dapat diterima?Untuk menentukan apakah "hasil yang dikehendaki"
tersebut cukupmemadai, kita harus mengevaluasi derajat  resiko dari proyek itu dan kemudian
harus menghitung "hasil yang dikehendaki" untuk suatu derajat resiko tertentu.
Dua metode dapat digunakan. Apabila proyek  investasi baru tersebut mempunyai derajat resiko
yang kira-kira sama dengan aktivitas usaha yang ada sekarang, kita dapat mempergunakan
"biaya penggunaan modal rata-rata" (average cost of capital). Sebaliknya apabila derajat resiko
proyek itu berbeda dengan derajat resiko dari usaha yang ada sekarang, kita dapat
mempergunakan "model penilaian investasi dalamaktiva" (capital asset pricing model).

B.     Payback Period
Ciri dari metode penilaian ini adalah bahwa metode ini menggunakan konsep cash flow
sebagai dasar perhitungannya dan tidak mempertimbangkan pengaruh waktu terhadap nilai uang.
Dengan menggunakan metode pack back period sebagai metode penilaian berarti bahwa
proyek yang paling cepat mengembalikan total investasi awal atau investasi permulaan (initial
investment adalah dianggap proyek yang paling baik.
Untuk menetapkan pay back period yaitu lamanya waktu atau periode yang diperlukan
untuk mengembalikan investasi awal dapat digunakan rumus sebagai berikut :

Payback period (PBP)  =  Initial investment________


                 Annual money Cash inflow
Rumus tersebut dapat dipergunakan apabila money cash flow adalah sama setiap tahun.
Kalau tidak sama maka dapat ditempuh cara lain. Hal ini akan dapat dijelaskan pada contoh di
bawah ini.
Contoh :
PT. Wiraswasta berhasrat memilih salah satu antara dua proyek yang tersedia. Investasi
awal dari masing-masing proyek tersebut adalah Rp100,- Perkembangan money cash flow setiap
tahun adalah sebagai berikut :

Proyek/tahun               1          2          3          4          5
A                             Rp30       30        30        30        30
B                             Rp30       40        40        20        20
Diminta :
Proyek manakah yang dipilih apabila digunakan payback period sebagai metode
penilaian?
Jawab :
Pay back period (PBP) dari proyek A dengan mudah dapat ditentukan yaitu sebagai
berikut :
PBP     = Rp 100  x 1 tahun
                                    Rp 30
                        = 3 1/3 tahun
                        = 3 tahun 4 bulan
Untuk menghitung payback period dari proyek B rumus di atas tidak dapat digunakan.
Cara yang dapat digunakan untuk mengukur pay back period dari proyek B adalah sebagai
berikut :

Tahun              0                      1                      2                      3                      4                      5
                        Rp100             Rp30               Rp40               Rp40               Rp20              Rp20

Selama dua tahun proyek B telah dapat merealisasikan Rp70,- money cash flow. Untuk
“menutupi” cash out flow atau investasi awal Rp100,- masih diperlukan money cash flow
sebanyak Rp30,- (RP100 – Rp70).
Selama tahun ketiga proyek B dapat memberikan money cash flow Rp40,- sedangkan
yang diperlukan adalah Rp30,- Dengan demikian lamanya waktu yang diperlukan untuk
menghasilkan money cash flow sebesar Rp30,- adalah

Rp 30,-  x 12 bulan = 9 bulan


            Rp 40,-

Jadi pay back period dari proyek B adalah 2 tahun 9 bulan. Apabila digunakan payback
period untuk memilih salah satu dari proyek A atau proyek B maka yang dipilih adalah proyek B
karena dapat mengembalikan investasi awal dengan lebih cepat.
Disamping beberapa kelemahan metode payback period memiliki beberapa kebaikan
diantaranya adalah sebagai berikut :
a)      Metodenya sederhana
b)      Alat penjaga resiko. Jika proyek dapat menerima kembali seluruh dana yang ditanam padanya
dengan singkat maka itu berarti bahwa resiko mengalami kerugian adalah rendah karena
kemungkinan bagi perusahaan lain untuk mendirikan proyek yang sama adalah kecil.
c)      Alat penjaga likuiditas

Kelemahan dari metode ini yang terpenting adalah sebagai berikut :


a)      Metodenya tidak mempertimbangkan nilai uang yang dipengaruhi oleh waktu
b)      Metode ini mengabaikan kenyataan bahwa proyek kemungkinan mempunyai arus cash in flow
yang berlainan setelah masa payback period berakhir

C.    Net present value


Net present value (NPV) metode ini adalah merupakan salah satu dari metode
discounting yang bias digunakan untuk mengukur dan menganalisa proyek investasi.
 Net present value (NPV) dapat ditentukan dengan rumus :
Gross present value (GPV) –initial investment.GPV dapat dicari sebagai berikut :

Dengan menggunakan NPV method untuk mengukur atau mengevaluasi proyek maka
proyek yang diterima adalah proyek yang dapat memberikan NPV positif.

Contoh :
Nama proyek               : X
Initial investment        : Rp500,-
Umur proyek               : 5 tahun
Cash flow tiap tahun   : Rp150,-
Cost of capital             : 10%

Diminta : NPV?
Atau dapat ditulis sebagai berikut :
Tahun    Cash flow     Df        Present value
1.                150  x 0,9091    = Rp136,365,-
2.                150  x 0,8264    = Rp123,960,-
3.                150  x 0,7513    = Rp112,695,-
4.                150  x 0,6830    = Rp102,450,-
5.                150  x 0,6209    = Rp   93,135,-
          150  x 0,9091    = Rp568,605,-

Dengan demikian NPV = Rp568,605 – Rp500 = Rp68,605,-. Berdasarkan hasil tersebut


maka proyek X dapat diterima karena memberikan NPV yang positif.

D.    Internal rate of return (IRR)


Di samping NPV dan BCR method banyak juga pimpinan perusahaan yang
menggunakan internal rate of return (IRR) sebagai alat untuk mengukur atau mengevaluasi
investasi – investasi yang dilakukan.
IRR method atau biasa juga dinamakan Trial and Error Method menunjukan tingkat
pendapatan yang sebenarnya dari sebuah proyek. Metode IRR tidak mengurangkan gross present
value (GPV) dari cash flow dari initial investment atau biasa juga dinamakan initial capital
outlay melainkan mencarinya dengan trial and error.
Dengan system trial and error berarti dicoba berbagai tingkat discounting factor (DF)
akan menyamakan gross present value (GPV) dengan initial investment atau initial capital
outlay.
Discounting factors yaitu i yang akan menyamakan GPV dengan initial investment
adalah merupakan IRR dari proyek bersangkutan. Untuk memudahkan perhitungan IRR sering
digunakan metode interpolasi. IRR dapat dicari sebagai berikut :

Contoh :
Nama proyek               : Y
Initial investment        : Rp1.000,-
Umur proyek               : 3 tahun
Annual cash flow        : Rp388,-

Diminta : IRR?

Untuk menghitung IRR akan digunakan metode interpolasi


Hal ini akan tampak sebagai berikut :

Tahun          Cash flow      Df 5%   PV 5%                       Df 10%           PV 19%          


1.      Rp388,-           .9524   Rp  369,50,-                .9091               Rp352,70,-
2.      Rp388,-           .9070   Rp  351,90,-                .8264               Rp320,60,-
3.      Rp388,-           .8638   Rp  335,20,-                .7513               Rp291,50,-    
Rp1.056,60,-                                       Rp964,80,-

Dari perhitungan di atas dapat dilihat bahwa dengan df 5% menghasilakn gross present
value yang melebihi intial investment. Seterusnya dengan menggunakan df 10% menghasilakan
gross present value yang lebih kecil dari initial investment (Ao). Dengan demikian maka jelaslah
bahwa investment berada antara 5%-10% atau dengan perkataan lain IRR lebih besar dari 5%
akan tetapi lebih kecil pula dari 10%.

Dengan menggunakan interpolasi akan kita peroleh sebagai berikut :


GPV (5%) – Ao = Rp 1.056,60,- - Rp 1.000,- = Rp 56,20,-
GPV (10%) – Ao = Rp  964,80,- - Rp 1.000,- = Rp 32,20,-
                                                Jumlah mutlak       = Rp 91,80,-

Selisih discounting factors adalah


10% - 5% - 5%
IRR =  5 + 56,60 x 5
                                    92
              = 5 + 283
                           92
             = 5 + 3,08
              = 8,08%

Apakah proyek Y diterima atau ditolak?


Untuk menetapkan apakah proyek Y ditolak atau diterima maka perlu ditetapkan tolak
ukur atau standar untuk membandingkannya. Factor yang dijadikan sebagai tolak ukur biasanya
adalah cost of capital.

Apabila cost of capital lebih besar dari IRR maka proyek ditolak sedang sebaliknya apabila cost
of capital lebih kecil dari IRR maka proyek diterima. Dalam hal ini :
Cost of capital > 8,08% -> proyek ditolak
Cost of capital < 8,08% -> proyek ditolak

E.     Penerapan capital budgeting dalam keuangan pendidikan


Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah ini merupakan plafon pendanaan
yang dibutuhkan dan harus disediakan serta direncanakan asal dana tersebut didapatkan. RAPBS
inilah yang menjadi dasar pengelolaan managemen sekolah. Segala hal yang dilakukan oleh
sekolah harus tercantumdi dalam RAPBS tersebut,jika tidak, maka kegiatan tersebut haruslah
diprogramkan di tahun depannya. Untuk itulah, maka setiap sekolah menyusun RAPBS sebagai
acuan kegiatan yang terkait dengan pendanaan. Sebenarnya, dengan adanya RAPBS ini, sekolah
dapat mengeksplorasi kemampuan dirinya dan menyeimbangkan dengan alokasi dana yang ada.
Kebutuhan pendanaan kegiatan sekolah dapat direncanakan, diupayakan pengadaannya,
dibukukan secara transparan, dan digunakan untuk membiayai pelaksanaan program sekolah
secara efektif dan efisien. Tujuan manajemen keuangan adalah:

1)      Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan keuangan sekolah


2)      Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan sekolah
3)      Meminimalkan penyalahgunaan anggaran sekolah

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dibutuhkan kreativitas kepala sekolah dalam
menggali sumber -sumber dana, menempatkan bendaharawan yang  menguasai dalam
pembukuan dan pertanggung- jawaban keuangan serta  memanfaatkannya secara benar sesuai
peraturan perundangan yang berlaku (Mulyasa, 2003:50)
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, Penganggaran Modal (capital budgeting) sangatlah penting dalam
menentukan alur kas,investasi dan penanaman saham. Dimana bila perhitungan atau keputusan
untuk pengambilan penganggaran modal tepat, maka keuntungan bagi perusahaan akan
meningkat sesuai dengan perhitungan. Dan sangatlah penting bagi manajer keuangan untuk
sangat hati-hati dalam mengambil keputusan dengan keadaan keuangan suatu perusahaan.
Selama penelitian mengenai penerapan capital budgeting bagi perusahaan,

SARAN
Dalam melakukan proyek investasi, sebaiknya perusahaan menggunakan analisis capital
budgeting agar dapat memperoleh hasil yang lebih akuratsehingga pada akhirnya dapat
mengurangi risiko dalam pengambilan keputusan investasi. Metode yang sebaiknya digunakan
dalam analisis capital budgeting adalah metode net present value. Karena metode ini
memperhitungkan time value of money dan konsisten dengan tujuan memaksimalkan kekayaan
pemilik.
DAFTAR PUSTAKA

http://eprints.stainsalatiga.ac.id/142/1/Tulusmono%20%20Manajemen%20Kesiswaan%20dan
%20Manajemen%20Keuangan.pdf